image

Sebuah artikel menarik di tulis oleh Zubair Zafar Khan dari Department of Islamic Studies, Aligarh Muslim University (AMU), India. Beliau mengajukan hasil penelitian terhadap ayat-ayat yang terdapat dalam kitab suci agama Hindudan hasilnya cukup mengejutkan karena terdapat kaitannya dengan nabi Nuh dan nabi Muhammad. Nabi Nuh sendiri juga di akui keberadaannya oleh agama Yahudi maupun Kristen.

Tulisan di bawah ini di sadur dari artikel aslinya yang berjudul “Exploring Islamic Ideals in Hindu Religious Texts”. Yang di terbitkan oleh jurnal Internasional bernama Journal of Humanity & Islam.

Pendahuluan

Al Qur’an telah memberitahu kita bahwa Allah akan mengutus nabi untuk setiap bangsa dari berbagai generasi.

“Sesungguhnya, Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun, melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS.35:24)

“Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu, ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS.16:36)

Dari ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa setiap bangsa telah di utus nabi dan rasul bagi mereka. Beberapa nama nabi dan bangsa di mana mereka di utus telah di sebutkan dalam Al Qur’an seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan bangsa-bangsa seperti A’ad, Tsamud, Saba’, kaum Luth, muslim, Yahudi, Kristen, Shabiin dan lain-lain. Hindu adalah agama ke-tiga terbesar setelah Kristen dan Islam dan menurut para ahli adalah agama yang tertua. Berdasarkan ayat di atas, seorang rasul atau utusan Allah kemungkinan besar telah di utus pula kepada bangsa India. Meskipun umat Hindu yang kita kenal saat ini tidak mengklaim adanya seorang nabi yang di utus tapi mereka  percaya bahwa kitab Veda adalah kitab suci yang di wahyukan dari Tuhan. Dengan menggunakan kitab-kitab agama Hindu dan hasil penelitian dari para ahli agama Hindu, tulisan ini berusaha untuk mendiskusikan ayat-ayat dari kitab suci agama Hindu dan hubungannya dengan Islam. Tulisan ini juga mencoba menelusuri siapa sebenarnya nabi dari umat Hindu, nubuatan kedatangan nabi Muhammad, dan akidah tauhid yang tersembunyi dalam kitab-kitab suci Hindu serta kesesuaiannya dengan Islam.  Namun sebelum melangkah lebih lanjut, kita perlu mengenal dulu tentang agama Hindu dan kitab-kitab sucinya

image

Agama Hindu

Agama Hindu termasuk agama yang memiliki jumah pengikut banyak di Asia Selatan (Guenon, 1921, 74-78). Agama ini tidak memiliki pendiri tunggal, sistem teologi yang spesifik, sistem moralitas tunggal, atau satu organisasi pusat keagamaan (Osborne, 2005, 9). Agama Hindu adalah campuran dari ribuan kelompok keagamaan yang telah berkembang dan berevolusi di India sejak 1500 tahun sebelum Masehi. Inilah sebabnya kenapa agama Hindu di anggap sebagai agama tertua yang terorganisir di dunia. Secara demografi, Agama Hindu adalah yang terbesar ketiga setelah Kristen dan Islam. Dengan populasi sekitar 1 milyar di India, 23 juta di Nepal, 14 juta di Bangladesh, dan 3.3 juta di Indonesia.

Etimologi

Nama asli agama Hindu bukanlah Hindu. Kata Hindu lebih merujuk pada daerah geografis, yaitu oleh orang-orang Persia untuk menyebut orang-orang yang tinggal di seberang sungai Sindhus (Indus) (Naik, 2007, 13). Sungai Sindhu juga di sebutkan di kitab Rig-Veda (Naik, 2007, 25). Penggunaan kata Hindu kemudian di populerkan oleh orang-orang Arab dengan nama Hindi, yaitu orang-orang yang tinggal di seberang Sungai Indus (Thapar, 1993, 77). Pada abad ke-13 M, nama Hindustan (India) muncul dan juga popular sebagai nama untuk India, yang berarti tanah Hindu. (Platts, 1884, Dictionary). Awalnya, Hindu adalah kata umum yang di pakai unutk menyebut penduduk yang tinggal di anak benua India tanpa memandang agamannya. Jawaharlal Nehru dalam bukunya “Discovery of india”, menulis bahwa kata Hindu dapat di lacak sampai pada abad 8 M, yang mana berarti orang-orang dan bukan penganut suatu agama tertentu. Penggunaan kata Hindu untuk merujuk suatu agama barulah muncul di akhir-akhir ini saja (Nehru, 2000, 74-75).

Adalah sekitar akhir abad 18 M, para pedagang Eropa menyebut Hindu untuk merujuk pada agama yang di peluk mayoritas di India (Flood, 2001). Kata Hindu  kemudian di gunakan oleh orang-orang di India ketika mereka mulai membentuk identitas kebangsaan, sosial dan kebudayaan melawan kolonialisasi bangsa Eropa di anak benua India (Flood, 2001). Jadi, pertanyaannya adalah apakah nama yang sebenarnya untuk agama Hindu? Berdasarkan kitab suci agama Hindu, nama yang sebenarnya dari agama Hindu adalah Sanatana Dharma. Kata ini muncul salah satu kitab Kuno Manusmrti:

“Satyam bruyatpriyam bruyanna bruyatsatyamapriyam. Priyam cha nanrtam bruyadesa dharmah sanatanah(Manusmrti: 4-138)

(Artinya: Berbicaralah yang benar, berbicaralah yang benar dengan baik. Jangan berbicara yang benar untuk menipu. Jangan berbicara bohong untuk menyenangkan orang atau membujuk orang. Inilah kualitas dari dharma yang abadi)

Dan dalam Bhagavata Purana:

At the end of each cycle of four Yugas (Satyug, Treta, Dwapar, and Kalyug), the Rishis, through their asceticism, saw the collections of srutis swallowed up by time, after which the eternal dharma (was re-established).

(Artinya:  Pada setiap akhir putaran 4 Yuga (Satyug, Treta, Dwapar, dan Kalyug), para Resi, melalui pertapaan mereka, melihat kumpulan sruti (kitab Wahyu) di telan oleh waktu, setelah itu darma yang abadi di kukuhkan kembali)

Bahasa sanskerta Sanatana Dharma adalah Sanatana + Dharma. Sanatana adalah terus menerus dari awal sampai akhir, dan Dharma bermakna Agama. Sehingga Sanatana Dharma adalah agama yang terus menerus dari awal sampai akhir. Padanan kata dalam Al Qur’an adalah “Dinul Qayyimah” (QS: 98:5). Sesuai Al Qur’an, Islam bukanlah agama baru yang di dirikan oleh Nabi Muhammad SAW, tapi merupakan agama yang lurus bermula dari Adam dan seterusnya sampai akhir (hari kiamat). Semua utusan dari berbagai masa dan bangsa membawa ajaran agama yang sama dan ajaran pamungkas, sempurna serta terakhir adalah yang di bawa nabi Muhammad SAW. Sehingga, kita bisa menyebut Sanatan Dharma adalah versi yang lama dari Islam.

Kitab Veda (Weda)

Kitab Veda adalah kitab yang tertua dalam literatur sanskerta (Radhakrisnhnan, 1957, 3) dan yang memiliki kedudukan paling suci dari agama Hindu (Radhakrisnhnan, 1957, 3). Menurut tradisi, kitab Veda adalah apauruseya (tidak di buat oleh manusia), di anggap di turunkan langsung, oleh karenanya di sebut sruti (apa yang di dengar / wahyu yang di turunkan). Meskipun ayat-ayat Veda di gunakan dalam doa-doa dan ritual keagamaan tapi hanya sedikit sekali dari orang-orang, yang bahkan berkasa tinggi dalam Hindu, diperbolehkan untuk membaca dan menulis Veda.

Juga meskipun Veda merupakan kitab tertinggi di bandingkan dengan kitab-kitab yang lain, tapi Veda memiliki sangat sedikit kontribusi dalam kehidupan sehari-hari orang Hindu itu sendiri. Beberapa Shloka (ayat) dari Veda biasa di bawakan dalam ritual keagamaan seperti pernikahan, penguburan dan lain-lain. Masyarakat umum tidak di ijinkan untuk membaca, menuliskannya atau bahkan menyentuh Veda. Mereka hanya kadang-kadang di perbolehkan untuk melihat Veda. Rig-Ved, YajurVed, Samved dan Atharvaved, mewakili berbagai shakha atau cabang ilmu keagamaan. Tergantung dari cabangnya, komentar dan instruksi yang berbeda di berikan untuk masing-masing Veda.

Rig-Ved berisi kumpulan mantra dan doa-doa

Samved berisi terutama matra dan doa-doa dari Rig-Ved, tapi di susun dalam urutan sesuai dengan ritual pensucian Soma (Soma sacrifice)

Yajurved berisi petunjuk yang lengkap untuk pelaksaaan ritual pensucian Soma

Atharvaved berisi mantra-mantra magis melawan musuh, sihir, penyakit maupun kesalahan yang di buat selama proses ritual pensucian Soma, juga kewajiban dan ajaran lainnya (Nikhilananda, 1990, 142)

Masing-masing dari 4 Veda tersebut di bagi dalam dua bagian:

Mantra juga di sebut Samhita adalah kumpulan doa-doa yang di gunakan dalam ritual pensucian

Bhramana (bukan dalam artian kasta Brahmana) memuat aturan-aturan khusus untuk ritual pensucian, juga tulisan komentar menerangkan makna dari mantra dan ritual (Nikhilananda, 1990, 142)

Upanishad

Upanishad adalah bagian dari sruti Hindu, kitab suci ini terutama membicarakan tentang filosofi dan konsep ketuhanan, juga berisi transkrip dari berbagai diskusi. Ada 220 buku yang membentuk Upanishad, meskipun demikian hanya 13 yang di terima secara mayoritas oleh semua kelompok dalam agama Hindu. Kitab ini juga memuat komentar tentang veda di sebut Vednta. Upanishad di akui oleh banyak sarjana dan filsof sebagai kitab yang bagus dan penuh dengan pesan filosofis.

Kitab suci agama Hindu yang terkemudian (Post-Vedic)

Kitab yang muncul belakangan di sebut Smriti. Termasuk di dalamnya Itihasas (epik Ramayana, Mahabharata), Purana, Agama, Dharsanas, Bhagwad Gita, dll

Bhagavad Gita (Bhagawad Gita)

Umat Hindu meyakini bahwa banyak kitab kuno mereka merupakan wahyu dari Tuhan, tapi dari semuanya Bhagawad Gita adalah yang paling penting dan paling di akui mayoritas. Bhagawad Gita berarti nyanyian Tuhan. Di ucapkan oleh Raja Krishna di padang Kurukshetra kepada Arjuna. Bhagawad Gita adalah kitab yang sangat di hormati oleh umat Hindu sampai saat ini

Purana

Purana adalah kitab yang berisi kumpulan cerita/alegori dan kisah-kisah keagamaan yang menceritakan tentang kebenaran, kisah kehidupan dari dewa/dewi dalam agama Hindu, serta kisah-kisah zaman dulu. Delapan belas di antaranya di sebut Mahapurana (Great Puranas).

*Note: Hal yang mengagumkan adalah bahwa semua kitab ini, yang akan kita bicarakan di tulisan ini, menurut keyakinan umat Hindu lebih dulu di tulis sebelum Al Qur’an dan nabi Muhammad S.A.W.

Nabi umat Hindu Adalah Nabi Nuh?

Umat Hindu tidak mengklaim seorang nabi utusan dengan nama tertentu tapi mereka percaya bahwa kitab Veda adalah wahyu Tuhan. Meskipun demikian, sebuah penelitian modern menyatakan bahwa Nabi Nuh sebenarnya adalah nabi mereka.

Berikut di bawah adalah beberapa bukti yang mendukung:

  • Menurut agama Hindu, kitab Veda di turunkan kepada beberapa Rishis (orang suci dalam agama Hindu) dan Rhisikas (untuk menyebut Rishi perempuan) pada jaman dahulu kala. Keterangan seperti ini tentunya masih terlalu umum bila kita bandingkan dengan sejarah turunnya kitab-kitab suci yang lain. Jika kita menganggap Veda adalah kitab suci yang di turunkan dari Tuhan tentunya harus ada nama dari seorang nabi utusan Tuhan yang mana kitab Veda ini di turunkan. Jika kita simak semua kitab suci yang lain pasti di ketahui nama nabi atau utusan Tuhan tersebut, misal kitab Zabur kepada nabi Dawud, Taurat kepada nabi Musa, Injil kepada nabi Isa, dan Al Qur’an kepada nabi Muhammad. Tak satupun dari kitab-kitab suci tersebut di turunkan kepada lebih dari satu orang. Kemungkinan besar mereka (umat Hindu) lupa nama nabi mereka seiring dengan berjalannya waktu dan kemudian menyatakan bahwa Veda di turunkan dari Tuhan kepada Rishis dan Rishikas.
  • Dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: Pada hari kiamat nanti Nuh di panggil oleh Allah, dan ia menjawab, “Aku penuhi panggilan-Mu, wahai Rabbku.” Allah bertanya, “Apakah engakau telah menyampaikan wahyu?”Nuh menjawab, ”Benar, aku telah menyampaikan wahyu.” Allah bertanya pada umatnya, “Apakah Nuh telah menyampaikan wahyu kepada kalian?” Mereka menjawab, “Tidak ada seorang utusanpun yang datang kepada kami.” Allah bertanya kepada Nuh, “Siapakah yang menyaksikan bahwa engkau telah menyampaikan wahyu?”N uh menjawab,” Muhammad dan umatnya.” Maka, kalian akan bersaksi bahwa Nuh telah menyampaikan wahyu. Itulah maksud dari firman Allah: Dan demikian pula Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian (QS. Al-Baqarah (2): 143) [HR. Bukhari]. Dalam hadits ini bangsa Nabi Nuh telah lupa nabi mereka dan menolak nabi Nuh pada hari kiamat. Jika kita menganalisa nabi-nabi dan bangsa mereka, saat ini kita tahu bahwa semua bangsa telah mengenal nabi mereka. Umat Yahudi mengenal nabi Musa sebagi nabi mereka, umat Kristen mengenal Yesus dan umat muslim mengenal Muhammad sebagai nabi mereka. Hanya umat Hindu yang tidak mengetahui nama nabi mereka kendatipun mereka mengklaim bahwa mereka mempunyai kitab suci yang di turunkan dari Tuhan. Oleh karenanya kita dapat mengatakan bahwa kemungkinan nabi umat Hindu adalah nabi Nuh, tapi mereka lupa dan menolak Nuh di hari kiamat.
  • Dalam kitab suci Hindu, nama nabi Nuh adalah Manu. Dalam berbagai tradisi Hindu, Manu adalah nenek moyang umat manusia dan juga raja yang paling pertama memerintah di bumi, yang menyelamatkan manusia dari sebuah banjir besar Dalam kitab Mahabharata tertulis: “And Manu was imbued with great wisdom and devoted to virtue. In addition, he became the progenitor of a line. Moreover, in Manu’s race have been born all human beings, who have therefore, been called Manavas (human beings) (Mahabharata Book 1: Adi Parva: Sambhava parva: Section LXXV)  (Artinya: “Dan Manu di anugerahi dengan kebijaksaan yang besar dan di tujukan kepada kebajikan. Lagi pula dia menjadi nenek moyang dari semua garis keturunan. Terlebih lagi, dari ras Manu telah lahir semua manusia, yang oleh karenanya di sebut Manavas.) (Mahabharata Book 1: Adi Parva: Sambhava parva: Section LXXV) 
  • Sesuai dengan Islam, seluruh dunia telah hancur dan mati karena banjir besar kecuali yang bersama nabi Nuh dalam kapal. Setelah banjir besar tersebut, generasi baru manusia di turunkan hanya oleh nabi Nuh. Beberapa sumber yang lemah menyebutkan bahwa tak satupun dari orang-orang yang bersama Nuh menurunkan keturunan kecuali Nuh. Itulah sebabnya nabi Nuh di juluki sebagai Adam-e-Thani (Adam kedua). Karena inilah nabi Nuh di juluki nenek moyang umat manusia di kitab Veda
  • Penggambaran tentang nabi Nuh di temukan hampir di semua kitab suci agama Hindu dan membicarakannya lebih banyak dari kitab suci yang yang lain. Ada 75 tempat yang mana nabi Nuh di bicarakan dalam kitab Veda
  • Bukti yang penting bahwa Manu adalah nabi umat Hindu terdapat di kitab Manusmriti, sebuah kitab yang di sucikan oleh umat Hindu. Manusmrti juga di kenal dengan nama Manava-Dharmasastra, sebuah karya paling penting dan paling awal dari Dharmasastra sebagai tradisi tulisan dalam agama Hindu (Flood, 1996, 56) and (Patrick, 2005, 142). Dalam bahasa Inggris bisa di artikan “Laws of Manu”. Tulisan dalam kitab tersebut mengindikasikan ajaran yang di berikan langsung oleh Manu, nenek moyang umat manusia, kepada sekelompok Rishi yang memohon kepadanya untuk di ajarkan kepada mereka tentang Hukum-hukum manusia
  • Seorang Orientalis A.J.A Dubious, yang telah mempelajari agama Hindu selama 40 tahun menyatakan dalam hasil studinya: “Ada seorang yang amat di hormati di kalangan umat Hindu yang mana dia di sebut Mahanuvu. Dia selamat dari banjir besar dengan perahunya besama tujuh orang Rishi bersamanya. Mahanuvu adalah kombinasi 2 kata yaitu Maha+Nuvu. Maha berarti besar dan Nuvu tidak di ragukan lagi adalah nabi Nuh” (Dubois, 1986, 132).
  • Di tempat lain Dubois menulis: “Menurutku tidak ada agama yang lain yang begitu detil kepada nabi Nuh dan banjir besar pada masanya sebagaimana kitab suci agama Hindu membicarakannya. Dan di banyak hal mirip dengan kisah Nuh di kitab perjanjian lama. Yang mengejutkan adalah kita telah menerima informasi ini dari umat Hindu yang mengklaim agama mereka adalah agama yang tertua di muka bumi” (Dubois, 1986, 97-98). Ini artinya umat Hindu adalah umat pertama yang mengenal nabi Nuh dan kemungkinan besar Nuh adalah nabi mereka. Dalam agama Hindu, periode umat manusia di bagi menjadi empat Yuga (era). Era saat ini di sebut Kalyug. Kalyug di mulai dari banjir besar masa nabi nuh. Dalam kitab suci agama hindu, banjir ini di sebut dengan Jal Parlyawan.
  • Bukti yang terakhir: Kebanyakan agama besar yang mengikuti seorang nabi menggunakan kalender yang di mulai dari waktu atau masa nabi mereka. Contohnya umat Kristen menghitung penanggalan mereka dari era masa Kristen awal yaitu waktu wafatnya Yesus Kristus. Dan kaum muslim menghitung penanggalan mereka dari Hijrah (yaitu waktu hijrah nabi Muhammad ke Madinah). Demikain juga, penanggalan Penchang yang di gunakan oleh umat Hindu di mulai dari banjir besar nabi Nuh (Dubois, 1986, 416-17)

Nabi Muhammad SAW telah di beritakan dalam kitab suci yang terdahulu

Allah telah menubuatkan dalam setiap kitab suci tentang kedatangan nabi Muhammad. Hanya saja dengan berlalunya waktu, interpretasi dan perubahan yang di lakukan manusia terhadap kitab sucinya, entah sengaja ataupun tidak, telah mengaburkan kebenaran ini.

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: ‘Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan bersungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya’.

Allah berfirman: ”Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu’. Mereka menjawab: ‘Kami mengakui’. Allah berfirman: ‘Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu’.”Barangsiapa yang berpaling, sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS 3:81-82)

Dari ayat di atas telah jelas bahwa semau kitab suci terdahulu mengabarkan tentang kedatangan nabi terakhir utusan Allah (yaitu nabi Muhammad). Sebagaimana di bicarakan sebelumnya bahwa sesuai klaim umat Hindu bahwa Veda adalah kitab suci yang di turunkan dari Tuhan. Oleh karenanya sesuai dengan ayat Qur’an di ataskitab Veda harusnya memuat kedatangan nabi Muhammad SAW. Sekarang kita akan mendiskusikan beberapa dari nubuatan tersebut di bawah.

Narashan dan Muhammad SAW

Kedatangan nabi Muhammad SAW di nubuatkan dalam semua kitab suci. Sebagai contoh, di perjanjian baru, nabi Muhammad di sebut dengan kata Paraclete yang berarti “yang terpuji”. (Tariq, 1989, 130).

Demikian juga, kata Narashan dalam kitab Veda memiliki arti nama yang sama. Narashan dapat di pisah menjadi dua Nar + Ashan. Nar berarti laki-laki dan Ashan berarti “yang terpuji”. Sehingga Narashan dapat di artikan “laki-laki yang terpuji”. Ini sama dengan arti kata Muhammad yang dalam bahasa arab berarti “yang terpuji”. Menurut Swami Dayanand Saraswati, seorang sarjana ahli agama Hindu, arti kata yang sebenarnya dari Narashan adalah “yang terpuji” (Rig-Ved hindi translation, 1991, 25)

Dr. Ved Parkash Upadhyaya mengatakan, “kata Narashan tidak dapat di tujukan kepada Devta atau Tuhan. Karena kata laki-laki jelas menunjukkan bahwa dia adalah seorang manusia dan bukan sesuatu yang supernatural (bukan manusia)

Narashan di berbagai tempat di kitab suci Hindu

Rig-Ved adalah kitab Veda yang tertua. Dalam Rig-Ved shloka (ayat) no: 1/13/3, 1/18/9, 1/106/4, 2/3/2, 7/2/2, 10/64/3, 10/124/2. Dalam SamVed ayat no 1319 dan dalam Vajasaneyi Sahit bab ke-27 dan 28, kata Narashan di sebutkan.  Berdasarkan sumber yang lain, Narashan di sebutkan di 16 tempat di Rig-Ved, 10 tempat di Yajurved, 4 tempat di Atharved dan 1 tempat di Samved

Sebagai tambahan dari nubuatan tentang sifatnya dan kehidupannya, Ibrahim, Kabah, Bakkah (Makkah) dan Arabia, Mahamad, Mamah dan Ahmad juga di sebutkan. Nama Mahamad muncul di kitab Purana, Mamah di Kuntap Sukt (dalam Atharva Ved), Ahmad di dalam Samved dan Narashan di dalam Rig-ved

Beberapa Shloka (ayat) dalam Veda di mana Narashan di sebutkan adalah sebagai berikut:

O beloved Narashans! Sweet spoken, performer of sacrifices, I honored your sacrifice (Wahai Narashan yang tercinta! Bertutur kata manis, pensuci jiwa, aku mengharapkan pensucianmu) (Rig-Ved: 3/13/1)

I saw Narashans in heaven, most courageous and famous like all messengers (Aku melihat Narashan di surga, yang paling pemberani dan paling terkenal seperti semua utusan Tuhan) (Rig-Ved: 9/18/01)

“O people! Listen to these words with reverence. A very praise-worthy person will appear among the people. He will protect him from 60090 enemies. His means of transport would be 20 camels. His name will soar high and then return. This great Rishi will have 100 gold coins, 10 pearl necklaces, 300 Arab horses and 10,000 cows.” (Wahai manusia! Dengarkan kata-kata ini dengan penuh penghormatan. Seorang “yang terpuji” akan muncul di antara kalian. Dia (Tuhan) akan melindungi dirinya dari 60090 musuh. Kendaraannya adalah 20 unta. Namanya akan naik tinggi dan kemudian kembali. Resi besar ini akan memiliki 10 koin emas, 10 kalung permata, 300 kuda arab dan 10 ribu kerbau.”) (Atharva Ved Kantam, 20-127, 70-1-3). 

Di sini banyak ciri dari nabi Muhammad SAW telah di sebutkan. Rishi yang di janjikan di sebut “yang terpuji”. Kata Muhammad sendiri bermakna “yang terpuji”. Dia dan sahabatnya menggunakan unta sebagai media transportasi, sementara para Rishi di India, mengendarai unta adalah di larang (Manusmrithi, 5: 8). Ketika nabi Muhammad SAW muncul di Arabia, populasi bangsa Arab sekitar 60.000 penduduk. Seluruh populasi menjadi penentang dan musuhnya. Tuhan kemudian menolong dan melindunginya dari musuh-musuhnya. Sebagaimana Al Qur’an, “Dan Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia (QS: 5:68) Naik tinggi dan kemudian kembali merujuk pada perjalanan Isra’ dan Mi’raj. 100 koin emas merujuk pada sahabatnya yang bermigrasi dalam dua tahap ke Abyssinia. 10 kalung emas adalah Ashra-Mubashera, yaitu 10 sahabat yang di beri kabar gembira akan masuk surga. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Talha, Zubair, Abdur Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Sa’ad bin Zaid dan Abu Ubaidah. 300 kuda Arab adalah 300 sahabat yang ikut serta dalam perang Badar. Jumlah tepatnya sahabat nabi dalam perang badar menurut sebagian ahli tafsir adalah 313. 10 ribu sapi menandakan 10 ribu pasukan perang ketika nabi menaklukkan Mekkah dan memasukinya.

“O people, remember that Narashans will be praised and among his six thousand ninety enemies he will migrate and spread peace. We will protect him. (“Wahai manusia, ingatlah bahwa Narashan akan terpuji dan di antara dia ada enam ribu sembilan puluh musuh, dia akan hijrah dan kedamaian tersebar. Kami akan menjaganya.) (Rig-Ved, 5/27/1).  Dalam ayat ini di sebutkan bahwa setelah migrasi (hijrah), Narashan menjadi terlindungi dan ajarannya tersebar. Dalam sejarah Islam bahwa setelah hijrah, nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya menjadi terlindungi dan Islam menyebar luas dengan cepat. Dalam ayat Rig-Ved no 1/117/7, kata Mohanmadan di sebutkan. Banyak cerita mitologi tekait dengan kata ini. Menurut beberapa ahli mereka adalah dua saudara Mohan dan Madan, beberapa ahli yang lain menyebut sebagai Prabu Krishna. Tapi penelitian mutakhir berkaitan dengan kata ini menunjukkan hasil yang mengejutkan. Dalam bahasa sanskerta kata “an” adalah tambahan pada sebuah akhir kata. Pertama kita memisahkan kata menjadi Mohan + Madan. Hilangkan tambahan “an” di akhir setiap kata dan kemudian di gabungkan lagi sehingga menjadi Moh+Mad = Mohmad. Ini adalah nama rahasia dari nabi Muhammad dalam Rig-Veda (Tariq, 1989, 172)

Purana

Purana adalah kitab yang di sucikan oleh umat Hindu setelah kitab Veda.  Meskipun mereka tidak mengklaim bahwa itu adalah firman Tuhan yang di wahyukan, tapi Purana di tulis sebagai interpretasi atau tafsir dari kitab Veda.

Dalam Bhavishya Purana tertulis:

”A Malechha spiritual teacher (Acharya) with his companions. His name will be Mahamad. Raja Bhoj after giving this Mahadev Arab (of angelic disposition) a bath in the ‘Panchgavya’ and Ganges water, (purging him of all sins) offered him the presents of the sincere devotion and showing him all reverence said, “I  make obeisance to thee.’ ‘O Ye! The pride of mankind, the dweller in Arabia, Ye have collected a great force to kill the Devil and you yourself have been protected from the malechha opponents (idol worshipers, pagans).’ ‘O Ye! The image of the Most Pious God the biggest Lord, I am a slave to thee, take me as one lying on thy feet” (Bhavishya Purana, Prati Sarag Parv III, 3:3:5-8)

(Artinya: “Seorang malechha (seorang dari negeri asing dan berbicara bahasa asing) guru spiritual (agama) akan muncul bersama sahabat-sahabatnya, Namanya adalah Mahamad. Raja Bhoj setelah malaikat memberikan dia (yaitu mahadev Arab) sebuah pensucian di ‘Panchgavya’ dan air suci Gangga (mensucikan dia dari semua dosa) memberi dia pengabdian yang tulus dan menunjukkan segala penghormatan, berkata, “Saya taat padamu.’ ‘Wahai engkau! Kebanggaan manusia, penghuni gurun berpasir Arabia. Engkau telah mengumpulkan kekuatan yang besar untuk membunuh setan dan engkau sendiri telah di lindungi dari musuh-musuhmu (kaum kafir penyembah berhala). Wahai engkau bayangan dari Tuhan yang Maha Suci dan Maha Besar, aku adalah budakmu, ambilah aku sebagi seorang yang bersimpuh di kakimu.”). (Bhavishya Purana, Prati Sarag Parv III, 3:3:5-8)

Dalam nubuatan ini, fakta tentang nabi Muhammad SAW telah di sebutkan:

  • Nama Acharya (pemimpin agama) adalah Mahamad (Muhammad SAW)
  • Dia berdiam di Marusthal (gurun, Arabia)
  • Dia memiliki sahabat (yang berjuang menegakkan Islam dari awal)
  • Sungai Gangga bermakna air suci.
  • Ini adalah mukjizat dari nabi Muhammad SAW bahwa dia di sucikan hatinya dengan di belah dadanya oleh malaikat kemudian hatinya di bersihkan dengan air Zam-Zam ketika masih anak-anak. Dalam sejarah Islam ini di sebut Shaq-i-Sadar.
  • (Malechha bermakna orang asing dengan bahasa asing. Pada saat ini kata ini juga di pakai untuk mengartikan orang yang tidak bersih tergantung kepada siapa kata ini di nisbatkan dalam kerangka apa pembicaraannya. Sebagai contoh kasus Sir Wiliam Jones kesulitan ketika mencari seorang guru (Pundit) untuk mengajarinya bahasa sanskerta karena menurut Pundit dia adalah seorang malechha (orang asing dan di anggap tidak bersih). Hanya setelah ada intervensi dari Maharaja Shiv Chandra kemudian Pundit Ram Lochna setuju untuk mengajari bahasa sanskerta)
  • Raja Bhoj merujuk pada Raja Hindu Chakrawati Farma yang memeluk Islam setelah melihat bulan terbelah. Peristiwa ini adalah mukjizat dari nabi Muhammad SAW ketika orang-orang Quraisy memintanya. Ada tradisi kuno di Malabar, pantai barat daya India, bahwa Chakrawati Farma, salah satu dari raja mereka telah meilhat bulan terbelah dan mengetahui (dari para pengembara & pedagang) bahwa itu adalah salah satu tanda dari mukjizat seorang nabi di Makkah. Sang raja mengetahui bahwa ada nubuat akan kedatangan utusan Tuhan dari tanah Arabia, kemudian dia menunjuk puteranya sebagai pemimpin sementara di kerajaannya dan dia sendiri pergi ke tanah Arab untuk menemui nabi Muhammad. Di masuk Islam di tangan nabi Muhammad dan ketika dalam perjalanan pulang dia meninggal di daerah tepi laut Zafar, Yaman. Dimana di kenal sebagai makam raja India yang banyak di ziarahi sejak dulu (Zahoor A, Chakrawati Farmas King of Malabar India)
  • Nubuatan lain dari Bhavisya Puran tertulis, “The malechhas have spoiled the well-known land of the Arabs. Arya Dharma is not to be found in that country. Earlier also there appeared a misguided fiend whom I have killed [note: e.g., Abhraha Al-Ashram, the Abyssinian viceroy of Yemen, who attacked Mecca]; he has now again appeared being sent by powerful enemy. To show these enemies the right path to give them guidance the well-kown mahamad (Mohammad), whom I have given the epithet of Brahma is busy in bringing the Pishachas to the right path. O Raja! You need not go to the land of foolish Pishachas; you will be purified through my kindness even where you are. At night, he of the angelic disposition, the shrewd man, in the guise of a Pishacha said to Raja Bhoj, “O Raja! Your Arya Dharma has been made to prevail over all religions, but according to the commandments of ‘Ashwar Parmatma (God, Supreme Spirit), I shall enforce the strong creed of the meat-eaters. My follower will be a man circumcised, without tail (on his head), keeping beard, creating a revolution, announcing for prayer and will be eating all lawful things. He will eat all sort of animal except swine. They will not seek purification from the holy shrubs, but will be purified through warfare. Because of their fighting the irreligious nations, they will be known as Musalay (Muslims). I shall be the originator of this religion of the meat-eating nation. (Bhavisya Purana, Pratisarg Parv III, 3:3: 10-27). (Artinya: Malechha (orang asing yang jahat) telah membakar tanah Arabia. Arya Dharma tidak di temukan di negeri itu. Sebelumnya juga telah ada manusia sesat yang telah aku bunuh (Abrahah, penguasa Yaman yang menyerang Ka’bah dan kemudian dia beserta tentaranya di hancurkan oleh Allah), sekarang manusia yang sama sesatnya telah muncul lagi di kirim oleh musuh yang kuat. Untuk menunjukkan kepada musuh ini jalan yang benar dan memberi mereka petunjuk, Mahamad (nabi Muhammad SAW) yang terkenal, yang telah aku beri kata-kata Brahma sekarang sibuk membawa Pishachas (orang-orang Arab jahiliyah) ke jalan yang benar. Wahai Raja! Kamu tidak perlu pergi ke tanah orang-orang jahiliyah; kamu akan di sucikan melalui kebaikanku bahkan di manapun kamu berada. Pada waktu malam, dia yang berkekuatan malaikat, orang yang bijaksana, dalam pakaian orang Pishacha berkata kepada Raja bhoj, “Wahai Raja! Arya Dhrama-mu telah di buat mengungguli semua agama, tapi sesuai dengan perintah dari Ashwar Parmatma (Tuhan), aku harus menegakkan pengakuan iman yang kuat dari para kaum pemakan daging (non-vegetarian). Pengikutku adalah para laki-laki yang bersunat, tanpa kuncir di kepalanya, memelihara jenggot, menciptakan perubahan, menyuarakan adzan sebagi panggilan berdoa (shalat) dan akan makan semua makanan yang halal. Dia akan makan hewan sembelihan kecuali babi (babi di haramkan untuk mereka). Mereka tidak mencari pensucian dengan “rumput yang suci”, tapi di sucikan melalui peperangan (Jihad). Karena peperangan mereka akan melawan orang-orang yang tidak beragama, mereka akan di kenal sebagai Musalay (Muslim). Aku akan menjadi pendiri dari agama kaum pemakan daging ini (kaum non-vegetarian). (Bhavisya Purana, Pratisarg Parv III, 3:3: 10-27).
  • Juga dalam Sangram Purana tertulis, “Tulsidas said, without any bias I am saying here the notions of Vedas, Puranas and true saints. In the seventh vikrame century he will be born with four suns. With love and force he will turn down every one. He will have four devtas (four early caliphs). With the help of these four devtas his follower will increase rapidly. Till the beautiful words (Qur’an) remain on earth, no one can achieve properity with the following Mahamad (Muhammad SAW). Then no one will bear like him (he will be the last Phrophet). His (Tulsidas) statement will prove one day (Sangram Purana, iskand 12, kand 6). (Artinya: Tulsida mengatakan, “Tanpa ada penyimpangan aku mengatakan di sini nubuatan dari Veda, Purana dan orang-orang suci yang benar. Dalam abad ke-tujuh vikrame dia akan lahir dengan empat matahari. Dengan cinta dan kekuatan dia akan mengalahakan siapapun. Dia akan memiliki 4 kalifah (sesudahnya). Dengan bantuan 4 kalifah tersebut, pengikutnya akan bertambah dengan cepat. Sampai kata-kata yang indah (Qur’an) berdiam di muka bumi, tidak seorang pun dapat mencapai kemakmuran sebagaimana Mahamad (Muhammad SAW). Tidak ada seorangpun yang akan seperti dia lagi (dia akan menjadi nabi terakhir). Pernyataan dia (Tulsida) akan terbukti suatu hari (Sangram Purana, iskand 12, kand 6)

Upanishad

Dalam Upanishad juga terdapat nubuat yang jelas tentang kedatangan nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:

  • The name of Lord is Allah. He is friendly and almighty. He is the creator of the whole Universe. O friends! Consider Allah as your lord. He is friendly and helps everyone as friend. He is most superior. He is greatest, best, almighty and most pious. Muhammad is the utmost messenger of Allah. Allah is the sustainer of the whole Uneverse. All pious works are attributed to him. In fact, he is the creator of Sun, Moon and Stars (Allo Upanishad: 1, 2, 3). (Artinya: Nama Dzat itu adalah Allah. Dia Baik dan Maha Kuasa. Dia adalah pencipta seluruh alam semsta. Wahai sahabat! Pertimbangkanlah Allah sebagi Tuhanmu. Dia baik dan menolong siapapun sebgai seorang teman. Dia Mahatinggi. Dia Maha Besar, Maha Sempurna, Maha Kuasa dan Maha Suci. Muhammad adalah utusan Allah. Allah adalah pemelihara seluruh alam semesta. Bagi Allah adalah semua perbuatan mulia. Dia adalah pencipta matahari, bulan dan bintang-bintang (Allo Upanishad: 1, 2, 3).
  • Mirip juga di tempat yang lain dalam Allo Upanishad (bagian ke-15 dari 220 Upanishad) di katakan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta dan Muhammad adalah utusannya.

Kalki Autar dan nabi Muhammad

Kalki Autar adalah seorang pemimpin spiritual atau pemimpin agama yang di janjikan dan tertulis dalam kitab Veda. Dia adalah orang-orang yang di tunggu-tunggu oleh umat Hindu dan sifat-sifatnya telah di sebutkan dalam kitab Veda. Dan semua sifat-sifatnya di temukan pada diripada nabi Muhammad SAW. Banyak para sarjana dan ahli agama Hindu menyadari dan menyatakannya. Salah satu dari mereka adalah seorang pendeta ahli agama Hindu yang terkenal yaitu Pundit Vaid Parkash Upadhyay. Di secara komprehensif membuktikan bahwa Kalki Autar tidak lain adalah nabi Muhammad SAW (Upadhyay,www.themodernreligion.com)

Delapan pendeta besar besar Hindu, yang merupakan para pakar di bidangnya dan peneliti di India, setelah melakukan penetlitian terhadap buku yang di tulis oleh Pundit Vaid Parkash tentang Kalki Autar bahwa itu merujuk kepada nabi Muhammad SAW, dan mereka telah mengakui kebenaran dalam buku tersebut.

Sebagai argumen untuk membuktikan bahwa riset dan penelitiannya adalah murni dan otentik, Pundit Vaid Parkash memberikan beberapa bukti dan alasan sebagai berikut:

  • Kitab Veda menyebutkan bahwa Kalki Autar akan menjadi utusan terakhir sebagai “prophet of bhagwan” (nabi Allah)) untuk memberi petunjuk kepada seluruh dunia dan semua bangsa. Pundit Parkash mengatakan bahwa kebenaran ini hanya terjadi pada nabi Muhammad SAW (karena semua utusan Allah yang datang sebelumnya hanyalah untuk bangsa mereka masing-masing).
  • Sesuai dengan nubuatan dalam agama Hindu, Kalki Autar akan lahir di sebuah daratan Arabia, yang kita kenal dengan nama Jazirah Arab.
  • Dalam kitab suci agama Hindu, ayah dari Kalki Autar adalah Vishnu Bhagat dan ibunya bernama Sumaani. Dalam bahasa snaskerta, Vishnu bermakna Allah dan Bhagat bermakna hamba. Vishnu Bhagat dalah bahasa arab adalah Abdullah (hamba Allah). Sumaani dalam bahasa sanskerta bermakna damai dan tenang, yang dalam bahasa arab adalah Aminah. Sementara itu kita telah tahu bahwa ayah nabi Muhammad adalah Abdullah dan ibunya adalah bernama Aminah.
  • Dalam kitab suci agama Hindu di sebutkan bahwa Kalki Autar akan hidup di daerah yang banyak di tumbuhi pohon zaitun dan pohon kurma, dan dia juga paling baik dan jujur tutur katanya (Kita semua mengenal bahwa nabi Muhammad di juluki Al –Amin oleh kaumnya karena kejujurannya  bahkan semenjak belum di utus menjadi rasul). Dalam hal ini Pundit Parkash menulis, “Kebenaran ini merujuk hanya kepada nabi Muhammad.”
  • Kitab Veda menyebutkan bahwa Kalki Autar akan lahir dari keturunan yang mulia dari kaumnya. Dan ini benar merujuk pada nabi Muhammad yang mana di lahirkan dari kaum bangsawan Quraisy yang di hormati dan berkedudukan tinggi.
  • Kalki Autar akan di ajari di dalam gua oleh Bhagwan (Allah) melalui perantaraan utusannya. Di ini juga benar bahwa nabi Muhammmad ajari oleh malaikat utusan Allah yaitu Jibril dalam gua Hira
  • Tertulis dalam kitab suci bahwa orang-orang Hindu percaya bahwa Bhagwan akan memberikan Kalki Autar dengan kuda tercepat dan akan menolong dia mengendarainya keliling dunia dan ke langit ketujuh. Tunggangan Buroq selama Isra’ dan Mi’raj nabi Muhammad telah membuktikan nubuatan ini.
  • Juga tertulis dalam kitab suci agama Hindu bahwa Kalki Autar akan di perkuat dan di tolong oleh Bhagwan. Dan kita tahu bahwa nabi Muhammad telah di tolong dan di perkuat oleh Allah melalui tentara malaikat dalam perang Badar.
  • Kitab suci Hindu juga menyebutkan bahwa Kalki Autar akan menjadi seorang yang ahli dalam menunggang kuda, memanah dan pedang. Menurut Pundit Vaid Parkash ini menjadi pertimbangan yang penting dan berharga. Dia menulis bahwa masa dari kuda, pedang dan tombak telah berlalu ratusan tahun yang lalu, dan sekarang adalah masa modern dengan senjata modern seperti tank, peluru kendali dan senapan. Oleh karenanya akan menjadi tidak bijaksana menunggu Kalki Autar yang mahir bermain pedang dan panah pada saat sekarang ini. Dalam kenyataannya, Kalki Autar yang tertulis dalam kitab suci agama Hindu jelas merujuk pada diri nabi Muhammad SAW yang telah di beri kitab suci Al Qur’an. Kalki Autar telah datang 14 abad yang lalu di jazirah Arabia. Dia adalah Muhammad.

image

Ayat-ayat dalam kitab suci agama Hindu yang mirip dengan Al Qur’an

1

Di dalam kitab suci Hindu:

“Ekam evadvitiyam”

“He is One only without a second”

“Dia adalah Esa tanpa ada yang kedua” (Chandogya Upanisha, 6:2:1)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.” (Q.S. 112:1)

2

Di dalam kitab suci Hindu:

“Ma cid anyad vi sansata sakhayo ma rishanyata”

“O friends, do not worship anybody but Him, the Divine One. Praise Him alone.”

“Wahai teman, janganlah menyembah sesuatupun selain Dia, Tuhan yang Esa. Pujilah hanya pada Dia” (Rig-Ved 8:1:1)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

Dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabb-nya.”  (Q.S. 18: 110)

3

Di dalam kitab suci Hindu:

“Devasya samituk parishtutih”

“Verily, great is the glory of the Divine Creator” (Rig-Ved 5:1:81)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Maha besar kemuliaan bagi Tuhan Pencipta”

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,” (Q.S. 1:2)

4

Di dalam kitab suci Hindu:

“na casya kascij janita na cadhipah”

“Of Him there neither parent nor Lord”

“Bagi-Nya tidak ada orang tua maupun raja” (Svetasvatara Upanishad, 6:9)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Dia tidak beranak, dan tiada pula diperanakkan,” (Q.S. 112:3)

5

Di dalam kitab suci Hindu:

“Na tasya pratima asti”

“There is no likeness of Him”

“tidak ada sesuatupun yang seperti Dia”  (Yajurved, 32:3 & Svetasvatara Upanishad, 4:19)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia” (Q.S. 42:11)

6

Di dalam kitab suci Hindu:

Na samdrse tihasti rupam asya, na caksusa pasyati kas canainam”

His form is not to be seen; no one sees him with the eye”

“Dzat-nya tidak dapat di lihat, tidak seorangpun melihatnya dengan matanya” (Svetasvatara Upanishad, 4:20)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata (Q.S. 6:103)

7

Di dalam kitab suci Hindu:

“Those whose intelligence has been stolen by material desires surrender unto demigods and follow the particular rules and regulation of worship according to their own natures“

“Mereka yang pemikirannya telah di curi oleh keinginan materi menyerah pada dewa dan mengikuti aturan pemujaan mengikuti keinginan mereka sendiri” (Bhagavad Gita, 7:20)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

Katakanlah: ‘Sesungguhnya, petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)’. Dan sesungguhnya, jika kamu mengikuti kemauan mereka, setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. 2:120)

8

Di dalam kitab suci Hindu:

“Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste”

“They enter darkness, those who worship the natural element” (Air, water, fire, etc). “They sink deeper in darkness, those who worship sambhuti (man made things; image, statue, idols, etc.)

“Mereka masuk ke dalam kegelapan, yaitu yang menyembah unsur-unsur alam (udara, air, api). Mereka tenggelam lebih dalam di kegelapan, yaitu mereka yang menyembah “sambuthi” (sesuatu yang di buat manusia; gambar, patung, berhala) (Yajurved, 40:9)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya, ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Q.S. 4:116)

9

Di dalam kitab suci Hindu:

“Sages (learned Priests) call one God by many names”

“Para orang bijaksana (ulama) memanggil tuhan yang esa dengan banyak Nama” (Rig-Ved, 1:164:46)

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa-ul husna (nama-nama yang terbaik) (Q.S. 17:110)

10

Di dalam kitab suci Hindu:

The Brahma Sutra of Hinduism is:

“Ekam Brahm, dvitiya naste neh na naste kinchan”

“There is only one God, not he second; not at all, not at all, not in the least bit”

“Hanya ada satu tuhan, tidak ada yang kedua, tidak ada sama sekali, tidak ada sama sekali”

Di dalam kitab suci Al Qur’an:

La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lahu (Tidak ada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya)

image

Ankeni

“La ila harni papan, Illa lamba param padam. Janam bekanth par ab hoti tu, jape naam Muhammadam” (Tariq, 1989, 182)

Translation:

After saying, ‘La llah’ sins destroyed. Saying ‘ll Allah’  uplifts the status of man. If you want jannah forever, recite the name of Muhammad.

Artinya:

Setelah mengucapkan “La Ilah” dosa terhapus. Mengucapkan “Il Allah” mengangkat derajat manusia. Jika kamu ingin surga selamanya, ucapkan nama Muhammad.

Selama berabad-abad dalam agama Hindu,  mantra atau ayat di atas di ucapkan kepada orang yang sedang dalam sakaratul maut menjelang kematiannya supaya di mudahkan proses kematiannya. Selama berabad-abad pula mantra ini tersembunyi dari orang-orang biasa, hanya para pendeta (Brahmana) mengetahui mantra ini danhanya paa pendeta yang memilki otoritas untuk mengucapkannya. Akhirnya, seorang purohit (pendeta atau keluraga pendeta) mengungkapkannya kepada Raja Mughal (India) Jalaluddin Akbar

Mantra di atas hampir sama dengan kalimat dalam syahadat Islam:

Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah (Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah)

Kaum muslimin juga selalu mengucapkan kalimat di atas ketika ada seseorang sedang sakaratul maut, dengan harapan dia ikut dapat mengucapkannya dan mendapatkan khusnul khotimah (akhir yang baik) serta di ampuni dosa-dosanya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Akhbar Kaumi Jung (Pakistan)
  • Al-Haisami
  • Ali, Abdullah Yusuf (2006) The meaing of Holy Qur’an, 11thEd, Maryland USA: Amma Publications.
  • Dubois A.J.A (1986) Hindu manners, customs and ceremonies, Varanasi India: Chaukamba Pustakalya
  • Flood, Gavin (2001) “Hare krishna: Hinduism, Vaisnavism, and ISKCON: Authentic Traditions or Scholarly Construction”?Cults and Society, Vol. 1, No. 1.
  • Guenon, Rene (1921), Introduction to the Study of the Hindu Doctrines, Sophia Perennis
  • Lorenzen, David (2006), Who Invented Hinduism? New Delhi: Oriental Publications.
  • Mac Donell, Arthus Anthony (2004), A History of Sanskrit Literature, kessinger Publishing & Sanskrit literature (2003) in Phillp’s Encyclopedia. Accessed 2007-08-09
  • Naik, Dr. Zakir (2007) Similarities between Hinduism and Islam, New Delhi: Imran Book Depot
  • Nehru, Jawahrlal (2000) Discovery of India, New Delhi, Janandha Publications
  • Nikhilananda, Swami (1990) The Upanishas: A New Translation Vol.I (5th Ed)
  • O’Conell, Joseph T (1973) “The Word ‘Hindu’ in Gaudiya Vaisnava Texts”. Journal of American Oriental Society 93 93): 340-244
  • Osborne, E (2005) Accessing R.E. Founders & Leaders, Buddhism, Hinduism and Sikhism Teacher’s Book mainstream, Dublin , Ireland: Folens Limited
  • Oxford English Dictionary (2002) second edition, 2100 a.d. Oxford University Press
  • Patrick, Olivelle (2005), Manu’s Code of Law: A Critical Edition and Translation of the Manava-Dharmasastra. Oxford: Oxford University Press
  • Platts, john Thompson (1884) A dictionary of Urdu, classical Hindi, and English, Oxford: W.H Allen & Co,
  • Radhakrishnan, Sarvepalli (1975) (ed) moore, Charles A, A Sourcebook in indian Philosophy (12th Princeton Paperback ed.), Princeton University Press
  • Tariq, S Abullah (1989) Agar ab bhi na Jaage to, Delhi, Farid book Depot
  • Thapar R. (1993) Interpreting Early India, Delhi: Oxford Univeristy Press
  • Tibrani
  • Upadhyaya, D. Ved Parkash, Narashans aur antimrishi(2005) Varanasi india: Chaukhamba Pustakalya, 5
  • Witzel, Michael (ed.) (1997), inside the Texts, Beyond the Texts. Nw Approaches to Study ot the Vedas, Havard Oriental Series, opera minora vol. 2, Cambridge: Harvard university press.

Hindu Religious Book

  • Bhagavad Gita,
  • Bhavisya Purana,
  • Chandogya Upanishad,
  • Mahabharata,
  • manusmrithi,
  • Rig-Ved,
  • Snagram purana,
  • Svetasvatara Upanishad,
  • Yajurved

Sumber

^harmadipedia.blogspot.sg/2013/07/benarkah-nabi-nuh-adalah-nabi-umat.html?m=1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s