Dajjal dan Misteri Agama Penyembah Patung Sapi

07-04-09.33.43

Dalam hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Ada dua kelompok dari umatku yang akan di selamatkan oleh Allah ta’ala dari neraka: kelompok yang memerangi India, dan kelompok yang berperang membantu Isa bin Maryam. (”H.R Imam Ahmad)

Dari hadist diatas tampaklah hikmah dari kemisteriusan India. Sementara itu timbulah pertanyaan, mengapa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memerangi India?


Ada apa dengan India?

Kita simak baik-baik hadist shoheh berikut ini dari Abdullah Bin Umar, ia berkata:

“Aku melihat Rasullulah menunjukan jarinya ke arah timur lalu beliau bersabda,” ketahuilah bahwa Fitnah dajjal tersebut berasal dari  sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbinya tanduk setan” (H.R Bukhari)

Kawasan timur, sebagaimana banyak di sebutkan oleh para sejarawan meliputi Iran, Iraq, Afganistan, Pakistan, India, China dan Rusia. Tapi mengapa Rasullulah lebih menganjurkan umatnya untuk memerangi kawasan timur India?

Ternyata di sanalah banyak orang-orang Hindu yang bekerjasama dengan umat Yahudi  yang tergabung dalam anggota perkumpulan Rahasia di dunia buatan Yahudi yaitu Organisasi Freemason. Umat hindu yang tergabung dalam anggota Freemason ternyata punya rencana strategi untuk menghancurkan syariat Islam di India dan di dunia. Hal ini di tandai dengan adanya gerakan “Ahmadiyah” yang di anggap sesat oleh kaum Muslim karena mereka tidak mengakui Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang di utus oleh allah, dan setelah itu maka tidak ada lagi nabi-nabi utusan Allah setelah Nabi Muhammad SAW Meninggal dunia. Gerakan Ahmadiyah muncul pada tahun 1990 masehi yang di bentuk oleh Yahudi Kolonial Inggris di India yang sekarang berpusat di Kota London (Inggris).

Orang tua dajjal yang pernah menyembah patung anak sapi/sapi betina. Sekarang ini sapi di jadikan makhluk suci bagi umat hindu bahkan ada orang Hindu yang mengagung-agungkan sapi sehingga lama-kelamaan mereka pun juga menuhankan sapi.


Asal-Usul Dajjal menurut manuskrip kuno

Berdasarkan manuskrip kuno yang ditemukan oleh petani miskin berkebangsaan Palestina, kemudian manuskrip tersebut di teliti oleh Ilmuwan Islam bernama Al-Kamil. Manuskrip yang di tulis dengan huruf Arab tersebut di simpulkan oleh para pakar ahli benda-benda kuno bahwa manuskrip tersebut sudah berumur 400 Tahun sebelum Nabi Musa di lahirkan bahkan bisa jadi lebih. Penulis manuskrip kuno  itu adalah Azad bin Harim bin Shofur. Dia adalah manusia yang berdasarkan manuskrip itu, berguru langsung dengan Nabi Ibrahim. Hanya dia saja yang selalu menanyaklan tentang Dajjal kepada Ibrahim.

Sedangkan Nabi Ibrahim sekitar 400-an tahun sebelum Nabi Musa di lahirkan dan hal ini waktu itu manusia berada pada tahun 2000an sebelum masehi. Sedangkan agama Hindu di lahirkan pada tahun 1300 sebelum masehi bahkan sebelum tahun 3200 sebelum masehi para nabi-nabi Allah juga menceritakan tentang Dajjal. Jadi Dajjal sudah lebih dulu terlahir sebelum agama Hindu terbentuk.

Dalam manuskrip tersebut di jelaskan bahwa Dajjal terlahir dari seorang ayah dan ibu keturunan Yahudi. Awalnya mereka tidak mempunyai anak selama 30 tahun lalu mereka berdoa kepada patung-patung sapi yang terletak di depan Rumahnya, setiap hari mereka memberi sesajen pada patung tersebut agar impian mereka tercapai dan akhirnya permintaan mereka di kabulkan.

Sejarah awal mula Dajjal ini ternyata sama persis dengan apa yang pernah di ceritakan oleh nabi Muhammad SAW dalam hadistnya;

“Orang tua dajal tidak pernah mendapatkan anak selama 30 tahun, kemudian terlahirlah dari keduanya seorang anak laki-laki yang hanya bermata satu, berperangai buruk dan sangat sedikit manfaatnya. Ketika matanya tertidur, hatinya tidaklah ikut tertidur. Kemudian beliau Shallallu ‘Alaihi wa Sallam menerangkan tentang dua orang tuanya dengan bersabda: Ayahnya adalah seorang laki-laki yang berpostur tinggi, berdaging tidak teratur, berhidung panjang, seakan-akan hidungnya adalah paruh burung. Ibunya adalah seorang wanita besar, bertangan panjang dan berpayudara besar.”
Riwayat Imam Ahmad dari Abubakar. Diriwayatkan juga oleh At Tirmidzi dari Hammad bin Salamah, dan ia berkata, bahwa ini hadis hasan.

Sedangkan Imam Ahmad melalui  abu bakar dan riwayat Imam Tirmidzi melalui Hammad bin Dalamah ra. menjelaskan bahwa orang tua Dajjal terlahir dari bangsa Yahudi dan sama persis dengan cerita dari manuskrip kuno tersebut.

Pada dasarnya orang tua dajjal sama-sama memiliki sejarah yang hitam. Ibu dajjal terlahir dari sepasang suami istri yang melakukan seks di luar nikah, ayah dajjal juga terlahir dari pasangan suami istri yang berhubungan seks di luar nikah. Begitupun juga sepasang suami istri (orang tua dajjal) juga melakukan hubungan seks di luar nikah.


Agama penyembah Patung Sapi

Jadi agama penyembah patung  atau sapi pertama kali di lakukan oleh bangsa Yahudi jauh sebelum umat Hindu India melakukannya. Menurut ajaran Islam kata dajjal berasal dari kata dajjaala yang artinya pendusta atau penyesat. Sedangkan nama asal dajjal tersebut adalah Musa samiri atau Ibnu Samirah sesuai dengan desa tempat tinggalnya yaitu desa Samirah (Palestina) yang di kabarkan desa tersebut sudah tenggelam entah kemana. Memang benar bahwa samiri adalah Dajjal penyesat yaitu ketika zaman nabi Musa dia mempengaruhi Bani Israel (Yahudi) untuk menyembah patung sapi betina yang terbuat dari emas  lalu dia juga menjadikan patung tersebut bisa berbicara dengan kekuatan Supranatualnya, benar-benar dajjal telah menyesatkan kaum Musa agar berpaling dari Allah yang maha Esa.

Hal ini terbukti, sementara itu, Dr Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, dalam  Shahih Qashashin Nabawi atau  Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa (terjemahan Izzudin Karimi, Lc, Pustaka Yassir, 2008: hlm 134-137), mengutip sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak dari Ali.

”Ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata, ia menjadi anak sapi yang bersuara. Maka, Samiri berkata kepada mereka, “Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.

Karena dajjal terlahir dari benih–benih hina/haram yang berasal dari keturunan pezina,cdi tambah lagi sering membuat sesajen  di depan rumah lalu keesokan harinya sesajen tersebut hilang di ambil jin atau setan dengan tujuan agar orang tua dajjal percaya bahwa patung sapi benar-benar tuhan mereka. Dapat di simpulkan bahwa dajjal adalah kombinasi dari manusia dan setan (manusia setengah setan) yang di tangguhkan umurnya/di panjangkan sama seperti Iblis, setan, jin, nabi khidir hingga kiamat menjelang tiba dan  yang kelak mereka akan berperang di akhir zaman bersama pasukan-pasukannya masing-masing.


India, Sai Baba dan Dajjal

India adalah suatu negeri yang penuh misteri karena di sanalah banyak ajaran-ajaran sesat dari setan dan ideologi mistik semuannya berasal dari dajjal.

07-04-09.32.26

Adapun guru besar hindu Bernama “Sai Baba” yang ikut dalam mendukung zionisme di palestina  ternyata juga membuat semacam ideologi theosofi. Markas theosofi terbesar terletak di Adyar, India. Konon katannya di sana ada umat Hindu yang menyakini kotoran sapi adalah kotoran Tuhan sehingga mereka menaruh mangkuk ketika sapi Buang Kotoran. Itulah sebabnya umat Hindu di India dan di Indonesia  sangat berbeda karena di pengaruhi ideologi-ideologi mistik.

image

Bukti bahwa Kristen, Yahudi dan Hindu berusaha untuk menghancurkan Islam adalah cukup melihat lambang dari Theosofi, yang terdapat bintang david di tengah-tengah, gambar salib di dalam bintang david dan simbol Hindu yang terletak di atasnya. Maka ketahuilah bahwa ketiga simbol tersebut adalah lambang dari ketiga agama tersebut.[1]


Mengapa Dajjal Tidak Disebutkan dalam Al-Quran?

Dalam bahasa Arab, istilah dajjal lazim digunakan untuk menyebut “nabi palsu”. Namun, istilah ad-Dajjal, yang dimaksudkan di sini merujuk pada sosok “pembohong” yang muncul menjelang dunia berakhir atau kiamat. Sosok itu juga disebut sebagai al-Masih ad-Dajjal; yang dimaksudkan di sini adalah “Al-Masih Palsu”. Menurut beberapa sumber, istilah ini berasal dari istilah Syria, yakni Meshiha Deghala yang telah menjadi kosakata umum di Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum al-Qur’an diturunkan.

Dalam kamus Lisân al-‘Arab, dikemukakan bahwa Dajjal berasal dari kata dajala, artinya menutupi. Mengapa dikatakan menutupi? Karena ia adalah pembohong yang akan menutupi segala kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuannya. Dikatakan “menutupi” karena Dajjal kelak akan menutupi bumi dengan jumlah pengikutnya yang sangat banyak. Ada juga yang berpendapat bahwa Dajjal kelak akan menutupi manusia dengan kekafiran atau ingkar terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.


  • Menurut Al-Qur’an

Lalu, siapakah sesungguhnya Dajjal menurut rujukan utama dan pertama kita dalam menggali berbagai informasi, utamanya berkaitan dengan agama, yakni al-Qur’an al-Karim? Sayangnya, kata Dajjal ini tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an. Namun, sumber kedua kita, yakni hadits Nabi Muhammad Saw. banyak menginformasikan tentang Dajjal ini.

Mengapa Dajjal tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an? Pertanyaan ini perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum menelusuri informasi tentang Dajjal dari hadits Nabi Saw. Jawaban yang sesungguhnya, sudah barang tentu, hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Namun, para ulama memberikan pendapat mengenai hal ini.


Penyebutan Dajjal di dalam al-Qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat sebagai berikut:

  • “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).” (QS al-An’âm [6]: 158).

Dalam surat al-An’âm ayat 158 di atas disebutkan “tanda-tanda atau ayat Tuhanmu”, yang dimaksudkan adalah tanda-tanda kiamat, dalam hal ini adalah munculnya Dajjal. Sebab, disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: “Tiga hal apabila telah muncul (terjadi) maka tiada bermanfaat lagi sebuah keimanan bagi seorang yang belum beriman (sebelumnya): Dajjal, dâbbah, dan terbitnya matahari dari arah barat.”

Ada yang berpendapat bahwa tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam al-Qur’an adalah sebagai bentuk penghinaan kepada Dajjal yang di akhir zaman mengakui diri sebagai Tuhan. Hal ini berbeda dengan disebutkannya Fir’aun di dalam al-Qur’an, meski dia telah mengakui diri sebagai Tuhan, karena Fir’aun telah habis atau selesai masanya sehingga hal ini dapat sebagai peringatan atau pelajaran bagi umat manusia setelahnya. Namun, Dajjal akan hidup di akhir zaman dan akan menjadi ujian bagi umat manusia.

Demikianlah di antara jawaban dari para ulama tentang tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam al-Qur’an.[2]

07-04-09.29.34


Sumber

  • [1] mitradecapri.blogspot.sg/2013/02/Ada-Apa-Antara-Agama-Hindu-Dengan-Iblis-Dajjal.html?m=1
  • [2] islampos.com/mengapa-dajjal-tidak-disebutkan-dalam-al-quran-104429/
Iklan

10 responses »

  1. […] Sabda Nabi Muhammad yang di riwayatkan oleh Iman Ahmad […]

    Suka

  2. Valdis berkata:

    Reblogged this on V4ldis's Blog and commented:

    Mengapa Orang Islam Mencium Batu Hitam?
    Mengapa Anda ingin mencium sebuah batu? Jawabannya berasal dari Muhammad. Orang Islam mengklaim bahwa Muhammad mencium Batu Hitam. Orang Islam mencium Batu ini untuk meniru apa yang nabi mereka lakukan. Mengapa Muhammad mencium Batu Hitam? Ketika Muhammad datang ke Mekah, dia menyuruh agar berhala-berhala dikeluarkan dari Ka’bah sebelum dia memasukinya. Sayangnya dia sendiri tidak konsisten. Dia terlihat mencium Batu Hitam, yang merupakan kebiasaan penyembah berhala.
    Di kemudian hari, Umar bin al-Khattab, rekan Muhammad terusik dengan apa yang dilihatnya. “Umar mendekati Batu Hitam dan menciumnya serta mengatakan, ‘Tidak diragukan lagi, aku tahu kau hanyalah sebuah batu yang tidak berfaedah maupun tidak dapat mencelakakan siapa pun. Jika saya tidak melihat Utusan Allah mencium kau, aku tidak akan menciummu” (Sahih al-Bukhari, Volume 2, Buku 26, Nomor 680).
    Apakah Mencium Batu Itu Pemujaan Berhala?
    Islam dengan ketat melarang pemujaan berhala, dan melihat Batu Hitam tidak lebih dari sekedar simbol. Mungkinkah ada orang-orang yang berpikir, Muhammad tertangkap basah menyembah berhala!? Menurut Anda bagaimana?
    Kebanyakan orang Islam tidak menyembah Batu Hitam. Namun beberapa orang melihat Batu Hitam sebagaiberhala yang akan muncul di Hari Penghakiman, dengan mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara. Ini berbahaya! Sebab telah membuat Batu Hitam sebagai berhala daripada memuja sang Pencipta Alam Semesta

    Disukai oleh 1 orang

  3. Valdis berkata:

    Mengapa Orang Islam Mencium Batu Hitam?
    Mengapa Anda ingin mencium sebuah batu? Jawabannya berasal dari Muhammad. Orang Islam mengklaim bahwa Muhammad mencium Batu Hitam. Orang Islam mencium Batu ini untuk meniru apa yang nabi mereka lakukan. Mengapa Muhammad mencium Batu Hitam? Ketika Muhammad datang ke Mekah, dia menyuruh agar berhala-berhala dikeluarkan dari Ka’bah sebelum dia memasukinya. Sayangnya dia sendiri tidak konsisten. Dia terlihat mencium Batu Hitam, yang merupakan kebiasaan penyembah berhala.
    Di kemudian hari, Umar bin al-Khattab, rekan Muhammad terusik dengan apa yang dilihatnya. “Umar mendekati Batu Hitam dan menciumnya serta mengatakan, ‘Tidak diragukan lagi, aku tahu kau hanyalah sebuah batu yang tidak berfaedah maupun tidak dapat mencelakakan siapa pun. Jika saya tidak melihat Utusan Allah mencium kau, aku tidak akan menciummu” (Sahih al-Bukhari, Volume 2, Buku 26, Nomor 680).
    Apakah Mencium Batu Itu Pemujaan Berhala?
    Islam dengan ketat melarang pemujaan berhala, dan melihat Batu Hitam tidak lebih dari sekedar simbol. Mungkinkah ada orang-orang yang berpikir, Muhammad tertangkap basah menyembah berhala!? Menurut Anda bagaimana?
    Kebanyakan orang Islam tidak menyembah Batu Hitam. Namun beberapa orang melihat Batu Hitam sebagaiberhala yang akan muncul di Hari Penghakiman, dengan mata untuk melihat dan lidah untuk berbicara. Ini berbahaya! Sebab telah membuat Batu Hitam sebagai berhala daripada memuja sang Pencipta Alam Semesta

    Suka

  4. […] Sabda Nabi Muhammad yang di riwayatkan oleh Iman Ahmad […]

    Suka

  5. […]  Sabda Nabi Muhammad yang di riwayatkan oleh Iman Ahmad sebagai […]

    Suka

  6. porn videos berkata:

    free animal sex pics

    Suka

  7. So prior to taking any kind of ecommerce option assume what
    will certainly be compllete setting you back of the ecommerce shopping cart.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s