Adolf Hittler Mempersenjatai Indonesia

07-03-11.45.58

Horst Henry Geerken, sahabat dekat Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, mengungkapkan pemimpin NAZI Jerman, Adolf Hitler, pernah bekerja sama dalam hal persenjataan. Hitler pada tahun 1940-an pernah mengirim senjata lewat kapal selam.

Henry menceritakan senjata-senjata tersebut dikirim Hitler untuk Soekarno pada kurun waktu 1942 hingga 1945.
Silakan baca artikel ini.


Hitler Masuk ke Indonesia dengan nama Dr. Poch

www.kaskus.co.id%0A

Pics34.52

Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian tercium oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya diusut oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi.
Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, dr Poch.


Kesaksian Mantan Pasien Dokter Poch

Diktator Jerman, Adolf Hitler dikabarkan meninggal di Indonesia, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelum ke Surabaya, Hitler diduga menyeru sebagai Poch, seorang dokter yang pernah bertugas di Sumbawa Besar.

Penelusuran VIVAnews soal kebenaran cerita ini diawali dari Sumbawa. Seorang saksi, bernama Ahmad Zuhri Muhtar mengaku memang ada dokter bernama Poch yang bekerja di Rumah Sakit Umum Sumbawa. Poch juga berpraktek di Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang saat ini menjadi Puskesmas Seketeng.

“Kebetulan Puskesmas itu ada di dekat rumah,” kata Ahmad, Senin 22 Februari 2010.

Ahmad mengaku saat duduk di kelas 1 atau 2 Sekolah Dasar, dia menjadi pasien dokter Poch.

“Saya sering diperiksa. Waktu itu perasaan saya takut. Gayanya kayak gitu bukan gaya dokter. Itu ingatan saya waktu masih kecil,” kata dia.

Dokter Poch yang dia kenal nampak garang. “Kalau dikatakan galak, nggak juga. Bahasa Indonesianya pas-pasan, dan ada gaya-gaya menggertak,” kata dia.

Ahmad menceritakan ciri-ciri dr Poch yang dia kenal. “Kepala botak, kumis tebal merah jagung. Dia juga memakai kaca mata,” kata dia.

Poch juga agak pincang. “Mobilnya Jeep kap terbuka, seperti buatan Jerman. Kalau menyetir dengan satu tangan, gaya geng-geng begitu,” tambah Ahmad.

Pria kelahiran 1955 itu menceritakan Poch datang menumpang kapal asing ‘Hope’. Kapal itu membawa obat-obatan dan menyediakan pengobatan gratis.

“Saya ingat, para penumpang dan kru-kru kapal dibawa turun melihat karapan kerbau di dekat rumah saya. dr Poch juga ada di komunitas itu,” tambah dia.

Terkait informasi yang menyatakan Poch adalah Hitler, Ahmad mengaku  tak tahu pasti. Meski, dia mengakui ada kemiripan Poch dengan foto Hilter yang dia lihat di sejumlah media dan buku.

Kata Ahmad, harus ada kajian yang lebih ilmiah. Bagaimanapun, Hitler adalah sosok besar dalam sejarah yang layak diungkap kehidupannya.

“Saat ini soal Hitler seakan terabaikan. Padahal kalau mau menguak kisah ini sudah ada pintu masuknya, dokter Poch di Sumbawa besar dan makamnya di Ngagel,” kata Ahmad.

Diyakini makam Hitler, pusara Dr Poch pernah diteliti Jerman

 Misteri makam dr G A Poch, dokter asal Jerman yang dikebumikan di dekat pusara Bung Tomo (Soetomo), tokoh pejuang 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur, tak hanya membuat penasaran orang Indonesia, tapi juga peneliti luar negeri.

Makam tersebut diyakini tempat peristirahatan terakhir pendiri Partai Nazi di Jerman, Adolf Hitler yang meninggal dalam pelariannya di Indonesia usai Perang Dunia II.

Menurut Dwi Prayitno (37), warga Ngagel, yang juga salah satu penjaga kompleks pemakaman umum (TPU) Ngagel, Tahun 2010 lalu, pusara dr GA Poch itu pernah didatangi peneliti asal Jerman.

“Di Tahun 2010 itu, mereka dua kali datang ke sini ingin membongkar dan meneliti makam dr Poch ini, tapi dilarang. Pertama datang mereka berjumlah lima orang, beberapa minggu kemudian ada tujuh orang membawa tiga mobil,” kata Dwi kepada merdeka.com, Kamis (2/4).

Karena gagal membongkar dan meneliti makam dr Poch itu, para peneliti asal Jerman itu kemudian memberi tanda kematian berupa tanggal 16-01-1970.

“Sebelumnya tidak ada tanggal lahir, maupun tanggal wafatnya. Hanya nama dr G A Poch dan blok makam, yaitu CC 258. Kemudian orang-orang Jerman itu ngasih tanggal wafatnya,” ucap Dwi.

Dwi, rekan-rekannya penjaga makam maupun warga sekitar, memang meyakini kalau makam yang berada di ujung sebelah barat TPU Ngagel itu, adalah pusara sang Fuhrer.

“Dia (Hitler) itu pernah tinggal di rumah dr Soetomo (tokoh pendiri Budi Utomo) di Surabaya. Kemudian dr Soetomo meninggal duluan. Dr Poch sendiri sempat bekerja di Rumah Sakit Karang Menjangan (sekarang RSUD dr Soetomo), lalu dia sakit dan dirawat di Karang Menjangan lalu dimakamkan di sini (Makam Ngagel),” cerita Dwi.

Diakuinya, dari cerita-cerita yang pernah dia dengar, Hitler dikabarkan mati bunuh diri dalam banker di Berlin, Jerman, kemudian ada yang menyebut meninggal di Argentina, lalu di Brasil dan Amerika Serikat.

“Makam ini (dr Poch) memang diyakini sebagai Hitler, yang ingin menyembunyikan identitasnya. Jangankan nama, makamnya saja ditempatkan di tempat tersembunyi, agar tidak diketahui orang. Kalau yang meninggal orang terkenal dan dimakamkan di sini, selalu ditempatkan di bagian depan. Tapi ini dimakamkan di bagian belakang sendiri.”

“Makam ini, juga tidak pernah diziarahi oleh siapapun, keluarganya juga tidak pernah datang ke sini. Kecuali mahasiswa, wartawan dan peneliti yang ingin mengetahui kebenarannya,” sambung dia.

Misteri kematian Hitler dan dimakamkan di TPU Ngagel, Surabaya yang berada di belakang bagian barat pusara Bung Tomo ini, terbongkar saat seorang doktor lulusan Universitas Indonesia, dr Sosrohusodo, menulis artikel di Harian Pikiran Rakyat pada Tahun 1983. Saat itu, dia bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama Hope di Sumbawa Besar.

Sosrohusodo menceritakan pertemuannya dengan doktor tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar di Tahun 1960. Poch adalah pimpinan rumah sakit terbesar di pulau tersebut, yang diyakini sebagai Hitler di masa tuanya.

Sosrohusodo menunjukkan bukti kecurigaannya itu. Dia menyebut, dr Poch yang ditemuinya, tidak bisa berjalan normal. Poch selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan dan tangan kirinya selalu bergetar. Poch juga memiliki kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer.

labalaba27.blogspot.com%0A

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sendiri, ketika mendengar informasi ini mengaku bingung dan belum berani memastikannya sebelum meneliti dan mengumpulkan semua dokumen-dokumen yang menyebut bahwa dr Poch adalah Adolf Hitler.

Referensi

  • merdeka.com/peristiwa/diyakini-makam-hitler-pusara-dr-poch-pernah-diteliti-jerman.html
  • news.viva.co.id/news/read/131376-kesaksian_mantan_pasien_dokter_poch__hitler_
  • Berbagai sumber
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s