Nusantara Bukan Majapahit

Wilayah Kerajaan Majapahit hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bukan Nusantara (sumber: nationalgeographic.co.id)

Wilayah Kerajaan Majapahit hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bukan Nusantara (sumber: nationalgeographic.co.id)

”Itu omong kosong!” ujar Hasan. ”Tidak ada sumber yang mengatakan seperti itu.” Dia mengingatkan, kalau sejarah harus berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber tertulisnya. ”Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Timur dan Jawa Tengah”

Hasan Djafar adalah seorang ahli arkeologi, epigrafi, dan sejarah kuno. Lelaki dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan ”Mang Hasan”.


Bagaimana Majapahit Menguasai Indonesia?

Majapahit adalah sebuah Kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia. Luas kekuasaannya membentang hampir di seluruh Asia Tenggara dewasa ini. Majapahit menjadi sebuah titik tolak kebanggaan dan semangat persatuan bangsa Indonesia sekarang ini. Karena inspirasinya, dari sebuah negara kecil dapat menjadi sebuah kerajaan maha luas yang disegani. Namun banyak sekali ternyata fakta sejarah Majapahit yang belum pernah kita dengar sebelumnya.

Dalam buku sejarah yang kita baca di bangku sekolah, pasti jika mendengar majapahit yang terbayang adalah sebuah kerajaan maha luas yang membentang dari sabang hingga merauke. Luas wilayahnya persis sama dengan Indonesia sekarang, bahkan ditambah lagi beberapa wilayah dari negara-negara Asean lain seperti Malaysia, Brunei Darrusalam, Filipina dan Kamboja. Imperium seluas ini adalah imperium terbesar yang pernah ada di Asia Tenggara, bahkan hingga saat ini.

Imperium Majapahit yang luas dan terpetak-petak oleh lingkaran lautan itu pastilah sangat sulit untuk di kontrol. Bahkan untuk Indonesia modern seperti sekarang ini. Banyak sekali imperium benua yang sukses dengan kekuasaannya. Namun imperium berbentuk lautan, barangkali sangat amat jarang sekali ada. Namun apakah benar bahwa Majapahit adalah sebuah maha kerajaan yang begitu luas dan menguasai hampir seluruh wilayah Asia Tenggara di masa sekarang? Dan jika itu benar, maka bagaimana cara untuk menggontrol wilayah yang hampir mustahil untuk di manage di kala itu?

Studi baru-baru ini menggungkapkan bahwa Majapahit tidak benar-benar menguasai seluruh wilayah nusantara (Jawa dan sekitarnya) seperti yang kita pikirkan sekarang ini. Dalam tulisan majalah National Geographic edisi Septermber 2012 dituliskan bahwa Majapahit adalah negara yang wilayah utamanya hanya terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Bali (Barangkali sebagian nusa tenggara juga termasuk di dalam wilayah Majapahit). Lalu bagaimana dengan wilayah lain yang disebut dengan Nusantara?

Wilayah lain di nusantara tidak benar-benar ditundukan oleh Majapahit. Bukan juga dalam hal konsep “Vassal State” atau negara perdikan seperti konsep negara taklukan di Eropa. Negara-negara atau Kerajaan di Nusantara memang di datangi oleh pasukan Majapahit, bahkan beberapa terjadi sedikit pertempuran di antara mereka. Namun, bukan berarti bahwa negara itu menjadi Vassal State atau negara bawahan. Lebih jauh, para ahli menjelaskan bahwa mereka berbentuk lebih seperti aliansi. Dimana Majapahit menjadi ketua atau Maha Raja dari aliansi-aliansi di nusantara.

Bentuk pemerintahan seperti ini lebih mengacu pada sistem pemerintahan India. Jika kita pernah membaca epic mahabarata atau ramayana, maka kita akan menemui kasus yang mirip. Mahabarata misalkan, di dalam pertempuran besar, baik pasukan Kurawa maupun Pandawa sama-sama mendatangkan sekutu-sekutu mereka. Namun, bukan berarti sekutu tersebut sepenuhnya tunduk di bawah Pandawa maupun Kurawa. Di masa modern, konsep seperti ini hadir di persekutuan seperti NATO atau EU (Uni Eropa), di mana terdapat satu negara ketua, dan beberapa negara anggota, namun suara tetap ditentukan oleh ketua dari aliansi tersebut.

Jadi, peneliti sejarah sekarang lebih condong bahwa Majapahit  merupakan ketua aliansi Nusantara kuno daripada sebuah negara kejam yang bersifat agressor. Konsep yang menyatakan bahwa Majapahit merupakan negara nusantara sendiri sebenarnya baru dikemukakan sekitar masa kemerdekaan Indonesia. Dimana sebuah angan-angan sejarah tentang persatuan nusantara di masa lalu akan membuat semangat kemerdekaan Indonesia semakin berkobar. Dalam kenyataannya, wilayah utama Majapahit tidak pernah lebih dari sebagian Jawa bagian tengah dan timur serta Bali.

Wilayah Majapahit

PicsArt_05-11-03.36.56

Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa (Jawa Timur dan Jawa Tengah). Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit. Hal ini mengandung makna ”nusa” adalah ”pulau-pulau atau daerah”, sedangkan ”antara” adalah ”yang lain”. Jadi, Nusantara pada masa Majapahit diartikan sebagai ”daerah-daerah yang lain” karena kenyataannya memang di luar wilayah Majapahit.

Nusantara merupakan koalisi di antara kerajaan-kerajaan yang turut bekerja untuk kepentingan bersama untuk keamanan dan perdagangan regional, demikian hemat Hasan. Mereka berkoalisi sebagai ”mitra satata” sahabat atau mitra dalam kedudukan yang sama.

Sebagai kerajaan adikuasa setelah zaman Sriwijaya berakhir, Majapahit tetap berkepentingan dengan wilayah kerajaan-kerajaan disekitarnya sebagai daerah tujuan pemasaran dan sebagai penghasil sumber daya alam yang berpotensi perdagangan. Memang ada jalinan hubungan. Namun, hubungan ini tidak harus seperti penguasa dan yang dikuasai, bukan kekuasaan dalam artian politik. Ini adalah hubungan kepentingan bersama sehingga Majapahit juga berkepentingan untuk mengamankan dan melindungi wilayah-wilayah itu.

Berdasar uraian Nagarakertagama, Majapahit memang punya tradisi mengadakan suatu pesta besar setiap tahunnya. Semua penguasa wilayah–wilayah kerajaan itu diundang dan ada yang memberikan hadiah-hadiah kepada raja Majapahit, dan menurut Hasan hadiah itu bukanlah upeti. ”Buktinya, sejak Majapahit berkuasa sampai runtuh pun daerah-daerah itu bebas merdeka.”

Sebagaimana yang dikabarkan oleh Nationalgeoraphic (11/10/2013) dan Kompas (13/10/2013), bahwa ternyata wilayah kekuasaan Majapahit tidak seperti yang telah banyak dituliskan dalam buku-buku pendidikan sejarah yang selama ini dijadikan bahan pengajaran di lembaga pendidikan. Baik di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi disebutkan bahwa, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi seluruh bagian Nusantara yang mirip seperti teritori Republik Indonesia saat ini.

Seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno, Hasan Djafar, menyampaikan bahwa, omong kosong kalau dikatakan Majapahit memiliki wilayah kekuasaan seluas Nusantara. Menurutnya, wilayah Kerajaan Majapahit cuma berada di pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

majapahit-1

Peninggalan Majapahit

Lagenda kekuasaan Majapahit tidak lain adalah ”ide” Soekarno untuk membentuk dan menyatukan Indonesia. Dengan cara itu, ia berharap akan meraih dukungan besar yang membuat cita-cita penyatuan Negara akan lebih mudah tercapai. Sebab, mayoritas penduduk Indonesia berasal dari etnis yang sering ”memuja” Majapahit. Bahkan tidak hanya itu, mitos Majapahit juga menjadi ”inspirasi” Soekarno yang berhasrat menganeksasi Malaysia ke dalam NKRI. Karena Malaysia dianggap bagian dari wilayah ”Nusantaranya” Majapahit. Tidak mengherankan, bila konfrontasi Indonesia-Malaysia (1962-1966 M) sebenarnya memang sengaja di ”setting” untuk memuluskan rencana. Slogan Soekarno yang berbunyi ”Ganyang Malaysia”, bahkan mampu membuat sebagian besar Rakyat Indonesia ”lupa” akan kerasnya himpitan ekonomi yang mendera masa itu. Tapi pada akhirnya, hasil yang dicapai tidaklah sesuai perencanaan semula.

Manipulasi sejarah Kerajaan Majapahit juga tidak terlepas dari sosok Muhammad Yamin. Salah seorang tokoh pendiri Negara Indonesia ini, pernah menuliskan sebuah buku yang berjudul Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1945 dan telah belasan kali dicetak ulang. Buku itu mengisahkan epos kepahlawanan Gajah Mada sebagai Patih Kerajaan Majapahit.

Tidak hanya itu. Kejanggalan lainnya adalah foto yang menampilkan sekeping terakota yang mewujudkan sosok Gajah Mada, yang dalam imajinasi Yamin digambarkan dengan wajah lelaki berpipi tembam dan berbibir tebal.

”Itu skandal ilmiah dalam sejarah,” ujar Hasan Djafar

Sejarawan Universitas Negeri Medan, Dr. Ichwan Azhari, mengatakan bahwa penulisan dan pengajaran sejarah nasional dengan mengangkat teks Jawa sebagai fakta sejarah diperkirakan tidak dapat dipertahankan lagi dan harus dihilangkan. (Antara: 25/05/2007)

Ia juga mengatakan bahwa dalam sistem penulisan yang sentralistik, wacana-wacana yang hidup di luar Jawa seolah-olah diabaikan. Namun, gelombang perubahan, seharusnya memunculkan orientasi penulisan sejarah yang desentralistik. Pusat kekuasaan tidak bisa lagi memonopoli satu wacana yang dianggapnya benar.

Untuk itu, sudah sepantasnya reproduksi teks klasik Jawa tentang kebesaran kekuasaan Majapahit yang penuh kebohongan itu segera diakhiri dalam penulisan sejarah nasional, termasuk dalam pelajaran di sekolah-sekolah,” tegas Ichwan.

Kebesaran kekuasaan Majapahit yang mengandung banyak kisah fiktif , memang sudah seharusnya di koreksi. Ini untuk memperbaiki literatur-literatur sejarah nasional agar tidak ”meracuni” pikiran adik-adik kita yang masih berada di bangku sekolah. Sudah saatnya mereka mendapatkan pengajaran sejarah nasional yang benar dan akurat. Bukan sejarah fiktif.

Sampai saat ini sebagian besar penduduk Pulau Bali diyakini berasal dari keturunan Majapahit, meskipun sebelum Majapahit ke Bali sudah ada penduduk asli Bali Age-Bali Mule yang ada di Trunyan-Kintamani-Bangli dan Tenganan Karangasem, dan yang berkembang pesat adalah keturunan Majapahit sedangkan Bali Age-Bali Mule kurang berkembang, upacara Ngaben umumnya keturunan dari Majapahit sedangkan baliage di Trunyan hanya diletakkan diatas tanah dan dipagari /ancak saji sampai saat ini masih bisa disaksikan di desa Trunyan-Kintamani (Wayan Primara) 


Referensi

  • ^aninditablog.wordpress.com/2012/09/30/fakta-peradaban-majapahit/
  • ^forum.viva.co.id/indeks/threads/fakta-kelam-kerajaan-majapahit-yang-disembunyikan.1906969/
  • ^forum.viva.co.id/indeks/members/wayan-primara.900797/
  • ^sains.kompas.com/read/2013/10/13/2012358/Faktanya.Nusantara.Bukanlah.Wilayah.Majapahit
  • ^kompasiana.com/ruslan./fiktif-wilayah-majapahit-seluas-nusantara_552b34076ea8340113552d10
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s