Lanjutan dari: Kontroversi Islam Nusantara & Islam Berkemajuan [5]


ISLAM BERKEMAJUAN MENURUT MUHAMMADIYAH

Oleh: Fadh Ahmad Arifan (Pendidik di MA Muhammadiyah 2, Malang)

Bulan Ramadhan 1436 H, stasiun TVRI menayangkan Dialog Ramadhan, “Islam Berkemajuan untuk Indonesia Berkemajuan.” Acara yang dipandu oleh Prof Dr Din Syamsuddin ini bisa kita simak tiap hari pada pukul 14:30 wib.

Jauh sebelum Nahdlatul ulama (NU) mempopulerkan ide atau gagasan bernama "Islam Nusantara", kalangan Muhammadiyah telah memperkenalkan ide "Islam berkemajuan" ketika Muktamar di Yogyakarta tahun 2010.

Prof Dr Din Syamsuddin menjelaskan maksud dari "Islam berkemajuan". "Kemajuan yang dimaksudkan adalah Islam yang mampu beradaptasi, mengakomodasi serta menyesuaikan diri secara tegas dengan dinamika zaman,” kata Din dalam Pengajian Ramadhan 1436 H PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bulan juni lalu.

Merujuk kemanakah ide ini? sebatas pengetahuan saya, Islam Nusantara kabarnya merujuk ke model dakwahnya para Wali atau yang populer dengan sebutan Walisongo. Ditambah konsep pribumisasinya Abdurahman Wahid alias Gus dur. Adapun "Islam Berkemajuan" versi Muhammadiyah, menurut Dr. Najib Burhani di koran Sindo edisi 3 Juli 2015 merupakan perpaduan dari pemikiran Muhammad Abduh dan KH. Ahmad Dahlan.

Dosen Tetap Fakultas Aagama Islam (FAI) Unmuh Yogyakarta, Muhsin hariyanto dalam artikelnya di situs resmi Muhammadiyah menulis, KH Mas Mansur kabarnya pernah memakai ide ini juga. kata beliau, bahwa untuk mencapai Islam yang berkemajuan, umat Islam harus maju dalam semua bidang. Selain itu, Bapak Muhsin juga mempertanyakan apakah gagasan "Islam yang Berkemajuan" yang pernah dipraktikkan oleh KH Ahmad Dahlan dan juga KH Mas Mansur ini sudah benar-benar dipahami oleh warga Muhammadiyah, utamanya para pemimpinnya?

Hingga artikel ini terbit, saya berpandangan jika "Islam Nusantara" ala NU dikritik habis-habisan oleh kalangan Muslim modernis, entah kenapa ide yang diusung Muhammadiyah belum ada yang berani mengkritisi. Tokoh-tokoh dari Hizbut Tahrir, Persis, FPI dan lain-lain masih tidak bereaksi sebagaimana mereka bereaksi keras kepada ide yang dimunculkan NU.

Bagaimana perbedaan antara dua ide tersebut? Jawabnya, Islam Nusantara coraknya sinkretik. Sedangkan Islam berkemajuan coraknya mereformasi sesuatu yang dipandang jumud. Islam Nusantara bersifat Jawa sentris dan itu belum tentu diterima oleh umat Islam di luar pulau Jawa seperti Sumatera dan Aceh. Islam berkemajuan tidak terpaku pada batas teritorial atau unsur kedaerahan seperti sebutan Islam Timur Tengah, Islam Eropa, Islam Melayu, dan lain-lain.

Satu hal lagi yang perlu digaris bawahi disini, Islam Nusantara berorientasi melindungi tradisi-tradisi NU dari serbuan kaum modernis dan pihak-pihak yang dicap "Radikal". Sedangkan Islam berkemajuan orientasinya mengajak umat supaya maju disegala bidang baik pendidikan, sosial maupun ekonomi.

Terakhir sebelum menutup artikel singkat ini, apabila dibolehkan mengkritisi gagasan Islam Berkemajuan.

Ditinjau dari istilah saja, "Islam berkemajuan" sudah menunjukkan suatu pengakuan bahwa Islam yang dijalankan oleh warga Muhammadiyah itu seolah-olah terbelakang. Bukankah Islam itu ajarannya sudah maju dan selaras dengan perkembangan zaman?

Jadi buat apa diberi embel-embel tambahan "berkemajuan"?

Kesimpulan dari Artikel part 1 sampai part 6: Islam itu sudah sempurna

Islam Tak butuh embel-embel Nusantara,Tak butuh embel-embel Berkemajuan!!!


Sumber: id.abna24.com / muhammadiyahstudies.blogspot.co.id /  sindonews.com / kompasiana.com / republika.co.id / .bbc.com / eramuslim.com /  arrahmah.com / itjbogor.com / nu.or.id / suara-islam.com
Iklan

One response »

  1. […] Selanjutnya: Kontroversi Islam Nusantara & Islam Berkemajuan [6] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s