Jangan Pernah Menyerah!!!

“Kalau sudah nasibnya miskin ya tetap saja miskin Pak. Saya sudah mencoba semuanya tetapi selalu gagal. Bisnis, berdagang, jualan, melamar kerja semuanya gagal. Mungkin nasib saya memang harus jadi orang miskin”


Membaca isi email tersebut membuat saya miris, tidak habis pikir, trenyuh, prihatin dan membaca istighfar. Dimana sebagai seorang muslim tidak seharusnya kita berucap, berkata atau bahkan hanya sebatas terpikirkan hal tersebut. Dan semoga perasaan dan pikiran itu tidak menular dan terjadi pada diri anda. Hati² dengan hati dan pikiran anda karena Allah sangat membenci hamba-Nya yang berputus asa.

Memang di dalam menjalani hidup di dunia ini untuk meraih dan memiliki apa yang kita inginkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membutuhkan perjuangan yang cerdas, keras dan terus menerus tanpa mengenal lelah. Tetapi Gagal dan sukses itu tidak bergantung kepada takdir dan nasib.


Gagal dan sukses itu bergantung seperti yang sudah difirmankan oleh Allah di dalam Al Quran:

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka ” (QS.13:11)


Dari ayat di atas Allah memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada kita untuk menentukan nasib kita sendiri sesuai dengan norma dan ajaran agama, norma sosial serta norma susila. Karena sebenarnya kita sendiri-lah yang paling bertanggung jawab atas hidup dan nasib kita. Bukan karena faktor lingkungan, keadaan, kondisi, ekonomi, orang lain, orang tua, saudara, takdir, nasib dan lain sebagainya. Semua hal-hal di atas tidak bisa dijadikan alasan atau pun kambing hitam atas kegagalan yang terjadi. Semua kembali pada diri kita sendiri.


Firman Allah di dalam Al Quran:

“Dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa : 79)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri….” (QS. Asy Syura : 30)


Banyak orang-orang sukses dengan latar belakang yang serba kekurangan. Entah itu dalam hal pendidikan atau pun ekonomi. Dengan latar belakang yang serba kekurangan dalam hal pendidikan atau pun ekonomi itu tetapi mereka MAMPU merubah nasib hidup dikarenakan mereka MAU. Mau untuk belajar secara mandiri atau otodidak, berjuang, berusaha, berikhtiar secara berkesinambungan tanpa henti dan mau berkorban waktu, tenaga dan pikiran. Hanya KEMAUAN-lah yang menjadikan seseorang itu memiliki KEMAMPUAN.


Firman Allah di dalam Al Quran:

”Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”(QS. An Najm: 39)


Kemauan itu adanya di dalam hati, otak akan merespon kemauan yang ada di dalam hati dengan mencari dan menemukan solusi serta berbuat untuk mencapai cita-cita, harapan dan keinginan. Jika sudah berusaha dan berikhtiar tetapi belum atau tidak menemukan solusi kerjakan sholat istikharah di lanjut dengan Riyadhoh Ayat Kursi untuk memohon petunjuk, bimbingan dan tuntunan dari Allah. Jangan pernah lepas dari Allah di dalam semua aktifitas kehidupan. Karena bagaimana pun Allah adalah tempat semua Sumber Kehidupan, Sumber Kekayaan, Sumber Ide, Sumber Inspirasi dan semua Sumber Solusi. Dan setiap solusi yang Allah berikan akan selalu mengatasi masalah.

Rasulullah itu sedikit sekali waktu tidurnya, demikian pula orang-orang sukses juga sedikit sekali waktu tidurnya pada saat mereka berjuang, berusaha dan berikhtiar untuk meraih kemenangan dan kesuksesan yang diinginkan. Bahkan di saat sukses sudah diraih pun mereka juga masih minim jam tidurnya. Karena satu target atau goal sudah diraih, mereka akan membuat target atau goal baru untuk bisa lebih sukses lagi. Salah satu filososfi orang sukses hidup adalah tantangan, bukan sekedar perjuangan yang hanya menghasilkan kesuksesan ala kadarnya. Gagal dalam berjuang dan berusaha itu hal yang wajar. Seperti halnya masalah dalam hidup juga hal yang wajar. Karena bukan hidup namanya jika tanpa masalah.

Orang sukses menganggap masalah hidup dan kegagalan sebagai tantangan. Bukan sebagai halangan. Karena dari masalah yang dihadapi dan kegagalan yang dialami merekamenjadi belajar, belajar untuk tidak gagal lagi. Jika salah perbaiki  jika gagal coba lagi, jika menyerah semua selesai.

Prinsip hidup orang-orang sukses adalah pantang menyerah, maju terus pantang mundur. Orang-orang sukses jika berhadapan dengan tembok atau dinding tebal dan tinggi yang menghalangi langkah mereka, mereka akan mencari cara bagaimana bisa melewati dinding tersebut. Entah dengan menghancurkan atau melubangi dinding itu, atau dengan naik ke atas untuk bisa melompati dinding tersebut. Karena jika menyerah maka hidup akan berhenti, tidak berarti dan tidak berguna. Oleh karena itu jangan menyerah apa pun masalah yang dihadapi dan kegagalan yang dialami.


Allah berfirman di dalam Al Quran:

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya….” (QS. Ali Imran : 139)


Kita sebagai manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna dan paling tinggi derajatnya dibandingkan ciptaan Allah yang lain. Tentunya dengan segala kesempurnaan yang diberikan oleh Allah menjadikan kita makhluk yang mampu untuk bisa eksis dan survive dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup. Roda kehidupan selalu berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Jatuh bangun untuk memperoleh kemenangan dan meraih kesuksesan merupakan hal yang biasa bagi yang ingin menjadi orang sukses. Tidak ada namanya sukses tiban atau sukses warisan. Semua perlu proses dan perjuangan untuk mendapatkan kesuksesan. Tinggal kembali kepada masing-masing pribadi apakah bisa istiqomah dan sabar untuk melalui proses yang akan dan harus dilewati. Yang pasti jangan pernah hanya jadi penonton kesuksesan orang lain. Jadi kan kesuksesan orang lain sebagai motivasi dan penyemangat untuk bisa menjadi orang sukses sesuai dengan kepribadian anda. Karena meskipun orang bisa sukses dalam bidang yang sama tetapi jalan yang ditempuh bisa berbeda.

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s