Keajaiban Itu Terjadi

(Ilusrasi: gambartop10.blogspot.com)

(Ilusrasi: gambartop10.blogspot.com)

Hampir seminggu waktu tidur tidak terpenuhi sebagai tidur yang sehat. Hari ini selesai sholat tahajud, dilanjutkan dengan membaca kitab suci Al Qur’an yang kemudian disambung dengan sholat Subuh, rutinitas saya lakukan lagi dengan membuatkan sarapan pagi untuk putra tercinta.

Setelah anakku berangkat ke sekolah, rutinitas pagi berlanjut dengan mendengarkan tausyiah Ustad Yusuf Mansur di televisi. Mendengar dan melihat Ustad ini berbicara, keyakinan kepada Allah menjadi menebal. Hari ini beliau bercerita tentang Majelis Dhuha Nasional yang digalangnya. Setiap tausyiahnya memang beragam. Menghafal Qur’an, mengembangkan pesantren nya di Tanggerang, dan yang terutama tentang sedekah yang menghapuskan kesulitan. Banyak testimoni jama’ahnya yang menyejukkan hati. Misalnya saja , kemarin ada seorang anak yang minta diantarkan Ibunya untuk bertemu Ustad ini untuk tinggal dan belajar di pesantrennya. Hari-hari sebelumnya banyak jama’ah yang memberikan cerita keajaiban sedekah yang dibayar Allah dengan balasan berlipat ganda. sampai saat ini saya masih saja terinspirasi dengan keikhlasan seorang ayah/suami yang menyerahklan seluruh harta miliknya, hingga ia dan keluarganya harus merelakan rumah, mobil, apartemen semuanya sebagai sedekah melalui Ustad Yusuf Mansur. Dan Subhanallah Allah mengganti hartanya berkali lipat hingga Ayah/suami ini kemudian memperoleh aset sebesar 3 T.

Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah

Kemarin adalah kali ke tiga saya membaca surah Al Kahfi, yang jumlahnya 110 ayat. Surah mana yang seringkali saya malas membacanya, karena panjangnya ayat-ayat yang harus dibaca. Namun entah kenapa saya ingin membacanya, terutama untuk memahami kebesaran Allah lewat kandungan surah ini.

Sangat terinspirasi dengan para pemuda yang ditidurkan Allah di dalam gua, dan kemudian dibangunkan setelah bertahun-tahun kemudian, ketika uang yang digunakan sebagai alat tukar pun sudah berganti.

Ibadah yang semakin tekun saya lakukan memang terpacu karena hutang yang sangat banyak yang rasanya tidak mungkin saya bayar. Namun keyakinan akan pertolongan Allah tetap tertanam di hati saya. Ketika sedikit-sedikit saya mendapat rezeki, saya berusaha untuk selalu berbagi. Terutama dengan anak-anak yatim yang selalu menjadi perhatian saya. Walau sedikit, saya berusaha berbagi. Rasanya sedih jika saya tak bisa berbagi dengan mereka, seperti hutang yang lebih besar, seperti beban yang tak tertanggung. Keinginan berbagi ini juga saya tanamkan sebagai pencuri perhatian Allah, agar Ia menjadi lebih dekat dan mendengar doa-doa saya.

Hari ini, ketika saya merasa kantuk menyerang hebat, karena hari-hari terakhir waktu tidur saya sungguh sangat tidak memadai. Tak dapat dipungkiri, keresahan akan hutang yang belum juga terbayar mengganggu pikiran saya. Belum lagi pekerjaan yang tidak kunjung saya dapatkan. Maka sayapun berniat tidur, dengan membisikkan do’a dalam hati saya,

“Ya Allah, berikanlah aku tidur yang nyenyak sampai jam sepuluh saja, dimana hamba akan melakukan sholat dhuha. Kemudian hamba akan mengaji ya Allah.”
(Ilustrasi gambar jam: Gbr. pixabay.com)

(Ilustrasi gambar jam: pixabay.com)

Sesaat kemudian pun saya terlelap. Sangat nyenyak, hingga ketika saya terbangun , membuka mata nampak jam kecil di samping televisi menunjukkan pukul 12 siang tepat. Saya mencoba melihat kembali jam lain yang berada di atas DVD, jam juga menunjukkan pukul 12 siang tepat. Rasanya saya sangat menyesal. Ya Allah ampuni hamba Mu yang bangun kesiangan hingga tak bisa melakukan sholat dhuha, begitu bisik saya dalam doa di hati. Saat itu saya merasakan kantuk yang saya rasakan masih sangat berat. Kemudian saya mencoba melihat jam kecil lain yang terletak di rak hias gantung di seberang tempat tidur. Masih terlihat pukul 12 siang tepat. Saya pun berdo’a lagi,

“Ya Allah, ampuni hamba Mu, kantuk ini masih sangat berat, mata hamba masih berat. Jika Engkau berkenan, aku ingin tidur barang satu jam lagi hingga jam satu. Lalu hamba akan bangun dan sholat Dzuhur ya Allah, ampuni hamba.” Dan saya pun tertidur lagi.

animasi jam 1

Ketika terbangun lagi, saya pun memandang jam kecil di atas televisi dan jam lain di atas DVD. Jam satu siang. Dalam hati saya menetapkan hati untuk bangun dan sholat, karena sudah terlalu lama tidur. Namun, saya mencoba untuk memejamkan mata sejenak untuk berdo’a kepada Allah, terutama karena saya tak melakukan sholat Dhuha.

“Ampuni hamba ya Allah, karena tak melaksanakan janji hamba untuk melaksanakan sholat Dhuha hari ini.”

Lalu saya pun bangkit dari tidur sambil mata yang masih terpejam, karena rasa penyesalan yang dalam karena bangun tak tepat waktu, karena ingkar janji pada Allah.

(Ilustrasi gambar jam: es.aliexpress.com)

(Ilustrasi gambar jam: es.aliexpress.com)

Lalu ketika saya membuka mata, sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi. Saya melihat jam kecil di atas televisi, menunjukkan pukul 10 lewat 10. Saya langsung menolehkan muka melihat ke arah jam yang berada di atas DVD, juga jam 10 lewat 10. Kini saya makin tidak percaya, saya kemudian melihat ke arah jam di atas rak hiasan di ujung tempat tidur. Waktunya juga menunjukkan jam 10 lewat 10. Apa yang sudah terjadi? Subhanallah! Setengah bingung saya keluar kamar. Lalu setelah sadar betul, saya pun mandi dan berwudhu. Melakukan sholat dhuha yang saya janjikan pada Allah.

Saya benar-benar tersungkur di sajadah, bersujud dan menangis, mohon ampunan Nya. Enam raka’at saya lakukan sholat dhuha. Kemudian saya pun berdo’a, Lalu saya bangkit lagi, dan melakukan sholat taubat dua raka’at.

Masih diliputi rasa syukur dan sedikit bingung, saya melanjutkan dengan membaca surah Al Waqi’ah, AL Mulk dan surah Yasin. Hingga setelah tiga kali saya membaca surah Yasin, adzan Dzuhur pun terdengar. Sayapun bangkit melaksanakan kewajiban kepada Nya dengan khusyu. Ketika semua ibadah berakhir, saya menangis menerima keajaiban yang nyata dari Nya.

Sungguh Allah telah menyatakan pada saya, bahwa apapun bisa Dia lakukan sebagai pencipta alam semesta dan segala isinya. Allah swt tidak pernah tidur dan berat mengurus semuanya. Dan keyakinan saya akan datangnya bantuan darinya tentang hutang-hutang saya yang menggunung ini semakin tebal. Walau mungkin saya harus lebih sabar dan ikhlas menerima ketentuan Nya. Karena Ia Maha Penolong. Subhanallah walhamdulillah wala illa ha ilallah wallahu akbar.

Sumber

  • ^id-id.facebook.com/notes/kisahku-true-story/keajaiban-itu-terjadi/10150970468707069
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s