Keberanian Bima Arya Memberantas Syi’ah

Tengah Malam, Bima Arya Geruduk Kegiatan Syiah

Wali Kota Bogor Bima Arya langsung mendatangi lokasi digelarnya perayaan Asyuro oleh kelompok Syiah di Pasir Kuda, Bogor. Hal tersebut dilakukan untuk merespon permintaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam kota Bogor yang menolak kegiatan Syiah.

“Sudah kita awasi terus agar tidak ada kegiatan apapun, sesuai kesepakatan kita dengan MUI. Saya juga berdialog dengan warga, warga tidak mau ada kegiatan, oke stop!” tegas Bima.

Pelarangan tersebut juga dituangkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Bogor. Surat bernomor 300/1321 itu dibuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Andi Herindra Rahmawan, yang juga hadir pada malam itu langsung memberikan instruksi menghentikan kegiatan Syiah yang sempat berlangsung itu.

“Dengan adanya surat ini tadi saya perintahkan itu semua kegiatan yang ada di sana berhenti, dan renda-renda yang ada di sana malam ini juga kita turunkan,” kata Andi.

Sementara itu, Ustaz Wilyudin Dhani perwakilan MUI yang mengawasi kegiatan Syiah itu berharap respon dari pihak keamanan kedepannya harus lebih sigap lagi.

“Paham, insya Allah gak ada, semua stabil, tapi kita kerja sama semua, aparat standby di sini, warga juga awasi terus,” ucap Bima menanggapi permintaan wakil MUI Kota Bogor itu.

Inilah Alasan Sebenarnya Bima Ayra Terbitkan Larangan Perayaan Sesat Syiah

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan surat edaran larangan kegiatan Syiah di Bogor sudah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, bagi pihak yang tidak memahami latar belakangnya, memang bisa menimbulkan berbagai macam tafsiran.
“Sebagai Kepala Daerah sudah menjadi kewajiban saya untuk selalu berkomunikasi dengan tokoh agama, dalam hal ini ulama di kota Bogor untuk menyikapi persoalan di kota Bogor ini,” ujar Bima Arya kepada wartawan, termasuk Islampos, di Balaikota Bogor, Senin (26/10/2015).
Bima Arya menegaskan sudah menjadi kewajibanya untuk menjaga kerukunan hidup umat bergama. Bima tidak ingin membiarkan warganya terlibat konflik antar umat beragama.
“Maka setiap  informasi apapun yanng mengancam kenyamanan beribadah, dan kesatuan warga, pasti akan kami respon dengan cepat.,” ujar politisi PAN ini.
Terkait peristiwa kemarin, Walikota mendapat informasi di lapangan, akan diselenggarakan kegiatan Asyuro oleh sekelompok pengajian. Bersamaan dengan itu ada suara-suara yang meminta agar kegiatan tersebut ditiadakan.
“Berdasarkan info itu, peringatan Asyuro diselenggaran tidak dalam sekala kecil, melainkan skala besar, dengan mengundang jamaah dari luar Kota Bogor.”
Dikatakan Bima, setiap kegiatan apapun yang berpotensi meresahkan warga atau menimbulkan konflik, akan disikapi secara cermat. Lalu, pihaknya memantau perkembangannya berdasarkan analisis dan kesepakatan Muspida, dalam hal ini pihak kepolisian dan Kodim.
“Lalu diminta agar kegiatan tersebut sebaiknya ditiadakan. Sebetulnya sudah disepakati, tidak ada kegiatan tersebut. Namun, pada malam Jum’at (23/10/2015), saya dapat info, acara itu tetap diadakan,” terangnya.
Walikota menegaskan, komunikasi dalam hal ini terus dibangun dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, Muspida, dan MUI.
”Kami memandang hal-hal yang membahayakan dan meresahkan, akan terus dipantau dan mengikuti perkembangan  yang bisa mengganggu keamanan. Kami akan mendengar aspirasi dari berbagai pihak”.
Bahkan kami meminta aparat Satpol PP untuk berkoordinasi dengan kepolisian, agar acara itu tidak dilanjutkan. Tentu keputusan yang diambil didasarkan oleh dokumen resmi, tidak sebatas himbauan lisan.
“Maka dibuatlah Surat Edaran untuk memastikan kegiatan itu tidak dilanjutkan di sana.”

Setelah Larang Syiah, Bima Arya akan Tutup Tempat Maksiat dan Keluarkan Perda Anti Miras

Setelah mengeluarkan surat edaran pelarangan kegiatan kelompok Syiah di Kota Bogor, Wali Kota Bima Arya berencana menutup tempat-tampat maksiat dan membuat perda anti minuman keras (miras). Hal itu ia ungkapkan saat ditemuiSuara Islam Online dan sejumlah media Islam lainnya di Balaikota Bogor, Senin (26/10/2015).

“Saya minta supportnya, minta doanya untuk melakukan pembenahan dengan memerangi kemaksiatan di Kota Bogor. Saya akan tutup diskotik-diskotik yang ada di Kota Bogor, tempat-tempat hiburan malam yang lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya,” ujar Bima kepada wartawan.

Selain itu, Wali Kota Bogor juga akan mengeluarkan peraturan daerah yang melarang peredaran miras.

“Sudah saya sampaikan ke teman-teman dewan juga ke bagian hukum untuk segera membuat draft perda miras,” ungkapnya.

Menurut Bima, kebijakan yang diambil adalah bagian perjuangan di jalan Allah.

“Inikan Jihad fi Sabilillah, tetapi bagaimanapun akan kita lakukan secermat mungkin dengan tetap menjaga kondusifitas, bagaimana kita membangun Bogor dengan suasana sejuk,” tandasnya.

Dalam Semalam, Sembilan Tempat Maksiat Dilibas Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya dan sejumlah petugas keamanan saat merazia tempat hiburan malam

Wali Kota Bogor Bima Arya dan sejumlah petugas keamanan saat merazia tempat hiburan malam

Munculnya tempat hiburan malam (THM) di Kota Bogor yang menjual minuman keras (miras) tidak dibiarkan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Bersama instansi terkait, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa THM di Kota Bogor, Sabtu (24/10) hingga Ahad (25/10) dini hari kemarin.

“Saya tegaskan akan menutup semua THM yang ada di Kota Bogor! Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Ini demi menyelamatkan generasi kita,” tegas Bima.

Ada sembilan THM yang digerebek Bima beserta timnya saat itu. Walhasil, berkerat kerat miras dari berbagai kadar alkohol didapatinya.

Ketegasan Bima Arya membuat sejumlah ulama dan tokoh ormas Islam Bogor memberikan ancungan jempol kepada politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sekjen Garis Bogor Raya, Ustaz HM Hasanuddin mengucapkan terima kasih atas niatan dan inisiatif orang nomor satu di Kota Bogor tersebut. Sebab, Bima telah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sebagai pemimpin dan sebagai umat muslim.

“Alhamdulillah, tentunya kita patut berterima kasih kepada Bapak Walikota Bogor yang maju terus pantang mundur untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar. Kami dari Garis akan mengawal niatan Kang Bima untuk menjaga predikat Kota Beriman dari segala bentuk kemaksiatan,” kata Hasan.

Sekretaris Muhammadiyah Kota Bogor, Deni Lubis pun mengucapkan hal yang sama. Dia mengatakan, organisasi besutan Ahmad Dahlan ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bima Arya yang aktif dalam melibas kemungkaran di Kota Beriman. Muhammadiyah pun akan siap mendukung upaya-upaya walikota Bogor yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.

“Saya mengapresiasi tindakan waliota yang aktif dalam melakukan pemberantasan miras di Kota Bogor. Miras merupakan pemicu dari kejahatan,” tandas Deni.

Ia pun mendorong agar peraturan daerah yang melarang miras untuk segera diterbitkan.

Hadapi Tantangan

Di-bully Kelompok Liberal, Bima Arya: Penilaian Sejati itu dari Allah

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (foto: suara islam)

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (foto: suara islam)

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku tidak ambil pusing karena di-bullyoleh kelompok liberal. Perlakuan itu, diterima Bima karena telah mengeluarkan surat edaran pelarangan kegiatan kelompok Syiah di Kota Bogor.

“Saya tidak ambil pusing, mau di-bully oleh jutaan orang sekalipun di sosial media. Di dunia ini tidak ada yang berhak menilai, penilaian sejati itu dari Allah Swt,” ujar Bima saat ditemui Suara Islam Online dan sejumlah media Islam lainnya di Balaikota Bogor, Senin (26/10/2015).

Sebelumnya, dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Zuhairi Misrawi berkicau melalui akun Twitter nya. Namun karena terlalu semangat mem-bully, Zuhairi sampai salah menyebut Bima Arya sebagai Wali Kota Depok.

“Saya tdk habis pikir, sahabat saya Bima Arya, Walikota Depok menjadi pemimpin yang anti-pluralisme dgn menolak perayaan Syiah @BimaAryaS,” katanya melalui akun @zuhairimisrawi.

Suara nyinyir juga datang dari aktivis JIL lainnya, Mohamad Guntur Romli. Dalam akun Twitter @GunRomli, Guntur Romli menilai Bima Arya tengah mencari sensasi dan dukungan politik dengan melakukan isu SARA.

“Biasanya kepala2 daerah yg minus prestasi & gagal, akan pakai isu SARA unt cari dukungan politik, Bima Arya ini salah satunya,” tulis Guntur Romli.

Dinilai Tidak Toleran, Walikota Bogor Disomasi

Kebijaakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto disomasi warga Kota Bogor. Politisi PAN ini dituding melanggar Hak Asasi Manusia dan Intoleran saat mengeluarkan surat edaran (SE) nomor : 300/321-Kesbangpol tentang larangan perayaan Asyura (Hari Raya Kaum Syiah) di Kota Bogor.

Sebelumnya, Bima Arya juga mengatakan, Pemkot Bogor menyediakan lahan di Jalan Semeru untuk merelokasi jemaat GKI Yasmin. Pernyataan ini akhirnya  menimbulkan gejolak.

Atas dasar itu, warga Bogor yang bernaung dalam Yayasan Satu Keadilan (YSK) melayangkan surat somasi kepada Bima Arya Sugiarto selaku Wali Kota untuk mencabut surat edaran tersebut karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan berbagai aturan hukum lainnya.

“Imbas dari SE itu, saat ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat, bukan hanya Bogor tapi jadi perhatian tingkat nasional,” kata  Ketua YSK, Sugeng Teguh Santoso, Selasa (17/11/2015).

Mulyadi S alias Kimung, pengamat politik menegaskan, dengan pernyataan dan sikap kontrovesi itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto sudah melanggar konstitusi.

“Presiden saja tidak berani melanggar konstitusi. Ini seorang Walikota berani sekali. Sebagai Kepala Daerah, Wali Kota berkewajiban memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD 1945 mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); menaati seluruh ketentuan peraturan perundangundangan,”kata Komung  Bima Arya dituding sudah  melanggar Pasal 61 ayat (2) UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Kepala Daerah (Walikota), selain itu dalam pasal 28 ayat 1 dan 4 pemerintah memiliki tanggungjawab terhadap HAM.

Bahkan Pasal 26 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang sudah diratifikasi melalui UU No 12 tahun 2005 Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, menegaskan bahwa, semua orang berkedudukan sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun.

“Hukum melarang diskriminasi. Kenapa Walikota tidak menjamin hak orang. Diskriminasi atas dasar ras, warna, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lain tidak boleh,”paparnya.

Sekdakot Bogor, Ade Syarif mengaku, secara pribadi pihaknya tidak sepakat dengan hasil riset yang menyatakan Bogor sebagai kota yang paling tak toleran.

“Apalagi mereka (Setara Institute) tidak memahami latar belakang masalah terkait dikeluarkannya Surat Edaran larangan Assyura itu. Tak hanya itu, terkait masalah GKI Yasmin, kami masih berusaha menyelesaikannya. Kita sebagai pemerintah sudah seharusnya berupaya mencegah terjadinya potensi konflik horisontal,”kata Ade Syarif kepada wartawan Selasa (17/11/2015) sore.

Perkara Gugatan Walikota Larang Syiah

Foto-Sugeng Teguh Santoso saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Foto-Sugeng Teguh Santoso saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Gugatan intoleransi beragama Sugeng Teguh Santoso terhadap Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dua pekan ke depan memasuki sidang mediasi.

Sugeng yang juga ketua Lembaga Satu Keadilan menempuh jalur hukum, setelah surat somasinya terkait Surat Edaran (SE) yang melarang pawai Syiah, tidak mendapat tanggapan.

Kepada wartawan, Sugeng menuturkan, semua pihak akan di panggil termasuk MUI, Walikota, Kapolres Bogor Kota dan Dandim 0612.

Menurut Sugeng, SE Walikota Bogor tentang pelarangan acara Syiah, telah melukai hak-hak dasar warga negara dan memeluk agamanya.

“Keberagaman tidak boleh di ganggu. Dengan keluarnya SE, Walikota Bogor sudah melanggar konstitusi. Kalau pejabat melanggar konstitusi, maka harus diberi sanksi,”papar Sugeng,

Ia menambahkan, pelanggaran akan konstitusi, merupakan pelanggaran berat. Pasalnya selaku kepala daerah, Bima Arya harus merangkul semua kelompok.

“Bima Arya harusnya tunduk pada undang-undang,”ujarnya.

Walau Bima Arya sudah menjawab, bahwa keluarnya SE, yang berlaku hanya saat itu, karena alasan keamanan, namun hingga kini, SE itu berlaku karena belum di cabut.

“Dengan dia sebagai pejabat daerah yang merupakan bapak dari semua masyarakat Kota Bogor yang menerbitkan SE, memicu kelompok lain yang intoleransi untuk membenci Syiah,”katanya.

Atas gugatannya ini, ia meminta majelis Hakim yang menangani perkara tersebut, harus independen dan bebas dari intervensi.

Dukungan Untuk Bima Arya

Meski ada suara sumbang, pihak yang mengapresiasi kebijakan Wali Kota Bogor ini jauh lebih banyak. Para ulama, pimpinan ormas Islam dan masyarakat sangat bersimpati dengan ketegasan Bima Arya yang melarang kegiatan kelompok Syiah.

Elemen Umat Islam Diminta Berkumpul di Masjid TAQWA

PENGUMUMAN PENTING

Kepada seluruh Tokoh & Perwakilan Ormas Ormas, DKM DKM, MAJLIS MAJLIS TS'LIM, Forum forum komunikasi umat, lembaga dakwah kampus, jaringan jurnalis Islam bersatu dan aktifis dakwah lainnya,

Kita telah brsepakat utk mendukung komitmen walikota Bogor dlm memberantas kemaksiatan dan membekukan klompok sesat Syiah, Ahmadiah dan klompok sesat lainnya.

Oleh karena itu, dimohon masing masing ormas, mjlis taklim, lembaga dakwah, forum forum komunikasi, tanpa terkecuali, untuk membuat spanduk dukungan minimal ukuran 1 x 2
meter, dan mengutus sebanyak banyaknya jamaah / anggota / simpatisan masing masing, utk ikut melaksanakan apel besar  PARADE TAUHID memberi "dukungan kpd MUSPUDA PEMKOT BOGOR (WALIKOTA)" demi melaksanakan komitmennya tsb.

Acara ini,  in shaa Allah akan kita laksanakan pada:

Hari Jum'at 30 Oktober 2015.
Jam 13.30 - 14.40.
Titik kumpul di masjid TAQWA Balaikota Bogor, Jl. Ir. H. Juanda.

Kpd masing masing ormas dipersilahkan menyiapkan Spanduknya dan oratornya mading masing, utk orasi dgn jatah waktu maksimal 5 menit.

Mhn undangan & pengumuman ini dilaksanakan dgn kesadaran yg tinggi dgn hanya mengharap balasan dri ALLAH S.W.T. agar musuh musuh Islam tdk menunjukkan arogansinya kpd rakyat Bogor.

SALAM SILATURAHIM
Masyarakat Muslim Rakya Bogor
H. Willyuddin A.R.Dhani

Mohon disebarkan ke seluruh ormasnya masing masing utk sgera ditindaklanjuti.

Note: Para ustadz yg kbetulan tdk ada tugas khotib di msjid lain diharapkan shalat jum'at langsung di lokasi.

Smg Allah meridhoi.

Cc: Untuk diketahui:

1. Walikota Bogor
2. Kapolsesta Kota Bogor.
3. Bpk Dandim.
4. Setdakot
5. Ormas-ormas lainnya.

Ulama Bogor Siap Kawal Kebijakan Bima Arya Soal Syiah

Pertemuan sejumlah pimpinan ormas Islam dengan Wali Kota Bogor Bima Arya. (foto: suara islam)

Pertemuan sejumlah pimpinan ormas Islam dengan Wali Kota Bogor Bima Arya. (foto: suara islam)

Sejumlah pimpinan ormas Islam Kota Bogor memberikan dukungan kepada Wali Kota Bima Arya yang telah mengeluarkan surat pelarangan kegiatan kelompok Syiah di Kota Bogor.
“Kami mendukung dan mengapresiasi surat edaran Wali Kota karena memang kami ormas Islam dan ulama se-Bogor Raya yang meminta agar Wali Kota melarang Syiah di Kota Bogor,” ujar Ustaz Ahmad Iman, Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bogor kepada Suara Islam Online.
Menurutnya, langkah tegas Bima Arya patut dicontoh oleh pemerindah daerah yang lain di seluruh Indonesia.
 
Para ulama dan pimpinan ormas Islam di Bogor juga siap mengawal keputusan Wali Kota tersebut dari ancaman kelompok Syiah dan para pendukungnya.
“Kami siap berada di garda terdepan dalam melindungi Wali Kota dan mengamankan keputusannya,” jelas Ustaz Iman.
Seperti diketahui, Wali Kota Bogor mengeluarkan surat edaran pada Kamis (22/10/2015) untuk melarang perayaan Asyura (hari raya kaum syiah) di Kota Bogor. Surat bernomor 300/1321-kesbangpol itu dibuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.
 
Surat tersebut dikeluarkan berdasarkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor dan ormas-ormas Islam Bogor yang menolak segala kegiatan Syiah, serta adanya hasil rapat musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Kota Bogor.

Prof Dr. KH. Didin: Wali Kota Bogor Harus Didukung dan Ditiru

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof Dr KH Didin Hafidhuddin misalnya, tegas mendukung langkah Bima Arya yang secara tegas melarang kegiatan kelompok Syiah di Kota Bogor. Kebijakan tersebut juga diharapkan bisa terus dipertahankan.

“Mudah-mudahan pak Wali Kota Bogor istiqomah dalam pendiriannya,” ujar kyai Didin kepada redaksi Suara Islam Online.

Selain itu, mantan Ketua Umum Baznas itu mengajak umat Islam turut mendukung kebijakan tersebut. “Kita bantu dan kita doakan,” ucapnya.

Ia berharap, pelarangan kegiatan kelompok Syiah bisa ditiru oleh pimpinan daerah lainnya. “Mudah-mudahan daerah lain pun mengikuti,” harap kyai Didin.

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor mengeluarkan surat edaran untuk melarang perayaan Asyura (hari raya kaum syiah) di Kota Bogor. Surat bernomor 300/1321-kesbangpol itu dibuat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bogor.

Surat tersebut dikeluarkan berdasarkan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor dan ormas-ormas Islam Bogor yang menolak segala kegiatan Syiah, serta adanya hasil rapat musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Kota Bogor.

Munarman: Bodoh Sekali Orang yang Menghalangi Dakwah Anti Syiah

Munarman saat memberikan ceramah di acara deklarasi ANNAS DKI Jakarta. (foto: suara islam)

Munarman saat memberikan ceramah di acara deklarasi ANNAS DKI Jakarta. (foto: suara islam)

Advokat senior Munarman, SH menjelaskan bahwa upaya penyebaran dakwah soal kelompok Syiah itu dilindungi Undang-undang. Hal tersebut ia sampaikan saat deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) di Masjid Al Barkah, Tebet Jakarta Selatan, Ahad (25/10/2015).

“Apakah mendakwahkan, menyebarkan kebenaran, memberitahu umat mengenai kesesatan dan penyimpangan yang dilakukan oleh Syiah itu melanggar hukum? tidak!,” kata Munarman menanggapi adanya upaya yang menghalangi deklarasi tersebut.

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu menjelaskan, bahwa di Indonesia ada UU No 1 PNPS Tahun 1965 yang isinya:

Setiap orang/organisasi dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama di Indonesia.

Kepada ribuan jamaah yang hadir, Munarman bertanya, Syiah menyimpang tidak? “menyimpang,” jawab jamaah kompak.

Munarman merasa geram kepada pihak yang berusaha menghalangi para ulama yang hendak menyelamatkan umat dan negara dari bahaya Syiah.

“Bodoh sekali yang menghalangi orang untuk mendakwahkan kebenaran,” ucapnya.

Dijelaskannya, salah satu rukun iman Syiah adalah al wilayah, maksudnya Syiah harus punya wilayah, harus menguasai suatu negara.

“Jadi harus paham, bahwa Syiah itu mazhab politik yang mau mengambil alih negara,” kata Munarman.

Karenanya, ia menyerukan umat Islam untuk bersatu jangan berpecah belah dalam menghadapi Syiah.

“Jaga persatuan aswaja (ahlusunnah wal jamaah), jangan sampai sibuk ribut sendiri, fokuskan untuk melawan Syiah. Jangan membuang energi kepada sesama aswaja, dan kita buktikan hari ini di Masjid Al Barkah As Syafiiyah bahwa persatuan aswaja bisa dilakukan,” tandasnya.

Semoga langkah² dari beliau Bapak Bima Arya dapat menginspirasi kita untuk tegas menolak kesesatan ajaran² Agama yang sesat yang ada di sekitar kita.


Baca juga artikel lain tentang syi’ah:


Referensi

  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15948/Di-bully-Kelompok-Liberal–Bima-Arya–Penilaian-Sejati-itu-dari-Allah
  • ^wanitasyiah.blogspot.sg/2015/11/inilah-alasan-sebenarnya-bima-ayra.html?m=1
  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15956/Setelah-Larang-Syiah–Bima-Arya-akan-Tutup-Tempat-Maksiat-dan-Keluarkan-Perda-Anti-Miras
  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15958/Dalam-Semalam–Sembilan-Tempat-Maksiat-Dilibas-Bima-Arya-
  • ^wanitasyiah.blogspot.sg/2015/11/dukung-walikota-bogor-berantas-syiah.html?m=1
  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15925/Larang-Kegiatan-Syiah–Wali-Kota-Bogor-Harus-Didukung-dan-Ditiru
  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15940/Munarman–Bodoh-Sekali-Orang-yang-Menghalangi-Dakwah-Anti-Syiah
  • ^poskotanews.com/2015/11/17/dinilai-tidak-toleran-walikota-bogor-disomasi/
  • ^poskotanews.com/2015/12/01/perkara-gugatan-walikota-larang-syiah/
  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15959/Ulama-Bogor-Siap-Kawal-Kebijakan-Bima-Arya-Soal-Syiah
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s