Said Aqil: Orang Berjenggot Mengurangi Kecerdasan?

pekanews.com

pekanews.com

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, membuat pernyataan kontroversial. Dalam rekaman audio yang beredar di Youtube, Said Aqil mengatakan bahwa “orang yang berjenggot mengurangi kecerdasan”.

“Orang berjenggot itu mengurangi kecerdasan, jadi syaraf yang sebenarnya untuk mendukung kecerdasan otak, ketarik oleh jenggot itu, untuk memanjangkan jenggot,” ujarnya.

Keseriusan Said Aqil Siradj soal jenggot akhirnya membuat alm. K.H.Hasyim Asy’ari harus ‘cukur jenggot’ pada peringatan Hari Santri 22 Oktober 2015 lalu.

foto: bangsaonline.com

foto: bangsaonline.com

Jenggot (lihyah) adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebut lihyah (jenggot) kecuali kumis. (Lihat Minal Hadin Nabawi I’faul Liha, ‘Abdullah bin Abdul Hamid dengan edisi terjemahan ‘Jenggot Yes, Isbal No’, hal. 17)

Nabi Itu Berjenggot

Memelihara dan membiarkan jenggot merupakan syari’at Islam dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Marilah kita lihat bagaimana bentuk fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berjenggot.

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengatakan, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Lihatlah saudaraku, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah orang berjenggot dicela?

Perintah Nabi Memelihara Jenggot

  • Hadits pertama

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

  • Hadits kedua

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisihilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

Hadits ketiga

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)

  • Hadits keempat

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)

  • Hadits kelima

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)

  • Hadits keenam

Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)

Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan:

”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh:

أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا

Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)

Di samping hadits-hadits yang menggunakan kata perintah di atas, memelihara jenggot juga merupakan sunnah fithroh.

Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

“Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Muslim no. 627)

Jika seseorang mencukur jenggot, berarti dia telah keluar dari fitroh yang telah Allah fitrohkan bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar Ruum [30] : 30)

Selain dalil-dalil di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur.

Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya:

Beliau bertanya, ”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)

Lihatlah saudaraku, dalam hadits yang telah kami bawakan di atas menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah. Memangkasnya dicela oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul Fiqh, ”Al Amru lil wujub” yaitu setiap perintah menunjukkan suatu kewajiban. Sehingga memelihara jenggot yang tepat bukan hanya sekedar anjuran, namun suatu kewajiban. Di samping itu, maksud memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fithroh manusia yang dilarang untuk diubah.

Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi.

Maka sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan perintah Nabi dan celaan beliau terhadap orang-orang yang memangkas jenggotnya. Jadi yang lebih tepat dilakukan adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis.

Namun, apakah kumis harus dipotong habis ataukah cukup dipendekkan saja? Berikut ini adalah intisari dari perkataan Al Qodhi Iyadh yang dinukil oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim, 1/416.

Baca juga: Said Aqil Siradj Sebut Muhammadiyah Goblok

Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa kumis harus dicukur habis karena hal ini berdasarkan makna tekstual (zhohir) dari hadits yang menggunakan lafazh ahfuu dan ilhakuu. Inilah pendapat ulama-ulama Kufah. Ulama lainnya melarang untuk mencukur habis kumis. Ulama-ulama yang berpendapat demikian menganggap bahwa lafazh ihfa’, jazzu, dan qossu adalah bermakna sama yaitu memotong kumis tersebut hingga nampak ujung bibir. Sebagian ulama lainnya memilih antara dua cara ini, boleh yang pertama, boleh juga yang kedua.

Pendapat yang dipilih oleh An Nawawi dan insya Allah inilah pendapat yang kuat dan lebih hati-hati adalah memendekkan kumis hingga nampak ujung bibir.

Habib Rizieq Kecam Pernyataan Said Aqil Soal Jenggot

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengecam keras pernyataan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj yang belum lama ini mengatakan bahwa jenggot membuat orang semakin goblok. Hal tersebut disampaikan Habib saat berceramah di Padalarang Bandung.

“Seenaknya dia berceramah bilang bahwa jenggot budaya arab, siapa yang berjenggot itu tidak cerdas, makin panjang jenggotnya makin goblok, ngawur tidak?” kata Habib Rizieq mengkritisi Said Aqil.

Habib menjelaskan, dalam mazhab Imam Syafi’i jenggot memang tidak wajib hukumnya sunnah, tapi dalam beberapa mazhab yang lain jenggot itu wajib. “Terlepas ada perbedaan pendapat, memanjangkan jenggot itu adalah ajaran Nabi Muhammad Saw, dan Nabi mengamalkannya, Nabi itu berjenggot,” jelasnya.

“Jangan lupa, KH Hasyim Asy’ari pendiri NU juga ada jenggotnya, dan Walisongo juga ada jenggotnya,” tambahnya.

Soal jenggot, kata Habib, seharusnya tidak perlu dipermasalahkan, yang punya jenggot biarkan, yang tidak berjenggot ya tidak apa-apa. “Gak boleh gitu, Profesor Doktor Kyai Haji kok sewot sama jenggot, innalillahi,” ujarnya.

Habib menegaskan bahwa jenggot itu Nabi yang mengajarkan, kalau ajaran Nabi itu pasti benar dan baik serta harus diikuti. “Dan orang yang bilang berjenggot itu goblok berarti dia ngawur,” katanya.

Selain itu, Habib juga mengajak umat Islam untuk menjaga dan membela NU sebagai rumah besar ahlussunnah wal jamaah dari upaya jahat kelompok liberal yang ingin menghancurkan NU.

Sumber

  • ^suara-islam.com/mobile/detail/15577/Habib-Rizieq-Kecam-Pernyataan-Said-Aqil-Soal-Jenggot
  • ^kaskus.co.id/redirect?url=http%3A%2F%2Frumaysho.com
  • ^selasar.com/politik/garagara-said-aqil-timbul-5-meme-lucu-jenggot-ini
Iklan

13 responses »

  1. Jason berkata:

    There’s definately a lot to find out about this subject.
    I like all of the points you made.

    Suka

  2. Jimmy berkata:

    I am sure this paragraph has touched all the internet users, its really really
    good piece of writing on building up new website.

    Suka

  3. Frank berkata:

    I’ve been surfing online more than three hours nowadays, but I by no
    means found any attention-grabbing article like yours. It is lovely
    worth enough for me. In my view, if all site owners and bloggers made good content as you probably
    did, the net might be a lot more useful than ever before.

    Suka

  4. Bill berkata:

    I enjoy what you guys tend to be up too. This sort
    of clever work and coverage! Keep up the terrific works guys I’ve added you guys to my blogroll.

    Suka

  5. Will berkata:

    Wow, this post is good, my younger sister is analyzing such things, so I am going
    to inform her.

    Suka

  6. weblog berkata:

    I am regular reader, how are you everybody? This article posted at this website is
    actually fastidious.

    Suka

  7. […] Umum PB NU Said Aqil Siradj kembali menyulut kontroversi. Beberapa waktu lalu orang ini bilang jika orang yang punya jenggot itu bodoh, orang berjenggot mengu…, sekarang menyebut Muhammadiyah goblok. Bahkan, Said melontarkan kata goblok hingga empat kali […]

    Suka

  8. […] Umum PB NU Said Aqil Siradj kembali menyulut kontroversi. Beberapa waktu lalu orang ini bilang jika orang yang punya jenggot itu bodoh, orang berjenggot mengu…emakin panjang semakin goblok, sekarang menyebut Muhammadiyah goblok. Bahkan, Said melontarkan […]

    Suka

  9. Propecia, substancia ativa em direção a Finasterida, contudo
    ela só interrompe a calvice.. e você não é possível
    que descontinuar desde tomar nunca !

    Suka

  10. Jim berkata:

    Hi there, i read your blog from time to time and i own a similar one and
    i was just curious if you get a lot of spam responses?

    If so how do you prevent it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me crazy so any help
    is very much appreciated.

    Suka

  11. Jim berkata:

    Ahaa, its fastidious conversation on the topic of this
    piece of writing at this place at this website, I have read all that, so at this time me also commenting at this place.

    Suka

  12. payday loan berkata:

    Wow! Thank you! I continuously needed to write on my website something like that. Can I include a part of your post to my website?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s