JKW Antek Asing

JKW

JKW

Jokowi, adalah Presiden Indonesia periode 2014-2019. Banyak pihak yang mengklaim dirinya adalah antek asing, tapi banyak pula yang membela dirinya. Berikut dibawah ini saya rangkumkan beberapa pernyataan tentang “Jokowi Antek Asing”, kenapa mereka sampai mengatakan begitu tentang Jokowi dan apa alasannya, serta apa siasat Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya akan di ulas pada artikel ini. Selamat membaca.

A. PERNYATAAN—PERNYATAAN SEBELUM JOKOWI JADI PRESIDEN

Mulyo Wibisono: Jokowi Disetir Agen Asing

image

Joko Widodo selama ini disetir dan dipengaruhi agen asing, yakni kelompok Freemasonry dan Zionis. Bahkan istri Jokowi, Iriana, adalah petinggi Rotary Club (RC), yang berafiliasi dengan kelompok Yahudi. 

Sinyalemen itu disampaikan pengamat intelijen Laksamana Pertama (Purn) Mulyo Wibisono seperti dilansir itoday (24/01/2013). “Rotary Club dan Lions Club itu kegiatan subversif. Kelompok ini berusaha mengatur dunia. Itu organisasi yang secara terselubung dikendalikan gerakan internasional, Freemasonry. Itu dikendalikan Amerika Serikat dan Yahudi. Club itu alat asing, maka mereka itu agen asing termasuk istri Jokowi,” tegas Wibisono.

Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis itu juga mengkritisi gaya pencitraan Jokowi. “Jokowi tak usah banyak ngomong dan tampil di media. Apalagi kalau bicara seratus hari, satu periode saja Jokowi belum bisa memperbaiki Jakarta. Jangan pencitraan terus, nanti dituding omong kosong dan penipu. Jokowi baru tingkat pencitraan saja. Apakah masuk gorong-gorong bisa menyelesaikan banjir Jakarta?” tegas Wibisono.

Wibisono juga menyoal ide Jokowi soal pembangunan deep tunnel di Jakarta. “Itu membutuhkan dana yang besar sekali. Deep tunnel butuh biaya besar. Untuk ngebor saja, anggaran Jakarta bisa habis. Untuk itu harus ada program yang berkesinambungan,” ungkap Wibisono.

Menurut Wibisono, pencitraan Jokowi telah diblow up media massa pro asing, sehingga terkesan Jokowi berhasil. “Jokowi itu seperti anak sekolah dasar yang ngomong sekolah menengah atas. Itulah yang diucapkan Jokowi. Jokowi baru berhasil ngurusi Solo. Ini bukan persoalan politik, tetapi pertaruhan pembangunan. Jadi menyelesaikan Jakarta tidak bisa dengan hanya ngomong dan pencitraan,” tegas Wibisono.

Terkait dengan penyelesaian berbagai masalah di Jakarta, kata Wibisono, Jokowi tidak bisa sendiri, tetapi harus diselesaikan oleh pemerintah pusat. “Banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov DKI saja. Bisa diselesaikan nasional. Kalau ada yang mengatakan bisa mengatasi Jakarta, tanpa pemerintah pusat itu omong kosong,” pungkas Wibisono.

Soal kedekatan Jokowi dan istri dengan kelompok Freemansonry dan Zionis itu memang sudah diungkap oleh banyak media massa. Harian Joglosemar, pada Kamis (23/02/12) menurunkan tulisan terkait pelantikan istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan Rotary Club Solo Kartini. Pelantikan itu bertepatan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional. 

Saat menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi pada 15 Juli 2011, bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di Krajan, Kadipiro, Solo. Berita itu dirilis media lokal, Sragen Pos.

Benarkah Rotary Club bagian dari gerakan Freemansonry dan Zionisme? Peneliti Zionisme, Ridwan Saidi dalam buku bertajuk ‘Jaringan Yahudi di Nusantara’ menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot Zionis. Menurut Ridwan Saidi, sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme.

Jajat Nurjaman: Bukti-Bukti Jokowi Antek Asing

image

Berikut daftar delapan bukti intervensi asing di Pemilu Presiden 2014 yang dikumpulkan oleh NCID:

  1. Pernyataan keberpihakan dari Majalah TIME dan Majalah The Economist. Kedua majalah ini secara terbuka mengatakan bahwa Prabowo tidak boleh sampai jadi Presiden RI.
  2. Kemunculan penulis asal Amerika Allan Nairn dengan tulisan yang memojokkan Prabowo. Di kalangan diplomat Indonesia, Allan dikenal memiliki rekam jejak menulis berita palsu tentang TNI. Mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal mengatakan “dia (Allan Nairn) sejak dulu selalu mencari peluang untuk memecah belah Indonesia.”
  3. Adanya intimidasi kepada WNI yang hendak memilih di depan KJRI Perth, Australia oleh WNA yang mengkampanyekan kemerdekaan Papua. Mereka meminta WNI untuk memilih Joko Widodo dan mengatakan hanya orang bodoh yang memilih Prabowo. Tercatat beberapa WNI yang tinggal di Perth melaporkan kejadian ini melalui media sosial.
  4. Pernyataan keberpihakan kepada Joko Widodo oleh artis-artis asal Amerika dan Inggris seperti Jason Mraz, Sting dan Akarna, serta bintang porno Vicky Vette. Pengumuman yang dilakukan H-1 menjelang pemilihan dengan penyeragaman agar jelas menunjukkan adanya koordinasi, bukan aksi spontanitas.
  5. Kemunculan iklan yang mempromosikan Joko Widodo dan mendiskreditkan Prabowo Subianto di Google, YouTube dan jaringan iklan AdSense. Padahal di situsnya sendiri secara eksplisit Google melarang segala jenis iklan politik untuk ditayangkan di Indonesia.
  6. Penutupan secara serentak beberapa akun yang secara terbuka tidak mendukung Joko Widodo, tidak lama setelah pertemuan Joko Widodo dengan direktur politik Twitter Peter Greenberger di Jakarta.
  7. Pemberitaan palsu oleh Bloomberg mengenai transaksi saham MNC Group yang mendiskreditkan pasangan Prabowo-Hatta. Pada 20 Juni 2014, Bloomberg mengatakan bahwa Prabowo-Hatta memborong saham MNC Group. Padahal transaksi tersebut tidak pernah terjadi.
  8. Pernyataan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Robert Blake pada 23 Juni 2014. Ia mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Pemerintah RI harus mengusut dugaan kasus HAM Prabowo. Pernyataan terbuka ini memicu reaksi keras dari DPR karena merupakan bukti konkret campur tangan Amerika dalam Pemilu Presiden Indonesia.

Menurut Jajat, intervensi asing yang begitu kentara untuk mengurangi elektabilitas Prabowo justru mengkokohkan keyakinan rakyat Indonesia bahwa Prabowo adalah presiden yang harus dipilih pada 9 Juli 2014.

Hal ini disebabkan oleh pernyataan legendaris Bung Karno tentang intervensi asing.

Bung Karno mengatakan:

“Ingatlah pesanku, jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu” tutup Jajat menirukan Sukarno.

Sri Bintang Pamungkas: Jokowi Antek Asing

image

Politisi kawakan yang sempat keluar masuk penjara Orde Baru, Dr Ir Sri Bintang Pamungkas pernah mengatakan:

“Jangankan untuk menjadi Presiden RI, menjadi Gubernur saja Jokowi tidak becus dan tidak mampu. Sebenarnya level Jokowi hanya menjadi Walikota Solo, kota kecil yang hanya berpenduduk 500.000 orang.”

Bahkan menurut tokoh Reformasi, Amien Rais, yang pernah bertemu dengan Wakil Jokowi selama 7 tahun (2005-2012) ketika masih menjabat Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, sebenarnya yang bekerja keras untuk membangun Kota Solo bukanlah Jokowi tetapi Wakilnya, Rudy. Jadi sesunggunya Jokowi tidak bisa bekerja apa-apa sehingga saham terbesar untuk menjadikan Kota Solo seperti sekarang ini lebih banyak dilakukan Rudy yang sekarang menjadi Walikota Solo daripada Jokowi.

Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais tentu faham benar akan kondisi dan situasi Kota Solo selama 7 tahun dipimpin Jokowi, sebab sejak kecil Sri Bintang tinggal di Manahan Solo sementara Amien Rais asli wong Solo.

Maka tidaklah mengherankan jika tampilnya Jokowi di panggung politik nasional yang begitu cepat meroket bak meteor dari seorang Walikota Solo kemudian menjadi Gubernur DKI dan sekarang menjadi Capres terkuat diantara kandidat lainnya, jelas ini tidak mungkin lepas dari pencitraan dan bantuan finansial secara besar-besaran yang digerakkan kekuatan asing terutama AS melalui agen-agennya di Indonesia. Siapapun capres yang mendapat restu AS, maka dapat dipastikan mereka akan memenangkan Pilpres.

Namun jika seorang capres mendapat restu AS, itu menunjukkan sang capres lemah sehingga membutuhkan restu dari kekuatan asing, karena dia tidak percaya diri sebab tidak mampu memimpin dan tidak berkualitas. Namun kalau dia memiliki integritas dan kepemimpinan seperti Soekarno-Hatta, maka restu-restuan dari pemerintahan asing tidak lagi diperlukan?

Jusuf Kalla: Bisa Hancur Negara ini kalau Jokowi Presiden

image

Sindiran Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai pemimpin yang ingkar janji dinilai sebagai sindiran halus bagi Presiden Jokowi. Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, mungkin JK kini sudah sadar bagaimana konsekuensi seorang pemimpin yang terlalu banyak ingkar janji.

Jajat mengatakan:

“Janji kepada Tuhan saja bisa seenaknya dilanggar Jokowi, apalagi janji pada rakyat”

JK sebelumnya mengatakan:

“Pemimpin yang ingkar janji harus dihukum dengan tidak membiarkannya kembali memimpin”

Menurut Jajat, sebaiknya JK tidak tinggal diam karena Jokowi sudah terbukti banyak ingkar janji. Kesimpulan JK bahwa Indonesia hancur kalau dipimpin Jokowi sudah terbukti benar. Sejak Jokowi jadi presiden, banyak kegaduhan yang diakibatkan keputusan kontroversial yang dibuat Jokowi.

“Harapan rakyat saat ini hanya ada ditangan JK, mengingat pengalaman yang sudah lebih dari cukup di pemerintahan serta kondisi saat ini yang tidak kunjung membaik sudah selayaknya JK yang menjadi Presiden,” tutup Jajat.

B. PERNYATAAN SETELAH JOKOWI MENJADI PRESIDEN

Ustadz Fadlan Garamatan: Penguasa Sekarang Antek Asing, Jadikan Pribumi Sebagai Aborigin

image

Kritik keras dilontarkan da’i pedalaman Nuu Waar, Irian Jaya, Ustadz Fadlan Garamatan, kepada pemerintahan sekarang. Menurut Presiden Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) ini rezim yang sekarang tengah berkuasa telah menjadikan pribumi seperti nasib suku Aborigin di Australia.

“Rezim Jokowi menjadikan Pribumi seperti Aborigin, mendatangkan asing memberi segar menguasai tanah, bangsa negara dan isi didalamnya,” tulis Fadlan di akun Twitter ‏@fadlannuuwaar.

Ustadz Fadlan menegaskan, Indonesia harus kembali ke UUD 1945. Terutama pasal terkait prasyarat Presiden RI. “Segera kembalikan pasal UUD 1945 yang diamandemen menjadi Presiden adalah warga negara Indonesia dihilangkan kata Asli. Yang menjadi presiden adalah warga negara Indonesia asli dihilangkan aslinya menjadi yang menjadi presiden warga negara Indonesia,” tegas @fadlannuuwaar.

Tak hanya itu, Fadlan mengaitkan Hari Pahlawan, dengan nasib pribumi di era Rezim Jokowi. “Di Hari Pahlawan kedaulatan NKRI lagi dipermainkan untuk membuat anak asli Indonesia jadi Aborigin. Di Hari Pahlawan ini rakyat menangis, banyak muncul pahlawan kesiangan,” beber @fadlannuuwaar.

@fadlannuuwaar juga menulis: “Terima kasih para pahlawan perjuanganmu jelas dan berarti untuk kami, tapi hari ini kami jadi korban.” 

HMI BANDAR LAMPUNG: Jokowi Antek Asing

image

Kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat sorotan dari berbagai elemen bangsa. Kali ini datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Dengan menggelar aksi damai di Jalan ZA Pagar Alam, Lanbuhan Ratu, Rabu (15/4/2015), ratusan mahasiswa memprotes kinerja Jokowi yang hanya banyak janji dan pencitraan.

“Jokowi banyak janji, tanpa realisasi. Banyak pencitraan tanpa tindakan. Jokowi adalah antek asing, antek Yahudi. Ini dibuktikan dengan penyerahan mekanisme penentuan harga BBM kepada pasar, yang tidak memberikan maslahat kepada rakyat, melainkan kepada pengusaha dan elit. Jokowi terbukti tidak berpihak kepada wong cilik,” kata koordinator aksi, Zardinal Pratama, dalam orasinya.

Aksi yang dimotori HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) itu juga menyoroti perpanjangan kontrak Freeport di Papua. Menurut Zardinal, tindakan tersebut justru berarti negara sudah melegalkan tindakan pengerukan sumber daya alam oleh asing, seperti dilansir Harianlampung.

“Di tengah-tengah kritisnya kondisi ekonomi dan politik negara, presiden justru sibuk silaturahmi ke luar negeri. Ini menjadi indikasi kuat, kalau presiden tidak peduli dengan kondisi negara saat ini,” tukas Zardinal.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI): Jokowi Antek Asing

image

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Presiden Joko Widodo melindungi rakyat pribumi Indonesia dari dominasi Asing dan Aseng.

KAMMI menilai negara berkewajiban melindungi pribumi Indonesia sebagai wujud amanah konstitusi melindugi segenap tumpag darah Indonesia. 

“Tugas utama negara dan pemerintah adalah melindungi hak dan kesejahteraan pribumi, bukan sebaliknya memfasilitasi asing dan aseng untuk mendominasi dan menyengsarakan rakyat pribumi,” kata Ketua Umum KAMMI, Andriyana di depan Istana Negara, Kamis (21/5/2015).

Sejauh ini, KAMMI menilai selama 8 bulan pertama pemerintahan Jokowi-JK belum mampu membangun pondasi yang kokoh untuk memberikan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi terhadap masyarakat Pribumi. “Liberisasi Harga BBM adalah sinyal buruk bagi komitmen Jokowi-JK untuk melindungi pribumi,” tandas Andriyana.

KAMMI mencatat, 43 dari 50 orang terkaya di Indonesua adalah orang Non pribumi. Belum lagi kepemilikan tanah saat ini dikuasai asing dan aseng.

Selain itu, sejumlah regulasi pemerintah dinilai yelah memberikan keleluasaan besar bagi perusahaan asing-aseng untuk mendominasi padar dan tender-tender pemerintah. “Hal-hal tersebut mengakibatkan usaha ekonomi pribumi terhambat bahkan mulai gulung tikar,” papar Andriyana.

KAMMI berharap negara berpihak dan membela rakyat pribumi. Karena jika negara dan pemerintah tidak boleh lalai dari tugas utama yaitu melindungi hak dan kepentingan pribumi. “Bila pemerintah lalai atau menjadi antek asing maka rakyat pasti akan bergerak melakukan revolusi hingga lahir pemimpin dan pemerintah yang membela pribumi,” tutup Andriyana.

Mahasiswa Solo: Jokowi Antek Asing

image

Gerakan Mahasiswa Pembebasan Solo Raya menggelar aksi demonstrasi, di Bundaran Gladag, Senin (30/3) siang. Dalam aksinya, puluhan mahasiswa membawa spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai tidak pro rakyat, tetapi sebaliknya justru menyengsarakan jutaan rakyat Indonesia.

“245 Juta warga Indonesia ini memiliki harapan yang sangat besar pada Jokowi. Sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah ruah. Namun faktanya, seluruh prasyarat menjadikan negeri ini sejahtera, berdaulat tidak dirasakan oleh rakyat. Masyarakat semakin susah dan tercekik. Tak ada rasa aman, percaya apalagi sejahtera. Negeri ini semakin carut marut. Presiden baru terpilih, bukannya memberikan angin segar perubahan, tetapi sebaliknya, malah memberikan kado pahit bagi rakyat,” teriak Bambang Pranoto, koordinator aksi, saat berorasi.

Menurut Bambang, kebijakan Jokowi-JK saat ini melanggengkan Indonesia sebagai negeri terjajah asing, terutama Amerika Serikat. Hutang luar negeri sebesar Rp 4000 triliun selama ini tidak dirasakan langsung oleh rakyat, namun sat melunasi hutang, rakyatlah yang dilibatkan.

Selain itu, kebijakan mendatangkan investor asing yang dilakukan saat Jokowi menghadiri KTT Apec di Beijing, sebagai langkah yang akan menyengsarakan rakyat. Sebab kekayaan kita akan diambil alih oleh mereka.

“Disaat rakyat semakin susah, pemerintah malah akan memberikan subsidi kepada partai politik. Padahal parpol itu tidak pernah memperhatikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Selain menyoroti beberapa permasalahan tersebut, massa juga mempertanyakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini. Kebijakan tersebut dinilai menyengsarakan rakyat. Mengingat bahan bakar minyak adalah salah satu aspek vital kehidupan mereka. Yang tatkala BBM dinaikkan maka harga sembako akan ikut naik.

“Kenaikan harga BBM ini akibat paket kebijakan liberalisme migas. Pandangan Jokowi terkait kebijakan harga yang mengikuti harga pasar, menyebabkan Jokowi dianggap sebagai boneka mafia asing,” ucapnya.

Beberapa permasalahan lainnya yang juga menjadi sorotan adalah, soal konflik KPK vs Polri, masalah penegakan hukum dan sebagainya. Kebijakan Jokowi menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada Amerika.

Perpanjangan kontrak dengan antara pemerintah dengan PT Freeport. Jokowi lebih memilih jongos bagi Amerika, sementara Indonesia semakin melarat dan dipinggirkan di negerinya sendiri.

“Kami menolak paket kebijakan Jokowi yang menyengsarakan rakyat, Menolak hadirnya kepentingan asing di Indonesia. Mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia melawan system politik demokrasi di negeri ini,” pungkasnya.

PB PMII: Jokowi Antek Asing

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) turun ke jalan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di depan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Usai beraksi di depan Istana, massa PMII kemudian berjalan kaki menuju Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan MH Thamrin.

Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf, menegaskan, kenaikan harga BBM merupakan dampak ketidakberpihakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kepada kepentingan rakyat yang lemah ekonominya. Pemerintah juga menunjukkan ketidakpahaman dalam mengelola keuangan negara tanpa harus mengorbankan rakyat banyak.

“Ini adalah kesalahan pengelolaan sumber daya manusua pemerintah Jokowi-JK, sehingga rakyat yang terkena dampaknya,” tegas Aminuddin.

PB PMII juga menduga ada antek-antek asing di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi ujung tombak pengelolaan energi nasional. Hal ini terlihat dari tidak adanya upaya pemerintah memberikan alternatif sebelum menaikkan harga BBM.

“Jika harga BBM tetap naik, kami menuntut Jokowi turun saja,” tegasnya.

C. SIASAT JOKOWI MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN

Berikut di bawah ini siasat atau cara-cara Jokowi pertahankan kekuasaan menurut Directur NCID Jajat Nurjaman.

1. Membangun Pusat Data E-Government di Singapura

Tindakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang ngebet membangun pusat data E-Government di Jurong, Singapura, mustahil tidak diketahui Presiden Joko Widodo selaku orang nomor satu di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman. Jajat menduga, langkah tersebut sebagai cara Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya.

“Ketika data base penduduk Indonesia berada di luar negeri, maka penguasa akan dengan mudah memanfaatkan data tersebut untuk kepentingan tertentu. Tanpa ada pengawasan, bisa saja hal ini merupakan salah satu cara Jokowi untuk mempertahankan kedudukannya hingga dua periode,” tutur Jajat , Selasa (16/6).

Jika tidak mau dianggap demikian, menurut Jajat, maka Jokowi harus membatalkan rencana tersebut. Karena toh, data penting pemerintah terancam bocor jika data base informasi E-Goverment ditempatkan di Singapura.

Bukan hanya itu, kata Jajat, sebagai negara Indonesia tidak akan lagi memiliki kedaulatan karena harus tunduk kepada aturan Singapura.

“Tentu apapun yang akan dilakukan oleh pihak Indonesia kedepan harus tunduk kepada aturan yang ada di Singapura,” tukasnya.

2. Syarat-Syarat Pemakzulan Jokowi-JK oleh NU (Sudah Terpenuhi)

Hukum pemakzulan pemimpin menjadi salah satu bahasan utama Komisi Bahtsul Masail, pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 33. Sidang Komisi Bathsul Masail memutuskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak boleh dimakzulkan tanpa alasan yang jelas. Alasan-alasan yang digariskan oleh NU untuk sahnya pemakzulkan pemimpin, di antaranya: Melanggar konstitusi, menjadi tersangka korupsi, dan/atau sudah tidak mampu lagi memimpin karena sakit.

Hukum pemakzulan pemimpin yang kemarin sudah disahkan oleh Muktamar NU mendapat tanggapan positif dari banyak pihak. Salah satu tanggapan datang dari pengamat politik NCID, Jajat Nurjaman.

“Syarat-syarat pemakzulan Jokowi yang disampaikan oleh alim ulama NU semuanya masuk akal. Saya juga apresiasi pernyataan dari Abdul Ghofur, Sekretaris sidang Komisi Waqi’iyah yang mengatakan kalau seorang pemimpin bertahan, maka NU boleh menggerakkan people power asal manfaatnya lebih besar dari pada mudharatnya. Ini pernyataan luar biasa” ujar Jajat.

Jajat menambahkan, sebenarnya dapat ditarik kesimpulan bahwa Muktamar NU ke 33 menginsyaratkan NU akan memimpin, atau setidaknya turut serta dalam gerakan people power pemakzulan Jokowi-JK.

“Kita harus ingat. Mengacu pada maklumat PP Muhammadiyah Nomor 218/MLM/I.0/I/2015, melepaskan harga BBM kepada pasar sama saja melanggar konstitusi. Pasalnya, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang bersifat final dan mengikat, harga BBM tidak boleh diserahkan ke pasar,” terang Jajat.

Pada bulan November 2014 lalu, Jokowi-JK mengumumkan penetapan harga BBM diserahkan kepada pasar mengikuti harga MOPS, ICP dan nilai tukar rupiah. Kebijakan ini telah merugikan rakyat Indonesia dengan mengurangi daya beli dan meningkatkan harga-harga kebutuhan pokok.

“DPR sekarang sudah tidak bisa diharapkan. Entah mengapa, DPR mandul melawan pelanggaran demi pelanggaran Jokowi-JK. Karena hukum pemakzulan sudah keluar dan syarat sudah terpenuhi, rakyat sekarang berharap (NU dan) Muhammadiyah bersatu gulingkan Jokowi-JK” tutup Jajat.

Demikian sedikit yang saya kutipkan siatas, selanjutnya tergantung anda yang bersikap bijak.

Referensi

  • »eramuslim.com/berita/nasional/dai-irian-barat-tegaskan-penguasa-sekarang-antek-asing-jadikan-pribumi-sebagai-aborigin.htm
  • »www.pkspiyungan.org/2015/04/hmi-bandar-lampung-jokowi-antek-asing.html?m=1
  • »kaskus.co.id/thread/53bb8052a1cb173e228b4606/jokowi-antek-asing-amp-quotasengquot-inilah-8-bukti-asing-dukung-jokowi/
  • »voa-islam.com/news/indonesiana/2014/05/21/30146/benarkah-jokowi-bin-oey-hong-liong-itu-antek-asing-aseng/
  • »merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-solo-demo-tuding-jokowi-antek-asing.html
  • »konfrontasi.com/content/nasional/pb-pmii-turunkan-jokowi-biar-indonesia-selamat-dari-antek-asing-dan-aseng
  • »fajar.co.id/nasional/2015/06/17/ini-cara-jokowi-pertahankan-kekuasaannya.html
  • »pribuminews.com/06/08/2015/jajat-nurjaman-syarat-syarat-pemakzulan-jokowi-jk-oleh-nu-sudah-terpenuhi/
  • »konfrontasi.com/content/politik/jk-ditantang-lengserkan-jokowi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s