1. Nangkring di Mimbar

image

Foto Ustadz Nur Maulana sedang nangkring di atas mimbar khutbah membuat heboh media sosial. Ustadz yang terkenal dengan “jamaah oh jamaah” itu pun dikritik karena tindakannya tersebut dinilai berlebihan dan tidak sopan.

“Adegan berbahaya, jangan ditiru.. khusus yang profesional aja,” sindir Ustadz Abduh Zulfidar Akaha, Lc mengomentari foto tersebut.

Seperti dirilis Fimadani, foto tersebut saat Ustadz Maulana berceramah di Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka pada 26 Februari 2105) lalu.

“Etaaaa… kunaon… ustadz nyebut…..istigfar !!!,” tulis Abah Heri mengingatkan Ustadz Maulana dengan akun facebook-nya.

“Astagafirullah…terlalu berlebihan dn semacam tukang sirkus,” timpal Yayuk Hannan.

“dan tidak lain kehidupan dunia ini, melainkan kesenangan yang menipu ….. Semoga Allah memberikan petunjuk taufik hidayah bagi ustadz dan menghilangkan segala keburukannya dan kembali kepada jalan yang lurus, yang diridho Allah dan Rasulullah Shaalallahu ‘ alaihi wa salam… Aamiin ya Allah ya Robbal alamin,” tambah Siti Fatimah.

Banyak pula penguna Facebook yang mengingatkan Ustadz Maulana agar menjadi ustadz dan dai panutan, tanpa tingkah yang justru menurunkan wibawa ulama.

Ustadz televisi yang juga pelawak Maulana yang sering ceramah di Trans TV kembali membuat heboh jejaring sosial. Setelah aksi nangkring di mimbar belum lama ini heboh, Ustadz ‘jama’ah oh… jama’ah’ ini kembali membuat heboh karena isi ceramahnya yang menyimpang dari syariat Islam.

2. Pemimpin Tak Ada Kaitannya dengan Masalah Agama

Pemimpin dalam ajaran Islam seperti pilot pesawat terbang yang tidak akan pernah ditanya tentang agamanya

Ustadz Maulana yang ceramah membahas kepemimpinan mengatakan tidak penting seorang pemimpin itu beragama apapun. Maulana menyamakan pemimpin dalam ajaran Islam seperti pilot pesawat terbang yang tidak akan pernah ditanya tentang agamanya.

ISI CERAMAH ‘USTADZ’ BERTENTANGAN DENGAN AYAT-AYAT ALQUR’AN.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS. An Nisa: 144)

Kami anjurkan agar ‘Ustadz’ Maulana segera bertobat kepada Allah, dan sebaiknya tidak perlu membahas hal-hal yang belum dikuasainya secara baik dan benar, agar tidak ‘menabrak’ aturan syariat Islam.

Tanggapan Ustadz Arifin Ilham

Ustadz Arifin Ilham melalui FP nya juga menanggapi pernyataan ustadz Maulana. Berikut tanggapan beliau :

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. SubhanAllah sahabatku Islam adalah agama sempurna yg mencakup semua aspek kehidupan, hatta apalagi kepemimpinan. Dari sederhana masuk kamar mandi sampai apalagi kepemimpinan. Memisahkan Islam dg kepemimpinan adalah kebodohan, tidak faham ajaran Islam.

Islam tidak bisa dipisahkan dg politik kekuasaan. Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para kuffar jahiliyyah. Dg takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah maka umat manusia beriman “bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingat Allah (QS Thoha 33-34), agar umat hidup dalam PETUNJUK ALLAH, dalam KEMULIAAN ISLAM, dalam KEBERKAHAN TAQWA. bahagia dalam SYARIAT dan SUNNAH RASULULLAH (QS Al A’rof 96).

Karena itu Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dg syarat dan kreteria yg sangat jelas yaitu mengutamakan KEIMANAN dan KETAQWAAN. “…bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih (QS Al Anbiya 105). Karena itu HARAM, memilih pemimpin kafir, bacalah dg iman! Kalam Allah ini,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dg meninggalkan orang-orang mu’min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” (QS An Nisa 144).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman” (QS Al Maidah 57).

Rasulullah bersabda kepada ka’ab bin ujrah: mudah-mudahan Allah melindungimu dari para pemimpin yang jahil. Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud dg pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “mereka adalah para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku” (HR Ahmad).

Ingat setiap mu’min apalagi juru da’wah wajib menyampaikan dalil yg berdasar Alqur’an dan Sunnah.

ALLAHUMMA ya Allah lindungilah kami dari juru da’wah jahil yg menyesatkan kami dari PETUNJUKMU dan SUNNAH NABIMU…aamiin.

Kyai Cholil Ridwan: Pernyataan Ustadz Maulana Menyesatkan, Bertentangan dengan Al-Qur’an!

image

Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Cholil Ridwan, Lc membantah pernyataan Ustadz M Nur Maulana yang mengatakan, soal kepemimpinan tidak perlu melihat latar belakang agama.

Menurut Kyai Cholil -sapaan akrabnya- pernyataan itu bertentangan Al-Qur’an, dimana dalam syariat Islam diatur bahwa wajib memilih pemimpin Muslim.

“Itu menyesatkan pernyataan seperti itu, karena itu bertentangan dengan Al-Qur’an,” kata Kyai Cholil.

Kyai Cholil pun mengutarakan dalil dari Surat Ali Imran ayat 28 yang menjadi salah satu dasar pijakan kaum Muslim tentang larangan memilih pemimpin kafir.

“Buat apa ada ayat yang menyatakan:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

‘Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin’jadi selama orang mukmin masih ada tidak boleh kita mengambil pemimpin orang kafir, apalagi di Indonesia mayoritas Muslim,” jelasnya.

Sementara itu, soal analogi pilot pesawat non muslim yang disampaikan Ustadz Maulana, menurut Kyai Cholil analogi tersebut sangat berbeda.

Pasalnya, perkara pilot pesawat itu muslim atau non muslim tidak ada masalah, sebab hal ini menyangkut urusan muamalah dalam Islam, dimana hal itu diberikan kelonggaran. Berbeda dengan masalah kepimpinan yang jelas diatur dalam syariat Islam.

“Tidak bisa dianalogikan dengan pilot pesawat. Apalagi kalau pesawatnya yang punya orang kafir, sehingga tergantung yang punya pesawat atau perusahaan itu. Kita naik haji pun pakai pesawata, itu tidak masalah. Pesawat hanya mengantar orang naik haji ke Jeddah, lalu kita turun, kemudian pulang naik pesawat itu lagi. Ngga ada yang perlu dipermasalahkan soal itu, karena ngga ada hajinya lalu ngga mabrur karena pilotnya kafir. Begitu juga kalau kita belanja di swalayan yang miliknya orang kafir, itu juga tidak masalah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagaimana dilansir halaman Fanpage Facebook, Front Pembela Islam – FPI, Ustadz Maulana dalam ceramahnya, pada Senin (9/11/2015), pagi melontarkan sebuah pernyataan yang tidak sepantasnya terucap dari mulut seorang dai.

Saat menyinggung sebuah perkara kepemimpinan, pernyataan Ustadz Maulana justru menabrak syariat Islam.

“Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign,” tutur Ustadz Maulana yang dikenal dengan jargon kalimat; “jamaah, oh jamaah,” tersebut.

Menyikapi hal tersebut, laman Fanpage FPI menyampaikan nasihat terbuka tentang haramnya memilih pemimpin kafir.

Menurut saya, maulana jadi pelawak saja dari pada ‘jadi ustadz tapi menyesatkan’. Sebenernya dg melihat sikapnya kebanci²an, sudah dapat dilihat keanehannya. Seharusnya, ustadz itu berceramah dengan tegas dan jelas. Tidak bersikap seperti ibu² yang dapat arisan.

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s