ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TERORISME

Ingatlah bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme, silakan mengkaji dalam Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sebenarnya terorisme tidak bisa dikatakan dimonopoli oleh Islam.

Apa itu “Terorisme”?

Tindakan teror dalam bahasa Arab diistilahkan dengan kata irhab, bentuk mashdar dari kata ‘arhaba’, ‘yurhibu’, ‘irhaban’. Maksudnya adalah meneror atau menakut-nakuti orang lain. Jadi makna ‘irhab’, bukanlah membunuh, makna asalnya adalah takut. Contoh misalnya dalam dua ayat kita dapat melihat hal ini,

وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

“Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah: 40).

Contoh kedua pada ayat,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al Anfal: 60).

Dalam Wikipedia disebutkan, “Teror atau terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan,

…terrorism is the apex of violence…

Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasidan sabotaseumumnya langsung, sedangkan terorisme tidak.

Namun kalau dalam istilah media, terorisme lebih identik pada tindakan pembantaian yang menewaskan orang banyak.

…Istilah ini lebih disematkan pada Islam dibanding ajaran atau agama lainnya…

Ayat yang Melarang Terorisme

Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi seperti halnya para penyamun atau tukang begal. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain. Tentang orang semacam ini disebutkan dalam ayat,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33).

Ingat pula bahwa Islam melarang membunuh orang lain, bahkan jika satu nyawa dibunuh tanpa alasan yang benar, berarti ia telah membunuh manusia seluruhnya.

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32).

Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman bahwa ayat ini juga ditujukan para para tukang begal atau penyamun yang mengancam membunuh atau merampas harta orang lain dengan cara paksa. Dua ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

Hadits yang Melarang Terorisme

Dalam Islam, meneror atau menakut-nakuti orang lain walau bercanda atau sekedar lelucon saja dilarang.

Dari ‘Abdullah bin As Sa’ib bin Yazid, dari bapaknya, dari kakeknya, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا

“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam riwayat lain disebutkan,

وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا

“Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)

Dalam ‘Aunul Ma’bud (13: 250-251) karya Al ‘Azhim Abadi terdapat pernyataan,
“Kalau mengambil barang orang lain bukan dalam rangka bercanda jelas terlarang karena termasuk dalam kategori mencuri. Adapun jika mengambilnya sebagai candaan saja, seperti itu tidak bermanfaat. Bahkan hal itu hanya menimbulkan kemarahan dan menyakiti orang yang empunya barang”

Dalam hadits disebutkan bahwa yang diambil dan disembunyikan adalah sebuah tongkat. Barang tersebut dianggap sebagai barang yang tafih(sepele atau bukan sesuatu yang amat berharga). Namun jika menyembunyikan yang sepele seperti ini saja tidak boleh walau bercanda, apalagi yang lebih berharga dari itu. Demikian penjelasan dalam Tuhfatul Ahwadzi, 6: 380.

Meneror atau menakut-nakuti orang lain itu termasuk berbuat dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut).

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Al Munawi menyatakan bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti itu menyakiti orang lain. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 13: 251.

Mengapa Hanya Muslim Yang Disebut Teroris?

Ustadz Hafidin Achmad Luthfie menuturkan:

Karena pelaku terorisme beragama katolik maka dia tak disebut seorang teroris sebagaimana lazim diberikan media-media busuk, bayaran, dan pembenci Islam.

Karena pelaku bernama baptis, tak ada “abu” di depan namanya atau aliasnya, maka tak dikaitkan dengan lembaga pendidikan kristen atau katolik sebagaimana lazim dikaitkan dengan pesantren tertentu bila pelakunya muslim.

Bahkan para pembenci Islam dan umatnya mengawasi pesantren dan memaksa pesantren merubah kurikulumnya.

Karena pelaku, sekali lagi, katolik, maka tak perlu membuat operasi penangkapan menjadi heroik dan heboh dengan diiringi tembak-menembak, pengerahan dalam jumlah besar untuk mengepung lokasi, dan juga penembakan di tempat secara biadab sebagaimana lazim mereka lakukan pada “teroris” muslim dengan dibumbui rekayasa cerita bahwa sang teroris katolik itu melawan sambil meneriakkan “haleluya” dan melemparkan bom.

Sang teroris dengan nama baptis itu sangat berbahaya. Sudah berkali-kali mau ngebom mal alam sutera. Dan teroris katolik dengan nama baptis itu disebut menggunakan teknologi bom terbaru.

Pertanyaannya, mengapa penjahat besar itu tak dihabisi saja di tempat mengingat dia orang yang sangat berbahaya dan terbukti ngebom?!

image

Sementara pada “teroris” muslim yang tidak terbukti ngebom pasukan densus bisa menjadi raja tega dan melakukan tindakan biadab.

Seseorang bertanya kepada Dr. Zakir Naik:

  1. Jika membunuh sangat dilarang dalam Islam, mengapa umat Muslim tidak secara terbuka mengkritik dan bersatu menentang pembunuhan yang berlangsung atas nama jihad?
  2. Mengapa umat Muslim membiarkan Islam disalah gunakan oleh sebagian Muslim yang membuat buruk nama seluruh komunitas Islam di seluruh dunia?

Dr. Zakir Naik menjawab:

Islam menentang pembunuhan terhadap manusia tak bersalah, tapi bagaimana mungkin semua pemimpin Muslim tidak bersatu dan mengecam pembunuhan yang terjadi atas nama jihad, dan hanya karena beberapa kambing hitam, maka Islam menjadi tercemar.

Untuk jawaban detil, Anda harus mendengarkan ceramah terakhir saya pada Konferensi Perdamaian Internasional II pada November 2008, “Media dan Islam: Perang atau Damai?”

Yang paling utama untuk disalahkan adalah media. Medialah yang mengambil kambing hitam dari komunitas Muslim dan mereka menggambarkannya seakan-akan mereka adalah keseluruhan Muslim. Ini adalah karena media.

…Jadi apa yang Anda lihat di media bukanlah yang sebenarnya terjadi…

Dengan jelas disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah [5]: 32, bahwa jika seseorang membunuh manusia lain, apakah dia seorang Muslim atau non-Muslim, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Jadi membunuh manusia manapun yang tidak bersalah adalah dosa dalam Islam. Bukan hanya dosa, seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Jadi siapapun yang membunuh, misalnya pengebom di jalanan, dan sebagainya, membunuh manusia yang tak bersalah sepenuhnya dilarang. Ini sangat jelas.

Ketika saya datang ke Amerika Serikat, pergi ke Inggris, ada banyak organisasi Muslim yang mengutuk semua pengeboman yang terjadi di transportasi publik di London, kami mengutuknya.

Saya pergi ke Amerika dan menemukan beberapa organisasi Muslim mengutuk apa yang terjadi pada peristiwa 9/11. Saya setuju dengan mereka. Saya setuju bahwa apa yang terjadi pada peristiwa 9/11, beberapa ribu orang terbunuh, dan ini harus dikutuk. Siapa yang melakukannya? Saya tidak tahu.

Saya tidak mengatakan Muslim yang melakukannya. Adalah media yang mengatakannya, tapi tidak ada buktinya. Tetapi siapapun yang melakukannya, jika Anda melihat di internet, ada berbagai dokumenter yang menunjukkan bahwa itu ulah pemerintah (inside job).

George Bush yang melakukannya, saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Siapapun yang melakukannya, membunuh ribuan orang pada peristiwa 9/11 haruslah dikutuk. Lebih dari 50 orang terbunuh pada pengeboman kereta di London, dan itu harus dikutuk. Lebih dari 100 orang terbunuh di Bombai pada Juli beberapa tahun lalu di kereta, itu harus dikutuk.

…Tetapi jangan berhenti di sini…

Saya juga mengutuk ribuan orang yang terbunuh di Afghanistan, ribuan orang yang terbunuh di Irak, ribuan orang yang terbunuh di Palestina. Saya menyebutnya sebagai kejahatan kerah putih. Anda tahu apa yang mereka lakukan?

…Mereka meluncurkan misil dan bom…

Di Palestina, penduduknya melawan dengan batu, dan mereka menyebut kami teroris. Amerika mengirimkan pesawat pengebom, misil patriot, mereka juga mengirim bom kluster. Bom kluster jika terjatuh, terpecah menjadi banyak bom, dan membunuh ribuah orang Afghan. Untuk apa? Ini adalah operasi tersembunyi.

Apa yang kita temukan, adalah media yang menggambarkan bahwa Muslim yang melakukan ini.  Saya tahu ada beberapa kambing hitam. Ada kambing hitam di dalam komunitas Muslim. Ada kambing hitam di setiap komunitas.

Media India membicarakan tentang Kashmir, seberapa sering mereka membicarakan Assam, Maoist? Anda tahu ancaman terbesar bagi India adalah Maoist. Apa yang mereka lakukan?

Mereka mengebom kantor-kantor polisi. Mereka membunuh polisi. Pembunuh terbesar di India adalah Maoist. Identitas mereka adalah Hindu.

Siapa yang menyebut mereka “Teroris Hindu”? 

Jika Anda pergi ke Assam, mereka adalah teroris Kristen. Ketika Hindu yang melakukannya, mereka menyebutnya LTTE (Liberation Tamil Tigers Eelam).

Jika Anda pergi ke Inggris, di sana ada IRA (Irish Republican Army). Mereka Katolik. Ada perbedaan besar antara Katolik dan Protestan.

…Tidak ada seorang pun yang menyebut mereka “Teroris Katolik”…

Mengapa?

Jadi tidak ada agama yang membolehkan membunuh manusia yang tidak bersalah. Tetapi ada lebih banyak non-Muslim yang membunuh manusia tidak bersalah dibandingkan Muslim.

Dan muslim yang membunuh orang tidak besalah, maka mereka bukanlah Muslim. Mereka tidak mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Nabi.  Tetapi apa yang dilakukan media adalah mengambil para kambing hitam ini, dan menggambarkan seolah-olah mereka adalah cerminan Muslim.

…Jadi yang paling disalahkan nomor satu adalah media…

Media dapat mengubah hitam menjadi putih, siang menjadi malam, pahlawan menjadi penjahat, penjahat menjadi pahlawan. Anda bisa mendengar ceramah saya “Apakah Terorisme adalah Monopoli Muslim” dan Anda akan mengerti lebih banyak, insya Allah.

Bukti Bahwa Terorisme Sebagian Besar Dilakukan Non-Muslim

Kita sering mendengar media memberitakan bahwa umat Muslim adalah teroris, ekstremis, pembunuh, dan sebagainya. Inilah yang sering diberitakan media, dan menurut saya dalam beberapa kasus, hal ini benar adanya. Memang ada sebagian kecil umat Islam yang bukan hanya baru-baru ini, tapi bahkan sebelum koran dan media diciptakan yang melakukan semua hal itu.

Tapi mari kita lihat sejarah dan lebih objektif. Bukankah orang-orang Yahudi dan Kristen juga melakukan semua itu? Bukankah ada orang-orang Yahudi, Kristen, Buddha, dan Ateis yang juga melakukan pembunuhan, mencuri, dan melakukan terorisme? Tentu saja mereka melakukannya. Seorang kriminal tetaplah kriminal, seorang teroris tetaplah teroris.

Namun tidak pernah disebutkan dalam media bahwa orang-orang Kristen yang pedofil dijuluki “Kristen Pedofil” Kita tidak pernah melihat orang Kristen yang membunuh disebut “Kristen Pembunuh”

Atau orang-orang Yahudi yang membunuh dijuluki “Yahudi Pembunuh”

  • Timothy McVeigh yang melakukan teror dengan bom tidak disebut sebagai Teroris Kristen.
  • Charles Manson yang melakukan beberapa pembunuhan dengan sadis tidak disebut sebagai “Kristen Pembunuh Massal”
  • Israel yang melakukan pembunuhan terhadap anak-anak di Palestina tidak disebut sebagai “Organisasi Yahudi Teroris”. Faktanya mereka telah melakukan beberapa kejahatan terbesar dan terburuk dalam sejarah terorisme, tapi mereka tidak disebut sebagai Kristen Teroris atau Yahudi Teroris.

…Dengan demikian, timbullah pertanyaan, kenapa begitu?…

Kenapa jika seorang Muslim dituduh dan tuduhan ini belum tentu benar, dia belum tentu bersalah, jika seorang Muslim baru saja diduga melakukan sesuatu, maka dia disebut sebagai Islam teroris atau ekstremis Muslim. Kenapa begitu? Karena media di kontrol oleh orang-orang yang ingin mengkambing-hitamkan umat Muslim dan Islam.

  • Hitler membantai 6 juta orang Yahudi dan 60 juta orang pada perang dunia II. Apakah Hitler Muslim?
  • Joseph Stalin (Uncle Joe) telah membunuh 20 juta orang dan 14,5 juta telah mati kelaparan.
  • Mao Tse Tsung dari Cina telah membunuh 14 – 20 juta orang.
  • Siapa yang memulai perang dunia pertama? Apakah Muslim?
  • Siapa yang memulai perang dunia kedua? Apakah Muslim?
  • Siapa yang mengirim bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki? Apakah Muslim?
  • Siapa yang membunuh lebih dari 100 juta orang Indian di Amerika Utara? Apakah Muslim?
  • Siapa yang membunuh lebih dari 50 juta orang Indian di Amerika selatan? Apakah Muslim?
  • Siapa yang menjadikan 180 juta orang Afrika sebagai budak dan 88% dari mereka meninggal dan dibuang di lautan atlantik? Bukan Muslim yang melakukannya.
  • Siapa yang membunuh sekitar 20 jutaan Aborigin di Australia? Bukan Muslim yang melakukannya.

Jika kita menganalisis sejarah dan bertanya:

  • Siapa yang terus menjalankan “perdangangan manusia internasional” yang menyebabkan 80.000.000 orang di perjual-belikan layaknya babi-babi dan anjing selama lebih dari 400 tahun? Yang melakukan ini bukan Muslim! Mereka adalah orang-orang:
    1. Portugal,
    2. Spanyol,
    3. Amerika,
    4. Inggris,
    5. Prancis, dll. 

Semuanya adalah negara Kristen dan mereka bekerjasama dengan gereja Katholik.

…Yang jadi pertanyaan, kenapa mereka tidak disebut orang-orang Kristen teroris?…

Ketika Conquistador dan pasukannya pergi ke Amerika Selatan dan merusak negara-negara di Amerika Selatan, membunuh penduduknya, meracuni sumber daya alamnya, mereka malah diberkati oleh gereja dan sampai saat ini mereka masih diberkati oleh gereja.

…Dan tak seorangpun menjuluki mereka “Kristen Teroris”…

Ketika orang-orang dari Inggris datang ke benua Australia, sudah ada penduduk pribumi yang hidup di Australia, bukan orang-orang Inggris yang menemukan benua Australia karena sudah ada orang yang tinggal disana.

“Aku bisa saja datang ke rumah kalian, kemudian menghancurkan rumah kalian, mendirikan rumahku sendiri di atas tanah kalian, kemudian mengatakan bahwa rumah itu sekarang jadi milikku, dan mengusir kalian”

Jadi sudah ada orang-orang yang hidup di Australia yang sekarang disebut suku Aborigin. Dan sekarang orang-orang menjuluki penduduk asli Australia dengan sebutan suku Aborigin, tapi menyebut para pendatang dengan sebutan orang Australia.

Dan sekarang mereka memiliki peradaban yang maju di Australia, ada banyak kota besar seperti Sydney, Brisbane, Melbourne. Sejarah kelam mengenai pembantaian suku Aborigin sudah terlupakan sekarang, tapi masih saja terorisme yang dilakukan pemerintah berlanjut. Baik terorisme oleh pemerintah atau individu tidak bisa dibenarkan! 

Dan Australia di rebut dengan pertumpahan darah dan pembunuhan. Orang-orang Inggris yang datang ke Australia membunuh dan mengusir suku Aborigin dengan paksa.

…TANPA KERAGUAN, INI ADALAH TERORISME MURNI…

Begitu juga orang-orang Indian di Amerika, mereka menyebutnya Suku Indian, mereka tidak disebut Orang-orang Amerika. Ketika Cristopher Columbus berlayar untuk mencari India, dia malah terdampar di sebuah tempat yang sekarang disebut Amerika, tapi berani-beraninya mereka, meskipun mereka tahu bahwa benua itu bukanlah India, masih saja mereka menyebut penduduknya “suku Indian.”

Dan hari ini, mereka menyebut penduduk aslinya dengan sebutan Indian, tapi mereka menyebut diri mereka sendiri orang Amerika.

…TANPA KERAGUAN, INI ADALAH TERORISME MURNI…

Tetapi tak ada seorang pun yang menyebut mereka orang-orang Kristen teroris. Dan di sisi lain, kita tak dapat menyebut  sebagian orang di Afghanistan, Chechnya, Kashmir, Palestina, Somalia, atau sebagian orang di Indonesia sebagai teroris.

Ketika para non-Muslim mengakui sejarah mereka sendiri bahwa para non-Muslim ini melakukan hal yang sama, tapi mereka menjustifikasikannya.

Kejahatan tetaplah kejahatan, entah apakah dilakukan oleh orang yang tidak berpendidikan atau dilakukan oleh orang yang berpendidikan.

Kejahatan yang dilakukan pemerintah sama buruknya dengan kejahatan yang dilakukan individu. Tapi kejahatan yang dilakukan pemerintah tidak diperiksa karena mereka yang punya kuasa, dan tak ada seorang pun yang bisa memeriksa mereka, tapi pemerintah punya kuasa untuk memburu individu tertentu dan memeriksa mereka.

Memang benar sebagian Muslim bertanggung jawab atas sebagian kerusakan tentang Islam. Beberapa kesalahpahaman tentang Islam adalah hasil dari perilaku buruk sebagian kecil umat Muslim, tapi mari kita lebih adil dan objektif.

Gelar Teroris itu Buatan Orang Kafir

Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan hafizhahullahberkata,
“Orang-orang kafir sejak dahulu telah memerangi kaum muslimin. Mereka yang selalu memberikan gelaran yang tidak baik para orang Islam, supaya orang-orang menjauh dari Islam. Sebagaimana yang Allah sebutkan,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).

Orang kafirlah yang menggelari orang Islam dengan teroris, segala sifat jelek disematkan pada orang Islam. Padahal sebenarnya itu bukan ajaran Islam, namun ajaran dan karakteristik orang kafir.

Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut.

Supaya kita terlepas dari tuduhan jelek tersebut, maka hendaklah dijelaskan bahwa tindakan teror semacam itu bukanlah bagian dari Islam. Itu hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan (alias: ma’shum) adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan 1: 416, soal no. 247).

Dan hari ini Anda dapat melihat bahwa muslim selalu menjadi korban. Lihatlah Burma, Yaman, Suriah, Irak, Afghanistan, Palestina, dan negara-negara Islam lainnya.

Jadi masalah Islam atau Muslim dikatakan orang-orang fanatik adalah tidak adil, karena Islam hanyalah sebuah jalan hidup.

Media-media tak sedikit pun mengaitkan teroris katolik dengan nama baptis itu dengan tindakan terorisme. Di sini tampak sekali bahwa media-media mainstream adalah media-media bayaran, tak punya moral, dan memihak ideologi-ideologi dan agama-agama tertentu.

Semoga dengan kejadian ini membuka kesadaran umat Islam bahwa mereka selama ini telah difitnah dan agama mereka telah dinistakan. Dan bahwa yang diperangi adalah agama Islam dan umat Islam.

image

image

image

…Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Dan tanpa Allah, saya tidak bermanfaat…

Referensi

  • ^http://islamqa.info/ar/117724
  • ^http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_terorisme
  • ^https://eralistyorini.blogspot.co.id/2015/04/mengapa-hanya-muslim-yang-disebut.html?m=1
  • ^http://www.pkspiyungan.org/2015/10/terorisme-hanya-berlaku-untuk-islam.html?m=1
  • ^http://www.lampuislam.org/2013/08/bukti-bahwa-terorisme-sebagian-besar.html?m=1
  • ^http://tabayyunnews.com/2015/11/mengapa-hanya-muslim-baru-dikatakan-teroris/
  • ^http://rumaysho.com/10511-islam-mengajarkan-terorisme.html

 

Iklan

One response »

  1. […] juga: Terorisme & Islam, 2 (Dua) Kata Yang Dibuat Melekat Oleh Aparat Antara Terorisme & Islam Khutbah Imam Katolik: Muslim bukanlah […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s