Lanjutan dari Bali Hina Muslim? Boikot! (Bagian Pertama)


Peran Ekonomi Syariah Makin Meningkat

Sementara itu, (Eks) Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, saat ini ekonomi syariah berkembang cukup baik melampaui bank konvensional. Namun peran ekonomi syariah harus lebih ditingkatkan di berbagai sektor mulai dari perdagangan, perbankan, asuransi dan lainnya.

“Perannya harus ditingkatkan baik dalam asuransi dan perbankan, selain itu tingkat  kepercayaan masyarakat masih harus ditingkatkan,” kata Menag Suryadharma Ali di sela-sela pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES).

Menag mengakui, akhir-akhir ini ekonomi syariah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun kemampuan ekonomi syariah untuk menjangkau lapisan masyarakat masih jauh di bawah bank konvensional.

“Harus terus digalakkan adanya kesadaran menggunakan ekonomi syariah,” ujar Menag.

Mengenai pemanfaatan ekonomi syariah oleh Kementerian Agama, Menag mengungkapkan, pihaknya telah menggunakan syariah untuk bank-bank penerima setoran haji, zakat dan wakaf.

“Saat pertama jadi Menteri Agama uang haji di sukuk Rp 2,7 trilyun, sekarang Rp 35 trilyun,” terang Menag.

Mengenai pengalihan uang haji dari bank konvensional ke bank syariah, Mernag mengatakan, ada proses pemindahan secara bertahap, dan tidak bisa serta merta. Selain itu pihaknya memperhatikan prinsip atau asas prudential atau kehati-hatian.

“Kita harus memperhatikan kondisi bank syariah, padahal  masyarakat Indonesia terpencar di ribuan pulau banyak yang terpencil dan belum terjangkau bank syadiriah,” terang Menag.

Lihat! Presiden SBY saja meresmikan GRES alias Gerakan Ekonomi Syariah yang berlaku secara nasional. Berarti Presiden SBY anti Pancasila, dong? Yang Pancasilais hanya orang bali aja?

Bank dan hotel Syariah serta sertifikasi halal di Bali dibangun untuk memfasilitasi muslim yang sedang liburan ke Bali. Bukan hanya muslim Indonesia aja, tapi muslim seluruh dunia yang ingin liburan ke bali. Jangan salah, muslim yang bisa jadi pangsa pasar wisata bali sangat besar. Indonesia saja punya 200 juta muslim, belum lagi muslim dunia yang jumlahnya 1,5 milyar lebih. Tapi kalo tidak berkenaan dengan kehadiran muslim, ya, sekalian saja pasang banner “maaf, kami tidak terima muslim di wilayah ini”. Jadi kami yang muslim ini juga bisa pasang banner di seluruh pulau di Indonesia yang mayoritasnya muslim dengan tulisan, “maaf, selain muslim, dilarang menginjakkan kaki di sini.” Deal?

Muslim di Indonesia ini sudah sangat toleran, jadi jangan membangunkan naga yang sedang tidur. Di negeri mayoritas muslim ini, nyepi jadi hari libur nasional, padahal di india, amerika, atau negara lain yang bukan mayoritas muslim, nyaris tidak ada yang memberikan libur untuk hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Orang Hindhu bebas berbisnis di Jawa, Sumatera, dan wilayah mayoritas muslim. Tayangan mahabharata, mahadewa, dan film-film india lainnya yang penuh dewa-dewa juga bisa bebas lalu-lalang di TV mayoritas muslim. Kenapa giliran kami yang ingin berkarya, justru dibatasi? Jumlah kami 50 kali lipat lebih besar dari Bali jadi jangan menyudutkan mentang-mentang jadi mayoritas di satu pulau. Bali juga salah satu provinsi Indonesia! Setahuku, sampai saat postingan ini ditulis, nggak ada wilayah khusus dimana ekonomi syariah dilarang. Jadi tidak ada alasan menolak ekonomi syariah hanya karena isu SARA seperti ini.

Kalau memang tidak bisa menerima unsur-unsur Islam, jadi muslim juga berhak dong mencoret nyepi dari daftar hari libur nasional, memblokir tayangan mahabharata/mahadewa/film-film india/sinetron buatan sineas india di TV nasional, juga melarang semua bisnis masyarakat bali dan hindu di tanah Jawa dan pulau-pulau lain yang mayoritas muslim. Gimana?

Menurutku pemerintah pusat perlu turun tangan dalam hal ini, seperti kasus penolakan jilbab di sekolah bali waktu itu.  Kami, umat Islam, bisa menghormati umat beragama lain, jadi kami mengharapkan umat beragama lain pun bisa menghormati kami, baik dalam ekonomi maupun cara hidup kami yang berbasis syariat Islam.

Berikut endorsement dari MUI

Ketua MUI Bogor Kecam Pernyataan Tokoh Bali yang Menolak Bank Syariah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang kerukunan umat beragama Ustaz Iyus Khaerunnas mengecam pernyataan anggota DPD Bali terpilih Arya Wedakarna yang menolak ekonomi syariah dan moratorium bank syariah di Bali. Pernyataan Arya dianggap provokasi dan merusak kerukunan beragama.

image

“Sangat disayangkan, di negara Pancasila masih saja ada kasus yang melarang bidang-bidang yang berlandaskan Islam. Sebelumnya mereka juga melarang simbol-simbol Islam seperti jilbab dan melarang pemakaian peci oleh petugas jalan tol saat momen ramadhan kemarin. Ini duri kecil tapi sangat mengganggu,” ujar Ustaz Iyus kepada Suara Islam Online, Senin (11/7/2014).

Menurutnya, kerukunan yang sudah berjalan dengan semangat 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terjaga dengan baik karena posisi umat Islam mayoritas. “Tetapi lihat di negara lain, jika posisi umat Islam minoritas maka yang terjadi keadaan seperti di Rohingya, Xinjiang dan lain-lain. Disana umat Islam dilarang puasa, shalat berjamaah, bahkan mereka dibunuhi karena sebagai muslim,” kata Ustadz Iyus.

Sebelumnya, Arya Wedakarna, dalam laman facebooknya menulis status yang menyatakan penolakannya terjadap perbankan syariah di Bali.

“Aliansi Hindu Muda Indonesia dan Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) hari ini berdemonstrasi di depan Kantor Bank Indonesia Denpasar untuk moratorium/stop izin Bank Syariah di pulau seribu pura. Bersuaralah anak anak muda Hindu. Pertahankan ekonomi Pancasila ! Lanjutkan !!!”, tulis President World Hindu Youth Organisation (WHYO) itu.

Selain menolak bank syariah, ia juga pernah menuduh orang-orang Islam sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bali dan melalui merekalah virus HIV/AIDS disebarkan untuk menghancurkan generasi muda Hindu Bali.

Sebelumnya, Bali juga tidak mengindahkan aspirasi umat Islam yang tidak setuju dengan Miss World.

Aliansi Hindu Muda Bali Siap Perang Dengan Ormas Penentang Kontes Miss World

Kontes Miss World yang digelar mendapat penolakan keras dari berbagai Ormas Islam. Karena ajang tersebut adalah umbar aurat dan maksiat serta tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Ditengah maraknya protes dan penolakan Umat Islam terhadap acara tersebut, Aliansi Hindu Muda Bali mengibarkan dukungan untuk acara itu.

Sekitar 100 orang anggota Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali menggelar aksi unjukrasa di Lapangan Puputan Badung atau didepan Kantor Walikota Denpasar, Bali. Sebagai bentuk dukungan bagi penyelenggaraan Miss World di Bali, ratusan demonstran membawa poster dan spanduk kecaman terhadap Ormas Islam di Indonesia yang anti Pancasila dan hendak mengganggu keamanan Bali.

Koordinator Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali I Gede Mas Megantara mengklaim jika penolakan yang dilakukan MUI dan juga FPI terhadap kontes Miss Word di Bali sangat tidak beralasan. “Kontes Miss World itu bukan pamer aurat atau porno aksi. Panitia sudah berjanji bahwa tidak ada itu istilah bikini. Mereka tetap akan mengikuti adat dan budaya Bali. Jadi tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam kontes Miss World itu sendiri,” ujar Megantara, di Denpasar, Senin (2/9), seperti dilansir beritabali.

Selain berorasi, para demonstran juga membagi-bagikan selebaran yang berisikan tentang 5 butir sikap dari Aliansi Hindu Muda Indonesia Bali kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Walikota Denpasar.

“Urus saja moralmu sendiri, Bali tidak ikut campur urusan MUI. MUI jangan ikut-ikutan urus Bali, ini wilayah adat Hindu bung, Miss World itu ada di Bali. Usir Ormas agama pengganggu di Bali. Kami menolak MUI ikut campur dalam urusan Bali. Warga Bali siap hadapi Ormas Islam anti Pancasila yang mengganggu keamanan Bali,” tantangnya.

Aliansi Hindu Muda Bali, menurut Megantara siap melakukan apa saja, bila ada Ormas yang ingin mengganggu Bali. Baginya, dengan kontes tersebut, Bali akan terpromosi secara gratis baik produk pariwisata, adat serta kebudayaan Bali akan semakin dikenal dunia. “Kita dapat promosi gratis. Dampak positifnya sangat besar, keuntungan secara ekonomi juga luar biasa,” tegasnya.

Kalau ormas di bali merasa berhak menjaga adatnya, berarti kami, muslim, juga berhak mempertahankan syariat Islam!  Jangan hanya menuntut untuk dihargai, namun tidak mau menghargai yang lain. Toleransi berat sebelah macam itu jelas tidak adil!

Padahal kalau sedang berada di wilayah mayoritas muslim, sering sekali melantunkan semboyan-semboyan bhinneka tunggal ika, toleransi, dan anti diskriminasi. Tapi coba lihat ini!

image

Mana tuh toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi yang selama ini sering dilantunkan itu? Kenapa taringnya jadi tumpul di depan umat Islam? Muslim Indonesia juga memiliki hak yang sama untuk menuntut kebhinnekaan, toleransi, dan perlakuan yang tidak diskriminatif! Jangan muslim aja dong yang diharuskan untuk toleran, umat beragama lain juga wajib toleran! Dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika juga tidak ada pengecualian terhadap agama tertentu. Jadi semua yang pada koar-koar tentang HAM, SARA, toleransi, kebhinnekaan, dan anti diskriminasi HANYA pada saat yang merasa didzalimi adalah nonmuslim, seyogyanya bukan pejuang kesetaraan yang sejati! Jangan-jangan pejuang kesetaraan abal-abal itu hanya bersuara jika ada pesanan dari donatur?

Saya harap pemerintah tidak menggunakan double standard dalam menilai urusan SARA seperti ini dan menyelesaikan perkara ini dengan adil. Karena kalau tidak, masyarakat akan turun tangan sendiri menyelesaikannya dan itu bisa menimbulkan konflik.

FPI Ultimatum Umat Hindu Bali agar Tidak Zalim terhadap Umat Islam

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengecam keras tindakan intoleran sejumlah warga Bali yang baru-baru ini melarang pemakaian jilbab dan menolak keberadaan Bank Syariah di Bali. Ia menghimbau kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan aparat yang menguasai wilayah Bali untuk segera melakukan tindakan-tindakan konkrit, jangan sampai ada umat Islam yang dizalimi disana.

“Kami ingatkan umat Hindu di Indonesia, selama ini kami umat Islam tidak pernah mengganggu kalian, kami tidak pernah usil kepada kalian. Kalian bertransmigrasi ke Kalimantan, ke Sumatera, ke Sulawesi, kemana-mana ke perkampungan muslim, tidak ada umat Islam yang mengganggu kalian. Bahkan petani-petani Hindu yang ada di Mesuji ketika dizalimi oleh para pengusaha, FPI yang membantu susah payah sampai mereka mendapatkan tanahnya kembali,” kata Habib Rizieq saat acara Milad FPI ke 16 di Petamburan Jakarta, Ahad (17/8/2014).

Umat Islam, kata Habib Rizieq, sangat menghormati perbedaan pendapat maupun agama. Umat Islam juga tidak pernah mengusik umat beragama manapun, sepanjang mereka tidak usil kepada umat Islam.

“Tapi hati-hati, jika umat Hindu di Bali coba-coba kurang ajar terhadap umat Islam, jangan salahkan umat Islam jika nanti melakukan pembalasan,” tegas Habib Rizieq.

Imam Besar FPI ini juga memperingatkan agar umat Hindu bisa menghargai perbedaan antar umat beragama.

“Jangan kalian sombong, jangan kalian sok jago, sok berani. Kalau kalian ganggu umat Islam, jangan salahkan kalau besok umat Islam ramai-ramai berjihad ke Bali untuk membela umat Islam disana,” pungkasnya.

Tapi rupanya ada juga solusi damai untuk masalah ini selain bentrokan. Simak:

Yang Melarang Menggunakan Kerudung dan Pendirian Bank Syariah Bisa di Meja Hijaukan

Persoalan larangan pemakaian kerudung dan Bank Syari’ah di Bali merupakan persoalan klasik yang selalu terulang bila umat Islam menjadi minoritas di suatu daerah. Menurut hemat kami, larangan penggunaan simbol-simbol Islam di pulau Bali ataupun di daerah lain di Nusantara ini adalah pelanggaran konstitusi negara yang telah jelas tertuang dalam Undang-undang Dasar 45 Pasal 29 ayat 1 dan 2. Hal ini dikatakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Persis Jawa Barat Ustadz Syarif Hidayat, M.Pdi

“Sehingga persoalan ini bisa di meja hijaukan sebenarnya,” katanya kepada voa-islam.com, menanggapi penolakan dan pelarangan  menggunakan kerudung bagi karyawan umat Islam di Bali oleh penganut Hindu, pada Selasa (19/08) melalui surat elektronik.

Namun, Ustadz Syarif melanjutkan, di balik keprihatinan kita terhadap umat Hindu yang telah merusak norma atau konstitusi negara tersebut adalah fakta yang sangat jelas betapa umat non muslim adalah umat yang sangat tidak toleran bila mereka menjadi mayoritas.

“Untuk itu, amat heran jika ada sebagian kalangan petinggi negeri ini yang selalu memojokkan umat Islam berkenaan dengan sikap tegas mereka terhadap umat lain, semisal larangan umat Islam untuk tidak mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nashrani, sering dianggap intoleransi. Padahal yang jelas-jelas intoleransi mah adalah sikap arogan umat Hindu di atas.” paparnya.

Ustadz Syarif juga menyatakan lantas kenapa sebagian kalangan yang selalu mendengung-dengungkan pembela HAM (Hak Asasi Manusia) dalam hal ini nyaris tidak terdengar suaranya, amat berbeda jika “korban” ketidakadilan versi mereka itu umat non-muslim.

“Jadi, mari kita bela hak-hak keagamaan Umat Islam di daerah manapun di negeri ini yang ingin melaksanakan keyakinan Agama (Islam) mereka dalam beribadah dan bermu’amalah dengan menyatupadukan tali ukhuwah islamiyyah kita semua,” ajak pria yang menjadi guru di SMK ini.

“(Maaf) kepada (kelompok dan penganut – red.) Islam liberal dan (pengidap) Islamopobhia sebaiknya Anda diam bila tidak memberikan solusi terbaik bagi ketenteraman dan kenyamanan kami dalam menjalankan Syari’at Islam se-kaffah-kaffahnya di negeri ini,” pungkasnya.

image

Namun bukan berarti pemerintah boleh lepas tangan karena meskipun ada kemungkinan untuk selesai secara damai, bisa saja terjadi bentrokan antar massa di luar. Karenanya intervensi pemerintah sangat diperlukan sebelum pecah konflik.

Ayo pemerintah! Galakkan lagi Bhinneka Tunggal Ika di seluruh Indonesia!

BOIKOT!

Jika merasa perlu melakukan sesuatu untuk hal ini, maka kita bisa boikot terhadap produk-produk berikut:

1. Bali

image

Sebagai dampak dari intoleransi bali terhadap syariat Islam, aku memutuskan untuk memboikot bali dari daftar destinasi liburanku sampai mereka mau menghargai kepentingan umat Islam di sana. Lagian masih banyak destinasi wisata lain yang tidak kalah indah dan juga lebih muslim-friendly.

2. Mahabharata/Mahadewa/Sinema buatan sineas asal India/Sinema Bersetting Bali&Hindu

Nggak ada lagi mahabharata atau mahadewa dalam daftar sinema yang kutonton di TV. Film-film india juga termasuk, meskipun dibintangi shahrukh khan, amir khan, atau salman khan. Begitu juga film/sinetron/FTV/aneka karya lain buatan sineas india di Indonesia seperti ram punjabi (multivision plus), jamu punjabi (MD films), gopi samtani (rapi films), ram soraya (soraya films), dsb. Juga sinema yang bersetting atau bernuansa bali/hindu misalnya FTV, memories in bali, saranghae I love you, atau eat, pray & love dan yang lain. Kan banyak tuh FTV yang bernuansa Bali. Bahkan ada satu PH yang spesialis bikin FTV dengan setting bali, hanya saja aku lupa namanya. So, lain kali kalau aku nemuin FTV bersetting bali lagi, bakal langsung ubah saluran.  Termasuk sinema mahabharata yang dibuat Indonesia oleh trans tv. No more!

3. Hypermart, Hoka–Hoka Bento, Smartfren, dan Taman Nusa Gianyar

Ini karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendukung pelaksanaan syariat Islam sepenuhnya. Seharusnya cukup dijelaskan bahwa mengenakan jilbab/peci di bulan Ramadhan sampai Idul Fitri bagi pegawainya bukan pemaksaan, tapi hanya imbauan saja. Dengan begitu, nggak ada alasan lagi untuk menghentikannya karena tidak ada yang dirugikan sebenarnya. Yang mau pakai silakan, yang enggak juga silakan, bukankah begitu? Dengan demikian, akan nampak lebih toleran jika karyawan di bali pada bulan puasa, atas keinginan sendiri atau memang yang muslim, menyambut pelanggan dengan busana Islami.

Akan tetapi, yang terjadi adalah perusahaan-perusahaan tersebut meminta maaf dan mencabut imbauan penggunaan atribut Islami dengan alasan karena tidak ingin mengganggu budaya bali. Entah sadar atau tidak, pada saat bersamaan, mereka juga menafikan adanya umat mayoritas di Indonesia yang juga butuh dimengerti dan dihormati. Karenanya, silakan cari pelanggan lain karena sebagai muslim, aku merasa tersinggung dengan dicabutnya imbauan yang sebenarnya bertujuan menegakkan toleransi antar umat beragama tersebut.

4. Niluh Djelantik

image

Ini adalah merk sepatu asal bali.

5. Grup Santrian

image

Grup asal bali ini mengelola jaringan perhotelan (puri santrian – griya santrian – royal santrian – south lombok resort) – resto (arena sport café – mezzanine – the village) – transportasi (sekar menuh) – rafting dan seawalker. Don’t wanna go there. Ever.

6. Baju, Aksesoris, Makanan, Sarung, Ukiran, Tarian, Acara atau Apapun yang Khas Bali

Kali aja ada yang jual barang atau menyelenggarkan acara khas bali dekat rumah, jadi aku akan berhati-hati biar tidak sampai membeli atau berpartisipasi di dalamnya. Nggak ada lagi deh sarung bali, ayam betutu, ukiran, lukisan, gelang-gelang, or anything related to it. Toleran dulu dong dengan kepentingan umat Islam, biar aku juga nanti toleran.

7. Kaos Joger

image

Ini adalah kaos asli bali yang memiliki toko sendiri di sana. Dulu kaos jenis ini adalah favoritku, tapi sekarang sudah nggak lagi. Langsung masuk daftar boikot! Lagian kaos jenis ini sudah banyak di pasaran dengan merek yang berbeda

8. Coco Group

image

Ini adalah sebuah grup milik orang bali yang mencakup coco supermarket, cocomart, pusat oleh-oleh sunset bali, coco hotel, coco gourmet,coco roti (bread pastry), coco cafe, dan 9ninemart. Masuk daftar boikot!

8. Bali Alus

image

Dari namanya, udah keliatan kalau produk kecantikan ini dari bali. Masih banyak produk sejenis, jadi nggak masalah meski dicoret dari list 😀

9. Burger Edam

image

Suprisingly ternyata punya orang bali, burger edam kini harus masuk daftar list boikot.

10.  Artis asal Bali

Artis-artis asal bali juga masuk daftar boikot. Produk film FTV, sinetron, acara, lagu, dll yang mereka bawakan juga akan turut masuk daftar blacklist meskipun bukan sepenuhnya balinese karena dianggap turut mendukung  mereka.

Ini dia daftar artis asal bali:
  • Deasy Arisandi – penyanyi
  • Dewi Hughes – aktris, presenter
  • Gusti Ayu Laksmi – penyanyi rock
  • Ida Ayu Kade Devie – aktris
  • Ida Bagus Made Oka Sugawa – aktor
  • Ikranegara – aktor
  • Inka Christie – penyanyi
  • I Wayan Balawan – musisi, gitaris
  • Luna Maya – aktris, presenter, penyanyi
  • Nyoman Ayu Lenora – aktris
  • Oka Antara – aktor
  • Putu Sutha – Penyanyi
  • Putu Wijaya – penulis, sutradara
  • Rony Dozer – aktor, komedian
  • Rara Wiritanaya – presenter
  • Sandrina Malakiano – aktris, presenter
  • Sheila Marcia Joseph – aktris
  • Tracy Trinita – model, aktris
  • Superman Is Dead – Grup Band
  • Ice Cream Attack – Grup Band
  • Isyana Bagoes Oka – jurnalis MetroTV

11. Grup Waka

image

Kelompok usaha grup ini adalah waka land cruise – waka ume – waka nusa – waka maya – waka gangga – waka shorea – waka abian – waka namya – waka barong – hotel oberoi bali – hotel oberoi lombok – waka dive – konsultan manajemen – biro arsitektur – transportasi (dian taksi – rental mobil – kapal penumpang wisata) – periklanan (matamera advertising) – hotel di manado – hotel di bintan. Akan berhati-hati kalau ke hotel, deh.

12. Media Bali Post

image

Yang masuk daftar boikotku berikutnya adalah kelompok media bali post dengan basis operasional bali dan mataram. Kini juga merambah jakarta, jogja, bandung, semarang, palembang, dan aceh-. Bidang usaha koran (bali post, denpost, bisnis bali, suara ntb, dan prima), tabloid (tokoh, bali travel news, wiyata mandala, dan lintang), radio (swara widya besakih, global kinijani, genta bali, singaraja fm), tv (bali tv,  jogja tv, semarang tv, bandung tv, palembang tv, dan aceh tv-).

13. Grup Kusemas

image

Ini adalah kelompok usaha kusemas : kusemas bali hotel – vila – resort – pt kusemas citramandiri (pengembang rumah sederhana) – ruko permata anyar – griya tantra trisna – bumi dalung permai – permata nambi – new bumi dalung permai – toko di dalung – rumah mewah – perumahan migas – perumahan perbankan – travel – money changer – kebun kelapa sawit di kalimantan – rumah makan waralaba ayam bulungan – refleksi dan spa – gallery phone shop – bank perkreditan rakyat – minimarket. Juga masuk daftar boikot!

14. Hardy’s

image

PT Hardys Retailindo berbasis operasional di bali dan jatim. Bidang usaha super market yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di bali dan beberapa kota lain seperti Banyuwangi, Jember, dan Mataram. Hardy’s kini bekerja sama dengan PT Ramayana Lestari Sentosa.

Kelompok Usaha hardy’s : pt.hardys retailindo group – hardy’s gatot subroto – hardy’s sesetan – hardy’s tukad pakerisan – hardy’s tabanan – hardy’s sanur – hardy’s gianyar – hardy’s buleleng – hardy’s negara – hardy’s karangasem – hardy’s banyuwangi – hardy’s mataram – hardy’s jember.

Akan mengingatnya deh kalau jalan-jalan ke tempat-tempat tersebut.

15. Grup Ganeca

image

Basis operasional di bali dan bandung. Bidang usaha hotel (hotel sol lovina berkapastas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di nusa dua), printing supplier, dan minuman anggur (indico wine). Kini grup ganeca prima membawahkan 11 anak usaha dan membangun bali trade centre.

Kelompok Usaha Keluarga: hotel sol lovina (hotel sunari lovina) – kelompok pendidikan ganesha – percetakan ganesha – trading company di bandung dan jakarta – perusahan jasa lainnya. Noted!

16. Kopi Kupu-Kupu Bola Dunia

image

Kopi ini diproduksi oleh pt putra bhineka perkasa yang juga memberikan pelatihan tentang kopi dan memiliki usaha lainnya yaitu jazz bar,  grill cafe, juga  kopi bali house.

17. PT Krishna Kreasi

image

Bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (ubud, jakarta, dan surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata. Perusahaannya kini berjumlah 12. Akan ingat-ingat kalau suatu saat melamar pekerjaan.

18. PT. Karya Oles Tokcer

image

Bidang usaha produksi dan perdagangan obat alternatif, pupuk alternatif, resto, media (dua koran dan tiga radio), klinik pengobatan, dan lembaga penelitian dan pendidikan. Jumlah produk 32 buah mulai dari madu, jamu, gelang penyembuh, pupuk, hingga penghemat bahan bakar kendaraan. Punya 39 kantor cabang pemasaran. Well, akan selalu dicatat pas beli obat-obatan herbal.

19. Century 21

image

Mungkin mengejutkan untuk pecinta film atau yang hobi nonton di bioskop tapi alhamdulillah, aku tidak hobi nonton jadi nggak ada masalah boikot yang beginian.

20. Texmaco

image

Ini adalah sebuah grup bisnis yang terdiri dari banyak lini usaha, bahkan ada STT texmaco juga rupanya. Nggak pernah bertransaksi dengan grup ini tapi dipastikan tidak akan melamar pekerjaan kesini selama boikot.

21. TVS dan Bajaj

image

Produsen kendaraan bermotor tvs mulai aktif beriklan di Indonesia. Sementara itu meskipun lebih sepi publikasi, bajaj, yang juga produsen motor, telah ada websitenya di Indonesia. Meskipun aku lagi butuh motor baru, merknya nanti harus bukan tvs maupun bajaj.

22. K.Haloomal & Co dan Luxury 22

image

K. haloomal & co adalah usaha karpet milik ram berwani. Sementara luxury 22 adalah milik jawahar punjabi. Alert! Alert!

23. Lembaga Pendidikan

image

Untuk lembaga pendidikan, di jakarta berdiri gandhi school di pasar baru, khalsa school di medan, nehru school di medan, dan saraswathi school di surabaya. Yayasan pendidikan satya sai baba indonesia juga didirikan tahun 2000. Meskipun sekolahnya ada yang berlabel internasional, tapi tetap saja tidak menghalanginya untuk masuk daftar boikot.

Meskipun mungkin belum meng-cover semuanya, yang pasti semua bisnis yang terkait dengan bali dan hindu adalah sasarannya. Dengan tidak pergi ke bali, berarti sudah ikut memboikot. Silakan bagi yang mau mengoreksi atau menambahkan.

Boikot ini baru akan dihentikan jika bank dan hotel syariah juga semua pebisnis muslim bisa melanjutkan bisnis dengan aman di bali. Juga apabila tidak ada lagi seruan yang cenderung menyudutkan Islam di sana.

Boikot adalah salah satu cara yang damai untuk memprotes tindakan yang keterlaluan dari suatu entitas. Kalau orang-orang barat bisa boikot bisnis Sultan Brunei hanya karena beliau menegakkan syariat Islam di negaranya (yang padahal tidak berlaku atas mereka juga tidak membunuh siapapun ataupun menimbulkan demonstrasi dan kekacauan), berarti muslim juga bisa dong memboikot entitas yang menolak syariat Islam dan menyusahkan sesama muslim! Gara-gara boikot, zionis sudah mengalami kerugian miliaran dolar, jadi kegiatan ini ternyata bisa juga memberikan dampak signifikan tanpa harus ribut-ribut. Setidaknya mulai dari diri sendiri dulu, siapa tahu selanjutnya yang lain terinspirasi. Paling tidak bisa merasakan kebanggaan saat uang yang sudah didapatkan dengan susah-payah tidak digunakan untuk mendukung mereka-mereka yang membuat susah saudara-saudara sesama muslim.

Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam”
(Shahih Muslim No.4685)

Semoga umat Islam Indonesia selalu mendapat perlindungan dari Allah. Amin.

Referensi

  • ^https://nessiaprincess.wordpress.com/2014/08/17/syariat-islam-ditolak-perlukah-boikot-bali-mahabharata/
  • ^http://posbali.com/manejemen-smartfren-kami-tak-ada-maksud-lain/
  • ^http://news.okezone.com/read/2014/07/16/340/1013803/aliansi-hindu-bali-tolak-petugas-tol-berkerudung
  • ^http://www.suara-islam.com/read/index/11596/Jejak-Permusuhan-Arya-Wedakarna-terhadap-Islam
  • ^http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2013/11/18/7341/canangkan-gres-sby-harap-indonesia-jadi-kekuatan-baru-ekonomi-syariah.html
  • ^http://vedakarna.net/hypermart-hoka-bento-smartfren-dan-taman-nusa-minta-maaf-ke-umat/
  • ^http://vedakarna.net/tolak-hotel-syariah-di-kuta/
  • ^http://www.gemaislam.com/berita/indonesia-news-menuitem/1435-aliansi-hindu-muda-bali-siap-perang-dengan-ormas-penentang-kontes-miss-world
  • ^http://www.suara-islam.com/read/index/11602/Ketua-MUI-Bogor-Kecam-Pernyataan-Tokoh-Bali-yang-Menolak-Bank-Syariah
  • ^https://www.facebook.com/photo.php?fbid=333651396789706
  • ^http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/05/08/2011/Ini-Dia-daftar-Orang-Terkaya-di-Bali/201107020269
  • ^http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_Bali
  • ^http://setabasri01.blogspot.com/2012/05/penyebaran-etnis-india-di-indonesia.html
  • ^http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/08/21/32341/yang-melarang-menggunakan-kerudung-dan-pendirian-bank-syariah-bisa-di-meja-hijaukan/
Iklan

One response »

  1. […]  Selanjutnya: Bali Hina Muslim? Boikot! (2) […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s