Menurut JK:

1. “Bisa Hancur Negeri Ini kalau Jokowi Jadi Presiden”

Menurutnya, pria yang biasa disapa Jokowi itu belum pantas diusung jadi capres.

image

Dia menyarankan agar Jokowi konsentrasi dulu dengan pekerjaannya sebagai gubernur DKI Jakarta. “Jangan berpikir dulu jadi presiden. Karena masyarakat mendukung itu baru dalam tahap harapan, nah harapannya itu harus dibuktikan,” kata JK di kantor pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta.

Selama ini, kata dia, Jokowi dihargai lalu didukung jadi calon presiden bukan karena bukti bahwa kinerjanya membangun Ibu Kota sukses. “Macet masih macet, banjir masih banjir, kumuh masih. Belum ada buktinya sukses,” tegasnya.

Jika berhasil menjadi Gubernur DKI, pria kelahiran Bone itu yakin pada waktunya Jokowi akan dipercaya masyarakat untuk jadi presiden. Menurut JK, keyakinannya bukan bualan semata, tapi sudah ada bukti. Lee Myung-bak bisa jadi presiden Korea Selatan karena sukses jadi wali Kota Seoul. Contoh lainnya yakni Presiden Iran, Ahmadinejad yang sebelumnya berhasil membenahi Teheran.

“Kalau banjir, macet, kekumuhan teratasi, perkelahian tidak ada, langsung tidak usah pakai kampanye lah. Itu terbukti bukan hanya Jokowi,” ujarnya.

Mantan menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu mengatakan, jika Jokowi terpengaruh dengan desakan untuk jadi calon presiden, maka ketika tidak berhasil mantan walikota Solo itu akan merasakan sakit luar biasa. “Jadi sabar untuk membuktikan,” ungkapnya.

“Saya yang mengajak Jokowi ke Jakarta. Saya punya harapan pada dia, kalau dia terlalu cepat bergeser banyak orang yang kecewa, nanti orang menyalahkan saya,” tambahnya seraya tersenyum.

Wawancara Bisnis Indonesia TV dengan Jusuf Kalla,

“Jangan tiba-tiba karena terkenal

di Jakarta dicalonkan presiden.

Bisa hancur,

bisa bermasalah negeri ini.

Kalau sukses di DKI,

ya silakan.”

Tapi yang terjadi sekarang adalah, JK jadi wapresnya Jokowi.

2. Suara Kaset Pengajian Disebut Polusi Suara

image

Di hadapan para ulama di Ponpes At-Tauhidiyyah, Tegal, JK meminta agar pengajian di masjid tidak lagi memakai kaset pengajian. Dia ingin agar pengurus masjid yang langsung mengaji Alquran.

“Kita sudah buat rumusan di dewan masjid mengaji tidak boleh pakai kaset,” katanya saat membuka ijtima ulama komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wapres berkisah saat pulang ke kampung halaman di Sulawesi Selatan, ketika masih pukul 04.00 Wita, sudah dibangunkan suara pengajian dari empat masjid. Dia pun mengkritik karena pengajian itu berasal dari suara kaset.

“Pertanyaannya kalau yang mengaji kaset apakah mengaji dapat pahala, kita jadi terganggu, terjadi polusi suara,” kata JK.

3. JK tak Masalah Budi Waseso tak Laporkan LHKPN

Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengaku belum menyerahkan Lembar Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski tidak ada kewajiban menurut undang-undang, biasanya setiap pejabat negara selalu menyetorkan LHKPN sebagai bukti kekayaan pribadi kepada KPK. Budi pun dikecam publik karena disebut tidak memberi contoh pejabat negara yang baik.

Wapres JK pun seolah tidak mempermasalahkan tindakan mantan kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri tersebut. Menurut JK, sikap Budi tidak akan memberikan contoh yang buruk bagi pejabat lainnya. Pasalnya, kata dia, Budi sudah pernah melaporkan LHKPN saat menjadi kepala Polda Gorontalo pada 2012 lalu.

image

“Dia sudah melaporkan kalau saya tidak salah, dia pernah ke KPK, kemarin waktu jadi Kapolda,” kata JK.

JK melanjutkan, lagipula harta yang dimiliki Budi tak banyak. Sehingga tak perlu dikhawatirkan terjadi penyelewengan penggunaan anggaran negara. “Saya tahu beliau itu hartanya memang tidak banyak. karena sangat sederhana sekali,” kata JK.

Besoknya, JK mengklarifikasi pernyataannya itu, dan menyatakan Budi Waseso wajib melaporkan LHKPN ke KPK.

4. JK Menilai Bagus, Nilai Tukar Rupiah Menurun

Ketika pasangan Jokowi-JK menang Pilpres 2014, nilai tukar rupiah diprediksi ke angka Rp 10 ribu per dolar AS. Banyak ekonom yang optimistis kehadiran Jokowi-JK akan membuat perekonomian bangsa ini semakin baik ketimbang era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, Jokowi berani manargetkan pertumbuhan ekonomi 7 persen, meski akhirnya harus direvisi menjadi 5 persen.

Salah satu tantangan pemerintah adalah semakin anjloknya nilai tukar rupiah yang menyamai ketika krisis pada 1998, yaitu sekitar Rp 13.500 per dolar AS. Wapres JK menanggapi santai pelemahan rupiah ketika pertama kali akan menembus Rp 13 ribu per dolar AS.

Menurut dia, tak perlu ada yang dikhawatirkan tentang hal itu, yang malah menjadi keuntungan bagi Indonesia. Meski rupiah terus melemah, JK justru menganggap apa yang terjadi belum begitu mengkhawatirkan.

Bahkan, ia menilai pelemahan kali ini merupakan keuntungan bagi pengusaha Indonesia. “Rupiah sebenarnya tidak melemah, hanya dolar (AS) menguat, ekonomi Amerika tumbuh baik empat persen,” katanya.

Menurut dia, rupiah yang terus turun harus diambil sisi positif bagi kalangan eksportir. “Bagus untuk ekspor artinya,” katanya.

Pemesanan Airbus A350 XWB oleh Garuda Indonesia menjadi kontroversi setelah beberapa waktu lalu Rizal Ramli menyatakan bakal mengusulkan pembatalan kesepakatan tersebut. Rizal bilang tidak ingin Garuda kembali bangkrut, akibat harus berutang untuk memesan 30 unit pesawat Airbus besutan baru pabrikan asal Perancis.

5. JK Larang Takmir Masjid Bangunkan Orang Sahur

JK kembali melontarkan statemen yang menyakiti umat Islam, terutama kepada para takmir masjid. Kali ini JK mempersoalkan takmir masjid yang membangunkan orang untuk sahur di bulan Ramadhan, atau sekelompok orang yang berkeliling kampung dengan membunyikan aneka tabuhan.

image

Wapres JK beralasan, saat ini sudah ada jam beker atau alarm HP sehingga tidak perlu membangunkan dengan cara yang ‘ramai’. Selain itu saat ini juga tidak butuh waktu lama untuk memasak.

“Hampir semua orang ada handphone,

(jam) beker yang bisa membangunkan orang.

Jadi tentu kegiatan generasi muda

yang membangunkan orang sahur

itu iya mengganggu.

Jadi nggak perlu lagi dibangunkan

tengah malam hanya untuk masak sahur.

Orang sudah lebih berbeda zamannya,”

kata JK di Kantor Wapres,

Jakarta, (17/6/2015).

Seperti diketahui bersama, di sejumlah daerah, para takmir masjid mengumumkan waktu sahur melalui pengeras suara yang ada masjid. “Saat ini waktu menunjukkan pukul sekian,” dan lain sebagainya. Selain itu, ada pula sekelompok remaja atau pemuda yang membangunkan sahur dengan tabuh-tabuhan.

Namun tradisi yang sudah mengakar dimasyarakat, dan sudah berlangsung setiap bulan Ramadhan itu dianggap mengganggu oleh Wapres JK. Padahal bagi sebagian masyarakat, hal itu dianggap sebagai sarana untuk menjaga keamanan setempat dan untuk mengingatkan umat Islam yang hendak sahur.

6. Pernyataan-pernyataan kontroversial Jusuf Kalla terkait kasus Bank Century

Sejumlah bukti dan fakta menunjukkan bahwa Jusuf Kalla mengetahui penanganan PT Bank Century Tbk sejak awal sebelum bank ini diselamatkan pada 21 November 2008. Bahkan, bukti-bukti lainnya juga bertentangan dengan pernyataan-pernyataan kontroversial Jusuf Kalla yang kerap disampaikan terkait kasus Bank Century.

Bukti-bukti itu mencakup rekaman telepon JK kepada Boediono, pesan pendek Sri Mulyani saat menjabat Menteri Keuangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, serta notulensi rapat di kantor Wakil Presiden hingga bukti-bukti slip transfer setoran modal dari Lembaga Penjamin Simpanan untuk Bank Century.

Jusuf Kalla sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh yang menentang dan mempersoalkan kebijakan bailout Bank Century. Bahkan, Kalla sering menyampaikan pernyataan kritis mengenai kebijakan yang diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang diketuai oleh Sri Mulyani saat menjabat Menkeu tersebut.

Namun, bukti-bukti berikut ini menggambarkan apa yang selama ini disampaikan oleh Jusuf Kalla bertentangan dengan fakta-fakta yang ada. Berikut ini beberapa bukti dan fakta yang berseberangan dengan cerita Jusuf Kalla:

image

7. Terkait Panggilan Sholat

image

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta panggilan shalat melalui speaker tidak dilakukan berlebihan. Cukup 10 menit sebelum waktu salat agar tidak menggangu orang yang sedang tidur.

Hal tersebut disampaikan JK dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/2/2016). Hadir dalam acara ini adalah Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Dalam azan dan mengaji, harus disesuaikan dengan waktu memanggilnya umat. Kalau orang ke masjid dalam waktu 10 menit, tak usah dipanggil setengah jam,” ujar JK yang mengenakan batik cokelat.

“Azan itu 3 menit, paling tinggi 3,5 menit, menunggu iqamat 5 menit, totalnya azan sampai salat itu sekitar 10 menit,” terangnya.

Pernyataan lamapun diulang kembali, JK menuturkan, pada dasarnya mengajak atau membangunkan orang untuk datang salat bisa cukup dilakukan dengan azan. Mengajak salat bisa dilakukan tanpa harus dengan pengajian apalagi pengajian dengan menggunakan tape recorder lewat pengeras suara.

Katanya lagi, “Supaya jangan orang tidur terganggu. Jangan anak-anak yang sekolah besoknya jam 4 sudah kebangun, mengantuk lah dia. Orang kerja pagi-pagi akhirnya dia terganggu karena terlalu pagi dibangunkan, bangunkan pas-pas lah, 10 menit sebelum waktunya. Jangan setengah jam sebelum waktunya,” jelas JK.

Bukannya bangun di awal pagi lebih dimudahkan rejekinya? Aneh bukan?

8. JK Bilang Mayoritas Penghuni Surga Adalah Umat Islam Moderat

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) beberapa kali menyebut orang Indonesia harus bangga karena tinggal di negara yang penduduk mayoritasnya Islam moderat. Berbeda dengan di negara Islam lain yang cenderung tidak mentolelir perbedaan.

Wapres mengungkapkan hal itu dalam ceramah Inspirasi Ramadan di Masjid Salman ITB, Bandung, Minggu (19/6). “Saya jalan-jalan ke Borobudur peninggalan Budha, di sana dijaga oleh orang Islam. Saya bilang ke penjaganya, kalau you di Timur Tengah sudah dibom. Indonesia memang berbeda,” katanya

“Kita bangga di sini tidak perang-perangan seperti Timur Tengah,” ujar JK menandaskan.

Dalam kampanye pariwisata, sambung JK, kekhasan Indonesia yang dimunculkan adalah Bali yang mayoritas beragama Hindu dan Candi Borobudur. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara moderat mengingat penduduknya mayoritas muslim.

“Kalau di India kan yang muncul Tajmahal meski mayoritas agamanya Hindu. Jadi sama-sama, jadi kombinasi,” katanya.

Dengan status penduduk muslim terbesar di dunia, ditambah sebagai muslim moderat, ia berharap penghuni surga mayoritas dihuni muslim Indonesia. Ia lalu mengulas ceramah seorang ustaz di televisi yang menyatakan bahwa mayoritas penduduk surga adalah umat Islam. Sedangkan mayoritas Islam ada di Indonesia.

“Jumlah umat Islam di dunia terbesar di Indonesia, kita juga moderat, semoga menjadi penghuni mayoritas di surga,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena hijrah ke Siria. Padahal di zaman Rasul (Muhammad SAW) hijrah terjadi dari Mekkah ke Madinah.

“Kalau kita hijrah ke sana mungkin malah kelaparan. Mereka (orang Siria) mungkin ingin ke sini. Kita dapat ilmu di sini dan mengembangkan produktivitas,” katanya.


 Selamat menyikapi


Referensi

  • ^katadata.co.id/berita/2014/05/19/lain-fakta-lain-cerita-jusuf-kalla#sthash.CfjurNKz.6MXuxzFN.dpuf
  • ^panjimas.com/news/2015/06/19/buat-kontroversi-lagi-wapres-jk-larang-takmir-masjid-bangunkan-orang-sahur/
  • ^whentubez.com/watch?v=zAJcVIHbjCA
  • ^republika.co.id/berita/nasional/politik/15/06/10/nponhg-ini-daftar-pernyataan-kontroversial-jk-selama-jadi-wapres-part4
  • ^kabarpengamat.blogspot.co.id/2014/05/jusuf-kalla-jk-menjilat-ludah-sendiri.html?m=1
  • ^cnnindonesia.com/ekonomi/20150818173942-92-72963/jusuf-kalla-minta-rizal-ramli-tak-asal-bicara/
  • ^beritakita.co/5783/uncategorized/jk-minta-panggilan-shalat-di-mesjid-jangan-berlebihan-cukup#
  • ^eramuslim.com/berita/nasional/jk-bilang-mayoritas-penghuni-surga-adalah-umat-islam-moderat.htm
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s