1. Ustadz Hariri

image

Dalam video tersebut terlihat jelas adegan sang ustadz sedang mengunci kepala operator sound system seperti pertunjukan smackdown. Aksi tersebut dilakukan sang ustadz disaksikan jemaah dan di depan anak-anak. Terhadap kejadian itu, seorang ulama asal Madura KH Imam Hanafi menilai tindakan Ustadz Hariri itu sebagai penodaan terhadap nilai-nilai keislaman.

“Aksi itu jelas memalukan. Apalagi seorang ustadz, yang bukan ustadz saja tidak boleh begitu,” kata KH Imam Hanafi dalam pesan singkatnya kepada Sayangi.com di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

2. Said Aqil Siradj

(a) Orang berjenggot mengurangi kecerdasan

pekanews.com

Sekedar diketahui, dalam sebuah rekaman audio di Youtube, said Aqil menyebut jenggot mengurangi kecerdasan seseorang. Selain itu, Said Aqil juga menyebut orang yang berjenggot adalah orang yang goblok. Kemudian, semakin bertambah sesuai panjang jenggotnya

“Tapi, kalau berjenggot emosinya saja yang meledak-ledak, geger otaknya. Karena syaraf untuk mensupport otak supaya cerdas, ketarik oleh jenggot itu. Semakin panjang, semakin goblok!” pungkas Said Aqil.

Anggota Majelis Syariah Jamaah Anshar Syariah, Ustadz Abdur Rohim Baasyir menilai pernyataan tersebut adalah bentuk memperolok-olok syariat.

“Saya melihat apa yang diucapkan Said Aqil itu bentuk Istihza,” katanya kepada kiblat.net, Ahad (13/9/2015) di Jakarta.

Kata pria yang akrab disapa Ustadz Iim ini, Istihza merupakan mempersenda guraukan bagian dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

“Allah SWT mencela perbuatan orang seperti itu. Bahkan, Allah menegaskan pelakunya langsung dikafirkan” ungkapnya.

Sebab, ujarnya, jenggot merupakan bagian dari syariat Islam. Sebagian ulama menghukumi jenggot bagi laki-laki Muslim sebagai wajib.

“Paling tidak, ulama paling sedikit mengatakan itu adalah Sunnahnya Rasulullah. Dan Rasulullah adalah sosok yang berjenggot,” lontar Ustadz Iim.

Pada zaman Rasulullah SAW, lanjutnya, pernah kaum munafiqin mencela Rasulullah sebagai orang yang paling banyak makan dan menyebut sahabat Nabi sebagai orang yang penakut dalam perang. Ketika, hal tersebut dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Orang munafikin meminta maaf dan berdalih hanya bersenda gurau, main-main, dan menghibur diri belaka.

“Rasulullah diam saja tidak menjawab. Tapi, Allah yang menjawab. Turun surat At-Taubah; Allah mengatakan tidak perlu minta maaf, karena kalian telah kafir setelah beriman,” papar putra Ustadz Abu bakar Baasyir itu.

(b) Muhammadiyah Goblok

said aqil goblokkan muhamamdiyah

Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj kembali menyulut kontroversi. Beberapa waktu lalu orang ini bilang jika orang yang punya jenggot itu bodoh, orang berjenggot mengurangi kecerdasan, semakin panjang semakin goblok, sekarang menyebut Muhammadiyah goblok. Bahkan, Said melontarkan katagoblok hingga empat kali diwaktu berdekatan dalam salah satu ceramahnya. Dalam ceramah itu, Said membanggakan NU, sebagai Ahli Sunnah, yang sudah ada sejak zaman sahabat, bahkan sejak zaman Rasul.

“Saya mengatakan goblok itu pada Muhammadiyah,” katanya dalam ceramah.

Said mengatakan demikian karena menurutnya, cara NU memuji-muji Rasulullah sesuai dengan sunnah taqririyah (ketetapan nabi).

Sayangnya, dalam ceramah yang diunggah di laman youtube itu Said tak menjelaskan secara rinci mengapa kepada Ormas Muhammadiyah patut disematkan kata goblok dalam hal tersebut.

Menurut Said, Islam yang persis sama dengan amalan di zaman Nabi Muhammad adalah NU! “Yang persis zaman Rasul ya NU ini,” katanya.

Selengkapnya, baca disini. 

3. Quraish Shihab

Pada suatu acara di metro tv, beliau pernah menyatakan tentang jilbab dan tidak dijaminnya surga kepada Nabi Muhammad.

(a) Pernyataan Tentang Jilbab

  • Pertama: Ada ulama yang menyatakan jilbab tidak wajib. Bpk. Quraish Shihab berkata, “Saya beranggapan jilbab baik. Tetapi jangan paksakan orang pakai jilbab karena ada ulama yang berpendapat bahwa jilbab tidak wajib. Ada ulama yang berkata wajib menutup aurat. Sedangkan aurat diperselisihkan oleh ulama apa itu aurat”.
  • Kedua: Jilbab merupakan pakaian kehormatan. Bpk Quraish Shihab berkata, “Ah, ada juga ulama yang berkata, ‘yang penting itu pakaian terhormat'”
  • Ketiga: Berdalil dengan istri Buya Hamka yang tidak berjilbab. Bpk Quraish Shihab berkata, “Eh ini orang pakai jilbab sejak tahun berapa toh ini? kira-kira 20-30 tahun belakangan ini… Dulu itu istrinya Buya Hamka pakai jilbab atau tidak?…Aisyiyyah (Muhammadiyah) pakai jilbab atau tidak? Muslimat (NU) pakai jilbab atau tidak? Itu pertanda bahwa sebenarnya ulama beda pendapat”.
  • Keempat: Membenarkan pembolehan melepas jilbab dengan mengesankan bahwa penggunaan jilbab itu melebihi yang dikehendaki oleh Tuhan. Bpk. Quraish Shihab berkata, “Jadi berjilbab baik, bagus. Tetapi boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan”.

image

(b) Tentang tidak dijaminnya surga kepada Nabi Muhammad

“Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Nahh.. surga itu hak prerogratif Allah. Ya tho? memang kita yakin bahwa beliau mulia. kenapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat nabi dikenal orang… terus teman-teman disekitarnya berkata, bahagialah engkau akan mendapat surga. Kemudian nabi dengar, siapa yang bilang begitu, nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya, dia berkata baik amalnya akan masuk surga, surga adalah hak prerogratif Tuhan,” ujar Quraish Shihab dalam rekaman yang diunggah di Youtube.

image

Jika kita mengikuti logika yang dibawa oleh Quraish Shihab, maka seluruh risalah dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW otomatis perlu dikritisi seluruhnya. Sebab, kemungkinan ada kekeliruan di dalam sebagian ajaran ataupun seluruhnya.

Menurut Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam, Ustadz Anung Al-Hamat, hadits tersebut bukan berarti Rasul SAW tidak masuk surga. Justru banyak dalil dari ayat dan hadits yang menegaskan bahwa Beliau SAW akan menjadi penghulu surga untuk orang-orang yang beriman.

4. Ustadz Solmed

image

(a) Menyebut Indonesia darurat wahabi

Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyebut Indonesia darurat wahabi. Ia juga menyebut tempat wahabi bukan di Indonesia dan menggolongkan Wahabi sebagai ahlu fitnah, bukan ahlu sunnah.

Berikut ini kultwitnya:

  1. Indonesia Darurat Wahabi (siap-siap dituduh Syiah).Tempat wahabi bukan di Indonesia. Indonesia itu tanah Ahlu sunnah bukan tanah Ahlu fitnah.
  2. Silahkan melakukan amal dari ajaran dan tafsiran gurumu tapi tak perlu kau hina orang yang beda amalan dengan mu.
  3. Kau fitnah yg tahlil dng BID’AH. Kau fitnah yg ziarah Qubur & berdoa kpd Allah disana dng SYIRIK. Perayaan maulid kau Tuduh KELUAR SUNNAH
  4. Silahkan gunakan Tafsiranmu untuk ibadahmu,jng kau jadikan Tafsirmu untuk menghina,mencaci & memaki saudaramu yg tidak sejalan dengan mu.
  5. Jng menjadi Virus perpecahan di tengah Ummat.jng kau tarik perang saudara & kepentinganmu di timur tengah ke Tanah pertiwi kami Indonesia.
  6. Kuatkan persatuan, perhatikan kepada siapa anak kita Mengaji, tanya anak kita apa yg diajarkan gurunya kepada dia. Waallahul Musta’aan.
  • Komentar dari Ikhsan Tria Santika di tarbiyah.net terkait kultwit ustadz Solmed:

AGAMA ISLAM ITU DALAM MENJALANKAN IBADAH NYA BERSIFAT INSTAN…APA YANG ALLAH DAN ROSULULLAH PERINTAHKAN YA LAKSANAKAN SESUAI DENGAN ANJURAN YG ROSUL KERJAKAN…KALAU ROSUL TDK MENGERKJAKAN YA KITA JANGAN MENGERJAKNNYA (KECUALI ADA KETERANGAN LAIN)…Ini yang penting…ISLAM ITU AGAMA YG TELAH ALLAH SEMPURNAKAN…JADI GAK ADA HAK KITA SEBAGAI MAHLUKNYA UNTUK MEMODIFIKASI DAN MENSElARASKAN NYA DENGAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DAN ZAMAN….”PADA HARI INI TELAH AKU SEMPURNAKAN AGAMAMU BAGI KAMU…..DAN TELAH AKU RIDHOI ISLAM SEBAGAI SEBAGAI SEBUAH AGAMA YG BENAR…MASA AJARAN YG TELAH ALLAH SEMPURNAKAN…HARUS DI MODIFIKASI SEDEMIKIAN RUPA…DENGAN DALIH UNTUK MERAMAIKAN…ATAU BAHKAN SYIAR ISLAM….SAH2 SAJA ASAL JANGAN ADA MODIFIKASI ATAU LEBIIH PARAH LAGI KODIFIKASI….

  • Komentar lainnya:

image

image

(b) Menghina komedian Narji Cagur

Penyebab Ustad Solmed ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dirinya melontarkan candaan yang dinilai keterlaluan kepada Narji saat mereka tampil di inBox SCTV. Apa yang Solmed katakan kepada Narji? 

“Kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia…” katanya.

(c) Membagi sembako naik Lamborghini

Ramadan tahun 2013, saat Ustad Solmed menggelar sahur on the road menyisir jalanan Ibu Kota, ayah satu orang anak ini membagi sembako dan menggelar ceramah singkat untuk warga yang ia datangi. Uniknya, Solmed menumpang Lamborghini ketika itu. Keren ya, sahur naik Lamborghini.

(d) Kasus di Hongkong

Menurut Ustadzah Khalifah perwakilan Majelis Taklim di Hong Kong,

  1. Pasang tarif tinggi. Solmed meminta kenaikan tarif menjadi 10.000 dolar Hong Kong dan penambahan jumlah tiket pesawat menjadi empat orang. Kabar Ustad Solmed yang memasang tarif tinggi saat diminta berdakwah dianggap mencederai profesi penceramah. Para ustad dan penceramah menjalankan profesi sebagai pendakwah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ajaran-ajaran Islam. Hal itu dilakukan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Habib Novel mengingatkan kepada Ustad Solmed untuk segera bertobat dan meninggalkan praktik memasang tarif saat diminta berceramah.
  2. Meminta uang kotak amal. Ustadz Solmed meminta uang kotak amal, separuh hasil dari penjualan tiket, uang sorban keliling, dan penginapan yang bagus selama di Hong Kong.
  3. Menyebut buruh migran di Hongkong bagian dari komunis. Setelah berseteru dengan Majelis Taklim di Hong Kong, Solmed memilih bungkam. Ia mengatakan tak peduli lagi perkataan orang soal kasus tersebut. Tapi, Ustad Solmed justru berkicau di Twitter. Dirinya mencurigai para buruh migran di Hong Kong sebagai bagian dari komunis. Tak pelak, pahlawan devisa di sana naik pitam. Serikat Buruh Migran Indonesia di Hong Kong, Sringatin juga menyayangi sikap Solmed yang menuduh tanpa alasan jelas. “Sikapnya terlalu terbuka di media. Apalagi media sekarang kan banyak diakses semua orang. Dia bilang organisasi buruh migran itu komunis,” katanya.

5. Ulil Abshar Abdalla

image

Ulil Abshar menyamakan wanita yang bercadar dengan tempat sampah, justru ialah yang sampah. Berani menghina para wanita yang menjalankan syari’at Allah. Sungguh aneh tokoh liberal ini??!!. Katanya menjunjung kebebasan, ternyata yang dijunjungnya hanya wanita yang membuka aurotnya, sementara wanita yang berjilbab dengan menutup aurotnya disamakan dengan tempat sampah.!!!.

image

Penghinaan Ulil ini adalah penghinaan terhadap jutaan wanita yang bercadar, penghinaan terhadap para wanita yang ingin menutupi dirinya karena Allah, ingin mempersembahkan kecantikannya hanya untuk suaminya…, penghinaan terhadap istri-istri para ustadz, istri-istri para ulama, penghinaan terhadap ibunda kaum mukminin, istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentu Ulil akan dengan PeDe berani mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah!

Selengkapnya disini.

6. Zemarey Al Bakhin/Kang Rey

screenshot_2015-12-01-02-02-41_1“Menjadi gay atau tidak itu adalah pilihan, bukan takdir. Jangan karena gay, lalu melupakan sang pencipta. Orang gay juga bisa masuk surga. Anjing saja bisa masuk surga, masa gay tidak?” cetusnya.

“Kami ini ada dan perlu dirangkul. Jangan hindari, jangan dibenci” ujarnya.

“Alasan mereka mencintai itu adalah hak asasi. Hal yang sering dikatakan ‘saya juga tak mau seperti ini, tapi bagaimana lagi, Tuhan menciptakan saya ‘beda’. Itu selalu alasan mereka,” kata Kang Rey.

Meski bisa mencintai dan menikahi perempuan, diakui Kang Rey, nalurinya menyukai sesama jenis masih kuat.

“Kalau saat ini saya ditanya apakah saya masih menyukai  lelaki? Jawabannya iya. Saya masih suka dengan laki-laki yang ganteng,” tandasnya.

“Saya menentang keras kalau ada yang bilang ini takdir. Ini bukan soal takdir, ini soal pilihan,” tambah Kang Rey yang pernah menerbitkan buku berjudul “Tuhan tidak pernah Iseng”.

7. Ustadz Maulana

(a) Nangkring di atas Mimbar

image

WOOOW kereen!!!

Kehadiran  ustadz Nur Maulana  terkenal dengan “jamaah o jamaah”, mampu memukau ribuan warga pada  tabligh  akbar di Masjid Khaerah Ummah Kabupten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/02) malam.

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei yang didaulat berbicara oleh ustadz Maulana di tengah-tengah ceramahnya, dengan singkat mengharapkan jamaah untuk mendengarkan dan menyimak dengan baik tauziyah ustadz dengan nama lengkap H. Muh Nur Maulana itu.

Namun, salah satu adegan dalam ceramah yang dibawakan Ustadz  Nur Maulana saat mengisi rangkaian Hari Ulang Tahun ke 55 Kabupaten Kolaka ini, banyak disesalkan di media sosial. Pasalnya, sebuah foto Ustadz Nur Maulana sedang nangkring diatas mimbar khutbah yang
dianggap berlebihan dalam menyampaikan ceramah.

Seperti dirilis Fimadani dan Bersamadakwah, foto saat Ustadz Maulana ceramah di Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka tersebut banyak mendapat komentar.

Ustadz Abduh Zulfidar Akaha, Lc, menyindir foto tersebut dengan mengatakan, “Adegan berbahaya, jangan ditiru.. khusus yang profesional aja.”

Sementara itu Ivan Bagus penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Ustadz Maulana, “Trus tujuannya apa tingkahnya doi kayak gitu di Masjid?”

Hasrul Lukman berkomentar, “Astaghfirullah. Semoga dalam menyampaikan kebaikan kita senantiasa diberikan jalan yang sebaik-baiknya.”

(b) Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama

image

Setelah dikecam karena melakukan gerakan akrobatik dengan nangkring di atas mimbar saat berceramah, Ustaz Maulana kini mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Pria yang kerap nongol di TV dan dikenal dengan jargon “jamaah oh jamaah” itu melontarkan kalimat yang tidak sepatutnya diucapkan seorang ustaz. Dalam sebuah siaran televisi pada Senin (9/11/2015) dia mengatakan bahwa dalam hal kepemimpinan itu tidak ada kaitannya dengan agama.

Ah agamanya beda? gak usah berbicara agama, kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama,” ujarnya.

Ia menganalogikan kepemimpinan kaum muslimin itu sama dengan seorang pilot dalam sebuah pesawat.

“Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? masa kau mau tanya sama pramugari, pilotnya siapa? agamanya apa? jadi kau tidak mau naik pesawat itu? tidak usah seperti itu,” ketusnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, pihak yang menolak pemimpin non muslim itu sedang melakukan kampanye hitam.

“Jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign, itu maksudnya kampanye hitam, terselubung, jelek-jelekan orang, buat sensasi, buat kerusuhan, jangan coba-coba seperti itu,” tandasnya.

Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ahmad Cholil Ridwan, Lc membantah pernyataan Ustadz M Nur Maulana yang mengatakan, soal kepemimpinan tidak perlu melihat latar belakang agama.

Menurut Kyai Cholil -sapaan akrabnya- pernyataan itu bertentangan Al-Qur’an, dimana dalam syariat Islam diatur bahwa wajib memilih pemimpin Muslim.

“Itu menyesatkan pernyataan seperti itu, karena itu bertentangan dengan Al-Qur’an,” kata Kyai Cholil saat dihubungi Panjimas.com,Selasa (10/11/2015).

Kyai Cholil pun mengutarakan dalil dari Surat Ali Imran ayat 28 yang menjadi salah satu dasar pijakan kaum Muslim tentang larangan memilih pemimpin kafir.

Lalu Buat apa ada ayat yang menyatakan:


لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin’


Jadi selama orang mukmin masih ada tidak boleh kita mengambil pemimpin orang kafir, apalagi di Indonesia mayoritas Muslim,” jelasnya.

Kemana ustad-ustad yang santun dan tawadhu seperti Buya Hamka dan KH AR Fachruddin?

image

Bagi generasi yang lahir tahun 70-an, tentunya tak asing lagi dengan Buya Hamka dan KH AR Fachruddin. Ya, Buya Hamka adalah ulama terkemuka yang pernah rutin mengisi ceramah acara Mimbar Agama Islam di TVRI (Jakarta), sekitar tahun 1975-1980. Dan saya bangga pada TVRI yang menampilkan Buya Hamka, ulama yang sangat saya hormati, dalam acara ceramah agamanya. Buya Hamka jelas bukan ustad sembarangan. Beliau merupakan ulama yang komplit. Beliau adalah ulama yang juga seniman sastra dan seorang filosof. Beliau adalah seorang ulama yang sederhana namun teguh dalam pendirian. Cara penyampaian beliau dalam berceramah sungguh sangat menyejukkan, dengan gaya bahasa yang tertata, bahkan kadang puitis, sehingga membawa pendengar untuk merenungkan lebih jauh substansi ceramahnya. Sedangkan KH AR Fachurddin adalah pengisi acara Mimbar Agama Islam di TVRI Yogyakarta, pada tahun yang hampir bersamaan dengan masa Buya Hamka mengisi ceramah di TVRI Jakarta. Beliau juga bukan ustad sembarangan, karena waktu itu beliau juga menjabat Ketua PP Muhammadiyah. Dengan gaya bahasa yang juga halus, santun dan menyejukkan, para pendengar dapat dengan mudah menangkap substansi yang disampaikannya. Hal itu karena Pak AR (begitu sapaannya yang terkenal) menggunakan pendekatan yang jitu, yaitu dengan contoh-contoh yang riil dan memperhatikan kultur Jawa pada para pendengar setianya.

Daftar Tokoh JIL Yang Layak Dijauhi

Hati-hati dengan ucapan, tulisan, dan pemikiran orang-orang di bawah ini agar tidak tersesat dunia dan akhirat. Diantara tokoh-tokoh yang berpaham liberal serta menyuarakan ajaran “aneh” tapi mengatasnamakan Islam adalah tercatat sebagai berikut:

  1. Abdul Mukti Ali
  2. Abdurrahman Wahid
  3. Ahmad Wahib
  4. Djohan Effendi
  5. Harun Nasution
  6. M. Dawam Raharjo
  7. Munawir Sjadzali
  8. Nurcholish Madjid
  9. Abdul Munir Mulkhan
  10. Ahmad Syafi’i Ma’arif
  11. Alwi Abdurrahman Shihab
  12. Azyumardi Azra
  13. Goenawan Mohammad
  14. Jalaluddin Rahmat
  15. Kautsar Azhari Noer
  16. Komaruddin Hidayat
  17. M. Amin Abdullah
  18. M. Syafi’i Anwar
  19. Masdar F. Mas’udi
  20. Moeslim Abdurrahman
  21. Nasaruddin Umar
  22. Said Aqiel Siradj
  23. Zainun Kamal
  24. Abd A’la
  25. Abdul Moqsith Ghazali
  26. Ahmad Fuad Fanani
  27. Ahmad Gaus AF
  28. Ahmad Sahal
  29. Bahtiar Effendy
  30. Budhy Munawar-Rahman
  31. Denny JA
  32. Fathimah Usman
  33. Hamid Basyaib
  34. Husein Muhammad
  35. Ihsan Ali Fauzi
  36. M. Jadul Maula
  37. M. Luthfie Assyaukanie
  38. Muhammad Ali
  39. Mun’im A. Sirry
  40. Nong Darol Mahmada
  41. Rizal Malarangeng
  42. Saiful Mujani
  43. Siti Musdah Mulia
  44. Sukidi
  45. Sumanto al-Qurthuby
  46. Syamsu Rizal Panggabean
  47. Taufik Adnan Amal
  48. Ulil Abshar-Abdalla
  49. Zuhairi Misrawi
  50. Zuly Qodir

Janganlah MUI hanya terkaget-kaget ketika muncul kontroversi Lady Gaga. Tapi MUI mesti pro aktif membuat program edukasi yang membangun masyarakat muslim Indonesia. Salah satunya adalah pada program ceramah agama di televisi. Jangan biarkan acara keagamaan di televisi terkooptasi oleh kepentingan bisnis dan rating.


sumber: kompasiana.com, suarakita.org, tarbiyah.net, silontong.com, sameeh.net, firanda.com, arrahmah.com, liputan6.com, panjimas.com, suara-islam.comalislam-pwt, feehas.wordpress.com
Iklan

5 responses »

  1. porn videos berkata:

    free animal sex pics

    Suka

  2. Jason berkata:

    It’s perfect time to make a few plans for the future and it is time to be happy.
    I have learn this submit and if I may just I desire to suggest you few attention-grabbing issues or tips.

    Maybe you could write next articles referring to this article.
    I wish to learn even more things about it!

    Suka

  3. […] Para Ustadz dan Ulama Ini Layak Untuk di Jauhi […]

    Suka

  4. Kiersten berkata:

    Greetings! Very helpful advice within this article! It is the little changes that produce the most significant changes.

    Thanks for sharing! http://bing.org

    Suka

  5. jembut berkata:

    sampah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s