Opini Dr. Zakir Naik Tentang Madzhab


Dalam sebuah persentasinya, Dr.Zakir Naik sedang menjelaskan Hubungan As-sunnah dan Al-Quran, dalam salah satu contoh yang disampaikannya adalah soal seputar Gerakan Shalat.

Dr. Zakir Naik (@Dr_ZakirNaik) | Twitter.com

Dr. Zakir Naik (@Dr_ZakirNaik) | Twitter.com

Dr. Zakir Naik mencontohkan dalam setiap gerakan shalat (Dari Takbir hingga Salam) haruslah diperkuat/ ­disandarkan dengan Hadits yang Shahih walaupun bertentangan denganpendapat suatu Imam Mazhab yang kita ikuti atau ternyata lebih sesuai dengan pendapat Imam Mazhab yang lain.

Begitu pula dengan perkara-perkara ­ yang lain, pendapat Imam Madzhab yang 4 harus dikembalikan ke Hadist yang Shahih dan tidak boleh Fatanik Buta terhadapnya.

Dr. Zakir Naik menegaskan:

“Kita boleh mengikuti imam mazhab yang mana saja, namun ikutilah keseluruhan termasuk seruan para Imam Mazhab yang 4 untuk kembali kepada Hadist Shahih.”

Beliau mengatakan:

“Saya adalah pengikut sejati Imam Syafi’i” karena jika ada perkataan Imam Syafi’i yang tidak sesuai dengan Hadits Shahih maka saya akan buang pendapat Imam Syafi’i ke tembok.

Kenapa bisa begitu?

Karena Imam Syafi’i sendiri yang menyuruh begitu, oleh karena saya pengikutnya maka saya turuti.”

Dr. Zakir Naik melanjutkan:

“Saya juga pengikut sejati Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hambal karena mereka semua mengatakan untuk kembali ke Hadits yang Shahih.”

Imam Asy Syafi’i berkata:

“Jika terdapat hadits yang shahih, maka lemparlah pendapatku ke dinding. Jika engkau melihat hujjah diletakkan di atas jalan, maka itulah pendapatku”

Imam Abu Hanifah dan Imam Asy Syafi’i berkata:

“Jika hadits itu shahih, itulah pendapatku”

Imam Ahmad berkata:

“Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia berarti telah berada dalam jurang kebinasaan”

Imam Abu Hanifah dan muridnya Abu Yusuf berkata:

“Tidak boleh bagi seorang pun mengambil perkataan kami sampai ia mengetahui dari mana kami mengambil perkataan tersebut (artinya sampai diketahui dalil yang jelas dari Al Quran dan Hadits)”

Imam Maliki berkata:

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia yang bisa keliru dan benar. Lihatlah setiap perkataanku, jika itu mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka ambillah. Sedangkan jika itu tidak mencocoki Al Qur’an dan Hadits Nabawi, maka tinggalkanlah”


Opini Dr. Zakir Naik Banyaknya Sekte Dalam Islam


Umat muslim di Srilanka, India dan belahan bumi lainnya, mereka beriman kepada Tuhan yang sama, Al-Qur’an yang sama, dan hadits yang sama.

Tetapi mengapa ada banyak golongan dan sekte?

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”.QS. Ali-Imran [3]: 103 

Tali (agama) Allah adalah Al-Qur’an. Jadi Allah berfirman untuk tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an, Hadits Sahih, dan jangan tercerai berai. Di dalam Islam seharusnya tidak ada perpecahan.

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat”.QS. Al-An’am [6]: 159

Kelak Allah yang akan meminta pertanggung jawaban mereka di hari kiamat.

Jadi, terpecah-pecah dan membuat golongan/grup sendiri-sendiri di dalam Islam hukumnya haram!

Itulah alasan mengapa ada banyak muslim dengan nama yang berbeda-beda, tetapi nama sesungguhnya yang boleh dipergunakan hanyalah Muslim.

Dan semua Muslim wajib mengikuti Al-Qur’an dan Hadits Sahih. Ulama manapun, jika mengatakan sesuatu yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits Sahih maka kau ikuti. Jika tidak, maka buanglah jauh-jauh.

Untuk membuat organisasi yang berbeda, seseorang bekerja dalam bidang pendidikan, seseorang bekerja dalam bidang agama, seseorang membantu orang-orang miskin, maka itu tidak apa-apa. Melakukannya secara berjamaah, membuat organisasi-organisasi, maka tidak apa-apa. Tetapi dalam hal agama, kita tidak diperbolehkan tercerai-berai! Tidak boleh ada sekte!

Dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa kita tidak boleh terpecah-belah. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda dalam hadits Tirmidzi, hadits no 171 bahwa akan ada 73 golongan dalam agama Islam. Allah berfirman agar jangan membuat golongan-golongan, namun kita sebagai muslim terpecah-pecah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bernubuat tentang hal ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda bahwa Hanya satu golongan yang akan masuk surga.

Para sahabat bertanya:  “Siapakah yang akan masuk ke dalam surga?”  Rasulullah menjawab: “Mereka yang mengikuti Al-Qur’an dan sunnahku”

Sayang sekali, pada saat ini ada banyak golongan di antara umat Islam: Syiah, Sunni, Hanafi, Syafi’i, Hambali dan lain-lain. Termasuk sekte yang manakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tidak ada Syiah di dalam Al-Qur’an.

Termasuk golongan yang manakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang Muslim.

“Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.QS Ali-Imran [3]: 64

Setiap ulama berkata,ke-empat Imam besar, Imam Abu Hanifa, Imam Syafi’i, Imam Ahmad ibn Hambali, Imam Malik, berkata:  “Jika kamu menemukan fatwaku bertentangan dengan Allah dan Rasul-Nya, maka buanglah fatwaku itu. Dengan begitu apa pun yang aku katakan dalam Islam nilainya adalah nol. Yang harus kalian ikuti adalah Al-Qur’an dan Hadits Sahih. Dengan demikian, semua jawabanku berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Sahih, yaitu surat sekian dan ayat sekian”.

Semua ulama besar itu, kita mencintai mereka semua, kita menghormati mereka semua, mereka tidak pernah membuat golongan atau grup sendiri-sendiri. Mereka berusaha agar orang-orang memahami Islam dengan lebih baik. Tetapi sayangnya, para pengikut mereka mulai membuat golongan sendiri-sendiri.

Apa yang dikatakan oleh ulama manapun, jika sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits Sahih, ikutilah dan jika sebaliknya maka tolaklah.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.QS An-Nisaa [4]: 59,

Ulil amri maksudnya adalah orang-orang yang berpengetahuan agama atau para ulama. Jika ada ulama yang saling berlainan pendapat, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Periksalah apa yang difirmankan dalam Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih.

Lalu, kalian bertanya padaku, “Golongan manakah aku?” Aku adalah seorang Muslim. Dari awal aku Muslim dan pada akhirnya aku tetaplah seorang Muslim. Aku mengikuti Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih. Siapapun yang perkataannya sesuai dengan Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih, maka aku ikuti.

Jika menyimpang karena perbedaan budaya, negara, karena India dan Srilanka masing-masing mempunyai budaya yang berbeda, Pakistan juga mempunyai budaya yang berbeda, maka jangan ikuti budaya, ikutilah Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih.

Jika tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih, itu bukan bagian dari din (agama) ini. Jika itu terbukti dari Al-Qur’an dan dalam Hadits Sahih, maka itu bagaian dari agama kita.

Jadi, Islam hanya satu, dan seharusnya kita tidak boleh terpecah belah!


Baca juga


Referensi

Iklan

3 responses »

  1. […] Opini Dr. Zakir Naik Tentang Madzhab dan Banyaknya Sekte Dalam Islam […]

    Suka

  2. […] Opini Dr. Zakir Naik Tentang Madzhab dan Banyaknya Sekte Dalam Islam […]

    Suka

  3. […] Opini Dr. Zakir Naik Tentang Madzhab dan Banyaknya Sekte Dalam Islam […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s