A. Bukan Empat Mata bubar, ini penjelasan Trans7!

Apakah Anda sudah tidak melihat programtalkshow populer Bukan Empat Mata di Trans7sejak dua pekan terakhir? Ya, acara yang dipandu presenter kocak Tukul Arwana itu ternyata memang sudah tamat alias bubar. Begini penjelasan dari Trans7.

Kabar berhentinya program komedi itu dibenarkan Kepala Divisi Humas Trans7 Anita Wulandari. Ketika dihubungi, Anita menyatakan, Bukan Empat Mata sudah ‘tamat’.

“Iya, (sudah) tamat,” kata Anita.

Program Bukan Empat Mata berakhir setelah ditayangkan Trans 7 selama 11 tahun. Saat pertama tayang pada 25 September 2005, talk show yang selalu penuh canda-tawa ini bernama Empat Mata.

Nama program berubah setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi ke Empat Mata karena menyuguhkan adegan makan katak hidup-hidup pada 2008.

Di masa jayanya, Bukan Empat Mata menjadi andalan Trans7. Setelah acara yang memopulerkan Tukul sebagai host utamanya ini tak lagi ditayangkan televisi, Trans7 segera mencari program penggantinya.

“Insya Allah sedang disiapkan program baru sebagai pengganti. Masih program talk show,” kata Anita.

Tak dijelaskan lebih lanjut kapan program pengganti Bukan Empat Mata itu.

Tukul minta kenaikan honor?

Kabar berakhirnya Bukan Empat Matasebenarnya mulai merebak setelah ada rumor tentang penolakan terhadap permintaan Tukul yang menginginkan honornya naik. Semula, menurut sumber yang dikutip TribunNews, Tukul mendapat honor Rp 60 juta per episode. Belakangan, Tukul ingin honornya naik menjadi Rp 90 juta per episode.

Namun, permintaan tersebut tidak diresponsTrans7.

Terkait rumor tersebut, Tukul yang dihubungi melalui telepon juga tidak memberikan jawaban. Pesan pendek yang masuk ke ponselnya tidak juga mendapatkan balasan.

Sampai sebelum berakhir, Bukan Empat Matasudah mengantongi lebih dari 2.000-an episode. Lewat Bukan Empat Mata dan Empat Mata, Tukul meraih kebintangannya. Begitu juga Vega dan Pepi.

B. Daftar Pelanggaran ‘Bukan Empat Mata’ Dari Waktu Ke Waktu

Tayangan talkshow populer Bukan Empat Mata akhirnya tamat alias bubar. Seperti diketahui, program yang dipandu presenter kocak Tukul Arawana dengan presenter cantik Vega Darwanti ini tercatat beberapa kali melakukan pelanggaran.

“Bukan Empat Mata” sudah jadi langganan KPI.

  • #1. Teguran pertama diberikan karena acara ini saat itu bernama “Empat Mata” menampilkan adegan Sumanto, manusia kanibal pada tahun 2007.
  • #2. Pada tahun 2008 dilarang tayang oleh KPI karena menyuguhkan adegan makan katak hidup-hidup.
    • — Pihak Trans7 sebagaimana diberitakanTribunNews, mengakali vonis tersebut melalui cara mengubah nama program tersebut menjadi Bukan Empat Mata dan tetap menayangkannya.
    • — KPI tidak bereaksi terhadap tindakan Trans7 tersebut akan tetapi acara ini dihimbau agar tidak membicarakan hal-hal yang vulgar, mesum, dan berbau seks.
  • #3. Pada Tahun 2009, KPI memberikan teguran pertama karena tamu Tukul pada saat itu adalah Kangen Band, tidak sengaja menyebut nama alat kelamin karena latah saat menjatuhkan sesuatu.
  • #4. Pada Bulan Desember 2009, acara ini kembali ditegur karena Tukul mencolek Bella Saphira dengan sengaja.
  • #5. Untuk kesekian kalinya, tepatnya pada bulan Juni 2010, kembali menerima teguran dari KPI karena Atika (tamu Tukul) membaca Basmalah saat akan minum wine yang merupakan minuman haram di dalam Islam.
  • #6. Selain itu acara ini mendapat sorotan karena menghina pria tua berusia 140 tahun yang terdeteksi petugas sensus penduduk tahun 2010 yang berasal dari kota Sukabumi, Jawa Barat.
  • #7. Pada bulan Mei Tahun 2012, menerima sanksi dari KPI berupa pengurangan durasi yang menyebabkan program tersebut hanya dapat disiarkan selama satu jam setiap harinya selama tiga hari berturut-turut, karena terdapat penayangan adegan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    • — Dalam acara ditayangakan beberapa narasumber bernyanyi sambil duduk dan tertawa-tawa disertai dengan celetukan-celetukan tertentu.
    • — Penonton menyanyikannya dengan duduk dan bertepuk tangan.
    • — Selain itu, sebelum lagu selesai, host memotong lagu tersebut.
  • #8. Pada bulan Agustus 2012 menerima Peringatan Tertulis dari KPI, karena menayangkan adegan saat host wanita, Marcella Lumowa, menyampaikan cerita berjudul “Doa Seorang Wanita Bernama Susi”, yang berpotensial menimbulkan dampak negatif karena melibatkan keberadaan Tuhan dalam lawakan.
  • #9. Terakhir adalah teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena menayangkan ritual pemanggilan arwah pada tahun 2015.

Karikatur sindiran

Program Bukan Empat Mata mengingatkan kita akan karikatur sindiran pedas untuk Tukul saat itu, di mana acara tersebut sedang booming-boomingnya. Akun Facebook dengan nama Arham Rasyid pada 30 Oktober 2013 memajang foto gambar karikatur yang menyindir tayangan televisi yang dinilai negatif.

“Dan Racun itu Bernama Televisi..”

“Disadari atau nggak, inilah tontonan hiburan yang mengisi hari-hari kita, sekaligus tuntunan moral bagi putra-putri kita.”

“Jangan dibawa serius yak? :p,” tulis Arham pada keterangan foto album karikatur yang ia unggah.

Satu karikatur yang menonjol yakni tentang sindiran pada program Bukan Empat Mata. Seseorang yang digambar karikatur wajah dan tampilannya menunjukkan sosok bernama Tukul Arwana.

“Dasar Ndeso! Udik! Kampungan Miskin!! Demikian tertulis merujuk pada ucapan sosok yang penampilannya mengarah pada sosok Tukul Arwana. Lalu muncul keterangan, dengan iming-iming lima puluh ribu mereka bebas mau dikata-katain apa aja. Duduk ala jongos zaman Belanda.

Nah, ini dia karikaturnya:

image

Kini tayangan yang menyajikan guyonan-guyonan menyegarkan tersebut telah tamat. Entahlah, apakah tayangan pengganti nanti bakal booming seperti Bukan Empat Mata sebelumnya?

Sumber

  • ^http://simomot.com/2016/01/23/daftar-pelanggaran-bukan-empat-mata-dari-masa-ke-masa/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s