Musisi Indonesia Yang “Tercerahkan”

Tak ada yang tahu masa depan manusia. Seperti halnya para rocker ini. Dulu, mereka dikenal sebagai penyanyi maupun musisi rock. Dari atas panggung, mereka selalu memukau para penonton dengan musik-musik cadas.

Saat masih jaya di dunia musik, para rocker ini punya banyak penggemar. Musik, lagu, bahkan gaya busana mereka ditiru oleh khalayak. Di mana pun mereka mentas, situ pula segala puja dari fans terdengar membahana.

Namun siapa sangka, sejenak kemudian segalanya berubah. Para rocker ini rela melepas ketenaran, gelimang harta, serta gemerlap dunia hiburan. Mereka lebih memilih mengabdi kepada Tuhan.

Seakan tercerahkan, mereka mulai menata kehidupan dengan akar agama. Mereka juga menyebar damai Islam kepada masyarakat. Mereka sekarang menjadi dai, dari majelis yang satu ke tempat yang lain.

Beberapa di antara mereka memilih berdakwah melalui lagu, seperti saat mereka masih menjadi rocker. Berikut beberapa mantan rocker Indonesia yang jadi pendakwah. Siapa sajakah mereka? Mari kita simak:

#1. Gito Rollies, Alm (The Rollies)

Dia sudah almarhum. Sebelum menjadi ustaz, pria bernama lengkap bangun Sugito ini dikenal sebagai rocker kondang Tanah Air.

image

Dengan suara serak, pria kelahiran Biak 1 November 1947 ini berjaya dengan band Rolling Stone. Saat jaya, Gito muda dikenal lekat dengan premanisme, drugs, dan wanita. Bahkan dia kerap kali mengajak teman-temannya untuk berpesta miras.

Hingga suatu saat dia overdosis saat mengonsumsi narkoba. Dia koma beberapa hari. Dalam keadaan sekarat tersebut semua perbuatan tidak baik terekam ulang. Inilah titik balik dalam hidupnya. Gito pun bertobat dan mendekati masjid.

image

Dulu, Gito pernah berujar ingin meninggal di atas panggung. Namun setelah insyaf dia meralat doa itu. Dan Gito ternyata meninggal setelah pulang berdakwah di luar kota. Kala itu, 28 Februari 2008.

image

Sebelum meninggal, Gito Rollies sempat mengeluarkan single religi bersama GIGI band dengan judul “Cinta Yang Tulus”.

#2. Harry Moekti

image

Setelah bertobat, Harry Moekti lebih senang mengenakan gamis. Sebuah syal dia gantungkan di leher. Itulah penampilan Harry Moekti setelah tak lagi berjingkrak di atas panggung sebagai rocker. Dia kini menjadi dai.

Pemilik nama asli Hariadi Wibowo dulu memang tenar. Bagi remaja era 1980 sampai 1990-an, Harry Moekti yang kelahiran Cimahi, Jawa Barat, ini adalah idola. Namanya melambung, tembang-tembangnya kerap bercokol di puncak tangga lagu. Lagu berjudul “Ada Kamu” merupakan salah satunya.

Namun di tahun 1990-an, Harry Moekti mulai gamang. Kala itu sudah mulai muncul banyak bintang. Persaingan semakin ketat. Harry Moekti mati-matian mempertahankan popularitasnya di jagat musik nusantara.

Hati galau itulah yang membuat Harry Moekti mendekati banyak ustaz. Dia mulai mengaji. Sejak itu, pikiran dan hatinya terbuka. Harry Moekti berpikir ternyata selama ini apa yang dia lakoni justru merusak sendi-sendi Islam.

Sejak bertobat itu, kehidupan Harry Moekti berubah 180 derajat. Dia tanggalkan semua ketenaran dan glanmor dunia panggung. Dia mantap masuk ke dunia dakwah.

Meski demikian, dia tetap menyandang nama panggung Harry Moekti dalam berdakwah. Kharisma yang dulu mencorong di atas panggung tak berubah meski kini beada di balik mimbar dakwah. 

#3. Irvan Sembiring (Rotor)

image

Dialah “raja metal” Indonesia. Namanya berkibat bersama grup band metal “Rotor”, yang dia bentuk setelah pada 1988 keluar dari “Sucker Head”, band pionir Jakarta. Di masa jayanya, Rotor berhasil menjual ratusan ribu keping video.

Tak puas sukses di Tanah Air, Irvan ingin berkarier di Amerika Serikat. Sehingga, pada 1993 Irvan dan Rotor bertolak ke negeri Paman Sam itu. Mereka ingin rekaman dan tenar di sana.

Namun, setelah sampai di California, mereka terkejut. Sebab, saat melihat daftar ternyata sudah ada enam ribu band metal yang rekaman. Semua jauh lebih keren dari Rotor. Hingga 1995, Rotor masih sempat manggung di sana. Namun karena seret, mereka akhirnya kerja serabutan.

Hingga 1997, pria kelahiran Surabaya 2 Maret 1970 ini masih eksis di belantika musik metal nusantara. Total sudah empat album mereka telurkan di bawah naungan berbagai label musik.

Di tengah jalan sukses itu, Irvan merenung. Dia pelajari kisah hidup musisi-musisi top dunia. Ternyata banyak akhir hidupnya tidak enak. Sehinga dia terus mencari bagaimana bisa sukses di dunia dan akhirat.

image

Perenungan itu membawa langkah Irvan ke toko buku terkemuka Jakarta. Kala itu April 1997. Di sanalah dia menemukan buku tentang tokoh dunia. Judulnya “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History”. Pengarang buku itu, Michael H Hart, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh dunia. Irvan pun terkejut.

Berbekal buku itu, Irvan yakin Nabi Muhammad adalah orang paling sukses di dunia dan harus ditiru. Dia pun mencari guru yang bisa menunjukkan jalan mengikuti cara hidup Nabi Muhammad.

Berbagai pengajian dia hadiri. Pesantren kilat juga pernah dia ikuti. Dia akhirnya mantap mengikuti jamaah tabligh pada 1998. Sejak itulah Irvan ketagihan berdakwah, termasuk berguru hingga India dan Pakistan.

Ditinggallah segala popularitas. Ingar bingar panggung metal juga tak lagi dia peduli. Semua dia tinggalkan. Meski teman-teman barunya di jamaah tak melarang dia bermain musik. Rambut gondrong pun dia pangkas. Kini dia lebih akrab dengan busana gamis.

Bapak empat anak ini menekuni dakwah. Dulu, masjid di seputaran Bogor dan Jakarta Selatan kerap dia kunjungi. Namun sekarang dia fokus berdakwah di sekitar Cinere dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sela-sela kesibukan berdakwah, Irvan juga ikut bisnis multilevel marketing untuk mencari nafkah. Selain itu, dia juga menjual album dan aksesoris grup band Rotor.

Lima tahun silam, dia kembali terjun ke dunia musik. Menghidupkan kembali Rotor. Meski jarang manggung Rotor yang dia usung kini berbeda dari yang dulu. Lirik-liriknya sekarang banyak yang diambil dari ayat-ayat Alquran. Memang, tujuan Irvan menghidupkan grup lawas ini untuk berdakwah.

#4. Yuke Sumeru (Gong 2000)

Bagi penggemar grup band Gong 2000, tentu tak asing dengan nama Yuke Sumeru. Ya, Yuke adalah pemain bas grup yang jaya pada tahun 1990-an itu. Nama Yuke melejit sejak menyabet gelar pemain bas terbaik di Indonesia pada sebuah festival musik tahun 1983 dan 1985. Dari situlah dia kenal banyak musisi, hingga akhirnya masuk personel Gong 2000 yang antara lain diawaki oleh rocker Ahmad Albar.

image

Sebagai musisi kondang, Yuke punya banyak penggemar. Kehidupan layaknya selebriti pun dia jalani. Sukses di dunia musik, Yuke juga berhasil mempertebal pundi-pundi uangnya. Namun, itu semua ternyata tak membuat hatinya tenang.

Kisah hidup Yuke berbalik setelah dia naik haji empat belas tahun silam. Saat di Tanah Suci, Yuke berdoa di depan Kabah. Meminta Allah mengambil apapun yang tidak disuka dari dirinya. Sejak itulah, Yuke mulai mengurangi perbuatan buruk. Yuke juga mulai menjauhi alat musik yang selama ini menjadi kawan karibnya.

Yuke semakin meresapi Islam. Terutama setelah bergabung dengan aktivitas Jamaah Tabligh. Sepuluh tahun silam, pria kelahiran Bandung 18 Oktober 1958 ini bahkan berhasil menyandang gelar Sarjana al-Qur’an (SQ). Dia juga meraih gelar master bidang yang sama dan bahkan telah menghafal 30 juz Alquran.

Kini, Yuke dikenal sebagai pendakwah. Berdakwah ke daerah-daerah miskin menjadi kegemarannya. Sebab, tempat-tempat itulah yang rawan pemurtadan. Yuke berdakwah menyusuri daerah pinggiran Ibukota, di sekitar Bintaro, Serpong, hingga Lebak Bulus. Di kampung-kampung pemulung, bahkan dia memberi uang untuk para jamaah yang hadir di pengajian. Di karti nama pun pekerjaanya sebagai “Pegawai Allah”

#5. Aunur Rofiq “Opick” Lil Firdaus

Opick kini dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu religi. Tak hanya itu, pemilik nama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus tersebut juga dikenal sebagai seorang dai. Nyanyian-nyanyian religi itulah yang menjadi senjata ampuh dalam setiap dakwah pria kelahiran Jember, 16 Maret 1974 ini.

Album-album religi Opick selalu booming. Bahkan, album perdananya, Istighfar, yang dirilis tahun 2005 mampu mencetak dobel platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu kopi pada bulan perdana. Album Istighfar sukses di pasaran, hingga menembus lebih dari 800 ribu kopi dan mendapat penghargaan lima platinum sekaligus.

image

Sejak itulah namanya semakin cemerlang di kalangan muslim Indonesia. Satu tahun berselang, dia kembali meluncurkan album. Kali ini berjudul Semesta Bertasbih yang berisi sepuluh lagu. Tak lama setelah meluncurkan album kedua, Opick mengeluarkan buku berjudul “Opick, Oase Spiritual Dalam Senandung”.

Sebelum menjadi pendakwah, Opick memang dikenal sebagai penyanyi. Pada tahun 1990-an, dia memulai karier bermusiknya dengan membentuk band bernama Timor Band yang beraliran cadas.

Karirnya di rock pun terombang ambing tidak jelas, band itu gagal bersinar, sehingga dia berpikir keras untuk mengubah penampilan dalam bermusik. Hingga akhirnya dia pun mendapat tawaran sebagai juri lomba nasyid dan qira’ah.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sang rocker mulai hijrah. Dia mulai karib dnegan sorban dan baju koko. Pokoknya yang berbau islami. Dia kemudian menekuni jalur musik religi hingga menelurkan album pada 2005 itu.

#6. Saktia Ari Seno (Sheila on 7)

image

Saktia Ari Seno alias Sakti. Gitaris ini mundur dari band Sheila On 7 saat masih berjaya. Dia memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya. Sakti kini tak lagi berprofesi sebagai musisi atau anak band, melainkan sebagai pendakwah.

Nama Sakti pun telah dia tinggalkan. Karena dia menilai nama depan itu berlebihan. Menurut dia, yang Maha Sakti itu hanya Allah. Sekarang dia lebih memilih nama Salman Al-Jugjawy. Salman dari Jogjakarta.

image

Sakti memutuskan mendalami Islam. Pada 2006 silam, dia hijrah ke India, Pakistan, Bangladesh, hingga Irak untuk mendalami Islam. Sejak saat itu dia meninggalkan pakaian kesehariannya dan memilih mengenakan gamis pria dalam kehidupan sehari-hari.

image

Kini telah kembali ke dunia musik. Namun, lirik-liriknya dibuat untuk berdakwah. Dia ingin penyampaian dakwahnya bisa tersebar melalui sebuah lagu.

#7.Melly Goeslaw (Potret)

Terlahir sebagai seorang kristen, dibesarkan dalam keluarga kristen yang taat, Ya begitulah masa lalu wanita kelahiran Jakarta, 7 Januari 1974 silam. Putri dari Alm Melky Goeslaw ini terlahir dengan nama Mellyana Goeslaw, tapi lebih akrab dengan panggilan panggung Melly Goeslaw.

image

Banyak orang yang sudah tau tentang karya lagu ciptaanya,tidak hanya di Indonesia,di negri jiran Malaysia dan Singapura pun karya karyanya laris manis,terlebih setelah Melly menciptakan 2 buah lagu untuk penyanyi top Malaysia Siti Nurhaliza.

Namun ditengah popularitas dan karya-karyanyanya, tidak banyak orang yang tahu tentang masa lalunya sebelum berkarir sebagai musisi top tanah air. Apalagi tentang masalah perubahan keyakinan dari Kristen menuju Islam.
Nampaknya Melly sengaja menutup masalah ini di depan publik, karena menurutnya keputusanya menjadi mualaf dan meninggalkan kristen adalah urusan pribadi.

Ayah Melly yang juga musisi mewariskan bakat seninya kepada putrinya itu, sehingga dari kecil Melly sudah menunjukan bakatnya dibidang olah vokal. Bakat luar biasanya ini membuat Melly ditunjuk untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di gerejanya, Melly pun tercatat tidak pernah absen dalam kegiatan di gereja.

Iman Kristennya mulai goyah saat karirnya semakin melejit dan masuk dapur rekaman. Disaat Melly sering berinteraksi dengan teman teman muslimnya, Melly pun sering bertanya tentang Islam.

Keingintahuanya tentang Islam sangat besar, bahkan Melly sering membanding bandingkanya dengan agama yang dianutnya.

Dibenaknya selalu muncul pertanyaan:

  • Kenapa Tuhan harus bunuh diri hanya untuk menebus dosa?
  • kenapa Tuhan harus mati hanya karena dosa apel yang dimakan Adam ?
  • benarkah dosa waris itu ada ?
  • kenapa Tuhan beranak ?
  • benarkah trinitas itu ?
  • Siapakah Yesus sebenarnya ?
  • Mengapa umat Islam tidak menuhankan Yesus?
  • Mengapa di Al Quran kisah Yesus lebih lengkap, sedangkan di Al Kitab kisah Yesus saat berumur 13-30 tahun hilang ?
  • dan benarkah Al Kitab itu dari Tuhan ?

Sejak saat itu Melly selalu gelisah dengan iman kristennya, diapun sudah tak pernah lagi ikut kegiatan di gereja.
Semua berubah ketika hidayah Allah datang.

image

Perkenalanya dengan pemuda muslim membawa keluar dari segala kebingungan yang melanda. Pemuda itulah yang memperkenalkanya dengan Islam, melalui pemuda itulah Melly berkonsultasi tentang Islam, sejak saat itu mereka semakin sering bertemu dan mulai tumbuh rasa cinta diantara mereka. Kecintaan mereka semakin besar ketika pemuda itu mengetahui Melly telah memeluk Islam.

image

Keputusanya memeluk Islam bukan cuma main main, bahkan Melly sering berkonsultasi ke beberapa tokoh Islam, salah satunya Alm Ustad Jefry Al Buchori. Pemuda itu bernama Anto Hoed, seorang pria yang kini menjadi suaminya.

#8. Dik Doank

Dik Doank lahir pada 21 September 1968. Pria yang memiliki nama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini merupakan seorang penyanyi, presenter dan bintang iklan.

image

Pada 2006, Dik Doank memutuskan meninggalkan dunia hiburan. Ia meninggalkan popularitas dan gelimang materi demi berbagi manfaat pada sesama. Dik Doank kemudian mendirikan sekolah gratis dan aktif berdakwah. Misalnya pada malam tahun baru2007, Dik Doank telah terjadwal mengisi muhasabah di Masjid Nurul Jannah PT Petrokimia Gresik.

#9. John Paul Ivan (Boomerang)

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kebaikan. Banyak cara yang bisa dilakukan.

image

Seperti yang dilakukan oleh gitaris band Boomerang, John Paul Ivan (JPI). Ternyata sejak tahun 2006, John Paul Ivan (JPI) memutuskan untuk menjadi mualaf. Pilihannya untu masuk agama Islam memang menjadi perjalanan spiritual tersendiri baginya.

“Bagi saya sendiri ada perjalanan spiritual sendiri. Jadi saya harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” kata Ivan, gitaris Boomerang ditemui dalam acara bersama anak yatim piatu.

Selama empat tahun menjadi seorang mualaf, John Paul Ivan (JPI) terus mempelajari ajaran agama Islam agar ia bisa lebih baik lagi dalam menjalani perintah Allah.

image

“Yang penting adalah kita tahu apa yang mau dijalani dan tujuannya. Sebelum saya memilih saya kan sudah tahu apa yang harus saya lakukan. Jadi ya, jalan aja gitu,” ujarnya.

Untuk semakin mendekatkan diri kepada agama dan ajarannya, Ivan pun kemarin berbagi kasih terhadap anak-anak yatim piatu. (Diliput saat John Paul Ivan (JPI) masih di Boomerang)

#10. Ilsyah Ryan Reza (Peterpan/Noah)

image

Saat karir musiknya melejit, drummer kelompok band Noah, Reza, memilih mundur dari kelompok band yang telah membesarkan namanya. Salah satu alasan personil Noah ini keluar adalah keinginan untuk memperdalam agama Islam yang lebih baik lagi.

Ketika rekannya Ariel masih mendekam di dalam penjara, Reza yang punya nama asli Ilsyah Ryan Reza ini mengaku diajak jalan oleh temannya di Jamaah Tabligh selama dua tahun. Menurut Reza, pengalaman ini adalah suatu hal yang baru baginya.

“Dulu, saya nggak pernah shalat. Ketika itu, saya baru dua tahun shalat, tepatnya sejak tahun 2010 hingga 2012. Sebagian teman ada juga yang kembali ke habitatnya sebagai anak band. Tapi saya mengambil keputusan berbeda. Saya memilih mundur dari Noah, bukan karena menganggap musik itu haram, tapi karena tidak mau meninggalkan shalat,”  kata Reza saat Ngopi alias Ngobrol Perkara Iman di Masjid Raya Bintaro Jaya.

Ketika itu Reza musyawarah dengan Lukman, rekannya sesama personil Noah, dan ulama di Bandung untuk berkonsultasi soal agama. Selama dua tahun, Reza mengaku seperti bolak-balik ke dokter untuk mendapatkan ketenangan, sekaligus melepaskan segala keresahan yang berkecamuk di dalam hatinya. Ia dihadaakan oleh dua pilihan, antara meninggalkan shalat atau rezeki yang berlimpah.

Satu hal, Reza berterus terang, ia tidak bisa membagi waktu antara manajemen dengan ibadahnya.

“Kalau saya tetap bertahan di Noah, saya akan tabrak manajemen. Karenanya saya harus memilih untuk mundur dari Noah. Yang jelas, saya merasa berat dan tidak bisa ninggalin shalat, terutama shalat berjamah. Saya pun mulai belajar ngaji sejak tahun 2012. Hingga sekarang, bacaan Al Fatihah saya saja belum benar. Makanya saya berusaha memperbaikinya,” tukas lelaki kelahiran Poso, Sulawesi Tengah, 11 Maret 1977.

Reza juga mengaku sempat berniat kembali pada kehidupan yang lama untuk berfoya-foya dan hura-hura, tapi di sisi lain, ia begitu berat untuk meninggalkan shalat.  Pada tanggal 1 Januari 2015, Reza dalam koneferensi pers menyatakan resmi hengkang dari Noah.

image

Pasca hengkang dari  Noah, Reza aktif mengikuti taklim Jamaah Tabligh bersama rekan-rekannya yang lain sesama musisi, seperti Yuke Sumeru dan Derry Sulaeman. Ia sempat khuruj ke Bangladesh selama empat bulan. Reza setahap demi setahap, mulai menemukan ketenangan, dan berusaha untuk istiqamah, dan terus memperdalam agama Islam.

#11. Ray Syahreza (Nineball)

image

Vokalis band Nineball, Ray, mengakui sempat terpikir untuk berhenti total berkerja di dunia hiburan. Alasannya, Ray ingin fokus mendalami ilmu agama.

“Pernah dong kepikiran. Waktu itu, aku lagi senang-senangnya belajar agama, terus terpikir untuk kayaknya saya berhenti deh dari dunia entertain,” kata Ray saat berbincang dengan Okezone, di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta.

“Cuma waktu itu banyak masukan, terutama dari guru-guru, dari ustadz-ustadz juga. Mereka bilang seandainya saya berhenti dari dunia entertain, terus siapa yang akan berusaha mengingatkan teman-teman lain yang ada di dunia entertain?,” jelasnya.

Pelantun Hingga Akhir Waktu ini tidak pernah kesulitan membagi waktu antara bermain musik dan ibadah. “Dalam sebulan, aku khusus meluangkan waktu tiga hari untuk fokus jalani dakwah, fokus untuk belajar agama,” ungkapnya.

#12. Berry Manoch (Saint Loco)

image

Vokalis grup band Saint Loco, Berry Manoch, mengaku tak mudah memutuskan menjadi mualaf. Keputusan itu menuai pro dan kontra. Dan banyak pendapat yang tidak setuju dengan keputusannya masuk Islam.

“Jadi omongan dan kebanyakan tidak terima dengan apa yang saya putuskan,” tutur Berry saat berbincang dengan Dream.co

Namun Berry bersyukur. Keputusan ini mendapat dukungan dari keluarga dekat. Terutama sang ibu.

“Alhamdulillah punya ibu yang sangat luar biasa. Awalnya beliau kaget, tapi pada akhirnya bisa merestui,” kata dia.

“Itu yang membuat saya terharu banget,” tambah pria yang kini mengubah namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah itu.

image

Tidak hanya keluarga. Rupanya sejumlah teman karibnya memberi dukungan penuh atas keputusan ini. Meskipun sekarang mereka beda keyakinan.

“Nah ini saya punya saudara yang luar biasa walaupun beda keyakinan justru yang paling menerima dan mendukung mereka. Awalnya kaget juga tapi intinya mereka sangat mendukung, saya bersyukur dari situalhamdulillah,” ucap Berry

#13. Krisyanto (Jamrud)

image

“Dari dulu sebenarnya saya udah belajar Islam cuma belum spesifik dan sekadar tahu shalat saja. Nggak tau apa sebenarnya shalat, wudhu itugimana. Rukun- rukun dan baca surat asal bunyi saja. Alhamdulillah sekarang tidak asal bunyi lagi. Insya Allah sekarang udah bisa melafalkan dengan baik.”

Pengakuan itulah yang meluncur dari bibir Krisyanto, mantan vokalis Jamrud, saat ditanya tentang ketertarikannya mendalami Islam. Ia menyadari bahwa manusia tidak akan selamanya hidup sehat. Pada titik tertentu semua manusia akan menemui ajalnya. Hal inilah yang menggerakkan hatinya untuk
belajar Islam.

image

Dari rasa takut itu, sedikit demi sedikit ia mulai menjalani kehidupan yang diyakininya membawanya lebih baik. Dosa-dosa lampau yang kerap mengganggunya membuat pria yang akrab disapa Yanto ini lebih termotivasi untuk perbaiki diri.

”Bawa amal apa kita bila mati, amal baik saja belum
tentu diterima,” tutur pria empat anak ini.

Rasa takut juga yang mendorongnya untuk mendalami Islam lebih serius lewat pengajian dan talkshow. Sejak beberapa bulan belakang Yanto sering terdengar mengisi acara talkshow tentang keislaman di berbagai wilayah di Indonesia. Ia bersama rekan eks groupnya Jamrud, Riki Tedi, terus
disibukkan dengan kegiatan tersebut. Ia menolak mengatakan kegiatan itu sebagai dakwah.

”Hanya berbagi cerita dan pengalaman spiritual dengan masyarakat dan mahasiswa, kita ditemani orang yang paham,” ungkap dia.

Ia dan Riki Tedi memang tak sendiri menyambangi masyarakat. Mereka didampingi Ustad Ali Muslim, yang mengatur semua jadwal talkshow dan membantu mereka menerangkan isu-isu keislaman.

Namun sejak beberapa pekan terakhir Yanto mengaku kegiatan keagamaannya itu mulai terganggu karena kesibukannya mempersiapkan album solo bertema sosial yang akan diluncurkan Juni 2008.

”Beberapa kali tidak ikut talkshow, tapi mereka (Ustad Ali dan Riki Tedi) jalan terus. Mereka maklum, tapi bila punya waktu luang saya akan menyempatkan diri,” ujar dia.

Meski Sudah beberapa waktu tidak mengikuti kegiatan keagamaan, membaca Alquran sebisa mungkin tidak ia tinggalkan. Setelah shalat, dia selalu menyempatkan diri untuk melafalkan ayat-ayat suci Alquran. Ia mengaku tidak ingin cepat-cepat khatam Alquran. Dia khawatir bila terlalu cepat
mengkhatam Aquran bakal membuatnya cepat puas dan berhenti membaca Alquran. Ia memahami, bahwa setiap Muslim harus terus memelihara kebiasaan membaca dan mendalami Alquran hingga akhir hayatnya.

Semangatnya belajar dan memahami Alquran ini pun ia tularkan pada keempat anaknya.

”Anak-anak anak harus ditularkan semangat belajar agama dan Alquran. Mereka tanggung jawab saya,” tutur Yanto.

Ia pun sedikit demi sedikit berusaha untuk berdakwah di rumah sendiri. Kepada putrinya, dari kecil sudah ia ajarkan untuk mengenal jilbab. Istrinya pun sudah berusaha untuk memahami urgensi menutup aurat dengan berjilbab.

Keluarga pun turut memberikan dorongan padanya untuk mendalami agama. Menurut dia, keluarganya sangat bersyukur karena dirinya mau belajar agama. Mereka, kata Yanto, juga merasa tenteram karena berhasil meninggalkan dunia gemerlap di klab-klab malam.

Ia membenarkan pandangan orang tentang kehidupan artis dijalaninya selama ini identik dengan hura-hura dan glamor. Tetapi dengan jalan hidup yang dipilihnya saat ini, Yanto menjadi lebih sering tinggal di rumah dan menjaga keluarganya.

Saat masih di jamrud dulu, Yanto memang sering meninggalkan keluarga. Dengan sekarang bersolo karier, dia punya kebebasan lebih untuk menerima maupun menolak tawaran manggung. Saat masih di Jamrud, Yanto harus menjalani semua tawaran yang telah diterima manajemen grupnya.

Walaupun penghasilannya saat ini memang tidak sebesar saat masih bersama Jamrud, dia mengaku tetap senang karena bisa memiliki banyak waktu buat keluarga.

”Walau tidak banyak, rezeki dari Allah harus disyukuri berapapun jumlahnya,” ujar dia.

Sejauh ini ia juga sangat mensyukuri kehidupannya. Segala rezeki yang diterimanya, dia sambut dengan rasa syukur. Yanto pun sangat memahami bahwa yang namanya rezeki itu tidak selalu berupa materi, tetapi juga bisa berupa kesehatan, anak saleh, dan anugerah-anugerah lain yang ia terima
dalam hidupnya.

Sekarang Yanto mengaku terpaksa tetap berada di dunia musik karena tidak banyak pekerjaan lain yang bisa dipilihnya untuk menghidupi anak dan istri. Sukses, buat dia adalah gabungan antara usaha dan ketentuan Allah SWT. Sebagai manusia, dia hanya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa
meraih kesuksesan. Selanjutnya, dia pasrah pada Allah SWT.

Meski telah banyak berubah, Yanto menganggap dirinya belum betul-betul istiqamah dalam menjalani agama dan masih ada sedikit sifat mencintai dunia. Kini, dia sibuk menyiapkan album religi untuk bisa diluncurkan Ramadhan tahun ini.

*Notes: informasi diliput tahun 2008, Sekarang Krisyanto sudah kembali menjadi vokalis di Jamrud lagi

#14. Ricky Teddy (Jamrud)

Bagi para penikmat musik, terutama rock, mungkin akan kaget ketika mengetahui sosok Ricky Teddy, 47 tahun, salah seorang dedengkot Group Band Jamrud kini lebih rajin mengkaji Islam dan berdakwah. Rumah Ricky, di Jl Permana Cimahi, Bandung,  yang sebelumnya sering dijadikan tempat kongkow, nongkrong dan tempat minum-minum oleh teman-temannya, kini dijadikan base camp untuk mengkaji Islam. Setiap Jumat malam, sekitar 30 sampai 50 orang jamaah, yang merupakan teman-teman Ricky rutin hadir mengikuti kajian Islam Permana. Ricky sendiri  mengaku kehidupan yang dirasakannya sejak empat tahun lalu ini lebih tenang dibanding sebelumnya, ketika masih ‘jahiliyah’. Inilah kisah perjalanan hidupnya.

image

Kalau ditanya agamaku apa, aku pasti menjawab Islam. Karena sejak lahir orang tuaku Islam. Hingga sekarang agama yang tercantum di KTP-ku pun Islam. Namun terus terang aku tidak tahu banyak tentang Islam bahkan hingga aku berkeluarga. Waktu itu, yang bisa dikatakan aku hampir tidak pernah melaksanakan ajaran Islam seperti shalat atau membaca Alquran. Tentu ini bukan salah orang tuaku. Karena sejak kecil mereka telah menyuruhku shalat dan mengaji. Namun, mungkin karena kenakalanku, perintah itu tidak aku lakukan.

Tak pelak selama itu pula hidupku diliputi kegelisahan. Kalau ada orang beranggapan materi itu segalanya, atau memahami jika materi sudah terpenuhi maka akan mendapat kebahagiaan, itu keliru besar. Materi ternyata bukan segala-galanya. Bagiku materi itu hanya untuk penunjang saja. Buktinya meski aku punya segalanya, toh  masih ada rasa takut dan gelisah. Itulah yang terjadi. Itu semua baru kusadari sejak aku mendalami Islam empat tahun yang lalu.

Anak Bertanya soal Shalat

Kesadaranku akan Islam muncul sejak berkeluarga, punya istri dan anak. Waktu itu mereka sering bertanya apa itu Islam,  bagaimana cara mengerjakan shalat dan lainnya. Aku tidak bisa jawab. Aku bingung bagaimana menjawabnya.  Berawal dari situ, aku memanggil seorang ustad untuk mengajarkan Alquran kepada mereka. Aku suruh anak dan istri belajar mengaji. Sementara aku sendiri belum tertarik, biarin saja, yang penting anak istri yang bisa.

Tapi lama kelamaan aku berpikir, harus juga mulai belajar Islam. Apalagi saat itu aku belum bisa membaca Alquran sama sekali. Diam-diam aku nimbrung saat mereka mengaji. Lama-lama keterusan. Alhamdulillah akhirnya aku bisa juga  membaca Alquran, meski masih terbata-bata. Sedikit demi sedikit kemampuanku bertambah. Aku pun mulai belajar tata cara shalat dan ajaran Islam lainnya.

Sebagai  imam dalam rumah tangga, aku berkewajiban mendidik anak istri dengan ajaran Islam. Dan alhamdulillah anak istri semuanya mau hijrah. Aku juga mengajak hijrah keluarga yang lain dan teman-teman. Tapi itu tidak mudah. Sebagian mereka bisa menerima, sedang  yang lainnya belum bisa. Bahkan ada yang bilang aku ini fanatik.  Ketika ada yang bilang seperti itu, aku bilang ya nggak apa-apa. Aku hanya bisa berdoa semoga mereka itu bisa segera hijrah.

Sebenarnya ketika aku pertama kali mau shalat, ada perasaan malu. Masa rocker shalat. Karena ada perasaan malu itulah, aku pun melakukannya dengan ngumpet-ngumpet. Namun akhirnya aku sadar juga, tidak mungkin aku melakukan shalat sambil ngumpet terus. Aku harus melakukannya terang-terangan. Minimal kan dengan aku shalat ini bisa mengingatkan mereka yang belum shalat untuk shalat.

Aku ini takut ‘ketinggian’. Sementara profesiku di Jamrud itu, mobilitasnya selalu naik pesawat. Ketika naik pesawat, maka rasa takut pun kerap menghantuiku. Kalau  pesawat itu pasti jatuh,  tewaslah kita. Itulah yang selalu kebayang. Sering wajahku pun pucat pasi dan keringatan. Secara mental aku benar-benar merasa tersiksa.  Ini lebih parah dibandingkan tersiksa secara fisik.

Setelah merenung dan mulai belajar Islam, akhirnya aku bisa memahami bahwa hal itu wajar terjadi pada manusia. Setiap manusia itu lemah. Pasti ia tergantung kepada sesuatu. Ada saat-saat yang bisa kita kuasai dan ada saat yang kita dikuasai.  Di saat tidak dikuasai itulah kita harus pasrah.

Ketika naik pesawat misalnya, di situ ada pilihan pesawat apa yang akan kita ditumpangi. Tapi ketika  sudah memilih pesawat dan sudah di atas, maka kita harus pasrah. Karenanya setelah tahu Islam, sebelum berangkat dan naik pesawat aku pun selalu berdoa kepada Allah.

Sebelumnya tidak seperti itu. Ketika di atas pesawat, aku berusaha melawan rasa takut itu. Macam-macam kegiatan dilakukan, seperti minum khamr dan lainnya. Alhamdulillah saat itu tidak sampai kecelakaan. Tidak  terbayang, kalau saat itu celaka dan belum beriman, ke mana aku nanti setelah meninggal?

Enak Ngaji Dibanding Manggung

Terus terang, sejak  banyak mengkaji Islam, aku sering diminta untuk mengisi talkshow tentang masalah keislaman. Talk show di sini dalam artian aku menjadi motivator. Keilmuanku sebenarnya masih minim.  Tapi  meski begitu aku tetap sampaikan ilmu itu ke banyak orang di talk show tersebut. Aku katakan ini bukan profesi. Tapi ini kewajiban aku sebagai orang Islam.

Mengisi talkshow bagi aku adalah kepuasan tersendiri. Aku merasa lebih nyaman mengisi talk show dibanding ketika manggung nyanyi. Ini yang aku rasakan. Di sini aku bisa menyampaikan tentang keislaman yang dipahami ke banyak orang.

Karena itu aku sampaikan pesan kepada umat Islam, khususnya para penggemar Jamrud, mudah-mudahan mereka mau ngaji agar paham tentang Islam, kemudian mau mengamalkan dan selanjutnya bisa menyampaikan lagi ke teman-teman lainnya. Jangan dikira baik itu untuk sendiri saja, karena menurut hadist tidak dikatakan beriman seseorang sebelum peduli kepada orang lain.

#15. Sunu Hermaen (Matta Band)

Sejak mendalami Islam, mantan vokalis Matta Band, Sunu turut mengubah penampilannya. Jika dulu ia lekat mengenakan setelan jeans dan kaos oblong ala anak band. Kini pria yang popular berkat lagu Ketahuan ini lebih nyaman mengenakan baju muslim.

“Dulu saya senang pakai baju biasa. Sekarang setelah tahu sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, saya jadi mengenakan penutup kepala, menumbuhkan janggut, dan celana di atas mata kaki karena itu isbal (menjulurkan atau memakai pakaian hingga melebihi mata kaki),” ungkap Sunu kepada Liputan6.com di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2015).

Dengan penampilan barunya itu, beragam reaksi pun didapat Sunu dari orang sekitar. Ada yang mendukung, tak sedikit pulang yang mencibir. Parahnya, Sunu sampai disangka teroris dengan penampilan barunya itu.

image

“Ada yang mendukung, ada yang aneh. Sempat disangka teroris atau ikut aliran sesat. Tapi saya coba untuk tidak menggubris. Kita baik sangka saja, tidak ada yang menjauhi kok,” ujarnya.

Meski begitu, dukungan orangtua dan orang terdekat menjadi kekuatan Sunu menjalankan sunnah yang disyariatkan agama. Sunu pun bangga dengan penampilan barunya itu.

“Tentu yang mendukung orangtua. Ketika anaknya beramal, tentu orangtua akan bangga. Saya ingin menjadi orang yang membanggakan orangtua, makanya saya coba untuk berubah,” pungkas personel grup vokal Medina.

#16. Teguh Permana (Vagetoz)

Bintang.com

Bintang.com

Tahun 2011 publik dibuat tercengang dengan penampillan teguh di acara ustadz Yusuf Mansyur yaitu chatting dengan YM. Kala itu penampilannya tidak kalah alimnya dengan beberapa bintang tamu lainnya yaitu Sakti dan Ray Syahreza. 

Hmm…rupa-rupanya menurut penuturan dia, ia kini semakin dekat dengan Tuhannya dan semakin giat untuk mendalami agamanya. Hanya saja saya tidak tahu perubahan itu karena album religinya itu atau tidak. Yang jelas setelah saya mengintip akun Twitternya, ia sangat bangga dengan mention-mention berbau agamis. Bahkan dia dengan bangga memasang foto profil berikat surban lengkap dengan baju koko hitam khas seorang ustadz.

Demikianlah segelintir dari beberapa musisi di Indonesia yang tercerahkan. Artikel ini tidak bermaksud SARA.

smilies_fbeg2zbaufk9

Artikel ini saya dedikasikan untuk umat muslim saja. Semoga dapat menginspirasi kita semua sebagai umat muslim agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Aamiin.

Referensi

  • ^https://m.dream.co.id/showbiz/tes-140626g.html
  • ^https://m.dream.co.id/showbiz/direstui-ibu-masuk-islam-berry-saint-loco-terharu-150326l.html
  • ^https://stop-misi-kristenisasi.blogspot.co.id/2013/10/dulu-penyanyi-gerejakini-melly-goeslaw.html?m=1
  • ^http://bersamadakwah.net/selain-reza-5-musisi-ini-juga-tinggalkan-dunia-selebriti-demi-agama/
  • ^https://www.islampos.com/titik-balik-reza-noah-pilih-mundur-dari-band-ketimbang-tinggalkan-shalat-238108/
  • ^https://m.okezone.com/read/2015/03/07/205/1115138/dalami-agama-ray-nineball-ingin-berhenti-jadi-artis
  • ^https://m.republika.co.id/berita/shortlink/99
  • ^http://mediaumat.com/sosok/57.html
  • ^https://m.liputan6.com/showbiz/read/2240329/eksklusif-penampilan-baru-sunu-eks-matta-band-disangka-teroris#
  • ^https://m.liputan6.com/showbiz/read/2240329/eksklusif-penampilan-baru-sunu-eks-matta-band-disangka-teroris#
  • ^http://kabarinspirasi.blogspot.sg/2013/10/ray-sakti-teguh-anak-band-alim.html?m=1
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s