Propaganda-propaganda Amerika Serikat  telah menyudutkan Islam sehingga di cap sebagai agama teroris.

A. Upaya-Upaya Propaganda AS Menciptakan Cap Teroris pada Agama Islam Untuk Hancurkan Negara-negara ISLAM

image

Presiden Korea Utara – Kim Jong Un, meledeklaporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengklaim, bahwa mereka adalahNegara penjamin kebebasan berkeyakinan agama di dunia.

image

Kim Jong Un dengan tegas menyatakan:

“Amerika munafik..!! Nyatanya, justru Amerika-lah pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidak stabilan situasi dunia dengan terus mengganggu Negara-negara Islam melalui propaganda agama.”

”Mantan Menteri Pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld dan para Pemimpin Negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan untuk menggulingkan Pemerintahan di Negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,”

[Tulis kantor berita KCNA, mengutip pernyataan pemerintah Korea Utara]

Pemerintahan Korea Utara juga mengecam sikap Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan dengan tujuan untuk mengisolasi Korea Utara dari panggung Internasional.

”Upaya untuk merusak Korea Utara dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal, dengan tuduhan di Korea Utara tidak ada kebebasan beragama; –Itu benar-benar tidak masuk akal, Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan keyakinan beragama setiap warga Negara kami.” kutipan dari pernyataan pemerintah Korea Utara.

Reaksi Korea Utara itu sebagai bentuk respons dari laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.

Laporan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry –pada briefing khusus pada tahun 2013 lalu. Dalam isi laporan tersebut, Amerika Serikat telah menuduh Negara-negara seperti Korea Utara, Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan; TIDAK memberikan jaminan kebebasan keyakinan beragama terhadap warga Negaranya.

Upaya-Upaya Propaganda AS Menciptakan Cap Teroris pada Agama Islam Untuk Hancurkan Negara-negara ISLAM diantaranya dengan cara:

A.1 Memerangi Ideologi Radikal di Indonesia

Di negeri kita, jargon perang melawan terorisme (baca; perang melawan ideologi radikal) dimana Amerika sebagai sutradaranya, mendapatkan momentum untuk dijadikan pintu masuk menawarkan gagasan Islam versi Barat (Islam Moderat). Mengingat sejak awal, Barat (AS dan sekutunya) menempatkan Islam dan para pengusung ideologinya menjadi ancaman bagi kepentingan imperialismenya.

Atas dasar itu, Indonesia dengan jumlah mayoritas penduduknya muslim terbesar  di dunia, mendapat perhatian ekstra bagi kepentingan politik Amerika yang terkenal sebagai agresor itu. Apalagi sejak Amerika mencanangkan War on Terorisme tahun 2001, pemerintah Indonesia telah menyatakan bergabung dengan Amerika untuk memerangi terorisme.

Karenanya slogan  menumpas ideologi radikal yang belakangan marak didengung-dengungkan di negeri kita.

Sejatinya  adalah tengah menjalankan agenda War on Terorisme nya Amerika!!!

Misi yang hari ini gencar dikampanyekan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui proyek deradikalisasi. Dimana diantara agenda yang diusungnya adalah membumikan Islam moderat atau memoderatkan Muslim Indonesia sebagai sebuah tawaran solusi.

Dengan jalan ini Amerika hendak menghidupkan kultur moderat yang kuat di negeri ini  untuk memunculkan perlawanan terhadap Islam ideologis sebagai  strategi politik dalam upayanya  menguasai Indonesia. Sayangnya hal ini tidak dipahami dengan baik oleh BNPT, atau memang BNPT sengaja sedang memerankan misinya Amerika dalam memerangi Islam di negeri ini?

Maka jangan heran jika  upaya menghadang ideologi radikal (baca; ideologi Islam) dibarengi dengan kampanye secara massief   membangun pemahaman Islam Moderat ala  Barat yang nota bene adalah musuh Islam.

Demikian juga lewat proyek Deradikalisasi  ini mereka hendak menghilangkan pikiran dan  hati umat Islam dari keinginan menerapkan syariat Islam, dan digantinya dengan pemahaman Islam Moderat yang didalamnya menihilkan Islamisasi tatanan hidup Muslim.  Targetnya adalah memoderatkan umat Islam Indonesia demi untuk membungkam perlawanan kaum Muslimin dan melanggengkan imperialisme mereka di bawah drama “memerangi terorisme”.

Barat berambisi untuk memoderatkan umat Islam Indonesia dalam rangka untuk membungkam perlawanan kaum Muslimin, dan setidaknya agar kaum Muslimin tidak lagi mempunyai cita-citanya untuk menerapkan syariat Islam dari kehidupannya. Sebab AS dan sekutunya sadar bahwa eksistensi hegemoni Barat di Dunia Islam (termasuk Indonesia) bergantung kepada keberhasilan mencabut penerapan syariat Islam  dalam kehidupan kaum Muslimin.

Kita bisa buka dalam dokumen RAND Corporation 2006 bertajuk Building Moderate Muslim Networks ; bahwa kemenangan AS yang tertinggi hanya bisa dicapai ketika ideologi Islam didiskreditkan dalam pandangan mayoritas penduduk di tempat tinggal mereka dan di hadapan kelompok pendukungnya.

Itulah sebabnya dengan anggaran yang lumayan besar, BNPT  tekun menggelar serangkain event deradikalisasi ini di berbagai tempat.  Sebagai strategi soft power agar umat Islam  tidak mengikuti dan terpengaruh oleh ideologi radikal yang menjadi momok dan ancaman bagi imperialisme Barat dewasa ini. Sasarannya menghapus keinginan untuk menegakkan syariat Islam dari pikiran, hati dan benak kaum Muslimin.

Dalam pemahaman BNPT, ideologi radikal dinilainya sebagai akar penyebab munculnya terorisme. Maka berbagai forum pun diadakan sebagai sosialisasi dan revisi pemikiran keagamaan sembari membangun pemahaman Islam dengan substansi Islam   Rahmatan Lil’aalamin ala Barat yang sarat dengan muatan ideologi liberal dan sekuler.

Dengan  sosialisasi dan revisi pemikiran keagamaan tersebut  diharapkan keinginan kaum Muslimin untuk menegakkan syariat Islam dalam tatanan kehidupannya menjadi hilang. Cita cita untuk menerapkan syariat Islam (formalisasi syariat) menjadi sirna. Yang ada tinggalah pemahaman sekuler dan liberal, atau Islam yang sudah kehilangan ruhnya karena  dirusak dan disimpangkan pemahamannya oleh musuh (baca; deislamisasi).

Musuh memandang bila kaum Muslimin bangkit kesadarannya dan komitmen dengan syariat Islam, berpotensi sebagai ancaman yang membahayakan imperialismenya (termasuk cengkeramannya terhadap Indonesia). Yang berarti akan menjadi ancaman serius bagi AS dan negara-negara bonekanya, jika umat Islam atau sebagian (kelompok) dari mereka bangkit dan melakukan perlawanan dengan mengusung Islam ideologi ini (baca; ideologi radikal).

Karena itu mereka mati-matian merusak ideologi Islam ini. Segala cara mereka tempuh agar pikiran dan hati kaum Muslimin tidak lagi kepada keinginan untuk menerapkan ajaran  Islam.
Mereka bekerja keras dengan didukung pendanaan yang tak sedikit  untuk menjauhkan umat Islam dari aqidah dan ajaran syariat yang sebenarnya. Sembari memupus keinginan kaum muslimin untuk kembali kepada kemurnian Islam dalam tatanan kehidupannya.

Tak segan- segan mereka melakukan upaya pengelabuan dan pembodohan dalam melakukan serangan terhadap Islam ini. Mulai dari penyesatan opini, stigmaisasi, stereotif negatif tentang Islam,  pembiasan informasi, menyimpangkan dan mengkaburkan pemahaman terhadap istilah-istilah Islam yang sudah baku, dan berbagai macamnya.

Semua itu dimaksudkan agar umat Islam dalam banyak hal lebih berkiblat kepada perangkap yang ditawarkan musuhnya ketimbang pada konsep ajaran Islam itu sendiri. Sehingga aqidahnya menjadi rusak, pemahamannya tentang Islam menyimpang, sementara  pada saat yang sama dicekoki dengan ideologi liberal dan sekuler yang kufur terhadap wahyu.

Perlu Bukti ?  Lihat saja muatan kampanye  dalam serangkaian event proyek deradikalisasi yang digelar BNPT selama ini.

A.2 Melalui Film-Film Hollywood

image

Amerika Serikat dinyatakan sebagai pemenang Perang Dingin setelah keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1990, sejak saat itu Amerika Serikat menjadi negara super power dan tanpa tandingan. Tentunya dengan status Negara Super Power dan Digdaya maka jaminan Keamanan Nasional adalah hal yang paling penting untuk dijaga. Namun ternyata negara super power ini, sistem keamanan negaranya mampu diterobos oleh kelompok terrorisme yang melancarkan seranganya ke gedung WTC dengan menabrakkan pesawat komersil pada tanggal 11 september 2001. Kejadian tersebut tentunya membuat Amerika Serikat sebagai negara yang kuat dan maju seolah diremehkan oleh sekelompok terroris yang mampu menembuh Pertahanan Nasional Amerika yang selama ini dikenal yang ketat,aman dan tanpa cela. Dengan kejadian 11 September 2001 tersebut maka Amerika Serikat berseru untuk melawan terrorisme. Amerika tidak hanya menggunakan konfrontasi militer dengan menyerang negara Afghanistan sebagai Negara terroris namun juga melakukan beberapa kampanye politik (propaganda). Propaganda Amerika Serikat tentang terrorisme jangan jelas dintujukkan oleh beberapa film garapan Hollywood.

Memang film adalah salah satu media yang paling effektif dalam melancarkan serangan udara berupa persuasi bahkan propaganda . Hollywood adalah industry film terbesar di dunia yang dikuasai oleh Amerika Serikat. Tentunya film-film garapan Hollywood menjadi senjata yang ampuh untuk melakukan propaganda terrorisme. Menginngat film punya nuansa entertainment yang kental dan secara tidak langsung mampu mendekrontruksi para penontonnya secara pelan-pelan. Propaganda yang dilakukan oleh AS melalui film-film di Hollywood tentunya sangat berpengaruh besar terhadap persepsi masyarakat dunia yang ikut menonton atau bahkan ikut menikmati film Hollywod tersebut. Daya imajinasi sineas perfilman Hollywood sungguh sangat luar biasa, mereka bisa menempatkan Amerika Serikat sebagai pusat Perdaban Dunia, Pusat kecanggihan militer dunia, pusat kecanggihan technology dan informasi dunia dan juga pusat pengetahuan dunia. Semua hal tersebut dikemas secara rapi dan detail oleh Hollywood. Misalkan dalam film Mission Impossible baik 1,2,3 dan 4 yang mana dalam rangakian cerita fiksinya diibaratkan bahwa Amerika Serikat punya pasukan khusus yang dilengkapi dengan berbagai macam teknologi canggih yang dalam film tersebut hanya AS yang memilikinya. Dalam film tersebut juga dijelaskan adanya suatu pasar gelap tentang Industrial Military Complex yang sangat berbahaya karena mampu menciptakan senjata biologis pemusnah massal.

Dengan sajian –sajian tersebut tentunya akan sangat berpengaruh besar terhadap persepsi masyarakat dunia mengenai ketangguhan dan kemampuan Amerika Serikat disegala bidang. Propaganda Terrorisme Amerika Serikat Melalui Hollywood Bagaimana kemudian AS menggunakan media “Hollywood” untuk melancarkan propaganda terhadap terrorisme. Sebelum melanjutkan penjelasan kita perlu memberi definisi tentang propaganda . Karya klasik Laswell, Propaganda Technique in the World War, menghadirkan sebuah definisi  mengenai propaganda : “ kata itu mengacu semata-mata pada kendali atas pendapat dengan menggunakan simbol-simbol yang signifikan  atau mengatakan secara konkret dan tidak terlampau akurat, dengan menghadirkan kisah, rumor, laporan, gambar dan bentuk-bentuk komunikasi sosial lainnya”. Laswell memberi definisi yang agak berbeda sepuluh  tahun kemudian “Propaganda dalam arti yang seluas-luasnya adalah teknik memengaruhi tindakan manusia dengan cara memanipulasi atau melakukan representasi. Representasi ini bisa melalui kata-kata ujaran, tulisan, gambar atau bentuk-bentuk musical.

Dari penjelasan tersebut tentunya Amerika Serikat punya daya jelajah yang cukup kuat untuk melakukan propaganda. Peranan media massa dan industry film Hollywod menjadi alat perang tersendiri bagi AS. Media sangat berpengaruh penting dalam mempersuasi pikiran bahwan tindakan seseorang. Media juga mampu melakukan konstruksi sosialnya untuk membungkus realitas menjadi suatu idealitas yang hari itu dipercaya karena terus terjadi berulang ulang. Terciptanya kontruksi social itu melalui tiga momen dialektis, yakni eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi. Eketernalisasi sebagai bagian dari penyesuaian diri dengan dunia sosiokultural sebagai produk manusia., sedangkan objektivitasi sebagai interkasi sosial dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami proses institusionalisasi dan internalisasi merupakan upaya individu mengidentifikasi diri dari lembaga-lembaga social atau organisasi social tempat dimana individu menjadi anggota.

Inti dari sebuah komunikasi yakni tersampaikannya pesan oleh seorang komunikator terhadap penerima pesan (komunikan). Apabila dalam suatu komunikasi pesan tidak tersampaikan atau tidak dimengerti maka komunikasi yang berlangsung bisa dianggap gagal. Maka dalam dunia politik maupun social komunikasi punya banyak peranan penting. Mengingat ketika ada miss communication maka aka ada aksi dan reaksi yang kliru pula dalam menanggapi sebuah komunikasi. Apapun bentuk komunikasinya entah komunikasi politik maupun propaganda, ketika pesan utama tidak bisa difahami atau dterima oleh pihak penerima pesan maka akan sia-sia semua usaha yang dilakuakn untuk komunikasi tersebut. Dalam kasus ini Hollywood sebagai industry film punya peranan penting dalam menyampaikan pesan-pesan propaganda yang dilakukan AS. Maka Hollywood disini punya peranan yanga sanga strategis dalam menjalankan politik propaganda Amerika Serikat.

Dengan demikian media massa punya peranan penting untuk bagaimana merekontruksi kondisi social maka jelas sekali Amerika Serikat tetap akan mempertahankan dominasinya melalui berbagai macam propaganda termasuk yang dilakukan melaui film hollywood. Salah satu film yang menggambarkan tentang terrorisme yakni film “Air Force One” dalam film tersebut diceritakan bahwa ada pembajakan pesawat khusus Presiden yang dilakukan oleh terroris yang berasal dari timur tengah. Dalam film tersebut distreotipkan bahwa orang timur tengah (muslim) adalah mewakili tindakan terorisme dunia. Walaupun banyak adegan dalam film tersebut yang kurang masuk akal namun secara tidak langsung akan memperngaruhi penonton tentang bagaimana seorang muslim ini sebagai teroris. Bagi saya ini adalah bentuk proganda yang luar biasa yang dilakukan oleh AS dalam film Hollywood.

Yang menjadi tidak masuk akal yakni bagaimana bisa pesawat kepresidenan AS di bajak oleh segerombolan terroris yang mana pengamanan dan tingkat keamanan pesawat kepresidenan adalah jenis tingkat keamanan yang paling tinggi. Saya melihat ada kekhawatiran yang serius dari pihak AS mengenai perkembangan terrorisme dalam film-film Hollywood.

AS juga menunjukkan beberapa proganda terkait terrorisme misalkan pada film “The Black Hawk Down” yang mana pada cerita tersebut belatar belakang di Afghanistan, pasukan angkatan darat AS melakukan penyerbuan terhadap terroris di Afghanistan. Pasukan AS yang melakukan penyerbuan terhadap markas terroris seolah mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan. Tentunya terroris disini digambarkan sebagai orang-orang muslim timur tengah yang dikomandoi oleh Osama bin Laden. Dalam film tersebut jelas sekali bahwa AS memberikan stereotype bahwa orang yang bersorban, ber jengggot panjang dianalogikan sebagai seorang terroris yang sangat berbahaya. Dengan kata bahwa atribut islam dijadikan sebagai simbol-simbol kekerasan. Tentunya hal ini sangat merugikan orang musilm secara universal.

Dalam film lain misalkan “The Kingdom”, dalam film tersebut juga ditampilkan bahwa orang-orang muslim Afghanistan sebagai kelompok terroris yang harus segera dilenyapkan. Cerita ini hampir sama dengan film yang saya sebutkan sebelumnya. Cuma dalam film ini ada sekelompok pasukan khusus yang diperintahkan oleh Presiden AS untuk mengempur camp atau pusat markas terroris yang ada di Afghanistan. Dengan demikian propaganda yang dilakukan oleh AS melalui film Hollywood sungguh sangat mengesankan, tertata rapi, penuh dengan intrik dan tentunya sangat persuasive. Walaupun tidak semua film Hollywood bernuansa propaganda namun dari ketiga contoh yag saya sebutkan tadi setidaknya memberi gambaran kepada kita bagaimana pintarnya seorang Amerika dalam melancarkan isu-isu propaganda melaui film-film yang dibuatnya.

  • Posisi Komunikator Dan Komunikan

Tentunya industry film Hollywood adalah sebagai komunikator yang mempunyai andil besar dalam merumuskan pesan-pesan yang akan disampaikan kepada komunikan. Hollywood sebagai pengelola pesan tentunya akan menampilkan beberapa skema dan ilustrasi yang cantik dalam film-filmnya untuk memberikan gambaran mengenai terrorisme yang terwakili oleh umat muslim. Walaupun ini tidak adil bagi umat muslim namun inilah politik media. Negara seperti Amerika Serikat yang punya perkembangan dan kemajuan yang pesat di wilayah media dan technology media akan menggunakan kecanggihan tersebut untuk menunjukkan bahwa AS adalah negara Adidaya dan maju dalam segala bidang.

Sedangkan objek dari komunikator “Hollywood” adalah masyarakat internasional. Mengapa demikian, hollywood adalah indsutri perfilman dengan pangsa pasar yakni masyarakat seluruh dunia. Maka komunikan disini bisa juga diartikan sebagai pangsa pasar film itu sendiri. Apabila propaganda yang dilakuakn AS melalui Hollywood berhasil mengubah pandangan masyarakat dunia mengenai terrorisme (dalam artian islam dijadikan label terrorisme) maka AS sudah bisa dianggap berhasil dalam melakukan prinsip dasar komunikasi. Bahkan AS juga bisa dikatakan berhasil menghasut dan mempropaganda public internasional apabila pesan-pesan propaganda tersebut benar ditrima oleh komunikan.

  • Dukungan Militer Amerika Serikat terhadap Hollywood

Apabila kita melihat baik Action, Super Hero maupun Peperangan kita akan dengan mudah melihat peralatan militer yang sering digunakan dalam film-film tersebut. Maka jelas sekali AS dan Hollywood sangat serius dalam menggarap sebuah film. Coba bayangkan berapa biaya untuk menyewa kapal selam, kapal induk, pesawat tempur, markas tentara dan peralatan canggih lainya untuk dipakai dalam film. Tentunya sangat mahal sekali. Makanya terkadang biaya produksi film Hollywood bisa mencapai ratusan triliyun rupiah dalam sekali produksi. Bisa menyewa alat tempur militer AS bukan perkara yang mudah dan biasa tentunya. Jaringan ke dalam dan koneksi ke pejabat tinggi tentunya dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut. Namun secara eksplisit seolah pihak militer AS sangat mendukung dan setuju untuk peralatan militer mereka digunakan dalam film. Penulis menilai tetap ada maksud dan tujuan dari terlibatnya militer AS dalam produksi film di Hollywood. Dengan adanya peralatan militer dan kecanggihanya maka secara langsung maupun tidak langsung AS mencoba memberi penjelasan pada masyarakat dunia bahwa kami punya peralatan militer yang super canggih dan hanya kami yang memlikinya. Hal semacam ini sangat strategis dalam sebuah komunikasi pencitraan, sebab panggung sandiwara militer yang dikemas di film Hollywood akan sangat mampu memberikan persepsi bahwa apabila anda melawan kami, apakah anda melawan kecanggihan militer kami?

Kerjasama militer AS dan perfilman Hollywood patut mendapat apresiasi, karena tidak banyak negara yang mau diutak atik peralatan militernya hanya untuk sebuah film. Di Indonesia saja belum banyak (bahkan bisa dikatakan sedikit) film action Indonesia yang memakai peralatan TNI untuk mendukung produksi film. Adapun pihak yang bisa memakai peralatan militer TNI, tentunya akan dikenakan biaya yang cukup tinggi, mengingat militer Indonesia belum terbiasa dengan aksi panggung didepan kamera.

  • Tujuan dari Propaganda Amerika Serikat Melalui Hollywood

Dari penjelasan yang penulis sampaikan diatas tentunya ada wiil/goal yang ingin dicapai oleh Amerika Serikat. Salah satunya yakni berhasilnya propaganda Amerika Serikat untuk memberikan stigma negatif terhadap Umat Muslim Dunia. Dengan demikian AS akan merasa bahwa dia sebagai negara besar mampu membasmi terrorisme dan menyatakan perang terhadap terrorisme (hal ini terjadi pasca kejadian WTC 11 september). AS dalam propagandanya menyajikan kecanggihan teknologi militer dan ilmu pengetahuan yang bertujuan bahwa yang terroris hadapi ini bukan negara sembarangan, AS seolah memberikan stigma positif bahwa AS adalah negara yang kuat dan paling maju sedunia. Dengan demikian secara tidak langsung AS sudah memberikan psy-war terhadap para terroris.

Maka secara jelas AS menggunakan Hollywood sebagai media propaganda untuk bisa mensukseskan tujuan Amerika yakni War on Terrorisme. Selagi mereka juga menyebarkan ide-ide tentang demokrasi yang hari ini dikatakan sebagai sebuah sistem dan ideology yang paling baik didunia. Namun dalam beberapa film yang sudah penulis sebutkan diatas (sebagai contoh), ada beberapa adegan yang memperlihatkan bagaimana kalang kabutnya pasukan AS yang dikirim menghadapi terroris walaupun terroris tersebut hanya menggunakan senjata yang biasa saja. Dengan demikian AS juga secara tidak langsung menanggapi secara serius kekuatan terroris tersebut. Inti dari tujuan Amerika Serikat yakni memberikan argumentasi terhadap bahaya terrorisme yang kemudian dikaitkan dengan justifikasi AS untuk menyerang Afghanistan dan Irak. Secara tidak langsung pemerintah AS menggiring opini dunia bahwa yang dia lakukan selama ini adalah benar adanya untuk melawan terrorisme.

  • Efektfitas Komunikasi Propaganda Amerika Serikat Dalam Hollywood

Bagaimana menjelaskan efektifitas komunikasi berupa propaganda yang dilancarkan AS dalam film Hollywood yang disebutkan diatas. Untuk mengukur efektifitas memang agaknya cukup sulit namun setidaknya ada beberapa penjelasan mengenai efektifitas propaganda dalam film-film Hollywood.

  • Pertama komunikasi propaganda ditujukan untuk mempersuai objek untuk percaya dan meyakini bahwa bentuk komunikasi (produk komunikasi) adalah suatu hal yang benar adanya. Maka bisa dilihat bahwa film-film garapan Hollywood tentang terrorisme tidak hanya yang disebutkan penulis diatas, Hollywood hampir tiap bulan menghasilkan film-film dengan berbagai genre, secara khusu untuk film action biasanya enam bulan sekali selalu release. Dengan demikian AS yang dalam hal ini dianggap sebagai Hollywood secara berulang-ulang memproduksi film action yang bertema-kan terroris, coba kita lihat sekarang ketika kita melihat orang atau sekelompok orang yang memaki celana cingkrang, berjanggut tebal, pake kopiah putih (bagi yang laki-laki), dan menemukan wanita yang berhijab lebar dan memakai cadar maka dalam pikiran kita bisa dikatakan bahwa orang-orang tersebut adalah para penganut faham islam radikal, ekstrimis bahkan bisa dikatakan islam konservatif kiri. Yang lebih berat lagi bahwa mereka terkadang dianalogikan sebagai symbol-simbol pakaian para terroris. Walaupun ini masih menjadi subyektifitas penulis namun hal tersebut jamak terjadi dan agaknya cukup melekat dalam benak masyarakat kita, walaupun tidak semua.
  • Kedua, jumlah bioskop di Indonesia cukup banyak yakni sekitar 923 bisokop yang hampir ada disetiap ibu kota provinsi di Indonesia. Walapun jumlah ini masih kalah banyak dengan Negara tetangga Malaysia yang punya bioskop 39.000. Bagi penulis jumlah yang ada di Indonesia termasuk cukup banyak mengingat hampir ada disetiap ibu kota provinsi ataupun kota-kota besar khusunya di Jawa. Banyak bioskop tersebut juga akan memperngaruhi keseringan masyarakat untuk menonton film, terutama film garapan Hollywood. Dengan mudahnya masyarakat untuk menonton film, maka bisa dianggap komunikasi yang dilakukan Amerika melaui film-film akan cukup mudah untuk mempengaruhi persepsi masyarakat tersebut, walaupun sebenarnya harus dihitung secara matematis supaya lebih akurat dalam menilai seberapa besar pengaruh film-film AS terdahap persepsi masyarakat Indonesia .
  • Ketiga, maju dan pesatnya kecanggihan teknologi baik hardware maupun software. Dalam bentuk hardware kita sangat mudah menemukan orang yang sudah mahfum dengan laptop (khusunya mahasiswa) dan smartphone, atau warung-warung internet yang banyak tersedia di pinggir-pinggir jalan. Akses internet yang semakin murah dan mudah, membuat banyak kalangan khsusnya mahasiswa dengan mudah bisa mendownload film-film Hollywood. Apabila mereka punya laptop atau PC, maka bisa dikatakan mereka bisa lebih dari sekali menonton film-film Hollywood. Seringnya masyarakat kita mengkonsumsi film garapa AS tersebut maka akan sangat mungkin bahwa pesan-pesan proganda akan mudah masuk dalam benak masyarakt kita. Smartphone hampir dimiliki banyak kalangan di masyarakat, baik kelas bawah, menengah maupun atas. Kemudahan akses teknologi inilah yang membuat kinerja komunikasi menjadi baik dan berulang-ulang seperti yang djelaskan Harold lasswel di penjelasan sebelumnya. Komunikasi yang dilakukan secara berulang, dengan sadar atau tidak sadar akan sangat memperngaruhi persepsi bahkan dapat merubah keyakinan. Dalam hukum kebenaran, hal yang dianggap benar secara umum dan disepakati adalah suatu hal yang benar. Kebohongan yang diulang-ulang akan menjadi suatu kebenaran juga.

Kemudahan akses komunikasi pada zaman sekarang sangat memudahkan pihak yang punya kepentingan dan punya sumber daya teknolgi media yang mumpuni akan sangat mudah memperngaruhi persepsi masyarakat. Walaupun dalam beberapa hal, misalkan Abu Rizal dan Harry Tanoe yang memiliki media televisi dan online masih belum mampu memberikan persepsi yang positif terhdap mereka dan tidak juga meningkatkan elektabilitas mereka pada pemilu 2014 yang lalu. Yang perlu diakui bahwa skema propaganda yang dilakukan Amerika Serikat melalui Hollywood bisa dikatan cukup cantik dan tidak kentara, karena dikemas secara menghibur dan menyenangkan.

A.3 Menciptakan ISIS Bersama Israel dan Inggris

Apa itu ISIS? Kepanjangan ISIS adalah Islamic State of Iraq and Syria. Sebuah organisasi baru di Timur Tengah yang mendeklarasikan menjadi sebuah negara. Sudah hampir semua warga negara bergabung di ISIS, termasuk Indonesia.

image

Menurut sumber yang di dapat, ISIS adalah organisasi boneka Israel, AS dan Inggris agar gejolak dan konflik di Timur Tengah terus ada. Selain itu,  pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi mendapatkan pelatihan militer setahun penuh dari Mossad, Israel. Al Baghdadi juga mendapatkan kursus teologi dan retorika dari lembaga intelijen zionis itu.

Lebih lengkap berikut paparan dari Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat Edward Snowden menyatakan jika Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan organisasi bentukan dari kerjasama intelijen dari tiga negara.

Dikutip dari Global Research, sebuah organisasi riset media independen di Kanada, Snowden mengungkapkan jika satuan intelijen dari Inggris, AS dan Mossad Israel bekerjasama untuk menciptakan sebuah negara khalifah baru yang disebut dengan ISIS.

Snowden mengungkapkan, badan intelijen dari tiga negara tersebut membentuk sebuah organisasi teroris untuk menarik semua ekstremis di seluruh dunia. Mereka menyebut strategi tersebut dengan nama ‘sarang lebah’.

Dokumen NSA yang dirilis Smowden menunjukkan bagaimana strategi sarang lebah tersebut dibuat untuk melindungi kepentingan zionis dengan menciptakan slogan Islam. Berdasarkan dokumen tersebut, satu-satunya cara untuk melindungi kepentingan Yahudi adalah menciptakan musuh di perbatasan.

Strategi tersebut dibuat untuk menempatkan semua ekstremis di dalam satu tempat yang sama sehingga mudah dijadikan target. Tak hanya itu, adanya ISIS akan memperpanjang ketidakstabilan di timur tengah, khususnya di negara-negara Arab.

Berdasarkan dokumen tersebut, pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pun mendapatkan pelatihan militer setahun penuh dari Mossad, Israel. Al Baghdadi juga mendapatkan kursus teologi dan retorika dari lembaga intelijen zionis itu, sebagaimana di rilis Republika.

  • Lalu, bagaimana sikap kita sebagai warga Indonesia?

Banyak himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) agar supaya mawas diri dan jangan tergoda dengan seruan dari ISIS untuk bergabung. Bahkan pemerintah Indonesia memberikan ‘warning’ kepada WNI yang gabung ke ISIS akan di cabut kewarganegaraannya.

Perkembangan ISIS di Indonesia harus di waspadai. Menurut sumber MINA bahwa ISIS sudah ada di Jakarta, Solo dan NTB. Berikut informasinya yang berhasil Silontong kutip.

BNPT menemukan adanya pendukung kelompok radikal ISIS di Jakarta, Solo dan NTB. Di Jakarta, pertengahan Juni lalu para pendukung ISIS berunjuk rasa di Jakarta menolak demokrasi dan sekularisme. Karena itu BNPT mengambil langkah antisipatif untuk mencegah bergulirnya aksi teror di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan beberapa negara.

Kelompok ISIS awalnya dibentuk dengan tujuan memerangi pasukan pemerintah di Suriah dan membangun kekuatan militer di Irak. ISIS dibentuk tahun 2013 dan dipimpin oleh Abubakar Al Baghdadi. Tahun 2010, Al Baghdadi diduga menjadi pemimpin Al-Qaida di Irak yang kemudian menjadi ISIS.

Wilayah di bagian barat Irak yang ingin ISIS dirikan sebagai Negara Islam berada di basis muslim Sunni, begitu juga wilayah Suriah yang ingin mereka rebut. Banyak muslim Sunni di Irak telah bergabung dengan ISIS untuk memerangi tentara Irak, yang berada di bawah kendali minoritas Syiah terutama yang tinggal di sisi lain negara itu.

Di beberapa negara yang terdapat perwakilan ISIS, banyak terjadi pembantaian terhadap tokoh maupun umat Islam yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan-kebijakan ISIS.

Saat ini, disinyalir sebagian warga Indonesia yang pernah bermukim di Baghdad, Irak pasca jatuhnya Saddam Husain, ada yang bergabung dalam gerakan radikal ISIS.

Warga Indonesia itu adakalanya berasal dari keluarga TKI/ TKW yang bekerja di Irak dan Syam (Suriah), namun terkadang sengaja berangkat ke Irak dan Suriah untjuk menjadi relawan perang, guna melawanh musuh-musuh ISIS (Al-Qaedah) baik dari kalangan kaum kafir (AS dan sekutunya) maupun kaum muslimin yang dianggap berlawanan dengan aqidah dan politik ISIS.

Yang mencemaskan adalah akhir-akhir ini di Indonesia mulai dideklarasikan pendirian cabang Khilafah Islamiyah versi ISIS ini di beberapa daerah, seperti di Jakarta, Bandung, Solo, Jawa Timur dan lainnya yang dilakukan oleh para simpatisan ISIS, dan dimotori oleh para mantan mukimin Irak dan Suriah tersebut.

  • Mawas diri

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menilai ISIS sebagai organisasi pergerakan yang berpaham radikal, menggunakan kekerasan demi memperjuangkan yang diyakininya. Umat Islam Indonesia harus mendukung upaya negara untuk mencegah meluasnya gerakan tersebut di tanah air dan tidak terpengaruh.

”Mengangkat sumpah dan berjanji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing itu bisa menyebabkan orang kehilangan kewarganegaraan RI. Kita harus dukung aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dalam menanganinya,” ujar Lukman.

Dia secara khusus meminta umat Islam Indonesia mawas diri. Dakwah Islam hendaknya dilakukan dengan mengajak dan merangkul semua kalangan lewat cara-cara yang baik dan penuh hikmah, tidak dengan menebar ketakutan dan kekerasan.

”Di era globalisasi ini, kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anasir yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara,” kata Menteri Agama.

Kepala BNPT Ansyaad Mbai juga menegaskan bahwa pemerintah Suriah telah menetapkan ISIS sebagai kelompok teroris. Iran juga minta bantuan AS untuk menangkal serangan ISIS. “Sekjen PBB serta negara-negara Eropa melarang keras warganya pergi ke daerah tersebut.”

Maka menurut Ansyaad, bila ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan kelompok tersebut bisa dikatakan anggota teroris. Apalagi, BNPT telah mendapatkan laporan di sejumlah daerah mengenai kegiatan berbaiat kelompok ISIS. Daerah itu meliputi Jakarta, Bima, Kalimantan dan Sulawesi.

“Baiat itu sumpah setia dari yang bersangkutan kepada nehara asing. Kalau dia WNI, kewarganegaraannya bisa dicabut,” katanya sambil menambahkan bahwa warga negara yang bergabung dalam kelompok itu melanggar hukum. “Di negara asalnya saja dianggap melanggar hukum.”

Terkait keresahan yang muncul karena gerakan ISIS ini, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menilai pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam memberi pemahaman.

”Ormas Islam seperti NU dan Muhammadyah ini perlu menjelaskan kembali konsep negara Islam. Negara Islam tidak relevan di Indonesia karena bangsa Indonesia sepakat negara yang berdasarkan Pancasila,” katanya.

Konsep jihad untuk mendirikan negara Islam dengan kekerasan seperti dipegang ISIS menurut Azyumardi adalah salah kaprah dan keliru. ”Orang ISIS menargetkan tempat suci yang dianggap menodai kemurnian tauhid. Bahkan, Kabah mau mereka hancurkan karena dinilai sebagai pemujaan.”

Untuk mencegah meluasnya ideologi ISIS di tanah air, perwakilan Indonesia di Timur Tengah perlu memantau para WNI. Direktorat Jenderal Imigrasi dapat bekerja sama dengan imigrasi di Timur Tengah untuk bertukar informasi terkait lalu lintas warga negara Indonesia.

Dia juga meminta aparat kepolisian untuk lebih cermat mengamati kelompok-kelompok radikal yang saat ini masih terbatas tetapi mulai bergerak. ”Kalau tidak terpantau dengan baik, (kelompok radikal) akan menyebar.”

Pemerintah Indonesia diminta tegas menyikapi keberadaan ISIS yang mulai menanamkan pengaruh di sejumlah daerah di Indonesia. Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi mengingatkan, fenomena ini tidak boleh dianggap remeh oleh pemerintah, karena dapat menjadi ancaman serius bagi keragaman dan kebhinekaan Indonesia.

Rekam jejak ISIS di Timur Tengah menganut paham radikal dengan pendekatan kekerasan yang menyalahgunakan agama sebagai tujuan politik mereka. Karenanya adalah tepat jika dia meminta pemerintah segera membatasi ruang gerak ISIS di Indonesia dan mendorong BNPT serta Densus 88 Anti Teror untuk memformulasikan program Kontra Radikal dan Deradikalisasi secar efektif.

Sementara itu, Prof Michel Chossudovsky, seorang ahli Timur Tengah dan dunia Islam dari Global Research dan Information Clearing House, mengatakan “Negara Islam Irak dan al-Sham (ISIS) Merupakan Instrumen Aliansi Militer Barat, Anda bisa kunjungi laman berikut: http://www.informationclearinghouse.info/article38812.htm.”

Ada kelucuan yang luar biasa menganggap Negara Federasi Rusia itu adalah Negara Komunis, karena Komunis disana sudah bubar sejak 1991, Sistem Ekonomi Komunis dan Sistem Pemerintahan Komunis gagal mengendalikan ekonomi yang saat itu dikuasai barang barang selundupan, Uni Soviet juga tidak mampu membiayai identitas dirinya sebagai Negara Adikuasa yang mensponsori revolusi dimana mana, tidak seperti Amerika Serikat yang masih banyak negara berkembang yang dikuasainya, Soviet gagal.

Ada kelucuan yang luar biasa menganggap Negara Federasi Rusia itu adalah Negara Komunis, karena Komunis disana sudah bubar sejak 1991, Sistem Ekonomi Komunis dan Sistem Pemerintahan Komunis gagal mengendalikan ekonomi yang saat itu dikuasai barang barang selundupan, Uni Soviet juga tidak mampu membiayai identitas dirinya sebagai Negara Adikuasa yang mensponsori revolusi dimana mana, tidak seperti Amerika Serikat yang masih banyak negara berkembang yang dikuasainya, Soviet gagal.

Ideologi Putin bukan ideologi Komintern (Komunis Internasional), tapi lebih mirip ideologi Nasionalis Sun Yat Sen, atau juga ideologi Nasionalis Sukarno. Putin beranggapan masa depan dunia adalah masa depan Nasionalis. Inilah kenapa Putin menganggap penjajahan terselubung Inggris dan Amerika Serikat harus dihancurkan.

Kenapa dihancurkan? Putin memandang, salah satu penyebab gap kekayaan di dunia ini adalah Berlakunya “Komprador antara Amerika Serikat dan Inggris dengan penguasa negara-negara berkembang, sehingga negara berkembang sulit maju”. Dikuasainya blok-blok Perdagangan oleh Amerika dan Inggris juga menyulitkan negara besar lain untuk berdagang secara fair, padahal diluar Amerika dan Inggris mulai tumbuh negara negara besar seperti : Brasil, India, RRC, Rusia, Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Argentina. Negara negara ini dipersulit dalam membangun perdagangan bebas, yang secara monopoli sudah dikuasai Amerika Serikat dan Inggris.


 Selanjutnya: Propaganda AS Terhadap Negara-Negara Islam [bagian 2]

Iklan

3 responses »

  1. Nosa Normanda berkata:

    aahaaaha… mantap cocologinya. Makasih ya sudah menautkan sumber. Saya cuma mau mengingatkan bahwa Amerika adalah salah satu negara terbesar di dunia dengan banyak orang tolol dan orang pintar, orang baik dan orang jahat. Jangan dilihat sebagai suatu kesatuan.

    Makanya kemenangan politisi tertentu di Amerika dan kepercayaannya sangat berpengaruh pada dunia, termasuk dunia Islam. Kalau yang terpilih orang bodoh dan jahat, maka islam akan semakin tersudut.

    Suka

  2. […] Sebelumnya: Propaganda AS Terhadap Negara-Negara Islam [bagian pertama] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s