Sebagai umat muslim, saya tak henti-hentinya berupaya untuk mengubah persepsi umat agama lain tentang pandangannya terhadap umat Islam. Berikut saya kutipkan beberapa aksi teror agama lain terhadap Islam. Saya tidak bermaksud SARA, akan tetapi hanya agar kita semua tahu bahwa bukan Islam saja yang teroris. Berikut contoh teror agama lain terhadap umat Islam:

1. Teror Budha Terhadap Umat Islam di Myanmar

image

Biksu Buddha Ashin Wirathu mendadak jadi sorotan dunia. Tragedi pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya banyak dikaitkan dengan Ashin. Wajahnya yang tenang, pakaiannya yang sederhana seperti biksu pada umumnya ternyata jauh bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya.

Media barat tak kurang mulai dari Majalah Time, New York Times, sampai Washington Post melabelinya sebagai pembenci muslim. Ashin Wirathu disebut sebagai penggerak kaum Buddha di Myanmar menyerang Muslim Rohingya.

Wajah Ashin menghias sample Majalah Time, ’The Face of Buddhist Terror’ demikian judul besarnya. Time juga di dalam berita menyebut sosok Ashin Wirathu sebagai Bin Laden Bangsa Burma.

“Sekarang bukan saatnya untuk diam,” kata Ashin seperti dikutip Time, Rabu 20 Mei 2015. Apa yang disampaikan biksu berumur 46 tahun itu merujuk kepada kekerasan yang dilakukan pada Muslim Rohingya.

image

Sosok Ashin ini tak hanya menarik minat Time saja, The Washington Post juga menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin teroris Buddha yang menggerakan pembantaian Rohingya.

“Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan bisa tidur tenang di sebelah anjing gila,” tutur Ashin seperti mengutip Washington Post. Anjing gila yang dimaksud Ashin tak lain merujuk pada Muslim Rohingya.

Ashin pun dengan terang-terangan di depan ‘jamaah’nya dalam ceramah di sebuah kuil menyebut Muslim Rohingya sebagai musuh. New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin pada kaum Rohingya.

“Saya bangga disebut sebagai umat Buddha garis keras,” tutur Ashin seperti dikutip dari New York Times.

Kini kondisi muslim Rohingya memang mengkhawatirkan. Mereka terusir dari rumah mereka di Myanmar. Pemerintah setempat pun bahkan tak bisa berbuat banyak terhadap kekerasan yang terjadi. Mereka memilih untuk pergi menjadi pengungsi.

Ada 1.000-an muslim Rohingya yang saat ini terdampar di Aceh dan Sumatera Utara. Mereka tak mau kembali ke Myanmar karena menghadapi pembantaian.

Ashin Wirathu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

  • Kemunculan Ashin Wirathu

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.

Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim “969” pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.

  • Ashin Wirathu Jadi Tokoh Masyarakat

Setelah peraturan Pemerintah Myanmar melonggar, Ashin Wirathu makin aktif bersuara di media sosial. Ashin menyebarkan pesan melalui rekaman ceramah yang diunggah di YouTube dan Facebook. Sampai saat ini, dia berhasil menjaring sekira 37 ribu pengikut.

Pada 2012, ketika pertumpahan darah antara Rohingya dan Buddhis terjadi di Provinsi Rakhine, Ashin semakin dikenal dengan pidato penuh amarahnya.

Ceramah dia selalu dimulai dengan kalimat yang berbunyi, “Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sebagai seorang nasionalis”. Saat ditanya, apakah dia adalah “Bin Laden Burma”, pria itu tidak menampiknya.

  • Keinginan Ashin Wirathu

Ashin Wirathu menyebarkan ajaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Dia selalu menyasar komunitas Muslim, seringkali dia memojokkan Rohingya. Pria inilah yang memimpin demonstrasi yang mendesak orang-orang Rohingya direlokasi ke negara ketiga.

Ashin juga mengkambinghitamkan kaum Muslim atas bentrokan yang terjadi. Dia terus mengulang alasan tak masuk akal soal tingkat reproduksi Muslim yang tinggi.

Biksu itu mengklaim perempuan Buddhis dipaksa pindah agama. Dia memimpin kampanye yang mendesak Pemerintah Myanmar mengeluarkan peraturan yang melarang perempuan Buddhis menikah dengan pria beragama lain tanpa izin pemerintah.

  • Lawan Ashin Wirathu

Ashin memimpin sekelompok massa yang berani melakukan kekerasan demi mempertahankan pandangannya. Pengaruh kuat Ashin menyebabkan setiap orang yang berbeda pandangan akan menjadi target pendukungnya.

Masyarakat sesungguhnya takut dengan kekejaman kelompok Ashin. Namun, Ashin tetap mendapat dukungan banyak orang mengenai status kewarganegaraan Rohingya.

  • Tanggapan Biksu Lain

Banyak orang ingat peristiwa pada 2007 di Myanmar. Saat itu, para bisku buddha memimpin perlawanan terhadap kekuasaan mliter di Myanmar. Pesan Ashin saat itu tidak mendapat dukungan banyak orang.

Namun, banyak biksu di Myanmar yang memilih bungkam menghadapi Ashin. Sebagian lainnya, takut diserang Ashin. Sulit untuk memprediksi seberapa kuat pengaruh Ashin di kalangan biksu.

Ashin Wirathu memimpin lebih dari 2.500 biksu di biara Mandalay. Ketika ia menyelenggarakan konferensi mengenai perlindungan perempuan, para biksu memenuhi biaranya.

Beberapa biksu melontarkan kritikan atasnya. Seorang biksu bernama U Ottara mengaku kaget mendengar komentar-komentar yang disampaikan para biksu.

“Saya merasa sangat sedih. Saya bisa bilang, kata-kata yang mereka ucapkan bukanlah kata-kata yang digunakan seorang biksu,” kata Ashin kepada BBC, Rabu (20/5/2015). Beberapa biksu khawatir bila kekejaman Ashin ditangkap dunia internasional sebagai representasi ajaran Buddha.

  • Alasan Pemerintah Myanmar Tidak Menghentikan Ashin Wirathu

Setelah hampir setengah abad dikuasai militer, kini Myanmar dipimpin oleh warga sipil. Namun, bentrokan antar agama memperlambat reformasi negara itu.

Sebagian orang percaya, Ashin diterima pemerintah kareana dia menyuarakan pendapat soal pandangan-pandangan populer, misalnya soal Rohingya. Ashin seolah menjadi corong pemerintah yang tidak bisa menyuarakan keinginannya sendiri karena alasan diplomatik.

  • Menolak Pindah Agama, Muslimah Rohingya Diperkosa?

Sungguh Tak bermoral apa yang di lakukan mereka, fakta mengejutkan telah muncul mengenai kisah pilu  seorang gadis muslimah Rohingya berusia  16 tahun yang diperkosa massal setelah ia ditangkap oleh polisi Myanmar paska  tindakan keras mematikan di sebuah desa terpencil di negara bagian Rakhine yang menyebabkan puluhan pemuda tewas .

”Saya mengingatnya dengan jelas . Tepat sebelum fajar seorang Rakhine Myanmar  masuk dan dia memperkosa saya , “kata gadis muslimah itu kepada  Anadolu Agency.

”Kemudian yang lain datang menyusul, satu per satu . mereka semua sebanyak  empat orang Rakhine , dan tiga petugas polisi “.

Penderitaan gadis itu dimulai ketika ia melarikan diri rumahnya di desa Rakhine Du Chee Yar Tan yang  dibakar oleh massa Budha.

Untuk lari dari pembantaian untuk hidupnya, malah ia ditangkap oleh pasukan polisi untuk memulai episode baru dari penghinaan dan serangan atas dirinya.

Setelah penangkapan secara tak ilegal ternyata gadis itu tidak dikirim ke kantor polisi, tetapi mereka membawanya ke sebuah toko kelontong.

”Polisi membawa saya ke tempat di daerah pasar antara Du Chee Yar Tan dan desa Rakhine Khayae Myuing”, katanya.

”Mereka membuat saya di sebuah toko kelontong dan semua pintunya terkunci” tambahnya.

Di toko kelontong gadis Muslimah itu disiksa oleh polisi yang gagal untuk memaksa dia murtad  ke agama Buddha.

”Saya bilang tidak, saya menolak untuk mengubah akidah saya”, kata gadis itu.

”Mereka kemudian memukuli saya. Saya ditampar, dipukuli dengan tongkat”, jelasnya.

Perkosaan gadis itu pun dilaporkan bulan lalu ke bagian  kemanusiaan PBB dan organisasi hak asasi manusia .

Serangan itu mengakibatkan pembantaian setidaknya 48 Muslim Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di bagian barat negara bagian Rakhine di Burma.

Keluarga gadis itu tak berdaya dan memberikan gadis itu obat untuk mencegah akan kehamilan, yang mereka dapatkan dari apotek darurat lokal.

Gadis Muslimah itu mengatakan: ”Saya masih ingat wajah wajah mereka, dan saya bisa menunjukkan mereka jika saya melihat mereka lagi.

  • Tanggapan Perempuan Myanmar

Kaum perempuan Myanmar adalah satu-satunya kelompok yang konsisten menentang pandangan Ashin Wirathu. “Dia memberi reputasi buruk untuk negara kita. Dia menodai jubah biksu yang dia gunakan,” kata Sekretaris Jenderal Liga Perempuan Burma, Tin Tin Nyo.

Dia juga mengatakan, kampanye Ashin Wirathu yang mengusulkan peraturan yang membatasi perempuan menikahi pemeluk agama lain, bukanlah bentuk perlindungan perempuan melainkan bentuk kontrol atas perempuan.

“Perempuan dapat memutuskan sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Perempuan dapat memilih sendiri agama yang ingin dianut,” kata Tin Tin Nyo.

2. Teror Hindhu Terhadap Umat Islam di Bali

  • Pengrusakan Masjid, Pelarangan Penggunaan Jilbab & Berbagai Provokasi

Pasca penyerangan yang menistakan dan merusak 4 masjid di Bali, ummat Islam Bali masih diteror dengan beragam provokasi.

Selasa, 8 Desember 2015 hal ini disaksikan langsung oleh “tim Investigasi Relawan Misionaris Islam (RMI)”, yang dikirim ke Bali untuk menyelidiki “kasus penyerangan yang menistakan dan merusak empat masjid di Bali”.

05-25-08.55.52

Di sebuah mushola dekat bandara Ngurah Rai, tim RMI melihat seorang laki-laki tanpa mengenakan baju dan badan penuh tato pura-pura tidur di shaf pertama. Dari aromanya, tercium bau minuman keras. Tim juga melihat kaki laki-laki ini kotor. Ia sengaja berbuat demikian untuk menghalangi ummat Islam melaksanakan sholat berjamaah.

Menurut pihak keamanan yang sedang bertugas, hal ini baru pertama sekali terjadi. Laki-laki tersebut juga tidak dikenal di lingkungan tersebut.

Dari kejadian ini dan rentetan peristiwa pengrusakan 4 masjid sebelumnya, kita belum mengetahui siapa yang mendapat keuntungan dari pertikaian antar ummat Islam dengan ummat Hindu di Bali.

image

Arya Wedakarna, Tokoh Peneror Umat Islam Di Bali

Pemikiran dan tindakan segelintir orang Hindu ekstrim di Bali yang dimotori Presiden World Hindu Youth Organisation (WHYO) Arya Wedakarna cukup membuat resah kaum Muslimin mayoritas di negeri ini.

  • Menolak Bank Syariah

Setelah kasus pelarangan jilbab di beberapa sekolah dan di dalam kegiatan lembaga bisnis di Bali, muncul arogansi dan intoleransi baru dari anggota DPD Bali terpilih 2014-2019 itu terhadap Bank Syariah. Meskipun diakui Arya bahwa Bank Syariah itu baik bagi masyarakat karena ada unsur humanity-nya, tetapi Majelis Mujahidin menilai fanatisme, ektrimisme dan radikalisme sektarian Hindu lebih mendominasi sikap dan pikirannya sehingga mengusulkan agar Bank Syariah dilarang beroperasi di pulau Bali.

Bahkan menurut Arya sudah ada tujuh Kabupaten di Bali yang menolak masuknya Bank Syariah dengan alasan: “Bali itu kan sudah punya brand, yakni Temple Island atau Pulau Seribu Pura dan Pulau Dewata. Mengapa harus dibawakan lagi branding-branding baru yang tidak berasal dari Bali?”

image

“Saya curiga bahwa di balik branding syariah yang di bawa ke Bali, ada keinginan tertentu dari pihak tertentu dari pelaku-pelakunya, bukan sistemnya,” tegasnya. 

“Undang-undang itu (UU Perbankan, pen) salah. Undang-undang dibuat untuk kepentingan rakyat, jadi harus di dengar apa maunya rakyat.” (Arya Wedakarna, HU Republika 27/8)

“Jika Arya Wedakarna menyalahkan UU Perbankan, mengapa tidak mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi? Sebagai anggota DPD Bali, seharusnya tidak bersikap diskriminatif dengan menonjolkan problem SARA,” kata Sektretaris Lajanah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Shabbarin Syakur.

image

Menurutnya di Negara-negara Barat yang sekuler telah berkembang pesat bank-bank Syariah dan tidak ada masalah. Ustadz Shabbarin bertanya kepada Arya, “Apakah agama Hindu mengajarkan anti Islam, ataukah adanya sekelompok ekstremis Hindu Bali yang sengaja memancing permusuhan dengan umat Islam dengan membangkitkan sentimen agama?”

image

Berdasarkan hal di atas, imbuh Ustadz Shabbarin, Majelis Mujahidin perlu menyampaikan protes dan mengingatkan masyarakat Hindu Bali supaya: pertama, penolakan Bank Syariah dengan alasan seperti yang dikemukakan Arya Wedakarna yang mengatasnamakan rakyat Bali adalah arogansi diskriminatif, yang dapat menyulut ekstrimis Hindu memusuhi Islam dan membenci kaum Muslimin. Kedua, arogansi diskriminatif ini dapat mempersulit dan memperburuk hubungan sosial kemasyarakatan bagi komunitas Bali di daerah-daerah lain di wilayah NKRI, mengingat persoalan yang diangkat bernuansa SARA. Ketiga, jika penolakan Bank Syariah bukan bersifat SARA, dan bukan bagian dari ajaran agama Hindu, maka akan lebih bijaksana manakala tokoh-tokoh agama Hindu berupaya menghentikan sikap provokatif kelompok Arya Wedakarna ini. 

3. Teror Kristen [Laskar Salib] Terhadap Umat Islam di Bitung, Sulawesi Utara

Aksi terorisme dan provokasi kembali dilakukan gerombolan Kristen radikal di Sulawesi Utara. Sejak Senin (9/11/2015), kelompok teroris Kristen yang mengatas namakan dirinya Brigade Manguni dan Pasukan Waranai menyerang pembangunan Masjid Asy-Syuhada di Kompleks Aer Ujang, kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Rumah Bapak Karmin Mayau, ketua panitia pembangunan masjid tersebut mendapat teror dari gerombolan Kristen radikal, mereka menghancurkam pagar, cendela, rumah beserta isinya. Selain itu, beberapa rumah muslim lainnya juga ikut menjadi korban aksi vandalisme ini.

Gerombolan teroris Kristen yang beratribut baju hitam-hitam ini masih terus mengepung kota Bitung. Mereka berada stanby di markaznya di Danau Wudu. Jarak antara Danau Wudu dengan pemukiman umat Islam hanya sekitar 200 sampai 300 meter.

Sehari sebelumnya, telah dilakukan upaya perdamaian kedua belah pihak yang difasilitasi oleh pemerintah. Namun sayang, perdamaian ini dikhianati pihak teroris Kristen. Mereka kembali menyerang dan merusak rumah-rumah kaum Muslimin tadi malam.

Umat muslim terus berjaga-jaga dan bersiaga mengantisipasi serangan kembali teroris Kristen. Mereka juga telah membuat dapur umum, dan berbagai keperluan lainnya.

4. Teror Yahudi Terhadap Umat Islam di Palestina

Salah satu kejadian penting dan memilukan dalam sejarah peradaban Islam adalah dicaploknya tanah Palestina oleh penjajah Israel.

image

Tragedi ini begitu kompleks dan menjadi isu yang paling sering dibahas di tatanan internasional. Tragedi ini memicu terjadinya gelombang pengungsi secara besar-besaran dari tanah Palestina dan berdirinya negara ilegal, Israel di tanah Palestina.

Pada tanggal 14 Mei 1948, dengan menggunakan bahasa Ibrani, sambil berdiri di bawah foto sang pencetus gerakan Zionis Internasional – Theodor Herzl – Perdana Menteri Israel David Ben-Gurion mengumumkan kemerdekaannya. Sehari setelah tanggal berdirinya negara Zionis tersebut, 15 Mei dijadikan sebagai hari “Nakba” oleh bangsa Palestina, yang dalam bahasa Arab bermakna “malapetaka” atau “bencana”.

  • Latar Belakang

Pada tahun 1800-an, bibit gerakan-gerakan yang bersifat nasionalis mulai tumbuh di tanah Eropa dan Zionisme adalah salah satu gerakan tsb.

Zionis yang merupakan gerakan politik memiliki tujuan untuk mendirikan negara Yahudi. Banyaknya kaum Yahudi yang tinggal di Eropa saat itu mengalami diskriminasi dan penindasan mendorong mereka untuk mengadakan Kongres Zionis pertama pada tahun 1897.

Diskriminasi dan penindasan yang mereka alami antara lain, pada tahun 1483 – menurut laporan seorang komandan Inquisisi Spanyol, Fray Thomas de Torquemada – ada sekitar 13.000 kaum Yahudi yang terbunuh di Spanyol.

Padahal sebelumnya, saat Spanyol dikuasai oleh kehilafahan Islam, umat Yahudi bisa hidup dengan tentram dan damai. Setelah kejadian itu, selama puluhan tahun bangsa Yahudi terus dikejar-kejar rasa ketakutan dan mengalami masa kegelapan. Puncak dari masa kegelapan itu jatuh pada tahun 1492, saat kerajaan Katolik memberikan pilihan yang sulit bagi mereka. Dibaptis paksa atau pergi meninggalkan Eropa. Pilihan kedua yang mereka ambil, yakni pergi meninggalkan Eropa.

Hanya dalam hitungan bulan saja, sejak April hingga Agustus 1492, sebanyak 150.000 warga Yahudi yang pergi meninggalkan Spanyol. Dan salah satu tujuan utama mereka adalah wilayah yang dikuasai oleh Khilafah Utsmani yang saat itu bersedia memberikan tempat perlindungan bagi mereka. Mereka pun hidup dengan tenang di bawah naungan syariat Islam dan mendapatkan kebebasan yang seluas-luasnya.

Kongres Zionis yang dilaksanakan di Bassel, Swiss tersebut memutuskan untuk mendirikan sebuah negeri Yahudi di tanah Palestina, yang saat itu merupakan bagian dari Khilafah Utsmani. Sultan Abdul Hamid II rahimahullah, sultan Utsmani yang ke-34 jelas-jelas menolak rencana itu walaupun telah ditawarkan uang sejumlah 150 juta pon oleh Theodor Herzl, pendiri gerakan Zionisme.

Adanya krisis keuangan yang sangat pelik dan banyaknya hutang akibat kalah perang, tapi dengan tegas dan penuh izzah Sultan Abdul Hamid II mengatakan ia tidak akan menggadaikan tanah Palestina, walau hanya sejengkal.

“Dia (Palestina) adalah milik bangsa dan rakyat kami. Nenek moyang kami telah berjuang untuk mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan tetasan darah mereka. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka,” demikian Sultan Abdul Hamid II.

Pintu mulai terbuka bagi kaum Yahudi untuk menduduki tanah Palestina setelah terjadinya perang dunia pertama. Faksi Jerman, yang didukung oleh Khilafah Utsmani berhasil dikalahkan oleh faksi Inggris. Inggris pun mulai mencaplok beberapa wilayah kekuasaan Khilafah Utsmani, termasuk Palestina pada tahun 1917. Selain Palestina, wilayah Irak dan Yordania juga dicaplok oleh Inggris. Sedangkan pihak Perancis mencaplok wilayah Suriah dan Lebanon. Di waktu yang sama, Arthur Balfour, Menteri Luar Negeri Inggris mendeklarasikan dan menjanjikan dukungan untuk berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina.

Setelah perang tsb, oleh Liga Bangsa-Bangsa (PBB saat itu) tanah Palestina dimandatkan kepada pihak Inggris. Sejak berada di bawah kendali Inggris, gerakan Zionis mulai mendapatkan angin segar dan bergerak sebebas-bebasnya di tanah Palestina. Imigrasi besar-besaran pun dimulai. Jumlah Yahudi yang pada tahun 1922 hanya berjumlah 83.790 jiwa saja, meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 1931 menjadi 175.138 jiwa. Dan pada tahun 1945, jumlah itu semakin melompat tinggi menjadi setengah juta jiwa! Dalam 25 tahun saja, semula jumlah mereka hanya 11% saja di tanah Palestina, meningkat drastis menjadi 31%.

Inggris juga memberikan kemudahan bagi Yahudi untuk melakukan pembelian tanah-tanah milik rakyat Palestina. Kepemilikan tanah mereka pun meningkat drastis. Dari sekitar 50.000an hektar atau 2% saja menjadi 170.000an hektar atau sekitar 6,3% luas tanah Palestina.

Walaupun menghadapi berbagai kondisi kritis penuh penderitaan, 30 tahun lebih rakyat Palestina tetap bisa eksis dan mempertahankan tanah air mereka. Dengan jumlah sekitar 68%, mereka masih menguasai hampir seluruh tanah Palestina, yakni sekitar 93,7%.

Di bawah dukungan penuh dari Inggris, Yahudi terus melakukan pergerakan di bawah tanah. Mereka mulai mendirikan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang ekonomi, politik, pendidikan, militer dan sosial.

Pada tahun 1948 saja, mereka telah berhasil mendirikan 292 organisasi dan membentuk kesatuan militer, seperti Hagana, Urgun, Stern dan lain-lain. Jumlah keseluruhan pasukan ini adalah sekitar 70.000 personil yang telah digembleng dan dididik secara militer oleh pihak Inggris. Diam-diam mereka telah mempersiapkan kekuatan yang nantinya berhasil mengusir penduduk Palestina dan merebut tanah milik mereka.

  • Perjuangan Bangsa Palestina

Kekuatan yang akan menghancurkan dan mengusir rakyat Palestina sangat kokoh dan didukung penuh oleh kerajaan Inggris, namun rakyat Palestina tetap komitmen dan konsisten untuk menolak penjajahan Inggris serta proyek yang dicanangkan oleh Zionis. Mereka pun menuntut kemerdekaan untuk negeri yang mereka cintai.

Maka muncullah, gerakan-gerakan Pan Islamis-Nasionalis di bawah pimpinan Musa Kadzim, Haji Amin al-Husaini (mufti Al-Quds) dan lain-lain. Mereka melakukan penyadaran, menggalang dukungan publik, melakukan manuver-manuver politik dan aksi-aksi revolusi seperti Revolusi al-Quds 1920, Revolusi Yafa 1921, Revolusi Buraq 1929 dan Revolusi Oktober 1933. Kemudian muncul pula gerakan jihad yang dipimpin oleh Syaikh Izzudin al-Qassam dan Front Jihad Suci oleh Abdul Qadir al-Husaini.

Revolusi besar yang terjadi tahun 1936-1939 oleh rakyat Palestina, yang telah menewaskan 1000an rakyat Palestina, 37 tentara militer Inggris dan 67 Yahudi, berhasil menekan Inggris. Inggris kemudian menjanjikan berdirinya negara Palestina dalam rentang 10 tahun berikutnya. Mereka juga menghentikan penjualan-penjualan tanah kepada Yahudi kecuali dalam jumlah terbatas dan menghentikan imigrasi Yahudi setelah 5 tahun mendatang. Namun, janji manis itu mereka khianati pada bulan Februari 1945 lewat pernyataan Menteri Luar Negeri, Ernest Bevin.

  • Resolusi PBB dan Pembagian Wilayah Palestina

Isu Palestina kemudian diangkat di Majelis Umum PBB pada tahun 1947. Majelis Umum tersebut menelurkan sebuah Resolusi yang membagi Palestina menjadi dua negara, untuk Arab dan Yahudi. Berdasarkan pembagian ini, 54% tanah Palestina menjadi milik Yahudi, 45% tetap menjadi milik warga Arab Palestina dan 1% yaitu keseluruhan wilayah Al-Quds atau Yerussalem menjadi kawasan Internasional.

Faksi Yahudi menerima rencana pembagian wilayah ini dengan antusias. Sementara faksi Arab menolak keras rencana yang tidak fair ini, sebab mereka telah tinggal di tempat ini secara turun temurun sejak Perang Salib dan tak mungkin memberikannya kepada pihak minoritas Yahudi. Ketegangan antar Yahudi-Arab pun kembali memuncak.

Di tengah memuncaknya ketegangan antara Arab dan Israel, Inggris kemudian mengumumkan penghentian mandat mereka terhadap Palestina dan menarik diri dari wilayah tersebut pada tanggal 14 Mei 1948. Salah satu faktor yang membuat mereka menarik diri dari wilayah Palestina adalah aksi-aksi penyerangan yang dilakukan oleh gerakan bawah tanah Yahudi terhadap pos-pos penting mereka di Palestina.

Pihak Israel ingin sepenuhnya menguasai Palestina dengan cepat, oleh karena itu setelah memiliki kekuatan yang cukup mereka pun berusaha mengusir pihak Inggris yang berada di sana. Salah satu serangan mematikan terhadap Inggris yang pernah dilakukan gerakan ini adalah pengeboman terhadap Hotel King David pada tanggal 22 Juli 1946, yang digunakan sebagai pusat administratif dan militer pihak Inggris, 91 orang tewas saat itu. Serangan selanjutnya dilakukan terhadap Goldsmith House milik Inggris di Yerussalem, 16 jiwa melayang dan sebagian terluka. Media Inggris menyebut pihak penyerang ini sebagai “Jewish Terrorist Gang” atau Geng Teroris Yahudi.


Sayang sekali, hanya umat Islam yang selalu dicap sebagai teroris. Sedangkan umat agama lain selalu di”luput”kan dari kata teroris, kasusnya ditutup-tutupi dan bahkan banyak kasus pelecehan agama lain terhadap umat Islam yang tak pernah di selesai. Lihat saja penjajahan Israel atas bumi Palestina yang sudah berpuluh-puluh tahun tak pernah diselesaikan PBB.

Demikian artikel dari saya, semoga dapat membuka mata hati semua umat beragama khususnya di Indonesia agar selalu menjaga kestabilan dan kerukunan.

Referensi

  • ^https://www.satuislam.org/internasional/inilah-gembong-genk-teroris-buddha-myanmar/
  • ^http://www.chy90.ga/2015/12/inilah-bentuk-teror-terhadap-muslim-di.html?m=1#
  • ^http://www.chy90.ga/2015/12/menolak-pindah-agama-muslimah-rohingya.html?m=1#0
  • ^http://www.chy90.ga/2015/11/inilah-foto-foto-laskar-salib-yang.html?m=1#0
  • ^http://m.arrahmah.id/news/2014/09/01/tolak-hindu-ekstrim-arya-wedakarna-di-bali.htm
  • ^http://m.hidayatullah.com/artikel/ghazwul-fikr/read/2015/05/19/69949/hari-malapetaka-dan-bencana-umat-islam-sedunia-1.html#.Vr6Nm9mlbqA
Iklan

One response »

  1. […] Baca juga: Daftar Kejahatan Amerika Serikat 5 Skenario Amerika Untuk Melenyapkan Islan Teror Yang Terlupakan Teror Terhadap Muslim, Teror Yang Diabaikan Dunia […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s