Eid, Satu-Satunya Restoran Halal di Korea

Berwisata ke Korea kurang lengkap jika tak mencicipi kuliner khas Negeri Ginseng yang kaya akan cita rasa. Namun terkadang berwisata ke negeri orang bisa jadi masalah tersendiri bagi para muslim terutama dalam memilih makanan. Apalagi mayoritas penduduk Korea yang mengkonsumsi makanan yang diharamkan oleh pemeluk Islam. Tak jarang, akhirnya para wisatawan muslim hanya menyantap makanan berbahan dasar Sea Food dan Fast Food seperti KFC atau Pizza Hut.

Tapi jangan khawatir! Di Korea kini setidaknya ada lima tempat makan yang telah menerima sertifikat halal dan bisa dikunjungi oleh wisatawan muslim yang berkunjung ke Korea.

image

Salah satunya adalah EID yang terletak di daerah Itaewon. Restoran yang menerima sertifikat halal dari federasi muslim di Korea ini telah berdiri sejak tahun 2014 lalu.

Situs berita online Korea, Korea Herald, berkesempatan mewawancarai pemilik dari restoran EID, Yu Hyun Woo. Dalam sesi wawancara santai itu Yu Hyun Woo menceritakan bagaimana dirinya ingin membantu wisatawan muslim untuk menikmati masakan khas Korea tanpa mencemaskan label halal.

image

Yu Hyun Woo yang juga seorang muslim ini mengungkapkan bahwa bagian tersulit adalah saat mencari Gochujang dan pasta kacang. Gochujang adalah pasta cabai merah yang umum digunakan dalam bahan dasar masakan Korea. Gochujang sendiri biasanya dibuat dengan tambahan alkohol untuk mempercepat proses fermentasi. Sulit menemukan Gochujang yang bisa dikonsumsi oleh wisatawan muslim.

Selain Gochujang, Samgyetang dan Bulgogi yang dibuat oleh EID menggunakan bahan dasar serta proses yang sesuai dengan standar halal. Baik ayam maupun daging sapi diproduksi sesuai dengan ketentuan dalam islam. Selain menyediakan makanan khas Korea seperti Samgyetang dan Bulgogi, EID juga menyediakan teh lima rasa Korea yang biasa disebut dengan Omija.

Kehadiran EID tentu menarik minat banyak wisatawan muslim seperti dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia.

Yu Hyunwoo, Mualaf Pemilik Restoran Eid

Itaewon, kota yang terletak di distrik Yongsan-gu, merupakan lingkungan yang khas bagi wisatawan Muslim. Tak salah jika di Itaewon banyak bertebaran restoran halal. Salah satunya yang paling terkenal adalah Eid. Tempat makan ini telah berdiri sejak oktober 2014. Pendirinya seorang pria muda mualaf asal Korea Selatan.

image

Yu Hyun-woo atau yang biasa dikenal dengan nama Islamnya Saad Yusuf, bercerita bagaimana ia masuk Islam dan membagun bisnis restoran halal. Kakak laki-lakinya adalah sosok yang memberikan pengaruh besar sehingga Hyun-woo dan keluarganya mengubah keyakinan dan memeluk agama Islam. Saudaranya yang memiliki ketertarikan pada dunia geografi dan bermacam-macam kebudayaan itu yang membuka mata keluarga mereka pada Islam.

Ketika mereka sekeluarga pergi ke gereja, saat itu Hyunwoo kecil masih  memeluk agama Katolik. Kakaknya yang memiliki rasa penasaran dan keraguan, akhirnya mencari tahu tentang Allah, Yesus, Roh Kudus, juga Maria.

Tetapi akhirnya ia menemukan jawabnya di dalam Alquran. Dia pun mempelajari lebih dalam lagi tentang Islam. Ia mengambil jurusan bahasa Arab dan kemudian menjadi seorang Muslim.

Keluarganya menghormati keputusan kakak Hyunwoo dan bahkan mengikuti jejak anak laki-laki pertamanya untuk mengubah status agama menjadi Islam. Hyunwoo pun akhirnya memeluk Islam.

Teman-temannya yang beragama Islam sering datang ke rumahnya. Mereka selalu memuji masakan ibunya, dan menyarankan agar membuka restoran halal. Akhirnya Hyun-woo mencoba untuk memulai bisnisnya. Setelah sukses retoran miliknya menjadi restoran pertama yang memiliki sertifikat halal di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Ia lantas menamai restorannya ‘Eid’, yang berati Idul Fitri.

Dengan menamai restorannya Eid, dia berharap dengan cara ini orang yang mengunjungi restoran akan mudah mencari kata ‘Eid’ dan nantinya dapat mempelajari apa itu halal. Hyun-woo juga ingin membantu wisatawan Muslim yang berkunjung ke Korea agar mereka dapat menikmati makanan Korea tanpa perlu khawatir mengenai kehalalannya.

“Awalnya hal paling sulit bagi kami adalah menemukan gochujang (pasta cabai) dan doenjang(pasta kedelai) yang halal. Kebanyakan orang memakai alkohol untuk mempercepat fermentasi, sehingga kami harus keluar dan mencari pasta yang difermentasi secara natural. Gochujang di sini ringan dan manis, dibumbui dengan pir,” tutur Hyunwoo, CEO Eid sekaligus koki, dikutip dari  Koreaherald.

Tidak mudah bagi Hyun-woo membuka restorannya. Restoran berkapasitas 24 orang ini hanya membuat empat hidangan seperti Kimchi, Samgyetang (sup ayam gingseng), Bulgogi dan Bibimbap. Keterbatasan menu itu karena tingginya standar proses persiapan makanan halal. Baik cara penyembelihan hewan maupun kandungan bahan.

Salah satunya menyajikan menu samgyetang dan bulgogi. Dua menu tersebut sejatinya di buat menggunakan ayam muda utuh. Namun karena sulitnya menemukan daging ayam muda yang halal, maka Hyunwoo pun menggunakan setengah bagian ayam halal berukuran lebih besar sebagai penggantinya.

Sama halnya dengan kasus ayam. Hingga kini di Korea belum ada toko daging halal yang menyediakan daging yang telah diiris tipis. Untuk mengakalinya, Hyun-woo harus bersusah payah mengiris tipis daging dari bongkahan daging besar.

Kini selain mengelola restoran halal, Hyun-woo sedang membangun kafe butik di Bangi Sentral, Selangor, Malaysia. Hyunwoo akan terjun dalam bisnis fashion. Selain makanan ia juga akan menjual brand pertamanya yaitu Sharmine,fashion khusus bagi wanita berhijab.

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s