image

BIODATA

Tanggal lahir: 22 Januari 1993
Tempat Lahir: Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Zodiac: Aquarius
Tinggi Badan: 168 Cm
Kewarganegaraan: Indonesia
Ayah: Sinyo Haryanto
Pekerjaan Ayah: Mantan pembalap, Pengusaha
Ibu: Indah Pennywati
Saudara kandung: Roy Haryanto (kakak laki-laki), Rizky Haryanto (kakak laki-laki), Ryan Haryanto (kakak laki-laki)
Populer Sejak: Menjuarai ajang “Formula BMW Pacific” (2009)

KELUARGA

image

Bagi keluarga Rio, dunia balap bukan hal baru. Pasalnya Rio dan tiga kakaknya juga malang melintang di dunia olahraga penuh tantangan ini.

Rio Haryanto merupakan putra dari pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati. Rio memiliki tiga kakak yang semuanya laki-laki. Putra pertama adalah Roy Haryanto kemudian berturut-turut Ricky Haryanto, Rian Haryanto. “Rio itu putra keempat kami, paling bungsu, ” ujar Penny kepada awak media di kediamannya di Solo, Sabtu (20/2/2016).

Keempat laki-laki ini ternyata tak jauh juga dengan balap. Pun dengan ayahnya, Sinyo Haryanto yang saat ini menggeluti usaha buku tulis Kiky. “Papinya itu membalap sampai tahun 2003. Jadi Roy, Kiki, Rian dan Rio membalap didampingi Papinya terus sampai tahun 2003, ” ujar Penny.

Penny melanjutkan jika Roy Haryanto pernah ikut kompetisi Formula Atlantik tahun 1998. Kiky juga pernah membalap. Sementara Rian Haryanto pernah ikut balapan Formula Asia. “Jadi Rio memang ada darah dan bakat untuk membalap ya, ” ucap bunda Rio Haryanto ini.

Sementara itu, Roy Haryanto mengaku bangga dengan prestasi adik bungsunya. Menurutnya Rio memang memiliki passion dalam membalap. “Membalap sejak umur 6 sampai 23 tahun, kalau nggak ada passion kan nggak akan jadi. Mental, fisik, kemauan dan talenta untuk masuk F1, ” kata anak sulung Sinyo Haryanto-Indah Pennywati ini.

Pun dengan Ricky Haryanto atau kerap dikenal dengan Kiky. Ia sebagai kakak mengaku bangga. Dia menilai rasa disiplin yang sudah ditanamkan sang ayah membuat Rio bisa sukses seperti sekarang.

Kiky sendiri sudah lama tidak membalap dan lebih banyak bergelut di bisnis. “Kalau saat ini, saya lebih fokus jadi pengusaha, ” katanya.

MASA KECIL

  • Rio Haryanto Kecil Akrab dengan Sepeda Motor

Rio Haryanto mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang bakal tampil di ajang Formula 1. Itu setelah pemuda asal Solo, Jawa Tengah itu, resmi memperkuat Manor Racing musim ini. Rio menjadi pembalap kedua setelah sebelumnya Manor merekrut Pascal Wehrlein dari Jerman.

Formula 1 menjadi ajang balapan single seater paling bergengsi sejagat. Wajar bila kehadiran Rio di balapan jet darat musim ini menjadi sorotan dunia. Apalagi, pemuda kelahiran 22 Januari 1993 tersebut menjadi satu-satunya pembalap Asia yang bakal melaju di lintasan Formula 1 musim ini.

Bagi Rio, tampil di F1 ibarat mimpi yang jadi kenyataan. Sebab, sejak kecil Rio memang sudah merintis karier di balapan single seater. Mengawali jejak dari Go-Kart dan meningkat hingga GP2.

Namun meski akrab dengan adu kebut roda empat, Rio ternyata punya masa kecil yang unik. Seorang petugas keamanan, yang sudah 20 tahun bekerja di keluarga Rio, Tadi Jayakusuma, mengatakan bahwa saat kecil Rio justru lebih ‘akrab’ dengan sepeda motor. Menurut Tadi, semasa masih bersekolah di SD Bintang Laut, Rio lebih suka diantar-jemput dengan motor dibanding mobil.

“Ya, nggak tahu alasannya kenapa. Jadi Rio (Haryanto) itu suka diantar jemput pakai sepeda motor. Yang jemput supirnya. Jadi Rio duduk di depan, kemudian kakaknya (Rian) bonceng di belakang, ”  kata Tadi Jayakusuma saat berbincang dengan Liputan6.com, kemarin malam.

Sebagai putra pengusaha buku tulis Kiky, tentu sangat lumrah jika Rio Haryanto dijemput dengan mobil. Namun sisten rumah tangga selalu menelepon sopir agar Rio dijemput naik sepeda motor. Bahkan menurut Tadi, pernah suatu ketika sopir datang menjemput menggunakan mobil. Rio tidak mau naik, dan diminta pulang untuk mengganti moda transportasi jemputan dengan sepeda motor.

image

“Kejadian itu pernah beberapa kali. Tapi lambat laun, Rio juga mau dijemput mobil, ” jelas Tadi.

Belakangan ini Rio sudah jarang kembali ke rumahnya di Solo. Selain sibuk dengan aktivitasnya sebagai pembalap profesional, Rio juga tengah menempuh pendidikan di Singapura. Saat Tahun Baru Imlek (8/2) lalu, Rio sempat ke Solo dan bertemu dengan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Saat pengumuman tim Manor, Rio juga tidak berada di Solo. Bersama ibu dan manajernya, Rio tinggal di Jakarta. Pengumuman bergabungnya Rio ke Manor Racing dilakukan di kantor Pertamina, Jakarta, Kamis (18/2/2016). Acara jumpa pers dikemas meriah dan dihadiri Menpora, Imam Nahrawi.

SOSOK RELIGIUS DAN BERJIWA SOSIAL TINGGI

  • Punya Pondok Pesantren

“Sejak 2003, kakekku punya lahan di Solo. Awalnya membangun masjid, kemudian ada ide untuk mendirikan pondok pesantren dan panti asuhan,” tutur Rio saat menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat 12 Febuari 2016.

Dalam pondok pesantren itu, Rio mengatakan banyak kegiatan yang dapat bermanfaat untuk anak-anak yang tinggal di sana.

“Di sana ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Kami berusaha membantu agar potensi mereka bisa terasah. Ada kegiatan qasidah juga untuk remajanya, latihan setiap hari,” ungkap Rio.

  • Ayat Kursi di Kokpit

Jangan terkejut, ada satu lagi yang membuat diri Rio terus bersemangat berlomba menghadapi banyak persaingan sengit dari pembalap andalan lainnya.

image

Rahasianya adalah di setiap sirkuit, Rio selalu memulai balapan dengan berdoa. Dan yang paling menarik, ia selalu membawa catatan Ayat Kursi yang disisipkan di dalam kokpit tunggangannya.

“Ini membuat diri saya lebih merasa tenang saat tampil di sirkuit,” ungkapnya singkat ketika diwawancarai pada sesi balapan GP3 di Hongaria baru-baru ini.

Demi karir yang penuh maut itu, Rio menjadikan Ayat Kursi bukan sekadar pelindung diri dari bencana, bahkan sebagai sumber untuk memberikan kekuatan spiritual yang amat jarang dilakukan hampir semua pembalap profesional dunia.

“Tentu saja, saya akan menempel Ayat Kursi di mobil Manor Racing nanti. Sebelum balapan pun saya akan membacanya,” ucap Rio saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Pembalap asal Solo itu memang terkenal sangat religius. Bahkan, sebelum adanya pengumuman dari Manor Racing, Rio memperbanyak salat malam agar mimpinya terwujud.

“Ya waktu itu (sebelum pengumuman), saya selalu salat tahajud. Alhamdulillah, sekarang sudah diumumkan, rasanya senang sekali,” kata Rio sambil tersenyum.

Tidak hanya rajin beribadah, Rio juga memiliki pesantren di tanah kelahirannya di Solo, Jawa Tengah. Di pesantrennya itu, ada sekitar 80 santri. Pesantren itu sudah berdiri sejak 2003.

DOA WALIKOTA HINGGA TUKANG BECAK

Sebelum tampil di balapan ‘jet darat’ ini, Rio masih sempat sowan kepada Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Pertemuan tersebut berlangsung saat Tahun Baru Imlek, 8 Februari lalu. “Kemarin pas Imlek, Rio bersama mami dan papinya ke rumah saya,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini.

image

Rudy mengungkapkan pertemuan itu membicarakan Rio agar bisa lolos Formula 1. Rudy juga mengungkapkan optimismenya bahwa Rio Haryanto bisa ikut balapan di Formula 1.

“Saya selalu menyemangati  dan mendoakan dia agar bisa lolos. Dan saya optimis dia bisa lolos.”

Rudy berharap negara memberikan dukungan penuh kepada Rio. Sebab menurutnya, Rio merupakan sosok pembalap yang punya kemampuan mumpuni.”Rio Haryanto hari ini diumumkan,” katanya.

“Saya sebagai Wali Kota sangat berharap negara terlibat mensuport Rio Haryanto. Karena Rio ini sosok yang langka. Belum tentu 25 tahun lagi, ada pembalap yang masuk ke Formula 1, ” katanya.

Doa Rudy pun terkabul. Rio Haryanto telah resmi bergabung dengan Manor Racing. Tidak tanggung-tanggung, pembalap asal Solo itu bakal tampil di seluruh seri Formula 1 musim ini. Selain Rio, Manor Racing yang berasal dari Inggris juga akan diperkuat oleh pembalap Jerman, Pascal Wehrlein.

Doa juga mengalir dari orang-orang yang selama ini merasa dekat dengan pemuda kelahiran Solo, 22 Januari 1993 itu.

Mulyadi salah satunya. Pemilik tambal ban yang mangkal tepat di depan kediaman Rio di Solo.

Sebelum mengelola tambal ban, Mulyadi dulunya seorang penarik becak. Kala itu, dia sering mangkal tepat di depan rumah milik keluarga Rio Haryanto. “Dulu Rio suka putar-putar naik becak,” kata Mulyadi mengisahkan kehidupan masa kecil pembalap Rio Haryanto kepada Liputan6.com.

Menurut Mulyadi, Rio biasanya suka diantar ke Stadion Manahan, Solo, untuk berolahraga. Rio juga gemar menumpang becak sekadar untuk berjalan-jalan di sekitar perumahannya.

image

“Kadang juga saya suka nganter ke rumah sopirnya di Tipes. Lucuhnya, ya setelah sampai di rumah sopirnya, ya langsung pulang naik becak lagi,” beber Mulyadi.

“Tapi Rio maunya tukang becaknya yang saya saja. Lainnya nggak mau,” kata  Mulyadi.

Mengetahui Rio Haryanto berhasil menembus Formula 1, Mulyadi juga ikutan senang. Dia berharap, pria berusia 23 tahun itu mampu berjaya di lintasan jet darat tersebut. “Semoga tidak hanya masuk F1, tapi juara juga. Sebab sejak kecil dia (Rio Haryanto) memang suka balapan,” ujarnya.

image

Tukang becak lainnya, Darmono juga berharap Rio berjaya di Formula 1. Sebagai bentuk dukungan kepada anak pengusaha peralatan tulis Kiky itu, Darmono ikut membubuhkan tanda tangan pada spanduk yang dibentangkan di depan kediaman Rio di Solo.

“Semoga Rio bisa menembus menjadi juara F1. Karena sejak kecil Rio sangat suka dengan balapan,” kata penarik becak yang sering mangkal di sekita Solo Grand Mall,” tuturnya.

Seperti diketahui, Rio Haryanto telah resmi bergabung dengan Manor Racing pada balapan Formula 1, musim depan. Selain Rio, tim asal Inggris itu telah lebih dulu merekrut pembalap Jerman, Pascal Wehrlein dari Jerman. Selama musim ini, Rio Haryanto akan mengenakan nomor 88 di mobilnya.

FORMULA 1 PERTAMA BERSAMA MANOR RACING

  • Rio Haryanto Dapat Fasilitas Sekelas Mercedes

Dia akan satu tim dengan pembalap asal Jerman, Pascal Wehrlein. Kebahagiaan tentu saja dirasakan oleh Rio. Bahkan, dia sudah tidak sabar mengikuti sesi pra musim bersama Manor Racing di Barcelona, 22 hingga 25 Februari mendatang.

“Tentu saja, besok saya akan berangkat ke Barcelona. Rasanya sudah tidak sabar,” ucap pria berusia 23 tahun tersebut, Kamis (19/2/2016).

image

Rio tentu tidak sabar bakal berduet dengan Wehrlein, pembalap asal Jerman yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan Manor. Wehrlein disponsori oleh Mercedes yang bakal menyuplai mesin Manor.

“Saya senang bisa bergabung dengan Manor. Wehrlein adalah pembalap junior Mercedes. Dia pasti bisa membawa Manor lebih bagus lagi. Masuknya dia membuat Manor dapat fasilitas yang seperti dimiliki Mercedes,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rio mengatakan kalau dirinya kalah pengetahuan dari Wehrlein yang sudah memulai sesi latihan bersama Manor.

“Pasti dia punya pengetahuan lebih banyak dari saya. Tapi saya sangat senang sekali bisa satu tim bersamanya. Perjalanan sangat panjang dan berliku,” katanya.

  • Makna Angka 88 Mobil F1 Rio Haryanto

Dari sisi ilmu Feng Shui, angka kembar ini kerap dikaitkan dengan keberuntungan melimpah. Rio tidak membantah kalau angka tersebut punya makna spesial bagi dirinya. Namun bukan karena alasan Feng Shui, melainkan lebih kepada faktor sejarah balapan yang pernah dilaluinya.

“Tidak ke arah sana (Feng Shui),” kata Rio Haryanto, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sesaat sebelum meninggalkan Tanah Air, Jumat (19/2/2016). Didampingi ibunda tercinta, Rio bertolak ke Barcelona untuk mengikuti tes pramusim bersama tim barunya, Manor Racing.

Kepada wartawan, Rio menjelaskan, bahwa nomor itu pernah digunakannya saat tampil di Formula BMW Pacific 2009 lalu. Nomor yang sama juga menempel di mobilnya saat tampil di Asian Formula 3. Kebetulan, dalam dua ajang tersebut, pembalap asal Solo, itu selalu meraih hasil memuaskan.

“Dengan nomor ini saya pernah sukses membawa juara di BMW Pasific 2009,” ungkapnya.

Dalam jumpa pers sebelumnya, Rio sempat mengungkapkan bahwa favoritnya sebenarnya angka 8. Namun dia tidak bisa mengenakan nomor itu di F1, karena sudah dipakai pembalap Tim Prancis, Romain Grosjean. “Semua ada regulasinya, makanya saya pakai yang ini (88) di F1,” katanya.

Sementara itu, Rio Haryanto juga tidak akan melupakan kebiasannya menempelkan Ayat Kursi di mobil tunggangannya di F1 nanti. Ritual unik sudah dilakukan sejak membalap di GP2 tahun lalu.

  • Sempat Dirayu Force India

Selain ditawari bergabung dengan Manor, tim F1 lainnya, Force India juga sempat berkomunikasi dengan Rio. Ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati, mengungkapkan sebelum bergabung dengan Manor, putranya juga ditawari oleh tim Force India. Namun, tawaran itu tidak diambil, mengingat nilai pembayaran yang tinggi.

“Force India menawarkan pembayaran 25 juta euro. Lagipula kita kalah cepat, sudah diambil pembalap lain. Pembalap itu Perez (Sergio Perez), ” jelas Indah kepada awak media di kediamannya di Solo, Sabtu, (20/2/2016).

Terlepas dari tim itu, Indah mengaku tetap bangga dengan prestasi putra bungsunya. Menurut dia, capaian ini merupakan cita-citanya sejak kecil. “Ini memang cita-cita Rio sejak kecil. Cita-cita anak kecil itu memang kadang kala bisa terjadi, ” kata Indah.

Sementara itu, Sinyo Haryanto, ayah Rio Haryanto, mengakui dirinya serasa mimpi saat melihat putra bungsunya bisa berlaga di balapan jet darat Formula 1. Menurut dia, mimpi itu bukan langsung terjadi. Namun ada perjalanan panjangnya.

“Rio Haryanto itu membalap mulai dari juara Nasional, juara Asia, juara Asia Pasifik dan terakhir terakhir memenangkan beberapa race di GP2, ” jelas Sinyo.

Sinyo juga menyatakan rasa terimakasih kepada masyarakat Solo dan Indonesia atas dukungannya untuk Rio. Menurut dia, tembus ke ajang Formula 1 bukan hal yang mudah.

“Untuk lolos ke Formula 1 itu tidak mudah. Harus punya prestasi dan dana juga. Selain itu juga melihat kursi yang tersedia. Dan setiap musim itu biasanya dibatasi hanya ada 2 pendatang baru. Dan musim ini, pembalap pendatangnya adalah Rio, ” ujar Sinyo.

GALERI FOTO

image

Rio menjajal kecepatan mobil teranyar Manor F1, yang sudah lengkap dengan sponsor Pertamina dan Kiky di bagian moncong mobil.

image

Rio menjajal kecepatan mobil teranyar Manor F1, yang sudah lengkap dengan sponsor Pertamina dan Kiky di bagian moncong mobil.

image

Rio menjajal kecepatan mobil teranyar Manor F1, yang sudah lengkap dengan sponsor Pertamina dan Kiky di bagian moncong mobil.

image

Dalam foto yang dilansir dari Twitter Manor F1, sebelum turun menjajal mobil F1 tersebut, Rio tampak mendapatkan masukan dari para teknisi di paddock Manor F1. Wajahnya tampak sangat serius mendengarkan instruksi tersebut.

image

DAFTAR LENGKAP PEBALAP F1 2016

Berikut daftar lengkap pebalap dan tim di F1 2016 seperti dikutip CNN Indonesia. Rio Haryanto satu-satunya wakil Asia.

Mercedes

  1. Lewis Hamilton (Inggris)
  2. Nico Rosberg (Jerman)

Ferrari

  1. Sebastian Vettel (Jerman)
  2. Kimi Raikkonen (Finlandia)

Red Bull

  1. Daniel Ricciardo (Australia)
  2. Daniil Kvyat (Rusia)

Williams

  1. Valtteri Bottas (Finlandia)
  2. Felipe Massa (Brasil)

Force India

  1. Sergio Perez (Meksiko)
  2. Nico Hulkenberg (Jerman)

Toro Rosso

  1. Max Verstappen (Belanda)
  2. Carlos Sainz Jr. (Spanyol)

Sauber

  1. Marcus Ericsson (Swedia)
  2. Felipe Nasr (Brasil)

McLaren

  1. Fernando Alonso (Spanyol)
  2. Jenson Button (Inggris)

Manor

  1. Pascal Wehrlein (Jerman)
  2. Rio Haryanto (Indonesia)

Renault

  1. Kevin Magnussen (Denmark)
  2. Jolyon Palmer (Inggris)

Haas

  1. Romain Grosjean (Perancis)
  2. Esteban Gutierrez (Meksiko

Maju terus Rio Haryanto!

FAKTA-FAKTA MENARIK

Rio Haryanto dipastikan sebagai pebalap pertama asal Indonesia yang akan berlaga di kompetisi bergengsi Formula1.

Namanya pun kini sudah terpampang di situs resmi www.formula1.com.

Dalam situs itu tertulis:

“Pebalap Formula Satu pertama Indonesia ini lahir di Surakarta pada 1993 dan memulai membalap go-kart pada usia belia enam tahun, mengikuti jejak dua kakaknya dan termotivasi oleh ayahnya yang dia sendiri veteran pebalap.

Berikut adalah segelintir fakta-fakta yang menarik untuk kamu ketahui:

image

Patuh kepada orang tua

Rio adalah sosok yang sangat berbakti kepada orang tua. Suatu ketika, Rio baru saja berlatih go-kart di kawasan Donohudan, perbatasan Boyolali dan Solo. Usai berlatih, karena bawaannya banyak dia menitipkan helm kepada salah seorang wartawan.

Melihat itu, ibunda Rio, Indah Pennywati, memarahinya. “Jangan menyusahkan orang lain. Bawa sendiri ya,” katanya. Rio lantas mendatanginya dan berkata, “Maaf, Mas. Saya bawa sendiri saja. Dimarahi ibu,” katanya.

Idolakan Ayrton Senna

Rio mengidolakan pebalap asal Brasil, Ayrton Senna. Senna menjadi juara dunia Formula 1 pada 1988, 1990, dan 1991. Pada 1994, dia mengalami kecelakaan tragis hingga tewas di San Marino, Italia.

Posisi keempat antarkan ke Formula 1

Di ajang GP2 Series musim 2015, Rio finishdi posisi empat dengan jumlah poin 138 dari total 21 balapan. Dia hanya berselisih satu angka dengan pebalap Rusia Sergey Sirotkin yang mengumpulkan 139 poin.

Tiga sirkuit keramat

Di ajang GP2 Series 2015, Rio finish di posisi pertama di tiga sirkuit ini:

  1. Sirkuit Bahrain, Bahrain.
  2. Sirkuit Red Bull Ring, Austria.
  3. Sirkuit Silverstone, Inggris.

Stres balapan, ‘refreshing’ dengan golf

Saat sedang tidak ada kesibukan berlatih balapan, Rio gemar bermain golf. Menurut dia, bermain golf membuatnya lebih rileks. Meskipun begitu, beberapa nilai dalam golf tetap relevan dengan balapan seperti akurasi perhitungan, stamina, dan mengelola mental.

‘Putus-nyambung’ dengan tim Manor Racing.

Rio sudah dekat dengan tim Manor Racing sejak di GP3 Series pada 2010. Rio masih bertahan di tim tersebut setahun kemudian. Namun, Manor kemudian berganti nama menjadi Marussia Manor Racing.

Pada 2012, Rio promosi ke GP2 Series. Dia bergabung dengan Carlin, tim yang di-back up oleh Marussia Manor Racing. Setahun kemudian, masih di GP2 Series, Rio hijrah ke tim Spanyol Barwa Addax.

Pada 2014, Rio kembali pindah. Kali ini ke EQ8 Caterham Racing. Setahun kemudian, dia pindah ke Campos Racing untuk musim 2015. Rio mengoleksi lebih banyak podium, 5 kali, dan menang di tiga balapan.

Rajin nge-gym

Rio konsisten nge-gym sejak aktif balapan. Bagi dia, stamina yang baik sangat menunjang performanya. Saat tegang menunggu pengumuman jatah kursi ke Formula 1 pun dia tetap aktif nge-gym.

“Menjaga stamina sekaligus biar tidak stres,” katanya.

Tabrakan pada usia 6 tahun

Saat bermain go-kart di arena latihan balap di Donohudan, Rio bertabrakan dengan motor. Rio mengira hari sudah sore dan latihan balap motor sudah selesai. Pengendara motor juga tidak tahu bahwa ada go-kart di depannya. Tabrakan itu membuat Rio kecil pingsan dan harus dioperasi di Singapura.

Referensi

Iklan

One response »

  1. […] juga: Sekilas Tentang Rio Haryanto. Rio Haryanto, Pembalap Muslim Yang […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s