image

Koran Swedia Aftonbladet menyatakan dalam salah satu artikelnya bahwa tentara Israel membunuh orang Palestina untuk perdagangan organ mereka. Laporan itu menyebebutkan penduduk Brooklyn Levy Izhak Rosenbaum, yang dituduh terlibat dalam kasus perdagangan  organ manusia baru-baru ini yang membuat geger di Amerika Serikat dan Israel.

Laporan itu menyatakan anak-anak Palestina dipaksa untuk menyerahkan diri mereka sebelum dieksekusi. Kecurigaan ini, tulis dalam artikel tersebut, dapat mengarah ke penyelidikan kejahatan perang internasional terhadap negara Yahudi.

Aftonbladet juga mengatakan bahwa para remaja Palestina yang diculik dari desa mereka pada tengah malam dikubur setelah dipotong-potong. Reporter Donald Bostrom, mengatakan ia mendapatkan informasi tentang kekejaman oleh pegawai PBB ketika ia sedang mengerjakan sebuah buku di Tepi Barat.

Menurut Bostrom, seorang bocah Palestina dari Nablus yang melemparkan batu terhadap tentara IDF ditembak mati pada Mei karena ia mengganggu aktivitas “pasukan penjajah Israel” Aftonbladet juga menerbitkan foto mayat yang terdapat bekas luka sayatan mulai dari wajah hingga perut. Dalam artikelnya Bostrom mengutip sejumlah warga Palestina yang mengatakan bahwa anak-anak mereka dibunuh oleh tentara IDF untuk organ mereka. [1]

Informasi bahwa Israel menjarah organ penting dari tubuh jenazah warga Palestina bukan isapan jempol semata dan hal itu diakui oleh orang Israel sendiri.

Pengakuan itu datang dari Dr Yehuda Hiss mantan kepala Institut Forensik Abu Kabir, sebuah institut yang berlokasi di dekat Tel Aviv, ibukota Israel dalam wawancara untuk sebuah acara dokumenter televisi. Wawancara itu dilakukan tahun 2000 oleh seorang akademisi asal AS, Nancy Sheppard-Hughes, profesor bidang antropologi di University of California-Berkeley saat melakukan penelitian di Institut Abu Kabir.

Nancy yang merilis kembali wawancara itu akhir pekan kemarin menyusul “pertikaian” antara Israel dan Swedia terkait pemberitaan surat kabar Swedia Aftonbladet. Seperti diketahui, Israel berang dengan laporan Aftonbladet yang menyebutkan bahwa militer Israel membunuh warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya dan dijual kembali pada orang membutuhkan organ tubuh tersebut. Israel membantah laporan itu dan menyebut berita tersebut anti-semit.

Dalam program dokumenter yang ditayangkan kembali stasiun televisi Israel Channel 2 disebutkan bahwa di era tahun 1990-an praktek penjarahan organ tubuh dari jenazah warga Palestina memang terjadi. Para spesialis di Institut Abu Kabir “panen” organ-organ tubuh yang vital seperti jaringan kulit, kornea mata, jantung dan tulang yang diambil dari jenazah tentara-tentara Israel, warga Israel, tenaga kerja asing termasuk dari jenazah warga Palestina, tanpa ijin dari pihak keluarganya.

image

“Kami panen kornea … apapun yang dilakukan, dilakukan secara ilegal tanpa meminta ijin terlebih dulu pada pihak keluarga,” aku Dr Hiss.

Dalam acara dokumenter itu, militer Israel membenarkan adanya tindakan pengambilan organ tubuh secara ilegal tapi berdalih bahwa tindakan itu sudah lama tidak dilakukan lagi. Disebutkan pula bahwa mereka hanya mengambil organ tubuh dari warga Palestina yang sudah meninggal dan tidak dengan sengaja menculik dan membunuh warga Palestina untuk diambil organ tubuhnya seperti yang ditulis reporter surat kabar Aftonbladet.

Soal penjarahan organ tubuh manusia yang dilakukan Israel sebenarnya sudah terungkap pada tahun 2004 yang berakibat dicopotnya Hiss dari jabatannya sebagai pimpinan Institut Forensik Abu Kabir, meski masih dipekerjakan di institut tersebut.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan bahwa ketika itu aturan tentang pengambilan organ tubuh di Israel belum jelas. Tapi setelah itu, pengambilan organ tubuh selalu dilakukan atas ijin pihak keluarga. “Selama 10 tahun terakhir, Abu Kabir bekerja sesuai dengan etika dan hukum Yahudi yang berlaku,” demikian pembelaan Kementerian Kesehatan Israel.

Namun pada Juli 2009, kepolisian New York menangkap Levy Izhak Rosenbaum, seorang Rabbi Yahudi yang terbukti menjadi perantara jual beli organ tubuh manusia di pasar gelap.

Sementara itu, anggota parlemen Israel dari kalangan Arab, Muhammad Baraka mengungkapkan bahwa ada lebih dari 600 jenazah warga Palestina yang dikubur oleh pihak Israel di pemakaman yang diperuntukkan khusus bagi para pejuang Palestina yang tewas oleh militer Israel.

Bulan Agustus lalu, Baraka sudah meminta Israel untuk mengembalikan jenazah warga Palestina itu pada pihak keluarganya tapi permintaan itu tidak digubris oleh otoritas Israel.  [2]

image

Dr. Yusuf Rezqa, penasihat politik Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah, meminta negara-negara Arab, Liga Dunia Islam serta organisasi-organisasi HAM dan kemanusiaan, agar mengaktifkan kasus pencurian organ tubuh para syuhada Palestina oleh penjajah Israel di PBB dan menghentikan kebrutalan Zionis ini.

Hal tersebut disampaikan Rezqa dalam pernyataan pers yang dilansir media pada Ahad (20/12). Dia mengatakan, “Ini adalah kejahatan keji dan dilarang, yang harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan hukum internasional.”

Dia menyatakan bahwa lembaga-lembaga internasional dan Palang Merah Internasional bertanggung jawab atas kasus ini. Kerena sebagai pihak yang mengawaasi kinerja Zionis. Dia menambahkan, ketika masalah itu berkaitan dengan kinerja negatif Zionis , kami menemukan organisasi-organisasi ini bermalas-malan untuk mengambil tindakan yang seharusnya.

Penasihat politik perdana menteri Palestina ini mengatakan penjajah Israel telah keholangan kredibilitas moral dan kemanusiaan melalui tindak kejahatan yang mereka lakukan terhadap para syuhada Palestina.

Ia menegaskan bahwa “negara” penjajah sebagai sumber ancaman perdamaian sosial dunia dan masyarakat internasional, karena dengan kejahatan ini mereka mengulangi tindakan kejahatan Nazi pada Perang Dunia II.

Sebelumnya saluran dua televisi Israel, menyiarkan sebuah laporan video yang menunjukkan kesaksian rekaman suara ahli patologi “negara” penjajah Israel yang mengakui pencurian kulit dan kornea mata dari mayat-mayat para syuhada. [3]

image

image

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s