image

Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk tetapkeukeuh dengan keputusannya, yakni mempertahankan status pembekuan PSSI. Padahal dari hasil pertemuan di Istana Negara, Rabu 23 Febuari 2016, Presiden Joko Widodo telah meminta agar Menpora mencabut status pembekuan PSSI.

Bahkan Imam Nahrawi melalui juru bicaranya, Gatot S. Dewa Broto menyatakan bahwa tidak ada tuntutan seperti itu dari Presiden Joko Widodo. Ia justru mengklaim Presiden hanya meminta untuk meninjau kembali status pembekuan PSSI.

Dengan status seperti itu, PSSI pun secara terpaksa harus menghentikan seluruh kegiatan mereka, termasuk menggelar kompetisi resmi yang diakui oleh FIFA. Alhasil nasib seluruh pesepakbola pun kian tidak menentu masa depannya.

Meski dalam kurun waktu 10 bulan terakhir muncul sejumlah turmanen-turnamen macam Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, dan yang teranyar Piala Bhayangkara, hal itu tak membuat rasa lapar para pecinta sepakbola nasional kian teredam. Mereka menuntut adanya kejelasan mengenai status kompetisi yang reguler dari Pemerintah, seperti yang sudah mereka janjikan sebelumnya.

image

Melihat kondisi tersebut membuat mantan Menpora, Roy Suryo memberikan tanggapannya. Ia justru menilai sikap arogan yang diperlihatkan oleh Imam Nahrowi justru telah membunuh talenta-talenta berbakat dari dunia sepakbola nasional.

“Saat ini seluruh masyarakat Indonesia kansudah cerdas dalam memberikan penilaian. Mereka juga sudah menuntut Menpora agar merealisasikan janji-janji mereka untuk mengembangkan sepakbola Indonesia, bukan dengan melakukan kompetisi-kompetisi sirkus seperti saat ini,” cetus Roy Suryo.

“Sebab kompetisi- petisi seperti itu hanya menguntungkan beberapa pihak dan juga beberapa pemain yang memiliki eksistensi besar. Bagaimana nasib pemain yang masih berada dalam situasi berkembang seperti para pemain muda? Apa Menpora memikirkan nasib mereka?” sambungnya.

“Bahkan dengan sikap arogan Menpora yang masih tetap mempertahankan status pembekuan PSSI, maka secara tidak langsung ia juga telah membunuh bakat-bakat muda sepakbola nasional. Jadi apa ini yang namanya mengembangkan sepakbola nasional?” tuntas kader Partai Demokrat tersebut. [1]

Rencana Pencabutan Pembekuan PSSI

image

Kebimbangan menyelimuti warga Indonesia, terutamanya pecinta sepakbola Tanah Air. Sebelumnya pada Rabu, 24 Februari 2015 ada titik cerah mengenai rencana pencabutan pembekuan PSSI yang akan dilakukan Kemenpora melalu Menpora Imam Nahrawi.

Lampu hijau diberikan Presiden Joko Widodo kala bertemu di Istana Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Ad-hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar, dan Imam Nahrawi. Kemenpora pun diberi waktu untuk mengkaji pencabutan pembekuan PSSI itu.

Namun semua itu berubah pada Kamis, 25 Februari 2016. Imam Nahrawi menegaskan bahwa Presiden belum menyetujui pencabutan itu, ucapan yang sontak mendapat berbagai tanggapan dari banyak pihak.

Salah satu yang sangat kecewa dengan ketidakjelasan dan sikap tidak tegas Presiden adalah mantan Menpora, Roy Suryo. Pakar telematika itu pun langsung memberi komentar melalui media sosial di akun Twitter resminya @KRMTRoySuryo.

Berikut pernyataan @KRMTRoySuryo:

“Tweeps, ini KulTwit saya soal RenCabutan (RENcana penCABUTAN) Pembekuan PSSI#Mikir #TanyaJOKOWI #RakyatCERDAS.”

“Tweeps, Banyak yang menyebut @JokoWi“PAHLAWAN” karena “berhasil” Mencabut Pembekuan PSSI? Tak ada AG2018 Tanpa Bola#RakyatCERDAS #MIKIR.

“Tweeps, Jadi ini memang sudah SEHARUSNYA @Jokowi Perintahkan Menpora MENCABUT PEMBEKUAN PSSI atau AG2018 akan BATAL #MIKIR #RakyatCERDAS.”

“Tweeps, Tetap bagaimanapun Kalau memang@Jokowi benar2 CABUT PEMBEKUAN PSSI Perlu diapresiasi. Meski TELAT dan Setahun BOLA Mati Suri.”

“Tweeps, Sekarang tinggal Menpora PATUH ke@Jokowi tidak Jangan Sampai Seperti dulu, Sehingga membenturkan RI-1 dan R1-2#RakyarCERDAS #MIKIR.”

“Tweeps, Pernyataan Pak Agum ini SANGAT SERIUS Tapi kalau TUNA HATI ya tetap#GagalPAHAM #TanyaJOKOWI #HanyaPHP.”

“Tweeps, HasTag#CabutPembekuanPSSItanpaSyarat Sempat jadi TOP TRENDING TOPIC FAKTA-nya#TolakPHP #TanyaJOKOWI.” [2]

Agum Gumelar Kecewa dengan Pernyataan Kemenpora

image

Ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang dinilai mengubah kesepakatan mengenai PSSI ini. Hal itu disebabkan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang mengatakan pencabutan tersebut belum resmi dan masih perlu untuk dikaji pemerintah.

Ia menegaskan Presiden Joko Widodo telah setuju untuk mencabut pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada pertemuan yang dilaksanakan di Istana Merdeka, pada Rabu 24 Februari. [3]

Jubir Kemenpora “Nol” soal Olahraga

“Beliau ini panglima atau penguasa? Tahu nggak Gatot soal olahraga? Saya tahu Gatot itu mantan anak buah saya, bahkan saya sempat ingin mengajukan dia jadi Menkominfo,” kata Agum.

“Dia paham soal KLB tidak. Gatot orangnya pintar, tapi kalau soal olahraga nol! Jadi saya harap jangan menimbulkan polemik lagi,” tambahnya.

Selain itu dirinya menilai adanya bantahan dari pihak Kemenpora mengenai pencabutan sanksi PSSI membuat dirinya seolah membuat kabar palsu. Padahal, ia sudah bertemu dan membahas hal tersebut secara langsung dengan Kemenpora dan Presiden Joko Widodo.

“Kalau ada bantahan dari pemerintah seperti ini, berarti saya dianggap berbohong. Padahal, setelah rencana pencabutan pembekuan disampaikan, saya bilang kepada Presiden dan Wapres, reformasi akan dijalankan bersama dengan Kemenpora, dan ada Menpora juga di sana, itulah yang terjadi,” katanya.[4]

Menpora Bantah Presiden Setujui Pencabutan Pembekuan PSSI

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membantah bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui pencabutan pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Ia mengatakan bahwa Presiden justru memintanya untuk menyiapkan kompetisi sepak bola dan turnamen, baik profesional, amatir, maupun kelompok umur. Iman juga membantah bahwa Kongres FIFA mendatang akan membahas sanksi bagi Indonesia yang membekukan PSSI.

“Pak Presiden belum pernah setujui pencabutan pembekuan PSSI. Pak Presiden perintahkan kepada saya untuk mengkaji secara komprehensif semua aspek pencabut,” kata Imam di Istana Kepresidenan, mengutip Antara, Kamis (25/2/2016).

“Kongres FIFA tidak dibahas Indonesia, tetapi murni pemilihan Presiden FIFA,” katanya menegaskan.

Namun, Imam membenarkan bahwa pada tanggal Mei 2016 kongres yang akan membahas sanksi untuk Indonesia, Kuwait, dan negara lain.Pemerintah pada 2015 membekukan PSSI sehingga terancam mendapatkan sanksi dari FIFA.

Kompetisi yang digelar PSSI terhenti sehingga terjadi kevakuman pertandingan kompetisi sepak bola di Tanah Air. [5]

Netizen dukung #CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

Kisruh sepakbola nasional perihal pembekuan federasi sepakbola Indonesia atau PSSI memasuki fase baru. Sebelumnya ada titik cerang pencabutan pembekuan PSSI yang akan dilakukan Kemenpora.  

Rencana itu muncul setelah Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi, Ketua Ad-Hoc Agum Gumelar bertemu di Istana Presiden, Rabu 24 Februari 2016.

Menpora Imam Nahrawi akan mengkaji pencabutan tersebut dalam waktu dekat ini, dan memberikan syarat kepada PSSI karena Presiden telah setuju mencabut pembekuan itu. Namun satu hari berselang, tepatnya hari ini, Kamis 25 Februari 2016.

Imam Nahrawi menegaskan bahwa Presiden belum pernah menyetujui pencabutan pembekuan PSSI. Reaksi itu sontak membuat masyarakat Indonesia kecewa, dan mempertanyakan ketidakjelasan isu tersebut.

Aksi Roy Suryo:

Mantan Menpora, Roy Suryo sempat memunculkan hashtag#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat di Twitter dan menjadi trending topic. Netizen pun memberikan reaksinya dalam mendukung tagar berikut.

Berikut reaksi pengguna Twitter mengomentari tagar #CabutPembekuanPSSITanpaSyarat, Jumat (26/2/2016):

@AryVirgo31 Menpora rapat lagi dengan Presiden, apa hasilnya?
#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@mansyur_junior Dasar Menporak porandakan sepakbola
#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@KurniawanRicho Kami ingin kompetisi kembali lagi, kapan mau bisa maju kalo sepakbolanya MATI??#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@GrizelaWinda Cepat lah, cape kalo harus turnamen mulu#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@BobbyBlues86 Setuju sekali, sekalian tolong pak @jokowi cabut @imam_nahrawi sebagai Menpora, karena semua orang tahu biang keroknya
#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@RyondsASU Jangan biarkan generasi penerus kita tumbuh dengan tontonan basi tanpa makna! Segerakan liga.#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@Faiz_Densus87 Biasanya yang kebanyakan mengajukan syarat untuk damai itu masih dendam #CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@Faiz_Densus87 Di Thailand, federasi sepakbola tetap jalan, oknumnya ditangkap, di sini? Masuk kulkas, kemenbola, di freezer!#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@dahh_adi Pak @imam_nahrawi itu sebenarnya ga ngerti bola pak @jokowi, tolong pecat dia #CabutPembekuanPSSITanpaSyarat

@EkaRosdiana22 Reformasi sepakbola itu bukan membekukan apalagi pencabutan dengan syarat#CabutPembekuanPSSITanpaSyarat
[6]

Mimpi Buruk Menghantui Sepakbola Indonesia

image

Nasib kelanjutan sepakbola Indonesia kembali berada di ujung tanduk saat ini. Sebab belum ada tanda-tanda dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk berencana mencabut pembekuan status PSSI.

Padahal pada Rabu 23 Febuari 2016, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepakbola sempat merasa bahagia setelah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta Menpora mencabut status pembekuan PSSI yang sudah terjadi dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.

Akan tetapi Menpora melalui juru bicaranya, Gatot S. Dewa Broto membantah hal tersebut, dan bahkan menilai bahwa apa yang diucapkan oleh Ketua Tim Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar itu merupakan pernyataan palsu.

Dengan nasib sepakbola Indonesia yang sedang dikejar waktu untuk menentukan masa depannya, Roy Suryo pun memberikan sedikit komentar. Ia mewanti-wanti kepada pemerintah akan ada mimpi buruk yang akan menimpa Indonesia jikalau status pembekuan PSSI belum juga dicabut.

“Dengan masih adanya pembekuan status PSSI yang dilakukan oleh Menpora, maka sudah sangat jelas seperti apa nasib sepakbola Indonesia ke depannya. Sebab pada Jumat pagi (waktu Zurich) FIFA bakal meminta kejelasan Ketum La Nyalla Mattalitti terkait pembekuan PSSI dari Menpora,” ujar Roy Suryo, Jumat (26/2/2016).

“Apabila hingga jam 9 pagi waktu Zurich PSSI masih belum bisa memberikan surat pencabutan pembekuan PSSI, maka nasib sepakbola Indonesia pun kian terancam. Selain itu kelangsungan Asian Games pun juga terancam penyelenggaraannya,” sambungnya.

“Pasalnya pada Agustus besok, perwakilan OCA bakal mengunjungi Indonesia untuk memantau kesiapan kita menyelenggarakan Asian Games. Apabila mereka tahu bahwa PSSI masih dibekukan, maka bisa dipastikan cabor sepakbola tak akan dipertandingkan di Asian Games dan itu akan membuat sebagian besar negara konstestan berpikir ulang untuk keikutsertaan mereka,” tuntas kader Partai Demokrat tersebut.[7]

image

Dengan adanya saling tuding antara Agum Gumelar dan Imam Nahrawi, membuat mantan Menpora, Roy Suryo memberikan sedikit sarannya. Ia meminta agar kedua belah pihak untuk melakukan klarifikasi terhadap hasil putusan pertemuan di Istana Negara Rabu 23 Febuari 2016.

“Sekarang kan masyarakat sedang berada situasi bingung terhadap mana yang benar dari klaim masing-masing pihak, baik dari Pemerintah mau pun PSSI. Maka dari itu ada baiknya kedua belah pihak bertemu bersama-sama dengan memberikan klarifikasi di depan awak media,” ucap Roy Suryo saat dihubungi OKEZONE, Jumat (26/2/2016).

image

“Dengan cara seperti itu seluruh masyarakat Indonesia dapat memberikan penilaian siapa yang benar dan siapa yang salah. Saya sangat yakin apa yang dilontarkan oleh Pak Agum merupakan sebuah kebenaran. Sebab saya sudah mengenal beliau sejak lama, dan tak mungkin ia memberikan pernyataan salah,” tutup mantan pakar Telematika itu.[8]

image

image

image

image

image

image

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s