merdeka.com

merdeka.com

Bangladesh bakal cabut status Islam sebagai agama resmi?

Umat Islam Banglades bertekad akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran jika Mahkamah Agung negara itu memutuskan untuk mencabut Islam sebagai agama resmi negara. 

Walaupun dalam praktiknya Banglades adalah sebuah negara sekuler, tetapi konstitusi negara itu menyebutkan Islam adalah agama resmi negara. 90 persen warga negara itu adalah pemeluk Islam. Sisanya adalah pemeluk Hindu dan Buddha. 

Mahkamah Agung saat ini sedang menimbang petisi yang diajukan sekelompok sekularis yang mengatakan status Islam sebagai agama resmi tak sesuai dengan piagam sekularisme Banglades dan diklaim kerap merugikan warga non-Muslim.

Menanggapi hal ini, umat Islam mendesak mahkamah agung untuk menolak petisi tersebut dalam sidang pada 27 Maret 2016 mendatang.

“Setiap langkah untuk mengubah status agama Islam sama dengan melecehkan Islam,” kata Mohammad Faezullah, Sekretaris Jenderal Islamic Oikya Jote (IOJ), Kamis (10/03/2016) seperti dikutip AFP.

“Partai-partai politik Islam, rakyat kebanyakan dan para ulama akan menentang langkah ini dan menggelar unjuk rasa,” tambah Faezullah.

Langkah Mahkamah Agung Banglades ini dikhawatirkan akan memperuncing ketengan antara kelompok sekuler dan Islam di negeri itu.

“Jika ada konspirasi antara pemerintah dan pengadilan untuk menundukkan kepala terhadap orang-orang ini (sekuaris), kami akan turun ke jalan, melakukan perlawanan di seluruh negeri,” demikian pernyataan Hefajat-e-Islam di Banglades.

Muslim Bangladesh Hormati Minoritas, Petisi ditolak Pengadilan

Pengadilan Tinggi Bangladesh baru saja menolak petisi tersebut, dan mereka yang membawa petisi dinyatakan tidak memiliki hak untuk itu. Petisi sendiri dilaporkan dikemukakan oleh aktivis sekuler di Bangladesh, setidaknya sejak hampir 30 tahun yang lalu.

Para aktivis itu menuding pengakuan Islam sebagai agama negara di Bangladesh, akan membawa negara mereka ke arah fundamentalisme. Meski petisi itu ditandatangani oleh sekitar 15 orang yang berprofil tinggi, sebagian besar dari orang-orang itu saat ini sudah meninggal dunia.

Partai politik Islam terbesar di Bangladesh, Jamaat-e-Islami, menyerukan pemogokan sebagai bentuk protes nasional atas petisi tersebut. Aksi itu berlangsung pada hari yang sama dengan putusan, dan memang bertujuan mendesak Pengadilan Tinggi menolak petisi.

Partai ini menyatakan 90 persen dari masyarakat merupakan Muslim, dan warga Bangladesh tidak ingin Islam dihapuskan sebagai agama negara. Mereka turut mencatat Muslim Bangladesh yang menghormati agama-agama minoritas, telah memberi contoh luar biasa dari kerukunan.

Protes serupa juga berlangsung pada Jum’at lalu di luar masjid nasional di Dhaka, dengan peserta lebih dari 3.000 warga Muslim. Sekularisme sendiri memang ditulis ke dalam konstitusi Bangladesh, sebagai salah satu dari empat prinsip negara meski terdapat agama negara.

Namun, konstitusi telah berjanji untuk menghormati prinsip sekularisme, serta menghilangkan diskriminasi dan penganiayaan terhadap siapa pun yang mempraktekkan agama. Konstitusi Bangladesh juga telah melarang penyalahgunaan agama, untuk tujuan politik.

Sumber

  • ^http://m.suara-islam.com/mobile/detail/17481/Umat-Islam-Bangladesh-Tolak-Rencana-Pencabutan-Islam-sebagai-Agama-Resmi-Negara
  • ^http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/03/29/o4rwd2313-muslim-bangladesh-hormati-minoritas
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s