• Di Karanganyar

Dalam pengajian akbar “Akhwat Bergerak” di Masjid Ar-Rahman Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (14/3/2016) sore, mantan pemain sinetron Peggy Melati Sukma mengajak jamaah untuk sabar dalam berikhtiar menggapai hidayah Allah SWT.

Peggy mengisahkan bahwa ibunya berikhtiar sampai 19 tahun baru putrinya berhijrah.

“Selama 19 tahun tahajjud, kecuali atas izin Allah tidak melakukan. Sembilan belas tahun puasa Senin Kamis, kecuali atas izin Allah tidak melakukan.Sembilan belas tahun baca Qur’an, kecuali atas izin Allah tidak melakukan,” kisah dia.

Lanjutnya, “Apakah setahun ibu saya melakukannya, saya langsung dihijrahkan oleh Allah? Tidak!”

Pengajian akbar muslimah ini diselenggarakan oleh Yayasan Daarul Qur’an bekerja sama dengan Masjid Ar-Rahman. Menghadirkan Peggy sebagai pembicara dengan berbagi kisah hijrahnya, diharapkan akan menggugah hati jama’ah. Tampak ratusan jama’ah muslimah memenuhi ruangan utama masjid. Sedang jama’ah putra ditempatkan di lantai atas.

“Target kita semula 500 sampai 600 jama’ah, tapi belum tahu saat ini berapa, tahunya nanti setelah selesai,” ujar salah satu panitia.

Dikatakannya bahwa masjid Ar-Rahman Tasikmadu disediakan sebagai pusat kegiatan dakwah. Siapa saja boleh mengadakan kegiatan dakwah di sana, selama yang disampaikan Al-Qur’an dan Sunnah yang dipahami secara benar.

“Selama ada yang membacakan Al-Qur’an, menyucikan hati jama’ah, kemudian mengajarkan Al-Qur’an dan juga Hadits, welcome,” terang dia.

Imbuh dia, bahwa kegiatan serupa rutin diadakan setiap bulan. Untuk bulan depan diagendakan akan menghadirkan Ustadzah Pipiek.[1]

  • Di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo

Setelah Senin lalu menebar semangat hijrah kepada muslimah Karanganyar di Masjid Ar-Rahman Tasikmadu, Rabu (16/3/2016) pagi, inspirator hijrah Peggy Melati Sukma berbagi inspirasi dengan muslimah Solo di Masjid Nurul Huda kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Pengajian muslimah dengan tema “Diary Hijrahku” tersebut diselenggarakan atas sinergi Dompet Peduli Ummat (DPU) Darrut Tauhid Solo, Majlis Taklim Humaira, dan Masjid Nurul Huda UNS. Acara dimulai pada 08.30 WIB dan berakhir menjelang waktu Dzuhur. Pengajian diikuti oleh tiga ratusan muslimah dari mahasiswa maupun masyarakat umum.

image

Peggy Melati Sukma dalam pertemuan ini mengisahkan proses hijrahnya yang panjang, serta pengalaman dakwahnya selama dua tahun terakhir. “Saya mulai hijrah dua tahun ini, ya, Februari 2014,” ungkap dia.

Terkesima dengan penuturan panjang yang sarat motifasi dari Peggy, bebepara jama’ah begitu antusias bertanya pada sesi diskusi. Di antara mereka bahkan sempat ada yang menangis tersedu. Mereka menanyakan kiat menghadapi permasalahan dengan keluarganya. Lalu Peggy yang mengaku bahwa ibunya selalu sabar dalam berikhtiar agar putrinya sadar ini pun memberi jawaban yang cukup bijak dan sarat motivasi.

Kemudian di penghujung waktu, mantan pesinetron ini menampilkan slide beberapa gerakan dakwah yang digelutinya saat ini. Di antaranya ada pembangunan sekolah khusus bagi difabel di Palestina yang saat ini masih dalam taraf pembangunan. Ada lagi pengadaan kursi roda untuk mereka. Dan di dalam negeri ada pendirian lembaga pendidikan Al-Qur’an bernama Asmaul Husna yang kini sudah berdiri di empat lokasi. Dan yang cukup unik adalah, sebagian dana itu berasal dari pembuatan kerajinan tangan, yang diantaranya bros hasil buatan para muslimah.

“Brosnya habis bikin lagi bikin lagi, pokoknya uangnya kita putar terus untuk membiayai itu,” beber dia.

Peggy menambahkan bahwa produk-produk itu tidak dijual. Bagi siapa yang mengambil, niatkan uang yang diberikan untuk berinfaq. Dan atas izin Allah, kata dia, semua berjalan dengan baik.[2]

Bagi Peggy Melati Sukma, bila kita bicara Islam, tak ada kata pesimis. Islam pasti terus maju, berkembang, dan berjaya. Kenyataan ini bisa dipandang dari berbagai sisi. Di antaranya dalam dunia kaum muda.

“Saya yakin dan percaya, karena dalam dua tahun saya berdakwah, saya bersinggungan dengan berbagai komunitas dan organisasi anak-anak muda. Jadi sebetulnya anak-anak muda Islam yang mempunyai semangat dan ghirah berislam itu banyak kok di mana-mana. Tapi tantangan zamannya saat ini juga begitu luar biasanya,” ucapnya usai mengisi pengajian muslimah “Diary Hijrahku” di Solo pada Rabu (16/3/2016).

Dia mengatakan pula bahwa gerakan dakwah di Indonesia maupun berbagai belahan dunia tak pernah henti. Maka walau tantangan zaman begitu besar, dia optimis para pemuda terkena dampak, lambat laun juga akan berkarakter Al-Qur’an.

Bahkan di kalangan artis sekalipun, sudah tampak mulai banyak yang mengambil langkah hijrah seperti dirinya. Kepada teman-teman artisnya, dia mengaku tak bersikap menggurui.

“Tetap menjadi temannya saja, kalo belum bisa dengan cara mengajak. Karena dengan menjadi temannya kan mereka melihat bagaimana kebaikan yang sedang kita usahakan, semoga itu menjadi inspirasi,” ujar mantan pesinetron ini.

Terakhir, wanita berdarah Sunda ini berpesan kepada para muslimah agar membaca, memelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an. Dan dia mengaku tak pernah pesimis dengan Islam. “Nggak ada pesimis kalo soal Islam!” tegas Peggy.[3]

image

Biodata

  • Nama lahir: Raden Peggy Melati Purnama Dewi Sukma
  • Tempat/Tgl Lahir: Cirebon, 13 Juni 1976
  • Pekerjaan: Aktris
  • Tahun aktif: 1994 – sekarang
  • Agama: Islam

Karir

Putri dari Raden Ating Sukma dan Aty Latieva Attamimi ini mulai dikenal lewat perannya sebagai Iteung di sinetron Si Kabayan. Lewat perannya ini, Peggy mendapat nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik Kategori Komedi Festival Sinetron Indonesia (1997). Namanya kian melambung saat membintangiGerhana. Bahkan lewat sinetron ini pula terkenal jargon ‘Pusiiiiiiing’, yang kemudian dipatenkan oleh Peggy. Berkat sinetron ini, Peggy sekali lagi masuk menjadi nominasi Artis Wanita Terfavorit Indonesia Kategori Komedi Panasonic Award (1999).

Selain bermain sinetron, Peggy juga merambah dunia menyanyi. Peggy merilis album Aku Kangen Padamu (1998) dan My Wish (2000). Peggy juga telah menulis sebuah buku berjudul My Wish. Peggy juga menjadi presenter. Beberapa acara yang pernah dipandunya antara lain, Smile, Rejeki Nomplok, dan Klise. Peggy juga pernah mendapat dua nominasi dari Tabloid Citra dan Panasonic Awards (1996) untuk Pembawa Acara Talkshow Wanita Terfavorit dalam acara “Obrolan Pagi”.

Selain di layar kaca, Peggy juga aktif di panggung. Peggy aktif di teater sejak SMP. Meski demikian, Peggy akhirnya berhenti setelah sibuk di sinetron. Sampai akhirnya pada tahun 2006, Peggy kembali menginjak panggung. Kali ini Peggy bermain wayang orang di Gedung Kesenian Jakarta mementaskan lakon yang berjudul ‘Srikandi Larasati Kembar’. Masih pada tahun yang sama, Peggy berangkat ke Jerman pada tgl 14-22 Juli 2006, untuk pentas di festival teater anak-anak tingkat dunia di Lingen, Jerman. Peggy menjadi bintang tamu dalam teater tanah airku. Dalam acara itu, teater anak-anak Tanah Airku pimpinan Jose Rizal Manua berhasil meraih medali emas. Kemenangan ini lantaran keterlibatan semua pihak, termasuk artis Peggy Melati Sukma yang dipercaya menjadi public officer.[4]

Referensi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s