Sulit menggambarkan mantan Presiden Soeharto. Sosok yang telah memerintah Indonesia selama 32 tahun ini, dipuja sekaligus dibenci. Tak bisa dipungkiri, ekonomi Indonesia saat pemerintahannya, sempat melaju pesat. Indonesia bahkan pernah dijuluki sebagai raksasa ekonomi dari Asia Tenggara.

image

Tapi kesuksesan itu harus dibayar mahal. Utang membengkak, kebebasan berpendapat diberangus, mereka yang tak sejalan dengan The Smiling General ini harus mendekam dibalik jeruji penjara.

A. Kelebihan Soeharto Saat menjadi Presiden

  • 1. Swasembada Pangan

Pada tahun 1980-an, Indonesia dibawah kepemimpinan Soeharto berhasil dalam swasembada pangan. Dia awal pemerintahan Beliau, stok produksi beras Indonesia baru mencapai 12,2 juta ton. Soeharto memiliki keinginan besar untuk menambah jumlah produksi beras tersebut. Sebab, jumlah tersebut sangatlah kurang untuk memenuhi kebutungan pangan masyarakat Indonesia. Barangkali, karena ia dulunya berasal dari keluarga petani, sehingga Beliau sangatlah cerdas dalam urusan pangan dan lumbung pertanian. Tak perlu menunggu 20 tahun dari masa kepemimpinannya, pada tahun 1984, produksi beras Indonesia berhasil menembus angka 25,8 juta ton. Jumlah stok beras yang sangat fantastis pada masa itu.

  • 2. Jarang terjadi Keributan

Sejak periode kedua kepemimpinannya (1978-1998), Soeharto bisa mengendalikan keamanan dan ketertiban. Jarang sekali terjadi keributan yang mengganggu jalannya pemerintahan atau mengganggu keamanan masyarakat, seperti tawuran antar-suku, tawuran pelajar, kekerasan berbau SARA, perkelahian antar-geng, dan lain sebagainya yang berbau kekerasan.

  • 3. Nyaris tidak ada demo anarkis

Sebelum tahun 1998, nyaris tidak ada demo-demo yang anarkis di era kepemimpinan Soeharto. Sehingga walaupun ada demo, tidak membuat masyarakat menjadi resah dan cemas karena tingkat toleransi masih sangatlah tinggi dan dihargai. Tidak seperti sekarang dimana toleransi sangatlah rendah dan tidak ada rasa saling menghargai.

  • 4. Murahnya harga Bahan Pokok

Harga bahan pokok terbilang murah. Fluktuasi dapat diatasi. Tidak seperti sekarang dimana harga bahan pokok tidak stabil. Setiap tahun, terutama menjelang atau disaat Bulan Ramadhan, umumnya terjadi kenaikan harga bahan pokok.

  • 5. Disegani oleh Luar Negeri

Hubungan Internasional sangat terjaga dengan baik. Dan Negara Indonesia pun disegani oleh luar negeri. Banyak tokoh-tokoh mancanegara yang ingin bersahabat dengan Indonesia. Pelecehan dari negara-negara luar tidak terjadi. Tidak seperti sekarang, dimana sering muncul kasus pelecehan-pelecehan yang berasal dari negara luar. Contohnya saja, beberapa kali, kebudayaan khas Indonesia diklaim sepihak oleh Malaysia.[1]

Baca Juga:
INILAH SEBENARNYA SOEHARTO
CIA Terlibat G30S 1965 dan Soeharto yang Dipakai
Kenapa Harus Minta Maaf ke Soekarno?
Misteri Supersemar, Surat Perintah 11 Maret 1966

B. Keburukan Soeharto yang paling Fatal di Indonesia

  • 1. Menikam Bung Karno dari belakang.

Soeharto menahan Soekarno di Wisma Yasoo, Jl Gatot Soebroto, Jakarta. Rumah ini dulunya adalah kediaman salah satu istri Soekarno, Ratna Sari Dewi. Soekarno pernah berpesan ingin dimakamkan di kawasan batu Tulis Bogor. Di tengah hamparan sawah, pegunungan dan gemericik air sungai.

image

Tapi Soeharto merasa terlalu berbahaya jika makam Soekarno terlalu dekat dengan Jakarta. Dia memindahkan lokasi penguburan ke Blitar, Jawa Timur. Alasan Soeharto, Soekarno sangat dekat dengan ibunya dulu di Blitar. Selama menjadi tahanan politik, kondisi Soekarno semakin memburuk. Dia menderita penyakit ginjal dan rematik. Pemerintah Orde Baru tak pernah memperlakukan Soekarno sebagai mantan pemimpin besar. Mereka memperlakukan Soekarno seperti penjahat politik yang berseberangan dengan penguasa. Orde Baru memandang Soekarnois atau pengagum ajaran Bung Karno sama berbahayanya dengan Partai Komunis Indonesia. Maka saat pembunuhan itu, seringkali para algojo tak ambil pusing apakah target mereka Soekarnois atau komunis. Jika mau melawan, sebenarnya massa pendukung Soekarno masih banyak. Begitu pula tentara loyalis Soekarno. Setidaknya ada angkatan udara, KKO (sekarang marinir), Divisi Siliwangi dan Brawijaya yang loyal padanya. Tapi Soekarno memilih mengalah, walau diperlakukan seperti tawanan. Dia tak ingin ada banjir darah lagi di Indonesia. Soeharto melarang semua orang menjenguk Soekarno. Termasuk keluarga dekatnya. Ada pengawal kesayangan Soekarno yang juga akhirnya dipenjara oleh Soeharto. AKBP Mangil Martowidjojo mungkin adalah perwira polisi yang paling disayang Soekarno. Perwira polisi ini adalah Komandan Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Bung Karno. Mangil mendampingi Soekarno mulai dari detik proklamasi, hijrah ke Yogyakarta hingga melindungi Soekarno dari ancaman granat dan penembakan.Tahun 1967, Mangil tak membiarkan konvoi Soekarno dihadang tentara RPKAD. Dia adu gertak dengan perwira RPKAD, sementara anak buahnya kokang senjata melindungi Soekarno. Setelah peristiwa itu, Soeharto kemudian membubarkan DKP. Mangil pun terpaksa meninggalkan Soekarno. Simak cerita lengkapnya di sini.

2. Pembunuhan masal tahun 1965

Sejenak kita menengok tepatnya pada tahun 1965. Sebuah peristiwa besar telah terjadi di Indonesia. Menjadi sejarah pada masa transisi kepemimpinan Soekarno dengan kekuatan seorang Mayjen Soeharto. Peristiwa tersebut diawali dengan terjadinya pembunuhan para perwira Angkatan Darat (AD) pada 1 Oktober 1965 dini hari. Dulu sering kita menyebutnya dengan istilah Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Karena memang pada waktu itu timbul perspektif dari kalangan masyarakat bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi dalang dibalik aksi pembunuhan para perwira AD tersebut. Kekuasaan dan pengaruh yang dimiliki oleh seorang Mayor Jendral Soeharto, seakan menutupi segala kemungkinan keterlibatannya dalam tragedi 1965. Sejarah bisa dimanipulasi dengan kekuasaan yang dimiliki. Namun, setelah lengsernya kekuasaan Soeharto pada tahun 1998, para sejarawan mengkaji ulang lebih dalam dari peristiwa kejahatan kemanusiaan tarsebut kaitannya dengan keterlibatan Soeharto. Hal itu terbukti, saat ini justru fakta sejarah lebih mengarah pada keterlibatan Soeharto dalam aksi pembunuhan para perwira AD Indonesia.

image

Terlihat dari adanya keterlibatan AD yang pada waktu itu dibawah pimpinan Soeharto dengan didukung Amerika, Inggris, maupun sekutunya melakukan pembunuhan terhadap 7 perwira AD. Jelas sekali adanya kepentingan politik yang didukung kekuasaan Soeharto pada masa itu.

  • 3. Memperkaya diri, keluarga dan sahabat-sahabatnya (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)

Muhammad Soeharto adalah Presiden ke-2 Indonesia dengan masa jabatam 32 tahun (1967-1998). Soeharto dan keluarganya menggunakan kekuasaan mereka untuk memperkaya diri dan teman-teman mereka, mendapatkan miliaran dolar terhadap perusahaan pemerintah dan amal. Menurut Transparansi Internasional Korupsi Laporan Global 2004, Soeharto adalah di atas daftar pemimpin korup yang paling depan dalam sejarah dunia. dengan dugaan menggelapkan dana antara US $ 15-35 Miliyar selama 32 tahun jabatannya.

  • 4. Soeharto berkuasa melebihi raja

Praktek-Praktek Orde lama yang dulu di kutuk oleh soeharto, Justru dilakukan oleh soeharto dengan rezimnya lebih parah lagi.lebih kejam dan lebih sadis, lebih leluasa tanpa kontrol dengan tindakan represif bertangan besi. Negara hukum telah lenyap menjadi negara kekuasaan mutlak.

  • 5. Soeharto menjadikan Indonesia Negara pelanggar HAM paling buruk di Dunia

Wimanjaya pernah mengemukakan dalam buku “Primadosa” yang dilarang rezim Soeharto, bahwa musuh yang paling besar bagi bangsa Indonesia adalah ekstrim Pancasila Munafik (Espansifik). Dengan ekstrim Pancasila Munafik rakyat dan Bangsa Indonesia dibawa oleh Soeharto kepada jalan yang sesat. Barulah pada suatu saat krisis dan berbahaya bagi bangsa, kita sadar bahwa sesungguhnya kita ini sudah lama menempuh jalan bengkok yang tersesat, dan tentunya membahayakan.

Sumber:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s