Sebelumnya: Indonesia Menggenggam Dunia [Part 3]


Indonesia Maroko


Kalian pernah liat film Horor Terowongan Casablanca, ya jalan yang ada di Jakarta tersebut adalah nama sebuah Kota di Maroko.

Penamaan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Indonesia dan Maroko telah menjalin hubungan yang erat sehingga Indonesia lantas menamai salah satu jalan yang sekarang menjadi jalan yang terkenal dan fenomenal yakni jalan Casablanca.

Namun bagaimana degan maroko?

Maroko bahkan memberi nama jalan di ibukota ibu kota maroko, Rabat dengan nama jalan Soekarno. Hal tersebut dikarenakan Presiden Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) pada Tahun 1955. Hasil KAA kemudian mulai dirasakan oleh negara-negara peserta yang salah satunya adalah Maroko.

Avenue Soekarno

Atas dasar itulah kemudian Maroko memberikan penghargaan penamaan jalan Soekarno (Avenue Soekarno).


Indonesia — Pakistan


Soekarno Bazar, Lahore, Pakistan.

Pakistan sendiri memberikan penghargaan tersebut karena jasa bung karno yang telah mengirim TNI AL berparoli di lau selatan Pakistan Saat Konflik Pakistan dan India. Karena Jasa tersebut Pakistan kemudian Pakistan begitu menghormati Bung Karno. Ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar, di Lahore.


Indonesia — Afrika Selatan


Seandainya orang Eropa, macam Belanda dan Portugis tidak menjajah Indonesia, mungkin saja kota Cape Town dan The Cape of Good Hope alias Tanjung Harapan tak pernah ada. Kalaupun di ujung selatan Benua Afrika itu terbentuk kota, pastilah diberi nama yang lain, dan tak jauh beda dengan kota lain di Afrika seperti Luanda, Sierra Leon, Conakry, dan Mogadishu.

Cape Town sungguh berbeda. Kota yang kini dihuni sekitar 3 juta jiwa itu sebagian penduduknya berkulit putih keturunan Eropa. Karena, kota yang dulunya bernama Kaapstad itu didirikan oleh Belanda pada 1625. Kemudian berganti nama menjadi Cape Town setelah diambil alih Inggris pada tahun 1806.

Awalnya, Cape Town dijadikan sebagai gudang atau tempat persinggahan Belanda dalam pelayaran ke Indonesia. Belanda mengendalikan Cape Town alias Kapstaad dari Batavia. Karena itulah, Cape Town punya hubungan historis yang demikian erat dengan Indonesia. Bahkan, banyak pejuang dari Indonesia yang menentang kolonialisme Balanda diasingkan di Kaapstad.

Tak mengherankan, di kota modern perpaduan tiga benua yakni Asia, Afrika, dan Eropa itu ada sebuah tempat yang sangat populer disebut sebagai Kampoeng Macassar. Ia terletak di Distrik Stellenbosch, kawasan perkebunan anggur yang indah, sekitar 40 kilometer dari jantung kota Cape Town.

Kampoeng Macassar itu dibangun oleh Syeikh Yusuf dan pengikutnya saat pertama tiba tgl 2 April 1694. Dalam pengasingan, ia bersama 49 pengikut dan keluarganya menggunakan kapal layar Fluyt de Voetboog. Ia gencar menyampaikan pesan-pesan Islam, kendati dalam pengawasan ketat oleh pihak Belanda.

Dalam usia 73 tahun, Syeikh Yusuf mengembuskan napas terakhir. Walau ia hanya empat tahun di Macassar, pengaruh ajarannya cukup kuat dan dilanjutkan oleh para pengikutnya. Hingga kini, turunan Syeikh Yusuf masih banyak dijumpai di Cape Town.

Puncak ziarah ke makamnya dilakukan pada Hari Paskah pada bulan April, yakni saat liburan umat Kristiani. Menurut Fatih, 45 tahun, yang mengaku masih keturunan Makassar, kegiatan itu dilakukan karena sejak zaman dulu para pekerja di perkebunan Belanda hanya libur pada pada Hari Paskah. Nah, pada saat itulah mereka berkumpul. Lalu, Syeikh Yusuf Tuanta Salamaka menyampaikan pesan-pesan Islam.

PicsArt_03-24-12.19.20

Sampai sekarang berkumpul dan berkemah serta bazar diadakan setiap bulan April setiap tahun. Sumber di KJRI Cape Town menyebutkan, sejumlah pejabat Indonesia pernah berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Beberapa bulan sebelum lengser, Presiden Soeharto berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Presiden Megawati dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ajaran Syeikh Yusuf menjadi inspirasi untuk menentang pemerintahan apartheid di Afrika Selatan. Karena itu, ia diangkat sebagai pahlawan Afrika Selatan. Ketika menjatuhkan pemerintah apartheid, April 1994, Nelson Mandela menyatakan bahwa ia mendapat inspirasi dari Syeh Yusuf untuk menentang politik perbedaaan warna kulit di Afrika Selatan.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki juga memuji kepahlawanan Syeikh Yusuf. Pada 2005, Syeikh Yusuf dianugerahi Oliver Thambo Gold Award, penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Afrika Selatan untuk tokoh yang berjasa besar.

PicsArt_03-24-12.15.21


Indonesia — Korea Utara


Sejak dulu Korea Utara selalu mendapatkan pertentangan dunia, terkait dengan paham ideologi mereka yang komunis itu. Namun Indonesia tak memandang ini sebagai sebuah tembok besar yang menghalangi dua negara untuk menjalin pertemanan. Hingga akhirnya, Presiden Soekarno untuk pertama kalinya mengunjungi Korea Utara di tahun 1964.

image

Sambutan kepada Presiden ternyata bagus dan apresiatif. Bahkan Kim Il Sung juga membalas kunjungan ini bersama anaknya Kim Jong Il di bulan April tahun 1965. Kehadiran mereka berdua kala itu, sekaligus untuk mengikuti peringatan 10 tahun KAA pertama yang diadakan pada tahun 1955 di Bandung. Di KAA pertama itu, Soekarno memberikan wadah bagi Korut untuk bisa berkiprah di dunia Internasional.

image

Duta Besar Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), sering disebut Korea Utara, Ri Jong Ryul mengatakan presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno dan pendiri sekaligus presiden DPRK Kim Il Sung memiliki hubungan yang istimewa.

“Hubungan antara Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung sangat istimewa dan tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Presiden Soekarno juga dikenal baik oleh rakyat DPRK,” ujar Ri Jong Ryul dalam acara peluncuran kembali buku karangan Rachmawati Sukarnoputri berjudul “President Soekarno dan President Kim Il Sung” di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat (10/4).

Menurut Ri, eratnya hubungan Soekarno dan Kim Il Sung dimulai sejak tahun 1964 ketika Proklamator Indonesia itu melakukan kunjungan resmi ke DPRK, yang dibalas dengan kunjungan Kim Il Sung dan anaknya Kim Jong Il ke Indonesia pada April 1965.

“Selain untuk mempererat hubungan bilateral, kunjungan Kim Jong Il saat itu sekaligus untuk menghadiri peringatan 10 tahun Konferensi Asia Afrika yang pertama kali diadakan tahun 1955 di Bandung,” kata Ri.

Dalam pertemuan itu, Ri melanjutkan, kedua pemimpin negara tersebut membahas tentang kesejahteraan, kemerdekaan dan kedaulatan antara kedua negara.

Pada tanggal 13 April 1965,
Kim Il Sung, Presiden Korea Utara saat itu, melakukan kunjungan ke Indonesia. Untuk menyenangkan tamunya, Presiden Soekarno mengajak Kim Il Sung berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.

Ketika mereka melewati deretan tanaman anggrek yang sedang mekar, Kim Il Sung tampak begitu terpesona dengan anggrek jenis “dendrobium” asal Makassar, Sulawesi Selatan. Kim Il Sung mengungkapkan bahwa anggrek itu begitu indah dan warna merah muda yang indah menunjukkan keanggunan dan martabatnya.

Melihat tamunya tertarik dengan bunga tersebut, maka Soekarno memberikan anggrek tersebut pada Kim Il Sung sebagai hadiah ulang tahun.

image

Pada saat itu Soekarno pun berinisiatif memberi nama anggrek itu dengan perpaduan nama Kim Il Sung dan Indonesia. dan jadilah nama “Kimilsungia” atau dalam Bahasa Korea disebut “Kimilsunghwa” (bunga Kim Il Sung).

Anggrek itu pun dibawa ke Korea untuk dirawat dan dikembangbiakkan menjadi lebih baik. Sejak saat itu “Kimilsungia” ditetapkan sebagai bunga nasional Korea Utara. Di Korea “Kimilsungia” memiliki 7 kuntum tiap tangkai, sedangkan di Indonesia rata-rata hanya memiliki 3 kuntum.

“Karena itulah negara kami tidak akan pernah melupakan Indonesia,” ujar Ri, yang negaranya pada bulan April setiap tahunnya, sejak tahuh 1999, merayakan Festival Kimilsungia untuk memeringati ulang tahun Kim Il Sung dan menghormati hubungan dengan Indonesia. Dalam festival ini segala
macam varian bunga terutama anggrek dipamerkan. Diplomasi ala bunga ini menjadikan Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Korea Utara.

image

Bahkan Pemerintah Indonesia adalah satu-satunya pihak yang mendapat kehormatan untuk menyampaikan kata sambutan tiap festival ini berlangsung. Diplomasi ala Bunga ini juga membuat hubungan Indonesia dan Korea Utara menjadi dekat, sehingga sampai saat ini Indonesia dan Korea Utara sering melakukan pertukaran budaya. Tak heran bahwa bunga Kimilsungia dianggap juga sebagai simbol persahabatan Indonesia dan
Korea.

image

Karena persaudaraan erat ini, kerjasama antara dua negara tersebut terjalin hingga saat ini.


Indonesia — Libya


Kesan yang didapatkan Libya dari beelangsungnya KAA di Bandung ternyata membuat pemerintah Libya menamakam Jalan di Tripoli dengan “Jakarta Street & Bandung Street”.

image

Hubungan kedua negara kembali memasuki babak baru, ketika Indonesia dipimpin Megawati Soekarnoputri. Adalah Presiden Megawati yang terbang ke Tripoli, seusai mengikuti Sidang Umum PBB September 2003.

Dari kunjungan itu banyak komitmen yang dibuat oleh kedua pemimpin. Khususnya dalam kerjasama ekonomi. Namun kini dengan jatuhnya Khadafy, dikuatirkan kerjasama itu akan mengalami gangguan atau terkena imbas.

Selain faktor politik di Libya masih belum cukup kondusif dan belum tahu kapan bisa normal, Indonesia sendiri kelihatannya cukup sibuk dengan persoalan-persoalan domestik.

Namun secara logika, antara pemerintahan baru di Tripoli dengan Jakarta, sebetulnya memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan kerja sama yang sudah ada. Sebab rezim baru di Tripoli, secara “obvious” beraliansi sama dengan pemerintahan di Jakarta, pimpinan SBY.


Libya Belajar Demokrasi di Indonesia


image

Indonesia dan Libya sepakat meningkatkan kerja sama di beberapa bidang seperti bidang energi, konstruksi, dan demokrasi. Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo usai bertemu Perdana Menteri Libya, YM Mulia Faiz Al-Siraj pada hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di JCC Senayan, Jakarta.

“Di bidang energi, beberapa BUMN dan swasta indonesia sudah beroperasi di Libya dan ini akan dilanjutkan kembali setelah situasi di Libya kondusif,” ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, bahwa dalam bidang konstruksi juga sama. BUMN Indonesia juga siap bekerja sama mengerjakan bidang-bidang konstruksi dan perumahan yang ada di Libya, dan Libya juga membuka diri untuk bekerja sama. PM Libya dalam pertemuan bilateral dengan Jokowi juga menyampaikan bahwa Libya ingin belajar dari pengalaman Indonesia dalam berdemokrasi.

“Tadi saya sudah berbicara banyak mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres), mengenai Pilkada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Walikota. Saya kira hal-hal seperti ini yang tadi banyak ditanyakan oleh PM Libya,” jelas Jokowi di website Setkab.

Usai membuka secara resmi KTT Luar Biasa OKI di JCC Senayan, Jokowi melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa negara seperti Libya, Pakistan, Sudan, Oman, dsb. Presiden juga sempat menyampaikan ucapan selamat kepada PM Libya atas terbentuknya pemerintah nasional gabungan baru yang ada di Libya.


Indonesia — Palestina


Membahas tentang konflik Israel-Palestina sepertinya tak akan pernah berakhir. Negara kejam Israel yang membabi buta menyerang Palestina seperti diluar akal manusia. Sebagai negara dengan mayoritas beragama Islam terbesar didunia, tentunya Indonesia tak tinggal diam.
Apa saja yang dilakukan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina? Mari kita simak.


Reformasi DK PBB, Cara Merdekakan Palestina


image

Indonesia menyerukan reformasi di Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai cara agar PBB mampu memerdekakan Palestina. Seruan itu disampaikan Kepala Perwakilan Indonesia untuk PBB, Desra Percaya, Jumat (18/12/2015).

Menurut Desra, hak veto yang dimiliki anggota tetap DK PBB, seperti Amerika Serikat (AS) telah menjadi sandungan utama bagi PBB untuk bisa membantu Palestina menjadi negara merdeka.

”Kalau kita lihat dengan struktur yang ada, AS punya veto dan apa pun usulan mengenai yang merugikan Israel pasti akan diveto (oleh AS). Jadi kita harus mereformasi DK PBB”.

Dia melanjutkan, kepemilikan hak khusus itu bukan hanya menghambat PBB untuk memerdekakan Palestna, tapi juga sejumlah masalah lain di dunia.

”Kenapa ada masalah Suriah? Kenapa PBB tidak bisa berbuat apa-apa untuk Yaman? Demikian juga Libya, karena apa? Ada struktur di majelis umum PBB yang dinamakan veto sangat merugikan dan juga menyebabkam PBB tak bisa lakukan apa-apa,” imbuh dia.

Reformasi di tubuh DK PBB sejatinya sempat mengemuka beberapa kali. Terakhir, Prancis yang juga merupakan anggota tetap DK PBB sekaligus pemegang hak veto turut menyuarakan reformasi di badan paling berpengaruh di PBB itu.


Indonesia Tak Ingin Isu Palestina Dilupakan Dunia


Salah satu tujuan utama digelarnya Konferensi Internasional Mengenai Yerusalem adalah agar isu mengenai Israel dan Palestina tidak tenggelam. Saat ini dunia internasional memang tengah mengalihkan fokus untuk mengalahkan ISIS, baik di Irak atau Suriah.

Menurut Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, banyaknya konflik di Timur Tengah, khususnya di Irak dan Suriah, telah membuat dunia seakan-akan lupa bahwa ada satu masalah yang belum terselesaikan, yakni masalah Israel-Palestina.

“Di tengah-tengah dunia yang menghadapi banyak isu terkait situasi di Timur Tengah, Indonesia ingin mengatakan bahwa jangan sampai isu Palestina ini dilupakan dunia,” ucap Retno.

Retno menambahkan, Indonesia selama ini juga telah konsisten mempromosikan Palestina di forum-forum internasional supaya mendapat pengakuan sebagai negara yang merdeka. Ini adalah bagian dari dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Sebab, okupasi yang dilakukan di Israel selama ini adalah tindakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan sudah selayaknya untuk segera dihentikan,” imbuh Retno.


Peduli Warga Palestina, Indonesia Bangun Rumah Sakit di Gaza


image

Sekitar satu juta penduduk Palestina di kota Gaza kini tak perlu khawatir jika jatuh sakit. Sebab, Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya telah resmi beroperasi pada 27 Desember 2015.

Walau begitu seremonial penyerahan rumah sakit itu baru dilakukan pada Sabtu malam, 9 Januari di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla kepada Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen.

Rumah sakit yang dibangun atas inisiatif organisasi MerC itu menelan dana sekitar Rp126 miliar. Dibangun di atas tanah seluas 16.261 meter persegi, rumah sakit ini merupakan kontribusi nyata warga Indonesia terhadap Palestina.

“Rumah sakit ini merupakan bentuk perwujudan dan kasih sayang rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Berikutnya, kami akan berusaha untuk membangun pusat kesehatan di Tepi Barat,” ujar Ketua MerC Joserizal yang ditemui semalam.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut hadir dalam acara tersebut menyebut kehadiran Rumah Sakit Indonesia sangat diapresiasi oleh warga Palestina.

“Ada dua hal yang tercermin dari gerakan ini, pertama dari faktor humanitarian. Keberadaan rumah sakit ini sangat bermanfaat bagi warga Palestina. Kedua, rumah sakit ini bisa mendekatkan warga Indonesia dengan Palestina,” kata Retno.

JK mengacungi jempol atas upaya yang telah dilakukan organisasi MerC. Menurut JK menyumbang bagi pembangunan rumah sakit jauh lebih bermanfaat ketimbang berdemonstrasi setiap hari di Bundaran Hotel Indonesia dan menuntut kemerdekaan Palestina.

“Kalau setiap hari berdemonstrasi dan membeli ikat kepala, bisa dibayangkan jika dana untuk membeli ikat kepala itu dialihkan ke pembangunan rumah sakit. Berapa banyak semen yang bisa dibeli,” kata JK.

JK turut menyebut Palestina sulit menjadi satu negara, jika masih terjadi konflik perpecahan di dalamnya.

“Jika tidak terjadi persatuan, maka upaya apa pun akan sulit direalisasikan,” JK menambahkan.


Pembangunan Rumah Sakit


Membangun fasilitas medis di tengah gempuran senjata dari Israel bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Ide untuk membangun Rumah Sakit Indonesia dicetuskan pada Januari 2009.

Pembangunan fisik baru dimulai pada Mei 2011. Saat terjadi dua peperangan besar tahun 2013 dan 2014, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza tetap berjalan.

Menurut Kepala Presidium MerC yang ikut terlibat pembangunan rumah sakit sejak awal, dr Henry Hidayatullah, ada beberapa tantangan yang mereka hadapi.

“Tantangan pertama mengenai masalah lahan. Kami tidak bisa memaksa terhadap pemilihan lahan, sebab itu menjadi hak prerogatif mereka. Kedua, kami sering kesulitan memperoleh izin masuk,” papar Henry yang ditemui Rappler di TIM.

Tim MerC masuk ke Gaza melalui Mesir. Untuk itu mereka harus mengantongi izin masuk dari tiga pihak, yakni Pemerintah dan Intelijen Mesir serta Pemerintah Palestina.

“Alasan sulitnya pemberian akses, karena terkait faktor keselamatan. Setiap kami mau datang ke sana, tergantung pada kondisi saat itu. Bisa saja kami masuk ke Mesir, tetapi tidak bisa masuk ke Gaza atau sudah berada di dalam Gaza tetapi tidak bisa keluar dari sana,” papar Henry.


Fasilitas Modern


image

Lalu, fasilitas apa saja yang dimiliki Rumah Sakit Indonesia? Henry menjelaskan rumah sakit yang dibangun Indonesia memiliki pusat trauma yang modern.

“Di rumah sakit itu terdapat 110 tempat tidur termasuk untuk fasilitas instalasi gawat darurat. Di sana juga terdapat fasilitas radiologi CitiScan yang bisa memindai hingga 128 slice. Di Jakarta, fasilitas semacam itu baru dimiliki oleh Rumah Sakit Pondok Indah atau Rumah Sakit Umum Cipto,” papar Henry.

Sesuai dengan namanya, rumah sakit ini, kata Henry merupakan kontribusi yang sepenuhnya berasal dari Indonesia. Dana ratusan miliar untuk biaya pembangunan merupakan sumbangan dari warga di Tanah Air.

“Sebagian besar dana tersebut disumbangkan oleh warga dari kelas menengah ke bawah. Sementara, untuk peralatan medis sebagian besar berasal dari Eropa. Hanya tempat tidurnya yang kami datangkan dari Tiongkok,” Henry menambahkan.

Selain itu, 100 relawan dari Indonesia juga ikut terlibat proses pembangunan rumah sakit. Kini, Rumah Sakit Indonesia dikelola oleh petugas medis Palestina.

“Namun, kami sedang mengatur agar petugas medis dari Indonesia bisa dikirim ke sana secara rutin,” kata dia.

Ke depan, MerC berencana untuk membangun fasilitas kesehatan di wilayah Tepi Barat. Tetapi, untuk bisa ke sana harus mengantongi izin masuk dari Israel.

“Menteri Kesehatan Palestina telah mengundang kami, tetapi sebelum membangun, kami perlu berkunjung terlebih dahulu ke Tepi Barat,” ujar Henry.


Bendera Palestina Berkibar di PBB karena Peran Indonesia


image

Bendera Palestina kini berkibar di Markas PBB, New York, Amerika Serikat. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya menyatakan, Indonesia memiliki andil besar atas hal tersebut.

“Perwakilan Indonesia di PBB dikenal yang paling gencar dalam melalukan lobi-lobi agar bendera Palestina dikibarkan. Walaupun itu tidak mudah,” kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Menurut politisi Golkar ini, sejak awal, Indonesia sudah mengusulkan agar Palestina dan Israel saling berdamai dan berdampingan. Hal itu, diakui Tantowi, sebagai usulan paling realistis ditengah konflik yang terus berlarut-larut.

Lebih lanjut, Tantowi menjelaskan, berkibarnya bendera Palestina tidak lepas dari kerja keras sesama negara Islam lainnya. Karena dengan berkibarnya bendera Palestina itu sudah berhasil meraih satu langkah guna memperjuangkan kemerdekaan bagi Palestina.

“Langkah selanjutnya yang akan terus diperjuangkan adalah soal kemerdekaan 100 persen Palestina. Dimana ultimate goal-nya Palestina ingin diakui menjadi satu negara utuh,” ucap dia.

Tantowi berharap agar Indonesia maupun negara muslim lainnya tetap terus mengecam sikap Israel atas pembangunan pemukiman real estate di Palestina. Sehingga, Israel tidak terus menerus menggerus wilayah Palestina.

“Saya sendiri melihat perluasan wilayah untuk pembangunan real estate komersial di sana. Jadi sudah menjadi tugas negara-negara Islam dan khususnya Indonesia agar terus mengkritik aksi – aksi Israel yang sangat berpotensi menggangu kedamaian disana,” pungkas Tantowi.


57 Kepala Negara Islam Berkumpul di Jakarta


Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Rencananya pertemuan antar kepala negara ini akan dilaksanakan di Jakarta pada 6-7 Maret 2016 mendatang.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan besar ini didasari alasan kuat. OKI melihat sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia menunjukkan komitmen tinggi dan tanpa lelah untuk memerdekakan Palestina.

“Indonesia dipilih karena karena komitmennya kepada Palestina dan kita telah berpengalaman untuk menggelar banyak KTT,” kata pria yang kerap disapa Tata ini di kantornya di Jakarta, Senin (25/1/2016).

Mengenai permintaan pelaksanaan yang mepet, kata Tata, hal itu tak menjadi masalah. Indonesia dipastikan siap menggelar KTT yang rencananya dihadiri 57 kepala negara ini.

“Misal KAA nggak sampai setahun tapi sukses. Indonesia punya kemampuan untuk menghadirkan dan mensukseskan acara seperti ini,” sebut Tata.

Dia menambahkan, pemerintah Indonesia bisa memahami kenapa OKI terkesan mendadak untuk mengadakan KTT Luar Biasa ini. Hal tersebut terkait dengan mendesaknya masalah Palestina untuk diselesaikan.

“Jadi kita diminta OKI, apakah Indonesia bisa (jadi tuan rumah KTT Luar Biasa). Ini pertemuan tambahan yang bersifat urgentterkait dengan kemerdekaan Palestina dan Yerusalem,” paparnya.

“Kenapa urgent? Karena isu Palestina terus berlangsung dan nggak pernah selesai dan tak ada perkembangan,” pungkas Tata.


Dukungan RI untuk Palestina Merdeka Kagetkan Gedung Putih


image

Momentum Peringatan ke 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Jakarta dan Bandung saat ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menggalang dukungan bagi kemerdekaan Palestina. ‎

Penanggung jawab KAA Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, komitmen pemerintah Indonesia tersebut akan diwujudkan dengan menggalang dukungan bagi negara Palestina yang merdeka dalam forum KAA tersebut.

“Indonesia mencoba memainkan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, kita mendorong supaya Konferensi Asia Afrika menghasilkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh,” ujar Luhut di Istana Kepresidenan, Senin (20/4/2015).

Luhut bahkan mengaku dirinya sudah menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia yang akan menggalang dukungan bagi kemerdekaan Palestina kepada Kepala Pusat Keamanan Amerika Serikat Susan Rice saat melakukan kunjungan ke Gedung Putih, mewakili pemerintah Indonesia beberapa minggu sebelum penyelenggaraan KAA.

“Kepada beliau (Susan Rice), saya nyatakan bahwa Indonesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka,” ucap Luhut. ‎

Mendengar pernyataannya, Luhut melihat ekspresi kaget di wajah Susan Rice. Maklum saja, Amerika hingga saat ini belum mengakui negara Palestina sebagai negara yang merdeka sepenuhnya. Kepada Rice, Luhut bahkan menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan membuka kantor Kedutaan Besar Indonesia di kota Ramalah yang berada di wilayah Tepi Barat Palestina.

“Reaksi Susan Rice saat itu terkejut karena Amerika tidak mengakui adanya Palestina. Tapi saya katakan bahwa itulah sikap dari Presiden Joko Widodo untuk Palestina. “Supaya anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka Kedutaan di Ramallah,” ujar Luhut seperti yang ia katakan di Gedung putih saat itu.

Selain itu, Luhut juga menyampaikan keinginan pemerintah Indonesia menjadi penengah dalam berbagai konflik yang selama ini terjadi di wilayah Timur Tengah. salah satu upaya tersebut, dengan menggelar pertemuan antar negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam forum KAA.

“Presiden Joko Widodo bahkan berencana memobilisasi pertemuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di sela perhelatan itu. Dalam kesempatan itu Indonesia sebagai tuan rumah, akan memimpin pembahasan untuk mendamaikan konflik di Timur Tengah, termasuk yang ini melanda Yaman dan Suriah,” kata Kepala Staf Kepresidenan itu.

Dengan banyaknya negara-negara OKI yang turut serta dalam KAA, Luhut yakin pertemuan tersebut dapat mencari solusi bagi perdaiaman di Timur Tengah. “‎Jumlah anggota OKI yang juga menjadi peserta Konferensi Asia Afrika sebanyak 30 negara dari total 57 negara. Saya yakin, semua negara Islam ini akan memberikan pesan bahwa Islam adalah agama yang bersahabat,” pungkas Luhut.


Hasil Konferensi Yerusalem di Jakarta Siap Meluncur ke Sekjen PBB


International Conference on the Question of Jerusalemyang diselenggarakan 2 hari di Jakarta resmi ditutup. Pertemuan tersebut ditujukkan untuk membantu proses kemerdekaan Palestina ini dan status kota suci 3 agama, Yerusalem.

Dijelaskan Co-chair pertemuan ini, yang juga menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Desra Percaya, banyak hal yang dibahas dalam forum itu. Selain membahas banyak hal, kesepakatan yang dicapai di dalam konferensi itu akan dibawa ke Sidang Majelis Umum PBB tahun depan.

“2 Hari ini kan (kita membahas) mengenai situasi masa lalu, tantangan saat ini, dan juga upaya ke depan termasukCoexistence dari east (Yerusalem) maupun west ( West Bank),” ujar Desra di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (15/12/2015).

“Tentu saja isu ini nanti akan dibawa ke PBB dan juga akan disampaikan ke Sekjen PBB kongkretnya seperti apa. Karena ini kan bentuknya konferensi, itu masukan untuk PBB untuk dibawa ke sana,” sambung dia.

Senada dengan Desra, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri, Hasan Kleib juga menyambut baik terselenggaranya konferensi ini di Jakarta. Dia menegaskan, dengan adanya konferensi tersebut dukungan Indonesia dan dunia terkait konflik penyelesaian konflik Yerusalem dan kemerdekaan Palestina semakin kuat.

“Kan ada chair summary, ini kan meeting comitte kita jadi host. Kita jadi host karena pertama ini sejalan dengan visi dasar kita, yang turut berkontribusi dengan memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina,” jelas Desra.

“Kedua, dengan adanya konferensi ini di Indonesia akan mengembalikan isu masalah Palestina ke radar screen internasional. Sekarang ini di Timur Tengah sedang disibukan banyak hal, landscape-nya berubah, politik, ekonomi, keamanan, ada masalah Suriah, Yaman, ISIS. Jadi jangan sampai itu mengalihkan fokus kita dari Palestina,” pungkas Desra.


Palestina akan Merdeka seperti Indonesia


Syeikh Abu Hudaifah yang tergabung dalam Ikatan Ulama Palestina di Gaza, dalam sambutannya menegaskan, kemerdekaan yang diraih oleh rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 adalah murni atas izin dan pertolongan Allah SWT dibarengi dengan usaha pembelaan dan perlawanan yang dilakukan oleh para pejuang cinta tanah air Indonesia.

image

“Perlawanan yang dilakukan sama seperti apa yang dilakukan rakyat Palestina saat Intifadah pertama dengan berbekal batu dan takbir. Namun, hingga kini tanah Palestina masih dijajah oleh kolonilisme Zionis Israel,” kata Syeikh Abu Hudaifah menegaskan kepada ratusan santri dan para pengajar.

Meski demikian, lanjut Syeikh, kami tidak putus asa karena kami sangat yakin bahwa satu saat dan tidak lama lagi kami akan merebut kemenangan yang hakiki seperti kemenangan yang diraih oleh bangsa Indonesia.

“Kami akan memperjuangkan tanah Palestina seperti semangat juangnya pejuang Indonesia untuk meraih tanah air Indonesia. Selain itu, kami memiliki tujuan utama yaitu untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa Al-Mubarok, tentu dengan izin Allah SWT, Aamiin,” ungkap Syeikh Abu Hudaifah.

Seperti dilansir Suara Palestina, acara ditutup dengan doa bersama, di awali dengan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia atau tahniah atas kemenangan yang telah di raih kini berusia 70 tahun. Kemudian mereka mendoakan rakyat Indonesia agar selalu dalam karunia dan ridho Allah SWT, damai dan tentram, serta mendoakan para pejuang fi sabilillah lil masjid Alaqsa dan Palestina.

Mereka juga membagikan manisan atau halawiyat kepada para hadirin serta soft drink. Acara diakhiri dengan foto bersama sembari memegang poster yang bertuliskan “Happy Independence Day for All Indonesia”. Dalam waktu yang tidak lama, kami akan terbebas dari penjajah dan meraih kemenangan layaknya rakyat Indonesia, dengan izin Allah SWT, Aamiin.

Dalam kesempatan itu, ketua DAQU Gaza Palestina mengatakan, sebelumnya kami berencana akan mengadakan acara 17an seperti lomba panjat pinang, lomba hafal Al-Qur’an, lomba tarik tambang, balap karung serta gigit kerupuk akan tetapi waktunya sangat mepet.

“Kami harus mencari properti yang juga membutuhkan waktu. Kami berniat melakukan itu sekadar menghadirkan nuansa 17an di Gaza walaupun masih diblokade zionis Israel juga agar anak-anak Gaza bisa terhibur,” tambahnya.

Terkait pengakuan kemerdekaan Indonesia pertama kali dilakukan oleh Palestina, rakyat Palestina tidak pernah dan tidak akan menagih janji balas budi kepada rakyat Indonesia, akan tetapi itu merupakan kewajiban rakyat Indonesia yang harus peduli kepada Palestina, dan juga Masjid Al-Aqsa, demikian Abdillah Onim.

image

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya menerima secara khusus relawan kemanusiaan Indonesia yang tergabung dalam Komite Nasional untuk Rakyat Indonesia (KNRP).

Pada kesempatan tersebut KNRP menyerahkan secara langsung bantuan masyarakat Indonesia yang dikumpulkan melalui sejumlah lembaga kemanusiaan di Indonesia, di antaranya PKPU, ACT, Dompet Dhuafa, Darul Quran, IKADI Jawa Timur, Bulan Sabit Merah Indonesia,  Spirit of Aqsho, dan Adara International Relief.

Menurut Ketua KNRP Suripto, bantuan yang diserahkan dalam bentuk obat-obatan, alat kesehatan, dan uang tunai. “Total sumbangan berjumlah lebih kurang satu juta dolar (AS),” jelas Suripto.

Penyerahan bantuan dilakukan setelah pertemuan antara PM Haniya dengan rombongan Komisi I DPR dan Relawan Indonesia, di kediaman PM Haniya di Gaza, Kamis (29/11) petang.

PM Haniya menyatakan, sangat berterima kasih atas segala bentuk perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Ia mengungkapkan, rakyat Palestina senantiasa mengikuti aksi-aksi yang dilakukan oleh Pemerintah maupun rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina.

“Melalui televisi kami menyaksikan, ribuan orang termasuk wanita dan anak-anak turun ke jalan untuk meneriakkan dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina,” kata Haniya.

“Kami berterima kasih dan sangat menghargai mereka yang keluar rumah untuk melakukan aksi turun ke jalan mendukung perjuangan kami. Kami juga berterima kasih kepada mereka yang tidak keluar rumah, tetapi menadahkan tangan, berdoa  untuk kebebasan bangsa Palestina dari penjajahan Israel,” imbuh dia.

Lebih lanjut Haniya menyatakan, kedatangan delegasi Indonesia, yang secara geografis sangat jauh dari Palestina, membangkitkan semangat bangsa Palestina, sekaligus menunjukkan bahwa rakyat Palestina tidak sendirian menghadapi penjajahan Israel. “Ini juga sekaligus membawa pesannpenting kepada Israel bahwa Palestina tidak sendirian,” imbuh dia.

Haniya menyebutkan, bahwa kunjungan delegasi Indonesia ke Gaza bukanlah yang pertama kali. Namun kunjungan kali ini memiliki keunikan tersendiri. “Kunjungan dilakukan di saat bangsa Palestina tengah merayakan kemenangan dalam perang delapan hari. Kami banyak menerima ucapan selamat atas kemenangan ini,” tegas Haniya.

Agresi Israel terhadap rakyat Palestina, jelas Haniya, memang sangat menyakitkan. Tetapi hal tersebut makin menguatkan bangsa Palestina untuk meraih kemenangan. “Kemenangan menjadi teman bangsa Palestina,” tandasnya.

Ke depan Haniya terus mengharapkan kontribusi yang besar pemerintah dan rakyat Indonesia untuk memerdekakan Palestina. Sebelumnya, Kamis siang  relawan KNRP bersama rombongan Komisi I DPR juga diterima oleh Parlemen Palestina di Gedung Parlemen di Gaza.

Wakil Ketua Parlemen Palestina Ahmad Bahar menerima langsung delegasi Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan Pemerintah dan rakyat Indonesia atas perjuangan bangsa Palestina.


Rakyat Palestina Berutang Budi pada Indonesia


Rudal dan peluru Israel tak memilah sasarannya. Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan, militer negeri zionis belakangan juga menargetkan warga sipil, termasuk anak-anak.

“Serangan Israel menewaskan anak-anak Palestina. Dari 120 lebih korban tewas, 45 di antaranya adalah anak-anak berusia kurang dari 16 tahun,” kata dia di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Senin (14/12/2015).

“Sebanyak 3.000 orang terluka, kebanyakan anak-anak. Sebagian ditinggalkan berdarah-darah hingga tewas,” ujar Menlu Palestina.

Itu hanya jumlah korban yang jatuh baru-baru ini. Data UNICEF menyebut, 550 anak Palestina tewas dalam serangan membabi buta Israel dalam Operation Protective Edge pada 2014. Jumlah sebanyak itu hanya berasal dari Gaza.

Sementara, mereka yang selamat menderita cacat atau mengalami trauma psikologi. Perang memang sudah berakhir, tapi penderitaan yang diakibatkan tak terperi.

Menurut Menlu Palestina, Israel tak hanya melanggar hukum internasional. “Mereka juga melakukan penghakiman massal pada rakyat Palestina,” katanya.

Di tengah nestapa, rakyat Palestina berterima kasih pada bantuan yang diberikan pihak luar, khususnya Indonesia.

“Kami berutang budi selamanya pada rakyat Indonesia,” kata Menlu Al-Maliki. “Tak ada kata lain selain terima kasih. Kami selamanya akan berterima kasih pada Indonesia untuk semua bantuan yang diberikan pada Palestina.”

Pun ketika Palestina menatap masa depan, dengan memberi pelatihan bagi generasi mudanya. Indonesia mengulurkan bantuan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, untuk mendekatkan hubungan dua bangsa, Indonesia segera membuka konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina. Jika tak ada aral melintang maka konsul tersebut akan dibuka pada 2016.

“Kita berada dalam tahapan paling akhir proses administrasi pembukaan konsul kehormatan kita di Ramallah,” ucap Menlu RI.

image


Selanjutnya: Indonesia Menggenggam Dunia [Part 5]

Iklan

One response »

  1. […] Sebelumnya: Indonesia Menggenggam Dunia [Part 4] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s