Sebelumnya: Indonesia Menggenggam Dunia [Part 4]


Indonesia-Thailand


Untuk pertama kalinya, tokoh Indonesia hadir di museum patung lilin Madame Tussauds Bangkok. Itulah patung Presiden Soekarno yang diharapkan badan pariwisata Thailand, dapat menjadi andalan museum tersebut.

image

“Kami berharap figur Presiden Soekarno dapat menjadi salah satu andalan di museum lilin Madame Tussauds Bangkok,” ujar Direktur Tourism Authority of Thailand (TAT), Nithee Seeprae, dalam rilis kepada wartawan, Selasa (25/9/2012).

Soekarno adalah figur yang komplit. Dia adalah proklamator, presiden pertama Indonesia, tokoh sentral dalam Konferensi Asia-Afrika dan penggagas Gerakan Non Blok.

Peresmian patung itu pada Senin 24 September 2012 kemarin dihadiri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan anak serta cucu Soekarno. Figur Presiden Soekarno akan ditempatkan di bagian History and World Leaders bersama Barrack Obama, Mahatma Gandhi, Mao Zedong dan Ratu Elizabeth.

TAT berharap keberadaan figur Soekarno di Bangkok dapat menambah tempat yang menarik wisatawan saat berkunjung ke Thailand. Patung Soekarno pun diharapkan menjadi ajang memperkenalkan sejarah penting bangsa Indonesia kepada dunia.

“Saya berterima kasih kepada Madame Tussauds Bangkok dan TAT Jakarta atas ide yang kreatif dalam menjalin hubungan persahabatan antara Thailand dan Indonesia,” kata Nithee.


Indonesia — Portugis (Portugal)


Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia menjadi ancaman bagi kerajaan-kerajaan di Indonesia. Tidak heran jika sejak awal kedatangannya, terjadi periawanan dari kerajaan-kerajaan di Indonesia terhadap Portugis. Contoh perlawanan kerajaan di Indonesia terhadap Portugis sebagai berikut.


1) Perlawanan Kerajaan Ternate (Sultan Baabullah) terhadap Portugis


Kesultanan Ternate
كسولتانن تيرنات
1257–1950
Bendera Lambang

Wilayah Kesultanan Ternate pada abad ke-16 (Uli Lima). (wikipedia)

Ibu kota Ternate
Bahasa Melayu Ternate
Agama Islam
Bentuk Pemerintahan Monarki Kesultanan
Sultan
 – 1257-1277 Baab Mashur Malamo
 – 1929-1975 Sultan Iskandar Muhammad Jabir Syah
 – 1975-2015 Sultan Mudaffar Syah(Mudaffar Syah II)
Sejarah
 – Didirikan 1257
 – Bergabung denganIndonesia 1950

Pada tahun 1512 bangsa Portugis berhasil menemukan kepulauan rempah-rempah, Maluku. Saat itu bangsa Portugis yang dipimpin oleh Antonio de Abreau mendarat di Ternate.

Kedatangan Portugis semula diterima dengan balk oleh rakyat Ternate. Bahkan, Sultan Bayanull. (1500-1521) mengizinkan Portugis mendirikan pos dagang di Ternate. Sultan dan rakyat Ternate berharap Portugis dapat menjadi pembeli tetap rempah-rempah dengan harga tinggi. Portugis juga diharapkan dapat membantu Ternate untuk mengalahkan Tidore yang menjadi saingan dalam perdagangan rempah-rempah di Maluku.

Setelah mengetahui Ternate menjadi pusat utama perdagangan rempah-rempah di Maluku, Portugis berniat memonopoli perdagangan rempah-rempah di Ternate. Bahkan, Portugis ikut campur dalam urusan pemerintahan di Ternate.

Tindakan Portugis tersebut akhirnya memancing kemarahan rakyat Ternate. Pada masa pemerintahan Sultan Hairun (1534-1570), rakyat Ternate bangkit melakukan perlawanan terhadap Portugis. Sultan Hairun mengobarkan perang mengusir Portugis dari Ternate. Perlawanan itu telah mengancam kedudukan Portugis di Maluku.

Keberadaan Aceh dan Demak yang terus mengancam kedudukan Portugis di Malaka telah menyebabkan Portugis di Maluku kesulitan mendapat bantuan. Oleh karena itu, Gubernur Portugis di Maluku, Lopez de Mesquita mengajukan perundingan damai kepada Sultan Hairun. Selanjutnya, Lopez de Mesquita mengundang Sultan Hairun ke benteng Sao Paulo. Dengan cara tersebut, Sultan Hairun berhasil ditangkap dan dibunuh oleh Lopez de Mesquita.

Peristiwa itu semakin memicu kemarahan rakyat. Bahkan, rakyat seluruh Maluku dapat bersatu melawan Portugis. Di bawah kepemimpinan Sultan Baabullah (1570-1583). Rakyat menyerang pos-pos perdagangan dan pertahanan Portugis di Maluku. Benteng Sao Paolo dikepung selama lima tahun. Strategi tersebut berhasil mengalahkan Portugis. Pada tahun 1575 Portugis meninggalkan Maluku.

Setelah kepergian Portugis, Ternate berkembang menjadi kerajaan Islam terkuat di Maluku. Sultan Baabullah berhasil membawa Ternate mencapai puncak kejayaan. Wilayah kekuasaan Ternate membentang dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Timur di bagian barat hingga Kepulauan Marshall di bagian timur, dari Filipina Selatan di bagian utara hingga Kepulauan Kai dan Nusa Tenggara di bagian selatan.

Setiap wilayah atau daerah ditempatkan wakil sultan yang disebut sangaji. Sultan Baabullah selanjutnya dijuluki “penguasa 72 pulau”. Pulau-pulau tersebut semuanya berpenghuni dan memiliki raja yang tunduk kepada Sultan Baabullah.


2) Perlawanan Kerajaan Aceh terhadap Portugis


Kesultanan Aceh Darussalam
Kerajaan Aceh Darussalam
كراجأن اچيه دارالسلام

1496–1903
Bendera Cap Sikureueng

Luas Kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, 1608-1637. (wikipedia)

Ibu kota Bandar Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh)

(1496–1873)

Keumala

(1873-1903)

Bahasa Aceh, Melayu, Arab, Gayo, Alas
Agama Islam
Bentuk Pemerintahan Monarki absolut
Sultan
 – 1496-1528 Sultan Ali Mughayat Syah
 – 1874-1903 Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah
Sejarah
 – Penobatan sultan pertama 1496
 – Menyerah 1903
Mata uang Koin emas dan perak lokal

Perlawanan kerajaan Aceh dipimpin Sultan Ali Mughayat Syah dan dilanjutkan Sultan Iskandar Muda. Perang tersebut disebabkan persaingan antara Kerajaan Aceh dan Portugis dalam memperebutkan jalur perdagangan di Selat Malaka.

Usaha Aceh untuk menyingkirkan Portugis dilakukan dengan cara melengkapi kapal dagangnya dengan prajurit dan persenjataan. Selain itu, Aceh menjalin kerja sama dengan Kerajaan Demak dan meminta bantuan persenjataan ke Turki, Inggris, Goa, dan Gujarat. Dalam perang tersebut tidak ada pihak yang menang dan kalah. Perang berakhir setelah pelabuhan Malaka jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1641.


3) Perlawanan Kerajaan Demak terhadap Portugis


Kerajaan Demak
Kesultanan Demak
1475–1548

Mesjid Agung Demak, yang dibangun dengan arsitektur tradisional Jawa. (wikipedia)

Ibu kota Demak Bintara
Bahasa Jawa
Agama Islam
Bentuk Pemerintahan Kerajaan
?
 – 1475-1518 ¹ Raden Patah
 – 1518-1521 Pati Unus
 – 1521-1548 Trenggana
Sejarah
 – Berdirinya kota pelabuhan Demak 1475
 – Wafatnya raja Trenggana 1548

Untuk menyingkirkan Portugis dari Malaka, Pangeran Sabrang Lor atau Dipati Unus menghimpun dan mengirim pasukan dan Jawa, Makassar, dan Lampung serta bekerja sama dengan Kerajaan Aceh untuk merebut pelabuhan Malaka.

Serangan ini gagal karena kalah persenjataan. Bahkan, Dipati Unus tertembak, tetapi masih selamat sampai di Jawa. Untuk menghalangi kekuasaan Portugis atas Jawa, pengganti Dipati Unus yaitu Sultan Trenggono memperluas kekuasaan ke Jawa Barat dan Jawa Timur (kecuali Pasuruan dan Blambangan).


Indonesia — Perancis


Penyerbuan Jawa 1811

Bagian dari Peperangan era Napoleon

Java location inkscape.svg

Jawa (kala itu bagian Hindia Belanda). (wikipedia)

Tanggal Agustus – September 1811
Lokasi Jawa, Hindia Belanda
Hasil Kemenangan Britania
Perubahan

wilayah

Jawa direbut oleh Britania
Pihak yang terlibat
Bendera Britania Raya Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia

  • Flag of the British East India Company (1801).svg Perusahaan Hindia Timur Britania
Bendera Perancis Kekaisaran Perancis Pertama
Komandan
Robert Stopford

Samuel Auchmuty

Rollo Gillespie

Jan Willem Janssens
Kekuatan
12.000 17.000
Korban
1.000 2.000

Agustus 2011. Genap 200 tahun peperangan Jatinegara berlalu. Akankah perang ini terus menjadi peperangan terbesar Napoleon di Asia yang terlupakan? Menjadi pusat aktifitas perdagangan dan nadi transportasi yang padat dan semrawut adalah gambaran umum  kawasan Meester Cornelis atau yang juga dikenal dengan nama Jatinegara saat ini.

Menariknya, kepadatan dan aktifitas di kawasan yang terletak di Jakarta timur ini sudah ada sejak lama, bahkan sejarahnya, gambaran ini sudah ada dari zaman pendudukan Belanda ratusan tahun yang lalu. Sejarah pun mencatat berbagai peristiwa penting yang dahulu terjadi di kawasan bekas hutan jati yang rimbun ini. Dimulai dari sentra perjuangan gerilya pangeran Jayakarta hingga perdagangan hebat di era guru agama Meester Cornelis. Namun demikian, ada yang selalu terlupakan, perang terbesar Napoleon di Asia.

Hindia Belanda Dibawah Napoleon Walau masih terus menjadi perdebatan, patut di akui bahwa Indonesia yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda pernah jatuh ke tangan kerajaan Prancis secara de Jure atau secara hukum. Dengan demikian, secara tidak langsung Indonesia pernah ada di bawah genggaman Napoleon, sang pemimpin Prancis yang tersohor. Penyerahan secara tidak langsung ini merupakan akibat kekalahan kerajaan Belanda dalam perang napoleon di Eropa. Hal diatas secara otomatis menyeret Indonesia masuk ke perang napoleon di zona Asia. Tidak heran, Indonesia dengan cepat menjadi target penyerbuan tentara Inggris yang saat itu merupakan musuh besar Prancis yang bermarkas di Malaya (sekarang Malaysia dan Singapura).

Trafalgar Square, taman peringatan perang Trafalgar di Inggris (dok pribadi) Bukti pengaruh Napoleon di tanah air adalah munculnya sosok militer yang bernama Daendels, sang pencetus Jalan Raya Pos Anyer Panarukan. Daendels yang merupakan kelahiran Belanda namun pemuja setia Napoleon menerima perintah langsung dari napoleon untuk menjaga pulau Jawa dari serangan Inggris. Namun hingga Daendels di panggil pulang oleh Napoleon untuk ikut penyerangan ke Russia serangan dari pasukan Inggris tidak pernah terjadi. Penyerangan Inggris terjadi saat Daendels di gantikan oleh Jansen yang mana kemampuan perangnya kalau jauh dibandingkan Daendels.

Peperangan Yang Terlupakan Pendaratan pasukan Inggris di Cilincing,  Jakarta utara, 200 tahun lalu adalah pendaratan yang sangat mudah, karena Jansen lari mundur ke arah selatan tanpa memaksimalkan sarana perang yang sudah di siapkan Daendels. Hingga akhirnya pasukan Prancis berkumpul di Jatinegara, yang saat itu di lengkapi tangsi militer dan benteng. Di Jatinegara inilah, 18 ribu pasukan gabungan Prancis, Belanda dan tentara lokal bertempur melawan pasukan Inggris yang berjumlah 12 ribu. Dua kekuatan yang besar ini terus menyerang dan bertahan selama 10 hari. Saat itu, 10 hari  adalah waktu yang lama untuk sebuah peperangan berskala besar.

Banyak pertimbangan yang dapat menentukan kemenangan perang saat itu, tidak hanya senjata dan jumlah pasukan namun juga moral pasukan pun menjadi faktor kemenangan. Tugu peringantan Perang Waterloo di Belgia (dari google) Menariknya dalam peperangan 10 hari ini, pasukan Inggris dan Prancis sangat sopan dan pengertian. Mereka secara “sama-sama tau” memilih untuk menentukan jam mulai perang dan istirahat perang. Mereka akan memulai penyerangan saat kedua pihak siap untuk berperang pada jam 9 pagi dan berhenti perang pada jam 8 malam.

Setelah sadar pasukannya menang secara moral dan jumlah, pasukan Inggris menjadi lebih agresif dan berhasil mengepung pasukan prancis yang sudah terpecah belah dan lari ke bogor. Menariknya lagi untuk di catat dalam sejarah adalah kebanggaan pasukan Prancis terhadap martabatnya. Tentara Prancis yang tersisa namun terjepit tidak ingin menjadi tahanan yang memalukan negara lebih memilih untuk meledakan diri bersama-sama dalam gudang amunisi.

Alhasil Inggris menang tanpa menangkap tahanan prancis. Semenjak ledakan di gudang dan kemenangan Inggris itu, Jatinegara menjadi saksi bisu perang 10 hari ini.

Beda Nasib Peperangan Trafalgar, Waterloo Dan Jatinegara Walau waktu terjadinya  peperangan Jatinegara berdekatan dengan peperangan Waterloo dan Trafalgar di zona eropa, nasibnya tidak pernah sama seperti dua peperangan di eropa tersebut. Perang Jatinegara ibarat lenyap tanpa jejak peninggalan yang bermakna.

Tidak ada monumen untuk mendokumentasikan kisah peperangan ini, tidak ada usaha untuk menjadikan kisah perang jatinegara sebagai trek wisata, tidak ada usaha menjadikannya sebagai daya tarik.

Tidak heran negara-negara tetangga yang lebih kecil dapat lebih menarik banyak turis asing dan lokal karena dapat memaksimalkan hal kecil yang dimilikinya. Akankah peperangan Jatinegara tetap menjadi perang yang terlupakan atau  the forgotten war setelah 200-an tahun ini?


Indonesia — Belanda


Dimasa penjajahan Belanda di Indonesia, banyak sekali warga Indonesia yang di kirim ke daerah jajahan Belanda lainnya hanya untuk dipekerjakan, teruta orang-orang Jawa. Orang Jawa dikenal sebagai orang yang bagus pekerjaannya. Karena itulah sekarang banyak sekali orang-orang Jawa tersebar di luar negeri. Selain itu, para tokoh-tokoh Indonesia pada masa lampau juga banyak yang bersekolah di Belanda, mengingat dulu sebelum Indonesia merdeka, nama negara ini adalah Hindia-Belanda.

Berikut saya akan kupas tentang jejak-jejak Indonesia di Belanda.


Nama-Nama Jalan & Nama-Nama Tempat di Belanda Banyak Yang Menggunakan Unsur-Unsur Indonesia, Nama-Nama Pulau, Nama-Nama Kota & Nama-Nama Tokoh di Indonesia


1. Insulinde


Insulindestraat Insulindestraat2

Insulinde dipakai sebagai nama Jalan di; Rotterdam, Beverwijk, Tilburg, Vlaardingen, Nijmegen, Doetinchem dan Leeuwerden.

Apa itu “Insulinde”?

Insulinde adalah nama bagi negara kepulauan indonesia yang pernah diusulkan oleh Eduard Douwes Dekker (2 Maret 1820 – 19 Februari 1887) atau yang lebih dikenal dengan nama pena Multatuli. Insulinde diambil dari bahasa latin berarti “Kepulauan Hindia” (insula berarti pulau).

Insulinde juga merupakan film hitam putih semasa pemerintahan Belanda di Indonesia. Film ini dibuat untuk menggambarkan wilayah Hindia Belanda tahun 1937 – 1940. Dalam film ini, disisipi lagu Rasa Sayang-Sayange.


2. Indische


Indischestraat Indische

Indische dipakai sebagai nama jalan di Harleem. Selain itu, Indische juga di pakai sebagai nama-nama tempat; Indischebuurt (Almere), IndischeToko (Van Den Berghlaan, Hofddorp), Indische Veren. Kennemerland (Drakenburg, Heemskerk), Indische Buurt Oost (Amsterdam), Indische Buurt West (Amsterdam), Indische Buurt-Noord (Harleem),  Indische Buurt (Amsterdam), Indische buurt-Zuid (Harleem)

Apa itu “Indische”?

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) diRotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadiIndonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,

Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia-Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air pada masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesiër) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.

Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikanIndonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduanNationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “Indonesia”.

Kesimpulannya, kata “Indische” berarti “Hindia” yang merupakan cikal bakal nama Indonesia.


3. Molukken (Maluku)


Molukkenraad Molukken Apothek molukken & papuan

Penggunaan nama Maluku antara lain: Molukkenraad di Jalan Prince Wilhelmina 13 (Moordrecht), Molukken Apothek (Amsterdam), Molukken And Papuan Wildlife Conservation Ecoguide Fund (Klaroen).

Molukkenstraat5

Nama Maluku juga dipakai sebagai Nama Jalan di beberapa kota yaitu; Delft, Maastricht, Groningen, Baarn, Enschede, Vlaardingen, Amsterdam, Nijmegen dan Nijverdal.


4. Java (Jawa)


JavaRestaurant Javastraat2

Penggunaan nama Java diantaranya; Javaan Eet Cafe (Groningen), Wassalon Java B.V. (Amsterdam), Java Bookshop (Amsterdam), Javakade (Ansterdam), Java Plantsoen (Amsterdam), Java-eiland (Amsterdam), Javastraat / Jl. Jawa (Amsterdam), dll.


Selanjutnya: Indonesia Menggenggam Dunia [Part 6]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s