otto-skorzeny-595x279.jpg

Otto Skorzeny, mantan letnan Nazi Jerman yang direkrut jadi agen Mossad Israel. (myrepro.wordpress.com via intelijen.co.id)

Julukan “The Long Jumper” setelah penyelamatan Benito Mussolini pada 1943
“The Most Dangerous Man in Europe” setelah Pertempuran Bulge
Lahir 12 Juni 1908
Wina, Austria-Hungaria
Meninggal 5 Juli 1975 (umur 67)
Madrid, Spanyol
Pengabdian Bendera Nazi Jerman NAZI Jerman
Lama dinas 1931–1945
Pangkat SS-Standartenführer
Komando SS Panzer Brigade 150
Perang Perang Dunia II

  • Front Timur
  • Unternehmen Eiche
  • Operasi Panzerfaust
  • Pertempuran Bulge (Operasi Greif)
Penghargaan Iron Cross (Kelas Pertama dan kedua)
Knight’s Cross of the Iron Cross
Oak Leaves to the Knight’s Crossorder of hundred musketers

Otto Skorzeny (lahir di Wina, Austria, 12 Juni 1908 – meninggal di Madrid, Spanyol, 5 Juli 1975 pada umur 67 tahun) adalah seorang perwira di pasukan Waffen-SS Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Ia dikenal karena berhasil memimpin operasi pembebasan diktator Italia, Benito Mussolini dari personil Gran Sasso, Italia. Keberhasilannya ini, membuat ia dipercaya oleh Hitler untuk mengemban operasi militer selanjutnya seperti pengejaran Josip Broz Tito, pemimpin perlawanan Yugoslavia dan Penggulingan Miklos Horthy, pemimpin Hungaria.

Riwayat Hidup

Otto Skorzeny dilahirkan di Wina, Austria, dari keluarga dengan ekonomi menengah dengan riwayat militer yang cukup panjang. Pada masa remajanya, ia dikenal sebagai pemain anggar yang cukup piawai dan sempat beberapa kali melakukan duel satu lawan satu. Bahkan dari duelnya ini meninggalkan luka parut di pipinya.

Pada 1931, ia bergabung dengan Partai NAZI Austria dan segera menjadi anggota dari Nazi SA. Ia juga dikenal dalam peranannya pada peristiwa Anschluss, tanggal 12 Maret 1938, ketika ia menyelamatkan Presiden Austria Wilhelm Miklas dari usaha tembakan oleh seorang Nazi Austria.

Pada 1939, setelah Jerman melakukan invasi ke Polandia, ia bekerja sebagai sukarelawan teknik sipil di Angkatan Udara Jerman atau yang lebih dikenal dengan Luftwaffe. Namun ia terpaksa keluar dari pelatihan ‘’aircrew’’ karena terlalu tinggi (1.92 meter) dan terlalu tua (berumur 31 pada 1939). Selajutnya ia bergabung dengan resimen pengawal Hitler atau ‘’Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH)’’ sebagai kadet perwira. Pada tahun 1940kariernya mulai menanjak, saat itu ia sudah berpangkat SS Untersturmführer (letnan dua). Ia bertempur di Belanda, Perancis, negara-negara Balkan dan Rusia. Pada 1941, ia sempat terluka di garis depan dan dipindahkan sementara ke divisi SS Leibstandarte untuk tugas ringan. Namun itu tidak berlangsung lama pada April 1943 ia naik pangkat menjadi Kapten Waffen-SS dan ditugaskan untuk membentuk pasukan komando SS. Komando khusus ini dilatih di kastil Friedenthal, dekat kota Oranienburg. Disini ia melatih Grup Pemburu 502 (Jagdverbande) yang dilatih khusus untuk melakukan berbagai operasi sabotase dan subversi. Paukan ini dikenal dengan sebutan pasukan Satuan Friedenthal. Di dalam pasukan ini juga terdapat pasukan payung khusus yang dinamakan Batalyon Payung SS ke-500.

Kontroversi Pembunuhan Heinz Krug

Sebuah laporan panjang media Israel, Haaretz, mengungkap hilangnya ahli roket era Nazi Jerman, Heinz Krug, secara misterius yang ternyata dibunuh agen Mossad. Krug dikenal sebagai ahli roket Nazi yang mampu membuat rudal canggih untuk melenyapkan Israel.

Tragisnya, Krug dibunuh oleh Otto Skorzeny, mantan letnan militer Nazi yang direkrut Mossad sebagai agen pembunuh bayaran.

Pada tanggal 11 September 1962, Krug hilang misterius. Dia pergi dari kantornya di Jerman dan tidak pernah pulang. Sebelum hilang, polisi di Munich terus memantau ilmuwan Nazi itu rutin pulang-pergi dari Kairo, Mesir ke Jerman.

Sejak rezim Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler runtuh, Krug disewa oleh Mesir untuk mengembangkan senjata canggih di negara itu.

HaBoker, sebuah surat kabar Israel yang sekarang sudah mati, membuat laporan mengejutkan dengan mengklaim Krug diculik Mesir untuk mencegah dia berbisnis dengan Israel. Rupanya laporan itu untuk mengalihkan penyelidikan bahwa Mossad Israel di balik kematian Krug yang kala itu berusia 49 tahun.

Laporan panjang Haaretz telah membongkar misteri kematian ahli roket Nazi itu. Berdasarkan wawancara dengan mantan perwira Mossad dan dengan pejabat Israel yang memiliki akses data rahasia yang diarsipkan Mossad setengah abad yang lalu, terungkap bahwa Krug dibunuh sebagai bagian dari spionase dan rencana Israel untuk mengintimidasi para ilmuwan Jerman yang bekerja untuk Mesir.

Yang mengejutkan dari laporan itu adalah pembunuh Krug merupakan rekannya sendiri di era Nazi, yakni Otto Skorzeny yang sudah menjadi agen Mossad. Sekilas, hal ini sulit dipercaya mengingat Skorzeny merupakan letnan berharga Nazi dan salah satu perwira favorit Hitler. Padahal, Hitler selama ini dituduh sebagai biang pembunuhan massal warga Yahudi atau dikenal sebagai Holocaust.

Skorzeny pernah bertemu dengan Hitler pada tahun 1943 setelah memimpin penyelamatan sekutu Hitler, Benito Mussolini.

Tapi itu dulu. Pada tahun 1962, Skorzeny putar haluan dengan berganti “majikan”, yakni Mossad. Sepak terjang Skorzeny yang berpaling ke Mossad Israel itu juga muncul dalam arsip Mossad berbahasa Ibrani dengan judul; ”Institut untuk Intelijen dan Misi Khusus”.

Sebelum Krug dibunuh agen Mossad, dia sudah menerima ancaman pembunuhan beberapa kali ketika memutuskan bekerja untuk Mesir. Ketika berada di Jerman, ahli roket Nazi ini mendapat telepon tengah malam, di manan peneleponnya meminta agar dia keluar dari program roket Mesir.

Kemudian, ketika berada di Mesir dia beberapa kali dikirimi surat bom, yang beberapa di antaranya meledak dan membuat sejumlah orang terluka.
Krug, entar menyadari atau tidak, sejak saat itu telah menjadi target utama Mossad. Dia diincar Mossad karena juga menjadi superstar selama perang di Peenemünde, pulau Baltik, yang membawa kemenangan Jerman.

Tapi, sejak rezim Hitler runtuh, Krug ditawari berkarir di Amerika Serikat untuk menjadi tim pembuat roket untuk memenangkan perlombaan misi ruang angkasa dengan pendaratan di bulan.

“Krug memilih yang lain, tampaknya lebih condong ke pilihan yang menguntungkan; bergabung dengan ilmuwan lainnya dari kelompok Peenemünde –yang dipimpin oleh profesor Jerman; Wolfgang Pilz, yang sangat dia kagumi—di Mesir. Mereka akan mendirikan program rudal strategis rahasia untuk negara Arab itu,” demikian laporan Haaretz, yang dikutip Sindonews, Rabu (30/3/2016).

Tapi keputusan Krug tidak disukai Israel. Misi Mossad untuk membunuhnya pun diluncurkan.

Otto Skorzeny, Pria yang Paling Berbahaya di Eropa

Otto Skorzeny. — tentangnazi.wordoress com

Pengawal pribadi Hitler ini sebenarnya bukan prajurit yang menonjol, tetapi keberaniannya yang begitu besar dalam misi pembebasan Mussolini dari personel Gran Sasso, Italia, sontak memberinya gelar sebagai figur pasukan elite Nazi yang paling ditakuti di Eropa. Tak kurang dari Hitler sendiri kagum bagaimana bisa ia “menyuruh” pilot pesawat capung yang membawa Mussolini dan dirinya kabur dari puncak tebing tempat Gran Sasso berdiri.

Ketika itu, ia menyuruh beberapa anak buahnya menahan pesawat dengan menancapkan kaki ke tanah. Ketika mesin pesawat sudah berputar sekencang-kencangnya, pilot pesawat kemudian memberi isyarat agar mereka melepas pegangan dan pesawat pun terlontar melesat ke udara. Hitler langsung memujinya dan menaikkan pangkat dari kapten menjadi mayor.

Kisah keberanianya juga merebak di seputar misi rahasia membunuh pemimpin Yugoslavia, Joseph Bros Tito, dan upaya penculikan pemimpin tertinggi pasukan Sekutu, Jenderal Dwight D. Eishenhower. Sebagian besar tugas tersebut memang tidak terlaksana dengan tuntas. Namun, sepak terjangnya sangat menakutkan hingga Skorzeny dijuluki sebagai orang paling berbahaya di Eropa.

Kehidupan Sebelum Perang

Skorzeny lahir pada 12 Juni 1908 dari keluarga militer kelas menengah di Austria. Masa kecil hingga remajanya banyak dihabiskan untuk memperdalam ilmu teknik dan olahraga anggar. Ia bahkan tercatat telah melakukan sekurangnya lima belas kali duel menggunakan anggar gara-gara masalah pribadi. Terakhir, ia terkena sabetan di pipi hingga meninggalkan parut yang tajam. Instingnya sebagai militer tajam.

Tahun 1931, ia bergabung dengan Nazi dan langsung menduduki tempat di kesatuan SA. Ia berperan penuh dalam peristiwa pengambilalihan Austria oleh Jerman pada 12 Maret 1938. Pada waktu itu, ia berhasil menyelamatkan Presiden Austria, Wilhelm Miklas, dari tembakan seorang anggota pasukan Nazi.

Di Front Timur

Setelah penyerangan terhadap Polandia (1939), Skorzeny bekerja sebagai insinyur sipil yang kemudian mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe). Namun, ia gagal karena dianggap terlalu tinggi (sekitar 6 kaki atau 1, 92 meter) untuk mengikuti pelatihan kru udara. Ia kemudian bergabung dengan Leibstandarte SS Adolf Hitler sebagai kadet.

Pada tahun 1940, sebagai SS Untersturmfuhrer (letnan dua), ia membuat kagum atasannya dengan membuat alat yang memudahkan tank dimasukkan ke dalam kapal. Ia pernah bertempur di Belanda, Perancis, dan Balkan. Pada saat di Balkan, ia berhasil memaksa pasukan Yugoslavia yang begitu banyak untuk menyerah. Akibat peristiwa ini, Skorzeny dipromosikan sebagai Obersturmfuhrer (letnan satu) di dalam kesatuan Waffen-SS.

Skorzeny ikut juga dalam kampanye penyerbuan ke Rusia pada tahun 1941-1942 bersama dengan 2nd SS Panzer Division Das Reich dan ikut melakukan pertempuran di berbagai tempat. Pada bulan Oktober 1941, saat pertempuran Moskow, ia ditugakan untuk mengamankan beberapa gedung yang penting milik Partai Komunis, termasuk mengamankan markas NKVD di Lubyanka.

Namun, karena terluka akibat terkena pecahan Katyusha di belakang kepala, ia kembali ke Jerman pada Desember 1942 dan mendapatkan medali iron cross, lambang keberanian.

Operasi Eiche (Upaya Menyelamatkan Diktator Italia)

Setelah pulih, Skorzeny langsung dipromosikan untuk pemilihan pasukan komando khusus yang akan bertugas membebaskan Benito Mussolini dari penjara di Italia. Pasukan khusus ini dipilih langsung oleh Hitler, disaring dari seluruh pasukan Jerman. Skorzeny terpilih.

Segera, selama dua bulan mereka bak kucing dengan tikus, mengikuti gerak pasukan Italia yang selalu memindah-mindahkan Mussolini demi menghindari pasukan Jerman. Akhirnya, pada 12 September 1943, diketahui bahwa Mussolini dipindahkan ke Hotel Campo Imperatore di Gran Sasso, pegunungan Alpen. Skorzeny menunjukkan keberanian dengan melakukan pengamatan dari udara dengan menggunakan pesawat glider.

Dengan operasi bersandi Uternehmen Eiche pimpinan Letnan Otto von Berplesh, Mussolini berhasil dibebaskan tanpa menumpahkan peluru satu pun. Skorzeny kemudian ditugaskan membawa Mussolini dari Roma menuju Berlin. Karena propaganda Goebbels dan Himmler, Skorzeny yang dalam foto tampak nyata bersama Mussolini dilambungkan namanya sebagai penyelamat mantan pemimpin Italia tersebut. Nama Skorzeny terkenal ke seantero dunia dan kemudian dianugerahi Knight Cross oleh Hitler serta naik pangkat menjadi mayor.

Skorzeny bersama dengan Mussolini selepas Operasi Eiche — tentangnazi.wordpress.com

Operasi Rosselprung

Pada Mei 1944, ia kembali ditugaskan ke Yugoslavia dalam Uternehmen Rosselprung. Tugas operasi yang dilakukan pasukan fallschrimjagger (airborne) itu adalah menculik Joseph Bross Tito. Pasukan Skorzeny berhasil menaklukkan pasukan pengawal Tito d markas besarnya di Drvar, tetapi Tito berhasil meloloskan diri beberapa menit sebelum serangan dimulai.

Operasi Valkyrie (Rencana Mengeksekusi Hitler)

Dalam peristiwa Plot 20 Juli 1944, Skorzeny berhasil menyelamatkan nyawa Hitler yang coba dibunuh oleh beberapa pesaingnya di Berlin. Dalam saat-saat yang genting itu, Skorzenylah yang ditugasi memegang kekuasaan tertinggi atas pasukan Jerman selama 36 jam hingga keadaan kembali terkendali. Claus von Stauffenberg dan beberapa perwira lain yang ikut bertanggung jawab atas plot tersebut kemudian dihukum mati.

Operasi Armoured Fist a.k.a. Uternehmen Panzerfaust a.k.a.Unternehmen Eisenfaust

Semakin mendapat kepercayaan dari Hitler, pada Oktober 1944, ia kembali ditugaskan ke Hongaria dalam operasi khusus Panzerfaust. Tugasnya menculik anak penguasa setempat, Miklos Horthy, dan menekannya untuk membatalkan negosiasi dengan pihak Rusia.

Operasi Greif

Puncaknya adalah ketika Hitler menugaskan dia pada sebuah operasi sangat khusus pada 2 Oktober 1944 bertauk Operasi Greif. Bersama dua lusin pasukan panzer dan dua ribu pasukan, ia menculik beberapa pasukan Amerika beserta mobil jipnya kemudian mereka menyamar dan membuat keonaran dan menyerang pasukan sekutu di garis belakang. Kekacauan yang terjadi selama beberapa jam itu mampu membuat pasukan Sekutu kalang kabut. Operasi greif merupakan operasi untuk mendukung operasi ofensif Jerman yang lebih besar di Ardennes. Tujuannya adalah untuk memecah belah kekuatan Sekutu dari garis belakang. Walaupun telah mampu membuat keonaran di kalangan Sekutu, operasi ini tetap terbilang gagal karena tujuan utama, yaitu menguasai jembatan-jembatan utama di atas Sungai Meuse, tidak mampu dilaksanakan.

Akibat dari operasi tersebut muncul kabar burung bahwa Skorzeny saat itu sedang menuju Paris untuk menculi atau membunuh Eisenhower. Rumor ini sukses besar dan memaksa Eisenhower tidak meninggalkan markas besarnya selama beberapa minggu. Sukses mempermalukan Sekutu itu sangat membekas di hati Hitler dan Skorzeny dihadiahi The Oak Leaves to the Knight’s Cross, sebuah penghargaan tertinggi militer Jerman.

Masih banyak bentuk operasi lain yang dilakukan oleh Skorzeny. Satu bentuk operasi yang luar biasa walau pada akhirnya urung untuk dilaksanakan adalah rencana Operasi Lompat Jauh, sebuah operasi yang bertujuan untuk membunuh tiga pemimpin besar Sekutu: Stalin, Churchill, dan Roosevelt pada saat ketiganya melakukan pertemuran di Teheran.

Akhir hidup

Saat mendekati keruntuhan NAZI dan pasukan Rusia sudah mendekati Berlin, bula Mei 1945, ia menyerahkan diri kepada pasukan sekutu. Selanjutnya ia diadili di Pengadilan Dachau untuk kejahatan perang pada Pertempuran Bulge. Pada 1947, ia berhasil melarikan diri dari kamp tawanan dan lari ke Argentina. Di Argentina, ia membantu para tokoh NAZI lainnya untuk melarikan diri dari Jerman dan mendapatkan identitas baru. Sedikit berbeda dengan para rekannya yang melarikan diri dan bersembunyi, ia membuka diri, membuat memoir dan bersedia diwawancara oleh media. Akhir hidupnya dihabiskan dengan menjadi kontraktor, pengusaha dan konsultan keamanan bagi para pemimpin dunia (seperti Juan Perondan Gamel Abdel Naseer) , hingga ia meninggal di Madrid, Spanyol, pada 5 Juli1975. Ia juga diduga sebagai salah satu pelopor organisasi ODESSA yang beranggotakan mantan personil pasukan SS.

Otto Skorzeny - The Most Dangerous Man in Europe

12 Juni 1908 – 5 Juli 1975 My knowledge of pain, learned with the sabre, taught me not to be afraid. And just as in dueling when you must concentrate on your enemy’s cheek, so, too, in war. You cannot waste time on feinting and sidestepping. You must decide on your target and go in. Otto Skorzeny. — tentangnazi.wordpress.com

Cincin Gold Death’s Head dan Kotak Cerutu yang dihadiahkan oleh Hitler atas keberhasilan Skorzeny dalam operasi membebaskan Mussolini. — tentangnazi.wordpress.com

Cincin Gold Death’s Head dan Kotak Cerutu yang dihadiahkan oleh Hitler atas keberhasilan Skorzeny dalam operasi membebaskan Mussolini. — tentangnazi.wordpress.com

 Skorzeny bersama dengan Mussolini selepas Operasi Eiche. — tentangnazi.wordpress.com

Skorzeny bersama dengan Mussolini selepas Operasi Eiche. — tentangnazi.wordpress.com

[intelijen, wikipedia, tentang nazi, kaskus]

Referensi

  • ^https://www.intelijen.co.id/ahli-roket-nazi-yang-mampu-lenyapkan-israel-dibunuh-agen-mossad/
  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Otto_Skorzeny
  • ^https://tentangnazi.wordpress.com/2012/09/05/otto-skorzeny-12-juni-1908-5-juli-1975-pria-yang-paling-berbahaya-di-eropa/
  • ^http://m.kaskus.co.id/thread/5102752c8127cfb87d00000c/otto-skorzeny—the-most-dangerous-man-in-europe/
Iklan

One response »

  1. […] [intelijen, wikipedia, tentang nazi, kaskus, repro | reparasi otak] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s