Ayatollah Ruhollah Khomeini - Religious Figure — Biography.com

Ayatollah Ruhollah Khomeini – Religious Figure — Biography.com

Masih ingat pernyataan musisi Ahmad Dhani yang membela kesesatan pemimpin Syi’ah Ayatullah Khomeini dengan dalil bahwa ia adalah keturunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

Saat itu Dhani menjawab pernyataan: “bahwa Ayatullah Khomeini adalah orang sesat yang dalam kitabnya Kasyful Asrar mengatakan, bahwa para shahabat kafir”.

Dhani membela Khomeini dengan mengatakan, “Imam Khomeini jelas shohih keturunan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam…. Yang lain gak jelas, dan gak shohih.”

Pernyataan Dani ini didukung dengan gaya penampilan Khomeini yang mengenakan turban (kain penutup kepala yang dililitkan sedemikian rupa) berwarna hitam. Turban berwarna hitam ini hanya boleh digunakan oleh mereka, para ulama rujukan Syi’ah, dari kalangan Ahli Bait keturunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sedangkan turbah yang berwarna putih digunakan bagi ulama Syiah yang bukan Ahli Bait.

Namun, benarkah Khomeini adalah keturunan nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

Banyak kalangan percaya bahwa Khomeini seorang Ahlul Bait. “Jangan percayai itu. Dia merupakan orang asli India keturunan kaum beragama Sikh.” Demikian tegas Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry pada situs resminya, alamiry.net, hari Senin tanggal 20/4/2015.

Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry yang melakukan penelitian mendapati kesimpulan yang mencengangkan. Ia mendapati bahwa Khomeini ternyata bukan Ahli Bait, melainkan keturunan India yang keluarganya beragama Sikh.

Dan tentunya, kita tidak sembarang ucap, bahwa dia asalnya dari kaum penganut agama Sikh di India. Itu diakui sendiri oleh ulama Syiah Musa Al-Musawi. Dia mengatakan pada kitabnya Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah:

Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah

Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah

“Kakek Khomeini datang dari India sebelum 120 tahun yang lalu. Dan dia tinggal di kota Khumain di Iran. Dan ayahnya adalah Musthafa bin Ahmad dan dikenal sebagai “Singh”; lahir tahun 1842 di Kashmir dari keluarga penganut agama Sikh.
Dan ayah Singh adalah penjual khamr dan memiliki hubungan hangat dengan Inggris. Dan setelah dia mengenal seorang wanita Muslimah yang bernama Thahirah dan dia adalah anak dari pedagang Muslimin, maka dia menetapkan untuk memeluk agama islam agar dapat menikah dengan wanita tersebut.
Maka keluarganya mengancam untuk membunuhnya. Maka dia kabur bersama Thahirah dari Kashmir ke kota Lokfo. Dan Singh masuk Islam di tangan Sayyid Hamid Husain penulis Kitab Aqabat
Al-Anwar. Dan cucu dari pamannya Khumaini bernama Wud dan dia tinggal di dekat kota Srinagar ibu Kota Kashmir dan dia penanggung jawab tempat-tempat peribadatan Sikh disana.

Dan inilah info-info yang dikumpulkan oleh penulis dari ulama-ulama Syi’ah di Kashmir.” (Al-Jumhuriyyah Ats-Tsaniyah hal. 352)

Khomaeni bersama ayah yang beragama sikh — firmadani.com

Khomaeni bersama ayah yang beragama sikh — firmadani.com

Screenshot_2016-05-17-11-51-24_1

pengakuan keindiaan Khomaeni diblock kuning — ar-Rahmah.Com

Khomeini berkata sendiri di kitabnya yang awal-awal seperti Syarh Du’a Sihr bahwa dia adalah orang India. Dia menamai dirinya dengan “As-Sayyid Ruhullah bin Musthafa Al-Khumaini Al-Hindi”; Al-Hindi artinya adalah berasal dari India. Hanya saja kata “Al Hindi” dalam namanya ini kemudian dihilangkan dalam buku-bukunya yang selanjutnya dan diganti menjadi “Musawi”.

Khomeini kemudian juga memakai turban hitam sebagai kedok untuk membohongi orang Syiah sendiri bahwa dirinya adalah keturunan Ahlul Bait. Dengan kepercayaan dari masyarakat Syiah Iran, ia memperoleh pengikut yang banyak.

Akhirnya, setelah ia berhasil menggerakkan revolusi Syiah pada rezim Syiah Iran pimpinan Shah Reza Palevi, keturunan India beragama Sikh itu berhasil menjadi pemimpin bangsa Persia Iran.

Maka orang pertama asal India dari kaum penganut agama sikh yang menguasai Iran dan memperbudak orang syi’ah dan memut’ah wanita-wanita syi’ah sekehendak perutnya adalah Khomaeni.

Maka bagaimana dia dipastikan sebagai Ahlul Bait, sedangkan nasabnya saja masih sangat diragukan.

Dan Khomaeni, meletakkan simbol khas agama nenek moyangnya “sikh” sebagai simbol negara Iran. Maka sangat mirip simbol bendera Iran dan simbol bendera kaum agama sikh.

Logo Iran & Sikhisme —myrepro.wordpress.com

Logo Iran & Sikhisme —myrepro.wordpress.com

Logo Iran & Sikhisme —myrepro.wordpress.com

Logo Iran & Sikhisme —myrepro.wordpress.com

Mungkin dari kalian banyak yang sallah sangka mengartikan logo bendera Iran adalah tulisan arab “Allah” kan? Logo bendera Iran itu bersumber dari agama sikhisme dari India.

Maka, begitukah Ahlul Bait?? Memiliki kesamaan dengan agama sikh?? Kalla wa haasya. Bodohlah orang yang bodoh tertipu oleh Khomaeni.

Sekali lagi, nasabnya sangat diragukan. Bahkan ada versi lain yang menyatakan dia adalah keturunan Inggris walau India adalah tempat tinggalnya. Ayahnya bernama William Richard Williampshon. Dia lahir di kota Bristol dan ibunya seorang India Kashmir.

Berita ini diambil dari salah satu kabar media dari India yang telah dikabarkan pada tahun 80-an.

Maka, bagaimana Khomaeni dapat dipastikan sebagai Ahlul Bait keuturnan Nabi, sedangkan nasabnya sajatidak diakui oleh ulama syi’ah dan yang lainnya?

Dengan demikian, mengutip Abu Muntashir Al-Balusy, Pengisi Kajian Al Amiry mengatakan bahwa,

ان الخميني لا ينتسب الى سلسلة نسب معروفة

“Sesungguhnya Khomaeni tidak bernasab kepada silsilah nasab yang dikenal”.

Ingat Sabda Nabi Muhammad yang di riwayatkan oleh Iman Ahmad berikut:

“Ada dua kelompok dari umatku yang akan di selamatkan oleh Allah ta’ala dari neraka: Kelompok yang memerangi India, dan Kelompok yang berperang membantu Isa bin Maryam. (”H.R Imam Ahmad)

[Firmadani.Com, ar-Rahmah.Com]
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s