Bubarkan DENSUS 88 Anti Teror, Ganti dengan SAT-81 GULTOR

07-24-11.27.40

Seiring banyaknya kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror terkait penanganan beberapa terduga teroris banyak mendapat kritikan dari netizen agar Densus 88 AT sebaiknya dibubarkan dan diganti dengan Sat-81 Gultor yang sebenarnya lebih ahli dan lebih hebat serta lebih dulu ada jauh sebelum Densus 88 Anti Teror.

Markas
  • Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur
Kekuatan
  • Rahasia
Persenjataan
  • Dirahasiakan. Segala yang diinginkan atau dibutuhkan disediakan. Diduga meliputi kaliber 9mm, 5,56mm, 7,62mm, 12,7mm.
Spesialis
  • Antibajak pesawat, perang kota,intelijen & kontra-intelijen
Dibentuk
  • 30 Juni 1982

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan diKopassus yang setingkat dengan Grup dan merupakan Prajurit terbaik dari seluruh Prajurit TNI, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personel maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan Dansat-81/Kopassus saat ini dijabat oleh Kolonel Inf Thevi A. Zebua.

Operasi Sat-81/Gultor-Kopassus

Operasi Sat-81/Gultor-Kopassus


Sejarah berdirinya

Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis(BAIS) ABRI Letjen TNI LB Moerdani menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada 30 Juni 1982, muncullahDetasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf.Prabowo Subianto. Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9(Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajuritKopassandha yang ditunjuk ke Den-81. Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Tidak seperti satuan lain yang selalu mengexpose kegiatan mereka, Visi dan misi Satuan-81 adalah untuk “tidak diketahui, tidak terdengar dan tidak terlihat”

Organisasi pasukan

Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dari periode 1995­ – 2001, Sat-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan-81 adalah merupakan salah satu organisasi bersenjata yang paling progresif didunia. Satuan-81 adalah merupakan unit kedua di dunia (setelah GSG-9)pemakai senapan serbu HK MP-5 dan produk Heckler & Koch lainnya. Selan itu, Detasement-81 juga adalah pelopor pemakaian PETN sebagai bahan peledak alternatif selain C-4 dan Semtek.

Satuan yang ada di bawah kendali Sat-81 adalah :

  1. Batalyon Aksi Khusus/Wega Yogya Gabhira
  2. Batalyon Bantuan/Wira Grha Gabhira

Sistem rekrutmen

Rekrutmen anggota Satgultor 81/Kopassus diambil dari anggota minimal berdinas aktif 2 tahun di Gup-Grup Jajaran Komando Pasukan Khussus TNI Angkatan Darat. Menjadi personel satuan penanggulangan teror Satuan-81 Kopassus tidaklah mudah. Tes yang harus dijalani sangat sulit karena setiap anggota Sat-81 harus memiliki kemampuan luar biasa.

Sat-81 yang berisi orang-orang pilihan merupakan satuan elite dari Pasukan Khusus TNI AD. Berdasarkan buku ‘Kopassus untuk Indonesia’ yang ditulis oleh Iwan Santosa dan E.A Natanegara, sedikitnya ada 4 tes yang harus dilalui dalam seleksi masuk sebagai anggota Sat-81 Kopassus.

“Proses rekrutmen prajurit penanggulangan teror (Gultor) dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan Para dan Komando di Batujajar,” tulis Iwan dan Natanegara dalam bukunya, seperti dikutip pada Minggu (29/3/2015).

Setelah lulus dari pendidikan tersebut, mereka lalu ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2 untuk mendapat orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi. Dari situ, prajurit yang ingin bergabung dengan satuan elite Gultor harus melewati beberapa tahapan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Pertama adalah tes IQ yang harus di atas rata-rata 110.

“Kedua tes kesehatan (stakes II), ketiga tes jasmani (kategori BS), dan tes akhir (Pantukhir),” terang buku ‘Kopassus untuk Indonesia’.

Stakes II merupakan standar penilaian pada tes kesehatan dengan kondisi yang meski memiliki kelainan atau penyakit derajat ringan, penyakit tersebut tidak mengganggu fungsi tubuh. Sementara kategori BS dalam tes Jasmani berarti orang tersebut memiliki Jasmani Baik Sekali. Untuk tes Pantukhir sendiri biasanya prajurit akan diterjunkan di lapangan untuk diketahui tingkat kemampuannya.

Saat ini Satuan-81 Kopassus dipimpin oleh Kolonel Inf Thevi Zebua dengan wakil Letkol Inf Murbianto. Markas Sat-81 berada di kompleks Mako Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Grup satuan elit ini memiliki personel paling sedikit dari grup-grup lain di Kopassus.

“Karena Sat-81 terdiri dari prajurit-prajurit pilihan yang diseleksi dari setiap grup Kopassus lainnya,” kata Thevi kepada detikcom, Sabtu (28/3/2015).

Prajurit Gultor itu harus memiliki spesialisasi kemampuan tinggi. Di antaranya adalah tembak runduk (bakduk) dan freefall atau terjun bebas. Mereka juga memiliki regu dengan spesifikasi kemampuan khusus, yaitu Tim Pasukan Katak (Paska) dan K9 (gugus jihandak).

“Tim Paska adalah Tim Pasukan Katak yang ada di Batalyon bantuan di Sat-81 Kopassus. Prajurit-prajurit di Gultor yang memiliki kemampuan operasi di atas dan di bawah permukaan air. K9 itu Satuan Cakra yang dalam melaksanakan tugasnya menggunakan satwa anjing,” jelas Thevi.

Operasi Sat-81/Gultor

Sekembalinya ke markas, prajurit tadi akan ditingkatkan kemampuannya untuk melihat kemungkinan promosi penugasan ke Satuan Sandi Yudha atau Satuan Antiteror. Untuk antiteror, pendidikan dilakukan di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar. Secara keseluruhan, bisa dipastikan bahwa Sat-81 terlibat di dalam setiap operasi rahasia militer yang dilakukan ABRI dan kemudian dilanjutkan oleh TNI. Adapun operasi tersebut RI di Utara, disinyalir bahwa satu peleton Sat-81 telah ditugaskan di perbatasan Kalimantan Timur untuk patroli intai jarak jauh (Long Range Recon Mission) Dikabarkan pula bahwa unsur Sat-81 telah diturunkan juga untuk mengejar Nordin M Top dan kawan kawan. Sampai saat Satuan-81 anti teror adalah salah satu perangkat BIN (Badan intelijen nasional) di dalam operasi khusus yang bersifat paramiliter.

Komandan Sat-81/Gultor

  • Kolonel Inf Luhut Binsar Panjaitan (1982 – 1990)
  • Kolonel Inf Zamroni
  • Letkol Inf Adel Gustimego (Kolonel Inf Anumerta, 1996)
  • Kolonel Inf Lodewijk Freidrich Paulus (2001 – 2003)
  • Kolonel Inf Daniel Ambat 
  • Kolonel Inf I Made Agra Sudiantara 
  • Kolonel Inf Nugroho Budi W. (2009 – 2010)
  • Kolonel Inf Santos Gunawan Matondang (2010 – 2010)
  • Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa (2010 – 2012)
  • Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha (2012 – 2014)
  • Kolonel Inf Taufik Shobri (2014 – 2015)
  • Kolonel Inf Thevi Angandowo Zebua (2015 – Sekarang)

Pasukan Elite Terbaik Ke-3 Dunia

Satuan 81 Penanggulangan Teror adalah unit gerak cepat dalam hal pembebasan sandera, melumpuhkan musuh dengan sekejap, dan melakukan serangkaian Aksi penanggulangan ancaman terorisme lainnya. Kualitasnya pun diakui oleh banyak pihak, bahkan oleh pengamat militer asing, walaupun banyak juga masyarakat Indonesia yang masih meragukan kualitas mereka. Akan tetapi, yang perlu dicatat adalah, Pasukan Elite ini mendapatkan penghargaan menjadi Pasukan Elite terbaik ke-3 di dunia, oleh Discovery Channel, tentu bukan hal yang mudah didapatkan oleh Pasukan Elite manapun di dunia. Bahkan Pasukan Khusus Amerika sekalipun, tidak dimasukkan ke dalam daftar 3 besar Pasukan Khusus terbaik di dunia. Sudah sepatutnya kita, sebagai warga negara Indonesia, bangga memiliki Komando Pasukan Khusus; Kopassus.

Satuan ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata khusus seperti Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm, Galil, Colt M16A1/A4, SIG-Sauer 9mm, SPR dan beberapa jenis lagi sniper khusus.

Kopassus merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara).

Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih. Kopassus dengan motto “Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas” selalu memberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa.

Prajurit Kopassus telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia di mata Internasional dengan berbagai prestasinya seperti pencapaian puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest, memecahkan rekor Asia dalam kerjasama di udara antar canopi (CRW) dengan formasi 17 penerjun bersusun tegak.

Tantangan untuk selalu siaga mengamankan kedaulatan Bangsa tetap menghadang, Korps Baret Merah selalu siap hari ini dan hari esok, siang dan malam, jaya di darat laut dan udara. “Merah Baretku adalah Merah Darahku” yang siap tumpah membasahi bumi demi tetap tegaknya Sang Saka Merah Putih di pangkuan Ibu Pertiwi.

Pendidikan Kopassus 5 kali lipat lebih ketat, keras, dan kejam daripada pendidikan Komando biasa. Sehingga ada yang mengatakan bahwa 1 orang Prajurit Kopassus, sama saja dengan 5 orang Tentara Reguler. Selain keahlian penggunaan senjata, satuan juga dilengkapi dengan kemampuan perang biologi dan kimia, penanggulangan bahan peledak dan bajak udara.

Peragaan serangan kilat Sat-81 Gultor ke sebuah gedung, penyelamatan sandera dan pelumpuhan kelompok teroris, yang dilakukan dari berbagai arah dengan personil yang terbatas, dan hanya dalam hitungan menit. Menggunakan bom kejut, peledakan akses masuk dan serangan mendadak. Selain itu dalam demo pada mock up pesawat dimana beberapa pejabat tinggi diperlakukan sebagai sandera. Saat penyelamatan, dilakukan uji ketepatan menembak yang sangat cepat dan tepat dikanan kiri tempat duduk dengan peluru tajam. Juga demo tembak runduk, oleh sniper yang tersembunyi pada jarak sekitar 400 meter, yang menembak sasaran berupa balon berdiameter 25 cm, semua langsung pecah dengan masing-masing satu tembakan, termasuk balon yang berada didalam lemari kaca.

Dapat dipastikan bahwa Detasemen-81 terlibat didalam setiap operasi rahasia militer yang dilakukan oleh TNI seperti di Timor-Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Irian Jaya dll. Bahkan menurut beberapa sumber, saat maraknya pelanggaran perbatasan RI oleh Malaysia, satu peleton Sat-81 gultor ditugaskan ke perbatasan Kalimantan Timur untuk melakukan patroli intai jarak jauh (long range Recce mission) dan dikabarkan bahwa Malaysia menghentikan kegiatannya itu setelah mendengar selentingan kabar bahwa TNI mengirimkan satuan ini. Entah benar atau tidak kabar ini, yang jelas memang SAT-81 Gultor memang disegani di dunia. Itulah beberapa kemampuan Sat-Gultor yang menggiriskan. Satuan ini selalu siap dioperasikan dalam 24 jam, baik untuk penanggulangan teror, operasi intelijen-kontra intelijen, perang kota serta juga bajak udara.

Fakta-Fakta Kedigdayaan Sat-81 Gultor, Pasukan Siluman Terganas Indonesia

1. Dibuat Untuk Menanggulangi Pembajakan Pesawat

Pembentukan Dentasemen Khusus 81 ini tak lepas dari maraknya pembajakan pesawat yang terjadi pada kurun waktu 70-80-an. Di masa itu, pesawat komersial banyak dibajak oleh kelompok tertentu. Pesawat miliki Indonesia pernah dibajak ketika sedang berada di Bandara Dong Muang, Thailand tahun 1981. Sejak kasus itu, TNI akhirnya membuat sebuah satuan khusus setingkat dengan dentasemen lingkungan.

2. Kekuatan dan Persenjataan Super Rahasia

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, satuan khusus ini adalah pasukan siluman. Artinya banyak hal dari organisasi ini yang menjadi rahasia. Termasuk kekuatan pasukan yang dimiliki. Sejak dibentuk pertama kali pada 1982, publik tidak tahu berapa banyak pasukan yang dimiliki dan bagaimana latihan dilakukan. Segala hal terkait dengan Satgultor 81 benar-benar dirahasiakan.

Persenjataan yang dimiliki oleh Satgultor 81 ini juga dirahasiakan. Dengan merahasiakan senjata, musuh atau siapa saja yang akan melawan tidak akan bisa menyusun strategi. Meski demikian, berdasarkan desas-desus yang ada. Senjata yang digunakan oleh satuan ini meliputi senapan-senapan dengan kaliber 9mm, 5,56mm, 7,62mm, dan 12,7mm.

3. Satgultor 81 Pasukan Anti Teror Terbaik dari TNI

Satgultor 81 adalah salah satu satuan penanggulangan teror yang terbaik di Indonesia. Mereka bertugas untuk mencegah adanya tindak pembajakan pesawat yang dilakukan oleh teroris. Dengan kemampuan bertarung yang sangat hebat, dentasemen ini mampu membuat teroris kelabakan dan tidak bisa melakukan perlawanan dengan cepat.

Selain mengatasi adanya tindakan pembajakan, satuan ini juga difungsikan sebagai satuan yang bisa melakukan peperangan di daerah kota atau wilayah yang sempit. Mereka akan mengumpulkan banyak sekali informasi intelijen yang akan berguna untuk penyerangan yang tak terduga.

4. Kehebatan Satgultor 81 di Mata Dunia

Satgultor 81 adalah salah satu pasukan bersenjata paling progresif di dunia. Kehebatan dari satuan ini membuat negara lain sedikit merinding dan tak berani melawan. Satgultor adalah satuan kedua setelah GSG-9 yang menggunakan senapan serbu HK MP-5. Satgultor juga merupakan satuan pertama yang memelopori pemakaian PETN yang merupakan bahan peledak baru alternatif C-4.

Kehebatan dari Satgultor 81 membuat siapa saja yang ingin masuk harus menjalani serangkaian serangkaian tes yang cukup menyulitkan. Sebelum masuk ke Satgultor 81, seorang anggota TNI harus telah berdinas selama 2 tahun sebagai anggota Koppasus TNI AD. Mereka bertugas menangani teror kelas satu hingga akan jarang sekali keluar dan kemisteriannya semakin bikin penasaran.

Galeri Foto:

Latihan Gabungan Satuan Gultor TNI di Madiun (Elza/detikcom)

Latihan Gabungan Satuan Gultor TNI di Madiun (Elza/detikcom)

Operasi Sat-81/Gultor-Kopassus (wikipedia.org)

Operasi Sat-81/Gultor-Kopassus (wikipedia.org)

Sat-81/Gultor-Kopassus (kaskus.co.id)

Sat-81/Gultor-Kopassus (kaskus.co.id)

Screenshot_2016-04-09-08-07-17_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (kaskus.co.id)

Screenshot_2016-04-09-08-06-59_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (kaskus.co.id)

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Screenshot_2016-04-09-08-24-54_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Screenshot_2016-04-09-08-24-30_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Screenshot_2016-04-09-08-23-50_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Screenshot_2016-04-09-08-22-50_1

Sat-81/Gultor-Kopassus (apasih.com)

Sat 81 Gultor (Boombastis.com)

Sat-81/Gultor-Kopassus (Boombastis.com)

Referensi

Iklan

5 responses »

  1. […] Source: myrepro.wordpress.com […]

    Suka

  2. […] Bubarkan DENSUS 88 Anti Teror, Ganti dengan SAT-81 GULTOR […]

    Suka

  3. […] Bubarkan DENSUS 88 Anti Teror, Ganti dengan SAT-81 GULTOR […]

    Suka

  4. […] Bubarkan DENSUS 88 Anti Teror, Ganti dengan SAT-81 GULTOR […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s