Banyaknya kasus pelanggaran penanganan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88, membuat ormas-ormas Islam naik darah sehingga menuntuk pembubaran Densus 88 Anti Teror.

Din Syamsudin laporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 Anti Teror di Poso ke Mabes Polri, IPW: Bubarkan Densus 88 AT!

Neta S Pane. — tribunnews.com

Neta S Pane. — tribunnews.com

Laporan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin (laporan ini dibuat saat Din Syamsudin masih menjabat Ketum Muhammadiyah) ke Mabes Polri terkait dugaan pelanggaran HAM yg dilakukan Densus 88 Anti Teror di Poso, Sulteng harus disikapi secara serius. Baik oleh Polri, pemerintah, legislatif maupun Komnas HAM.

Laporan tersebut merupakan bukti, kekerasan yang dilakukan oleh Densus 88 mulai bermunculan dan sebagai sebuah bentuk pelanggaran HAM, serius.

“Sebenarnya sudah banyak keluhan publik terhadap sikap dan prilaku Densus 88. Antara lain anggota Densus yang cenderung menjadi algojo ketimbang sebagai aparat penegak hukum yang melumpuhkan tersangka, untuk kemudian di bawa ke pengadilan,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya kepada Tribun, Sabtu (2/3/2013).

Ditegaskan, apa yang dilaporkan Ketua Umum Muhammadiyah adalah wujud keresahan dari tokoh Islam yang harus disikapi secara serius agar ada pembenahan di manajemen Densus 88.

Selain itu, katanya lagi, laporan tersebut harus membuat Polri, pemerintah dan legislatif segera membuat sistem kontrol yang ketat terhadap kinerja Densus 88. Selama ini, praktis tidak ada kontrol terhadap kinerja densus.

“Di sisi lain sikap parno sebagian masyarakat terhadap isu-isu terorisme, seakan memberi legitimasi kepada densus untuk berbuat apa pun. Situasi ini yang tidak boleh dibiarkan. Sebab, siapapun di negeri ini, termasuk Densus 88 tidak boleh bersikap semena-mena,” Neta mengingatkan.

“Untuk petugas Densus yang melakukan penyiksaan di Poso, Ind Police Watch (IPW) mendesak oknum tsb hrs dipecat dari Polri dan segera diadili karena melakukan tindak pidana penyiksaan,” tegasnya.

Banyaknya keluhan terhadap sikap dan perilaku anggota Densus, ditambah makin surutnya isu-isu terorisme, IPW menilai suda saatnya Densus 88 anti teror dibubarkan. Jika suatu saat ada isu teror, sambung Neta, cukup Brimob yang turun tangan.

“Dalam Rakernis Brimob di Pusdik Brimob di Watukosek, Jatim akhir Pebruari 2013, IPW diminta memberikan pembekalan kepada para kasat brimob dari seluruh indonesia. Mengusulkan, mendesak agar densus 88 dibubarkan serta dilikuidasikan ke dalam brimob. IPW berharap, usulan tersebut segera dipenuhi elit Polri,” pungkasnya.

Terdapat dua tuntutan dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) saat berunjuk rasa di depan Kedubes Australia, Jumat (22/11/2013) kemarin. Kedua tuntutan itu terkait penyadapan intelijen Australia pada sejumlah pejabat Indonesia termasuk Presiden SBY.

Habib Salim Al-Atas, Ketua DPD FPI Jakarta mengatakan antara lain Australia harus meminta maaf  kepada Indonesia. Kedua, pasukan khusus antiteror, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) harus dibubarkan.

GEMA Pembebasan Banda Aceh Minta Densus 88 Dibubarkan

Massa dari Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Banda Aceh melakukan demo di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (18/3/2016) sore. — tribunnews

Massa dari Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Banda Aceh melakukan demo di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (18/3/2016) sore. — tribunnews

Belasan massa dari Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Banda Acehmendesak pemerintah pusat untuk membubarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 dan merubah Undang-Undang Terorisme.

Mereka menilai selama ini Densus 88 kerap melakukan aksi brutal dengan menembak mati umat Islam dengan dalih terorisme.

Hal itu disampaikan dalam aksi damai di kawasan Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (18/3/2016) sore.

Amatan Tribunnews.com sebelum melakukan orasi belasan massa melakukan jalan kaki dari kawasan Masjid Raya Baiturrahman menuju Bundaran Simpang Lima dengan kawalan polisi.

  • Aksi itu menjadi perhatian pengguna jalan.

Sesampai di Bundaran Simpang Lima, massa membentangkan dua spanduk dan beberapa karton yang bertuliskan “Bubarkan Densus 88! Alat Penjajah Pembantai Umat Muslim”, “Densus 88 Alat Amerika untuk Memerangi Islam Atasnama Terorisme”, dan “Bubarkan, Densus 88Penebar Teror”.

“Kejam sadis dan tidak keprimanusiaan. Sikap tersebut diperlihatkan oleh Densus 88. Kita sebagai umat muslim tahu bahwa musibah yang paling berat bukanlah runtuhnya kabah tapi hilangnya nyawa seorang muslim tanpa sebab,” teriak salah satu orator, Ahmad Candra melalui pengeras suara.
Menurutnya, selama ini Densus 88 sudah menjalankan tugasnya dengan semena-mena.

Di balik menjalankan tugas keamanan negara, mereka seolah-olah menghalalkan darah umat muslim.

Bahkan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat ada 118 umat muslim tewas ditangan Densus 88atas dugaan terorisme.

“Hari demi hari mereka seakan membani buta. Densus 88 sudah banyak salah tangkap. Densus 88 yang seharusnya membubarkan teror ternyata Densus 88 lah yang menciptakan teror. Karena itu kami minta bubarkan Densus 88,” kata orator lain Muhammad Fadli.

Ketua GEMA Pembebasan Banda Aceh, Fachrurrazi Muchtar menambahkan, aksiDensus 88 kerap merugikan umat Islam, karena kasus terorisme sering diarahkan kepada umat Islam.

Anehnya, apabila tindakan kekerasan dilakukan oleh umat non Islam itu bukan terorisme, seperti pelaku bom Mall Alam Sutera Tangerang.

Komunitas Nahi Munkar Solo (Konas) Demo Desak Presiden Jokowi Bubarkan Densus 88

Ratusan orang yang menamakan diri sebagai Komunitas Nahi Munkar Solo (Konas) melakukan aksi demontrasi di Bunderan Gladag Solo, Selasa (15/3/2016). — tribunnews.com

Ratusan orang yang menamakan diri sebagai Komunitas Nahi Munkar Solo (Konas) melakukan aksi demontrasi di Bunderan Gladag Solo, Selasa (15/3/2016). — tribunnews.com

Ratusan orang yang menamakan diri sebagai Komunitas Nahi Munkar Solo (Konas) melakukan aksi demontrasi di Bunderan Gladag Solo, Selasa (15/3/2016).

Aksi yang dilakukan ini demi menuntut Presiden Joko Widodo untuk membubarkan detasemen khusus (Densus) anti teror 88 Mabes Polri.

Tuntutan ini mencuat setelah adanya kasus Siyono warga Cawas, Klaten, Jawa Tengah, yang meninggal dunia saat ditangkap oleh Densus 88

“Tidak hanya Siyono. Ada sekitar 118 orang yang meninggal dunia saat Densus 88melakukan aksinya,” ujar Humas Aksi, Endro Sudarsono.

FPI Tuntut Densus 88 Bubar Karena Jadi Antek-antek Australia

Massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) mengepung Kedutaan Besar Australia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, untuk berunjuk rasa menuntut permintaan maaf Australia kepada Indonesia, Jumat (22/11/2013). Sebelumnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memanggil pulang Dubes RI untuk Australia menyusul ketegangan Indonesia dan Australia terkait penyadapan badan intelejen Australia terhadap beberapa petinggi negara, termasuk presiden. — tribunnews.com

Massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) mengepung Kedutaan Besar Australia di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, untuk berunjuk rasa menuntut permintaan maaf Australia kepada Indonesia, Jumat (22/11/2013). Sebelumnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memanggil pulang Dubes RI untuk Australia menyusul ketegangan Indonesia dan Australia terkait penyadapan badan intelejen Australia terhadap beberapa petinggi negara, termasuk presiden. — tribunnews.com

Terdapat dua tuntutan dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) saat berunjuk rasa di depan Kedubes Australia, Jumat (22/11/2013) kemarin. Kedua tuntutan itu terkait penyadapan intelijen Australia pada sejumlah pejabat Indonesia termasuk Presiden SBY.

Habib Salim Al-Atas, Ketua DPD FPI Jakarta mengatakan antara lain Australia harus meminta maaf  kepada Indonesia. Kedua, pasukan khusus antiteror, Detasemen Khusus 88 (Densus 88) harus dibubarkan.

Soal Densus 88, Habib Selon -sapaan Salim Al-Atas, menyebut pasukan khusus itu merupakan unit yang dalam pembentukan dan kerjanyanya ada campur tangan Australia.

“Kami minta mereka (Kedubes Autralia) harus minta maaf di depan media dan densus 88 harus dibubarkan. Densus 88 itu antek-antek Autralia. Mereka harus dibubarkan,” kata Habib Selon saat diwawancarai usai unjuk rasa di depan Kedubes Australia.

Pria yang kemarin mengenakan pakaian serba putih ini juga menegaskan bahwa Indonesia sudah dirugikan. Pemerintah Indonesia hanya bisa tunduk pada Australia.

“Apa yang didapat Indonesia dari Australia? Pengguna narkoba saja dibebaskan. Pemerintah Indonesia hanya bisa tunduk pada Australia. Indonesia sudah dirugikan,” kata Habib Selon.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan FPI ini dimulai sejak pukul 14.30 WIB hingga 15.30 WIB, Jumat (22/11/2013). Aksi ini adalah aksi lanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh ormas lain, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat kepolisian yang menjaga dan massa FPI. Hal ini dikarenakan massa FPI ingin memasuki Kedubes Australia, namun dihalang oleh aparat kepolisian.

Densus 88 Itu Menantang dan Mendahului Tuhan. Mahasiswa Gema Pembebasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Medan meminta agar Densus 88 Anti Teror untuk segera dibubarkan. 

Mahasiswa Gema Pembebasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Medan meminta agar Densus 88 Anti Teror untuk segera dibubarkan. — tribunnews.com

Mahasiswa Gema Pembebasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Medan meminta agar Densus 88 Anti Teror untuk segera dibubarkan. — tribunnews.com

Aktifis dari Gema Pembebasan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Medan menganggap Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror telah bertindak zolim.

Bahkan, menurut mereka Densus 88 juga dianggap mendahuli kekuasaan Tuhan. Pasalnya, Densus 88 dengan gampangnya mencabut nyawa orang lain.

“Densus 88 itu menantang dan mendahuli Tuhan. Bagaimana tidak, mereka telah membunuh kaum muslim tanpa pengadilan yang haq,” kata massa aksi Ricky Fattamazaya, Sabtu (19/3/2016) siang.

Menurut massa aksi, Densus 88 juga telah melecehkan kitab suci umat Islam.

Bagaimana mungkin, Al Quran yang dianggap suci oleh umat Islam justru dijadikan barang bukti bagi mereka tertuduh dan terduga terorisme.

“Ada hal lain yang ingin ditunjukkan oleh Densus 88. Mereka menebar teror dan ketakutan bagi umat muslim,” katanya.

Selain itu, sambung Ricky, Densus 88 kerap mengarahkan opini publik dengan menuduh umat Islam sebagai dalang terorisme di Indonesia.

Namun, bagi mereka yang bukan umat Islam ketika melakukan gerakan teroris tidak disebut sebagai teroris.

“Opini-opini seperti ini kerap disampaikan oleh Densus 88. Inilah yang menjadi kekecewaan kami umat muslim,” katanya.

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ingatkan Densus 88 Mengenai Haramnya Darah Seorang Muslim

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ingatkan Densus 88 Mengenai Haramnya Darah Seorang Muslim — muslimdaily.net

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ingatkan Densus 88 Mengenai Haramnya Darah Seorang Muslim — muslimdaily.net

Seiring dengan bergulirnya kasus tewasnya umat Islam yang dituduh atau dicurigai sebagai ‘teroris’. umat Islam kembali meminta kepada pemerintah untuk mengusut kasus pelanggaran yang dilakukan oleh Densus.

Aksi semena-mena yang dilakukan Densus 88  dianggap telah keluar dari abates kewajaran. Dimana sampai saat ini sudah tak terhitung lagi jumlah korban tewas ditangan Densus 88 tanpa adanya klarifikasi lebih lanjut dan proses pengadilkan.

“Karena Densus melakukan hal semena-mena, maka kami meminta kepada pemerintah untuk membubarkan Densus88” ujar ketua Laskar Umat Islam Solo, Edi Lukito.

Lebih lanjut, umat Islam Solo raya mengingatkan Densus 88 mengenai haramnya menumpahkan darah seorang Muslim.

“Kami peringati Densus 88 bahwa darah seorang Muslim itu haram untuk ditumpahkan, maka jangan gampang membunuh orang” ujar ustadz Sholeh, salah satu orator dalam aksi protes didepan kantor Plresta Surakarta, Jl. Adi Sucipto,Manahan, Solo.

Sebelumnya, Siyono dijemput paksa tiga petugas Densus 88 pada Selasa (8/3). Pada Rabu (9/3), Densus 88 menggeledah tempat tinggal Siyono dan orang tuanya yang juga menjadi lokasi TK Rouddatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah saat jam belajar, hingga membuat tak sedikit dari para siswa menagis dan ketakutan.

Petugas polisi kemudian membawanya untuk menunjukkan lokasi tempat menyimpan senjata api yang menurut polisi diketahui yang bersangkutan. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil apapun dan tak terbukti sama sekali.

Mabes Polri beralasan, Siyono meminta penutup wajah dan borgolnya dilepas. Siyono kemudian melakukan perlawanan dan memukul anggota Densus 88, kejadian itu terjadi saat tiba di satu tempat di Prambanan, Klaten. Sehingga terjadilah perkelahian dan kemudian Siyono tewas akibat perlawanan tersebut.

Bawa Spanduk Bertuliskan ‘Bubarkan Densus 88’, Gema Pembebasan Bogor Demo di Tugu Kujang

Gema Pembebasan Bogor melakukan aksi demo di depan Tugu Kujang di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/3/2016). — tribunnews

Gema Pembebasan Bogor melakukan aksi demo di depan Tugu Kujang di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/3/2016). — tribunnews

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan Bogor melakukan aksi demo di depan Tugu Kujang di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/3/2016).

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menuntut agar Pasukan Densus 88 dibubarkan. Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan “Bubarkan densus 88 alat penjahat pembantai ummat Islam”.

Koordinator aksi, Ahmad Saipul mengatakan bahwa Islam bukanlah teroris dan teroris itu bukan Islam, karena pada dasarnya Islam Itu Indah.B“Islam itu indah, bukan teroris, yang teroris itu adalah sistem pemerintahan kapitalis yang perlahan mencekik leher rakyat kecil,” ujarnya.

Selain itu, para mahasiswa yang berdemo pun mengecam keras kezaliman yang dilakukan oleh para koruptor.

Karena menurutnya teroris yang sesungguhnya adalah koruptor. Mereka memakan hak orang lain untuk menghidupi dirinya sendiri.

“Teroris sesungguhnya itu koruptor mereka menzalami masyarakat dengan memakan hak hak masyarakat,” ujar Sodik seorang orator aksi demo.

Meski demikian aksi demonstrasi tersebut berjalan damai. Selain itu arus lalu lintas pun tidak terganggu akibat adanya aksi demostrasi dari mahasiswa pembebasan tersebut.

Umat Islam di kota Solo kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah membubarkan Densus 88

Umat Islam di kota Solo kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah membubarkan Densus 88 — muslimdaily.net

Umat Islam di kota Solo kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah membubarkan Densus 88 — muslimdaily.net

Umat Islam di kota Solo kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah membubarkan Densus 88. Kali ini umat Islam menggelar didepan kantor Polresta Surakarta, Jl. Adi Sucipto,Manahan,Banjarsari,Kota Surakarta.

Dalam tuntutannya, umat islam meminta kembali kepada pemerintah untuk mengkaji ulang kinerja Densus di Indonesia. Mengingat telah ada ratusan warga yang ditembak mati tanpa adanya pengadilan sebelumnya, dengan kata lain itu telah melanggar hukum yang berlaku.

“Pada dasarnya tugas Densus dan kepolisian adalah mengayomi masyarakat, namun nyatanya sekarang justru sebaliknya. Densus justru menembaki dan membunuhi umat Islam” ujar Ust. Sholeh Ibrahim , salah satu orator.

Menurutnya, pesan yang disampaikan kepada kepolisian telah tepat. Sebab Densus 88 termasuk dalam jajaran kepolisian juga.

“Saya sampaikan ini karena Densus 88 merupakan bagian dari kepolisian” tambahnya.

Komisi III DPR RI Pertanyakan Standar Prosedur Operasi Densus 88

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PKS Nasir Djamil mempertanyakan standar prosedur operasi (SOP) penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan terorisme. — muslimdaily.net

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PKS Nasir Djamil mempertanyakan standar prosedur operasi (SOP) penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan terorisme. — muslimdaily.net

Anggota Komisi III DPR RI dari  fraksi PKS Nasir Djamil mempertanyakan standar prosedur operasi (SOP) penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan terorisme. Apalagi  menyusul tewasnya Siyono yang ditangkap oleh Densus 88.

“Kasus tewasnya Siyono mengingatkan saya pada kejadian penyiksaan yang dialami lima orang korban salah tangkap di Poso pada 2013 lalu,” kata Nasir, Selasa, (15/3).

Densus 88 kerap kali melakukan tindakan penyiksaan sejak tahapan penangkapan. Padahal pelaku yang ditangkap belum tentu menjadi tersangka dan bahkan sering terjadi salah tangkap.

Menurut Nasir, tindakan penyiksaan yang dilakukan Densus 88 ini dilakukan dengan menutup mata kepala terduga pelaku teroris, serta memukul bagian tubuh dan kepala dengan senjata. Ini sulit diproses secara hukum karena korban tidak melihat langsung siapa yang menyiksa.

“Sebagai anggota Pansus Revisi UU Terorisme, saya akan mempertegas pengaturan prosedur penangkapan dan bahkan mengurangi kewenangan Densus 88 dalam penangkapan yang kerap kali melakukan pendekatan penyiksaan kepada terduga teroris,” ujar Nasir.

Muhammadiyah: Gerakan Terorisme, Gerakan Buatan Intelijen Pemerintah

logo-muhammadiyah

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Hukum dan HAM , Busyro Muqaddas menyebut gerakan terorisme di Indonesia ada unsur pembiaran dan kesengajaan. Busyro mengatakan, pola-pola gerakan radikalisme saat ini cenderung sama dengan gerakan radikalisme di era orde baru.

“Ini sistemik,” katanya kepada wartawan usai konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2015 di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta seperti dikutip dari sangpencerah.com.

Mantan ketua KPK ini menilai ada kepentingan proyek di belakangnya. Ia khawatir di balik isu terorisme ada proyek internasional atau proyek negara tertentu yang tidak menginginkan Indonesia stabil secara ekonomi.

“Memecah belah sehingga sektor ekonomi dikuasai asing. Lihat saja perusahaan raksasa multinasional, kasus Freeport, ini lagu lama,” ujarnya.

Busyro Muqaddas menyebut gerakan terorisme di Indonesia ada unsur pembiaran dan kesengajaan — muslimdaily.net

Busyro Muqaddas menyebut gerakan terorisme di Indonesia ada unsur pembiaran dan kesengajaan — muslimdaily.net

Bahkan, dirinya mensinyalir gerakan radikal ini dibuat oleh aparat intelijen negara dengan tujuan mendepolitisasi peran umat Islam.

Busyro menceritakan, sejak 1997 dirinya bersama sejumlah aktivis HAM melakukan penelitian terkait gerakan radikal di Indonesia. Ia menemukan adanya indikasi keterlibatan pemerintah dalam gerakan radikalisme di Indonesia.

“Kami temukan data premier di mana bahwa yang berperan melakukan radikalisasi kala itu, terutama era orde baru justru negara, kami sebut state terorism. Pelakunya intelijen liar,” tukasnya.

Gerakan yang dimaksud adalah gerkan pengacau keamanan (GPK), Liqo, kelompok ekstrem yang terkoordinir dalam gerakan Komando Jihad.

Bahkan, mantan Ketua Komisi Yudisial ini menyatakan gerakan tersebut dipelihara hingga saat ini.

“Ada kesan dipelihara, bahkan ada aktornya sekarang masih hidup dan namanya terus berganti,” jelasnya.

Sayangnya pemerintah tidak pernah memberikan penjelasan yang adil kepada masyarakat.

“Pemerintah bertindak sepihak melalui BNPT, Densus 88, dan Polri,” katanya.

Densus88 dan BNPT lebih memilih membrangus “Islam” dari pada separatisme OPM dan RMS

Densus88 dan BNPT lebih memilih membrangus “Islam” dari pada separatisme OPM dan RMS. — muslimdaily.net

Densus88 dan BNPT lebih memilih membrangus “Islam” dari pada separatisme OPM dan RMS. — muslimdaily.net

Kematian Siyono (39) warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten dalam pemeriksaan Densus 88 perlu disikapi dengan serius. Siyono dijemput dalam keadaan sehat dari kediamannya Selasa (8/3/2016).

Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto, Siyono tewas karena kelelahan setelah berkelahi dengan anggota Densus 88 di dalam mobil.

Pengamat terorisme Mustofa B. Nahrawardaya mencium nuansa kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime di balik kematian Siyono.

“Saya tidak mudah percaya dengan perubahan karakter Densus 88 yang tiba-tiba menjadi tidak ganas. Selama ini, semua orang juga tahu akan keganasan Densus 88 saat bekerja. Tidak ada ceritanya, ada terduga yang dapat lolos dari kawalan Densus,” ujar Mustofa dalam keterangannya pada RMOL pada Ahad (13/3/2016).

“Setelah ditangkap dengan cara kasar, biasanya terduga langsung diborgol, dilakban mukanya. Bahkan, kaki dan tangan terduga, 100 persen tidak mungkin dapat bergerak bebas, karena memborgol kaki dan tangan adalah standard baku mereka,” kata dia lagi.

Dengan demikian, menurut Mustofa, sulit membayangkan ada terduga teroris yang berani melawan bahkan sampai lepas dari kawalan.

“Ini adalah extra ordinary crime. Kejahatan tingkat tinggi, yang resiko dari kejahatannya dapat membunuh banyak orang. Maka dari itu, kebiasaan Densus, adalah bermain keras dan ganas, jika tidak mau saya sebut kejam,” sambungnya.

*Baca juga:
Densus 88 & BNPT Propagandis perusak citra Islam
Terduga Teroris Meninggal Saat Diperiksa Densus 88
Densus 88 salah tangkap & mengada-ada
Bubarkan DENSUS 88 Anti Teror, Ganti dengan SAT-81 GULTOR

Mustofa juga mengatakan, kematian Siyono menyisakan banyak pertanyaan dan operasi Densus 88 ini patut diusut. Jika perlu, dilakukan audit total terhadap satuan khusus anti terorisme ini.

Mustofa mengutip pernyataan Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan yang mengatakan peningkatan anggaran Densus 88 menjadi Rp 1,9 triliun adalah untuk kenaikan gaji 400 anggota Densus 88, peremajaan alat, penguatan intelijen, dan sebagainya.

Jika kenaikan tersebut tidak menambah keahlian Densus 88 dalam dinas, sebut Mustofa, kenaikan anggaran tersebut perlu diaudit dan kalau perlu, selama audit, operasi Densus 88 sementara dikembalikan ke Brimob terlebih dahulu.

Demo di Komnas HAM, Gerakan Muslim Nusantara Minta Densus 88 Dibubarkan

“Densus kafir, bubarkan,” kata salah satu orasi pendemo Abu Nusaiba di Ruang Nababan, Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016).— Intelijen

“Densus kafir, bubarkan,” kata salah satu orasi pendemo Abu Nusaiba di Ruang Nababan, Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016).— Intelijen

Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Muslim Nusantara berunjuk rasa di Komisi Nasional HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016) pagi. Mereka menuntut Detasemen Khusus 88 antiteror untuk dibubarkan karena membunuh warga Klaten Siyono.

“Densus kafir, bubarkan,” kata salah satu orasi pendemo Abu Nusaiba di Ruang Nababan, Komnas HAM, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Sembari berteriak Allahu Akbar, mereka menilai Densus 88 antiteror adalah ‘boneka’ Amerika Serikat agar Yahudi berkuasa di dunia. Padahal Siyono warga Klaten belum divonis pengadilan sebagai teroris atau jaringan Negara Islam Suriah dan Irak.

“Densus membunuh orang-orang muslim, di mana mereka belum membuktikan Siyono sebagai teroris,” kata dia.

Dia menyebutkan Densus 88 antiteror tak memperhatikan nasib keluarga dan anak Siyono. Keluarga Siyono juga saat ini tak ada menafkahi.

“Kami menuntut Densus 88 untuk segera menghentikan aksi main hakim sendiri dalam aksi penangkapan, penyiksaan, dan penembakan umat Islam,” kata dia.

Referensi

  • ^http://m.tribunnews.com/nasional/2013/03/02/ipw-bubarkan-densus-88
  • ^http://m.tribunnews.com/nasional/2013/11/23/fpi-tuntut-densus-88-bubar-karena-jadi-antek-antek-australia
  • ^http://m.tribunnews.com/regional/2016/03/18/gema-pembebasan-banda-aceh-minta-densus-88-dibubarkan?page=2
  • ^http://jateng.tribunnews.com/2016/03/15/kelompok-ini-demo-desak-presiden-jokowi-bubarkan-densus-88#
  • ^http://m.tribunnews.com/nasional/2013/11/23/fpi-tuntut-densus-88-bubar-karena-jadi-antek-antek-australia
  • ^http://m.tribunnews.com/regional/2016/03/19/aktifis-hti-medan-densus-88-itu-menantang-dan-mendahului-tuhan
  • ^http://www.muslimdaily.net/berita/umat-islam-ingatkan-densus-88-mengenai-haramnya-darah-seorang-muslim.html
  • ^http://bogor.tribunnews.com/2016/03/22/bawa-spanduk-bertuliskan-bubarkan-densus-88-gema-pembebasan-bogor-demo-di-tugu-kujang#
  • ^http://www.muslimdaily.net/berita/umat-islam-solo-kembali-tuntut-pemerintah-bubarkan-densus-88.html
  • ^http://www.muslimdaily.net/berita/komisi-iii-dpr-ri-pertanyakan-standar-prosedur-operasi-densus-88.html
  • ^http://www.muslimdaily.net/berita/lakukan-extra-ordinary-crime-kenaikan-anggaran-densus88-perlu-diaudit.html
  • ^https://www.intelijen.co.id/demo-di-komnas-ham-ormas-ini-minta-densus-88-dibubarkan/
Iklan

3 responses »

  1. […] Tuntutan Pembubaran Densus 88 Anti Teror […]

    Suka

  2. […] Tuntutan Pembubaran Densus 88 Anti Teror […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s