Bendera Korea Utara

Bendera Korea Utara

Korea Utara, secara resmi disebut Republik Demokratik Rakyat Korea (Hangul: 조선민주주의인민공화국, Hanja: 朝鮮民主主義人民共和國, Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk) adalah sebuah negara di Asia Timur, yang meliputi sebagian utara Semenanjung Korea. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Pyongyang.Zona Demiliterisasi Korea menjadi batas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Sungai Amnok dan Sungai Tumen membentuk perbatasan antara Korea Utara dan Republik Rakyat Tiongkok. Sebagian dari Sungai Tumen di timur laut merupakan perbatasan dengan Rusia. Penduduk setempat menyebut negara ini Pukchosŏn (북조선, “Chosŏn Utara”).

Semenanjung Korea diperintah olehKekaisaran Korea hingga dianeksasi olehJepang setelah Perang Rusia-Jepang tahun 1905. Setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, Korea dibagi menjadi wilayah pendudukan Soviet dan Amerika Serikat. Korea Utara menolak ikut serta dalam pemilihan umum yang diawasi PBB yang diselenggarakan di selatan pada 1948, yang mengarah kepada pembentukan dua pemerintahan Korea yang terpisah oleh zone demiliterisasi. Baik Korea Utara maupun Korea Selatan kedua-duanya mengklaim kedaulatan di atas seluruh semenanjung, yang berujung kepada Perang Korea tahun 1950. Sebuah gencatan senjata pada 1953 mengakhiri pertempuran; namun kedua negara secara resmi masih berada dalam status perang, karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani. Kedua negara diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1991. Pada 26 Mei 2009, Korea Utara secara sepihak menarik diri dari gencatan senjata.

Korea Utara termasuk dalam negara satu-partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea. Pemerintahan negara mengikuti ideologiJuche, yang digagas oleh Kim Il-sung, mantan pemimpin negara ini. Juche menjadi ideologi resmi negara ketika negara ini mengadopsi konstitusi baru pada 1972, kendati Kim Il-sung telah menggunakannya untuk membentuk kebijakan sejak sekurang-kurangnya awal tahun 1955. Sementara resminya sebagai republik sosialis, Korea Utara dipandang oleh sebagian besar negara sebagai negara kediktatoran totaliter stalinis.

Dampak dari penjajahan Jepang yang berakhir dengan kekalahan Jepang padaPerang Dunia II tahun 1945 adalah Korea dibagi pada paralel utara ke-38 mengikuti persetujuan dengan PBB. Wilayah utara diatur oleh Uni Soviet, dan bagian selatan oleh Amerika Serikat. Sejarah Korea Utara secara resmi dimulai dengan pembentukanRepublik Rakyat demokratik pada 1948.

Pada Agustus 1945, Tentara Sovietmembentuk Otoritas Sipil Soviet untuk memerintah negara ini hingga sebuah rezim domestik, yang bersahabat dengan Uni Soviet, dapat dibentuk. Setelah mundurnya tentara Soviet pada 1948, agenda utama pada tahun berikutnya adalah penyatuan Korea dari kedua belah pihak, namun konsolidasi rezim Syngman Rhee di Selatan dengan dukungan militer Amerika dan penekanan pemberontakan pada Oktober 1948 mengakhiri harapan bahwa negara ini dapat disatukan kembali menurut cara revolusi Komunis. Pada 1949, rezim Utara mempertimbangkan untuk melakukan intervensi militer ke Korea Selatan, tetapi gagal mendapat dukungan dari Uni Soviet. Penarikan kekuatan militer Amerika Serikatdari Selatan pada Juni memperlemah Rezim Selatan dan membuat Kim Il-sung mempertimbangkan kembali rencana invasi ke Selatan.

Gagasan itu sendiri awalnya ditolak oleh Joseph Stalin, tetapi dengan perkembangan persenjataan nuklir Soviet, kemenangan Mao Zedong di Tiongkok, dan pertanda dari bangsa Tiongkok bahwa mereka dapat mengirimkan serdadu dan sokongan lainnya ke Korea Utara, Stalin menyetujui penyerangan yang menjadi cikal bakal Perang Korea.

Pada 2002, Presiden Amerika Serikat George W. Bush menjuluki Korea Utara sebagai bagian dari “poros setan” dan “pos terdepan tirani”. Hubungan tingkat tinggi yang pernah dilakukan pemerintah Korea Utara dengan Amerika Serikat adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Madeleine Albright ke Pyongyang pada tahun 2000, meskipun kedua negara tidak menjalin hubungan diplomatik yang resmi.

Pada tahun 2006, hampir 37.000 serdadu Amerika masih berada di Korea Selatan, meski sejak Juni 2009 jumlah ini berkurang menjadi sekitar 30.000 saja. Kim Jong-il secara pribadi menerima kehadiran tentara Amerika Serikat di Semenanjung Korea. Bagaimanapun, secara umum, Korea Utara sangat menuntut penarikan serdadu Amerika dari Korea.

Pemerintah Korea Utara Mengakui Melakukan Program Pengayaan Uranium Di Depan Dunia

Pada 13 Juni 2009, kantor berita Amerika Serikat, Associated Press, melaporkan bahwa sebagai tanggapan bagi sanksi-sanksi baru dari PBB, Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan program pengayaan uranium. Hal ini menandai bahwa untuk pertama kalinya, pemerintah Korea Utara mengakui di depan dunia bahwa pihaknya memang melakukan program pengayaan uranium. Pada 5 Agustus 2009, mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clintonbertemu dengan Kim Jong-il untuk menjamin pembebasan dua orang wartawan Amerika Serikat, Laura Ling dan Euna Lee, yang ditangkap karena memasuki Korea Utara secara ilegal. Pada 28 Agustus 2010 mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, berhasil membawa pulang seorang guru dan aktivis Amerika Serikat, Aijalon Mahli Gomes, yang ditangkap karena memasuki Korea Utara secara ilegal.

Pemerintah dan Politik

Korea Utara adalah negara yang menyatakan secara sepihak sebagai negara Juche (percaya dan bergantung kepada kekuatan sendiri).  Pemujaan kepribadian terhadapKim Il-sung dan Kim Jong-il dilakukan secara terorganisir. Setelah mangkatnya Kim Il-sung pada 1994, ia tidak digantikan melainkan memperoleh gelar “Presiden Abadi”, dan dikuburkan di Istana Memorial Kumsusan di Pyongyang pusat.

Korea Utara adalah negara yang menganut sistem satu partai. Partai yang memerintah adalah Front Demokratik untuk Reunifikasi Tanah Air, sebuah koalisi Partai Buruh Koreadan dua partai kecil lainnya, Partai Demokratik Sosial Korea dan Partai Chongu Chondois. Partai-partai ini mengajukan semua calon untuk menempati posisi pemerintahan dan memegang semua kursi di Majelis Tertinggi Rakyat.

Korea Utara telah memulai pembangunanPagar Perbatasan Tiongkok-Korea di perbatasan utara, sebagai tanggapan bagi harapan Tiongkok yang ingin mengekang para pengungsi yang melarikan diri dari Korea Utara. Sebelumnya, perbatasan antara Tiongkok dan Korea Utara hanya diawasi oleh sedikit petugas patroli.

Sebagai akibat dari program senjata nuklir Korea Utara, pembicaraan enam-pihakdiselenggarakan untuk mencari penyelesaian damai terkait ketegangan di antara dua pemerintah Korea, Federasi Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

Pada 17 Juli 2007, para inspektur PBB memverifikasi penutupan lima fasilitas nuklir Korea Utara, sesuai persetujuan Februari 2007.

Amerika Serikat dan Korea Selatan sebelumnya menuduh Korea Utara sebagai negara yang mendukung terorisme.

Pengeboman 1983 yang membunuh anggota pemerintahan Korea Selatan danpenghancuran pesawat terbang Korea Selatan telah dituduhkan kepada Korea Utara. Korea Utara juga dianggap bertanggung jawab atas penculikan 13 warga negara Jepang pada 1970-an dan 1980-an, lima dari mereka dikembalikan ke Jepang pada 2002.  Pada 11 Oktober 2008, Amerika Serikat menghapus Korea Utara dari daftar negara pendukung terorisme ini.

Sebagian besar kedutaan asing yang memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara berada di Beijing, bukan di Pyongyang.

Militer Korea Utara

North Korea warns of ′sea of fire′ after cross — dw.com

North Korea warns of ′sea of fire′ after cross — dw.com

Kim Jong-un adalah Komandan Tertinggi Tentara Rakyat Korea dan Ketua Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara. Tentara Rakyat Korea adalah nama untuk angkatan bersenjata Korea Utara. Tentara ini memiliki empat cabang: Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Departemen Keamanan Negara. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Korea Utara memiliki angkatan darat terbesar kelima di dunia, diperkirakan sebesar 1,21 juta personel, dengan kira-kira 20% pria berusia 17–54 tahun di dalam angkatan darat.

Korea Utara memiliki persentase personel militer per kapita tertinggi di dunia, dengan sekitar 1 serdadu terdaftar untuk setiap 25 warga negara.

Strategi militer Korea Utara dirancang untuk menyusupkan agen dan menyabotase di belakang barisan musuh pada saat perang.

Tentara Rakyat Korea memiliki berbagai perlengkapan, meliputi 4.060 tank, 2.500 APC, 17.900 artileri(termasuk mortir), 11.000 senjata pertahanan udara, 915 kapal perang, dan 1.748 pesawat tempur.

Perlengkapan yang ada merupakan sisa-sisa Perang Dunia II, umumnya teknologi Perang Dingin yang terproliferasi, atau senjata Soviet. Menurut media resmi Korea Utara, anggaran belanja militer Korut pada tahun 2009 adalah 15,8% dari PDB.

Korea Utara juga menjual misil balistik dan peralatan militernya ke berbagai negara. Pada April 2009, PBB menyebut Perusahaan Perdagangan Pembangunan dan Pertambangan Korea (alias KOMID) sebagai agen penjual utama Korea Utara dan pengekspor terbesar misil balistik dan senjata konvensional. PBB juga menyebut Korea Ryonbong sebagai penyokong penjualan segala hal yang berhubungan dengan militer Korea Utara.

Korea Utara memiliki program nuklir aktif dan telah menjadi subjek bagi beberapa resolusi PBB, seperti Nomor 1695 pada Juli 2006, Nomor 1718 pada Oktober 2006, dan Nomor1874 pada Juni 2009.

Rahasia Kekuatan Militer Korea Utara

Kendati banyak mengandalkan sistem alutsista buatan Uni Sovyet tahun 70an, militer Korea Utara bukan tanpa taring. Inilah delapan ancaman terbesar yang dimiliki Kim Jong Un.

1. Lautan Serdadu

Lautan serdadu — dw.com

Lautan serdadu — dw.com

Adalah jumlah serdadu yang menjadikan militer Korea Utara sebagai salah satu yang paling disegani di Asia. Setiap saat Kim Jong Un bisa memerintahkan 1,2 juta pasukan infanteri, ditambah 7,7 juta prajurit cadangan, untuk menyerbu jirannya di Selatan. Namun begitu banyak pihak meyakini, serdadu Korut tidak mengenyam pendidikan militer yang mumpuni dan sering mengalami mal nutrisi.

2. Satuan Elit

Namun begitu tidak semua serdadu Korea Utara bisa dianggap enteng. Pasalnya saat ini negeri komunis itu tercatat memiliki jumlah pasukan elit terbesar di dunia, yakni sekitar 200.000 serdadu. Mereka yang mengenyam pelatihan khusus biasanya ditempatkan di satuan pengintaian tempur dan penembak jitu yang disebar di kawasan perbatasan.

3. Artileri Berat

Artileri Berat — dw.com

Artileri Berat — dw.com

Salah satu ancaman terbesar dari militer Korut adalah sistem persenjataan konvensional seperti artileri. Saat ini negeri komunis itu memiliki 21.000 senjata artileri berat jarak jauh yang sebagian besar berdaya jelajah tinggi dan mampu mencapai ibukota Korsel, Seoul.

4. Meriam Api

Meriam Api — dw.com

Meriam Api — dw.com

Sistem persenjataan artileri darat menjadi tulang punggung kemampuan tempur militer Korut. Pada dekade 1980an Pyongyang memproduksi ribuan artileri gerak cepat yang menyontek desain Uni Sovyet dan Cina. Salah satu hasil produksi Korut adalah meriam Koksan berdiameter 170mm yang kini mendominasi sistem persenjataan berat negeri Komunis itu.

5. Rudal Nuklir

Rudal Nuklir — dw.com

Rudal Nuklir — dw.com

Terlepas dari jumlah serdadu dan artileri, ancaman terbesar yang dimiliki militer Korut adalah sistem peluru kendali berhulu ledak nuklir. Dikembangkan sejak dekade 1970an dengan mengandalkan desain rudal Scud, Korut kini memiliki tiga tipe peluru kendali yang salah satunya berdaya jelajah 8000 kilometer. Dengan Taepodong 2 Pyongyang bisa menghantam Kanada, Eropa dan Amerika Serikat.

6. Petaka dari Langit

Petaka dari langit — dw.com

Petaka dari langit — dw.com

Hingga kini tidak ada yang tahu secara pasti tentang program nuklir Korea Utara. Sebagian mengatakan rejim Kim Jong Un cuma selangkah lagi menuju bom hidrogen, yang lain meragukan Korut akan mampu membangun cadangan uranium yang telah diperkaya untuk memproduksi senjata nuklir. Namun begitu, Korea Utara tidak diragukan lagi memiliki sistem rudal yang dikembangkan untuk mengangkut hulu ledak nuklir.

7. Racun Radioaktif

Racun Radioaktif — dw.com

Racun Radioaktif — dw.com

Hal lain yang menakutkan dari Korut adalah kemampuan membangun bom kotor, yakni bahan peledak konvensional yang dilengkapi elemen radioaktif. Bisa dibuat tanpa teknologi nuklir yang mumpuni, bom kotor pada dasarnya dikembangkan untuk menyebarkan racun radioaktif dan menciptakan panik massal. Militer AS pernah susun skenario perang yang juga berisi serangan bom kotor di lima kota besar Korsel

8. Gas Pembunuh Massal

Gas Pembunuh Massal — dw.com

Gas Pembunuh Massal — dw.com

Lembaga pemantau nuklir, Nuclear Threat Initiative, pernah merilis laporan yang menyebut Korea Utara sebagai negara dengan cadangan senjata kimia terbesar ketiga di dunia. NTI memperkirakan saat ini Pyongyang menyimpan hingga 5000 ton agen kimia. Jika terancam, Korut diyakini bisa memproduksi 12.000 unit senjata kimia, antara lain berupa gas syaraf dan senyawa beracun, Sarin.

Hubungan Korea dengan Indonesia

Hubungan Korea Utara dengan Indonesia cukup baik. Presiden Soekarno telah banyak menjalin persahabatan dengan negara lain. Bukan karena negara-negara tersebut adalah komunis atau sosialis, tapi karena negara-negara yang dijadikan sahabat oleh Presiden Soekarno adalah negara-negara yang anti Amerika (konon, lengsernya Bung Karno juga dikarenakan adanya campur tangan Amerika) Diantaranya: Kuba, Tiongkok, Unisoviet, dll. Diantara negara-negara sahabat Indonesia yang dijalin oleh Presiden Soekarno, salah satunya adalah Korea Utara. Bahkan sampai sekarang ini, Korea Utara tetap teguh pada pendiriannya, “Anti Amerika”.

Contoh dari sikap persaudaraan antara Indonesia & Korea Utara:

[1] Diijinkannya restoran Pyongyang beroperasi di Jakarta.

Indonesia adalah segelintir negara yang memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil dengan Korea Utara. Meski hubungan kedua negara agak sedikit kaku karena sejumlah pelanggaran HAM dan proyek senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara, Indonesia mengijinkan restoran Pyongyang untuk dibuka di Jakarta.

Restoran yang mengambil nama ibu kota Korea Utara ini masih misterius siapa yang mengelolanya. Mengingat semua akses warganya yang dikontrol pemerintah, bisa jadi mungkin pemerintah Korea Utara yang mengutus warganya untuk membuka restoran ini di Indonesia.

Para pramusajinya rata-rata adalah perempuan Korea Utara yang ditugaskan ke Indonesia selama beberapa tahun, setelah itu mereka kembali ke negara asalnya. Untuk makanannya sebetulnya tidak berbeda jauh dengan Korea Selatan, masih mengunggulkan rasa asam dan gurihnya kimchi.

[2] WNI diperbolehkan pergi ke Korea Utara

Jangan berharap pergi ke Korea Utara semudah kamu melancong ke Korea Selatan. Untuk bisa memasuki wilayah ini, kamu tidak bisa backpacker-an lalu pergi begitu aja. Sejauh penelusuran saya, ada dua WNI yang pernah pergi ke sini dan sudah membagi pengalamannya ke sebuah tulisan.

Yang pertama adalah perwakilan KBRI yang mendapat tugas ke sana yaitu pengguna forum Kaskus dengan nama ID Saoto. Yang kedua adalah perempuan Indonesia yang waktu itu sekolah di Korea Selatan dan kemudian mengikuti program tur ke Korea Utara bernama Maisya Farhati.

Lalu, bagaimana caranya kalau kita pengen banget mengunjungi Korea Utara? Menurut kaskuser Saoto caranya adalah bergabung dengan travel agent yang menawarkan perjalanan ke Korea Utara atau kalau mau datang sendiri kamu perlu mendapatkan visa dari keduataan dan tentunya cara ini sangat amat susah disetujui. Gimana? Kamu masih punya nyali untuk berwisata ke sana?

[3] Indonesia dan Korea Utara Berhubungan Aktif Hingga Hari ini

Dengan perlakukan isolasi yang diterimanya, nyaris hanya sedikit sekali negara yang punya hubungan bilateral dengan Korea Utara. Apalagi prakarsa isolasinya sendiri adalah negara-negara barat termasuk Amerika yang punya pengaruh besar. Meskipun demikian, nyatanya hal tersebut tak pernah menghalangi hubungan antara Indonesia dan Korea Utara.

image

Sampai saat ini kedua negara tetap saling aktif mendukung. Hal tesebut dibuktikan dengan ditugaskannya perwakilan masing-masing negara untuk menjadi duta besar. Tak hanya itu saja, selepas Bung Karno mengunjungi Korut di tahun 1964, berturut-turut presiden setelahnya seperti Megawati dan juga Susilo Bambang Yudhoyono kerap melakukan kunjungan ke Korut dalam rangka mempererat hubungan persahabatan. Sebaliknya, sudah bolak balik perwakilan Korut juga mendatangi Indonesia dalam rangka kerja sama.

[4] Publik Indonesia Sejatinya Menyukai Korea Utara

Kami pernah mengulas alasan kenapa Kim Jong Un patut dipuji, dan respon netizen ternyata cukup bagus. Hampir mayoritas menyetujui hal tersebut. Hal ini bisa disimpulkan jika meskipun stigma tentang Korut atau Kim Jong Un jelek, namun masyarakat kita sejatinya juga menaruh hormat terhadap mereka.

image

Fakta masyarakat Indonesia yang menyukai Kim Jong Un ini juga makin jelas dengan bukti polling dari BBC World Service Poll tahun 2013 lalu. Sebanyak hampir 42 persen penduduk Indonesia memandang positif terhadap Korut. Sisanya 22 persen punya pandangan lain.

[5] Yayasan Soekarno Beri Penghargaan Kepada Kim Jong Un

Jika Bung Karno memberikan anggrek spesial kepada Kim Il Sung, maka Rachmawati Soekarnoputri juga melakukan hal yang sama. Bedanya ini bukan bunga dan tentunya apresiasi ini bukan diberikan kepada Kim Il Sung yang sudah meninggal. Rachmawati memberikan sebuah award kepada Kim Jong Un lantaran tokoh nyentrik ini masih sangat konsisten dalam melawan imperialisme barat.

image

“Kim Jong Un terbukti secara konsisten tetap melaksanakan jalan pikiran pemimpin besar mereka, yaitu Kim Il Sung, yakni melawan imperialise,” begitu ungkap Rachmawati yang juga merupakan ketua Yayasan Pendidikan Soekarno.

Anak ketiga Presiden Soekarno ini juga mengatakan jika apa yang dilakukan Kim sejalan dengan pikiran ayahnya yang juga menentang neo kolonialisme dan imperialisme.

[6] Korea utara lebih percaya indonesia daripada PBB

Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Su Yong menyampaikan apresiasi besar terhadap Indonesia. Pujian ini disampaikan Ri karena Indonesia merupakan negara yang bisa dipercaya oleh Korut. Tidak tanggung- tanggung, hal ini diutarakan langsung oleh Ri ketika bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (saat masih menjabat sebagai presiden). Ri bertemu SBY di Istana Negara dalam rangka kunjungan resminya ke Tanah Air.

“Ketika bertemu bapak Presiden SBY, Menlu Korut menegaskan mereka memiliki rasa percaya yang sangat tinggi terhadap Indonesia,” sebut Menlu Marty Natalegawa, di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Menurut Marty, Korut punya dasar kuat yang membuat mereka menaruh kepercayaan tinggi. Dasar tersebut karena Korut menganggap Indonesia adalah negara bersahabat. Presiden pun, lanjut Marty, sangat menghargai rasa percaya yang disampaikan Korut. Hal tersebut memperlihatkan betapa erat relasi yang antara Indonesia-korut. Selengkapnya, bisa dibaca disini.

Korea Utara Berani Menentang Amerika Sampai Sekarang

Ilustrasi

Ilustrasi

Rezim Kim Jong-un Diyakini Mampu Tembakkan 1 Ton Hulu Ledak Nuklir

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengkonfirmasi informasi militer, mata-mata dan ahli sipil bahwa Korea Utara (Korut) telah memiliki hulu ledak nuklir. Seorang pejabat Seoul percaya, rezim Kim Jong-un mampu menembakkan satu ton hulu ledak nuklir dengan senjatanya hingga radius 1300 km.

Dengan memiliki hulu ledak nuklir, Korut kini bisa melangkah menadi negara dengan kekuatan nuklir.

Sebelumnya, Seoul meragukan klaim kepemilikan hulu ledak nuklir dan menyatakan bahwa Pyongyang baru berupaya ke melangkah ke tujuan itu.

”Kami percaya bahwa mereka telah mencapai miniaturisasi hulu ledak nuklir untuk meningkatkan kemampuan rudal Rodong,” kata pejabat Seoul yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip The Times, Jumat (8/4/2016).

”Kami percaya bahwa mereka memiliki kemampuan. Apakah mereka akan menembakannya, itu adalah keputusan politik,” lanjut pejabat Korsel itu.

Bulan lalu, Kim Jong-un ditampilkan di media Pemerintah Korut mengagumi objek yang digambarkan sebagai rudal balistik jarak jauh dan miniatur hulu ledak nuklir. Objek berbentuk bola mengkilap itu mirip “Death Star” dalam film Star Wars.

Sementara itu, di Washington, Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Jenderal Mark Milley, menuduh Korut menciptakan kondisi yang berpotensi memecahkan konflik di Asia. Tuduhan itu dia sampaikan pada Siang Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, hari Kamis waktu AS.

“Di Asia dan Pasifik, ada tantangan sistemik yang kompleks dengan China ketegasan militernya semakin meningkat, terutama di Laut China Selatan, dan Korea Utara yang sangat provokatif,” katanya.

”Kedua situasi ini menciptakan kondisi untuk potensi konflik. Sekali lagi, Angkatan Darat Amerika Serikat adalah kunci untuk memastikan (keamanan) sekutu kami di Asia dan menghalangi konflik atau mengalahkan musuh jika konflik terjadi,” lanjut dia.

Kim Jong Un Klaim Berhasil Memperkecil Hulu Ledak Nuklir

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengklaim negaranya telah berhasil membuat hulu ledak nuklir dalam ukuran yang sangat kecil sehingga dapat dipasangkan pada rudal balistik.

Klaim yang dilontarkan Kim itu dirilis dalam laporan kantor berita Korea Utara, KCNA pada Rabu (9/3), bersama dengan seruan Kim agar militer Korut dapat meningkatkan perbaikan kekuatan dan ketepatan hulu ledak nuklir tersebut.

Kim pekan lalu menyerukan militernya untuk selalu siap meluncurkan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan, menyusul sanksi PBB baru yang lebih keras dan luas terhadap Korut.

Retorika agresif dari pimpin Korut ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan di tengah latihan militer bersama AS dan Korsel.

Meski sebelumnya Korut telah menyatakan berhasil membuat miniatur senjata nuklir, namun ini merupakan klaim pertama yang dilontarkan oleh Kim. Namun, klaim ini tidak pernah dapat dibuktikan secara independen.

“Hulu ledak nuklir telah dibuat untuk dapat dipasangkan pada rudal balistik, yakni dengan cara memperkecil ukurannya,” kata Kim dalam laporan KCNA.

Kim menambahkan dia terus mengamati kinerja para ilmuwan nuklir Korut untuk memperkecil ukuran hulu ledak nuklir, yang menurutnya, “bisa disebut sebagai penangkal nuklir yang benar.”

“Dia [Kim] menekankan pentingnya membangun miniatur senjata nuklir yang lebih kuat dan presisi serta alat-alat pengirimannya,” bunyi laporan KCNA.

Kim juga dilaporkan memeriksa hulu ledak nuklir yang dirancang untuk reaksi termo-nuklir, mengacu pada miniatur bom hidrogen yang diluncurkan Korut pada awal Januari lalu.

Semenatar, harian resmi partai berkuasa Korea Utara, Rodong Sinmun menampilkan deretan foto Kim yang tengah berbicara kepada para ajudannya di depan sebuah objek berbentuk bulat keperakan.

Mereka juga menunjukkan sebuah objek besar yang serupa dengan rudal balistik antar benua (ICBM) KN-08 yang sebelumnya dipajang dalam parade militer.

Terkait laporan ini, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan tidak yakin Korut telah berhasil miniatur hulu ledak nuklir atau akan mengerahkan ICBM yang dapat berfungsi dengan baik.

Pendapat serupa dikemukakan oleh para pejabat AS yang menekankan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti Korut telah menguasai teknologi canggih semacam itu.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi menyatakan dalam sambungan telepon kepada Sekretaris AS Negeri John Kerry, bahwa kini situasi di semenanjung Korea “sangat tegang” dan menyerukan semua pihak menjadi tetap tenang serta menahan diri.

AS dan Korea Selatan kini tengahn menjalani latihan militer gabungan dalam skala besar pekan ini. Korut menilai latihan militer itu merupakan “persiapan perang nuklir” dan mengancam akan meluncurkan balasan.

Retorika militer Korut makin meningkat utama setelah negara itu meluncurkan uji coba bom hidrogen pada 6 Januari lalu, dan meluncurkan satelit/rudal pada awal Februari lalu.

Korut Sukses Uji Mesin Roket Balistik

Kim Jong-Un — Intelijen

Kim Jong-Un — Intelijen

Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil menguji coba mesin roket balistik berbahan bakar padat yang diawasi langsung oleh pemimpin mereka, Kim Jong-un. Keberhasilan itu membuat Kim Jong-un senang.

Klaim itu muncul dari laporan kantor berita pemerintah Korut, KCNA, Kamis (24/3/2016). Jika klaim itu benar, maka rezim Pyongyang terus bekerja untuk program rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dilarang Dewan Keamanan PBB.

”(Kim) mencatat dengan senang hati bahwa tes yang sukses itu membantu meningkatkan kekuatan roket balistik yang mampu menghantam kekuatan musuh tanpa ampun,” tulis KCNA.

Rezim Kim Jong-un pada pekan lalu juga sudah menguji coba rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Rezim itu juga telah meluncurkan roket jarak jauh yang menggunakan bahan bakar cair. Tapi, belum terkonfirmasi apakah mereka mampu membuat roket jarak jauh dengan bahan bakar padat.

Korut memang pernah mamamerkan rudal ICBM KN-08 dalam sebuah parade militer besar-besaran. Namun, rudal ICBM itu tidak pernah dikonfirmasi apakah penah diuji coba atau belum.

Klaim kesuksesan uji coba mesin roket balistik Korut itu muncul setelah beberapa hari militer Korut menembakkan sejumlah rudal jarak pendek dan jarak menengah ke Laut Jepang atau Laut Timur.
Manuver rudal-rudal Korut itu telah membuat Korea Selatan (Korsel) dan Jepang waswas. Pemerintah Korsel menyatakan bahwa militer mereka siaga tinggi, dengan Jepang siap mencegat setiap rudal yang memasuki wilayah mereka.

Korut Ancam Nuklirnya Serang Pangkalan AS di Asia-Pasifik

Korut Ancam Nuklirnya Serang Pangkalan AS di Asia-Pasifik — Intelijen

Korut Ancam Nuklirnya Serang Pangkalan AS di Asia-Pasifik — Intelijen

Rezim Korea Utara (Korut) mengeluarkan ancaman mengerikan, yakni meluncurkan serangan nuklir “pre-emptive” terhadap Korea Selatan (Korsel) dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di seluruh Asia-Pasifik.

Korut bersumpah melakukan tindakan ofensif habis-habisan jika kedaulatannya terancam.Ancaman itu untuk merespons latihan militer AS dan Korsel (Korsel) yang akan dimulai pada hari Senin (7/3/2016).

Ancaman kali ini keluar juga keluar beberapa hari setelah pemimpin muda Korut, Kim Jong-un, memerintahkan militernya untuk menyiagakan semua senjata nuklir.
Komisi Pertahanan Nasional Korut dalam sebuah pernyataan mengutip Komando Tertinggi Tentara Rakyat Korea (KPA) menyebut serangan nuklir yang akan diluncurkan merupakan serangan “pre-emptive” untuk keadilan.

Komisi Pertahanan Nasional Korut menggambarkan latihan militer bersama tahunan Korsel dan AS merupakan “latihan perang nuklir yang ditutup-tutupi”.”Yang mengancam kedaulatan nasional Korea Utara, dan (Korut) bersumpah melakukan tindakan ofensif habis-habisan dalam menanggapi aksi militer bahkan sedikit pun,” bunyi pernyataan komisi itu, seperti dilansir kantor berita KCNA.

”Serangan nuklir sembarangan, akan jelas menunjukkan bahwa mereka tertarik pada agresi dan keberanian perang militer (Korea Utara),” lanjut pernyataan itu.
Masih menurut pernyatan itu, serangan nuklir Korut tidak hanya ditargetkan pada wilayah operasional Korsel di Semenanjung Korea, tapi juga pangkalan militer AS di daratan dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik.

“Jika kita menekan tombol untuk memusnahkan musuh bahkan sekarang, semua basis provokasi akan dipangkas menjadi lautan api dan abu dalam sekejap,” imbuh pernyataan itu.

Meski rudal balistik antarbenua (ICBM) nuklir Korut diragukan kemampuannya oleh Pentagon, namun rezim Kim Jong-un yakin, rudal nuklirnya bisa mencapai daratan AS.

Latihan perang tahunan Korsel dan AS yang dijadwalkan dimulai hari ini bertajuk “Foal Eagle” dan ”Key Resolve”. Latihan akan berlangsung selama beberapa minggu dan melibatkan puluhan ribu tentara AS dan Korsel.

Kim Jong-un Perintahkan Semua Senjata Nuklir Siaga Setiap Saat

Kim Jong-un Perintahkan Semua Senjata Nuklir Siaga Setiap Saat — Intelijen

Kim Jong-un Perintahkan Semua Senjata Nuklir Siaga Setiap Saat — Intelijen

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, memerintahkan semua senjata nuklir Pyongyang disiagakan penuh untuk mengatasi kebutuhan setiap saat.

Perintah diktator muda Korut itu disampaikan saat dia menghadiri uji tembak sebuah peluncur roket baru.

Kim Jong-un mendesak militernya untuk segera menggunakan sistem senjata yang dapat menghantam sasaran militer utama di Korea Selatan (Korsel).

Menurut kantor berita Korut, KCNA, Pyongyang juga akan merevisi postur militer. ”Untuk mengatasi ancaman secara pre-emptive,” tulis media Korut itu, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (4/3/2016).

Langkah ini dilakukan hanya satu hari setelah Dewan Keamanan (DK) PBB  menjatuhkan sanksi baru yang keras terhadap Korut atas uji coba keempat senjata nuklir awal tahun ini.

Sanksi DK PBB terhadap rezim Korut itu merupakan yang paling keras dalam 20 tahun. Sanksi itu juga mengacu pada peluncuran satelit terbaru Pyongyang, yang oleh PBB dianggap sebagai upaya terselubung untuk menunjukkan kemampuan rudal balistik jarak jauh Korut.

Menanggapi sanksi keras itu, Korut tidak gentar. Mereka justru menambakkan serangkaian rudal jarak pendek ke Laut Timur atau Laut Jepang.

Pengumuman perintah Kim Jong-un untuk menyiagakan semua senjata nuklir itu juga muncul menjelang latihan militer bersama yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan. Latihan itu digelar dengan mensimulasikan invasi terhadap Korut atau DPRK.

Korut Diduga Kembangkan Sistem Peluncur Roket Kaliber Besar

Korut Diduga Kembangkan Sistem Peluncur Roket Kaliber Besar — Intelijen

Korut Diduga Kembangkan Sistem Peluncur Roket Kaliber Besar — Intelijen

Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Han Min-koo mengatakan, Korea Utara (Korut) tengah mengembangkan sistem peluncur roket kaliber besar yang memiliki kemampuan menyerang Seoul pada awal tahun ini.

Dikatakan oleh Min-koo, baru-baru ini sisa-sisa dari peluncuran roket 300 milimeter milik Korut menunjukkan negara tetangganya itu tengah mengembangkan sistem peluncur roket terbaru.

“Berdasarkan penilaian ini, saya pikir Korut akan menyebarkan sistem peluncur roket MLRS 300mm akhir tahun ini,” kata Min-koo seperti dikutip Fox News dari Washington Post, Kamis (7/4/2016).

Menurut Washington Post, roket 300 milimeter lebih murah dari rudal dan diyakini memiliki jarak tembak hingga 125 mil. Dengan kemampuan jarak seperti itu, Korut bisa menyerang Seoul yang jaraknya hanya 35 mil dari zona demiliterisasi.

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya seorang pejabat Korsel mengatakan bahwa Korut memiliki kemampuan untuk membekali rudal jarak menengahnya dengan hulu ledak nuklir. Rudal jarak menengah ini bisa menyerang sasaran di Rusia, China, Jepang, dan Semenanjung Korea.

Blokir FB dan Twitter

Korea Utara Resmi Blokir FB dan Twitter — Sebatas Berita

Korea Utara Resmi Blokir FB dan Twitter — Sebatas Berita

Pemerintah Korea Utara dengan sangat pasti dan tegas, resmi menolak dan melarang kepada seluruh masyarakat di Korut dalam menggunakan sosial media Facebook dan twitter. Hal ini secara langsung diungkapkan oleh sang penguasa Kim Jong-un yang diumumkan secara masal di semua media Korea Utara. Hal ini dilakukan oleh Korea Utara guna menghindari adanya kemungkinan terkait tersebarnya informasi online.

Korea Utara Blokir FB dan Twitter ini secara resmi diumumkan oleh pemerintah Korea Utara tertanggal 1 April 2016 kemarin. Bukanhanya itu saja, pemerintah Korut pun dengan tegas memblokir semua web berbau porno, artinya mulai tanggal 1 April kemarin, Warga Korea Utara sudah tidak diperbolehkan lagi akses Facebook dan Twitter. Bagi siapapun warga yang memang melanggar peraturan tersebut, maka dipastikan akan memperoleh hukuman dari pemerintah sendiri.

Seperti dikutip laman Ekspress, apabila hany ada beebrapa orang saja yang memang akses sosial media tersebut. Artinya, dengan secara resmi ditetapkan larangan tersebut, maka semua komunitas kecil maupun besar setempat sudah sangat dipastikan tak akan lagi berbagi terkait informasi apapun terkait Negara Korea Utara pada negara lain.

Diketahui, sebelum Korea Utara Blokir FB dan Twitter ini ada sekitar 2 juta orang dari warga Korut yang sudah menggunakan HP akan tetapi hanya sedikit saja dari mereka yang memang diperkenankan akses internet. Malahan, siapapun dari para pengunjung Korut pun diharuskan menggunakan SIM lokal supaya bisa memperoleh jaringan operator di sana.


Selanjutnya: Korea Utara, Negara Paling Anti Amerika (Bagian 2) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s