2000px-Allah3.svg

Ketika kita punya suatu rencana usaha dengan segala asumsi/proyeksi kalau seandainya berhasil maka kita akan mendapat “Benefit A”. Kita sdh mempelajari strategi & segala resiko perjuangan demi menggapai “Benefit A”. Berjalannya waktu usaha kita tetap fokus, tak kenal lelah, tak gentar walaupun banyak pengorbanan keringat dan kucuran air mata namun kita tak putus asa dan selalu berpikir positif. Hingga pada akhirnya usaha rersebut mengalami rintangan yang begitu hebat, rintangan diluar dugaan dan kita tak mampu lagi melanjutkan lagi karena terkesan usaha tersebut sebentar lagi akan mengalami kegagalan. Secara otomatis “Benefit A” yg diproyeksikan akan sia-sia.

Sebagai makhluk manusiawi kita sedih, pasrah, seakan hidup ini tak adil, berkata dalam hati: hancur sudah semuanya. Namun kita kembali berpikir positif, ikhlas, menyerahkan semuanya ini karena kehendak-Nya.

Tak beberapa lama kemudian kita bangkit & berusaha lagi direncana usaha yang lain. Mengatur strategi yg baru & mengevaluasi. Bersamaan dengan itu Allah memberikan kasih-Nya dalam bentuk “Benefit B”. Namun terkadang siapa sangka ternyata “Benefit B” yang didapat diusaha yg ke-2 tersebut lebih baik nilainya, bahkan berkelipatan nilainya dibanding “Benefit A”.

Akan tetapi, “Benefit B” yang jumlah kelipatan dan nilainya melebihi “Benefit A” tersebut masih dalam angan. Dan saya masih menunggu itu.


Selanjutnya Sebaik-baik Rejeki Adalah Pemberian Allah [bagian ke-2]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s