Artikel lanjutan dari Korea Utara, Negara Paling Anti Amerika (Bagian 2)


Korea Utara Lawan Budaya Barat

Korea Utara Resmi Blokir FB dan Twitter — Sebatas Berita

Korea Utara Resmi Blokir FB dan Twitter — Sebatas Berita

Blokir Facebook, Twitter Serta Blokir Semua Web Berbau Porno

Pemerintah Korea Utara dengan sangat pasti dan tegas, resmi menolak dan melarang kepada seluruh masyarakat di Korut dalam menggunakan sosial media Facebook dan twitter. Hal ini secara langsung diungkapkan oleh sang penguasa Kim Jong-un yang diumumkan secara masal di semua media Korea Utara. Hal ini dilakukan oleh Korea Utara guna menghindari adanya kemungkinan terkait tersebarnya informasi online.

Korea Utara Blokir FB dan Twitter ini secara resmi diumumkan oleh pemerintah Korea Utara tertanggal 1 April 2016 kemarin. Bukanhanya itu saja, pemerintah Korut pun dengan tegas memblokir semua web berbau porno, artinya mulai tanggal 1 April kemarin, Warga Korea Utara sudah tidak diperbolehkan lagi akses Facebook dan Twitter. Bagi siapapun warga yang memang melanggar peraturan tersebut, maka dipastikan akan memperoleh hukuman dari pemerintah sendiri.

Seperti dikutip laman Ekspress, apabila hany ada beebrapa orang saja yang memang akses sosial media tersebut. Artinya, dengan secara resmi ditetapkan larangan tersebut, maka semua komunitas kecil maupun besar setempat sudah sangat dipastikan tak akan lagi berbagi terkait informasi apapun terkait Negara Korea Utara pada negara lain.

Diketahui, sebelum Korea Utara Blokir FB dan Twitter ini ada sekitar 2 juta orang dari warga Korut yang sudah menggunakan HP akan tetapi hanya sedikit saja dari mereka yang memang diperkenankan akses internet. Malahan, siapapun dari para pengunjung Korut pun diharuskan menggunakan SIM lokal supaya bisa memperoleh jaringan operator di sana.

Larang Celana Jeans, Tindikan dan Gaya Rambut Barat

Pemerintah Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) melarang warganya mengenakan celana jeans dan tindikan. Larangan itu sebagai upaya Kim Jong-un melawan budaya barat.

Gaya rambut Barat juga dilarang di Korut. Jika ada warga yang nekat berdandan ala Barat, maka akan dikenai tindakan keras.

Menurut laporan Asia Press, Korut menempatkan kontrol ketat menjelang Kongres ke-7 dari Partai Buruh pada bulan Mei. Tindakan keras itu diberlakukan terutama di Provinsi Hamgyong Utara dan Provinsi Yanggang yang dekat dengan China.

Warga di dua provinsi itu dianggap memiliki akses yang relatif lebih mudah untuk mendapatkan informasi dari dunia luar, termasuk mode dan gaya rambut Barat. Korut juga sudah memaksa warganya meniru gaya rambut Spartan Sosialis yang panjangny tidak lebih dari tiga atau empat inci.

Aturan terbaru untuk melawan budaya Barat di Korut telah ditemukan oleh wartawan di Rimjin-Gang, sebuah situs berita Korut yang didukung oleh Asia Press. Menurut laporan media itu, kontrol ketat terhadap budaya Barat itu merupakan bagian dari upaya rezim Kim Jong-un untuk memberantas kapitalisme dari masyarakat.

Sebaliknya, bagi warga yang terbukti bersalah karena berperilaku anti-sosialis akan dikirim ke kamp kerja paksa.

”Semakin banyak orang Korut yang tergila-gila dengan budaya Barat,” kata Ishimaru Jiro, seorang reporter Jepang yang bekerja dengan jurnalis warga di Korut, seperti dikutip IB Times, semalam (17/4/2016). ”Tindakan keras akan berlanjut sampai akhir pertemuan mendatang (Kongres ke-7 Partai Buruh).”

Untuk menegakkan aturan itu, ada “unit inspeksi” yang terdiri dari anak-anak muda yang muncul di jalan-jalan mencari orang-orang yang berani mengenakan busana dengan gaya baru. ”Mereka menargetkan (mode) yang cenderung kapitalis seperti soal panjang dari rok, bentuk sepatu, T-shirt, gaya rambut dan pakaian,” tulis Rimjin-Gang.

Warga yang boleh mendaftar menjadi anggota “unit inspeksi” ini usianya harus mencapai 15 tahun. Tugas mereka adalah mencegah apa yang disebut sebagai “korupsi moral publik”.

Gunakan Sanksi Adalah Senjata AS untuk Tundukkan Negara Lain

Korea Utara (Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) yang kerap menggunakan sanksi sebagai senjata utama untuk menundukkan negara-negara lain. Korut bahkan menyebut sanksi sudah menjadi doktrin bagi AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut mengatakan AS selalu menganggap sanksi sebagai cara untuk menerapkan kebijakan luar negeri yang agresif. AS telah memanfaatkan sanksi itu terhadap negara-negara yang tidak mematuhinya.

“(Doktrin sanksi) ini adalah kumpulan metode yang dimaksudkan untuk membawa sebuah negara dan rakyatnya tunduk atas keinginan AS,” kata sang juru bicara seperti dikutip dar laman Xinhua, Kamis (28/4/2016).

“Sanksi AS telah menjadi akar penyebab tidak masuk akal tekanan, ketidaksetaraan, ketegangan dan mengelakkan diri dalam hubungan internasional,” tambahnya.

Juru bicara juga meminta negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin untuk bersatu guna mengatasi praktik tangan tinggi dan kesewenang-wenangan AS.


Referensi

Iklan

One response »

  1. […] Selanjutnya, Korea Utara, Negara Paling Anti Amerika (Bagian 3) […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s