Sebelumnya: Mengenal Sosok Sri Bintang Pamungkas [bagian 3]


Ketua MUI, FPI dan Sri Bintang Pamungkas Ikut Serta Dalam Aksi Sejuta Umat Lengserkan Ahok

nasional-ketua-mui-dan-sri-bintang-pamungkas-ikut-serta-dalam-aksi-tolaj-ahok-202-l

Aksi longmarch Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) bertajuk Aksi Sejuta Umat Lengserkan Ahok dihadiri oleh tokoh pergerakan Dr. Sri Bintang Pamungkas dan ketua MUI Pusat KH.Cholil Ridwan.

KH. Cholil Ridwan dalam orasinya dengan tegas menyatakan dukungan terhadap  warga Jakarta untuk melengserkan Ahok dari kursi DKI 1. “Saya dari MUI siap maju paling depan (untuk lengserkan Ahok-red),” tegasnya dihadapan ribuan massa GMJ, Senin siang tadi (10/11/2014).

Tak ketinggalan, pendiri partai PUDI Sri Bintang Pamungkas juga turut berorasi menyatakan dukungannya. “Ahok itu mulutnya kotor, sok pintar. Ahok kau harus sadar, kau itu minoritas,” ujarnya.

Dalam aksi longmarch yang dimulai dari bundaran Hotel Indonesia hingga Balai Kota Jakarta itu sempat terjadi sedikit keributan, ketika seorang laskar FPI digigit anjing pelacak milik aparat keamanan. Namun keributan tersebut berhasil diredam atas intruksi Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab.

  • Tahun 2015

Pak Bintang: Indonesia Semakin Terpinggirkan di Bawah Jokowi

Sri Bintang mengemukakan bahwa pemerintahan saat ini sedang dilanda kepentingan-kepentingan Asing dan juga Aseng. Aktivis ini juga mengatakan, selama kepemimpinan Jokowi-JK, justeru Indonesia semakin terpinggirkan di dalam segi sosial, budaya, politik, pertahanan, keamanan, dan lainnya.

Kita ini telah dijajah oleh Asing dan Aseng. Bangsa Indonesia kini telah terpinggirkan di tanahnya sendiri. Mulai dari sosial, politik, budaya, pertahanan, keamanan, dan lainnya,” sampainya yang disambut teriakan massa aksi.

Maka dari itu ia mengajak seluruh elemen yang hadir dan segenap organisasi masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan segera agar persoalan bangsa saat ini selesai dengan baik. “Tidak bisa didiamkan. Kita perlu tindakan segera,” sarannya.

Hadirnya reformis Sri Bintang Pamungkas di tengah massa aksi siang tadi (01/06/2015) di Istana Negara telah memberi warna tersendiri. Pasalnya, beberapa massa yang hadir dari beberapa elemen kepemudaan, mahasiswa, dan ormas itu memiliki agenda, yakni menuntut Jokowi turun dari kepemimpinannya sebagai presiden. Sri Bintang pun diberikan kesempatan berorasi.

Ia juga tidak hanya disambut teriakan ‘hidup rakyat” dari massa aksi. Para polisi yang mengawal demontrasi pun menyambut beliau dengan sigap dengan membuat pagar pengaman.

Pak Bintang: Jokowi Bagian Dari Rekayasa Cina Jajah Indonesia

image

Pengamat politik Sri Bintang Pamungkas

Pengamat politik Sri Bintang Pamungkas menengarai ada indikasi penguasaan etnis Cina dalam agenda pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia.

Sri Bintang Pamungkas yang masih aktif menjadi dosen Universitas Indonesia (UI) ini menilai agenda pilkada serentak telah disusupi oleh calon-calon kepala daerah asal etnis Cina. Lantaran penyelenggaraannya akan bersifat serentak di seluruh Indonesia, Sri Bintang bilang, akan sulit untuk dikoreksi.

“Masyarakat sekarang ini tidak menyadari bahwa kelompok ini (Cina) mau melakukan rekayasa seperti itu (penguasaan politik),” ia memaparkan, “Jokowi adalah bagian dari rekayasa ini, bahkan rekayasa ini sudah muncul sebelum tahun 1965.”

Ia pun menduga bahwa kelompok Cina perantauan di Indonesia terlibat dalam agenda menguasai Indonesia secara politik. “Peristiwa anti-Cina yang pecah di Cirebon melebar ke seluruh Jawa Barat dan Bandung pada Mei tahun 1963 menjadi katalisator balas dendam Cina perantauan terhadap bangsa Indonesia,” sebutnya.

Kata Sri Bintang, Cina perantauan ini memiliki keinginan untuk menguasai Indonesia dan sejak Orde Baru telah diberikan kesempatan oleh Soeharto untuk menguasai ekonomi Indonesia.

“Di dunia tidak ada penjajah kecuali kulit putih dan kulit kuning,” tukas Sri Bintang Pamungkas.

Pendiri dan Ketua Partai PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia) ini menyatakan, Bangsa Indonesia sejak dulu selalu baik terhadap kaum pendatang. “Pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia selalu terbuka pada Belanda dan Jepang, namun pada akhirnya kedua bangsa tersebut malah menjadikan Indonesia sebagai bangsa jajahan selama 350 tahun,” kata dia.

Ia menambahkan, penguasaan terhadap Indonesia akan menjadi sangat intensif bila kepala-kepala daerah diisi etnis Cina. “Seperti Singapura, bangsa Melayunya telah tersingkir,” sebutnya.

Dikatakannya, bahkan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong sendiri dalam pidatonya di Auditorium FISIP UI, Rabu (27/5) menyatakan akan ada pertukaran 10 juta pemuda dan pemudi Cina ke Indonesia. “Indonesia akan menjadi lahan imigrasi bagi Cina. Ini bukan pertukaran namun imigrasi legal,” imbuhnya menyesalkan.

Ia pun mengecam Pemerintahan Joko-JK yang tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun konglomerat Cina di Indonesia enggan membayar pajak sehingga Indonesia seolah-olah terdesak meminjam utang kepada Cina. Padahal, menurut Sri Bintang Pamungkas, uang pinjaman tersebut adalah dana kompensasi bagi 10 juta imigran Cina yang sebagiannya berangsur-angsur sudah mulai berdatangan ke Indonesia.

Lantas kemanakah pribuminya? Bisa jadi, kebanyakan pribumi saat ini malah asyik terus menggosok batu akik dan melupakan jika sebentar lagi mereka akan jadi jongos di negeri sendiri.

  • Tahun 2016

Pak Bintang: Aksi Politik Jokowi Kampungan dan Culas

Presiden Joko Widodo telah menjalankan politik ‘kampungan’ terkait penundaan pelantikan calon tunggal Kapolri Komjen Budi Gunawan.

Penegasan itu disampaikan tokoh parlemen jalanan Sri Bintang Pamungkas kepada intelijen (18/01). “Dilihat dari pernyataan Jokowi terkait pemilihan Budi Gunawan, nampak sekali Jokowi itu culas dan kampungan. Jokowi mengatakan memilih Budi Gunawan karena faktor kedekatan. Seorang presiden memilih Kapolri bukan berdasarkan rekam jejak itu sangat memalukan,” tegas Sri Bintang.

Menurut Sri Bintang, dengan tidak melibatkan KPK dan PPATK dalam pencalonan Budi Gunawan, Jokowi tidak jujur dan transparan dalam memilih calon Kapolri.

“Walaupun itu hak preogatif presiden, pencalonan Budi Gunawan berbeda dengan proses pemilihan calon menteri yang melibatkan KPK dan PPATK. Walaupun ada yang kena ‘stabilio merah’ masih tetap menjabat menteri,” jelas Sri Bintang.

Lebih lanjut Sri Bintang menyatakan, cara pandang Jokowi tersebut bisa menjadi alasan utama semua fihak utnuk tidak mempertahankan Jokowi dari kursi presiden. “Lebih baik mundur saja. Kalau di Jepang pejabat yang seperti itu sudah bunuh diri,” pungkas Sri Bintang.


Referensi:

  • ^http://tempo.co.id/ang/pro/1996/sri_bintang_pamungkas.htm
  • ^http://sri-bintang-pamungkas.blogspot.co.id/2013/08/profile.html?m=1
  • ^http://m.cnnindonesia.com/nasional/20150521202425-20-54894/cerita-sri-bintang-soal-soeharto-dan-tudingan-kudeta/
  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sri_Bintang_Pamungkas
  • ^http://www.watchindonesia.org/6169/mencari-dalang-jaringan-dresden?lang=ID
  • ^https://www.library.ohiou.edu/indopubs/1995/07/31/0002.html
  • ^http://nasional.kompas.com/read/2009/10/20/10533672/Tolak.SBY..Sri.Bintang.Pamungkas.Tak.Bisa.Dekati.MPR
  • ^http://tempo.co.id/ang/min/01/33/nas11_2.htm
  • ^http://www.spektanews.com/2014/11/sri-bintang-pamungkas-omongan-ahok.html?m=1#sthash.5KkniLhO.dpuf
  • ^http://www.jurnalislam.com/nasional/read/202/ketua-mui-dan-sri-bintang-pamungkas-ikut-serta-dalam-aksi-sejuta-umat-lengserkan-ahok.html
  • ^http://m.voa-islam.com/news/politik-indonesia/2015/06/01/37333/sri-bintang-pamungkas-indonesia-semakin-terpinggirkan-di-bawah-jokowi/
  • ^http://m.eramuslim.com/berita/analisa/sri-bintang-pamungkas-rezim-jokowi-persilakan-cina-jajah-indonesia.htm
  • ^https://www.intelijen.co.id/sri-bintang-aksi-politik-jokowi-kampungan-dan-culas/
Iklan

One response »

  1. […] Selanjutnya: Mengenal Sosok Sri Bintang Pamungkas [Bag. 4] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s