Lanjutan dari artikel BUBARKAN FPI? [2]


Hal jahat apalagi yang di lakukan FPI?

  • Jakarta (SI Online) – DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta membuat posko kemanusiaan di kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara yang terkena penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta. Imam Besar FPI Jakarta, Habib Muchsin bin Zaid Alatas mengatakan, akibat penggusuran tersebut banyak masyarakat yang kebingungan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Dari situlah kita tergerak untuk membantu masyarakat dengan membuka posko kemanusiaan,” ujarnya kepada Suara Islam Online, Sabtu (16/4/2016).
  • MAKASSAR, (Panjimas.com) – Front Pembela Islam (FPI) Makassar turun tangan menertibkan arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepat di depan pintu masuk penggembira Muktamar ke 47 Muhammadiyah di lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8/2015). Tribunnews melaporkan Puluhan anggota FPI Makassar juga tampak membantu ribuan peserta penggembira untuk menyeberangi jalan.
  • LANGKAT (Arrahmah.com) – Sebanyak 67 orang warga Sinabung dengan kesadarannya sendiri memeluk agama Islam, Dinul Haq dan meinggalkan agama lama mereka yang sesat dan menyesatkan, termasuk 12 pasangan suami isteri dari warga setempat yang berada di luar pengungsian. Demikian laporan terakhir dari Posko DPW FPI Langkat – Peduli Sinabung, Rabu 26 Maret 2014, sebagaimana di lansir Situs resmi Front Pembela Islam. Keberadaan relawan FPI di Sinabung selain memberi bantuan berupa uang, makanan, pakaian, mendirikan MCK, juga mengirimkan para ustadz dan da’i untuk mengajarkan agama dan pembinaan kepada warga pengungsi maupun warga desa setempat.
  • JAKARTA (salam-online.com): Meski dikenal sebagai organisasi yang keras melawan maksiat, Front Pembela Islam (FPI) ikut menurunkan laskarnya untuk urusan kemanusiaan. Beberapa saat lalu, FPI ikut sibuk dalam menangani tragedi kebakaran yang terjadi di beberapa titik di DKI Jakarta dan sekitarnya.
  • SangPencerah.com – Muhammadiyah Aktif Turunkan Bantuan Untuk Banjir Bandung. “Dan hari ini, kita kedatangan Hilal Merah Indonesia (HILMI) organisasi sayap FPI yang bergerak dalam bidang kesehatan untuk melakukan pengobatan graris,” ujar Ustaz Evi kepada Suara Islam Online, Sabtu (19/3/2016) dari lokasi banjir.
  • Firmadani.com – FPI Bangun Bank Darah untuk Warga Gaza Palestin.
  • TASIKMALAYA, (PRLM).- Ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) Tasikmalaya melakukan aksi solidaritas terhadap tragedi berdarah di Mesuji, Lampung. Mereka melakukan aksi damai sekaligus melakukan penggalangan dana bagi keluarga korban tragedi Mesuji di sejumlah jalan protokol di Kota Tasikmalaya

Apakah ini disiarkan media sekuler? Tidak!!!


Lalu, hal busuk apalagi yang dilakukan FPI?

  • 14 Oktober – 18 Oktober 1998: Badan Pengacara Fakta DPP-FPI mengadakan investigasi kasus teror, pembantaian, dan pembunuhan para ulama, kyai, ustad, dan beberapa guru pengajian dengan dalih dukun santet di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.
  • 28 Oktobern 1998: DPP-FPI mengeluarkan “Seruan Jihad FPI” terhadap “pasukan ninja” yang telah meneror dan membunuh para kyai dan ulama. Konon Ninja yang menculik para kyai itu bisa loncat setinggi 2-3 meter. Dan FPI berusaha melindungi para ulama dari serangan ninja.
  •  12 November 1998: DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pertanggungjawaban Orde Baru.
  •  13 November 1998: Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR 1998 tentang tuntutan rakyat yang menghendaki :- Pencabutan Pancasila sebagai asas tunggal- Pencabutan P4- Pencabutan Lima Paket Undang-undang Politik- Pencabutan Dwifungsi ABRI dari Badan Legislatif atau Eksekutif- Penghargaan hak asasi manusia- Pertanggungjawaban mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto- Permohonan Maaf Golkar sebagai Penanggung Jawab Orde Baru
  •  22 November 1998: Insiden Ketapang meletus, terjadi perusakan sebuah mesjid di bilangan Ketapang, Gajah Mada, Jakarta Pusat, oleh sejumlah kurang lebih 600 orang preman Ambon. Laskar Pembela Islam berhasil memukul mundur penyerang, dipimpin langsung oleh Imam Besar Laskar LPI, KH. Tb. M. Siddiq AR, di bawah komando Ketua Umum FPI.
  •  1 Desember 1998: DPP-FPI mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang Insiden Kupang, Nusa Tenggara Timur yang intinya “mengecam, mengutuk dan melaknat tindakan kelompok Kristen Radikal yang telah merusak / membakar sejumlah mesjid dan membantai / membunuh / menganiaya sejumlah umat muslim.
  •  22 Maret 1999: DPP-FPI mengutus delegasi yang dipimpin oleh Sekjen FPI, KH. Drs. Misbahul Anam untuk menyampaikan surat kepada Jenderal Polisi Roesmanhadi perihal Permohonan Pemeriksaan mantan Menhankam/Pangab RI Jend. (Purn.) L.B. Moerdani dan kroni-kroninya tentang keterlibatannya dalam beberapa kerusuhan sebagaimana diberitakan oleh sebuah majalah Far Eastern Economic Review (FEER) yang terbit di Hongkong.
  •  17 April 1999: Laskar Pembela Islam mengeluarkan pernyataan sikap bersama ormas Islam lainnya yang berisi mengutuk pelaku pemboman Mesjid Istiqlal, dan menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas pelaku pemboman tersebut.
  •  13 September 1999: LPI menutup beberapa tempat perjudian di daerah Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat dan berhasil menangkap dua bandar judi dengan barang buktinya.
  •  18 September 1999: LPI menutup tempat pelacuran/prostitusi di wilayah Ciputat
  •  22 September 1999: LPI menutup diskotek Indah Sari yang menjadi sarang narkoba di Petamburan, Tanah Abang
  •  25 September 1999: – DPP-FPI mengeluarkan surat pernyataan tentang bahaya Forkot dan Famred sebagai kelompok mahasiswa kiri.
  •  25 September 1999 : Aksi Peduli berbagai Kasus Nasional: Penyerahan bantuan ke Ambon sejumlah kurang lebih Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) serta 7 kontainer logistik dan obat-obatan, bantuan tersebut diberikan melalui Ikatan Silahturrahmi Maluku yakni, KH. Abdul Wahab Polpoke, Tokoh-tokoh Ambon, Bapak Rustam Kastrol, dkk. Bantuan serupa diberikan juga untuk Sambas dan Tual serta Aceh.
  •  1 Oktober 2000: DPP-FPI mengeluarkan Surat Seruan Moral Media. Seruan tersebut dikirimkan ke semua instansi terkait, termasuk seluruh media cetak maupun elektronik. DPP-FPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang pembebasan Al-Aqsha
  •  9 Oktober 2000: Mabes-LPI mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Seruan Tolak Israel.
  •  7 Januari 2002: DPP-FPI mengeluarkan fatwa haram bagi Pemerintah untuk memungut pajak dari rakyat kecil, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), dan Pulsa Telepon, serta menyusutkan dana pelayanan masyarakat lainnya selama korupsi tidak diberantas.
  •  26 Februari 2002: FPI dan Majelis Mujahidin Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Kedutaan Besar Singapura tentang:Pelarangan jilbab di Singapura dari Pernyataan provokatif Lee Kuan Yew.
  •  8 April 2002: FPI bersama puluhan ormas Islam lain mendeklarasikan pembentukan Komite Pembebasan Al-Aqsha (KPA) di Kantor Pusat DPP-FPI yang kemudian dijadikan sebagai Sekretariat Bersama KPA. Saat itu juga dibuka pendaftaran jihad ke Palestina. Di hari pertama tidak kurang dari 10.000 mujahid telah mendaftarkan diri. KPA dibentuk dengan tujuan jangka panjang memerdekakan Al-Aqsha dari penjajahan zionis Yahudi Israel. Karenanya, pendaftaran tersebut akan tetap dibuka sehingga tujuan utama KPA terealisasi.
  •  24 Mei 2002: Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  •  14 Maret 2003: Laskar FPI siap bantu Wartawan yang diintimidasi “Orang-Orang” Tommy Winata.
  •  8 April 2003: Ketua Umum FPI dengan Tim Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia berangkat ke Yordania, untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Irak.
  •  26 Desember 2004: Terjadi Bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, FPI segera mengirimkan sukarelawan. Dimana di Aceh ini FPI mendapat nama harum sebagai sukarelawan yang paling bertahan dan bersedia ditugaskan di daerah-daerah yang paling parah, termasuk menjaga kesucian Mesjid Raya Baiturrahman, Aceh.
  •  5 Januari 2004: Relawan FPI menemukan Jenazah Kabahumas Polda NAD Kombes Sayed Husain yang meninggal karena bencana Tsunami, Aceh.
  •  28 Mei 2006: FPI tiba di Yogyakarta dan membantu para korban gemba Jogja. Posko FPI dengan 120 relawannya terletak di sebelah barat pintu masuk lapangan, sedang posko HTI di pojok barat-utara lapangan. Ust Drajat, penanggung jawab Posko HTI di Segoroyoso tersebut menerangkan, HTI dan FPI telah bekerjasama mendirikan Tenda Sahabat. Tenda yang berfungsi mulai Jumat (2/06) ini dimaksudkan untuk memberikan berbagai pelayanan kepada masyarakat setempat.
  • 27 Maret 2009: Relawan Kemanusiaan FPI Nasional pada hari Jum’at sekitar jam 08.30 WIB langsung turun ke tempat tempat kejadian Bencana Situ Gintung, tepatnya pada sebuah Masjid Jabalur Rahmah yang terendam lumpur sepinggang orang dewasa. Mesjid yang satu-satunya bangunan yang masih berdiri kokoh bertempat tepat di mulut tanggul Situ Gintung. Sementara ratusan rumah disekelilingnya yang juga terbuat dari tembok telah rata dengan tanah, tersapu oleh terjangan air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung. Relawan Kemanusiaan FPI membuka Posko tepat di masjid tersebut yang fokus bekerja untuk mengevakuasi jenazah yang tertimbun maupun membantu relawan lainnya.
  •  8 September 2009: Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) Subang, menggelar aksi sosial penggalangan dana bantuan untuk korban gempa bumi Tasikmalaya. Aksi sosial anggota FPI ini, dilakukan di perempatan atau di bawah jembatan layang (fly over) Pamanukan.
  •  5 Oktober 2009: FPI membantu korban gempa di Padang. FPI ikut membantu korban gempa di Padang dan sekitar dengan menyediakan relawan. Irwan, salah satu pengurus harian FPI berujar, “FPI telah memberangkatkan relawan sebanyak 4 mobil.”
  •  28 Oktober 2010: Musibah Bencana yang terjadi di Mentawai dan Merapi mengakibatkan banyak korban, ratusan orang menjadi korban tak terkecuali juru kunci mbah Maridjan. Duka dirasakan seluruh rakyat Indonesia, bantuan dari berbagai pihak berdatangan dilokasi bencana. Tak ketinggalan ormas Front Pembela Umat Islam (FPI) menggalang solidaritas kemanusian untuk membantu para korban. Kami membuka posko bantuan dan relawan untuk 3 lokasi, yaitu untuk bencana Tsunami di Mentawai, bencana gunung Merapi di Jogja dan siaga Banjir di Jakarta,” ujar Koordinator Siaga Bencana FPI, Ustadz Mamam. Ustadz Maman menambahkan, lebih dari 300 anggota DPD FPI Jogjakarta sudah terjun mengirimkan bantuan dan membantu evakuasi korban, serta pembersihan debu di masjid-masjid. Selain itu, segera menyusul relawan dan bantuan dari wilayah FPI Tasikmalaya, Jawab Barat dan DKI Jakarta. “Kami membuka posko bantuan dan relawan untuk 3 lokasi, yaitu untuk bencana Tsunami di Mentawai, bencana gunung Merapi di Jogja dan siaga Banjir di Jakarta,” ujar Koordinator Siaga Bencana FPI, Ustadz Mamam.
  •  29 Oktober 2010: Dengan lokasi medan yang jauh dan sulit dicapai, Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menyatakan siap untuk memimpin langsung relawan FPI untuk membantu evakuasi korban Mentawai. ”Saya siap memimpin langsung relawan FPI untuk membantu mengevakuasi korban di Mentawai,” tegas Habib Rizieq pada Republika di Jakarta, Jumat (29/10). FPI Akhirnya berhasil sampai ke Mentawai, namun kami tidak mendapat tanggal Mendatangi Kalimantan Tengah atas undangan Warga Dayak yang meminta bantuan FPI atas berbagai ketidakadilan di Kalteng, namun provokasi dari Teras Narang menggagalkan kehadiran FPI.pasti.
  •  12 Maret 2011: FPI menawarkan 1.000 relawannya untuk membantu masyarakat Jepang dalam evakuasi pasca gempa dan tsunami yang melanda negara tersebut.
  • 14 Desember 2011: FPI kawal korban Mesuji untuk mencari keadilan pada penampu kebijakan. Para korban kekejian aparat tersebut didampingi oleh Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab beserta Badan Hukum Front (BHF) dan Laskar FPI. Ahmad Hanafi SH, salah seorang advokat BHF FPI mengatakan, para korban Mesuji ditampung di Wisma FPI, di Jalan Petamburan III. “Sudah seminggu mereka, bermalam di dekat markaz FPI. Mereka betul-betul meminta perlindungan, karena itu kami sediakan tempat di sana,” kata Ahmad.
  •  19 Desember 2011: Tim Investigasi Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin oleh Ustadz Machsuni Kaloko mengabarkan, puluhan bendera FPI berkibar di gubuk-gubuk dan tenda darurat pengungsian warga korban Mesuji, Lampung. Dikabarkan pula, warga menolak masuknya bendera-bendera partai politik di area pengungsian itu. “Itulah salah satu sebab yang menyebabkan tim gabungan pencari fakta komisi III DPR, yang didominasi oleh fraksi-fraksi partai di DPR menjadi gerah berlama-lama di zona pengungsian,” demikian SMS dari salah seorang aktivis FPI yang berada di Mesuji sejak dua hari yang lalu.
  •  1 Februari 2012: Jaksa Juprizal yang setiap harinya bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dibekuk polisi dan massa saat memeras. Juprizal memeras Rp 200 juta kepada Ali Akbar selaku konsultan di Dinas PU Batam dan Suratno, pegawai di Dinas PU Batam. Penangkapan Juprizal pada Rabu (1/2/2012) malam. Penangkapan bermula saat Ali dan Suratno berpura-pura memenuhi permintaan jaksa Juprizal. Dibantu anggota FPI dan personel kepolisian, mereka menjebak jaksa untuk melakukan transaksi.
  •  11 Februari 2012: Mendatangi Kalimantan Tengah atas undangan Warga Dayak yang meminta bantuan FPI atas berbagai ketidakadilan di Kalteng, namun provokasi dari Teras Narang menggagalkan kehadiran FPI.

Apakah ini disiarkan media sekuler? Tidak!!!


Selanjutnya: BUBARKAN FPI? [bagian 4]

Iklan

2 responses »

  1. […] Artikel lanjutan dari: BUBARKAN FPI? [bagian 3] […]

    Suka

  2. […] Selanjutnya: BUBARKAN FPI? [3] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s