pekerja-cina-di-PLTU-Celukan-Bawang-eramuslim-595x279

Indonesia Mulai Dikepung Intelijen China?

Penangkapan lima warga negara asing asal China (26/04) di wilayah Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma menjadi isu panas. Bahkan di sosial media hastag atau tanda pagar #ChinaLecehkanNKRI menjadi trending topic.

Awalnya, dikabarkan WNA asal China itu anggota angkatan bersenjata China. Namun belakangan hal itu dibantah Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Wieko Sofyan.

Menurut Wieko, tujuh orang yang diamankan tersebut merupakan pekerja PT Geo Central Mining (GCM). Perusahaan itu merupakan mitra PT Wijaya Karya (Wika), yang melakukan pengeboran di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Menyikapi penangkapan itu, penulis Syafruddin Azhar, mengingatkan kemungkinan ada penyusupan intelijen China di Indonesia.

“Kita mulai dikepung intelijen/tentara China?” tulis Didien di akun Twitter ‏@didienAZHAR.

Pertanyaan menarik dilontarkan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, soal identitas WNA China yang ditangkap TNI AU.

“Yang pakai seragam tentara satu orang atau kelimanya? kalau semua pakai seragam tentara….kompak juga mereka #justsaying. 2 orang berpakaian mirip/sama dalam 1 kesempatan mungkin kebetulan. 5? – 5 WNA China yang ditangkap di Halim bukan Tentara,” tulis Hinca di akun Twitter @hincapandjaitan.

Diberitakan, Satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Halim Perdanakusuma mengamankan tujuh orang, terdiri dari dua warga negara Indonesia (WNI) dan lima warga negara asing (WNA) asal China, Selasa (26/04).

Ketujuh orang itu diamankan karena masuk dan melakukan aktivitas pengeboran tanah di Cipinang Melayu, dekat jalan Tol Jakarta-Cikampek yang berlokasi tepat di belakang Batalyon 461 Paskhas.

Akktivitas pengeboran tanah tersebut telah berlangung sejak tanggal 22 April 2016. Pengeboran dilakukan untuk mendapatkan sampel komposisi tanah yang akan digunakan dalam pembangunan beton penyangga rel kereta proyek Kereta Cepat Indonesia China.

Tiongkok Masuk Dibungkus Proyek?

Klarifikasi Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan terkait pekerja China yang menerobos kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, menghapus berbagai spekulasi yang muncul.

Dalam rilis yang disampaikan corporate communication KCIC Febrianto Arif Wibowo, dijelaskan bahwa dalam rangka proses pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, saat ini PT KCIC tidak memerintahkan kegiatan apapun di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Menanggapi klarifikasi pihak KCIC tersebut, Staf Khusus MenESDM Muhammad Said Didu mendesak semua proyek dan investasi China harus diperiksa. “Berarti ini sudah keterlaluan – harus diusut demi keselamatan Negara. Tiongkok masuk dibungkus proyek ?” tulis Said Didu di akun Twitter @saididu.

Menurut Said Didu, belajar dari kasus “Halim”, sebaiknya semua proyek kerjasama dengan China dilakukan operasi pemeriksaan. “Dari kasus Halim – sebaliknya semua proyek kerjasama atau investasi China dilakukan operasi pemeriksaan TK nya,” tulis @saididu.

Terkait insiden penangkapan pekerja asal Tiongkok, pihak KCIC dan/atau PT Wijaya Karya (WIKA) tidak menandatangani kontrak dengan PT Geo Central Mining (GCM) di wilayah Halim yang memperkerjakan karyawan berkewarganegaraan Tiongkok, yang melakukan survei dan pengeboran.

Hanya di Era Jokowi, Harga Diri dan Kedaulatan RI Diinjak-injak China

Joko Widodo dan Xi Jinping (intelijen)

Joko Widodo dan Xi Jinping (intelijen)


Pengamat politik Muslim Arbi menyatakan, pihak imigrasi telah kebobolan dengan insiden masuknya warga negara asing asal China di tanah milik TNI AU, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

“Mereka bisa masuk dan tanpa identitas. Artinya imigrasi kita kebobolan. Ini yang harus dibongkar,” tegas Muslim Arbi kepada intelijen (27/04).

Menurut Muslim, di sisi lain, proyek yang dikerjakan di tanah milik TNI AU itu juga masih menjadi masalah. “TNI AU secara resmi sudah protes tanahnya dilewati jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Ini menjadi sinyal bahwa proyek ini ada kepentingan tersembunyi. Untuk itu ada upaya menerobos tanah milik pertahanan udara RI,” jelas Muslim.

Muslim menegaskan, hanya di era Presiden Joko Widodo, kedaulatan bangsa Indonesia terinjak-injak dengan bangsa asing. “Kasus ini menunjukkan bahwa China telah menginjak-injak kedaulatan bangsa Indonesia,” papar Muslim.

Terkait hal itu, Muslim mendesak Komisi I DPR RI untuk meminta keterangan KSAU terkait kasus itu. “Bisa saja dibentuk Pansus. Ini perlu Pansus kereta cepat termasuk masuknya warga China secara ilegal di Indonesia,” jelas Muslim.

Diberitakan sebelumnya, TNI AU menangkap tujuh pekerja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung karena tidak memiliki security clearance. Para pekerja itu menerobos masuk Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. TNI AU sempat mencurigai para pekerja ini melakukan aksi mata-mata, karena dari 7 orang yang ditangkap lima di antaranya warga negara China.

Kecurigaan Adanya Penyusupan Intelijen China

Pekerja asal China yang tertangkap ketika masuk secara ilegal di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma harus mendapat sanksi hukum.

Penegasan itu disampaikan Mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo. “Pekerja ‘gelap’ dari China harus dikenai sanksi hukum, dan lalu dikembalikan ke negara China,” tegas Prabowo di akun Facebook.

Menurut Prabowo, terkait penyusupan warga negara China di Halim PK, bangsa Indonesia seharusnya belajar dari penyusupan intelijen Jepang sebelum menjajah Indonesia.

“Ingat, sebelum tentara kekaisaran Jepang berhasil menginvasi Hindia Belanda (Indonesia) di tahun 1942, jauh hari sebelumnya mereka mengirimkan intelijen militernya yang menyamar sebagai pekerja kasar,” tulis Prabowo.

Prabowo mengingatkan, bangsa Indonesia tidak boleh mengulangi kesalahan pada masa lalu.
“Jangan sampai kita sekarang ini mengulangi kebodohan pemerintah Hindia Belanda,” jelas Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan merilis klarifikasi terkait pekerja China yang menerobos kawasan Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam rilis yang disampaikan corporate communication KCIC Febrianto Arif Wibowo, dijelaskan bahwa dalam rangka proses pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, saat ini PT KCIC tidak memerintahkan kegiatan apapun di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Kedaulatan Negara Dijual Sebagai Komoditi Perniagaan?

Pekerja asal China yang masuk wilayah pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma secara ilegal merupakan bentuk pendudukan kedaulatan bangsa Indonesia oleh bangsa asing.

Penegasan itu disampaikan guru besar Universitas Indonesia Sri Edi Swasono (28/04). “Ini pendudukan wilayah RI oleh kekuatan asing,” tegas Sri Edi Swasono.

Menantu Bung Hatta ini menegaskan, masuknya pekerja asal China di Pangkalan TNI AU menjadi bukti bahwa kedaulatan negara sedang diperjualbelikan. “Halim bukan soal sepele, tetapi soal kedaulatan negara yang dijual-belikan sebagi komoditi perniagaan,” kata Sri Edi.

Soal tindakan tegas TNI AU yang menangkap pekerja China tersebut, Sri Edi mengapresiasi sikap KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna yang sangat tegas terhadap kasus ini. “Saya dan juga teman-teman KKR (Komite Kedaulatan Rakyat) sangan setuju dan bangga atas ketegasan dan kepemimpinan KSAU,” jelas Sri Edi.

“Kami menangkap tujuh orang tidak dikenal di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma yang sedang melakukan kegiatan pengeboran tanah. Kegiatan dilakukan tanpa seizin pihak Lanud. Karena memang itu lazimnya prosedur yang berlaku,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Wieko Sofyan (26/04).

Sofyan mengungkapkan, lima dari tujuh orang tersebut merupakan WNA asal China yang tidak dapat menunjukkan paspor dan identitas dirinya. Kelimanya merupakan pekerja dari PT Geo Central Mining, mitra dari PT Wika.

TNI AD Harus Ikuti TNI AU yang Berani ‘Melawan’ Jokowi

TNI Angkatan Darat (TNI AD) seharusnya mengikuti ketegasan TNI AU yang berani bersikap tegas terhadap Presiden Joko Widodo dengan menolak memberikan tanah milik TNI untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (12/02). “TNI AD harusnya mengikuti TNI AU yang sudah menyatakan sikap berbeda dengan penguasa. TNI AD itu tunduk pada negara bukan penguasa maupun investor. Kalau Jokowi meminta TNI AD membantu yang bukan bagiannya, harus menolak,” tegas Muslim Arbi.

Kata Muslim, TNI AD harus menunjukkan keberpihakan pada rakyat. “Jangan sampai TNI AD diobok-obok penguasa,” himbau Muslim.

Muslim mengatakan, sikap TNI AU terkait kereta cepat menjadi pukulan telak bagi Jokowi dan ‘pengikutnya’. “TNI AL juga harus bersikap juga sebagaimana TNI AU. TNI itu bagian dari rakyat,” pungkas Muslim.

Diberitakan media, rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mengundang penolakan banyak pihak. Salah satunya dari Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Agus Supriatna.

Berdasarkan dokumen yang beredar di kalangan wartawan, terkuak adanya surat B/65-09/32/16/Disfaskonau tertanggal 20 Januari 2016.

Dua lembar surat yang diteken KASAU ini, bertajuk Tanggapan atas pemanfaatan BMN (Barang Milik Negara) di Lanud Halim Perdanakusuma untuk pembangunan Kereta Cepat, ditujukan kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dalam surat ini, Marsekal Agus menyatakan penolakan keras atas rencana pembangunan stasiun kereta cepat (High Speed Train/HST) Jakarta-Bandung, serta stasiun LRT (Light Rail Transit) di Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Meski lokasi ini direkomendasikan Kementerian Pertahanan kepada Kementerian BUMN.

Alasan penolakan ini, karena Lanud Halim Perdanakusuma sebagai pangkalan militer merupakan obyek vital yang perlu mendapatkan pengamanan khusus. Untuk pelaksanaan tugas dan perannya dalam rangka operasi pertahanan udara dan penerbangan VVIP.

Intelijen RI Rapuh?

Insiden penangkapan lima warga negara asing asal China (26/04) di wilayah Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menunjukkan kepada publik bahwa intelijen Indonesia sangat lemah.

Pengasan itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (29/04). “Bolah saya boleh katakan intelijen kita kebobolan,” tegas Huda.

Huda mengungkapkan kegagalan intelijen mendeteksi masuknya warga asing di wilayah pertahanan TNI AU. “Huda mengatakan, pekerja China itu sudah berada di wilayah TNI AU sejak 22 April 2016. Tapi baru ditangkapnya tanggal 27 April 2016. Ini menunjukkan intelijen kita sangat rapuh sehingga tidak bisa mendeteksi warga asing yang masuki wilayah pertahanan TNI AU,” ungkap Huda.

Secara khusus Huda menyorot klaim “alih teknologi” dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Pekerja China ilegal yang masuk wilayah TNI AU membuktikan proyek kereta cepat hanya dikerjakan pekerja asal China. Indonesia dibohongi adanya alih teknologi,” papar Huda.

Penangkapan lima warga negara asing asal China (26/04) di wilayah Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma menjadi isu panas. Bahkan di sosial media hastag atau tanda pagar #ChinaLecehkanNKRI menjadi trending topic.

Belakangan, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Wieko Sofyan, membantah bahwa pekerja asal China tersebut anggota angkatan bersenjata China.

Menurut Wieko, tujuh orang yang diamankan tersebut merupakan pekerja PT Geo Central Mining (GCM). Perusahaan itu merupakan mitra PT Wijaya Karya (Wika), yang melakukan pengeboran di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Pertanyaan menarik dilontarkan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, soal identitas WNA China yang ditangkap TNI AU. “Yang pakai seragam tentara satu orang atau kelimanya? kalau semua pakai seragam tentara….kompak juga mereka #justsaying. 2 orang berpakaian mirip/sama dalam 1 kesempatan mungkin kebetulan. 5? – 5 WNA China yang ditangkap di Halim bukan Tentara,” tulis Hinca di akun Twitter .

Sumber

  • ^intelijen.co.id/ri-mulai-dikepung-intelijen-china-hastag-chinalecehkannkri-jadi-trending-topic
  • ^intelijen.co.id/hanya-di-era-jokowi-harga-diri-dan-kedaulatan-ri-diinjak-injak-china/
  • ^intelijen.co.id/prabowo-curigai-infiltran-halim-pk-penyusupan-intelijen-china-ini-alasannya/
  • ^intelijen.co.id/insinden-infiltrasi-halim-pk-guru-besar-ui-kedaulatan-negara-dijual-sebagai-komoditi-perniagaan/
  • ^intelijen.co.id/prabowo-curigai-infiltran-halim-pk-penyusupan-intelijen-china-ini-alasannya/
  • ^intelijen.co.id/insinden-infiltrasi-halim-pk-guru-besar-ui-kedaulatan-negara-dijual-sebagai-komoditi-perniagaan/
  • ^intelijen.co.id/wna-china-terobos-halim-pk-staf-khusus-menesdm-tiongkok-masuk-dibungkus-proyek/
  • ^intelijen.co.id/pengamat-tni-ad-harus-ikuti-tni-au-yang-berani-melawan-jokowi/
  • ^intelijen.co.id/125887-2/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s