Lanjutan Propaganda LGBT [bagian pertama]


Keterangan:

For this cause God gave them up unto vile affections: kalimat ini dibuang oleh Versi Queen James And likewise also the men, left of the natural use of the woman, burned in ritual lust, one toward another,”: kalimat yang baru ditambahkan oleh Versi Queen James

Sehingga Bible Versi Queen James berbunyi:

Their women did change their natural use into that which is against nature: And likewise also the men, left of the natural use of the woman, burned in ritual lust, one toward another,” Roma 1:26

Wanita-wanita mereka tidak lagi tertarik kepada laki-laki seperti yang lazimnya pada manusia, melainkan tertarik kepada sesama wanita, begitu juga para pria, meninggalkan kebiasaan kepada para wanita, terbakar dalam nafsu ritual satu sama lain.

Kita melihat bahwa ada perubahan yang signifikan dalam ayat ini . Para editor Bible Versi Queen James  yang tidak berani menyebutkan identitasnya itu tidak hanya menghapus beberapa kata ( dicoret ), tetapi juga menambahkan kata lebih banyak ( merah ), mereka juga memindah kata-kata dari ayat berikutnya ( v . 27 ) menjadi satu dalam ayat 26.

  • Kata Bible Tentang hubungan Sejenis

Pandangan Alkitab terhadap Homoseksual sebenarnya sangat jelas dan tegas, yaitu melarang dan melaknatnya. Perilaku Homoseksual dalam Alkitab untuk pertama kalinya dapat kita baca dalam Kejadian 19:4-5 dan perbuatan tersebut diganjar oleh Tuhan dengan menurukan dari langit berupa belerang dan api.

Tiba-tiba TUHAN menurunkan hujan belerang yang berapi atas Sodom dan Gomora. Kedua kota itu dihancurkan, juga seluruh lembah dan semua tumbuh-tumbuhan serta semua penduduk di situ.Kejadian 19 : 24-25.

Kebiasaan Merubah Al Kitab

Tambal sulam yang terjadi pada Bible Gay atau Queen James Version sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam dunia Alkitab, mereka sudah terbiasa melakukan haltersebut. Jika editor Bible Gay merubah Alkitab untuk misi Homosexual mereka, namun para pakar Alkitab kristen banyak melakukan perubahan demi keimanan dan doktri mereka, seperti mengganti panggilan  Sir atau Tuan pada Yesus menjadi Tuhan.

Dalam naskah Bible tertua Codex Sinaiticus, injil versi Yohanes 4:11 berbunyi

“The woman says to him: Sir, thou hast nothing to draw with, and the well is deep: whence hast thou the living water?”

  • Alkitab Klinkert 1863 berbunyi

Itoe perampoewan berkata padanja: Toewan! angkau trada satoe apa jang bolih diboewat timba, apa lagi ini soemoer dalem; dari manatah angkau dapet itoe† ajer jang hidoep?

  • Alkitab Terjemahan Baru

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?


Allah SWT berfirman,

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Baqarah 79) [4]


Apple & Line Sebarkan Propaganda LGBT


  • Apple Sebar Propaganda Homoseksual

image

Rusia menuding Apple mengkampanyekan propaganda homoseksual. Saat ini, kepolisian Rusia terus melakukan investigasi mendalam terkait hal tersebut.

Pemicunya adalah paket emoji yang tersemat pada sistem operasi Apple di tiap perangkatnya. Tepatnya paket emoji pada sistem operasi iOS 8.3 hingga yang teranyar.

Pada paket emoji, ada yang memperlihatkan dua orang sesama jenis saling bergandengan tangan. Ada pula emoji yang mengindikasikan sebuah keluarga pasangan sesama jenis bersama kedua anaknya.

Dilansir KompasTekno, Selasa (29/9/2015) dari CultofMac, jika tudingan propaganda Apple terbukti benar, Apple bisa dituntut hingga 1 juta rubel atau setara Rp 222 juta.

Tuntutan itu pertama kali dilayangkan oleh pengacara Rusia, Yaroslav Mikhailov. Selama masa investigasi tiga bulan, produk Apple dilarang masuk ke Rusia.

Diketahui, ini bukan kali pertama Apple mendapat tudingan terkait kampanye homoseksual. April lalu, politikus Rusia Alexander Starovoitov menuding Apple mendistribusikan konten pornografi gay.

Sebabnya, kala itu Apple memberikan promo pemberian album U2 bertajuk Songs of Innocence. Pada coveralbum, terpampang personel band Larry Mullen Jr memeluk anak lelakinya yang berumur 18 tahun. Anak tersebut tampak bertelanjang dada.

Isu LGBT di Rusia memang dikenal sensitif. Setelah CEO Apple Tim Cook menyatakan diri sebagai seorang gay, Rusia seakan paranoid dengan merek berlogo apel tergigit tersebut.

Para politikus tak hanya sepakat menetapkan pelarangan bagi Cook untuk bertandang ke Rusia. Pendiri Apple Steve Jobs juga kena dampaknya. Patung Jobs yang terpatri di Rusia sebagai bentuk penghormatan kini telah dicopot dan dijual. [5]

  • LINE Kampanyekan LGBT

Aa Gym Himbau Stop Gunakan LINE karena Kampanyekan LGBT

image

“Saya stop menggunakan LINE karena terang-terangan mempromosikan LGBT. Ayo pakai sosmed yang sehat saja,” kata Aa Gym. Pernyataan tegas Aa Gym tentu bukan tanpa alasan atau ikut-ikutan semata. LGBT jelas keharamannya dalam Al-Quran.

image

image

Dukungan terhadap pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Indonesia semakin marak. Salah satu pendukungnya adalah aplikasi chat bernamaLINE. Instant messaging itu dengan terang-terangan mengeluarkan stiker LGBT. Stiker tersebut bergambar dua orang sesama jenis yang sedang bermesraan.

Stiker tersebut menuai protes oleh para pengguna line. Protes tersebut disampaikan dengan berbagai cara. Ada yang melalui grup pesan instan, sosial media, media online, maupun media cetak dan televisi.

KH. Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym yang sedang menunaikan ibadah umrah pun turut angkat bicara melalui akun twitternya. “Saya stop menggunakan LINEkarena terang-terangan mempromosikan LGBT. Ayo pakai sosmed yang sehat saja,” tweet Aa Gym pada (10/2/2016).

Pernyataan tegas Aa Gym tentu bukan tanpa alasan atau ikut-ikutan semata. LGBT jelas keharamannya dalam Al-Quran. Salah satu azab Allah SWT paling dahsyat yang dikisahkan dalam Al-Quran, yaitu azab bagi kaum LGBT.

Umat Nabi Luth Alaihis Salam yang dzalim di Negeri Sodom itu dihancurkan dengan hujan batu, dan ditenggelamkan kotanya hingga ke dasar lautan. Kisah tersebut dapat dibaca dalam surah Al-Ankabut ayat 28 dan 31, surah Al-A’raf ayat 80 dan 81, surah Hud ayat 78, surah Asy-Syuara ayat 165 dan 166, surah An-Naml ayat 55, dan surah al-Ankabut ayat 29.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lelaki tidak boleh melihat Aurat lelaki. Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Lelaki tidak boleh berkumpul dengan lelaki dalam dalam satu kain. Perempuan juga tidak boleh berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi). [6]

C. PROPAGANDA LGBT DI INDONESIA & UPAYA-UPAYA PENOLAKAN

  • Propaganda LGBT di Indonesia

image

Waspadalah, Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender yang disingkat LGBT kini semakin meraja-lela.

Begitulah ungkapan Imam Besar FPI Habieb Rizieq di portal resminya habibriieq.com yang diunggah pada hari Sabtu, (30/1/2016).

Bahkan di Indonesia, LGBT kini sudah berani secara terang-terangan menggelar perkawinan sejenis. Dan aneka LSM Komprador yang jadi antek asing ramai-ramai membelanya atas nama anti diskriminasi.

“Para Penegak Hukum di Indonesia tidak berkutik di hadapan LGBT dengan alasan belum ada undang-undang atau peraturannya, sehingga tidak ada payung hukum untuk menindaknya.” ujarnya

LGBT dibela:

  1. Komnas HAM membela LGBT atas nama HAM.
  2. Liberal membela LGBT atas nama Kebebasan.
  3. Politisi membela LGBT atas nama Demokrasi.
  4. Budayawan membela LGBT atas nama Keragaman.
  5. Advokat membela LGBT atas nama Keadilan.
  6. Pengadilan membela LGBT atas nama Hukum.

Media cetak mau pun elektronik aktif menghadirkan LGBT dalam aneka acara dan kesempatan atas nama kemanusiaan.

Negara pun ikut-ikutan membela LGBT atas nama kemerdekaan. Tokoh Agama tidak mau ketinggalan membela LGBT atas nama toleransi.

  • Warna-Warni adalah Lambang LGBT:

LGBT membuat bendera warna-warni dengan gambar bulan bintang, untuk mengesankan bahwa Islam menghalalkan LGBT.

image

LGBT membuat gambar Masjid dengan dikelilingi warna-warni untuk mengesankan bahwa Masjid menerima kehadiran LGBT.

image

LGBT membuat gambar seorang ustadz dengan peci warna-warni untuk mengesankan bahwa para Ustadz sudah ridho dengan LGBT, bahkan sudah ada kalangan ustadz yang berasal dari kalangan LGBT.

image

LGBT menyebar foto pemuda-pemudi Islam, bahkan yang berjilbab sekali pun, sedang demo mendukung LGBT untuk mengesankan bahwa LGBT sudah menjadi bagian kehidupan pemuda pemudi Islam.

image

Innaa Lillaahi wa Innaa ilaihi Rooji’uun… [7]

  • Serbuan Virus LGBT

Sejak awal tahun 2000-an, serbuan virus LGBT mulai banyak menyerang negeri ini. Serbuan LGBT di negeri ini dilakukan secara akademik, politik dan sosial. Secara akademik, penyebaran ide LGBT di antaranya berlindung di balik kajian akademik. Banyak organisasi LGBT bergerak dari atau di kampus-kampus dan menyerukan ide LGBT melalui tulisan. Secara politik mereka melakukan gerakan politik: melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia, berusaha mempengaruhi berbagai kebijakan politik dan bekerjasama dengan berbagai lembaga khususnya lembaga yang bergerak di bidang advokasi dan HAM. Ada juga pertemuan 29 ahli HAM di UGM Yogyakarta pada tanggal 6-9 November di 2006 yang menghasilkan dokumen “Prinsip-prinsip Yogyakarta” (The Yogyakarta Principles). Dokumen tersebut berisi tentang Penerapan Hukum HAM Internasional dalam kaitannya dengan Orientasi Seksual dan Identitas Gender. Dokumen yang terdiri dari 29 prinsip itu juga disertai rekomendasi kepada Pemerintah, lembaga antar pemerintah daerah, masyarakat sipil dan PBB itu sendiri.

Secara sosial, propaganda LGBT diserukan dengan beragam cara dan sarana. Melalui organisasi peduli AIDS dilakukan advokasi dan konsultasi, film, aksi di lapangan, budaya, media massa dan sebagainya. Targetnya untuk menyebarkan ide LGBT dan mengubah sikap masyarakat agar toleran dan menerima perilaku LGBT. Di antaranya dinyatakan, LGBT hanya merupakan ekspresi seksual dan gender dari faktor gen, keturunan dan bawaan.

  • Bukan Bawaan

LGBT tidak terbukti secara ilmiah merupakan fenomena dari faktor gen. Kode gen “Xq28”. yang selama ini ditengarai sebagai gen pembawa kecenderungan fenotepe homoseksual, tidak terbukti mendasari sifat dari homoseksual.

Pada 1999, Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, Kanada, bersama timnya melakukan riset terkait hal itu. Hasil penelitian mereka mengungkap tidak adanya kaitan gen Xq28 yang dikatakan mendasari homoseksualitas pria. Penelitian juga dilakukan oleh Prof Alan Sanders dari Universitas Chicago, di tahun 1998-1999. Hasilnya juga tidak mendukung teori hubungan genetik pada homoseksualitas. Ruth Hubbard, seorang pengurus “The Council for Responsible Genetics” mengatakan, “Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks.”

Jadi, perilaku LGBT bukanlah karena faktor bawaan, bukan faktor keturunan. Perilaku LGBT bukan sesuatu yang “dipaksakan” sehingga tidak bisa ditolak atau harus diterima keberadaannya.

  • Dalih Kebebasan dan HAM

Penyebaran ide dan perilaku LGBT menggunakan dalih kebebasan dan HAM. LGBT dibenarkan dengan ide relativitas kebenaran dan moral. Intinya, tidak ada kebenaran tunggal yang mengikat semua orang. Kebenaran bersifat majemuk; bergantung individu, budaya dan konteks sosial tertentu. Semua orang harus toleran terhadap perbedaan ukuran moralitas serta ukuran benar dan salah menurut pihak lain. Karena itu, menurut ide ini perilaku LGBT tidak boleh dipandang sebagai perilaku menyimpang, tak bermoral dan abnormal. Menurut ide ini, LGBT hanya merupakan keberagaman orientasi seksual seperti halnya perbedaan suku, agama, ras dan budaya dalam masyarakat. Perilaku LGBT dianggap manusiawi dengan dalih tidak merugikan orang lain. Yang penting perilaku seksual yang terjadi aman, nyaman dan bertanggung jawab. Masyarakat lantas dituntut toleran terhadap perilaku menyimpang LGBT.

Selain itu setiap orang bebas untuk mengekspresikan diri, dan itu adalah bagian dari HAM. Dari sudut pandang kebebasan dan HAM, pelaku LGBT hanya mengekspresikan orientasi seksual dan identitas gender yang jadi pilihannya sebagai bagian dari hak asasinya. Berdasarkan dalih kebebasan dan HAM itu, penentangan atas perilaku LGBT kemudian dianggap sebagai pelanggaran HAM. [8]

  • Media Masa Punya Peran Membongkar LGBT di Indonesia

Makin merebak dan vulgarnya perilaku seks menyimpang LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) telah memunculkan kekhawatiran Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Mereka mendukung media massa yang membongkar merebaknya LGBT di kalangan generasi muda.

Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir mengatakan menjadi satu di antara banyak elemen masyarkat yang mendukung dan mengapresiasi langkah media massa membongkar merebaknya LGBT di kalangan generasi muda.

Menurut dia, sikap media massa mengangkat isu ini sudah tepat. Menurutnya, banyak kelompok masyarkat yang prihatin dan khawatir LGBT ini sudah menjadi kelaziman di tengah masyarakat. “Saya bangga dan apresiasi langkah media massa yang ingin membongkar ancaman LGBT ini di masyarakat Indonesia,” kata dia.

Perkembangan LGBT sudah sangat memprihatinkan. Kelompok pendukung dan pelaku LGBT ini sudah berani secara terang-terangan tampil di publik, bahkan sudah merambah ke dunia pendidikan dan generasi muda Indonesia.

“Apa yang diangkat media menguak ternyata LGBT itu telah menyebar dan menjadi ancaman, itu legal dan benar. Legal dan benar merujuk pada aturan moral, agama dan budaya keindonesiaan kita,” ujar dia. Bahtiar menilai memang tetap harus ada media yang berani melawan anti LGBT ini di tengah mulai tolerannya masyarakat perkotaan dan kelompok pendukung penyimpangan seksual ini.

Ia mengusulkan perlunya media mitra masyarakat, instansi agama dan pemerintah menguak kelompok-kelompok yang pro LGBT ini, yang kemudian dilaporkan agar ditindak secara moral atau pidana. “Kita mengapresiasi langkah tersebut, menjadikan masyarakat, orang tua dan pemerinth lebih waspada bahwa moral generasi muda harus terus dijaga lebih baik,” kata dia. [9]

UPAYA-UPAYA PENOLAKAN

image

  • DPR Minta KOMENKOMINFO Tutup Media Sosial Penyebar LGBT di Indonesia

Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono menegaskan, pemerintah harus bisa menindak tegas semua media sosial (Medsos), termasuk Line, yang menampilkan sticker yang dianggap mempromosikan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pemerintah, lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), diharapkan bisa menertibkan media sosia yang menyebarkan perilaku menyimpang tersebut.

”Kita negara beragama dan tidak mengakui adanya LGBT. Tentu itu pilihan dan hak asasi masing-masing, akan tetapi semua medsos wajib patuh aturan pemerintah,” kata Dave kepada wartawan di kompleks parlemen, Senaya, Jakarta Pusat.

Menurut Dave, hingga saat ini, Indonesia tidak pernah mengakui perilaku dan sikap LGBT. Untuk itu, pemerintah harus menegaskan sikap ini, terlebih, pengguna medsos rata-rata adalah anak-anak muda. Untuk itu, apa yang ditampilkan di medsos itu, baik bentuknya sticker ataupun icon, harus mencerminkan adat isitiadat dan tata krama Indonesia. “Aturan kita tidak mengakui akan sikap (LGBT) tersebut,” katanya.

Komisi I, ujar Dave, meminta kepada pemerintah lewat Kemenkominfo untuk menertibkan medsos atau perusahaan pengembang medsos, terutama Line, untuk berhenti mempromosikan perilaku LGBT. ”Pemerintah harus menegaskan dan menertibkan semua medsos untuk menghilangkan segala macam hal-hal yang mempromosikan LGBT, atau pun yang melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia,” kata Politisi asal Partai Golkar tersebut.

Kendati begitu, Dave mengakui, memang tentu ada mekanisme tersendiri terkait penertiban perusahaan pengembang Line. Pasalnya, perusahaan tersebut berbasis di luar negeri. Namun, sebagai awalan, Line diharapkan sudah bisa menarik sticker yang mempromosikan sikap dan perilaku LGBT.

”Mungkin tidak sampai ditutup, tapi paling tidak, Line harus menarik stiker itu, karena itu akan merusak generasi Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, aplikasi Line, menampilkan dan mencantulman stiker-stiker yang mempromosikan LGBT. Dalam salah satu bagian, yaituamstickers, ada sejumlah gambar dua orang pria yang berpelukan, dan bahkan berciuman. Gambar-gambar tersebut berada di sectionyang diberi judul Love is Love.

Tidak hanya Line, Facebook dan Whatsapp diketahui juga sempat mempromosikan sikap dan periaku LGBT melalui stiker-stiker dan icon-icon. [10]

  • Kaum Budha Indonesia Menolak LGBT

image

Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja mengatakan agama Buddha memandang perkawinan sejenis dan perilaku homoseksual sebagai tindakan yang tidak wajar dan menyimpang dari hukum alam.

“Memang larangan perilaku homoseksual tidak tercantum dalam sastra-sastra Buddha. Namun, hukum agama Buddha berdasarkan kepada kewajaran dan hukum alam,” kata Suhadi Sendjaja dihubungi di Jakarta, Jumat.

Karena itu, Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu itu mengatakan segala perilaku yang dilakukan di luar kewajaran bertentangan dengan ajaran Buddha. Buddha melihat segala sesuatu harus kembali kepada hukum alam.

Tentang perkawinan sejenis dan perilaku homoseksual, Suhadi mengatakan hukum alam mengenal ada beberapa cara bereproduksi seperti bertelur atau melalui pembuahan sel telur oleh sperma.

“Menurut hukum alam, perkawinan itu dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Karena itu, Buddha menolak perkawinan sejenis, baik antara laki-laki dengan laki-laki maupun antara perempuan dengan perempuan,” tutur Wakil Ketua Widyasabha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu.

Isu homoseksualitas mengemuka setelah Amerika Serikat melegalkan perkawinan sesama jenis di seluruh negara bagian. Pelegalan itu dianggap sebagai kemenangan oleh kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan para pendukungnya.

Salah satu bentuk euforia terhadap pelegalan itu adalah pemasangan warna-warni pelangi pada foto profil media sosial dan tanda pagar #LovesWin. Euforia serupa juga dilakukan sebagian pengguna media sosial di Indonesia.

Kalangan agamawan di Indonesia menolak pelegalan tersebut dan menilai bahwa keputusan pemerintah Amerika Serikat tersebut lebih disebabkan faktor politis.

Pemerintah yang berkuasa saat ini, Presiden Barrack Obama, berasal dari Partai Demokrat yang dinilai lebih liberal dan sejak semula mendukung kelompok LGBT. Dalam kampanye, Obama juga menyatakan akan melegalkan perkawinan sejenis.

Sikap Partai Demokrat itu bertolak belakang dengan Partai Republik yang lebih konservatif dan dinilai menjunjung norma. Partai Republik, yang banyak mendapat dukungan kelompok Kristen, menolak perkawinan sejenis.

Perbedaan sikap kedua partai itu juga ditunjukkan dalam isu aborsi.

Partai Demokrat bersikap “pro-choice” dengan mendukung diperbolehkannya aborsi, sedangkan Partai Republik bersikap “pro-life” dengan menolak aborsi tanpa alasan medis yang bisa diterima. [11]

  • Ulama dan Umara Harus Tegas Sikapi Perilaku LGBT

Sekarang eranya semua orang berkomentar tanpa ilmu dalam lingkup agama. Padahal untuk urusan dalam beragama, yang menentukan halal dan haram bukan pakar psikologi, tetapi para ulama,” cetus Bendri.

“Jika ada psikolog berbicara mengenai sebuah fatwa, jangan didengarkan. Mereka nggak memiliki kapasitas menfatwakan antara halal dan haram. Untuk itu, umara’ (pemerintah,red) harus menggandeng tangan dengan para ulama,” imbuh Bendri.

Bendri menegaskan bahwa kebijakan pemerintah itu akan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’alajika selalu bertanya atau meminta persetujuan kepada para ulama.

“Untuk itu saya mengusulkan gedung MUI itu seharusnya di sebelah Istana Negara, agar bisa menjadi simbol bahwa MUI bertugas mengawal umara,” cetus Bendri.

Selain itu, Bendri menyampaikan bahwa sejatinya yang dimaksud badan legislatif itu adalah MUI, bukan dewan perwakilan rakyat (DPR). Sebab, menurutnya, DPR sebagai badan legislatif tidak melihat halal dan haram, atau dzalim dan tidak, dalam menetapkan sebuah kebijakan. Tetapi, ulama yang bisa memutuskan itu.

“Untuk itu, antara ulama dan umara’ harus tegas menyikapi virus LGBT ini agar bangsa dan negara ini tidak mengalami kehancuran. Kehancuran apa yang tidak kita lihat saat ini? Ekonomi rusak, remaja kita rusak. Lantas apa mau ditambah semakin rusak lagi dengan perilaku LGBT?” pungkas Bendri. [12]

D. PANDANGAN ISLAM & SOLUSI TENTANG LGBT

  • Mempromosikan Homoseksual Adalah Haram

image

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI, Teungku Zulkarnain, melarang pihak-pihak yang membuat, menyampaikan, dan menggunakan emoticon atau stiker bernuansa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“Kalau homoseksual haram, mempromosikannya juga haram,” katanya kepada Republika.co.id, di Jakarta.

Sebaliknya, ia menambahkan, jika shalat itu wajib, dengan mempromosikannya adalah sebuah kebaikan. Selain melanggar norma agama, perilaku LGBT juga melanggar hukum di Indonesia.

Ia menjelaskan, LGBT juga melanggar Pasal 29 ayat 2 UUD 45, yakni negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Sedangkan di UUD 1945 Pasal 29 ayat 1, negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

  • “Apa agama yang membolehkan LGBT itu? Itu merusak agama,” katanya menegaskan.

Zulkarnain mengingatkan, Indonesia adalah negara religius dan perilaku LGBT dapat merusak. Apalagi, Islam melarang dengan keras adanya homoseksual dan perzinaan. [13]

  • LGBT Adalah Penyakit Jiwa yang Membahayakan Kemanusiaan

LGBT menginginkan keadilan dan kesetaraan gender. Istilah gender digunakan untuk mengalihkan pembagian jenis kelamin menjadi LGBT. Kaum LGBT berani menentang ciptaan Allah Swt  hanya untuk mengikuti nafsu syahwat dan akalnya semata.

Padahal, interaksi antara pria dan wanita tidak hanya melulu masalah seks. Allah  menciptakan pria dan wanita, rasa tertarik antarlawan jenis, sampai syariat pernikahan (QS An Nisa: 1 dan An Nahl: 72). Allah Swt  menyiapkan wanita berbeda fisiologis dengan pria agar bisa hamil, melahirkan dan menyusui.  Muncullah rasa kebapakan, keibuan, ke-anak-an, ke-paman-an, kekakek-an, ke-tante-an, ke-cucu-an, ke-kakak-an, ke-adik-an. Juga masalah nasab, nafkah, pendidikan, silaturrahmi, warisan, dll.

LGBT menyebabkan wanita mengabaikan pernikahan dan menganggap kehidupan pernikahan adalah beban yang mengurangi kebebasan. Melahirkan anak dianggap masalah. Jika LGBT dilegalkan dan banyak orang yang melakukan pernikahan sejenis, maka kelahiran generasi baru terancam. Lost generation!

Pria yang biseksual, berhasrat pada wanita dan sekaligus pada pria, kehidupan rumah tangganya menjadi neraka. Di satu sisi dia bisa jadi suami dari istrinya di rumah, tapi di tempat lain dia juga menjalani kehidupan sebagai gay, atau  sebaliknya.

Transgender lebih susah lagi hidupnya. Aturan Islam ada yang bersifat universal, dan ada yang bersifat khusus bagi pria atau wanita saja.  Misalnya masalah aurat, busana, tugas suami, tugas wanita, dan kewajiban khusus lainnya. Mungkin mereka akan memaksakan diri sesuai kemauan mereka. Tetapi bagaimana dengan kita yang berinteraksi dengan mereka, jika dikaitkan dengan batasan pergaulan antar lawan jenis. Terjadilah penipuan publik.  Kita wajib memandang mereka sesuai dengan penciptaanNya, tetapi penampilan mereka sebaliknya.

Kerusakan masyarakat juga bertambah parah.  Maksiyat yang mereka lakukan tidak terlihat publik, karena mereka sesama jenis. Terjadilah penyakit kelamin yang tidak dapat diobati seperti AIDS/HIV. LGBT adalah penyakit jiwa yang sangat berbahaya, karena merusak wanita, keluarga dan generasi penerus.

  • Metode Rasulullah Saw Mencegah LGBT

Islam memiliki cara efektif untuk mencegah dan menghilangkan masalah LGBT. Islam tegas menyatakan bahwa LGBT adalah dosa dan kejahatan yang besar di sisi Allah, bahkan tidak pernah terjadi di dunia hewan sekalipun. LGBT termasuk perkara pidana mati.

Mulai dari memberi nama anak yang menunjukkan identitas agama ataupun jenis kelamin. Ulama mencela penggunaan nama yang terkesan lembut bagi anak lelaki.

Anak tahu batasan aurat, cara berpakaian dan berhias, hak-hak dan kewajiban masing-masing. Pria dilarang untuk menyerupai suara, cara berjalan, dan seluruh gerak-gerik wanita, demikian juga sebaliknya. “Nabi Saw melaknati pria yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai pria dan beliau bersabda: Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian”(Muttafaqun’alaih).

“Diharamkan pakaian sutra dan perhiasan emas atas kaum pria dari umatku dan dihalalkan atas kaum wanita mereka” (HR At Tirmizy, An Nasa’i)

Ibnul Qayyim menyatakan, biasanya orang yang mengenakan perhiasan emas atau pakaian sutra berperilaku menyerupai wanita. Lama kelamaan, kedua hal ini akan melunturkan kejantanan pria yang mengenakannya, hingga akhirnya sirna dan berubah menjadi banci.

  • Ketika sholat, pria dilarang menyerupai wanita.

“Wahai sahabatku, mengapa ketika mendapatkan sesuatu ketika sedang sholat kalian bertepuk tangan. Sesungguhnya tepuk tangan hanya dibolehkan bagi kaum wanita. Barang siapa (dari kaum pria) mendapatkan sesuatu ketika sedang sholat, hendaknya ia mengucapkan: “Subhanallah”” (Muttafaqun ‘alaih).

Ada seorang wanita yang menyodorkan secarik surat kepada Rasulullah Saw dari balik tabir. Nabi pun melihat tangannya, dan beliau bersabda:

“Aku tidak tahu, apakah ini tangan seorang pria atau wanita?” Wanita itu berkata: Ini adalah tangan wanita. Rasulullah Saw bersabda, “Andai engkau benar-benar wanita, niscaya engkau telah mewarnai kukumu dengan hina’” (HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i).

Seorang pria bertanya kepada Rasulullah Saw: Apakah kita diwajibkan berwudlu karena memakan daging kambing? Beliau menjawab: Engkau boleh berwudlu, dan boleh untuk tidak berwudlu”. Pria itu kembali bertanya: Apakah kita wajib berwudlu karena memakan daging onta? Beliau menjawab: “Ya, berwudlulah engkau karena memakan daging onta” (HR Muslim).

Ibnu Taimiyyah berkata:

“Orang yang berwudlu seusai memakan daging onta akan terhindar dari pengaruh sifat hasad dan berjiwa kaku, yang biasa menimpa orang yang hobi memakannya, seperti yang dialami orang pedalaman.

Sabda Nabi Saw:

“Sesungguhnya perangai kasar dan berjiwa kaku biasanya ada pada orang pedalaman, para pemelihara onta, sedangkan lemah-lembut biasanya ada pada para pemelihara kambing” (HR Bukhori Muslim).  

Ibnu Sirin berkata,

“Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan keledai.”

Rasulullah Saw bersabda:

”Tidaklah ada seorang yang dilahirkan melainkan dalam keadaan fitrah (muslim).  Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi. Perumpamaannya bagaikan seekor binatang yang dilahirkan dalam keadaan utuh anggota badannya, nah apakah kalian mendapatkan padanya hidung yang dipotong?” (Muttafaqun ‘alaih).

Orang tua harus memelihara keterbukaan dalam komunikasi dengan anak-anaknya.  Orangtua harus mengetahui siapa teman anaknya.

Bedakan jenis permainan menurut jenis kelamin. Boneka dapat memupuk subur kepribadian anak wanita. Pria dilatih berenang, berkuda dan memanah.

Anak laki-laki dididik dengan sifat berani, bertanggungjawab, gagah, ksatria, jujur, tidak mudah putus asa dan pantang menyerah, bekerja keras dan sungguh-sungguh. Anak wanita, memiliki naluri keibuan, lebih ingin disayangi, dikasihi, dilindungi, dan diperhatikan. Mereka dididik dengan sifat: sabar, taat, tidak mudah mengeluh dan penyayang terhadap yang lainnya, lembut hati, tutur kata baik, tingkah laku sopan. Dia bisa bercermin pada ibu yang telah melahirkannya, menyusuinya, menyapihnya, dan membesarkannya.


Selanjutnya: Propaganda LGBT [bagian 3]

Iklan

2 responses »

  1. […] Lanjutan Propaganda LGBT [bagian 2] […]

    Suka

  2. […] Selanjutnya, Propaganda LGBT [bagian 2] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s