Lanjutan dari: Kasus Rekayasa JIS, Tumbalkan Rakyat Kecil


Dimana hukum Indonesia tajam kebawah dan tumpul keatas, dimana perlakuan yang adil tidak berlaku kepada para cleaners yang pernah bekerja di JIS (Jakarta International School). mereka disiksa dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan sama sekali. hanya karena sang pelapor memiliki hubungan kekerabatan dengan seorang pejabat di kepolisian sana.

dipukuli dan disiksa pada saat masih berstatus masih menjadi saksi bukan tersangka. usut tuntas kriminalisasi kasus ini, bebaskan para cleaners dari segala macam tuduhan dan berikan hukuman yang setimpal kepada para pemfitnah termasuk kepada para polisi yang menyiksa para cleaners pada saat mereka masih berstatus saksi.

Setelah Investigasi @kurawa, 31.000 Netizen Tuntut Pengusutan Kasus JIS

timeline pegiat Twitter @kurawa menghadirkan sebuah kultwit panjang mengenai investigasi yang dilakukannya mengusut kasus JIS (Jakarta International School).

Kriminalisasi-JIS

Ada banyak hal baru yang nampaknya belum banyak diketahui masyarakat mengenai asal-usul kasus tersebut hingga dipenjarakannya 4 cleaners termasuk 1 orang yang sudah meninggal dunia, dan 2 orang guru JIS. Bagi yang sering mengikuti kultwit akun @kurawa, ini adalah serial terpanjang selain kasus pembunuhan model cantik asal Bandung, Sisca Yofie.

Berdasarkan penelusurannya sendiri, disertai bukti-bukti yang ia dapatkan, @kurawa yakin bahwa para cleanersyang kini mendekam di balik jeruji besi tidaklah bersalah. Penuntut atas kasus tersebut yaitu Ibu Theresia, diduga hanya mengincar uang tuntutan sebesar 125 juta dolar yang ditujukan kepada pihak JIS.

Setelah kultwit panjang tersebut diposting di Kaskus dan cukup banyak disebarkan oleh pengguna Twitter, kini petisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut juga mulai bergulir. Hingga saat ini (26-4-16) setidaknya sudah ada 31.000 orang yang menandatangai petisi berjudul “Usut tuntas Kriminalisasi kasus JIS (Jakarta International School)” itu.

Kematian Azwar Bukti Penyidikan Kasus JIS Bermasalah

Kematian tersangka pencabulan siswa Jakarta International School (JIS) Azwar pada 2014 menandakan penyidikan kasus tersebut oleh Polda Metro Jaya bermasalah.

Pasalnya, Azwar yang dinilai Kepolisian tewas akibat bunuh diri di kamar mandi Rutan Polda Metro tidak diotopsi padahal di sekujur tubuhnya ditemukan luka memar.

“Banyak kejanggalan yang terjadi selama proses hukumnya,” ujar peneliti PSHK Miko Susanto Ginting, di Jakarta, Jumat (15/4).

Azwar yang disangka selaku pekerja kebersihan di JIS diyakini mengalami siksaan fisik saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro sebab, dari sejumlah foto yang beredar terdapat luka di wajah almarhum yang menunjukan terjadinya kekerasan.

“Dari foto-foto yang beredar, wajah Azwar telihat penuh luka tanda adanya kekerasan. Namun penyebab kematian Azwar hingga kini masih gelap lantaran otopsi tidak pernah dilakukan,” katanya.

Kejanggalan dalam kasus Azwar serta para petugas kebersihan JIS terlihat dari awal penyidikan dimana yang bersangkutan ditangkap oleh kepala keamanan JIS bukan oleh polisi secara langsung. Kemudian tidak ada bantuan hukum terhadap para tersangka serta rekonstruksi kasus tidak disertai berita acara.

“Kasus JIS dengan tersangka pekerja kebersihan merupakan malicious prosecution atau investigasi dengan niat jahat atau niat buruk. Banyak kejanggalan yang terjadi selama proses hukumnya,” kata Miko.

Tiru Keluarga Siyono, Terdakwa Kasus JIS Minta Advokasi Muhammadiyah

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh siswa Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan menyeret sejumlah nama. Baik itu petugas kebersihan maupun guru.

Beberapa petugas kebersihan divonis hukuman penjara selama tujuh dan delapan tahun. Sementara untuk dua guru divonis 11 tahun penjara. Keluarga para terdakwa hingga kini tak yakin jika merekalah yang melakukan pelecehan seksual itu.

Mereka akhirnya meminta bantuan kepada tim dari PP Muhammadiyah. Alasannya, karena tim tersebut berhasil mengungkap adanya tindak kekerasan dalam kematian Siyono yang diduga dilakukan oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Atas dasar itulah, keluarga tersangka juga berani mengungkap adanya rekayasa dalam kasus kekerasan seksual di JIS.

“Sejak kasus ini muncul pada April 2014, tidak ada satu pun bukti yang bisa menunjukkan bahwa pekerja kebersihan telah melakukan tindak pidana yang dituduhkan,” ujar orangtua salah satu terdakwa, Zainal Abidin, Ali Subrata di Jakarta, Rabu, 27 April 2016.

Ali menjelaskan, proses pemeriksaan di polisi, diduga penuh dengan pemaksaan dan kekerasan. Bahkan salah satu pekerja kebersihan yaitu Azwar, tewas saat penyidikan di Polda Metro Jaya.

Seperti halnya kasus Siyono di Jawa Tengah, kematian Azwar juga penuh dengan keganjilan. Polisi dalam keterangannya menyebut Azwar tewas akibat minum cairan pembersih kamar mandi. Sementara wajah Azwar penuh luka lebam dan bibir pecah.

“Saya percaya bahwa rangkaian kejanggalan dalam penerapan hukum serta kematian Azwar yang tidak wajar adalah kunci utama untuk mengungkap ketidakadilan dalam kasus ini,” ucap Ali.

Menurut Ali, kasus JIS ini adalah bukti bahwa orang-orang kecil selalu dikorbankan untuk kepentingan uang dan orang kaya.

Istri salah satu terdakwa lainnya bernama Agun, Narti, menambahkan, sampai hari ini keluarga tetap yakin bahwa kasus JIS adalah rekayasa untuk kepentingan uang.

“Bukti-bukti yang ditunjukkan di persidangan dari semua rumah sakit tidak bilang anak itu korban sodomi. Kami mohon Muhammadiyah tidak hanya mengungkap kasus Siyono, kasus JIS ini juga sangat mengerikan bagi kami,” ujar  Narti.

Upaya tim dari PP Muhammadiyah dalam mengungkap dugaan tindak kekerasan di balik kematian terduga teroris asal Klaten, Siyono patut diapresiasi. Bahkan, hal tersebut menginspirasi para keluarga petugas kebersihan PTT ISS.

Mereka berharap PP Muhammadiyah berani mengungkap adanya dugaan rekayasa dalam kasus kekerasan seksual di Jakarta Intercultural School (JIS) yang menjadikan pekerja kebersihan tersebut mendekam di selama delapan tahun di penjara.

 
 

Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi untuk membantu gerakan pembebasan korban kasus kriminalisasi yang terjadi pada 6 cleaners dan 2 guru JIS, Teman-teman bisa mengunjungi website https://kitabisa.com

 

31_17054_1461856030_945999_f-1

BRING THE INNOCENTS BACK HOME (KASUS JIS 2014)

Bantu kami menggalang dana untuk membantu gerakan pembebasan korban kasus kriminalisasi yang terjadi pada 6 cleaners dan 2 guru JIS.

Rp. 56.794.410

terkumpul dari target Rp. 1.000.000.000
Screenshot_2016-05-02-20-32-38_1_1_1

Klik untuk melanjutkan

Screenshot_2016-05-02-20-32-38_1_1_2

Klik untuk membagikan opini ke facebook page kitabisa.com

Referensi

  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kasus_Pelecehan_Seksual_di_JIS
  • ^http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3049/1/pelecehan.anak.tk.di.jis
  • ^http://m.merdeka.com/tag/p/matcont-pelecehan-seksual-di-jis/index45.html
  • ^http://m.liputan6.com/tag/jishttp://metro.sindonews.com/topic/1806/kejahatan-seksual-di-jis
  • ^http://m.tribunnews.com/tag/jakarta-international-school-jis
  • ^https://m.tempo.co/read/news/2016/04/14/063762742/kontras-dan-pakar-hukum-beberkan-kejanggalan-kasus-jis
  • ^https://m.tempo.co/read/news/2016/04/14/109762675/kontras-luncurkan-buku-tentang-kasus-jis
  • ^http://m.antaranews.com/berita/558196/polri-silakan-lapor-terkait-kejanggalan-kasus-jis
  • ^https://www.change.org/p/usut-tuntas-kriminalisasi-kasus-jis-jakarta-international-school
  • ^http://m.kaskus.co.id/thread/5714b6a594786844608b4567/hot-news-investigasi-kurawa-quotkriminalisasi-kasus-jisquot
  • ^http://sp.beritasatu.com/nasional/kematian-azwar-bukti-penyidikan-kasus-jis-bermasalah/113623
  • ^http://ehloo.com/fikaar/setelah-investigasi-kurawa-31-000-netizen-tuntut-pengusutan-kasus-jis-6969
  • ^http://sangpencerah.com/2016/04/tiru-keluarga-siyono-terdakwa-kasus-jis-minta-advokasi-muhammadiyah.html
  • ^http://m.okezone.com/read/2016/04/26/338/1373428/kasus-jis-dinilai-janggal-dan-sarat-rekayasa
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s