Abdurrahman Wahid, Tokoh Muslim Zionis di Indonesia

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya jika teman-teman membaca artikel sebelumnya:

Dengan jatuhnya Orde Baru, Abdurrahman Wahid berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Israel namun ia dilengserkan dari jabatannya pada bulan Agustus 2001 dan tidak ada upaya yang dipertahankan untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Israel. Abdurrahman Wahid, presiden Indonesia dari tahun 1999 sampai 2001, dikritik karena pandangan pro-Israelnya tersebut. Wahid tergerak untuk membangun hubungan diplomatik dan komersial dengan Israel, dan telah mengunjungi Israel sebanyak enam kali. Dalam sebuah wawancara tahun 2002 kepada ABC, Wahid mengatakan bahwa dunia Islam harus mulai mengenali dan mengakui hak Israel untuk berdiri dan berkembang. Ia melanjutkan, “Aku pikir umat Muslim itu rasional dan kerasionalan menyatakan demikian”.

Dalam sebuah wawancara tahun 2004 kepada sebuah surat kabar Israel, ia berkata mengenai persahatannya dengan Israel, hal tersebut digambarkan sebagai “sesuatu yang tidak biasa untuk seorang pemimpin Islam”. Wahid melanjutkan, “Saya pikir ada sebuah persepsi buruk pada Islam dalam perselisihan dengan Israel. Ini disebabkan oleh propaganda Arab. Israel memiliki sebuah reputasi untuk sebuah negara dengan sebuah penghormatan tinggi untuk Allah dan agama — sehingga tidak ada alasan yang mereka dapat untuk melawan Israel.

Menurut Wahid, “Israel adalah sebuah demokrasi dalam sebuah laut kesalahpahaman”

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid (flickr.com)

Abdurrahman Wahid (flickr.com)

Presiden Indonesia ke-4
Masa jabatan
20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001 (1 tahun)
Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri
Didahului oleh Bacharuddin Jusuf Habibie
Digantikan oleh Megawati Soekarnoputri
Informasi Pribadi
Lahir 7 September 1940
Jombang, Jawa Timur, Hindia-Belanda
Meninggal 30 Desember 2009 (umur 69)
Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Partai politik PKB
Suami/istri Sinta Nuriyah
Anak Alissa Qotrunnada
Zannuba Ariffah Chafsoh
Anita Hayatunnufus
Inayah Wulandari
Agama Islam
Tanda tangan  Sign_Abdurrahman_Wahid_new
Media sosial
Situs web www.gusdur.net

Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur (lahir di Jombang,Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun) adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden B.J. Habibie setelah dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sahabat Gus Dur, Tokoh Yahudi Indonesia

Gus Dur selama hidupnya memiliki seorang sahabat keturunan Yahudi (dipanggil dengan sebutan Pak Yan). Cerita Persahabatan Gus Dur dengan Tokoh Yahudi di tulis oleh Monique Rijkers di kompasiana.com tgl 9 Oktober 2015, dan berikut selengkapnya lengkapnya:

Kompasiana.com – Sahabat Gus Dur, Sang Tokoh Yahudi Indonesia
Mungkin belum banyak orang mengetahui sahabat Gus Dur ini. Dia adalah seorang pria keturunan Yahudi, yang menjadi pemimpin komunitas Yahudi di Indonesia di masa hidupnya. Saya menemui sahabat Gus Dur ini tahun 2012 silam. Menurut Pak Yan, begitu saya memanggilnya, perkenalannya dengan Gus Dur terjadi di Pujon, Malang. Pertemuan demi pertemuan merekatkan keduanya. “Gus Dur sering main ke rumah saya,” ujar Pak Yan.

myrepro.wordpress.com via kompasiana

myrepro.wordpress.com via kompasiana

Dari foto-foto yang diperlihatkan oleh Pak Yan, saya sangat suka melihat foto Gus Dur berjalan kaki dengan Pak Yan. Gus Dur muda menenteng jasnya. Menurut Pak Yan, foto kebanggaannya ini berlokasi di Tel Aviv, Israel. Di rumah Pak Yan di Bekasi, sebuah lukisan dari foto tersebut dipajang di ruang tamu.  Dari foto pula, kita mendapat gambaran kedekatan keduanya yang melampaui diri mereka sendiri. Dalam sebuah foto, terlihat keluarga Gus Dur berpose bersama keluarga Pak Yan beserta keluarganya saat mereka berlibur di luar negeri (Pak Yan menyebut nama negaranya). Kala itu Gus Dur dan Bu Shinta bersama anak-anak yang masih belia. Mbak Yenny pun belum berkerudung.

myrepro.wordpress.com via kompasiana

myrepro.wordpress.com via kompasiana

Saya yakin Gus Dur yang humoris, pasti sering bercanda dengan sahabatnya ini. Salah satu foto memperlihatkan ketika keduanya tertawa bersama.   Sepertinya Pak Yan dan Gus Dur kerap bepergian bersama hingga ke luar Indonesia. Pak Yan mengaku mengajak Gus Dur ke Belanda. “Dia naik sepeda dengan aku. Dia bisa naik sepeda ya,” tutur Pak Yan. Keduanya berada di Belanda karena Gus Dur meminta pertolongan Pak Yan untuk mempertemukan dengan seorang dari Kerajaan Kuwait (nama ada pada saya). Pak Yan mengurus pertemuan tersebut dan mengatur pertemuan di Belanda. Selama di Belanda, mereka kerap bersepeda bersama, berdiskusi dan tertawa sampai air mata keluar. Selain mempertemukan dengan orang Kerajaan Kuwait itu, dari foto-foto yang lain, ada beberapa tamu dari luar negeri yang juga bertemu Gus Dur atas peran Pak Yan. Salah satu foto yang saya peroleh adalah pertemuan dengan Presiden Israel periode 2000-2007 Moshe Katzav, seorang Yahudi kelahiran Iran.

Pak Yan tidak memanggil Gus Dur dengan sapaan “Gus Dur” melainkan “Wahid” karena baginya Gus Dur adalah “nomor satu.” Sejak lama, Pak Yan sering berkata kepada Gus Dur bahwa ia akan menjadi Presiden Indonesia suatu saat nanti. “Dia (Gus Dur) berpikir, you are joking, tidak mungkin! Hari ketiga dia jadi presiden, beliau dateng ke rumah aku. Kita celebrate bareng, padahal aku tinggal di rumah yang sangat sederhana,” cerita Pak Yan.  Saat saya bertemu Pak Yan, Pak Yan mengundang adik Gus Dur Ibu Lily Wahid untuk mengonfirmasikan kebenaran ceritanya. Bu Lily berkata, “Jauh sebelum jadi presiden, mereka sudah bersahabat bareng-bareng, sampai jadi presiden. Mereka sudah ke Spain (Spanyol), Portugal. Saya pikir ya Pak Iyan (Bu Lily menyebutnya Iyan) sampai sekarang masih sayang sama Gus Dur. Jadi memang saya pikir ada sebuah hubungan dari hati ke hati yang kadang ngga bisa kita mengerti ya…., bisa sedekat itu.”        

myrepro.wordpress.com via kompasiana

myrepro.wordpress.com via kompasiana

Salah satu media di Indonesia menyebut Pak Yan sebagai salah satu tokoh komunitas Yahudi di Indonesia. Ketika Pak Yan meninggal dunia (kembali kepada Elohim), sebuah berita pendek dituliskan. Kedua orang tokoh bagi agamanya masing-masing ini berhasil menunjukkan keampuhan persahabatan mereka yang mendobrak sekat-sekat antar agama. Meski keduanya telah tiada, namun warisan “kisah” yang mereka tinggalkan semoga dapat menginspirasi.

Gus Dur Mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 Untuk Mencabut Keppres Nomor 264 tahun 1962

Screenshot dari Katalog Perpres-Keppres-Inpres dari Tahun ... - Kementerian Dalam Negeri. (kemendagri.go.id)

Screenshot dari Katalog Perpres-Keppres-Inpres dari – Kementerian Dalam Negeri. (kemendagri.go.id)

Saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden, Gus Dur mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000 untuk mencabut keppres no. 264 tahun 1962. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia. Wajar saja jika orang ini disebut sebagai pelayan zionis. Berikut isinya:

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 69 TAHUN 2000

TENTANG

PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962 TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMOKRASI, ROTARY CLUB, DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMETSELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA), MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ANCIENT MYSTICAL ORGANIZATION OF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA’I

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

Menimbang:

bahwa pembentukan organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan pada hakekatnya merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia;

bahwa larangan terhadap organisasi-organisasi sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962, dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip demokrasi;

bahwa meskipun dalam kenyataannya Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 sudah tidak efektif lagi, namun untuk lebih memberikan kepastian hukum perlu secara tegas mencabut Keputusan Presiden tersebut;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, b, dan huruf c di atas, maka dipandang perlu untuk mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962;

 

Mengingat:

Pasa1 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886).

 

MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan:

PENCABUTAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 264 TAHUN 1962 TENTANG LARANGAN ADANYA ORGANISASI LIGA DEMOKRASI, ROTARY CLUB, DIVINE LIFE SOCIETY, VRIJMETSELAREN-LOGE (LOGE AGUNG INDONESIA), MORAL REARMAMENT MOVEMENT, ACIENT MYSTICAL ORGANIZATION OF ROSI CRUCIANS (AMORC), DAN ORGANISASI BAHA'I

 

Pasal 1

Mencabut Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962 tentang Larangan Adanya Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia), Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i.

 

Pasal 2

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

 

Ditetapkan Di Jakarta,

Pada Tanggal 23 Mei 2000

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.

ABDURRAHMAN WAHID

Buku “Al-Qur’an Dihina Gusdur”

Karya: Hartono Ahmad Jaiz

11280856-1

(kaskus.co.id)

Pemicu buku ini terbit adalah karena pada saat itu sedang hebohnya pernyataan mendiang Gus Dur yang menyatakan bahwa kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Qur’an. Kala itu, banyak pihak yang menentang dan membantah pernyataan Gus Dur, di antara mereka ada Hartono Ahmad Jaiz yang memilih media buku dalam berpartisipasi membantah pernyataan tersebut. Buku ini terbit relatif cepat, sekitar dua bulan setelah dipublikasikannya pernyataan Gus Dur di website islamlib.com

Penulis memulai pembahasan buku ini dengan tema yang tepat, yaitu definisi, penulis membahas definisi Al-Qur’an, definisi porno, dan ayat Al-Qur’an tentang menyusui anak.

Setelah itu penulis mengutip keseluruhan artikel wawancara Gus Dur dengan islamlib, yang tentu di dalam wawancara tersebut ada pernyataan Gus Dur heboh yang menjadi inti pembahasan yang dibantah.

Pada bab selanjutnya penulis mengomentari secara singkat beberapa pernyataan Gus Dur yang ada pada wawancara tersebut, bukan hanya tentang pernyataan yang heboh tersebut, tapi juga pernyataan lain yang penulis anggap perlu dikomentari/dibantah.

Bab selanjutnya adalah inti buku ini yaitu pembahasan secara detil tentang Gus Dur menghina Al-Qur’an. Lalu pada bagian terakhir penulis menyertakan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan mengolok-ngolok Islam.

Buku ini layak dibaca terutama yang ingin mengetahui keseluruhan isi wawancara Gus Dur, dan bagaimana pendapat penulis yang termasuk orang-orang yang berbeda pendapat dengan Gus Dur, khususnya dalam pembahasan Al-Qur’an yang dihina Gus Dur.

 

Book Details
  • Paperback, Cetakan ketiga, 112 pages
  • Published 2006 by Hujjah Press
ISBN

9792881022

(ISBN13: 9789792881022)

Edition Language Indonesian

Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja! – wawancara abdurrahman yang dimuat di situs JIL

wawancara abdurrahman yang dimuat di situs JIL (Jaringan Islam Liberal) islamlib.com yang berjudul “Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja!” (10/04/2006). Dalam wawancara itu abdurrahman menghina Al-Qur’an secara terang-terangan. Di antaranya terdapat dalam tanya jawab sebagai berikut:

JIL:

Gus, ada yang bilang kalau kelompok-kelompok penentang RUU APP ini bukan kelompok  Islam, karena katanya kelompok ini memiliki kitab suci yang porno?

Gus Dur:

Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Alqur’an, ha-ha-ha.. (tertawa terkekeh-kekeh).

JIL:

Maksudnya?

Gus Dur:

Loh, jelas kelihatan sekali. Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha’


Oleh karena itu, penghinaan terhadap Al-Qur’an ini perlu ditanggapi. Sekaligus dalam tanggapan ini mengingatkan, agarabdurrahman (semoga saja dia sempat tobat sebelum meninggal) dan pendukungnya yang telah menghina Al-Qur’an itu bertaubat sebelum ajal sampai kepada mereka (kecuali abdurrahman karena sudah meninggal).

Bukti-Bukti Abdurrahman Wahid Membela Yahudi

Selain berdahabat dengan tokoh Yahudi, mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000 untuk mencabut Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary, dan Baha’isme, dan selain beredarnya buku berjudul Al-Qur’an Dihina Gusdur” yang merupakan respon dari waeancara Gusdur dengan JIL, berikut dibawah ini bukti-bukti lain yang menguatkan bahwa Gus Dur sangat membela kepentingan Yahudi.

  • 1. Gus Dur Menyalahkan Hamas soal serangan Israel ke Gaza

“Saya sudah tahu perang ini pasti akan berlangsung dari dulu. Pertama, disebabkan oleh Hamas yang mendapatkan pasokan senjata dari Rusia, Iran, Tunisia dan Suriah untuk menyerang Israel. Selama itu terjadi, Israel akan terus menyerang warga Palestina di Gaza,” kata Gus Dur (inilah.com)

  • 2. Gus Dur Menyatakaan Palestina Bukan Urusan Islam

“Beberapa orang mencoba menarik-narik ke arah itu (agama), tetapi kita tidak bisa ditipu terus-terusan,” ujar Gus Dur . (okezone.com)

  • 3. Gus Dur Akrab Berteman dengan Petinggi Israel

“Saya punya banyak teman di Israel, termasuk (mantan) Presiden Shimon Peres yang mengundang saya untuk menghadiri peringatan ini,” jelas Gusdur. (syabab.com)

  • 4. Gus Dur Mengajak Indonesia Mengakui kemerdekaan Israel

“Indonesia harus mengakui negara Israel untuk menghilangkan Indonesia anti Yahudi,” kata Gusdur. (syabab.com)

  • 5. Gus Dur Mendukung Obama yang Pro Israel

”Saya lebih senang Obama karena dia menyatakan perlunya perubahan. Kita perlu perubahan. Bagaimana perubahan itu, nanti kalau dia telah terpilih sebagai presiden,”

Dan kata Obama:

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” (syabab.com)

  • 6. Gus Dur Menerima Penghargaan Israel dan Turut Merayakan Kemerdekaan Penjajahan Israel

(abuelda.blogspot.sg)

(abuelda.blogspot.sg)

Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. (hidayatullah.com)

  • 7. Gus Dur Meremehkan Relawan Jihad Untuk Palestina

“Apa itu relawan? Berangkat saja belum tentu. Kalau berangkat, di sana mau apa?” ujar Gus Dur. (dakta.com)

  • 8. Gus Dur Menuduh Palestina Bohong

Wartawan: Bukan enggak bolehnya, tapi Israel itu kan menduduki wilayah Palestina. Kita kan solider dengan Palestina Gus Dur?

Gusdur: Ah, anda percaya pada propaganda orang Palestina.

Wartawan: Kalau pendudukan wilayah Palestina itu kan bukan propaganda, itu kan kenyataan Gus Dur?

Gusdur: Pendudukan Israel itu di mana ada pendudukan? Saya tanya. Ramallah dan lainnya tetap mereka di situ. Daerah-daerah suci tetap. Saya mau tanya pendudukan yang mana. Anda aja yang percaya, sendirian itu. Diomongin bohong-bohong kok mau aja.” (suaramuslim.com)

  • 9. Gus Dur Tidak Mendukung Palestina

Wartawan: Eropa aja solider dengan Palestina Gus Dur?

Gusdur: Iya, kalau bisa solider. Kadang-kadang enggak bisa juga disolideri. Saya enggak bisa punya solideritas dengan orang Palestina, sebab ngotot dia. (swaramuslim.com)

  • 10. Gus Dur Menyatakan Hanya Israel yang berhak Atas Yerussalem

Kedua, kata Gus Dur, adalah masalah pengakuan tempat. “Orang Arab bilang kalau Yerusalem adalah milik bertiga. Tapi, menurut orang Israel, Yerusalem adalah hanya milik mereka. Dan menurut saya, Yerusalem adalah MILIK Israel. Alasannya, karena dialah yang sekarang menguasai wilayah tersebut,” jelas Dewan Syuro PKB yang dikudeta oleh anak buahnya sendiri tersebut. (harian nonstop)

  • 11. Gus Dur Membela Holocaust (Hoax Israel)

Di tengah keraguan tokoh-tokoh Yahudi, para peneliti Barat dan Eropa, tiba-tiba mantan Presiden RI, Abdurahman Wahid membela Holocaust. Bersama pemimpin spiritual Hindu, Sri Sri Ravi Shankar, dan Direktur the Pardes Institute of Jewish studies, Rabbi Daniel Lande, Gus Dur duduk serta dalam sebuah konferensi toleransi agama di Bali, Selasa, 12 Juni, 2007 kemarin. ”…kita harus bikin pernyataan membela Holocaust,”  demikian kutip Gus Dur. (swaramuslim.com)

  • 12. Gus Dur menilai tindakan (mantan) Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang membentuk koalisi Masyarakat Madani untuk Palestina sebagai tindakan yang sia-sia

Tindakan pemerintah RI untuk ikut membantu menghentikan konflik di Jalur Gaza dinilai tidak akan berhasil. Begitu pula tindakan ormas di Indonesia yang ramai-ramai mengecam serangan Israel tersebut. “Nggak ada apa-apanya. Israel nggak nurut, Palestina juga nggak nurut,” ujar Gus Dur di sela-sela acara kongkow bareng Gus Dur di KBR 68H, Jalan Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (10/1/2009).Gus Dur juga menilai tindakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang membentuk koalisi Masyarakat Madani untuk Palestina sebagai tindakan yang sia-sia.

Sebelumnya, Din telah mengumpulkan tokoh-tokoh lintas parpol, agama dan budaya dan mendesak PBB segera bertindak untuk menghentikan konflik di Gaza pada tanggal 7 Januari lalu. “Nggak usah ngomonglah, wong nggak ngerti masalah sana, nggak usah lah. Din Syamsudin ngerti apa sih? Dia nggak ngerti sejarahnya, Palestina yang mana. Seperti apa Indonesia harus berkoalisi dengan Hamas,” ungkap Gus Dur.

Menurut Gus Dur, PKB juga tidak akan melakukan aksi-aksi di jalanan untuk mengecam Israel, seperti yang dilakukan PKS. “PKB tidak pernah membicarakan masalah itu. Biarin aja,” imbuh mantan presiden RI itu.  Gus Dur menjelaskan konflik di Palestina sudah terjadi sejak lama. Menurutnya konflik itu akan terus terjadi selama Hamas masih menembakan roket ke wilayah pemukiman Yahudi. (detiknews.com)

  • 13. Media Yahudi, JTA (Jewish Telepgrahic Agency) puji peran Gus Dur

Suatu media di negara Zionis, yang dimusuhi banyak negara Arab dan Islam itu, mengakui peran Gus Dur sebagai tokoh yang berupaya mendekatkan kaum Yahudi dan Muslim.

Laman media Yahudi, Jewish Telepgrahic Agency (JTA), Rabu 30 Desember 2009, menilai bahwa Gus Dur merupakan tokoh Muslim yang tak segan-segan berhubungan dengan orang Yahudi dan Israel kendati negara asalnya tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu.

“Wahid membuat langkah baru dengan pertama kali mengunjungi Israel pada 1994,” kata JTA. Laman berita itu juga menyebut bahwa Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang berupaya mendekatkan umat Muslim dengan kaum Yahudi.

Menurut JTA, Gus Dur bersama yayasan yang memperjuangkan Islam moderat, LibForAll Foundation, dan Simon Wiesenthal Center dari Israel menggelar Konfrensi Holocaust (isu pembasmian kaum Yahudi) di Bali pada 2007. Konfrensi itu dihadiri sejumlah saksi hidup yang selamat dari Holocaust masa Perang Dunia Kedua dan para ulama Yahudi dan Muslim.

Dalam konfrensi itu, Gus Dur menyebut Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad sebagai seorang pembohong karena menyangkal adanya Holocaust.

Saat diwawancara oleh JTA pada 2008, Gus Dur mengaku hatinya tergerak dengan penderitaan kaum Yahudi. Saat menjadi mahasiswa di Irak pada 1969, Gus Dur mengaku melihat sejumlah teman Yahudi menderita penganiayaan.

“Dia waktu itu masih ingat pernah berucap kepada seorang temannya dalam suatu pemberantasan anti-Yahudi, ‘Ini bukan hanya nasib kalian, namun juga nasib saya,’” demikian JTA mengutip wawancaranya dengan Gus Dur.

Sementara itu, saat memimpin upacara pemakaman Gus Dur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa almarhum telah menyuarakan dan melembagakan kehormatan pada kemajemukan yang bersumber pada perbedaan.

“Disadari atau tidak, beliau adalah Bapak Pluralisme dan Multikultural di Indonesia,” kata Yudhoyono.

Baca juga:

Gus Dur Dilengserkan

Dari kiri: Megawati, Gus Dur dan Amien Rais. (foto: nbcindonesia.com)

Dari kiri: Megawati, Gus Dur dan Amien Rais. (foto: nbcindonesia.com)

Dan untung saja Gus Dur selama menjadi presiden, masa jabatannya kurang dari 5 tahun. Siapapun tahu, kalau Gus Dur sosok humoris. Salah satu humornya yang paling diingat adalah humor tentang presiden. Coba simak petikan humornya yang konon terjadi kala bertemu dengan Fidel Castro. Saat itu Castro menyatakan kekagumannya pada Indonesia dan menyatakannya sebagai bangsa yang besar.

Gus Dur seperti biasanya menanggapi pujian Castro dengan humornya, berikut:“Ya iyalah. Itu kan karena presiden Indonesia pada gila semua. Soekarno, presiden gila wanita. Soeharto, presiden gila harta. Habibie, presiden yang benar-benar gila ilmu dan teknologi. Nah, saya sendiri presiden yang benar-benar gila yang dipilih oleh orang-orang gila.”

Jadi, Gus Dur sendiri mengakui dirinya gila yang dipilih oleh orang-orang gila. Seperti diketahui, tahun 2000 muncul kasus bulogate dan brunaigate. Kemudian skandal pencopotan mentri, darurat militer Maluku semakin memburuk, Amien Rais yang semula mendukung kini jadi pihak oposisi.

Pada bulan Maret 2001, Gus Dur mencoba membalas oposisi dengan melawan di dalam kabinetnya sendiri. Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra ketika itu dicopot dari kabinet karena ia mengumumkan permintaan agar Gus Dur mundur. Menteri Kehutanan Nurmahmudi Ismail juga dicopot dengan alasan berbeda visi dengan Presiden, berlawanan dalam pengambilan kebijakan, dan diangap tidak dapat mengendalikan Partai Keadilan, yang pada saat itu massanya ikut dalam aksi menuntut Gus Dur mundur.

Gus Dur mulai putus asa dan meminta Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan keadaan darurat. Yudhoyono menolak dan Gus Dur memberhentikannya dari jabatannya beserta empat menteri lainnya dalam reshuffle kabinet pada tanggal 1 Juli 2001.

Pada akhirnya roda kepemimpinan tidak mampu tertahan lagi untuk berputar. Sekali lagi kekuasaan seorang presiden harus digulingkan secara tidak hormat. Gus Dur pada akhirnya merasakan kejamnya dunia politik serta pahitnya rasa pil yang harus ditelan mentah-mentah.

Akhirnya pada 20 Juli, Amien Rais menyatakan bahwa Sidang Istimewa MPR akan dimajukan pada 23 Juli. TNI menurunkan 40.000 tentara di Jakarta dan juga menurunkan tank yang menunjuk ke arah Istana Negara sebagai bentuk penunjukan kekuatan. Gus Dur kemudian mengumumkan pemberlakuan dekrit yang berisi (1) pembubaran MPR/DPR, (2) mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, dan (3) membekukan Partai Golkar sebagai bentuk perlawanan terhadap Sidang Istimewa MPR. Namun dekrit tersebut tidak memperoleh dukungan dan pada 23 Juli, MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Sukarnoputri. Saat itulah rakyat Indonesia melambai tangan seraya berkata: “Sayonara Gus Dur.”

Detik-detik Kejatuhan Gus Dur

Kisah menegangkan menjelang kejatuhan Gus Dur dari kursi Presiden RI pada 23 Juli 2001 memang kerap dibahas sebagai bagian dari sejarah penting perpolitikan Indonesia. Kekuasaan Gus Dur dihentikan oleh MPR melalui Sidang Istimewa dalam situasi gejolak politik yang cukup panas dan genting. Para pendukung Gus Dur melakukan unjuk rasa besar-besaran di depan Istana. Polisi dan tentara juga berjaga-jaga.

Bahkan, rumah Wakil Presiden Megawati yang dipastikan bakal menggantikan Gus Dur sebagai orang nomor satu RI juga dijaga ketat tentara. Di sana, dua panser juga siap siaga. Suasana di kediaman Mega benar-benar siaga I.

Dari berbagai sumber, termasuk dari buku Gus Dur, Politik dan Militer, terungkap bagaimana panasnya suhu politik saat itu. Berikut ini detik-detik peristiwa menegangkan dibalik kejatuhan Presiden Wahid.

Pada 22 Juli 2001, Minggu malam, para kyai NU, kelompok LSM dan simpatisan mendatangi Istana guna memberikan dukungan pada Gus Dur. Massa pendukung Gus Dur dari berbagai daerah melakukan aksi di Monas dan depan Istana Merdeka Jakarta.

Esoknya, 23 Juli 2001, pukul 01.10 WIB: Gus Dur mengeluarkan dekrit Presiden yang berisi pembubaran parlemen (DPR dan MPR) dan pembekuan partai Golkar, serta mempercepat pemilu. Dekrit ini molor tiga jam dari rencana semula yang akan diumumkan pada 22 Juli, pukul 22.00 WIB.

Pukul 01.30 WIB, MPR menggelar rapat pimpinan yang diketuai oleh Amien Rais. Sesuai menggelar rapat, Ketua MPR menggelar jumpa pers didampingi wakil Ketua Ginanjar Kartasasmita, Hari Sabarno dan Matori Abdul Djalil. Amien meminta TNI mengamankan Sidang Istimewa MPR.

Kemudian pukul 08.30 WIB, MPR menggelar sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid. SI MPR diawali dengan pandangan fraksi-fraksi. Sidang digelar setelah 592 dari 601 anggota MPR dalam sidang sebelumnya menyatakan persetujuannya.

Pukul 12.45 WIB, Alwi Shihab menemui Gus Dur. Presiden menyatakan dirinya dizalimi secara politik oleh orang Senayan. “Gus Dur akan bertahan di Istana,” kata Alwi.

Baca juga:

Pukul 16.53 WIB, MPR memberhentikan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI dan mengangkat Megawati sebagai Presiden. Mobil RI II seketika diganti RI I.

Selanjutnya Megawati dilantik oleh MPR dan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden baru hingga 2004 yang menggantikan posisi Abdurrahman Wahid.

Pada malam harinya, pukul 20.50 WIB, Gus Dur keluar menuju beranda Istana Merdeka dengan mengenakan celana pendek, kaos dan sandal jepit. Dituntun putrinya Yenni serta dan mantan asisten pribadi Zastrouw, Gus Dur melambaikan tangan pada para pendukungnya yang histeris di depan Istana.

Singkat cerita, Presiden RI ke 4 Alm. Abdurrahman Wahid: ”Digulingkan dengan paksa” dari jabatannya oleh keputusan Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, yang membuatnya terdepak dari Istana sebelum akhir masa jabatannya. Presiden Abdurrahan Wahid (Gus Dur) menduduki kursi kepresidenan hanya 2 tahun 9 bulan.
 

Referensi

  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Muslim_pendukung_Israel
  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hubungan_Indonesia_dengan_Palestina
  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid
  • ^http://m.kompasiana.com/moniquerijkers/sahabat-gus-dur-sang-tokoh-yahudi-indonesia_561770d4d67e6179048b4568
  • ^https://muslimstory.wordpress.com/2009/05/17/11-bukti-bahwa-gus-dur-membela-yahudi-lanatullah/
  • ^http://jesri.purba.or.id/general/gus-dur-din-syamsudin-ngerti-apa-sih.html
  • ^http://www.detiknews.com:80/read/2009/01/10/153606/1066172/10/gus-dur-din-syamsudin-ngerti-apa-sih
  • ^http://m.news.viva.co.id/news/read/117684-media-yahudi-puji-peran-gus-dur
  • ^http://www.nbcindonesia.com/2015/11/sejarah-mencatat-bagaimana-gus-dur.html?m=1
  • ^https://www.linkedin.com/pulse/sejarah-mencatat-bagaimana-gus-dur-dilengserkan-oleh-dan-ahmad
  • ^https://www.goodreads.com/review/show/223272810
  • ^https://www.goodreads.com/book/show/10640226-al-qur-an-dihina-gus-dur#bookDetails
  • ^http://rancahislam.blogspot.sg/2012/09/sang-pejuang-freemason-indonesia.html?m=1
Iklan

4 responses »

  1. […] Lanjutan dari; Muslim Zionis di Indonesia [bag. pertama] […]

    Suka

  2. […] Baca: Muslim Zionis di Indonesia […]

    Suka

  3. […] sesat tampak makin marak, bahkan mengalami euforia (mabuk kebebasan) di masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menduduki jabatan sejak Oktober 1999 sampai 23 Juli 200… Dari ruwatan kemusyrikan sampai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang tak mengakui hukum Tuhan muncul […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s