Lanjutan dari Ekspedisi Muslim di Benua Amerika [bagian pertama]


  • 8. Laksamana Cheng Ho Melalui Pelayaran Cheng Ho berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika sampai ke Amerika Selatan pada 1421/1423M

Dan tahukah anda? sebenarnya laksamana Zheng He atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama laksamana Cheng Ho adalah juga penemu benua Amerika pertama, sekitar 68 tahun sebelum Columbus?

31.47

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan benua Amerika ditemukan oleh para pelaut Muslim pada abad ke-12 atau hampir tiga abad sebelum Christopher Columbus menginjakkan kaki di sana.

“Kontak-kontak antara Amerika Latin dan Islam berikhwal sejak abad ke-12. Muslim menemukan Amerika pada 1178, bukan Christopher Columbus,” kata Erdogan dalam pidato KTT para pemimpin Muslim Amerika Latin di Istanbul.

“Para pelaut Muslim tiba di Amerika dari 1178. Columbus menyebutkan keberadaan masjid di satu bukit di pantai Kuba,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan, “Ankara bahkan siap membangun masjid di lokasi yang disebut penjelajah asal Genoa itu”. “Saya ingin berbicara tentang hal itu kepada saudara-saudara saya di Kuba. Masjid akan hadir dengan sempurna di bukit itu hari ini,” kata pemimpin Turki tersebut.


Sekitar 68 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana.

Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Cheng Ho).

Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan rentang waktu sekitar 68 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.

Perbandingan kapal layar yang digunakan Cheng Ho (layar kuning) dengan yang digunakan Colombus (ditengah, layar merah)

Perbandingan antara kapal jung Cheng Ho (1405) dengan kapal “Santa Maria” Colombus (1492/93).

”Laksamana Cheng Ho lah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya.

Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini.

Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun.

Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,” kata Menzies.

peta-penemuan-benua-amerika

Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya.

“Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia.

Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta.

“Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”

Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal. Selama ini masyarakat dunia khususnya para peneliti sejarah maritim memang mengetahui bahwa kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung.

Prof. Yusril Ihza Mahendra Memerankan Laksamana Cheng Ho

Prof. Yusril Ihza Mahendra Memerankan Laksamana Cheng Ho. (viva.co.id)

Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao (馬 三保)/Sam Po Bo, berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15.

Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).

Prangko peringatan 600 tahun perjalanan Admiral Cheng Ho

Prangko peringatan 600 tahun perjalanan Admiral Cheng Ho

Cheng Ho juga pernah mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa “Cakra Donya” kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

Lonceng Cakra Donya (wikipedia)

Lonceng Cakra Donya (wikipedia)

Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.

Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana.

Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam jugalah pemimpin armada angkatan laut China yang membawa Syekh Quro dan Syekh Datuk Kahfi (sama-sama saudara seketurunan dari Amir Abdullah Khanudin generasi keempat). Syekh Quro datang terlebih dahulu ke Amparan bersama rombongan dari angkatan laut Cina dari Dinasti Ming yang ketiga dengan Kaisarnya, Yung Lo (Kaisar Cheng-tu). Mereka mendarat di Muara Jati pada tahun 1416 M. Mereka semua telah masuk Islam. Armada tersebut hendak melakukan perjalanan melawat ke Majapahit dalam rangka menjalin persahabatan. Ketika armada tersebut sampai di Pura Karawang, Syekh Quro (Syekh Hasanudin) beserta pengiringnya turun. Syekh Quro pada akhirnya tinggal dan menyebarkan ajaran agama Islam di Karawang. Kedua tokoh ini dipandang sebagai tokoh yang mengajarkan Islam secara formal yang pertama kali di Jawa Barat. Syekh Quro di Karawang dan Syekh Nurjati di Cirebon.

Kembali ke “penemu benua Amerika” Columbus, yang berawal pencariannya terhadap wilayah India di Asia, namun ia justru “nyasar” ke benua Amerika dan mengklaim sebagai “tanah baru”, padahal sudah ada penduduk aslinya.

Lalu, Columbus memanggil penduduk lokal yang menurutnya adalah “dunia baru” itu  dengan sebutan “Indian”. Padahal benua itu bukanlah negara India seperti yang diperkirakannya, lucunya kata Indian yang berarti orang India di Asia itu, tetap dipakai sebagai panggilan penduduk lokal, suku Indian di Amerika. Bukti satu lagi kesalahan ala barat, yang masih dipakai hingga kini.

Dan tahukah kamu apa alasan sebenarnya Columbus pergi berlayar? Alasannya adalah karena Columbus memperkosa putri salah satu bangsawan Spanyol yang masih berusia 13 tahun. Pengadilan tidak bisa memutuskan ia harus dihukum mati, sehingga akhirnya Ratu Isabella mengirimnya dalam misi mencari benua baru (saat itu tujuan utama adalah mencari India) dan dengan harapan, Columbus tidak akan bisa pulang kembali.

Referensi

  • ^tugassekolah.com/2016/01/sejarah-revolusi-amerika.html?m=1
  • ^apakabardunia.com/2013/06/fakta-mengejutkan-tentang-columbus-dan.html?m=1
  • ^historyisaweapon.com/defcon1/zinncol1.html
  • ^hiphopwired.com/2010/10/11/remembering-christopher-columbus-the-biggest-mass-murderer-in-history/
  • ^indocropcircles.wordpress.com/2011/12/17/bukti-dan-fakta-nyata-penjelajah-benua-amerika-pertama-bukan-colombus/
  • ^nahimunkar.com/erdogan-benua-amerika-ditemukan-orang-muslim-bukan-columbus/
  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho
  • ^saripedia.wordpress.com/tag/penemu-benua-amerika/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s