DIBAWAH INI ADALAH SEJARAH REVOLUSI AMERIKA DALAM BUKU PELAJARAN IPS SEJARAH SMP KELAS 8, PENERBIT: ERLANGGA

Sejarah Revolusi Amerika


Latar Belakang

Revolusi Amerika menunjukan pada peristiwa lahirnya Negara Amerika Serikat atau The United States of America. peristiwa ini tidak muncul dalam sejarah begitu saja.Lahirnya Amerika Serikat didahului oleh berbagai peristiwa besar di benua Amerika yang terjadi sejak abad 15.

Penjelajahan ke Benua Amerika 

Christophorus Colombus menemukan Benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. Perlu dicatat, kesepakatan Colombus sebagai penemu Benua Amerika ditinjau dari konteks peradaban barat atau Eropa (western civilization). Mengapa demikian? Benua Amerika ini bukanlah daratan yang sama sekali baru. Wilayah ini sudah dihuni sejak zaman prasejarah. Lagi pula, jauh sebelum perjalanan Colombus, telah terjadi migrasi besar dari Daratan Asia ke Amerika melalui Celah Berring. Dengan demikian, sejarah penemuan Benua Amerika perlu kita pahami dalam wawasan sejarah Eropa.

Colombus adalah seorang pelaut asal Genoa, Italia yang bekerja pada pemerintah Kerajaan Spanyol. Dengan dukungan sponsor Pangeran Ferdinand dan Ratu Isabella, ekspedisi Colombus berangkat dengan menggunakan tiga buah kapal, yakni Santa Maria, Nina, dan Pinta. Tujuan ekspedisi tersebut adalah menemukan jalan menuju Asia ke arah Barat, yakni dengan mengarungi Samudera Atlantik. Colombus sama sekali tidak mengira bahwa ia dan rombongannya akan tiba di suatu daratan luas yang selama ini belum masuk dalam peta dunia yang ada ketika itu. 

Pada tahun 1492, Colombus beserta armada lautnya tiba di kepulauan di Laut Karibia, yang sekarang bernama Bahama, Kuba, Haiti, Dominika, dan Puerto Rico. Ia menyangka bahwa rombongannya telah sampai di Asia. Itulah sebabnya, ia mengira Kuba sebagai Cina. Salah sangka itu pula yang menyebabkannya menyebut penduduk asli dari Suku Arawak sebagai penduduk India sehingga ia namakan orang-orang Indian.

Keberhasilan ekspedisi Colombus mencengangkan dunia dan masyarakat Eropa ketika itu. Untuk beberapa lama, masyarakat Eropa percaya bahwa Colombus memang telah sampai ke Asia melalui Samudera Atlantik. Pada awal abad 16, barulah kekeliruan ini dijernihkan oleh seorang navigator dan pedagang Florence, Italia. Tokoh yang dimaksud adalah Amerigo Vespucci. Antara tahun 1499-1503, ia mengadakan beberapa kali ekspedisi ke tempat yang pernah dikunjungi Colombus beserta beberapa tempat lain di sekitarnya. Pengalaman perjalanannya itu dituangkan ke dalam surat-surat. Suratnya tersebut bukanlah merupakan suatu kisah melainkan lebih merupakan laporan rinci mengenai keadaan geografis tempat-tempat yang dikunjungi. Laporannya inilah yang menyadarkan Eropa bahwa tempat yang dikunjungi Colombus bukanlah Asia melainkan suatu benua baru. 

Seorang pakar Geografi Jerman, Martin Waldsemuller, mengusulkan untuk pengabadikan nama Amerigo Vespucci pada benua baru itu. Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa nama ilmiah menggunakan bahasa Latin. Dalam bahasa Latin, nama Amerigo adalah Americus atau America. Sejak saat itulah, benua baru tersebut bernama America sampai sekarang. 

Keberhasilan ekspedisi Colombus mengundang arus-arus ekspedisi lainnya ke Amerika. Umumnya, arus ekspedisi ke Amerika Tengah dan Selatan didominasi oleh penjelajah Spanyol dan Portugis. Sedangkan arus ekspedisi ke Amerika Utara umumnya lebih banyak berasal dari Inggris, Perancis, dan Belanda. 

Pada tahun 1497, suatu ekspedisi yang dipimpin oleh John Cabot berangkat dari Inggris ke Amerika. Ekspedisi ini disponsori oleh Raja Henry VII, dengan satu kapal bernama St. Matthew serta 18 awak kapal. Rombongan sampai di Newfoundland, di pantai Timur Kanada sekarang. 

Perancis pun tidak mau ketinggalan. Pada tanggal 20 April 1534, suatu ekspedisi yang dipimpin oleh Jacques Cartier berangkat dari Saint Malo, Perancis. Pada bulan September di tahun yang sama, rombongan menyusuri Sungai St. Lawrence sampai tempat yang sekarang bernama Quebec dan Montreal. Rombongan ini bahkan membina hubungan baik dengan penduduk asli setempat dari suku Ironquis. Dari suku inilah Cartier dan rombongannya beroleh informasi mengenai daratan di sebelah barat (sekarang bernama Ontario) yang kaya akan kandungan emas, perak, dan tembaga. 

Pelaku ekspedisi berikutnya adalah Henry Hudson. Antara tahun 1607 -1611, navigator Inggris ini empat kali melakukan ekspedisi ke Amerika Utara. Dua ekspedisi pertama disponsori oleh Belanda, sedangkan ekspedisi sisanya dibiayai oleh Inggris. Salah satu pengalaman termasyurnya adalah perjalanan menyusuri teluk besar di pantai timur Kanada. Teluk ini sekarang bernama Teluk Hudson.

Benarkah Penemu Benua Amerika Adalah Christopher Columbus, Seperti Yang Tersebut Pada Buku Pelajaran Diatas?


Mungkin beberapa dari antara kita sudah tahu soal fakta sejarah asli mengenai Columbus, tokoh yang selalu disebut sebagai penemu Amerika. Sudah saatnya kita meluruskan sejarah, dan semoga pelajaran di sekolah tidak lagi mengajarkan fakta yang salah kaprah.

Ada banyak fakta mengejutkan ketika para penulis dan peneliti sejarah menguak Columbus. Rasa penasaran ini berdasar kenyataan, bahwa setiap tahun ada satu hari khusus yang disebut “Columbus Day” sebagai peringatan atas jasanya jadi penemu Benua Amerika.
 
Kita di Indonesia memang tidak terkena dampaknya secara langsung, namun pemahaman yang diterima dalam ranah pendidikan formal – betapa hebatnya Columbus – tentu akan mengaburkan kebenaran. Semoga guru-guru dan mungkin sebagai murid, tidak menelan mentah-mentah isi teks pelajaran sejarah tentang Columbus.
Semoga beberapa fakta di bawah ini bisa membuka mata kita dan mengerti betul kebenaran suatu sejarah.
 
Saat akhirnya Columbus mendarat pertama kali di Benua Biru Amerika,  ia masih mengira inilah tanah India. Saat itu para penduduk asli menyambut Columbus dengan gembira.
 

Namun, sebaliknya apa yang ditulis Columbus dalam jurnalnya?

 
  • He later wrote of this in his log: They … brought us parrots and balls of cotton and spears and many other things, which they exchanged for the glass beads and hawks’ bells. They willingly traded everything they owned… . They were well-built, with good bodies and handsome features…. They do not bear arms, and do not know them, for I showed them a sword, they took it by the edge and cut themselves out of ignorance. They have no iron. Their spears are made of cane… . They would make fine servants…. With fifty men we could subjugate them all and make them do whatever we want.
  • Dia menulis dalam jurnalnya: “Mereka membawakam kami burung beo, bola kapas dan tombak dan banyak hal lainnya sebagai hadiah.  Mereka rela memperdagangkan segala yang mereka miliki … Mereka tidak memanggul senjata, padahal saya menunjukkan pedang. Mereka tidak memiliki besi. Tombak mereka terbuat dari tebu … Mereka akan dengan mudah kami taklukan menjadi budak…. Dengan lima puluh orang saja, kita bisa menundukkan mereka semua dan membuat mereka melakukan apapun yang kita inginkan. “
  • Columbus wrote: As soon as I arrived in the Indies, on the first Island which I found, I took some of the natives by force in order that they might learn and might give me information of whatever there is in these parts.
  • Columbus menulis: “Saya percaya bahwa mereka akan dengan mudah menjadi orang Kristen buatan, karena sepertinya mereka tidak beragama.”
  • Dalam catatan hariannya, Columbus mengakui bahwa: Saat ia tiba di Hindia (ia saat itu masih percaya telah menemukan India, bukan Amerika), ia menyiksa penduduk pribumi, menggantung, mencambuknya, hanya demi satu informasi penting: di mana ada emas?

Helen Ellerbe, dalam “The Dark Side of Christian History” (hal. 86-88) menggambarkan keberingasan Columbus. 

  • Selain menyiksa, ia juga sering memperkosa perempuan-perempuan pribumi lalu mencambuk mereka demi kesenangan belaka. Koloni yang dibawa Columbus pada pelayaran berikutnya (1496) diklaim bertanggungjawab atas kematian 34 juta penduduk asli Amerika.

images4

Nah, kini apakah masih pantas  Columbus disebut tokoh besar penemu Amerika, diperingati seluas dunia dengan “Columbus Day” setelah mengetahui fakta kekejaman dirinya? (sumber: http://www.historyisaweapon.com/defcon1/zinncol1.html)


Dari sini saja, bisa kita mengerti bahwa Columbus sudah berbohong melalui jurnalnya sendiri. Berarti sudah terbuka 1000% kemungkinan bawa berita tentang “penemu benua amerika adalah Columbus” juga merupakan kebohongan alias HOAX!


Muslim Sebagai Penemu Benua Amerika

Sumber-sumber tertulis dari para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim ditemukan data-data baru bahwa benua Amerika telah ditemukan oleh penjelajah muslim 603 tahun sebelum Colombus menginjakkan kakinya di benua Amerika. Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah:

  1. Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi(meninggal tahun 957)
  2. Al Idrisi (meninggal tahun 1166)
  3. Ibn Battuta (meninggal tahun 1369), dan
  4. Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari(1300 – 1384)

The_Americas_satellite_map

Penemu benua Amerika dari kalangan muslim sebelum Columbus adalah:

  • 1. Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad, penjelajah Muslim dari Cordova, Spanyol, berhasil mencapai benua Amerika pada 889M

Literatur yang menerangkan bahwa penjelajah muslim sudah datang ke Amerika sebelum Colombus, antara lain pakar sejarah dan geografer Abul Hassan Ali Ibnu al-Hussain al-Masudi (871-957M). Dalam bukunya Muruj Adh-Dhahabwa Maad al-Jawhar (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels / Hamparan Emas dan tambang Permata), Al-Masudi telah menuliskan bahwa, Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad, seorang penjelajah Muslim dari Cordova, Spanyol, berhasil mencapai benua Amerika pada 889M.

Al-masudi menjelaskan, Semasa pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912M) di Andalusia, Khaskhas berlayar dari Pelabuhan Delbra (Palos) pada 889, menyeberangi lautan Atlantik hingga mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul). Sekembalinya dari benua asing tersebut, dia membawa pulang barang-barang yang menakjubkan, yang diduga berasal dari benua baru yang kemudian berama Amerika. Sejak itulah, pelayaran menembus Samudera Atlantik yang saat itu dikenal sebagai ”lautan yang gelap dan berkabut”, semakin sering dilakukan oleh pedagang dan penjelajah Muslim.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Cheng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

  • 2. Kaum Muslim dari Afrika Barat Melalui Pelayaran dari Delba, Palos, Spanyol pada 929-961M

Literatur yang paling populer adalah essay Dr. Yossef Mroueh dalam Prepatory Committe for International Festivals to Celebrate the Millenium of the Muslims Arrival to the America tahun 1996. Dalam essay berjudul Precolumbian Muslims in America (Muslim di Amerika Pra Colombus), Dr. Mroueh menunjukkan sejumlah fakta bahwa Muslimin dari Anadalusia dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya 5 (lima) abad sebelum Colombus.

Pada pertengahan abad ke-10, pada masa pemerintahan Bani Umayyah Andalusia: Khalifah Abdurrahman III (929-961M), kaum Muslimin dari Afrika berlayar ke arah barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol menembus “samudera yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Dalam pelayaran itu, ada sejumlah kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu. Mereka inilah imigran Muslim gelombang pertama yang tiba di Amerika.

  • 3. Muhammad Ibnu Farrukh Melalui Pelayaran dari Granada, Spanyol pada 999M

Masih menurut Dr. Mroueh, berdasarkan catatan sejarawan Abu Bakr Ibnu Umar al-Gutiyya, yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam II (976-1009) di Andalusia, penjelajah dari Granada bernama Muhammad Ibnu Farrukh meninggalkan pelabuhan Kadesh, Februari 999M. Farrukh melintasi Lautan Atlantik, mendarat di Gando (Kepulauan canary) dan berkunjung pada Raja Guanariga. Ia melanjutkan pelayaran ke arah barat, melihat dua pulau dan menamakannya dengan Cpraria serta Pluitana. Ia kembali ke Andalusia Mei 999M.

  • 4. Pelaut Muslim Afrika Utara Melalui Pelayaran dari Portugal pada 1099-1166M

Al-Syarif al-Idrisi (1099-1166), pakar Geografi dan ahli pembuata peta, dalam bukunya Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Ekskursi dari yang rindu mengharungi Ufuk) menulis, sekelompok pelaut Muslim dari Afrika Utara berlayar mengharungi samudera yang gelap dan berkabut. Ekspedisi yang berangkat dari Lisbon (Portugal) ini, dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban apa yang ada di balik samudera itu?, berapa luasnya dan dimana batasnya?, Merekapun menemukan daratan yang penghuninya bercocok tanam.

  • 5. Rombongan Ekspedisi Muslim Afrika Melalui Pelayaran dari Pelabuhan Tarfay, Maroko pada 1291 M

Pelayaran melintasi samudera Atlantik dari Maroko juga dicatat oleh penjelajah Shaikh Sayn-eddin Ali bin Fadhel al-Mazandarani. Kapalnya melepas jangkar dari pelabuhan Tarfay di Maroko pada masa Sultan Abu Yacoob Sidi Yossef (1286-1307M), penguasa keenam Kekhalifahan Marinid. Rombongan ekspedisi ini mendarat di Pulau Green di Laut Karibia pada 1291. Menurut Dr. Mroueh, catatan perjalanan pelaut Maroko ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuan Islam pada era sesudahnya.

  • 6. Sultan Kerajaan Mali, Afrika Barat (Sultan Abu Bakari I) Melalui Pelayaran dari Timbuktu pada 1309-1312M

Sultan-sultan dari Kerajaan Mali di Afrika Barat yang beribukota Timbuktu, juga melakukan penjelajahan hingga mendarat di benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl al-Murai (1300-1384), menulis catatan tentang geografi Timbuktu, yang waktu itu ternyata telah menjadi kota pusat peradaban dan cukup maju di Afrika Barat. Ekspedisi laut yang berawal dari Timbuktu, antara lain dilakukan oleh Sultan Abu Bakari I (1285-1312M) yang merupakan saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337M). Sultan Abu Bakari I melakukan dua kali ekspedisi menembus Lautan Atlantik dan mendarat di Amerika. Bahkan, penguasa Afrika Barat ini sempat menyusuri sungai Missisippi, dan mencapai pedalaman Afrika Tengah antara tahun 1309-1312. Selama berada di benua baru ini, para eksplorer ini tetap berkomunikasi dengan bahasa Arab dengan penduduk setempat.

  • 7. Piri Reis dari Turki Utsmani pada 1513M

Dua abad kemudian tepatnya tahun 1513, penemuan benua Amerika ini diabadikan dalam peta berwarna yang disebut Peta Piri Reis.

Piri Reis Map

Piri Reis Map

Peta ini dipersembahkan kepada Khalifah Ottoman, Sultan Selim I, tahun 1517 di Turki. Peta ini berisi informasi akurat tentang belahan bumi bahagian barat, Amerika Selatan, dan pesisir pantai Brasil.

Piri Reis Map menggambarkan pesisiran Brasil secara akurat

Piri Reis Map menggambarkan pesisiran Brasil secara akurat

Piri sendiri sebenarnya merupakan nama seorang pejabat laut sekaligus pembuat peta kerajaan Turki Utsmani, yang berbakti pada kerajaan Turki Utsmanimasa pemerintahan Sultan Salim (1512-1520) sampai pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qanuny (1520-1566). Sedangkan gelaran ”Reis” (berasal dari bahasa Arab Raais, yang berarti panglima atau Pimpinan), diberikan pada Piri setelah yang bersangkutan memenangkan peperangan laut melawan Bendeqia.

Peta Piri Reis yang bertarikh 1513 M itu disimpan di Tobco Serai/Top Kopi, dan kemudian pada tahun 1929, dikaji ulang oleh seorang orientalkis Jerman Prof. Paul Kalhe yang membentangkannya dalam Kongres Kajian Oriental di Leiden pada 1931.

Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Turki mengabadikannya menjadi perangko Peta Piri Reis.


Buku Saga America (New York, 1980) karya Dr. Barry Fell

Dalam bukunya Saga America (New York, 1980), Dr. Barry Fell, arkeolog dan ahli bahasa berkebangsaan Selandia Baru jebolan Harvard University menunjukan bukti-bukti detail bahwa berabad-abad sebelum Colombus, telah bermukim kaum Muslimin dari Afrika Utara dan Barat di beua Amerika. Tak heran jika bahasa masyarakat Indian Pima dan Algonquain memiliki beberapa kosakata yang berasal dari bahasa Arab. Di negara bahagian Inyo dan California, Dr. Barry menemukan beberapa kaligrafi Islam yang ditulis dalam bahasa Arab salah satunya bertuliskan ”Yesus bin Maria” yang artinya ”Isa anak Maria”. Kaligrafi ini dapat dipastikan datang dari ajaran Islam yang hanya mengakui nabi Isa sebagai anak manusia dan bukan anak Tuhan. Dr. Barry menyatakan bahwa usia kaligrafi ini beberapa abad lebih tua dari usia Negara Amerika Serikat. Bahkan lebih lanjut, Dr. Barry menemukan reruntuhan, sisa-sisa peralatan, tulisan, digram, dan beberapa ilustrasi pada bebatuan untuk keperluan pendidikan di Sekolah Islam. Tulisan, diagram dan ilustrasi ini merupakan mata p[elajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi dan navigasi laut. Semuanya ditulis dalam tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara. Penemuan sisa-sisa sekolah Islam ini ditemukan dibeberapa lokasi seperti di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon Washoe, Hickison Summit Pas (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana). Sekolah-sekolah Islam ini diperkirakan berfungsi pada tahun 700-800 M. Keterangan yang sama juga ditulis olh Donald Cyr dalam bukunya yang berjudul Exploring Rock Art (Satna barbara, 1989).

Buku Africa and the Discovery of America (1920), karya Loe Weiner 

Dalam bukunya, Africa and the Discovery of America (1920), pakar sejarah dari Harvard University, Loe Weiner, menulis bahwa Colombus sendiri sebenarnya juga mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar di Karibia, Amerika Utara, Tengah dan Selatan, termasuk Canada. Tapi tak seperti Colombus yang ingin menguasai dan memperbudak penduduk asli Amerika, umat Islam datang untuk berdagang, berasimilasi dan melakukan perkawinan dengan orang-orang India suku Iroquis dan Algonquin. Colombus juga mengakui, dalam pelayaran antara gibara dan Pantai Kuba, 21 Oktober 1492, ia melihat masjid berdiri diatas bukit dengan indahnya. Saat ini, reruntuhan masjid-masjid itu telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Buku Christopher Colombus, karya John Boyd Thacher

John Boyd Thacher dalam, bukunya Christopher Colombus yang terbit di New York, 1950, menunjukkan bahwa Colombus telah menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika sedang berlayar di dekat Cibara, bahagian tenggara pantai Cuba, ia menyaksikan mesjid di atas puncak bukit yang indah. Sementara itu , dalam rangkaian penelitian antropologis, para antropolog dan arkeolog memang menemukan reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta ayat-ayat al-Qur’an di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada.

Buku Islam in Early North and South America, Karya Clyde Ahmad Winters

Clyde Ahmad Winters dalam bukunya Islam in Early North and South America, yang diterbitkan penerbit Al-Ittihad, Juli 1977, halaman 60 menyebutkan, para antropo0log yang melakukan penelitian telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Psasasti itu menerangkan bahwa imigran Muslim pertama tersebut juga membawa gajah dari Afrika. Sedangkan Ivan Van Sertima, yang dikenal karena karyanya They Came Before Colombus, menemukan kemiripan arsitrektur bangunan penduduk asli Amerika dengan kaum Muslim Afrika. Sedang dalam bukunya yang lain African Presence in Early America, juga menegaskan tentang telah adanya pemukiman Muslim Africa sebelum kehadiran Colombus di Amerika.

Ukiran kayu berbentuk kepala manusia berusia +-300-900M, yang diteliti oleh Alexander Von Wuthenan

Ahli sejarah Jerman, Alexander Von Wuthenan juga memberikan bukti bahwa orang-orang Islam sudah berada di Amerika tahun 300-900 M. Artinya, umat Islam sudah ada di Amertika, paling tidak setengah abad sebelum Colombus lahir. Bukti berupa ukiran kayu berbentuk kepala manusia yang mirip dengan orang Arab diperkirakan dipahat tahun 300 dan 900 M. Beberapa ukiran kayu lainnya diambil gambarnya dan diteliti, ternyata memiliki kemiripan dengan orang Mesir.


Lalu, mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua Amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum Yahudi dari Spanyol sebanyak 300.000 orang Yahudi oleh raja Ferdinand seorang Kristen yang taat, membuat orang-orang Yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol..!

Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu.

Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.


Selanjutnya: Penjelajahan Muslim di Benua Amerika [bagian 2]

Iklan

One response »

  1. […] Lanjutan dari Ekspedisi Muslim di Benua Amerika [bagian pertama] […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s