Lanjutan dari: Ada Unsur Adu Domba Teori Evolusi Darwin Dengan Islam (Bagian 3)


Teori Konspirasi

Oktar menyebarkan sejumlah teori konspirasi, dimulai dengan bukunya pada tahun 1986 yang berjudul Yahudilik ve Masonluk(Yudaisme dan Freemasonry). Buku ini menyatakan bahwa misi utama Yahudi dan Freemasonry di Turki adalah mengikis nilai spiritual, keagamaan, dan moral bangsa Turki, dan menjadikan mereka seperti hewan, yang menurut Oktar semua itu didasarkan pada “Taurat Yang Diselewengkan.” Oktar menegaskan bahwa “paham materialis, teori evolusi, serta gaya hidup antiagama dan tak bermoral didoktrinkan kepada masyarakat” oleh orang Yahudi dan Freemasonry.

Teori Oktar mengenai konspirasi global Freemasory diuraikan dalam bukunya Global Masonluk (Freemasonry Global) dan situs webnya Masonluk dan Global Freemasonry. Menurut Oktar, Freemasonry adalah “dalang utama sistem dunia yang berdasarkan filsafat materialis, namun tetap menyembunyikan jati diri mereka.”

Oktar mengklaim bahwa teori evolusi adalah konspirasi Mason yang dimulai oleh kelompok Rosikrusian.

Terbitan terkini Oktar menyatakanDarwinisme dan Materialisme sebagai konspirasi yang bertanggung jawab atas anti-Semitisme dan terorisme.

Oktar mengklaim bahwa teori evolusi adalah konspirasi Mason yang dimulai oleh kelompok Rosikrusian.

Terbitan terkini Oktar menyatakanDarwinisme dan Materialisme sebagai konspirasi yang bertanggung jawab atas anti-Semitisme dan terorisme. Dalam terbitan dan wawancara terkini (sejak 2004), Oktar menekankan kecamannya terhadap Zionisme dan Freemasonry dengan menambahkan kata ateis di belakang istilah tersebut, misalnya Zionis ateis danFreemason ateis.

Holocaust

Pada tahun 1996, BAV menyebarkan buku pertamanya, yang diterbitkan setahun sebelumnya, yang berjudul Soykırım Yalanı(Kebohongan Holocaust). PenerbitanSoykırım Yalanı memicu banyak depat publik. Buku ini mengklaim bahwa “apa yang dipercaya sebagai Holocaust sebenarnya hanyalah kematian beberapa orang Yahudi akibat wabah tipus selama perang dan wabah kelaparan menjelang akhir perang yang disebabkan oleh kekalahan Jerman.”

Pelukis dan intelektual Turki, Bedri Baykam, mengemukakan kritik yang amat keras terhadap buku itu di surat kabar harian Ankara Siyah-Beyaz (“Hitam Putih”). Akibatnya, gugatan hukum atas tuduhan fitnah dikenakan terhadapnya oleh pihak BAV. Selama persidangan pada bulan September, Baykam mengungkap bahwa penulis sebenarnya dari buku Kebohongan Holocaust adalah Adnan Oktar. Gugatan itu sendiri dibatalkan pada bulan Maret 1997.

Pada tahun 2001, Institut Stephen Roth, di Universitas Tel-Aviv, mendata Oktar sebagai penyangkal Holocaust karena diterbitkannyaKebohongan Holocaust.

Tiga tahun kemudian Institut Stephen Roth menyatakan pendapat bahwa Adnan Oktar telah meningkatkan toleransinya terhadap agama lain. Mereka mengemukakan bahwa Adnan Oktar “kini berusaha menyebarkan dialog antaragama” dan menyeru para Muslim untuk “memiliki sikap yang ramah dan toleran terhadap agama lain”.

Pada tahun 2006, BAV menerbitkan buku yang justru menegaskan Holocaust. Buku itu berjudul Kekejaman Holocaust dan isinya menyatakan bahwa “Nazi melakukan kekejaman yang tak terbantahkan dan tak termaafkan kepada orang Yahudi Eropa selama Perang Dunia II. Mereka menganiaya, menyiksa, dan merendahkan jutaan orang Yahudi, mengusir orang Yahudi dari rumah mereka dan memperbudak mereka di kamp konsentrasi dengan kondisi yang tidak manusiawai… Yang pasti sekitar 5,5 juta orang Yahudi meninggal di kamp konsentrasi, dan merupakan korban terburuk dari kekejaman Nazi.”

Pada tahun 2007 dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Oktar mengaku bahwa dia bukanlah penulis Kebohongan Holocaust. Pernyataan tersebut oleh The Guardiandisebut “sulit dipercaya.” Setahun kemudian pada wawancara lainnya denganDer Spiegel, Adnan Oktar menyatakan bahwaKebohongan Holocaust ditulis oleh seorang anggota di organisasinya yang menerbitkan esainya sendiri menggunakan nama pena “Harun Yahya”, berdasarkan inisiatifnya sendiri. Oktar menyangkal buku yang pertama, dan mengatakan bahwa buku kedua mencerminkan pandangannya.

Pada tahun 2009, Oktar menyatakan pandangannya mengenai Yahudi dan mengatakan “kebencian atau amarah terhadap keturunan Nabi Ibrahim benar-benar tak dapat diterima. Nabi Ibrahim adalah leluhur kita, dan orang Yahudi adalah saudara kita. Kita tentunya ingin keturunan Nabi Ibrahim hidup dengan tenang dan damai. Kita ingin mereka bebas melaksanakan kewajiban agama mereka, hidup di tanah leluhur mereka dan terus mengingat Allah dengan nyaman dan aman.” Pada tahun 2009 dan 2010, Oktar membuka beberapa situs web mengenai Yahudi.

Kasus-Kasus Hukum Dr. Harun Yahya

Selain gugatan fitnah terkait Kebohongan Holocaust, Oktar terlibat pula dalam banyak kasus lainnya. Meskipun sebagian besarnya tidak berkaitan dengan kreasionisme atau agama, juru bicara BAV mengatakan bahwa Oktar digugat “karena gagasan-gagasannya.” Fisikawan Taner Edis dari Universitas Negeri Truman, yang mencermati kasus ini, mengatakan bahwa itu “tidak sepenuhnya mustahil” mengingat tekanan politik terhadap sistem peradilan Turki.”

P9.04.32

Adnan Oktar dalam tahanan.

Th. 1986

Pada musim panas tahun 1986, Oktar ditahan menyusul pernyataannya “Saya berasal dari bangsa Ibrahim dan etnis Turki” dalam sebuah wawancara di surat kabar. Menurut New Humanist, Oktar ditahan karena menyebarkan revolusi teokrasi. Dia ditahan selama 19 bulan, meskipun tidak pernah dituntut secara resmi.

Pada musim panas tahun 1986, Oktar ditahan menyusul pernyataannya “Saya berasal dari bangsa Ibrahim dan etnis Turki” dalam sebuah wawancara di surat kabar. Menurut New Humanist, Oktar ditahan karena menyebarkan revolusi teokrasi. Dia ditahan selama 19 bulan, meskipun tidak pernah dituntut secara resmi.

Th. 1991

Pada tahun 1991, Oktar ditahan atas kepemilikan kokain. Oktar membela diri dengan mengatakan bahwa kokain tersebut dimasukkan ke dalam buku-buku di perpustakaannya oleh petugas keamanan, yang juga mengisi makanannya dengan kokain. Dia kemudian dibebaskan.

Th. 1999

Sejumlah akademisi yang mengajarkan teori evolusi dilecehkan, diancam, dan difitnah melalui selebaran BAV yang menyebut mereka “Maois.” Pada tahun 1999, enam pemrotes memenangkan gugatan hukum terhadap BAV terkait tuntutan fitnah tersebut, dan mereka masing-masing memperoleh $4.000.

Pada tahun 1999, Oktar dituntut dan ditahan karena melakukan ancaman demi keuntungan pribadi dan membuat organisasi dengan tujuan melakukan kejahatan. Pihak pengacara BAV mengklaim bahwa sejumlah HAM dilanggar dalam operasi polisi tersebut, termasuk penggunaan kekerasan pada penangkapan dan proses selanjutnya. Proses peradilan berlangsung selama lebih dari dua tahun. Dalam prosesnya, sebagian besar penuntut menarik kembali gugatannya, akbatnya kasus ini ditutup sedangkan Oktar dan para anggota BAV lainnya dibebaskan.

Th. 2008

Kasus tahun 1999 dibuka kembali pada tahun 2008. Tuntutan dari pihak jaksa, yang disebarkan oleh surat kabar Cumhuriyet, mengklaim adanya pemerasan dan penyuapan oleh BAV. Di antaranya adalah bahwa BAV dituduh memanfaatkan anggota perempuannya untuk memikat pemuda dari keluarga kaya dengan janji kepuasan seksual asalkan mereka mau menghadiri acara-acara tertentu. Diklaim bahwa kegiatan seksual ribuan orang direkam dengan kamera tersembunyi untuk tujuan pemerasan. Anggota yang ingin keluar diancam akan disebarkan rekaman seksnya. Hakim Ketua mengumumkan dalam persidangan pada tanggal 29 Februari 2008, bahwa kesaksian yang diperoleh melalui cara-cara yang melanggar hukum tidak dapat dianggap sebagai bukti berdasarkan Pasal 148 hukum pidana.

Pemblokiran situs internet

Sejak tahun 2007 Oktar berhasil membuat pemerintah Turki memblokir akses internet di Turki ke beberapa situs web.

April 2007

Pada bulan April 2007, Oktar mengajukan gugatan fitnah terhadap pemilik Ekşi Sözlük, sebuahkomunitas virtual yang mirip dengan everything2. Pengadilan meninjau tuntutan ini dan memerintahkan penyedia jasa internet untuk menutup akses publik ke situs tersebut. Situs itu ditutup sementara supaya entri tentang Oktar dapat dihapus dan dikunci. Akses ke Süper Poligon, sebuah situs berita, juga dipersempit menyusul gugatan Oktar.

Agustus 2007

Pada bulan Agustus 2007, Oktar membuat pengadilan Turki memblokir situs WordPress di seluruh Turki. Pengacara mengklaim bahwa sejumlah blog di WordPress.com memuat tulisan berisi fitnah terhadap Oktar dan koleganya, yang tidak mau dihapus oleh staf WordPress.com.

Edip Yuksel, kultus Antikristus

Edip Yuksel, seorang penulis Turki yang mengenal Oktar sejak tahun 1980-an dan kini sangat kritis terhadap Oktar, diblokir situs webnya atas gugatan Oktar. Selain itu, Yuksel menulis buku berbahasa Turki mengenai Oktar yang berjudul Kultus Antikristus, namun dia tidak dapat menemukan “penerbit yang bersedia menentang para pengacara Oktar.”

September 2008

Pada 19 September 2008, pengadilan Turki memblokir akses internet ke situs resmiRichard Dawkins, menyusul gugatan Oktar bahwa situs tersebut berisi fitnah, hinaan, dan hujatan terhadap agama. Oktar juga mengklaim bahwa dirinya dihina dalam situs tersebut. Pemblokiran tersebut dihentikan pada 8 Juli 2011.

Oktober 2008

Selain itu, pada bulan September 2008, gugatan Oktar berujung pada pemblokiran situs Persatuan Pekerja Pendidikan dan Sains (Türk Eğitim Sen). Ini diikuti oleh pemblokiran situs surat kabar terbesar ketiga di Turki, Vatan, pada bulan Oktober.

Bibliografi

Buku dan brosur Oktar diterbitkan di Turki oleh “Vural Yayıncılık” (“Global Publishing”), Istanbul. Terjemahan bahsa Inggrisnya diterbitkan oleh “Ta-Ha Publishers”, London, Britania Raya; “Global Publishing”, Istanbul, Turki; “Al-Attique Publishers”, Ontario, Kanada dan “Goodword Books”, New Delhi, India.

Media yang diterbitkan antara lain: Buku, Buklet (Pamflet), Buku Anak, Jurnal, Dokumenter, Buku Audio, CD, Poster dan lebih dari seratus situs web. Jumlah buku dan brosur yang diterbitkan oleh Oktar mencapai ratusan. Karya-karyanya dibuat dengan mewah, dengan kertas berkualitas tinggi dan penuh gambar berwarna, dan dijual di toko buku Islam di seluruh dunia.

  • Yahya, Harun (1986). Yahudilik ve Masonluk (Judaism and Freemasonry).ISBN 9757043001.
  • Yahya, Harun (1995). Soykırım Yalanı (The Holocaust Lie). ISBN 9757856258.
  • Yahya, Harun (2000). Allah Is Known through Reason. New Delhi: Goodword Books.ISBN 8187570059.
  • Yahya, Harun (2000). Miracle in the Ant.ISBN 1842000152.
  • Yahya, Harun (2000). Allah Is Known through Reason. New Delhi: Goodword Books.ISBN 8187570059.
  • Yahya, Harun (2000). Allah’s Artistry in Colour. Goodword Books. ISBN 1842000160.
  • Yahya, Hârun (2000). The Creation of the Universe. Al-Attique. ISBN 189426438X.
  • Yahya, Harun (2001). The Evolution Deceit. London: Ta-Ha. ISBN 9756579382.
  • Yahya, Harun; Clarke, Abdassamad (2001).The Miracle in the Atom. Ta-Ha Publishers Ltd.ISBN 1842000233.
  • Yahya, Harun (2001). Disasters Darwinism Brought to Humanity. Al-Attique.ISBN 1894264444.
  • Yahya, Harun (2002). Global Freemasonry. Global Publishing. ISBN 9756426004.
  • Yahya, Harun (2002). The Glory in the Heavens. ISBN 1842000403.
  • Yahya, Harun (2002). The Design in Nature. Ta-Ha Publishers Ltd. ISBN 1842000357.
  • Yahya, Harun (2002). The Alliance of the Good. Islamic Book Service.ISBN 8172313721.
  • Yahya, Harun (2002). The World of Animals (Children, Have You Ever Thought?).ISBN 184200042X.
  • Yahya, Harun (2002). Before You Regret. Al-Attique Publishers Inc. ISBN 189426441X.
  • Yahya, Harun (2002). Fascism The Bloody Ideology of Darwinism. ISBN 983938435X.
  • Yahya, Harun (2002). Islam Denounces Terrorism. Elmhurst: Tahrike Tarsile Qur’an.ISBN 1879402971.
  • Yahya, Harun (2002). Romanticism: A Weapon of Satan. ISBN 8188273201.
  • Yahya, Harun (2003). Wonderful Creatures. London: Ta-Ha Publishers. ISBN 1842000470.
  • Yahya, Harun (2003). 24 Hours in the Life of a Muslim. ISBN 1842000543.
  • Yahya, Harun (2003). The Courage Of The Faithful. ISBN 9756426624.
  • Yahya, Harun (2003). A Definitive Reply to Evolutionist Propaganda. Global Publishing.ISBN 9756426241.
  • Yahya, Harun (2003). The Errors of The American National Academy of Science.
  • Yahya, Harun (2003). Why Darwinism Is Incompatible with the Quran. Global Publishing. ISBN 9756426039.
  • Yahya, Harun (2004). Signs of the Last Day. Global Publishing. ISBN 9756426020.
  • Yahya, Harun (2004). The Muslim Way of Speaking. ISBN 9756426438.
  • Yahya, Harun (2004). Passivity in Religion.ISBN 9756426640.
  • Yahya, Harun (2004). The Signs Of Jesus’ Second Coming. ISBN 9756426497.
  • Yahya, Harun (2004). Answers from the Quran: For Newcomers to Islam.ISBN 8172315627.
  • Yahya, Harun (2004). Communist China’s Policy of Oppression in East Turkestan. Global Publishing. ISBN 9756426446.
  • Yahya, Harun (2006). Atlas Of Creation (Volume 1).
  • Yahya, Harun (2007). Biomimetics: Technology Imitates Nature.ISBN 9756426772.
  • Yahya, Harun (2007). Miracle in the Eye.ISBN 9756426721.
  • Yahya, Harun (2007). Allahs Miracles in the Quran. Goodword Publication.ISBN 8178985381.
  • Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 2.
  • Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 3.
  • Yahya, Harun (2007). Consciousness in the Cell. ISBN 9756426713.
  • Yahya, Harun (2007). Global Impact of the Works of Harun Yahya. ISBN 9758718320.
  • Yahya, Harun (2001). Miracles of the Qur’an. Al-Attique Publishers Inc. ISBN 1894264533.

Harun Yahya Sesat!

Harun Yahya adalah tokoh yang banyak menuai pujian di Indonesia, akan tetapi dia seringkali tersandung kasus hukum di negerinya sendiri. Pernyataan pernyataan Harun Yahya sebenarnya banyak yang membingungkan bagi orang Islam. Indikasinya, jika iman kita lemah, bisa saja kita terperangkap dengan ajaran sesat yang sengaja dipropagandakannya.

Bukti-Bukti Harun Yahya Sesat

Dibawah ini saya berikan gambaran yang semoga bisa membuktikan bahwa Harun Yahya sesat: 

1. Mengaku Imam Mahdi

Sheikh imran Hossein pernah mengkritik Harun Yahya. Hal ini terkait tulisan dan perkataan di situs milik Harun Yahya yang terkesan menggiring pengklaiman diri sebagai Al Mahdi. Selain, Syeikh Imran Hossein, Bilal Philips juga mengecam Harun Yahya dan menuding Harun Yahya memiliki agenda tersembunyi.

Tulisan-tulisan itu sendiri sengaja ditaruh di situsnya, awaitedmahdi.com yang memang merupakan subordinasi atau kanal dari situs harunyahya.com. Anda bisa cek sendiri di situs tersebut.

Pic5-10-10.14.52

Memang ketika diwawancara Al Jazeera, Harun Yahya menampiknya. Ia mengatakan hanya menulis sebuah buku tentang Imam Mahdi yang merujuk kepada Hadis Nabi. Dari beberapa hadis itu terlihat beberapa kesan yang akhirnya menggambarkan Al Mahdi dalam rupa dirinya. Namun anehnya, ketika saya cross check lebih jauh hadis-hadis yang diambil oleh Harun Yahya tidak sedikit yang itu bukanlah hadis, bahkan beberapa perkataan Tokoh Agama maupun Ulama ia masukkan walaupun dalam judul besar dikatakan sebuah hadis. Apakah ini kesengajaan? Ataukah ini kekhilafan dari sebuah tokoh yang sudah banyak menulis tentang akhir zaman? Wallahua’lam.

Salah satu butir kontroversial di situs Harun Yahya tersebut adalah sebuah pernyataan yang ia katakan bahwa tahun 1956 adalah tahun yang sangat penting di akhir zaman. “The significance of the year 1956 in terms of the end times.” Tahun 1956 adalah tanda dunia akan menuju sebuah tatanan yang adil.

0.19.51

Kita ketahui bersama bahwa tahun 1956 adalah tahun dimana Harun Yahya lahir. Meski disitus tersebut pernyataan ini dikatakan sebagai sebuah hadis, anehnya tidak ada riwayat satupun yang tertera. Situs tersebut hanya menukil perkataan Said Nursi dan Adendum Emirdag yang mengotak-atik numerologi ayat Qur’an dan mengatakan bahwa tahun 1956 sebagai tahun runtuhnya sistem kemunafikan di seluruh dunia. Apakah betul seperti itu? Nyatanya hingga tahun 2011, jangankan seluruh dunia, Turki pun dalam pandangan saya belum bisa lepas dari kemunafikan.

Situs Harun Yahya tersebut juga mengatakan bahwa Al Mahdi sebenarnya lahir di sebuah kota besar yang kelak menjadi Istanbul. Dalam situs tersebut ditulis,

“Hazrat Mahdi (as) will apear from Turkey and will never leave until the end of his struggle”.

“Hazrat Mahdi (as) will spiritually capture Istanbul”

Kita ketahui Harun Yahya sendiri besar di Turki. Pertanyaannya adalah betulkah ada hadis yang mengatakan Al Mahdi muncul di Turki? Sebagai umat muslim kita hanya bisa menjawab jika merujuk kepada hadis Rasulullah SAW yang bersabda,

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Anehnya awaitedmahdi.com, juga mengatakan bahwa Al Mahdi ketika muncul tidak bisa berbahasa Arab. “Hazrat Mahdi (as) will not speak Arabic very well, but he will bear a close moral resemblance to our prphet (saas)”.Padahal Al Mahdi jelas-jelas muncul di Madinah dan ia masih keturunan Rasulullah SAW. Al Mahdi pun akan menjadi kholifah umat muslim di akhir Zaman. Secara logika, bagaimana mungkin seorang Kholifah tidak bisa berbahasa Arab? Apakah ini masih terklait dengan Harun Yahya yang memang tidak terampil berbahasa Arab?


Selanjutnya: Ada Unsur Adu Domba Teori Evolusi Darwin Dengan Islam (5: Kesimpulan)

Iklan

One response »

  1. […] Lanjutan dari: Ada Unsur Adu Domba Teori Evolusi Darwin Dengan Islam (4) […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s