Lanjutan dari: Ada Unsur Adu Domba Teori Evolusi Darwin Dengan Islam (4)


Pics.32.14

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera (sayangnya video yang di unggah di youtube sudah tidak tersedia lagi karena klaim hakcipta dari A9 TV). Harun Yahya juga meragukan keakuratan bahwa nama Al Mahdi sebenarnya adalah Ahmad atau Muhammad. Selanjutnya ia menekankan bahwa nama aseli Al Mahdi adalah Adnan. Kita ketahui bersama Harun Yahya selama ini hanyalah nama pena. Sedangkan nama aseli beliau adalah Adnan Oktar. Inilah yang dikecam Syeikh Imran, beliau mengatakan Islam tidak mengenal nama pena atau samaran. Hal itu haruslah dihindari setiap sarjana Islam agar apa yang dikatakannya sesuai apa yang ia tulis.

Maka marilah kita merujuk kepada Hadis Nabi tentang perkara nama Al Mahdi. Rasulullah SAW, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan: “Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku.

Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana disebutkan dalam riwayat: “Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283). Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284). Dalam riwayat lain: “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dalam hadits yang lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284)

Oleh karenanya, Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.” (An-Nihayah fil Malahim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

Sebelumnya sosok Harun Yahya, dengan segala kelebihannya juga tidak lepas dari kritik. Harun Yahya sampai kini tidak menganggap Syiah keluar dari Islam. Hal ini dipertegas olehnya, saat melakukan wawancara dengan wartawan Al Jazeera di Istanbul 6/08/2007. Ia mengatakan, “I love all Muslims in Turkey and worldwide, and I make no distinction on the basis of school or sect. I respect them all. There is no difference between Sunni and Shia. The same applies to the Ihvan-i Muslim. They are also my brothers. I regard them as totally sincere. We all pray in the same direction. We share the same Book. These elements all make us one.”

Maka tak heran dalam menjelaskan ciri-ciri Al Mahdi, beliau banyak menukil dari riwayat Imam Jafar As Sadiq yang banyak diselewengkan oleh Syiah. Salah satunya ialah penjelasan bahwa umat Islam nanti akan bisa mendengarkan perkataan Al Mahdi lewat sebuah terjemahan.

“Jaffar Sadik said that people all over the world would be able to listen to Hazrat Mahdi’s (as) words instantaneously through simultaneous translations”

Padahal jelas sekali, Syiah sudah berbeda akidah dengan agama Islam. Kita tidak bisa menyebut mereka sebagai salah satu aliran dalam Islam. Dan itu baru satu kasus. Allah jelas sekali menjaga akidah dan perkataan Al Mahdi yang selaras dengan akidah Islam. Bukan Al Mahdi yang masih mengganggap orang yang menghina Sahabat Nabi dan menganggap Al Qur’an itu palsu sebagai bagian dari Islam.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dgn keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Jadi, kalaulah memang Harun Yahya menampik diri sebagai Al Mahdi, kenapa penjelasan sesat tentang Al Mahdi masih saja nangkring di situsnya dan belum juga turun meski beberapa ulama seperti Bilal Philips dan Syeikh Imran Hossein sudah mengkritiknya berkali-kali.

Masih banyak sebenarnya data-data keliru yang dijadikan indikasi atau penjelasan sosok Al Mahdi dalam situs tersebut. Seperti pernyataannya yang mengatakan Al Mahdi berasal dari Kaukasus. “Hazrat Mahdi (as) will come from the Caucasus”.Kita ketahui bersama Harun Yahya alias Adnan Oktar adalahseorang keturunan sayyid atau habib yang bermigrasi ke Kaukasus selama invasi Hulagu. Asal-usul Beslen Arslan Kasayev, kakek Omer Bey, kakek Mr. Oktar, kembali ke dinasti Nogay.Keluarga ini juga dikenal sebagai Arslanogullari (anak-anak Arslan) dan merupakan salah satu dari dua puluh satu keluarga sayyid yang namanya muncul dalam dokumen yang disiapkan untuk gubernur Kaukasus pada 1827.

Ingat! Seorang Imam Mahdi tidak pernah mengatakan dirinya adalah Imam Mahdi!

2. Harun Yahya ternyata mengaku anggota freemason

Harun Yahya mengaku sebagai seorang muslim sekaligus ‘intelektual’ sebagaimana bisa dilihat di berbagai karyanya yang berupa buku-buku, video, dll. Namun dalam perjalannya seolah muncul hal-hal aneh yang mewarnai perjalanannya, seperti diantaranya

  • Pengakuan langsung di websitenya, bahwa HY saat ini telah digelari sebagai Grand Master Freemason dan anehnya HY menganggap gelar itu sebagai sebuah pujian.
  • HY saat ini adalah pemateri di pondok-pondok freemason di berbagai negara, sampai-sampai dapat ijin juga untuk bikin sendiri pondok freemason kalau mau.
  • HY Punya izajah dan medali Freemason.
  • HY menjadi anggota Freemason atas kehendak dan kesadaran sendiri, walaupun katanya dia ikut Freemason tapi tidak berpindah keyakinan.

3. Kesesatan lainnya

Screenshot_2016-05-10-12-54-24_1

Kemudian ada juga diantara penyimpangan HY yang sempat menjadi kontroversi yaitu:

  • Pernah terlibat beberapa aktifitas ilegal, masalah hukum hingga kasus kriminal.
  • Pernah melakukan tindakan asusila kepada perempuan dibawah umur dan menganggapnya sah/halal.
  • Menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai sekutu, yang bertentangan dengan prinsip al wala’ wal bara’ seorang muslim.
  • Memiliki acara TV yang menampilkan wanita-wanita yang berdandan ala sosialita (kalau tidak mau disebut pelacur).
  • Adanya peringatan dari seorang syekh yang menyebut HY sebagai seorang ‘heretic’ dan memiliki ‘hidden agenda’.
  • Adanya peringatan lain yang menyebut buku-buku karya HY sebagai ‘deceptive’.
Foto: izlesene.com

Foto: izlesene.com

Satu hal yang mungkin bisa dipahami dari alasannya bergabung dengan Freemason adalah konsep “memperbaiki dari dalam”, dimana menurutnya dengan bergabung disana dia bisa melakukan perubahan lebih baik, tanpa harus meninggalkan keyakinannya.

Padahal sebenarnya konsep ini juga memiliki bahaya, dimana keyakinan seseorang (terutama seorang muslim) pada dasarnya bisa terkikis sedikit demi sedikit tanpa disadari, sebagaimana bisa dilihat sendiri, ada sebagian kelompok pergerakan hari ini yang mengusung konsep serupa, yang pada akhirnya juga harus menggadaikan/mengobral/mengkompromikan sebagaian besar keyakinannya demi konsep yang diagungkan tersebut.

Kejadian Manusia Menurut Al-Qur’an

Seandainya Darwin maupun Wallace serta koleganya mau membaca Kitab Al-Qur’an, tentu mereka tak perlu repot-repot mengadakan segala macam penelitian itu. Sebab dalam Surat 23 (Al-Mu’minuun) sudah dijelaskan perkembangan kejadian manusia dan kehidupannya di akhirat.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (QS 23:12)

“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS 23:13)

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS 23:14)

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.” (QS 23:15)

“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (QS 23:16)

Adapun mengenai perbedaan warna kulit, disebut dalam Surat 30 (Ar Ruum) dan 49 (Al Hujuraat) yang menjelaskan, bahwa manusia itu diciptakan berbagai suku bangsa dan bahasa agar saling kenal. Dan ukuran keunggulan manusia bukan pada kekuatan tubuhnya, tapi karena taqwanya kepada Allah Swt.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS 30:22)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13).

Dari kasus ini dapat dipetik hikmah, bahwa setinggi apapun ilmu pengetahuan yang dapat dicapai manusia, harus kembali disandarkan kepada Al-Qur’an. Karena“Allah Maha Tahu, Maha Luas Ilmunya, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS 2:29).

Kesimpulan

Harun Yahya & Charles Darwin

Harun Yahya & Charles Darwin

(1). Teori Darwin sejak zaman dahulu memang sengaja dibuat untuk merusak aqidah umat Islam dan Harun Yahya adalah tokoh terpilih untuk memperdebatkan atau mengadu dombakan Teori Darwin dengan Islam. Karena Darwnin dan Harun Yahya sama-sama menjadi propagandis Freemason.

(2). Sebagai umat muslim 100% harus setuju dengan apa yang tertuang didalam kitab suci Al-Qur’an.

Pandangan Islam tentang awal kejadian manusia bisa dilihat di Surat Al Hijr (Qs 15). Manusia diciptakan Allah Swt. dari lumpur hitam yang diberi bentuk dan diberi ruh. Bukannya berasal dari kera yang berevolusi.


“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Qs 15:28-29)

Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ (Qs 4). Dari diri nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah. Tidak ada evolusi genetika.


“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)

Referensi

  • ^https://grelovejogja.wordpress.com/2007/12/03/teori-evolusi-charles-darwin/
  • ^https://id.m.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya
  • ^http://m.kompasiana.com/trm/harun-yahya-mengadu-domba-agama-dan-sains_5500d2ffa33311be0b5108df
  • ^https://agorsiloku.wordpress.com/2006/09/19/beberapa-kesalahan-fatal-buku-harun-yahya/
  • ^http://kanahayakoe.blogspot.sg/2011/06/benarkah-harun-yahya-mengklaim-diri-al.html?m=1
  • ^https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120312083236AAlkfVC
  • ^http://www.dowlagu.com/watch?v=dQXjZqW99Lk
  • ^https://nulisamaom.blogspot.co.id/2016/01/harun-yahya-menyimpang-dan-saya-baru.html?m=1
  • ^http://imtaq.net/teori-darwin-dibantah-dalam-al-quran/
Iklan

One response »

  1. Sabda Alamsyah berkata:

    hahahahahahaha justru para ilmuwan muslim yang berkata makhluk hidup itu berevolusi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s