Said Aqil Siradj – Berbagai Pernyataan Kontroversi


Profil: Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj M.A.

 1.20
Tanggal lahir 3 Juli 1953 (umur 62), 
Bendera Indonesia Cirebon, Jawa Barat
Kebangsaan Indonesia
Pendidikan
  • Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon
  • Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)
  • Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)
  • S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982
  • S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987
  • S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994
Pekerjaan
  • Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)
  • Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
  • Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1995-sekarang)
  • Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
  • MKDU penasihat fakultas diUniversitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
  • Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB(1998)
  • Komisi member (1998-1999)
  • Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
  • Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
  • Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
  • Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
  • UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
  • Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
  • Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI)
  • Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul ‘Ulama (PBNU) 2010-2015
Organisasi
  • Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
  • Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
  • Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)
  • Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
  • Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
  • Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
  • Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
  • Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
  • Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
  • Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
  • Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
  • Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
  • Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
  • Ketua PBNU (2004-sekarang)
  • Pembina dan Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Haji Aqiel Siroj (KHAS) Kempek Cirebon
Dikenal karena Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama Periode 2015-2020
Agama Islam
Pasangan Hj. Nur Hayati Abdul Qodir
Anak
  1. Muhammad Said Aqil
  2. Nisrin Said Aqil
  3. Rihab Said Aqil
  4. Aqil Said Aqil

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj (lahir di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat,Indonesia, 3 Juli 1953; umur 62 tahun) adalah Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus BesarNahdlatul ‘Ulama periode 2010-2020.


Pemilihan sebagai Ketua Umum PBNU


Jabatan Organisasi Islam
Didahului oleh: KH. Hasyim Muzadi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU
2010–2015
Petahana

Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU) periode 2010-2015 dalam Muktamar ke-32Nahdlatul ‘Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnya Slamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Sebelumnya, KH Sahal Mahfudz, terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul ‘Ulama (PBNU) 2010-2015. Said Aqil Siraj dan Slamet maju ke putaran kedua setelah memperoleh masing-masing 178 suara dan 158 suara. Keduanya dianggap memenuhi syarat untuk maju dalam putaran kedua pemilihan calon ketua umum PBNU. Dalam tata tertib muktamar seorang calon harus mengumpulkan 99 suara untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum. Sementara itu, Sholahuddin Wahid (Gus Solah) hanya mendapatkan 83 suara, Ahmad Bagja (34), Ulil Absar Abdala (22), Ali Maschan Moesa (8), Abdul Aziz (7), Masdar Farid Mas’udi (6). Mereka gagal memperoleh angka 99 suara dari muktamirin sehingga tidak bisa mengikuti putaran kedua.

Pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, Said Aqil Siroj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020). Said Aqil Siroj meraih kemenangan dengan mengumpulkan 287 suara dari 412 suara muktamirin. Kandidat lainnya As’ad Said Ali meraih 107 suara, dan Salahudin Wahid 10 suara. Said Aqil Siroj kembali berjanji untuk konsisten tak akan menggunakan NU untuk kepentingan politik. Said mengatakan, agenda yang menjadi prioritasnya adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Di kalangan Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj bukanlah orang baru. Ayahnya, Aqil Siroj Kempek adalah seorang kiai di Cirebon dan termasuk dalam jejaring ulama di Karesidenan Cirebon, seperti Benda Kerep, Buntet, Gedongan dan Babakan.


Kemenangan Said Aqil Dipuji Tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal)


Kemenangan Said Agil Siradj atas Slamet Effendi Yusuf dalam perebutan kursi ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat tanggapan dari aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla.

Menurut tokoh muda NU ini, terpilihnya Said Agil merupakan kemenangan terbaik sepanjang pergantian kepemimpinan NU yang diikutinya.

“Ini saya katakan sebagai the best result. The bestkarena kemenangan ini adalah kemenangan melawan Hasyim Muzadi,” kata Ulil, kandidat calon ketua umum PBNU periode 2010-2015 yang tidak lolos putaran kedua di Asrama Haji Sudiang,Makassar, Sabtu 27 Maret 2010.

Menurut Ulil, Said Agil adalah sosok yang dianggapnya paling tepat memimpin NU. Sebab Said bisa menjadi panutan, alim, serta sosok yang bisa menyesuaikan dengan tantangan zaman yang dihadapi NU saat ini.

“Saya yakin di tangan Kiai Said, NU makin bisa melangkah ke depan, makin maju dan akan lebih pesat,” ujarnya.

Untuk itu, Ulil mengaku akan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Said Agil Siradj bersama Rois Aam KH Sahal Mahfudz.


Pernyataan-Pernyataan Kontroversial Said Aqil Siradj


1. Menyamakan Tauhid Islam dengan Trinitas Kristen

Kyai jebolan Universitas Ummul Qura Mekkah ini menulis artikel berjudul “Laa Ilaaha Illallah Juga,” demikian kutipannya:

“Tauhid merupakan misi utama yang diemban para nabi dan rasul di muka bumi. Meskipun mereka berbeda kurun waktu, umat ataupun corak peribadatan (syariah), tetapi memiliki ajaran yang konstran di bidang Tauhid (keimanan). Semua rasul dan nabi pasti berseru kepada kaumnya untuk menuhankan Allah yang Mahaesa serta menegasikan sesembahan (ilah) selain-Nya. Mereka memberantas semua upaya yang ditujukan untuk membuat “tuhan tandingan” (musyrik) atau mengingkari eksistensi Tuhan (kafir).…

Secara umum tauhid terbagi dalam tiga kategori: tauhid al-rububiyyah, tauhid al-uluhiyyah dan tauhid asma’ dan sifat-sifat Tuhan. Jika seseorang telah mengakui bahwa Allah itu Tuhan semua makhluk, pemilik alam semesta, pencipta alam seisinya, Maha menghidupkan dan mematikan serta memberi rezeki kepada semua makhluk, maka orang tersebut telah meneguhkan dirinya dalam tauhid al-rububiyyah. Apabila seseorang hamba berupaya menyembah Allah secara tulus dan murni disertai perasaan cinta (mahabbah), takut (khauf), harapan (raja’), pasrah (tawakkal) kepada-Nya, maka ia memasuki wilayah tauhid al-uluhiyyah. Sedangkan tauhid shifat dan asma’ dimaksudkan sebagai keyakinan bahwa Allah itu memiliki sejumlah asma dan sifat yang tiada tahrif (perubahan), ta’thil (pengosongan), takyif (kondisional) ataupun tamsil (personifikasi).

“Dari ketiga macam tauhid di atas, tauhid Kanisah Ortodoks Syria tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara al-rububiyah, Kristen Ortodoks Syria jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-uluhiyah ia juga telah mengikrarkan Laa ilaaha illallah: “Tiada tuhan (ilah) selain Allah,” sebagai ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda, hanya ada perbedaan sedikit tentang sifat dan asma Allah tersebut….

Walhasil, keyakinan Kristen Ortodoks Syria dengan Islam (Sunni), walaupun berbeda dalam hal peribadatan (syari’ah), pada hakikatnya memiliki persamaan yang sangat substansial dalam bidang tauhid”(hal. 163-166).

2. Situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno

Said Agil Siradj Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) periode 2010-2015 pernah mengatakan, bahwa

“…situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu yang membuat dan menjadi bintang porno…”

Alasannya, menurut Said Agil, madharat situs porno hanya berdampak individual, berbeda dengan situs radikal berefek sosial.

Pendapat seperti itu jelas gegabah, tidak mendasarkan pada kaidah syar’iyah dan ilmiah. Karena sudah sejak lama masyarakat mengetahui dan merasakan adanya dampak yang dihasilkan dari maraknya situs porno. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hendra Wahyu Kurnia (2002), antara lain menemukan adanya dampak psikologis (kognitif, afektif, dan behavior).

Mengaitkan antara radikalisme dengan pergerakan dakwah Wahabi sebagai biang kerok dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat.

“Kita bisa mencermati pergerakan paham Wahabi di negeri kita yang secara mengendap-endap telah memasuki wilayah pendidikan dengan menyuntikkan ideologi puritanisme radikal, semisal penyesatan terhadap kelompok lain hanya karena soal beda masalah ibadah lainnya. Di berbagai daerah bahkan sudah terjadi ‘tawuran’ akibat model dakwah Wahabi yang tak menghargai perbedaan pandangan antar-muslim. Model dakwah semacam ini bisa berpotensi menjadi ‘cikal bakal’ radikalisme,” tulis KH Said Aqil Siradj pada harian Republika (3/10/2011), dengan judul, Radikalisme, Hukum, dan Dakwah.

Sebenarnya, stigma “Wahabi” merujuk pada sosok ulama abad ke-18, bernama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimy An-Najdi. Gerakan dakwahnya mengusung tajdid dan tashfiyah  (pembaharuan dan pemurnian) akidah kaum muslimin dari beragam kemusyrikan dan amaliah yang tidak diajarkan oleh Islam. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang dai yang tak pernah menyebut kiprah dakwahnya dengan penamaan dakwah Wahabi atau tak pernah mendirikan organisasi dakwah bernama Wahabi. Istilah Wahabi baru muncul belakangan, itupun dengan tujuan stigmatisasi oleh mereka yang tak setuju dengan pemikiran yang diusung dalam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.

Di Indonesia, stigma Wahabi juga pernah dilekatkan pada ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (PERSIS). Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, Syaikh Ahmad Soorkati, A. Hassan, dianggap sebagai pengusung paham Wahabi di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut sebagai pengusung dakwah Wahabi. Baik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ataupun generasi dakwah selanjutnya di seluruh dunia yang sepaham dengan pemikirannya tak pernah ada yang dengan tegas menyatakan dirinya sebagai Wahabi.

3. Menolak pamitan duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman Al-Khayyat

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdurrahman Al-Khayyat, kecewa pada sikap Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, K.H. Said Aqil Siradj yang menolak menerima dirinya. Padahal duta besar senior di Indonesia itu datang untuk pamitan sehubungan masa tugasnya di Indonesia berakhir.

“Saya sudah dijanjikan untuk bisa bertemu pekan lalu, tapi tiba-tiba dibatalkan. Saya tak bisa mengerti mengapa sikapnya demikian terhadap kami,” kata Al-Khayyat, di kediamannya di Jakarta, Sabtu (11/12/2011) malam.

Sebelum meninggalkan Indonesia, dia menggelar resepsi untuk kalangan pers di rumah dinasnya.

“Menjadi tugas saya selaku wakil pemerintah dan bangsa Arab Saudi meningkatkan hubungan baik dengan berbagai kalangan di Indonesia, termasuk dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu,” katanya.

KH Hasyim Muzadi menyatakan, tidak lazim ketua umum PB NU menolak tamu baik besar atau kecil, yang Islam atau bukan Muslim.

“Apalagi tamu itu diplomat negara Islam, tak boleh ditolak. Itu sangat tidak baik untuk umat Nahdlatul Ulama,” kata Muzadi, yang juga mantan ketua umum PB NU periode 2000-2004.

5. Pernyataan berbau kesyirikan

“Jika seseorang berdoa’a pada batu secara khusyu’ maka Alloh akan mengabulkan do’anya karena kalau tidak terkabul maka Alloh akan sama dengan batu”, Kata Said Aqil Siradj (Butuh Rujukan)

6. Memperbolehkan Mengucapkan Selamat Natal

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj, mengatakan umat Islam khususnya Nahdliyin boleh mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Kristen yang sebentar lagi akan merayakannya.

Namun, Said mengingatkan pengucapan Selamat Natal adalah untuk kelahiran seorang nabi. Bukan Anak Allah.

“Bisa. Tapi bukan karena lahirnya anak Tuhan. Tapi mengucapkan Natal atas dilahirkannya Nabi Isa. Bukan putera Allah,” kata Said di kantornya, Jakarta Selasa (17/12/2013).

Berbeda dengan pernyataan Said Aqil Siroj, sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) tegas menyatakan umat Muslim di Indonesia tidak perlu mengucapkan selamat Natal untuk umat Nasrani. Imbauan itu didasarkan pada fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI pada tahun 1981.

“Itu mengacu pada fatwa MUI tahun 1981, saat ketuanya Buya Hamka,” kata Ketua MUI, KH. Amidan, Senin (24/12/2012)

Ketua MUI lainnya, KH. Ma’ruf Amin juga pernah menegaskan agar umat muslim agar tidak memberikan ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada umat kristiani apalagi mengikuti natalan bersama, karena hukumnya haram dan berdosa bagi umat Islam mengikuti perayaan Natalan bersama umat Kristen. Sebab dalam acara Natalan bersama itu mengandung unsur ibadah Kristiani.

“Umat Islam haram mengikuti perayaan Natalan bersama, karena mengandung unsur ibadah, sehingga akan merusak aqidah dan keimanan umat Islam. Bahkan ucapan Selamat Hari Natal,  jangan sampai diucapkan oleh umat Islam Adapun yang diperbolehkan ucapan Selamat Tahun Baru 2013,” Ujar Kyai Ma’ruf di Jakarta (19/12/2013).

Ia menegaskan, meski tidak mengucapkan selamat, umat Islam tetap harus menghormati perayaan Natal. Tapi tetap di dalam batasan-batasan ajaran agama Islam

“Tentu kita harus jaga toleransi tapi tentu ada fatwa MUI melarang untuk mengikuti ritualnya, karena itu ibadah,” ujar pimpinan tertinggi ulama se-Indonesia itu.

7. Menyarankan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menutup situs-situs Islam

“Memang situs-situs itu masih ada sampai sekarang dan memang tidak kalah bahayanya situs-situs radikal itu dengan situs-situs porno. Jadi, seharusnya Pak Menteri (Tifatul Sembiring) jangan cuma bisa tutup situs porno saja, dia juga harus bisa tutup situs-situs radikal itu,” ujar Said saat melakukan konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

8. Mengatakan bahwa Rasulullah SAW sangat berambisi untuk menyebarkan Islam sehingga beliau ditegur oleh Allah

(butuh rujukan)

9. Menyatakan bahwa “Perang Suci” itu tidak ada

Aqil Siradj juga mengatakan tidak ada perang suci semua perang kotor, dengan pernyataan ini jelas dia telah menghina Rasulullah SAW bahkan menghina Allah SWT, karena banyak peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat seperti perang Badar, Uhud, Khandaq dan sebagainya itu atas dasar perintah Allah SWT dan dia juga telah mengina para pahlawan nasional yang gugur di dalam peperangan mengusir penjajahan seakan-akan mereka adala orang yang kotor, sementara Allah SWT sangat mencintai dan memuji para syuhada.

10. Memperbolehkan umat Islam untuk memilih pemimpin non-muslim

Ketika para Ulama dan Habaib melarang keras umat Islam untuk memilih pemimpin orang kafir sesuai dengan Surat An Nisa ayat 144, Al-Maidah ayat 51 dan Ali-Imran ayat 28 jutru Aqil Siradj membolehkannya. Bahkan memerintahkan kepada para Nahdliyin untuk memilih gubernur yang berbuat baik kepada NU seperti gubernur Kalbar Cornelis yang beragama Katholik dan wakilnya keturunan Cina yang beragama Kristen. Demikian pernyataan di Kompas.com, Senin 13 Agustus 2012, Pukul 21.02 WIB.

11. Menyatakan tidak ada larangan dalam Islam bagi perempuan duduk mengangkang saat mengendarai atau membonceng kendaraan

“Para ulama dan masyarakat Aceh sangat marah atas pernyataan KH. Said Aqiel Siroj soal duduk ngangkang. Said Aqel harus mencabut pernyataannya, sebab sudah menyinggung dan memicu kemarahan ulama dan masyarakat Aceh!”

Demikian disampaikan Ketua NU Banda Aceh, Drs Tengku Haji Misnan, MA, kepada Suara Islam Onlinemelalui telepon selulernya, Selasa (15/1/2013).

Menurut Tengku HAji Misnan, beberapa hari lalu pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siroj yang membolehkan duduk ngangkang bagi wanita yang membonceng naik motor dilansir harian Serambi Indonesia di Aceh.

Pernyataan Aqil yang sangat kontroversial dan sangat menyinggung bagi warga Aceh tersebut disampaikan Aqil merespon Surat Edaran Walikota Lhoksumawe yang melarang para wanita yang membonceng motor dengan duduk ngangkang. Para ulama dan masyarakat Aceh mengaku tersinggung dan marah dengan ucapan Aqiel. Mereka sangat menyesalkan pernyataan yang menentang Surat Edaran Walikota Lhoksumawe mengingat Surat Edaran soal larangan duduk ngangkang bagi wanita itu dikeluarkan dalam rangka menjaga akhlakul karimah bagi wanita yang sudah menjadi adat istiadat bangsa Aceh.

Terhadap pernyataan Aqiel itu Ketua NU Banda Aceh Tengku Haji Misnan menegaskan, “Para ulama  dan umat NU Banda Aceh beserta Majlis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) meminta ketua PBNU mencabut pernyataannya di harian Serambi Indonesia beberapa hari lalu bahwa Islam tidak melarang duduk ngangkang sebagaimana yang diterapkan Walikota Lhokmumawe Aceh melalui edarannya”.

Melalui pernyataannya itu, para ulama di Aceh menilai Said Aqil terang-terangan meremehkan Surat Edaran Walikota Lhoksuemawe sekaligus meremehkan dan menunjukkan ketidaktahuan Said Aqil terhadap budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh.

12. Kyai Said simpatisan sekte sesat Syi’ah

Dalam buku Tasawwuf sebagai Kritik Sosial, di antaranya Said Aqil menulis bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis dan Imam Syafi’i dianggap simpatisan Syi’ah.

13. Kyai Said, tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani di sebuah gereja di Surabaya

Kyai Said, tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani di sebuah gereja di Surabaya. Dengan background belakangnya salib patung Yesus dalam ukuran yang cukup besar. Beritanya pun dimuat majalah aula milik warga NU, dia juga pernah melontarkan gagasan liberalnya yaitu merencanakan pembangunan gedung bertingkat, dengan komposisi lantai dasar akan diperuntukkan sebagai masjid bagi umat Islam, sedangkan lantai tingkat satu diperuntukkan sebagai gereja bagi umat kristiani, lantai tingkat dua diperuntukkan sebagai pure bagi penganut hindu, demikian dan seterusnya. (KH. Lutfi Bashori, Konsep NU & Krisis Penegakan Syari’at).

14. Melontarkan sebuah fitnah keji bahwa diantara ciri-ciri teroris itu mereka rajin shalat malam, berpuasa sunnah, dan hafal Al-Qur’an seperti kelompok Khawarij

Kali ini, komentar provokatif Said Aqil belum lama ini yang melontarkan sebuah fitnah keji bahwa, “diantara ciri-ciri teroris itu mereka rajin shalat malam, berpuasa sunnah, dan hafal Al-Qur’an seperti kelompok Khawarij” ditanggapi dengan nasihat oleh ulama sepuh Ustadz Abubakar Ba’asyir.
Setelah menantang Mubahalah kepada Said Aqil Siradj atas fitnah keji tersebut di atas yang dilontarkannya dalam sebuah acara yang diselenggarakan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), ulama sepuh Ustadz Abubakar Ba’asyir menyampaikan nasehatnya kepada Said Aqil.
Ustadz Abubakar Ba’asyir menegaskan, memang benar para mujahid yang dituduh sebagai teroris itu banyak diantara mereka yang rajin shalat malam, berpuasa sunnah dan hafal Al-Qur’an. Namun mereka tidak seperti kelompok Khawarij sebagaimana yang dituduhkan Said Aqil Siradj.
“Pernyataan Said Agil Siradj tentang mujahid yang dia sebut sebagai teroris dan dinyatakan rajin shalat, hafal Qur’an serta puasa sunnah insya Allah ada benarnya meskipun tidak semua. Tetapi mereka tidak seperti Khawarij yang juga rajin shalat,” kata ustadz Abu Bakar Ba’asyir saat dikunjungi para aktivis Islam, di tempat beliau ditahan di LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2013).
Namun sayangnya kata ustadz Ba’asyir, Said Aqil Siradj masih kurang jujur dalam menyampaikan ciri para mujahid yang dituduhnya sebagai teroris itu.
Diantara ciri mujahid lainnya menurut ustadz Ba’asyir adalah ketika wafat jenazahnya harum dan tidak busuk meski sudah dikubur selama bertahun-tahun.
“Hanya saja Said Agil Siradj kurang jujur, tidak berani menyatakan bahwa jenazah para mujahid yang dia sebut teroris itu baunya harum dan tidak busuk selama bertahun-tahun. Sebenarnya Said Agil Siradj tahu masalah ini tetapi tidak berani menyampaikan kepada umat, karena khawatir umat membela mujahid yang dia sebut teroris,” tutur dai lintas rezim yang kini menjalani vonis zalim 15 tahun di sel Super Maximum Security, LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Untuk itu, ustadz Abu Bakar Ba’asyir pun mengingatkan, sebagai seorang ulama keilmuan Said Aqil sangat dibutuhkan umat. Maka ustadz Ba’asyir pun menasehati Said Aqil agar menjadi ulama rabbani, bukan malah menjadi ulama syaithani.

15. Mengatakan bahwa “orang yang berjenggot mengurangi kecerdasan“

“Orang berjenggot itu mengurangi kecerdasan, jadi syaraf yang sebenarnya untuk mendukung kecerdasan otak, ketarik oleh jenggot itu, untuk memanjangkan jenggot,” ujarnya.

Keseriusan Said Aqil Siradj soal jenggot akhirnya membuat alm. K.H. Hasyim Asy’ari harus ‘cukur jenggot’ pada peringatan Hari Santri 22 Oktober 2015 lalu.

16. Mengatakan bahwa Muhammadiyah Goblok

Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj kembali menyulut kontroversi. Beberapa waktu lalu orang ini bilang jika orang yang punya jenggot itu bodoh, orang berjenggot mengurangi kecerdasan, semakin panjang semakin goblok, sekarang menyebut Muhammadiyah goblok. Bahkan, Said melontarkan katagoblok hingga empat kali diwaktu berdekatan dalam salah satu ceramahnya. Dalam ceramah itu, Said membanggakan NU, sebagai Ahli Sunnah, yang sudah ada sejak zaman sahabat, bahkan sejak zaman Rasul.

“Saya mengatakan goblok itu pada Muhammadiyah,” katanya dalam ceramah.

Said mengatakan demikian karena menurutnya, cara NU memuji-muji Rasulullah sesuai dengan sunnah taqririyah (ketetapan nabi).

Sayangnya, dalam ceramah yang diunggah di laman youtube itu Said tak menjelaskan secara rinci mengapa kepada Ormas Muhammadiyah patut disematkan kata goblok dalam hal tersebut.

Menurut Said, Islam yang persis sama dengan amalan di zaman Nabi Muhammad adalah NU! “Yang persis zaman Rasul ya NU ini,” katanya.


Selanjutnya: Said Aqil Siradj – Berbagai Pernyataan Kontroversi (Bagian 2)

Iklan

2 responses »

  1. […] Lanjutan dari: Said Aqil Siradj – Berbagai Pernyataan Kontroversi (Bagian Pertama) […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s