3 (Tiga) Ayat Yang Meruntuhkan Madzhab Syi’ah dari Dasarnya

Madzhab Syi’ah adalah sebuah madzhab yang besar, menurut sebagian orang. Akan tetapi demi Allah, dia adalah sebuah madzhab yang kecil, kerdil lagi rendah. Karena apa? Karena salah satu asas berdirinya agama Syi’ah adalah kesyirikan kepada Allah yang Maha Agung. Syi’ah bertaqarrub (mendekatkan diri)  kepada Allah (menurut persangkaan mereka) dengan perbuatan-perbuatan syirik.

Syirik adalah salah satu tipu daya setan, dan tipu daya setan itu adalah sangat lemah. Tipu daya setan adalah kebatilan, maka kita akan menghadapinya dengan sesuatu yang haq dari Allah, Al-Qur’an. Karena tatkala kebenaran (Al-Haq) itu datang maka pastilah kebatilan itu akan sirna. Tatkala yang haq itu dilemparkan kepada yang batil maka menjadi lenyaplah kebatilan itu. Cukup dengan 3 Ayat dari Al-Qur’an, kita tidak akan menggunakan perkataan Ibnu Taimiyah apalagi Ibnu Abdil Wahhab -rahimahumallah-.


Kita katakan:

Kami akan ikut kalian ke kuburan manapun yang menurut agama Anda suci atau keramat, dan kami akan ikut beribadah, bersujud ke kuburan manapun yang kalian inginkan dengan syarat jika hal ini sesuai dengan alqur’an dan tidak bertentangan dengan al Qur’an.

Syi’ah berkata:

Baik, tapi jangan menggunakan perkataan Muhammad bin Abdul Wahhab dan jangan memakai perkataan Ibnu Taimiyyah.!

Kita katakan:

Wallahi (Demi Allah), kita tidak akan memakai dari perkataan mereka Rahimahumallah, kita hanya memakai dalil dari Qur’an.  Ini cukup buat kita, bukankah Allah berfirman:

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. [Al-‘Ankabuut : 51]

Al-Qur’an mengatakan Berdo’a kepada Husain, atau di Kuburan Husain dan di kuburan manupun kepada siapapun selain Allah adalah Syirik.

Syi’ah berkata:

Apa dalilnya ?

Kita katakan:

Dalil-nya, Firman Allah daam surat Fathir ayat 13:

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

“Dia (Allah) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nya lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari”.

Apakah Husain selain Allah…?, Hasan selain Allah..?, Nabi Muhammad ‘alaihisshalatu wassalam selain Allah..? Para Malaikat selain Allah?.

Allah berfirman: “Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari” . Qithmiir adalah kulit tipis yang ada diantara daging buah kurma dengan biji kurma. Daging buah kurma bisa kita makan, bijinya pun bisa ditanam, tapi qithmiir…? tidak kita makan dan tidak bisa ditanam.

Jika ada dua orang, salah satunya memiliki uang milyaran yang dia berkuasa untuk memberikannya kepada siapapun yang dia kehendaki dan orang yang satunya lagi tidak memiliki meskipun hanya satu riyal. Secara akal sehat, kepada siapa kita akan meminta? Tidak mungkin kita akan meminta kepada orang yang kedua yang tidak memiliki apa-apa. Demikianlah keadaannya orang-orang yang kamu seru (sembah) selainAllah.

Jika demikian maka mereka tidak berhak diibadahi, diseru dalam do’a, dimintai pertolongan,

Syiah berkata:

Dari mana engkau tau bahwa perbuatan itua adalah syirik…?

Kita katakan:

Dari khabar yang Allah terangkan dalam lanjutan ayat tersebut. Allah berfirman menjelaskan keadaan orang-orang tersebut -yang diibadahi selain diriNya-

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. [Faathir : 14]

Allah berfirman: “Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. ”Inilah yang Allah kabarkan kepada kita tentang orang-orang yang diseru (disembah) selain Allah, di dunia. Bukankah kita beriman kepada Allah, bukankah Al-Qur’an itu benar? Apakah kita membenarkan Firman Allah ini ?

Kemudian Allah mengabarkan kepada kita tentang keadaan orang yang beribadah kepada selain Allah dan keadaan yang diibadahi pada hari kiamat kelak tatkala Allah mengumpulkan mereka semuanya dihadapan Allah.  Allah berfirman : Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu. Disini Allah mengabarkan bahwa perbuatan orang-orang yang beribadah, berdo’a menyeru selain Allah adalah kesyirikan.

Syiah mengatakan:

“Amantu billah..!” (Saya beriman kepda Allah!), tapi tidaklah kami menyembah akan tetapi hanya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah..!

Kita katakan:

Allah berfirman dalam surat Zumar: 3

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya merekamendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.”

Setelah dalam surah Faathir tadi Allah menyebut perbuatan mereka sebagai kesyirikan, dalam surat Az-Zumar ini Allah mengatakan bahwa mereka dengan alasan yang mereka buat-buat untuk melegalkan ibadah kepada selain Allah, Allah sebut mereka sebagai orang yang pendusta lagi sangat ingkar (kufur). Maka silakan pilih mana yang Anda suka dari Syirik, Pendusta, atau Kafir?

Syiah berkata:

Baiklah, kami tidak menghendaki ketiga itu. Tapi, mereka itu adalah orang-orang yang dapat memberikan Syafa’at di sisi Allah. Apakah Anda mengingkari Syafa’at..?

Kita katakan:

Kemudian dalam surat Yunus: 18

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـؤُلاء شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللّهَ بِمَا لاَ يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).

Perhatikan, Allah mengatakan “Dan mereka menyembah (beribadah)…”, dalam surah Az-Zumar Allah menyebutkan perkataan mereka “Kami tidak menyembah mereka..”. Dalam ayat ini Allah katakan mereka menyembah selain Allah, apakah Hasan, Husain, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, para Imam, Wali dan malaikat, apakah mereka semuanya selain Allah ..? Demi Allah, mereka itu semua adalah selain Allah, bukan Allah. Mereka Allah sifati tidak dapat memberikan mudharaat juga manfaat.

Kemudian perhatikan apa yang diinginkan oleh orang yang mengibadahi sembahan selain Allah dari ibadah mereka tersebut… Allah katakan “mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”.”.

Kemudian Allah mengingkari persangkaan mereka itu, dengan memerintahkan untuk bertanya kepada mereka“Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?”. Akan tetapi ayat ini tidak berhenti sampai di sini.

Diakhir ayat Allah katakan bahwa perbuatan mereka beribadah kepada selain Allah untuk menharapkan syafa’at adalah sebuah kesyirikan. Allah berfirman diakhir ayat tersebut “Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)”.

Syi’ah berkata:

Demi Allah, setelah penjelasan ini dari Kitabullah saya tidak akan berdo’a lagi kepada mereka, tidak akan bertaqarrub kepada Allah dengan perantaraan mereka, tidak akan meminta syafaat kepada mereka!

Kita katakan:

Itulah ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa ibadah kepada selain Allah adalah kesyirikan, apapun bentuk dan namanya. Tidak ada perkataan Muhammad bin Abdul Wahhab, tidak pula Ibnu Taimiyah yang kita gunakan. Itu semua disebutkan dalam Al-Qur’an.


Sebagian orang Syi’ah akan ada yang mengatakan bahwa:

Ayat-ayat tersebut dan Al-Qur’an dan Agama ini tidak mungkin bisa difahami kecuali oleh Ahlul Bait atau dari Thariqah Ahlul Bait.

Kita katakan:

Subhanallah, pernyataan mereka itu hanyalah kedustaan. Allah memerintahkan kita untuk bertanya kepada Ahli Ilmu,

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. [Al-Anbiyaa’ : 7]

Kita akan berikan bukti dari Al-Qur’an akan kedustaan mereka tersebut. Silakan lihat, bagaimana Allah mengkishakan tentang para Jin. Apakah para Jin itu adalah termasuk ahlul bait? Allah berfirman tentang perkataan Jin :

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ

Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. [Al-Jinn: 13] Apakah para Jin itu meminta penjelasan kepada Ahlul Bait? Tidak, bahkan mereka langsung beriman.

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآناً عَجَباً # يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَداً

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang mena’jubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami“

Bahkan, para pendeta Nashrani yang ada di dalam Gereja. Allah berfirman tentang keadaan mereka:

وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ قَالُوَاْ إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَاناً وَأَنَّهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ # وَإِذَا سَمِعُواْ مَا أُنزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُواْ مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam.). [Al-Maaidah : 81-82]

Mereka ada di dalam gerejanya, apakah mereka meminta dijelaskan tafsir ayat yang mereka dengar kepada Ahlul Bait sebelum mereka membenarkan ayat tersebut?

Intinya adalah bahwa masalah tauhid dan masalah syirik adalah termasuk diantara masalah-masalah yang paling gamblang penjelasannya di dalam Al-Qur’an. Siapapun bisa mengetahuinya dengan jelas tanpa susah payah. Allah memerintahkan untuk memperdengarkan Al-Qur’an kepada orang yang meminta perlindungan keamanan.

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ

Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, [At-Taubah : 6]

Demikianlah, ayat-ayat yang  dengannya -bi idznillah- akan terbungkamlah syiah!. Tapi, syaikh menganjurkan untuk mendebat orang-orang yang alim dari mereka (Syi’ah) atau orang-orang yang berakal dari mereka, bukan kalangan awam yang tidak memilki ilmu. Dan Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendakiNya.

Sumber

  • ^https://abangdani.wordpress.com/2012/11/23/3-ayat-yang-meruntuhkan-madzhab-syiah-dari-dasarnya/
Iklan

One response »

  1. […] 3 Ayat Yang Meruntuhkan Madzhab Syi’ah dari Dasarnya […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s