Lanjutan dari: Said Aqil Siradj – Berbagai Pernyataan Kontroversi (2)


DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-08-36_1

“Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mentarbiah (membina) para sahabatnya dibawah naungan dan petunjuk kitabullah dan sunnahnya, yaitu dengan tarbiah percontohan agar mereka menjadi teladan bagi orang-orang yang datang setelah mereka hingga hari kiamat. Maka mereka adalah praktek nyata (hidup) dari ajaran-ajaran Allah dan arahan-arahan RasulNya. Mereka berittiba’ dan meneladani serta tidak melakukan bid’ah dan mengada-ngadakan. Mereka adalah para wali-wali Allah yang tidak kawatir dan tidak bersedih. Mereka adalah teladan dan tolak ukur untuk mengenal al-haq (kebenaran) dari kebatilan, dan untuk membedakan petunjuk dari kesesatan”.

Komentar:

Dalam paragraf ini beliau menekankan kembali akan mulianya para sahabat dari beberapa sisi:

  • Pertama: Para sahabat telah ditarbiyah/dibina dan dididik langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentunya guru sangat berpengaruh kepada murid-muridnya
  • Kedua: Tarbiyah tersebut berdasarkan naungan dan cahaya al-Qur’an dan as-Sunnah
  • Ketiga: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mentarbiyah para sahabat dengan tarbiyah khusus yaitu tarbiyah percontohan, dengan maksud agar para sahabat menjadi contoh bagi generasi-generasi setelah mereka
  • Keempat: Amalan para sahabat adalah praktek hidup/nyata terhadap ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini tentu sangatlah jelas ditinjau dari beberapa sisi
    • –         Para sahabatlah yang paham tentang maksud Allah dan RasulNya.
    • –         Ayat-ayat al-Qur’an yang pertama kali mempraktekannya adalah para sahabat.
    • –         Tatkala para sahabat menerapkan ayat-ayat Allah mereka dibimbing langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga jika mereka salah praktek, atau salah paham tentang Al-Qur’an maka akan ditegur langsung oleh Allah atau melalui Rasulullah yang merupakan guru dan pengawas mereka
  • Kelima: Para sahabat tidak melakukan bid’ah dan tidak mengadakan perkara-perkara baru dalam agama, akan tetapi mereka meneladani guru mereka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
  • Keenam: Para sahabat adalah wali-wali Allah…maka yang memusuhi dan membenci mereka…apalagi mengkafirkan mereka tentunya wali-wali syaitan
  • Ketujuh: (Dan ini merupakan poin yang terpenting) yaitu DR Said Aqiel menjelaskan bahwa para sahabat adalah tolak ukur kebenaran, sehingga terbedakan hak dari kebatilan, dan terbedakan petunjuk dari kesesatan. Sungguh ini adalah manhaj yang selalu dan senantiasa diserukan dan dipropagandakan oleh kaum wahabi (salafy) yaitu agar kembali kepada pemahaman dan manhaj para sahabat yang jauh dari bid’ah dan perkara-perkara baru dalam agama. Dan inilah juga yang selalu diserukan oleh kaum yang disebut-disebut oleh orang yang memusuhinya “Salafy wahabi” agar senantiasa mencintai para sahabat dan memusuhi orang-orang yang membenci (bahkan mengkafirkan) para sahabat seperti kaum syi’ah. Jika para sahabat yang sedemikian mulianya (sebagaimana penjabaran DR Said Aqiel diatas) itu saja dikafirkan maka bagaimana lagi dengan para pengikut mereka yang jauh dari kemuliaan para sahabat Nabi radhiallahu ‘anhum.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-11-20_1

“Dan dibawah cahaya al-kitab dan as-sunnah dan siroh Rasulullah serta amalan para sahabatnya ditimbang amalan-amalan kaum muslimin dan perkataan mereka. Maka apa yang ada sandarannya dan dalil maka dihukumi dengan amalan/perkataan yang sah dan benar. “Dan apa yang menyelisihi al-kitab dan as-sunnah dan tidak ada atsarnya dalam kehidupan para sahabat maka dihukumi dengan fasad (rusak) dan batil. Dan semua yang keluar dari manhaj ini maka sungguh telah sesat dan menyesatkan”.

Komentar:

Dalam paragraf ini kembali DR Said Aqiel menekankan akan pentingnya manhaj salaf yaitu manhaj yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat. Beliau juga kembali menegaskan bahwa seluruh perkataan/pendapat dan amal perbuatan manusia harus ditimbang di atas manhaj salaf ini. Jika ada suatu pemikiran atau amal perbuatan yang tidak diriwayatkan ada di masa kehidupan para sahabat maka pemikiran dan amal perbuatan tersebut batil. Ini merupakan seruan yang tegas dari beliau kepada kaum muslimin –terutama di Indonesia- untuk kembali menimbang amalan-amalan yang sering mereka lakukan. Apakah amalan-amalan tersebut pernah dilakukan dan diamalkan oleh para sahabat??, jika tidak pernah maka hal itu adalah batil dan sesat, bahkan pelakunya sesat dan menyesatkan.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-12-57_1

Dan tatkala saya adalah salah seorang mahasiswa di jurusan Aqidah saya melihat bahwasanya merupakan kewajiban atas saya untuk mencari-cari/mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat dan jauh dari al-kitab dan as-sunnah. Dan telah beberapa lama saya menyelidiki manhaj-manhaj tersebut untuk saya jelaskan penyimpangan dan kesesatannya dan jauhnya manhaj tersebut dari Islam.Termasuk merupakan perkara yang menyusahkan dan menggelisahkan aku adalah apa yang aku dapati dari manhaj-manhaj para sufi ahli filsafat yang mereka telah jauh dari Islam, yaitu tentang pemahaman mereka tentang hubungan alam dengan penciptanya, dengan pemikiran-pemikiran mereka yang sesat berupa hulul dan ittihad dan wihdatul wujud (yiatu hulul/menempatinya Allah ke alam, dan ittihad/menyatunya alam dengan Allah, dan wihdah/kesatuan alam bersama Allah), yang hal itu melalui metode filsafat al-fanaa’ dan fanaa al-fanaa, dan seluruhnya merupakan pemikiran-pemikiran yang aneh dan muhdatsah (diada-adakan) serta menyusup di tengah-tengah masyarakat islami”

Komentar:

Dalam paragraf ini DR Said Aqiel memaparkan bagaimana semangat beliau untuk bernahi mungkar. Beliau terpanggil bahkan beliau merasa wajib untuk mengikuti dan menyelidiki manhaj-manhaj yang sesat. Bahkan sangat menggelisahkan beliau kesesatan yang terdapat dalam manhaj kaum sufi philosofi, yang kesesatan ini merupakan perkara muhdats (bid’ah) yang telah menyusup dalam masyarakat islam.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-50-55_1

Dan permulaan munculnya pemikiran filsafat sesat tersebut di akhir-akhir abad kedua hijriah. Lalu berkembang dengan pesat di tengah abad ketiga hijriah. Dimulai dari Jabir bin Hayyan dan Abu Hasyim dan Abduk hingga Ibnu ‘Arobi sang fhilosofi besar, Al-Ghunushy Al-Khothiir, dan melewati Dzu An-Nuun Al-Mishriy, Abi Yaziid Al-Busthoomy, Al-Hallaaj, Al-Junaid, An-Nafary, Al-Gozhaaly, lalu As-Sahrowardi yang terbunuh”.

Komentar:

Dalam paragaf ini beliau menjelaskan tentang tokoh-tokoh sufi filsafat yang memiliki pemahaman sesat wihdatul wujud. Yang diantara tokoh-tokoh tersebut ada yang digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia. Diantaranya adalah Ibnu ‘Arobi dan Al-Ghozali.

Adapun Ibnu ‘Arobi maka DR Said Aqiel telah menjelaskan kesesatannya dalam disertasinya tersebut pada hal 446 hingga hal 450. Beliau menjelaskan tentang pemikiran Ibnu Arobi dalam dua kitabnya yang berisikan tentang pemikiran wihdatul wujud (bersatunya Allah dengan alam). Kitab yang pertama adalah kitab Al-Futuhaat Al-Makkiyah, yang dimana Ibnu Arobi mengaku bahwa apa yang dituliskannya dalam kitab tersebut adalah wahyu dan didikte oleh Allah. Adapun kitab yang kedua adalah Fushus Al-Hikam maka Ibnu Arobi mengaku bahwa kitab tersebut datangnya dari Rasulullah. Dalam kitab Fushus Al-Hikam inilah Ibnu Arobi mengatakan bahwa Fir’aun adalah orang beriman dan masuk surga !!, hal ini karena tatkala Fir’aun mengatakan :”Aku adalah Tuham kalian yang maha tinggi” menunjukan bahwa Fir’aun paham bahwasanya Allah telah bersatu dengan alam, telah bersatu dengan dirinya. Jadi perkataan Fir’aun tersebut adalah perkataan yang hak dan benar

Adapun Abu Hamid Al-Ghozaali, maka kesesatannya tentang pemahaman wahdatul Wujud telah dijelaskan oleh DR Said Aqiel Siraj dalam disertasinya pada hal 168 hingga hal 172. Pemikiran wihdatul wujud Al-Ghozaali sangat nampak dalam kitabnya Ihyaa Uluumiddiin (yang kitab ini sangat digandrungi oleh kaum sufi di Indonesia) dan kitabnya Misykaat al-Anwaar. Adapun bantahan terhadap pemikiran Al-Ghozali ini maka telah ditulis dengan panjang lebar oleh DR Said Aqiel dalam disertasinya dari hal 199 hingga hal 221.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-52-20_1

Dan merupakan perkara yang diketahui bahwasanya kaum muslimin di Indonesia menghadapi problematika-problematika besar baik problematika politik, ekonomi, sosial dan problematika aqidah. Di hadapan mereka musuh-musuh mereka yang menanti-nanti (*keburukan bagi) kaum muslimin berupa gerakan kristenisasi, sekuler, bathiniyah, dan sekte-sekte sesat –Syi’ah, Ahmadiyah, dan Bahaaiyah, lalu Sufiyah”

Komentar:

Pada paragraf ini DR Said Aqiel menegaskan bahwasanya diantara musuh-musuh kaum muslimin Indonesia adalah gerakan kristenisasi dan sekuler. Selain itu juga sekte-sekte yang sesat seperti Syi’ah dan Ahmadiyah qodyaniah. Dan musuh kaum muslimin Indonesia yang terakhir beliau sebutkan adalah kaum sufi.

Ini merupakan nasehat yang sangat penting dari beliau akan bahayanya kaum Syi’ah dan kaum Sufi, karena mereka adalah musuh-musuh yang senantiasa menanti-nanti keburukan kaum muslimin Indonesia.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-53-43_1
“Dan sufiyah di Indonesia sungguh telah sukses besar dalam menyebarkan ajaran-ajaran mereka yang sesat -meskipun kebanyakan mereka tidak beriman dengan aqidah hulul dan ittihad serta wihdatul wujud-. Dan ajaran sufiah ini senantiasa masih termasuk ajaran yang paling berbahaya yang tersebar di negeri Indonesia, hal ini disebabkan kejahilan kaum muslimin di Indonesia terhadap aqidah yang benar”


Komentar:

Pada paraghraf ini, beliau menyatakan bahwa kaum sufi telah sukses besar dalam menyebarkan pemahaman dan ajaran-ajaran mereka di Indonesia. Namun timbul pertanyaan di benak saya, “Siapakah kaum sufi dimaksud oleh beliau??, yang telah berhasil menyebarkan ajaran mereka ke penjuru Indoesia??”, Apakah maksud beliau gerakan Muhammadiah?, ataukah Persis?, ataukah NU (Nahdatul Ulama) yang sedang beliau pimpin sekarang ini?, ataukah yang lainnya?. Semoga beliau bisa menjelaskan hal ini, dan semoga para pembaca juga mungkin bisa membantu menjelaskan maksud beliau. Terlebih lagi ada tariqah mu’tabar yang berada di bawah naungan NU, lihat (http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/1/34341/Warta/Habib_Luthfy__Pengurus_Thoriqoh_jangan_Seperti_Krupuk___.html) dan (http://alfiananda.wordpress.com/2010/07/17/thariqah-al-mutabarah-dari-waktu-ke-waktu/, danhttp://alfiananda.wordpress.com/2010/07/23/lambang-jam%E2%80%99iyyah-ahlith-thoriqoh-al-mu%E2%80%99tabarah-an-nahdliyyah/, serta lihat komentar DR Said Aqiel tentang tasawwuf dihttp://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34786/Buku/Urgensi_Tasawuf_di_Era_Globalisasi.html)

Dan saya sangat setuju dengan pendapat beliau bahwa ajaran-ajaran sesat seperti ini tersebar disebabkan karena kejahilan kaum muslim di Indonesia terhadap akidah yang benar sehingga mudah mereka terjangkiti ajaran-ajaran sufiah.

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-55-08_1

Dikarenakan hal ini seluruhnya dan setelah aku menulis tesisku untuk meraih gelar Master di bidang aqidah tentang bantahan kepada Kristenmaka aku memilih pembahasan desertasiku untuk meraih gelar Doktor tentang bantahan kepada sufiah, terukhususkan sufiah filsafat, dengan judul :

“Hubungan Allah dengan alam menurut sufi filsafat, penelitian dan kritikan”

DR Said Aqiel Siradj, MA berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-57-16_1

“Dan telah ditulis banyak pembahasan dan telah tersebar banyak risalah-risalah ilmiah seputar perkara ini, akan tetapi saya melihat perkaranya masih butuh untuk ditinjau kembali, dengan tinjauan islami dengan timbangan/tolak ukurnya yang benar dan analogi yang benar, yaitu kitabullah dan sunnah Rasulullah, dan ditambah dengan manhaj para ulama salafus sholeh”

Komentar:

Pada paragraf ini beliau menegaskan kembali bahwasanya tolak ukur yang benar untuk digunakan dalam mengukur kebenaran yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah dengan manhaj Salaf.

Setelah itu DR Sa’id Aqiel Siraj menyebutkan khuttoh bahas disertasinya lalu beliau berkata:

Screenshot_2016-05-17-10-58-49_1

“Adapun sisi kritikan maka saya memperhatikan manhaj/metode pengkritikan yang ilmiyah yang benar, maka saya mengkritik pendapat-pendapat mereka (kaum sufi) dan saya menjelaskan kebatilan pemikiran-pemikiran mereka dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dan dengan dalil akal yang shahih, dan dengan perkataan para ulama yang sholihin. Dan dalam hal ini saya berusaha untuk menjauh dari fanatisme/ta’asshub dan sikap tidak inshoof (tidak adil)”

Komentar:

Pada paragraf ini DR Said Aqiel Siroj menjelaskan bahwa beliau menjauhi sikap fanatik dan sikap tidak inshoof (adil) dalam menulis disertasinya. Karenanya saya sangat berharap para pembaca membaca disertasi yang ditulis beliau ini yang sarat dengan faedah dan jauh dari sikap fanatik buta tanpa dalil. Bahkan dalam paragraf ini beliau (DR Said Aqiel) menegaskan bahwa beliau menjelaskan kebatilan pemikiran sufi falsafi denganberdasarkan perkataan ulama yang sholihin. Siapakah yang dimaksud oleh beliau dengan Ulama yang sholihin ini??. Jika para pembaca menelaah disertasi karya DR Said Aqiel Siroj ini maka para pembaca akan menemukan bahwasanya perkataan alim ulama yang paling dijadikan landasan oleh DR Said Aqiel dalam membatilkan pemikiran sufi falsafi adalah perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullah yang dituduh sebagai dedengkotnya salafy. Jadi sangat jelas bahwasanya DR Said Aqiel menganggap Ibnu Taimiyyah adalah sosok alim ulama yang sholih, karenanya DR Said Aqiel menjadikan perkataan-perkataannya untuk membantah tokoh-tokoh sufi seperti Ibnu Arobi dan Al-Ghozali.

DR Said Aqiel Siradj berkata:

Screenshot_2016-05-17-11-08-26_1

Dan tujuanku dalam disertasiku ini adalah menampilkan dirosah/penelitian yang sungguh-sungguh dan teliti/detail dengan harapan untuk menampakan dan menjelaskan hakikat/kebenaran, yang selanjutnya adalah untuk membela kebenaran dan untuk meninggikan kalimat Allah yang tinggi. Maka aku meminta kepada Allah Azza wa Jalla untuk merealisasikan harapan tujuan desertasi ini dan agar memberi faedah kepada para pembacanya dan menjadikannya ikhlash karena mengharapkan wajahNya, dan aku beristighfar kepada Allah atas seluruh kesalahanku yang ada dalam disertasiku ini, dan aku bersyukur kepadaNya atas kebenaran yang Allah hidayahkan kepadaku, dan segala puji bagi Allah di permulaan dan di akhir, dan Dialah cukup bagiku, dan sebaik-baik tempat bertawakal, dan semoga shalawat dan shalam tercurahkan bagi sayyidinaa Muhammad dan keluarganya serta para sahabatnya”

Komentar:

Semoga artikel yang saya paparkan ini membantu mewujudkan terkabulnya harapan DR Said Aqiel Siroj, sehingga risalah disertasi yang bagus ini bisa dipetik faedahnya oleh para pembaca sekalian, khususnya kaum muslimin di Indonesia.

Demikianlah muqoddimah yang ditulis oleh DR Said Aqiel Siraj di muqoddimah disertasi beliau dan sedikit komentar dari saya. Sungguh muqoddimah  yang sarat dengan penjelasan pokok-pokok usul aqidah Ahlus Sunnah yang dibangun di atas manhaj salaf.

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 14-01-1433 H / 09 Desember 2011 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja


Sikap BRANTAS Saat Dipolisikan Karena Dituduh Menghina Said Aqil Siradj

Screenshot_2016-06-06-09-10-01_1Dianggap melecehkan ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Anti Aliran Sesat (Brantas) Sayyid Abi Reza Assegaf di Sukabumi, Jawa Barat dilaporkan ke polisi oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tindakan dugaan pelecehan tersebut diposting RA di akun media sosialnya pada Kamis 19 Mei lalu.

“Kita akan melaporkan hal ini ke Polres Sukabumi Kota, sudah jelas dalam postingan Abi Reza ini melecehkan ketua umum kami. Awalnya kami diamkan, namun ada desakan dari sebagian warga NU di Sukabumi agar masalah ini di selesaikan dengan mengecek langsung ke yang bersangkutan maksud dari postingan itu. Kita berikan waktu 1×24 Jam untuk yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka dan menjelaskan,
bila tidak dilakukan kita akan menempuh jalur hukum,” kata Usep Ubaidilah A’wan PCNU Kota Sukabumi kepada wartawan, sekira pukul 15.00 WIB, Kamis (2/6/2016).

Usep mendatangi Mapolres hari ini. Dia minta difasilitasi untuk penyelesaian masalah tersebut. Dalam postingan di media sosialnya, Sayyid Abi Reza Assegaf menulis kalimat ‘Ini Bukan Ulama, Tapi Bajingan’ seraya memposting foto ketua PBNU Said Aqil Siradj. Postingan itu di tandai kepada 36 orang lainnya dan beberapa kali dibagikan.

“Nah itu kan sudah ada unsur menyebarkan, meski sudah masuk unsur melecehkan dan penghinaan kita di sini bersikap tabayyun dulu dan meminta polisi memfasilitasi kami dengan yang bersangkutan jangan menunggu umat NU di Jawa Barat marah,” lanjut Usep.

Dihubungi terpisah, Sayyid Abi Reza Assegaf menyebut postingan tersebut merupakan puncak kekesalan terhadap sejumlah pernyataan Said Aqil yang seolah menyudutkan umat muslim. Secara lugas dia menolak permintaan dari PCNU untuk meminta maaf terkait isi dalam postingannya itu.

“Saya tidak menghina atau melecehkan NU, keluarga besar saya lahir dan besar di NU saya sendiri NU statemen saya itu ditujukan kepada pribadi Said Aqil. Saya akan meminta maaf bila Said Aqil menjelaskan sejumlah statemennya kepada umat muslim, dia menyebut orang berjanggut itu tidak cerdas, kemudian masalah kepemimpinan muslim. Masalah janggut itu kan sunah rasul kenapa beliau selaku ulama, selaku tokoh berani mengeluarkan statemen seperti itu,” terangnya.

Lebih jauh Abi Reza sudah menghubungi sejumlah tokoh habib dan ketua ormas di Jawa Barat. “Mereka mendukung saya. Saya menolak tegas NU disusupi faham liberal,” tandasnya.

Sikap BRANTAS

Screenshot_2016-06-06-09-09-50_1

Berikut ini isi sikap BRANTAS sebagaimana kami kutip dari akun pribadi Saayid Abi Reza Assegaf;

  1. Brantas tidak akan pernah meminta maaf kepada para penghina Nabi.
  2. Brantas siap berdialog dengan kaum liberal atau kaum penyembah said aqil siradj kenapa Sayyid Reza Assegaf menyebut said aqil siradj dengan kata “Bajingan”.
  3. Brantas siap BERSATU dengan NU NON LIBERAL dan SIAP PERANG DENGAN NU LIBERAL..!!!
  4. Brantas akan terus berjuang menjadi benteng ASWAJA karena Brantas adalah Ormas yang beraqidah Aswaja.
  5. BRANTAS SIAP DIBINA NU NON LIBERAL DAN SIAP MENJAGA PONPES- PONPES DAN PARA TOKOH NU NON LIBERAL DARI BAHAYA KOMUNIS DAN LIBERAL YANG SEKARANG SUDAH MERAJALELA DI KOTA DAN KABUPATEN SUKABUMI..!!!
  6. BRANTAS MENGAJAK BERSATU KEPADA UMAT ISLAM MANAPUN TANPA MELIHAT ORGANISASI, WARNA, BAJU, ATRIBUT, DAN BENDERA APAPUN, SELAMA TIDAK ADA PERBEDAAN DALAM USHULUDDIN (DASAR-DASAR AGAMA ISLAM).

Screenshot_2016-06-06-09-03-02_1

KH. Afifuddin Muhajir Ungkap Cara Said Aqil Mendapat Gelar Doktor

Mantan Rais Syuriah PBNU KH. Afifuddin Muhajir tidak bisa menghadiri pertemuan ‘Halaqah Ulama NU’ yang bertempat di Batang, Jawa Tengah Senin (16/5). Namun beliau tetap mengirimkan makalahnya kepada panitia.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Al mukarramin para masyayikh dan para kiai.

Terus terang saya kecewa berat lantaran tidak bisa mengikuti pertemuan para kiai yang sangat penting ini. Untuk mengurangi rasa kecewa, saya mengiri beberapa catatan sbb: 

1. Bahwa untuk menafsiri dan menjelaskan maksud suatu nash baik  dari al qur’an maupun dari as sunnah diperlukan hal -hal sbb:

@ mengetahui kaidah -kaidah bahasa yang secara garis besar meliputi tiga kajian: kajian lafadh, kajian makna dn kajian dalalah  (دلالة الالفاظ على المعاني)

@ mengetahui sababun nuzul/sababul wurud, baik yang mikro maupun yang makro.

@ mengaitkan nash yang sedang dikaji dengan maqashidusy syari’ah.

@ mengaitkan nash yang sedang dikaji dengan nash yang lain; mengaitkan ayat dengan ayat, hadits dengan hadits, ayat dengan hadits dan hadits dengan ayat.

Sering terjadi kekeliruan di dalam memahami nash akibat tidak dikaitkan dengan nash yan lain. Misalnya hadits: كل بدعة ضلالة tidak boleh dipisahkan dari hadits: من أحدث في امرنا هذا ماليس منه فهو رد
Dengan menyambungkan dua hadits tsb diperoleh kesimpulan bahwa bida’h yang dlalalah adalah بدعة دينية/بدعة شرعية. Yakni meng-agamakan sesuatu yang bukan agama atau mensyaria’tkan sesuatu yang bukan syaria’t.

Akan terjadi pemahaman yang keliru terhadap firman Allah: يا أيها الذين امنوا yang kita temukan berulang kali didalam al qur’an, bila dipisahkan dari ayat yang lain semisal firman Allah: أمن الرسول بما انزل اليه من ربه والمؤمنون، كل امن بالله وملائكته وكتبه ورسله، لا نفرق بين احد من رسله.
Dengan memadukan dua ayat tsb diperoleh pemahaman yang benar bahwa yang dimaksud dengan mukmin/orang beriman adalah orang yang percaya kepada Allah, para malaikat, kitab -kitab dan semua utussannya. Dengan demikian, orang yang tidak mengakui kerasulan nabi Muhammad bukanlah orang mukmin.

2. Dalam kerangka mengaitkan nash dengan nash ada perinsip yang harus menjadi pegangan. Yaitu mengembalikan nash -nash yang mutasyabihat kepada nash -nash yang muhkamat (رد المتشابهات الى المحكمات)،  yakni menafsiri nash -nash yang tidak jelas maknanya berdasarkan nash -nash yang memiliki makna yang terang benderang.

Contoh ayat mutasyabihat firman Allah: يد الله فوق ايديهم dan واصنع الفلك بأعيننا. 
Agar tidak salah dalam memahami ayat tsb, kita harus mengaitkannya dengan ayat -ayat lain yang muhkamat dalam persoalan yang sama, semisal firman Allah: ليس كمثله شئ dan ولم يكن له كفوا احد.

Namun orang -orang yang memiliki  kepentingan tertentu lebih suka melakukan hal sebaliknya. Yakni menundukkan yang muhkamat kepada yang mutasyabihat. Yang mereka lakukan bukan menafsiri yang mutasyabihat dengan acuan yang muhkamat, Tapi bersikukuh dengan yang mutasyabihat dan menafikan yang muhkamat.

Mereka masuk dalam apa yang dinyatakan oleh Allah:

فأما الذين في قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة وابتغاء تأويله.

Salah satu contohnya, mereka memberikan pemaknaan dengan kemauan sendiri terhadap firman Allah:

ان الذين امنوا والذين هادوا والنصارى والصبئين من امن بالله واليوم الاخر وعمل صالحا فلهم اجرهم عند ربهم ولا خوف عليهم ولا هم يحزنون (البقرة: 62)

Sementara mereka tidak mau melihat ayat -ayat dan hadits yang maknanya sangat terang benderang, seperti firman Allah:

*ان الدين عند الله الاسلام
ومن يبتغ غير الاسلام دينا فلن يقبل منه وهو في لاخرة من الخاسرين

Dan hadits riwayat muslim dari Abu Hurairah:

والذي نفس محمد بيده، لا يسمع بي أحد من هذه الامة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن يالذي ارسلت به، الاكان من اصحاب لنار.

Penjelasan tsb tidak berarti Islam tidak mengajarkan toleransi. Tentu toleransi yes, justifikasi no.

3. Dalam NU ada hal -hal yang tidak boleh berubah dan ada bagian -bagian yang bisa berubah. Yang tidak boleh berubah salah satunya adalah Qanun Asasi

Bahwa NU berdasarkan al qur’an, assunnah, al ijmak dan al qiyas adalah  harga mati.

Namun dalam memahami hakikat qiyas terjadi perbedaan di kalangan ulama’ Nahdliyyin, sebagaimana perbedaan dalam hal yang sama telah terjadi dikalangan  empat imam madzhab bainal muwassi’in wal mudlayyiqin.

Orang NU dan pengurus NU semuanya terikat dengan Qanun Asasi ilman wa amalan wa sulukan. Orang yang mengaku NU tetap memiliki pandangan yang bertentangan dengan Qonun Asasi maka sesungguhnya dia bukan orang NU dan tidak berhak menisbatkan diri dengan Hadlratusy Syaikh Kiai Hasyim Asy’ari.

Orang seperti itu lebih baik mendirikan NU baru dari pada mengubah NU yang  didirikan pada tahun 1926.

4. Saya akhirnya menjadi heran, kok bisa Kiai Said Aqil Siraj menjadi ketua umum PBNU. Mengapa heran? Karena ternyata beliau memiliki pemikiran dan pandangan yang bukan hanya tidak sesuai tetapi bertolak belakang dengan ajaran yang selama ini menjadi keyakinan kaum nahdliyyin.

Pandangan beliau tentang Imam al Junaid al Baghdadi dan Imam al Ghazali adalah salah satu contohnya.

Dua imam yang dalam Qanun Asasi NU dinyatakan sebagai panutan kaum nahdliyyin di bidang tashawwuf justru mendapat stigma tidak baik dari Kiai Said. Tapi entah, apakah pandangan yang dituangkan di dalam desertasi doktornya itu sudah merupakan keyakinannya, atau sesugguhnya beliau memiliki keyakinan yang berbeda yang sengaja dikorbankan dalam rangka mudahanah (lip service) demi sebuah titel bergengsi bernama doktor? Tapi semua jawaban yang bisa diberikan sama -sama tidak benar dalam pandangan ajaran NU.

Yang jelas sampai saat ini tidak diketahui adanya pencabutan terhadap pandangan tsb.

KH. Afifuddin Pertegas Klarifikasi Tidak Memfitnah Said Aqil

Screenshot_2016-06-06-09-20-15_1

Mantan pengurus Katib Syuriah PBNU yang juga pengarang kitab fiqh syarkh matan taqrib yaitu Fath al-Mujib al-Qarib KH. Afifuddin Muhajir menulis dan mempertegas klarifikasinya bahwa tudingan beliau terhadap Said Aqil bukanlah fitnah tapi realita.

Berikut ini klarifikasi beliau yang redaksi NUGarisLurus.com kutip melalui akun facebook pribadinya.

  • SEBUAH KLARIFIKASI

@ Salah satu kelebihan dr Islam Ahlus sunnah wal jama’ah, khususnya dr kalangan asya’irah dn maturidiyah ialah bhw golongan ini mendapatkan kekuatan dn energi yg luar biasa dari Allah subhanahu wa ta”ala.

@ Golongan ini selain ditopang oleh tampilnya arbabil aqwal wal afkar, yakni para ulama’ yg pakar dlm  brbagai bidang ilmu, jug disanggah oleh kehadiran arbabil ahwal, yakni kaum shufi yg memadukan antara ilmu dhahir dn ilmu bathin.
@ Di antara tokoh shufi yg menjadi panutan ialah imam al junaid al baghdady dn imam al ghazaly. Yg pertama  selain alim bisy syari’ah, diakui sebagai pemuka kaum shufi (سيد الطائفة الصوفية)، dn yg kedua diakui sebagai manusia jenius yg berhasil membuat kaum failasof bertekuk lutut, sehingg meyandang julukan HUJJATUL ISLAM.

@ Sebagaimana para ulama’ dn shalihin yg lain, imam al junaid dn imam al ghazali sangat dihormati dn ditakdhimi oleh kalangan ahlussunnah wal jama’ah, termasuk oleh kalangan nahdliyyin di Indonesia. Rasa hormat dn takdhim tumbuh dn melekat dg teradisi nahdliyyin  melallui pembacaan mereka terhadap kitab2 asasi (meski bukan qanun asasi) yg diajarkan dg inten di pesantren2 asuhan kiai2 nahdliyyin.

@ Maka, ketika ada org bercerita bhw kiai said aqil siraj punya pemikiran dn pandangan yg merendahkan kedua imam tsb, sy langsung tdk percaya dn menganggapnya fitnah dn sebuah kebohongan, krn menurut yg sy tahu, kiai said adalah pakar tashawwuf yg alim, bermadzhab Asy’ary – Maturidy, bukan salafy – wahhaby dn bukan mu’tazily – syi’iy, serta kental dg tradisi ke NU annya.

@ Tapi, alangkah kaget saya ketika tahu bhw apa yg sy anggap fitnah ternyata bukan fitnah dn yg sy anggap kebohongan bukan kebohongan, krn ternyata apa yg dituduhkan itu benar2 tersurat di dalam disertasi doktornya.
@ sy bukan hanya kaget, tapi juga cemas dg masa depan NU yg didirikan oleh hadlratusy syaikh kiai Hasyim Asy”ry, krn pemikiran seperti itu berpotensi untuk meruntuhkan keyakinan umat nahdliyyah terutama yg awam terhadap NU yg menjadikan dua tokoh tsb sebagai panutan di bidang tashawwuf.

@ Sebagai contoh sy cuplikan pernyataan kiai said di dlm disertasinya sbb:

* ttg imam al junaid:

فالجنيد – رغم تصريحه بالتمسك بالكتاب والسنة – قد تأثر تأثرا واضحا بفلسفة افلاطون الخرافية حينما وظفها توظيفا ذكيا لتفسير أية الميثاق، واستطاع الجنيد – ولاول مرة – ان يعبر عن رايه في التوحيد بعبارات افلاطونية عند ما عرف توحيد الخواص@

Maka Al junaid – kendatipun menyatakan brepegang teguh pd al qur’an dn al sunnah – sangat dipengaruhi oleh filsafah pelato yg penuh khurafat ketika ia menerapkannya dg cerdik dlm menafsirkan ayat al mitsaq. Al junaid – untuk pertama kalinya – mampu mengungkapkan pendapatnya ttg tauhid dg menggunakan ungkapan2 pelatonis ketika mendefinisikan tauhidnya kaum khawash (hal. 198)

* ttg lmam al ghazali:

ومع ذلك فان كلام الغزالي في لاحياء الذي يتعلق بالتوحيد باطل وفاسد، وكذلك كلامه في كتابه الموسوم بمشكاة الانوار كما سيتضح فيما بعد. كل هذا شجع الصوفية الذين جاؤا من بعده على الغلو والافراط، بعد ان فتح الغزالي الباب على مصراعيه@

Kendatipun demikian, pernyataan al ghazali di dlm kitab ihya’ menyangkut persoalan tauhid adlh batal dn salah. Begitu pula pernyataannya di dalam kitabnya yg bernama misykatul anwar, sebagaimana akan tampak jelas nanti. Ini semua mendorong kaum shufi yg datang sesudahnya untuk berperilaku berlebihan dn keterlaluan, (ini terjadi) setelah al ghazali membuka pintunya lebar2. (Hal. 290).

ان اريد الاصلاح ما استطعت وما توفيقي الا بالله.
والله من وراء القصد.

Sebelumnya Kiai Afif yang juga salah satu wakil pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo ini mengajak untuk menyelamatkan NU yang didirikan Hadhrotu Syaikh KH. Hasyim Asy’ari supaya tetap menjadi benteng aqidah Aswaja, moral bangsa dan NKRI.

Terima Kasih Pak Said Aqil Siradj

Ketika dakwah di Mekah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dijatuhkan karakternnya, agar masyarakat yang belum kenal, menjauh dari beliau. Beliau disebut tukang sihir, penyair, orang gila, dan seabreg gelar lainnya.

Tersebutlah seorang ahli ruqyah zaman Jahiliyah, Dhimad al-Azdi. Berasal dari suku Azd Syanu’ah di Yaman. Dia biasa meruqyah orang gila atau kesurupan.

Ketika tiba di Mekah, dia mendengar orang-orang Mekah mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad itu majnun (gila).”

Dhimad bergumam,

لو إني أتيت هذا الرجل لعل الله يشفيه على يدى

“Bagaimana kalau aku datangi orang ini. semoga Allah menyembuhkannya melalui tanganku.”

Setelah ketemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia menawarkan,

يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَرْقِي مِنْ هَذِهِ الرِّيحِ، وَإِنَّ اللهَ يَشْفِي عَلَى يَدِي مَنْ شَاءَ، فَهَلْ لَكَ؟

“Hai Muhammad, saya biasa mengobati sakit jiwa. Dan Allah menyembuhkan siapa saja yang Dia kehendaki melalui tanganku. Apa kamu bersedia?”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenanggapinya dengan mengatakan,

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ

Mendengar kalimat ini pertama kalinya, Dhimad keheranan.

“Tolong ulangi semua ucapanmu tadi!” pinta Dhimad.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammengulanginya 3 kali.

Komentar Dhimad,

لَقَدْ سَمِعْتُ قَوْلَ الْكَهَنَةِ، وَقَوْلَ السَّحَرَةِ، وَقَوْلَ الشُّعَرَاءِ، فَمَا سَمِعْتُ مِثْلَ كَلِمَاتِكَ هَؤُلَاءِ، وَلَقَدْ بَلَغْنَ نَاعُوسَ الْبَحْرِ، هات يدك أبايعك على الإسلام

“Sungguh aku telah mendengar ucapan dukun, ucapan tukang sihir, dan penyair, dan saya belum pernah mendengar seperti ucapanmu tadi. Sungguh untaian kalimatmu mencapai kedalaman lautan. Berikan tanganmu, kubaiat kamu bahwa aku masuk islam.”(HR. Muslim no. 868).

Kejadian yang sama juga dialami seorang penyair cerdas dari Yaman, Thufail bin Amr ad-Dausi.

Beliau salah satu pemuka kaum, dimuliakan masyarakat arab, dikenal sangat cerdas berbahasa, dan pemimpin kabilah Daus.

Ketika beliau datang ke Mekah tahun 11 pasca-kenabian, beliau disambut banyak peringatan dari orang musyrikin Mekah agar jangan dekat-dekat Muhammad.

“Wahai Thufail, kamu datang di negeri, hati-hati dengan orang yang satu ini. Dia mengacaukan kami, memecah belah persatuan kami, merusak semua urusan kami. Ucapannya seperti sihir, bisa memisahkan anak dengan orang tuanya, dengan saudaranya, suami bisa pisah dari istrinya. Kami khawatir, kamu dan kaummu bisa mengalami seperti yang kami alami. Karena itu, jangan bicara dengan orang itu dan jangan dengarkan apapun darinya.”

Nasehat orang musyrikin kepada Thufail

“Mereka terus memberi masukan itu kepadaku, hingga aku bertekad, tidak akan mendengarkan apapun dari nabi ini dan mengajak bicara apapun dengannya. Hingga aku menyumbat telingaku dengan kapas ketika datang ke Masjidil haram. Karena takut, jangan sampai terdengar sesuatu yang dia ucapkan.”

Suatu hari, berangkatlah Thufail menuju masjidil haram. Kala itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsedang shalat di dekat Ka’bah. Allah membuat Thufail bisa mendengar sepotong ayat yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Kalimat yang indah.”

والله إني رجل لبيب شاعر، ما يخفى علي الحسن من القبيح، فما يمنعني أن أسمع من هذا الرجل ما يقول؛ فإن كان حسنا قبلته، وإن كان قبيحا تركته

“Sungguh saya ini penyair cerdas, saya bisa memahami mana ucapan yang baik, mana yang jelek. Mengapa saya harus enggan untuk mendengarkan ucapan orang ini. Jika itu baik, saya menerimanya dan jika itu jelek, akan kutinggalkan.”

Seusai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampulang. Thufailpun menyusulnya. Di situlah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam mulai mendakwahi Thufail, membacakan al-Quran untuknya, hingga dia masuk islam, mengucapkan kalimat syahadat.  (ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 121)

Rasa Ingin Tahu

Setiap manusia diilhami sifat curiosity, perasaan selalu ingin tahu dan ingin tahu… terutama ketika ada hal menarik yang mengundang perhatian. Ketika dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin dipojokkan para tetangga beliau, justru ini mengundang rasa ingin masyarakat dari luar, untuk mengenal siapa sosok dan ajaran Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam.

Justru pertemuan mereka, menjadi jalan hidayah baginya untuk mencintai islam dan memeluk islam…

Sunah Terasingkan

Sesuatu disebut terasingkan, ketika banyak masyarakat tidak lagi mengenalnya, tidak lagi mempedulikannya. Ketika ajaran ini masih dibahas, berarti sunah itu masih dihidupkan di tengah mereka.

Jenggot, celana di atas mata kaki, jilbab besar, dan cadar, semua ulama sepakat, itu islam.

Kecuali satu, islam nusantara. Karena dia lahir di tanah jawa. Bukan islam yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena itu, pejuang islam nusantara berusaha menggeser keberadaan islam murni yang sudah lama dianut hampir semua masyarakat muslim di Indonesia. Usaha ini diwujudkan, sekalipun harus dengan bahasa vulgar menc*ci-m*ki muslim murni.

  • Cikal bakal teroris itu rajin shalat malam, puasa dan hafal Qur’an
  • Jenggot bikin goblok
  • Jilbab dan cadar budaya arab
  • Celana cingkrang ciri muslim radikal
  • Gak bener shaf renggang diisi setan
  • Syi’ah di Indonesia tidak berbahaya
  • Wahhabi, Anta Aduwullah – kalian musuh Allah…

Namun kita layak bersyukur, usaha ini justru membuat ajaran sunah kembali banyak dibicarakan masyarakat. Hasilnya, bukan mengurangi populasi mereka yang mengikuti sunah, sebaliknya, mereka yang awam akan agama, semakin sadar akan sunah dan mendekat ke sunah.

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, masyarakat jadi memperbincangkan sunah. Sebelumnya mereka hanya menghabiskan tema obrolannya untuk masalah bisnis dan politis, kini mereka beralih ke masalah agama…

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, masyarakat menjadi semakin dekat dengan sunah. Sebelumnya ini hal asing bagi mereka, sekarang mereka mulai mendekat untuk mengenalnya…

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, populasi mereka yang mengikuti ajaran sunah, memelihara jenggot, meninggikan pakaian, memakai cadar, semakin hari semakin bertambah… sejalan dengan besarnya rasa ingin tahu mereka dengan celaan yang anda sampaikan.

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, masyarakat semakin sadar siapa yang lebih intoleran?, anda ataukan komunitas pecinta sunah yang anda sebut ‘wahhabi’.

Terima kasih Pak Said Aqil, karena ceramah anda pula, masyarakat semakin mengenal, akhlak dan budi pekerti sosok yang anda selalu sebut muslim radikal…

Terima kasih Pak Said Aqil, melalui ceramah anda pula, masyarakat semakin bisa menikmati ceramah para dai yang anda sebut wahhabi. Ceramah mereka lebih santun dari pada ceramah anda yang penuh dengan c*ci m*ki.

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, masyarakat semakin tahu, siapa yang ceramahnya mengajarkan kedamaian dan siapa yang mengajarkan kebencian…

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda, masyarakat semakin tahu, siapakah sosok islam nusantara yang mengaku paling menjaga kearifan lokal…

Terima kasih Pak Said Aqil, berkat ceramah anda pula, masyarakat jadi semakin tahu, ternyata anda sedang berbulan madu dengan syiah…

Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih.

Kami menunggu ceramah anda selajutnya.

Semakin vulgar dan k*sar, semakin menyemarakkan dakwah sunah di tanah air tercinta…

Was salamu ‘ala manit taba’al hudaa…

Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk…


DAFTAR 50 TOKOH JIL INDONESIA

Hati-hati dengan ucapan, tulisan, dan pemikiran orang-orang di bawah ini agar tidak tersesat dunia dan akhirat:

Para Pelopor

  1. Abdul Mukti Ali
  2. Abdurrahman Wahid
  3. Ahmad Wahib
  4. Djohan Effendi
  5. Harun Nasution
  6. M. Dawam Raharjo
  7. Munawir Sjadzali
  8. Nurcholish Madjid

Para Senior

  1. Abdul Munir Mulkhan
  2. Ahmad Syafi’i Ma’arif
  3. Alwi Abdurrahman Shihab
  4. Azyumardi Azra
  5. Goenawan Mohammad
  6. Jalaluddin Rahmat
  7. Kautsar Azhari Noer
  8. Komaruddin Hidayat
  9. M. Amin Abdullah
  10. M. Syafi’i Anwar
  11. Masdar F. Mas’udi
  12. Moeslim Abdurrahman
  13. Nasaruddin Umar
  14. Said Aqiel Siradj
  15. Zainun Kamal

Para Penerus “Perjuangan”

  1. Abd A’la
  2. Abdul Moqsith Ghazali
  3. Ahmad Fuad Fanani
  4. Ahmad Gaus AF
  5. Ahmad Sahal
  6. Bahtiar Effendy
  7. Budhy Munawar-Rahman
  8. Denny JA
  9. Fathimah Usman
  10. Hamid Basyaib
  11. Husein Muhammad
  12. Ihsan Ali Fauzi
  13. M. Jadul Maula
  14. M. Luthfie Assyaukanie
  15. Muhammad Ali
  16. Mun’im A. Sirry
  17. Nong Darol Mahmada
  18. Rizal Malarangeng
  19. Saiful Mujani
  20. Siti Musdah Mulia
  21. Sukidi
  22. Sumanto al-Qurthuby
  23. Syamsu Rizal Panggabean
  24. Taufik Adnan Amal
  25. Ulil Abshar-Abdalla
  26. Zuhairi Misrawi
  27. Zuly Qodir

Tanggapan Buya Yahya


Tanggapan Ust Khalid Basalamah


Referensi

  • ^voa-islam.com/news/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/);

  • ^id.m.wikipedia.org/wiki/Said_Aqil_Siroj

  • ^nahimunkar.com/innaa-lillaahi-pentolan-jil-banggakan-terpilihnya-said-aqil-siradj-sebagai-ketua-umum-nu/

  • ^nahimunkar.com/contoh-nyata-bicara-agama-bersilat-lidah/

  • ^nahimunkar.com/ngawurnya-said-agil-siradj-dalam-menjelek-jelekkan-pihak-yang-dia-sebut-wahabi/

  • ^nahimunkar.com/kayak-bocah-bercerita-gendruwo-saja-said-agil-siradj-menuding-yayasan-yayasan-islam/

  • ^nahimunkar.com/tidak-lazim-ketua-umum-pb-nu-tolak-dubes-saudi-yang-mau-pamitan/

  • ^suara-islam.com/mobile/detail/9329/Said-Aqil-Siroj—Boleh-Ucapkan-Selamat-Natal–Asal…

  • ^edukasi.kompas.com/read/2011/09/27/20360737/Said.Aqil.Tifatul.Jangan.Cuma.Tutup.Situs.Porno

  • ^voa-islam.com/news/indonesiana/2012/09/13/20615/inilah-statement-merusak-aqidah-said-aqil-yang-disoroti-ulama-habaib/

  • ^suara-islam.com/mobile/detail/6313/Pernyataan-Said-Aqil-Siroj-Soal-Duduk-Ngangkang-Dilawan-Ulama-Aceh

  • ^syiahindonesia.com/index.php/data-a-fakta/potret-tokoh-syiah/181-dr-said-agil-siradj-mengaku-tak-percaya-syiah-

  • ^globalmuslim.web.id/2013/05/ustadz-baasyir-nasehati-said-aqil.html?m=1

  • ^eramuslim.com/berita/nasional/said-agil-siradj-sebut-muhammadiyah-goblok.htm

  • ^voa-islam.com/news/indonesiana/2012/09/13/20611/ulama-nu-said-aqil-merusak-islam-jabatan-ketum-pbnu-harus-ditinjau/;

  • ^antiliberalnews.com/2016/05/14/kecewa-dengan-said-aqil-ketua-nu-banten-mundur/

  • ^wanitasyiah.blogspot.sg/2016/03/nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk.html?m=1

  • ^feehas.wordpress.com/2012/03/03/daftar-50-tokoh-jil-indonesiahati-hati-dengan-ucapan-tulisan-dan-pemikiran-orang-orang-di-bawah-ini-agar-tidak-tersesat-dunia-dan-akhirat/

  • ^nugarislurus.com/2016/06/dipolisikan-karena-dianggap-menghina-said-aqil-ini-sikap-brantas.html

  • ^nugarislurus.com/2016/05/kh-afifuddin-muhajir-ungkap-cara-said-aqil-mendapat-gelar-doktor.html

  • ^nugarislurus.com/2016/05/kh-afifuddin-pertegas-klarifikasi-tidak-memfitnah-said-aqil.html

  • ^konsultasisyariah.com/25550-terima-kasih-pak-said-aqil-siradj.html

  • ^Berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s