Lanjutan dari: LDII & Bukti-Bukti Kesesatan (4)


KUMPULAN DUSTA KHOLIL BUSTOMI

  • Pepatah berkata: Guru kencing berdiri maka murid kencing berlari…

Jika sang raja Nur Hasan Ubaidah seorang pendusta tukang “ngapusi”, maka sang murid Kholil Bustomi tidak kalah hebat dalam menerapkan metode ngapusi ini.

Sebagaimana telah lalu, ternyata Syaikh Yahya mengingkari pernah berfatwa sebagaimana yang telah dipropagandakan oleh Kholil, dan beliau telah menunjukkan pertentangan beliau terhadap fatwa-fatwa yang dinisbahkan kepada beliau.

Kalaupun pernah terjadi dialog antara Kholil dengan Syaikh Yahya maka tentunya beliau tidak berfatwa sebagaimana yang dipropagandakan oleh Kholil. Karenanya kami meminta bukti kepada Kholil berupa rekaman suara Syaikh tentang fatwa-fatwa yang dipropagandakan oleh Kholil. Kalaupun telah terjadi dialog sebagaimana yang diakui dan ditranskrip oleh Kholil maka transkrip tersebut pun menunjukkan kebohongan Kholil.

Berikut ini saya haturkan cuplikan kebohongan-kebohongan dan ketidak-amanahan Kholil Bustomi dalam merekayasa fatwa Syaikh Yahya bin ‘Utsman hafidzohullah.

  • Pertama:

Syaikh telah menjelaskan bahwa makna orang yang meninggal tidak dalam keadaan berbai’at adalah meninggal sebagaimana meninggalkanya ahli jahiliyah yang dalam keadaan kacau karena tidak memiliki pemimpin. Akan tetapi dalam transkrip diterjemahkan bahwa maksud dari meninggal sebagaimana meninggalnya ahli jahiliyah adalah MASUK NERAKA

05-18-12.59.48

Kholil nekat berdusta dalam terjemahan di atas, karena memang diantara perkara yang menjadikan rakyat ISLAM JAMA’AH patuh membabi buta kepada rajanya adalah karena takut masuk neraka, takut menjadi seorang kafir kalau sampai meninggalkan bai’at kepada raja ISLAM JAMA’AH !!!!

  • Kedua:

Fatwa Syaikh Yahya jelas menyatakan bahwa tidak semua orang harus berbai’at langsung kepada penguasa, yang langsung adalah para pembesar saja, adapun rakyat secara umum maka hukumnya mengikuti secara otomatis. Akan tetapi diterjemahkan oleh Kholil bahwasanya rakyat secara umumpun harus berbaiat secara langsung.

05-18-01.02.02

Padahal terjemahan yang benar dari perkataan Syaikh Yahya “وَصِغَارُ النَّاسُ تَبعٌ” adalah “Dan rakyat selain para pembesar maka hukumnya mengikuti”.

Yang jadi masalah kebanyakan rakyat ISLAM JAMA’AH (bahkan para dainya) tidak tahu bahasa Arab, sehingga sangat mudah dibohongi oleh Kholil

  • Ketiga:

Kholil berbohong kepada Syaikh dengan menyatakan bahwa rakyat Indonesia adalah orang-orang kafir

05-18-01.03.45

Yaaa begitulah aqidah ISLAM JAMA’AH yang mengkafirkan orang-orang pihak luar Kerajaan dinasti ISLAM JAMA’AH. Meskipun mereka selalu berusaha berbudi luhur “ngapusi” masyarakat seakan-akan mereka tidak mengkafirkan akan tetapi banyak praktek-praktek dari kalangan rakyat bawah ISLAM JAMA’AH menunjukkan akan hal itu, seperti :

  1. Tidak mau bermakmum kepada pihak luar kerajaan
  2. Menghukum murtad bagi orang yang keluar dari kerajaan ISLAM JAMA’AH
  • Keempat:

Kholil dalam transkrip terjemahan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia orang-orang musyrik

05-18-01.05.27

  • Kelima:

Pengakuan Kholil bahwa Syaikh Yahya membolehkan berbaiat secara sembunyi sembunyi

05-18-01.07.02

Hal ini jelas merupakan kedustaan atas nama syaikh yahya, bahkan bagi orang yang mengerti bahasa arab akan faham bahwasanya dalam jawaban syaikh di sinipun tidak menunjukan akan bolehnya membaiat seorang imam secara sembunyi-sembunyi.

Akan tetapi yang menjadi masalah, Kholil telah mengesankan kepada Syaikh bahwasanya rakyat Indonesia adalah rakyat kafir, dan pemerintahnya adalah pemerintahan orang-orang musyrik.

Dan telah jelas dalam fatwa Syaikh Yahya yang sebenarnya bahwa beliau melarang membuat bai’at secara sembunyi-sembunyi padahal pemerintah Indonesia tegak. Bahkan Syaikh Yahya menganggap perbuatan membaia’t secara sembunyi-sembunyi merupakan bentuk DOSA BESAR.

  • Keenam:

Kholil mengaku bahwa Syaikh Yahya mendukung metode mengkul ala ISLAM JAMA’AH

_05-18-01.08.36

Hal ini jelas merupakan kedustaan atas nama syaikh yahya, bahkan bagi orang yang mengerti bahasa arab akan faham bahwasanya dalam jawaban syaikh di sinipun tidak menunjukan akan bolehnya membaiat seorang imam secara sembunyi-sembunyi.

Akan tetapi yang menjadi masalah, Kholil telah mengesankan kepada Syaikh bahwasanya rakyat Indonesia adalah rakyat kafir, dan pemerintahnya adalah pemerintahan orang-orang musyrik.

Dan telah jelas dalam fatwa Syaikh Yahya yang sebenarnya bahwa beliau melarang membuat bai’at secara sembunyi-sembunyi padahal pemerintah Indonesia tegak. Bahkan Syaikh Yahya menganggap perbuatan membaia’t secara sembunyi-sembunyi merupakan bentuk DOSA BESAR.

  • Keenam:

Kholil mengaku bahwa Syaikh Yahya mendukung metode mengkul ala ISLAM JAMA’AH

05-18-01.10.11

Padahal telah jelas dalam fatwa Syaikh Yahya yang sesungguhnya bahwasanya beliau membolehkan untuk menimba ilmu dari siapa saja selama dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan pemahaman para salafus sholeh.

  • Ketujuh:

Dusta Kholil terhadap sejarah !!!

→ Kholil bertutur:

05-18-01.11.59

Dalam penuturan ini Kholil menyatakan dua pernyataan ngawur dan dusta,

  1. (pertama): Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab adalah seorang Guru Besar di Masjidil Harom
  2. (kedua): Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab diajak oleh Raja Malik Abdul Aziz untuk bersama-sama memberantas bid’ah khurofat syirik.

Jelas dalam sejarah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak pernah menjadi guru besar di Masjidil Haroom. Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab hanya baru sampai ke kota Mekah setelah Kerajaan Arab Saudi menguasai kota Mekah pada tahun 1219 H (1804 M) sekitar 13 tahun setelah wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Yang lebih konyol lagi yaitu pernyataan Kholil yang kedua bahwa Malik Abdul Aziz mengajak Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhaab bersama-sama memberantas bid’ah khurofat syirik. Bagaimana bisa hal ini terjadi??, padahal Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah meninggal pada tahun 1206 H atau 1791 M. Adapun Malik Abdul Aziz lahir pada tahun 1293 H (1876 M) yaitu sekitar 87 tahun setelah wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Dan Malik Abdul Aziz mendirikan kembali kerajaan Saudi yang ketiga kali pada tahun 1319 H (1902).

Memang Kholil ini sangat pandai mengarang cerita, karena memang sangat berbudi luhur (baca : ngapusi)

KHOLIL BUSTOMI DIUSIR PEMERINTAH SAUDI

Sungguh sangat memalukan….ternyata Kholil dideportasi (diusir) dari kerajaan Arab Saudi karena memiliki pemahaman takfiri (suka mengkafirkan). Karenanya hingga saat ini sang Kholil tidak bisa tinggal menetap di Arab Saudi karena telah diblacklist oleh pemerintah Saudi akibat pemikiran takfirnya (suka mengkafirkan).

Kholil hanya dibolehkan oleh pemerintah Saudi untuk datang haji dan umroh, adapun menetap tinggal di kerajaan Saudi maka tidak mungkin.

Sungguh-sungguh memalukan…Kholil ditangkap oleh polisi dan di usir dari kota tempat sang raja dahulu  menimba ilmu !!???

→ Kholil bertutur –sebagaimana ditranskrip cerita beliau sbb-:

-18-01.13.49

Dalam penuturan Kholil ini, ia mengesankan bahwa Kerajaan Arab Saudi memerangi madzhab, terutama madzhab Syafii !!!. Ini jelas merupakan kedustaan. Terlebih lagi Kholil menyatakan bahwa kalau ada orang yang mengerjakan madzhab Syafii maka akan ditangkap dan dipenjara !!!!. Kita mahasiswa Universitas Islam Madinah diwajibkan untuk mempelajari kitab Bidaayatul Mujtahid (karya Ibnu Rusyd) yang berisikan tentang pendapat 4 madzhab, madzhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali.

Jika ada orang yang menerapkan madzhab Syafii lantas ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Arab Saudi, maka tentunya kebanyakan jama’ah haji Indonesia sudah pada dipenjara ???

TERNYATA… justru Kholil yang ditangkap, dipenjara, dan dideportasi karena memiliki pemikiran menyimpang yaitu pemikiran takfiri (tukang mengkafirkan) !!!, sungguh amat memalukan !!!

KLAIM KHOLIL BAHWA RAKYAT ISLAM JAMA’AH KALAU MENINGGAL PASTI (BAHKAN WAJIB) UNTUK MASUK SURGA

Diantara taktik yang dilancarkan oleh ISLAM JAMA’AH agar rakyatnya senantiasa patuh dan tetap terperangkap dalam tempurung katak yaitu keberanian ISLAM JAMA’AH untuk mengklaim bahwasanya mereka pasti masuk surga. Kholil berkata :

-18-01.13.49

Tidak ada seorang sahabat Nabipun yang pernah dengan begitu berani dan PeDe mengklaim bahwa ia pasti masuk surga. Bahkan seperti Umar bin Al-Khottob radhiallahu ‘anhu saja yang telah dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallampun tidak PeDe memastikan beliau masuk surga. Sungguh hebat ISLAM JAMA’AH yang benari memastikan seluruh anggotanya pasti masuk surga dan pasti selamat dari api neraka !!!

KENAPA ISLAM JAMA’AH MEMUSUHI SALAFI ???

Seharusnya ISLAM JAMA’AH bersyukur dengan adanya dakwah salafiyah yang diemban oleh banyak dai yang merupakan lulusan universitas-universitas Kerajaan Arab Saudi. Karena mereka para dai-dai salafi tersebut telah belajar langsung sebagaimana pengakuan ISLAM JAMA’AH bahwa rajanya Nur Hasan Ubaidah juga belajar langsung di sana. Akan tetapi kenyataannya ternyata pihak Kerajaan ISLAM JAMA’AH sangat memusuhi para dai salafy, kenapa bisa demikian perkaranya??!!

Jawabannya sangatlah jelas… karena dakwah salafiyah akan membongkar kedustaan raja mereka selama ini !!!.

Catatan:

Adapun bukti-bukti otentik tentang pemahaman takfiri (mengkafirkan kaum muslimin di luar Islam Jama’ah) maka bisa dibaca di http://airmatakumengalir.blogspot.com/2012/09/pemahaman-takfiri-islam-jamaah_27.html

Sanggahan Terhadap Propaganda Habib Munzir Dari Banyak Sisi

  1. PERTAMA: Tuduhan Habib Munzir bahwa para ulama Wahabi tidak memiliki sanad merupakan tuduhan yang sangat dusta. Jangankan para ulama besar Wahabi, teman-teman saya (ustadz-ustadz yang ada di Indonesia) saja banyak yang memiliki sanad. Jadi jangan sampai Habib Munzir ini merasa ia adalah pendekar sanad satu-satunya, karena pendekar-pendekar junior wahabi ternyata sudah banyak yang memiliki sanad.
  2. KEDUA: Terkhususkan tuduhan Habib Munzir terhadap As-Syaikh Albani bahwa beliau tidak memiliki sanad dan hanya seperti tong kosong yang menipu umat, maka ini merupakan tuduhan dusta dan sangat keji. Syaikh Albani punya isnad, dan ini merupakan perkara yang ma’ruuf, beliau  memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah Syaikh Muhammad Raghib at-Thobbaakh Al-Halabi yang kepadanyalah beliau mempelajari ilmu hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya. (silahkan lihat Hayaat Al-Albaani wa Aaatsaaruhu wa ats-Tsanaa’ al-‘Ulamaa ‘alaihi karya Muhammad Ibrahim As-Syaibaani hal 45-46). As-Syaikh Al-Albani pun telah menegaskan hal ini dalam beberapa kitabnya seperti dalam kitab Tahdziir As-Saajid hal 84-85 dan juga kita Mukhtshor Al-‘Uluw hal hal 74. Dan sebagian murid Syaikh Albani –seperti Abu Ishaaq Al-Huwaini- mengambil sanad dari As-Syaikh Al-Albani (silahkan lihat juga http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=18495). Kemudian kenapa begitu berani Habib Munzir mensifati Syaikh Al-Albani dengan TONG KOSONG !!!, bahkan Habib Munzir mengkhawatirkan hancurnya umat karena tipuan Tong Kosong !!!, Subhaanallah…tipuan apa yang telah dilancarkan oleh Syaikh Al-Albani wahai Habib Munzir…!!! ataukah anda yang sedang melancarkan tipuan kepada umat bahwa yang tidak punya sanad fatwanya batil???
  3. KETIGA: Kaum muslimin telah faham bahwasanya sumber hukum  mereka adalah Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian juga ijmaa’ para ulama. Dan tatkala terjadi perselisihan maka Allah memerintahkan kita untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah berfirman: 
    • فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا 

    • Jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa : 59)
    • Allah tidak pernah mengatakan “Kembalilah kalian kepada orang yang bersanad”
    • Alhamdulillah Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih telah dijaga oleh Allah.
  4. KEEMPAT: Propaganda Habib Munzir ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh para ulama dari madzhab manapun, baik dari madzhab Imam Abu Hanifah, atau madzhab Imam Malik, atau Madzhab Imam Ahmad, atau  madzhab Dzohiriyah. Bahkan tidak seorangpun dari ulama madzhab Syafi’iyah yang mengigau dengan propaganda Habib Munzir ini. Silahkan buka kitab fiqih dari madzhab manapun…, atau kitab aqidah dari madzhab manapun…, atau kitab hadits dari madzhab manapun…, atau kitab ushul al-fiqh dari madzhab manapun….tidak seorangpun dari para ulama pernah berkata : “Fatwa anda tertolak karena anda tidak bersanad !!” Sering terjadi perdebatan dalam masalah fikih dikalangan para ulama madzhab…namun tidak seorangpun dari mereka tatkala membantah yang lain dengan berdalih”Pendapat anda batil karena anda tidak bersanad !!!”. Bahkan tatkala ulama ahlus sunnah berdebat dengan para ahlul bid’ah dalam masalah aqidah maka para ulama ahlus sunnah membantah dengan cara menyebutkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sama sekali mereka tidak pernah berkata kepada Ahlul Bid’ah “Kalian di atas kebatilan karena tidak bersanad !!!”. Karenanya propaganda Habib Munzir ini merupakan hal yang sangat lucu dan konyol…tidak seorangpun yang pernah menelaah kitab-kitab para ulama akan terpedaya dengan propaganda ini. Yang terpedaya hanyalah orang awam yang tidak mengerti kitab-kitab para ulama, yang tidak mengerti tentang ilmu hadits dan ilmu sanad, sebagaimana Nur Hasan ‘Ubaidah berhasil menipu dan membodohi banyak orang-orang awam yang jahil sehingga terperangkap dalam jaringan sekte Islam Jama’ah. Wallahul Musta’aan.
  5. KELIMA: Kalaupun kita menerima sanad yang dimiliki Habib Munzir maka kita harus mengecek para perawi yang terdapat dalam sanad tersebut, mulai dari Habib Munzir, gurunya, lalu guru dari guru Habib Munzir dst. Tentunya kita tidak akan mendapatkan perkataan para imam al-jarh wa at-ta’diil (seperti Syu’bah bin Hajjaaj, Al-Bukhari, Al-Imam Ahmad, Yahya bin Sa’iid, dll) tentang guru-guru Habib Munzir. Maka para perawi tersebut (guru-guru habib Munzir) dalam ilmu hadits dihukumi sebagai para perawi majhuul. Demikian juga kita harus mengecek kredibiltas hafalan dan ketsiqohan Habib Munzir sebagai perawi dan salah satu mata rantai sanad yang ia miliki. Apakah Habib Munzir Al-Musawa adalah seorang perawi yang tsiqoh yang kredibilitas hafalannya baik dan tinggi, ataukah malah sebaliknya sering pelupa dan tidak memiliki hafalan?. Kemudian dinilai juga dari kejujuran dalam bertutur kata?. Karena jika kita menerapkan kaidah para ahli hadits, maka jika ketahuan seorang perawi pernah berdusta sekali saja –bukan pada hadits Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam- akan tetapi dusta pada perkara yang lain maka perawi ini dihukumi muttaham bil kadzib (tertuduh dusta), dan periwayatannya tertolak atau tidak diterima. Bagaimana lagi jika ketahuan sang perawi telah berdusta berkali-kali !!!, bagaimana lagi jika kedustaannya tersebut dalam rangka untuk menjatuhkan para ulama ??
  6. KEENAM: Sebagaimana Habib Munzir memiliki sanad ternyata terlalu banyak para penuntut ilmu wahabi yang juga memiliki sanad…!!!, maka fatwa siapakah yang diterima?, apakah fatwa Habib Munzir ataukah fatwa para penuntut ilmu wahabi tersebut??!! Hanya saja Habib Munzir mengesankan kepada murid-mudirnya bahwa para wahabi tidak bersanad !!!, ini merupakan kedustaan yang sangat nyata seperti terangnya matahari di siang bolong.
  7. KETUJUH: Ngomong-ngomong manakah yang kita ikuti…Islam Jama’ah ala Nur Hasan ‘Ubaidah yang lebih dahulu punya sanad daripada Habib Munzir puluhan tahun yang lalu? Ataukah kita mengikuti Habib Munzir yang baru-baru saja memiliki sanad??!!.
  8. KEDELAPAN: Bukankah sering dua orang yang sama-sama memiliki sanad ternyata saling berselisih??. Lihat saja bagaimana para ulama saling berselisih pemahaman dalam banyak permasalahan agama sehingga timbulah madzhab-madzhab yang berbeda-beda. Bukankah para ulama besar pengikut madzhab As-Syafii memiliki sanad akan tetapi sering berselisih dengan para ulama pengikut madzhab Hanafi yang juga memiliki sanad?? Bukankah Imam Ibnu Hazm yang bermadzhab Dzohiriah –yang beliau banyak meriwayatkan hadits dengan sanadnya dalam kitab beliau Al-Muhalla- ternyata banyak menyelisihi para ualama empat madzhab yang juga memiliki sanad? Bahkan… bukankah Imam As-Syafii yang memiliki sanad yang pernah berguru kepada Imam Malik yang juga memiliki sanad ternyata masing-masing dari mereka berdua memiliki madzhab tersendiri??, demikian juga halnya antara Imam Ahmad yang berguru kepada Imam As-Syafii?? Dari sini jelas bahwa isnad tidak melazimkan satu pemahaman, bahkan orang yang memiliki satu isnad bisa berselisih faham, bahkan bisa jadi murid menyelisihi guru. Lantas bagaimana bisa dianalogikan jika Habib Munzir memiliki sanad lantas secara otomatis lebih faham tentang agama??!!
  9. KESEMBILAN: Orang yang memiliki sanad yang shahih dalam periwayatan hadits tidak mesti lebih faham tentang agama daripada orang yang sama sekali tidak memiliki sanad, maka bagaimana lagi orang yang memiliki sanad yang dhoif karena banyak perawi yang majhuul?? Al-Imam Al-Bukhari telah membuat sebuah bab dengan judul:
    • بَابُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

    • “Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Betapa sering orang yang disampaikan lebih faham dari yang mendengarkan”.
    • Lalu Al-Imam Al-Bukhari membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
    • لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مْنِهُ

    • “Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena bisa jadi yang hadir menyampaikan kepada orang yang lebih faham daripada dia” (HR Al-Bukhari no 67)

    • Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata:

    • وَالْمُرَادُ رُبَّ مُبَلَّغٍ عَنِّي أَوْعَى أَيْ أَفْهَمُ لِمَا أَقُوْلُ مِنْ سَامِعٍ مِنِّي

    • “Maksudnya yaitu bisa jadi orang yang disampaikan sabdaku lebih menguasai yaitu lebih faham tentang sabdaku dari pada yang mendengarkan (langsung) dariku” (Fathul Baari 1/158)

    • Rasulullah juga bersabda :

    • نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

    • “Semoga Allah menerangi wajah seseorang yang mendengar sebuah hadits dariku lalu ia menghafalkannya hingga menyampaikannya. Bisa jadi seorang membawa fiqih (ilmu) lalu ia sampaikan kepada yang lebih faqih daripadanya, dan bisa jadi seseorang membawa fiqih (ilmu) akan tetapi ia bukanlah seorang yang faqih” (HR Abu Dawud no 3662, At-Thirmidzi no 2656, Ibnu Maajah no 230)

    • Hadits ini menjelaskan bahwasanya bisa jadi seseorang memiliki riwayat hadits akan tetapi tidak faham dengan isi dari hadits tersebut, serta tidak bisa mengambil dan mengeluarkan huku-hukum dari hadits tersebut.

    • Al-Munaawi As-Syafii berkata: “Betapa banyak pembawa fiqih (ilmu) namun tidak faqiih, yaitu tidak mengambil (menggali) ilmu hukum-hukum dengan cara pendalilan, akan tetapi ia membawa riwayat tanpa memiliki sisi pendalilan dan pengeluaran hukum” (Faidul Qodiir 4/17)

    • Karenanya ilmu dan kefaqihan bukanlah dengan banyaknya riwayat dan banyaknya sanad, karena bisa jadi ada seseorang yang memiliki banyak riwayat dan sanad akan tetapi tidak faham atau kurang faham dengan isi dari hadits-hadits yang ia riwayatkan.

    • Ibnu Bathool rahimahullah berkata: “Nabi ‘alaihis salaam sungguh telah menafikan ilmu dari orang yang tidak memiliki pemahaman, sebagaimana dalam sabda beliau “Betapa banyak orang yang membawa fiqih/ilmu akan tetapi tidak memiliki kefaqihan”

    • Imam Malik berkata: “Bukanlah ilmu dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah letakan dalam hati”. Maksud Imam Malik adalah memahami makna-maknanya dan istinbaathnya (pengambilan hukum darinya)” (Syarh Shahih Al-Bukhaari karya Ibnu Batthool 1/157)

    • Kesimpulan dari hadits ini: 

    • Pertama: Bisa jadi seseorang memiliki riwayat atau sanad akan tetapi tidak faham dengan kandungan dari hadits yang ia riwayatkan. Kedua: Bisa jadi seseorang memiliki riwayat dan sanad akan tetapi orang yang membaca hadits yang ia riwayatkan lebih faham dengan isi hadits daripada yang memiliki sanad.
  10. KESEPULUH: Sungguh sangat menyedihkan jika kita dapati seseorang memiliki sanad akan tetapi tidak mengerti ilmu hadits….sanadnya itu hanya sebagai topeng yang melindungi kebodohannya dalam ilmu hadits, sehingga tatkala lisannya mulai berbicara tentang ilmu hadits akhirnya ngawur. Apalagi murid-murid dan para pengagum Habib Munzir yang begitu mudahnya diberikan ijaazah oleh Habib Munzir. Silahkan perhatikan yang dibawah ini :
    • Pengagum Habib Munzir berkata :
    • “Dengan hormat saya hendak belajar kepada Habib walau sementara baru sebatas lewat internet.
    • 1. Mohon izin belajar kepada Habib yang bersanad keguruan sampai kepada Nabi Muhammad SAW
    • 2. Mohon ijazah untuk pengamalan amalan ahluh sunah wal jamaah…
    • Habib Munzir menjawab :
    • “Saudaraku yg kumuliakan, selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan
    • 1.      saudaraku tercinta, saya belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana saya menjadi guru, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan saya hingga kepada Rasul saw.
    • 2.      Saya Ijazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.
    • Saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin
    • Saya Ijazahkan kepada anda sanad Alqur’anulkarim dalam tujuh Qira’ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab’ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw…(lihat: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=26683#26683),
    • Gampangnya Habib Munzir memberikan sanad ijazah kepada orang-orang awam tanpa persyaratan dan bahkan hanya sekedar melalui internet sering beliau lakukan. Silakan lihat: (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=25448#25448), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=22111#22111), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=21894#21894), dll
    • Perhatikanlah wahai para pembaca…dengan begitu mudahnya Habib Munzir memberi ijazah kepada seseorang yang meminta isnadnya hanya melalui internet ?!!
    • Lantas apakah jika orang tersebut telah diberi ijazah oleh Habib Munzir berarti ia telah menguasai seluruh qiro’ah sab’ah al-qur’aan dan juga menguasai seluruh fatwa dari empat madzhab, seluruh riwayat hadits dari imam saba’ah??!!! . Sementara orang yang meminta tersebut siapakah dia?, seorang alimkah dia?!! Belajar di mana?? Tahu nawhu shorof atau tidak?, menguasai ilmu ushul fiqh atau tidak?, menguasai ilmu mustolah hadits atau tidak?, menguasai fikih empat madzhab atau tidak??
    • Habib Munzir sendiri apakah menguasai seluruh ilmu yang ia ijazahkan?, menguasai tujuh qiroo’ah?, menguasai seluruh hadits-hadits yang diriwayatkan oleh imam sab’ah?, menguasai seluruh fatwa dan kitab-kitab syari’ah empat madzhab??!!! Sunnguh sangat a’lim Habib Munzir ini?, bahkan ana rasa mungkin tidak ada seorang yang lebih ‘alim dari Habib Munzir di zaman ini.
    • Pantas saja jika beliau digelari dengan al-‘Allaamah al-Fahhaamah (silahkan lihat http://assajjad.wordpress.com/2009/03/05/biografi-habib-munzir-al-musawa/)
    • Bisa jadi seseorang tidak memiliki sanad akan tetapi ia adalah seorang yang ‘alim. Sebaliknya….
      • –         Percuma punya banyak sanad jika masih saja meriwayatkan hadits-hadits yang lemah, apalagi tidak mengerti tentang ilmu takhriij.
      • –         Percuma punya isnad sampai Imam As-Syafii tapi berdusta atas nama Imam As-Syafii dan juga berdusta atas nama Ibnu Hajar
      • –         Percuma punya isnad kalau membolehkan kesyirikan beristighootsah kepada mayat
      • –         Percuma punya banyak isnad kalau sering keliru dalam membicarakan ilmu hadits
      • –         Percuma punya banyak isnad kalau tukang mencela para ulama, karena ini bukan akhlaknya orang yang mempunyai sanad.
      • –         Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama sebagai pendusta tukang menggunting perkataan ulama (padahal dia sendiri yang tukang gunting)
      • –         Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama wahabi tidak punya isnad (yang ini merupakan kedustaan yang sangat nyata..!!!!)
  11. KESEBELAS: Tidak semua orang yang memiliki sanad dan meriwayatkan hadits maka otomatis aqidahnya merupakan aqidah yang lurus. Ini merupakan perkara yang sangat mendasar dan diketahui oleh semua orang yang baru belajar ilmu mustholah al-hadits. Karenanya para ulama ahli al-jarh wa at-ta’diil menyebutkan (dalam kitab-kitab Ad-Du’afaa’ dan kitab-kitab yang secara spesifikasi membicarakan tentang para perawi yang lemah) bahwasanya banyak perawi hadits yang memiliki pemahaman bid’ah, baik bid’ah khawarij, bid’ah syi’ah, bid’ah irjaa’, bid’ah qodariyah dan lain-lain yang menyebabkan riwayat para perawi tersebut tertolak. Dan masih banyak sebab-sebab lain yang menyebabkan periwayatan seseorang yang memiliki sanad tertolak. Sementara kesan yang dibangun oleh Habib Munzir bahwasanya jika seseorang telah memiliki sanad yang bersambung kepada Nabi maka melazimkan seakan-akan ia adalah orang yang ma’sum yang tentunya aqidahnya lurus. Tentu hal ini merupakan kelaziman yang tidak lazim.
  12. KEDUA BELAS: Kelaziman dari hal ini, maka seluruh dai dan ulama yang tidak bersanad tidak diterima perkataan dan fatwa mereka, dan fatwa mereka dihukumi sebagai fatwa yang batil. Saya rasa sebaiknya Habib Munzir memberi masukan kepada Majelis Ulama Indonesia yang selama ini tatkala berfatwa tidak mencantumkan sanad mereka !!! yang menunjukkan bahwa fatwa-fatwa mereka selama ini adalah fatwa yang batil. Demikian juga masukan kepada ribuan dai yang di Indonesia, bahkan masukan kepada jutaan dai yang ada di dunia agar berhenti berdakwah dan hendaknya mencari sanad dahulu agar perkataan dan fatwa mereka bisa diterima dan tidak bernilai batil !!! Dari dua belas sisi bantahan di atas maka jelas bahwasanya perkataan Habib Munzir: “Orang yang tidak bersanad fatwanya batil dan tertolak” adalah kesalahan yang fatal !!!

Wawancara dengan Adam Amrullah, Mantan anggota LDII

07-09-09.42.41

Assalamualaikum ustadz, bisakah sebelumnya memperkenalkan diri pada pembaca kami?

Saya Adam Amrullah bin Bastaman, tinggal di Bintaro, karyawan swasta di peusahaan IT / Telco.

Pendidikan Kuliah: tamatan ISTN Teknik Elektronika Telekomunikasi

Pendidikan Agama setelah keluar dari LDII :

  • Tauhid : Ahlussunnah Waljamaah
  • Tahsin Tahfidz : Muntadha ahlulQur’an,
  • Bahasa Arab : MT XL, Lughtauna, Assunnaa,
  • Imam, Khatib, Da’i : FUI, DAINA
  • Ruqyah Syariyyah : QH, ARSYI
  • Bekam : Rumah Bekam Albani

Bisa diceritakan hubungan Anda dengan LDII?

Saya sejak lahir di LDII / Islam Jamaah, selama 31 tahun. Seluruh keluarga saya ada di LDII/Islam Jamaah

Alhamdulillah ibu dan adik saya keluar juga dari LDII/Islam Jamaah setahun setelah saya keluar, beberapa saudara ibu juga keluar.

Silakan diceritakan sejarah LDII dari semenjak kemunculannya sebagai Islam Jamaah?

LDII dahulunya adalah Quran Hadits Jamaah/Jamaah Quran Hadits terus berubah nama menjadi Lemkari, sekarang LDII. Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971).

Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972). Namun dengan adanya UU No. 8 tahun 1985, LEMKARI sebagai singkatan Lembaga Karyawan Islam sesuai MUBES II tahun 1981 ganti nama dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat juga LEMKARI (1981). Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR, kemudian LEMKARI berafiliasi ke GOLKAR dan kemudian berganti nama lagi sesuai keputusan konggres/muktamar LEMKARI tahun 1990 dengan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Perubahan nama tersebut dengan maksud menghilangkan citra lama LEMKARI yang tidak baik di mata masyarakat.

Screenshot_2016-07-09-09-31-02_1

Apa saja paham-paham di LDII yang Anda yakini sudah menyimpang?

Mengkafirkan yang tidak mau berbaiat dan bergabung dengan jamaahnya karena pengkafiran ini lahirlah ijtihad imamnya seperti:

  1. tidak boleh shalat berjamaah dengan selain jamaah mereka.
  2. tidak boleh nikah dengan selain mereka.
  3. kalo gak jamaah mereka gak boleh mewaris harta.
  4. wajib berdusta untuk menjaga kelangsungan ajarannya, wajib hanya mengaji ke jamaahnya saja.
  5. gak boleh bertanya agama kepada selainnya.
  6. gak boleh baca buku agama selain dari yang diterbitkan oleh jamaahnya saja.

Ijtihad Bathil imamnya yang lain:

  1. Perintahnya adalah wajib ditaati.
  2. Wajib setor upeti bulanan sebesar 10% dari penghasilan.
  3. Wajib tobat dengan menulis surat tobat ke imamnya dengan menyertakan uang tebusan.

Saat ini, mereka mengklaim sudah memiliki paradigma baru. LDII menurut mereka tidak lagi terkategori sebagai aliran sesat. Betulkah?

Dusta, mereka wajib merahasiakan ajaran aselinya. Mereka sebut itu bithonah. Persis seperti taqiyyah-nya Syiah. Bukti kedustaannya ada di Nasehat Adam Sekjen FRIH.

Lihat video:

https://youtu.be/L59yiBaBluY

Apakah informasi di situs resmi LDII bisa kita percayai sebagai ajaran mereka sebenarnya?

Mayoritas Isi situs resmi LDII isinya adalah Dusta dan Politik Pencitraan. Demikian juga video mereka di youtube. Itu bukan ajaran aselinya. Akan selalu begitu.

Dalam rangka merekrut jamaah baru, mereka melakukan politik pencitraan. Salah satunya dengan menunjukkan orang-orang terkenal atau artis yang ikut jamaahnya.

Apa saja kebohongan LDII pada masyarakat luas?

Semua paradigma baru mereka itu dusta.. mereka masih islam jamaah 100%. Kemarin di MUI Bogor pun terungkap, mereka memalsukan Surat MUI yang belum resmi, tanpa stempel.. oleh mereka sekarang udah ada stempelnya.

Beberapa anggota LDII sudah menjadi anggota MUI dan sangat dekat dengan oknum MUI Pusat, dan DEPAG, serta tokoh-tokoh masyarakat yang sering meresahkan umat

Selain penyimpangan agama, apakah ada motif penipuan secara materi (uang) juga di LDII?

Motif itu Nampak jelas. Karena sejak dulu Nurhasan juga minta dipinjami oleh jamaahnya Emas namun gak pernah dikembalikan. Jamaahnya harus menyetor uang ini dan itu.

Untuk yang terbaru ada beberapa. Di antaranya yang paling heboh adalah penipuan 11 Trilyun. Sampai ada yang terbunuh dan ada juga yang dipenjara padahal tidak bersalah. Itu karena mereka sanggup membeli oknum-oknum pengacara, hakim, jaksa, dan kepolisian untuk membela mereka

Apa saja keuntungan yang didapat para pengurus pusat LDII dari anggotanya?

Hampir semua warga jamaah LDII ini terdoktrin : “kalau gak taat imam, wajib masuk neraka”. Jadi mudah sekali bagi imamnya untuk minta ditaati. Selain setor harta, imamnya juga menyuruh jamaahnya mentaati apapun perintahnya. Misal jamaahnya diminta kerja di kebunnya, menjaga pom bensinnya, dsb.

Jadi, apapun perintahnya dia harus taat. Terlalu banyak keuntungan yang bisa didapat karena ketaatan jamaahnya itu

Menurut Anda, kenapa hingga saat ini LDII belum difatwa sesat oleh MUI?

Karena ada Oknum MUI Pusat dan Daerah, Oknum DEPAG yang membela LDII. Juga karena masyarakat yang peduli akidah masih sedikit dan kurang bersatu karena banyak umat islam yang cinta dunia dan takut mati.

Lihat video:

https://youtu.be/KDhiZKVVILo

Sebagai penutup wawancara ini, menurut ustadz apa saja yang perlu kita lakukan untuk menghindarkan diri dan keluarga dari paham LDII?

Harus mengetahui akidah asli mereka, tidak mudah tertipu oleh tipuan mereka, tidak menerima hadiah mereka. Harus belajar akidah ahlussunnah wal jamaah dan bisa mewaspadai akidah-akidah menyimpang seperti: Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Syiah Rafidha, Sekuleris, Pluralis, Liberalis, dan semua akidah menyimpang lainnya

Apakah sudah ada ulama yang memfatwa LDII sesat?

Salah satu ulama yang dijual namanya adalah Syaikh Yahya Almudarris, pengajar Masjidil Haram. Beliau dianggap membenarkan ajaran LDII ini. Namun, alhamdulillaah, Allah berhasil mempertemukan kami dengan Syaikh Yahya dan kami mendapat fatwa tersebut.

Lihat video:

https://youtu.be/B5IYDQ60Yo8

Ada juga fatwa-fatwa pengajar Ummul Quraa yang terkenal, yaitu Syaikh Bazmul.

Apakah LDII memiliki anak organisasi atau kedok yayasan lain yang perlu kita waspadai?

Ada banyak. Kedok mereka saat ini :

  1. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) –dulunya Lemkari.
  2. Cinta Alam Indonesia (CAI) –Organisasi Kepemudaan
  3. Sentra Komunikasi Mitra Polri (SENKOM) –Semacam intel mereka
  4. Persatuan Silat Nasional (PERSINAS ASAD) –pasukan perang mereka
  5. Yayasan Wali Barokah –salah satu yayasan

Mereka juga punya Usaha Bersama (UB) –semacam Koperasi mereka, Yayasan lain, KBIH, Travel Haji dan Umroh dsb.

07-09-09.36.06

Terima kasih atas kesediannya meluangkan waktu untuk wawancara ini. Kami doakan agar perjuangannya mengungkap paham LDII semakin menggema dan bisa menyadarkan para pengikutnya.

Naam. Kunjungi Forum Ruju’ Ilal Haq. untuk bukti kesesatan LDII dan fatwa ulama mengenai ajaran LDII. Syukran wa Barakallaahufiikum.

Referensi

  • ^Eramuslim.com/berita/laporan-khusus/bukti-bukti-kesesatan-jamaah-ldii.htm
  • ^islampos.com/inilah-sikap-muhammadiyah-terhadap-ldii-64110/
  • ^Masuk-islam.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-aliran-ldii.html
  • ^Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII, LPPI Jakarta
  • ^Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Kautsar
  • ^konsultasisyariah.com/mengenal-aliran-ldii/
  • ^tragedikarbala.blogspot.sg/2016/03/antara-ldii-syiah-imamiyah.html?m=1
  • ^firanda.com/index.php/artikel/30-sekte-sesat/301-rakyat-islam-jama-ah-dibohongi-rajanya-puluhan-tahun
  • ^firanda.com/index.php/artikel/bantahan/211-antara-habib-munzir-a-islam-jamaah
  • ^metafisis.net/2013/04/27/wawancara-dengan-adam-amrullah-mantan-anggota-ldii-sekjen-forum-ruju-ilal-haq/
Iklan

One response »

  1. […] wawancarai Adam Amrullah di awal 2013, sebelum beliau masuk TV acara ruqyah. Lihat wawancaranya di Wawancara dengan Adam Amrullah, Mantan anggota LDII, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH). Perhatikan link juga referensi dalam wawancara tersebut, alamat situs FRIH adalah […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s